28.11.14

Hampir Seperempat Keluarga Amerika Minta Makan ke Dapur Gereja

Hidayatullah.com–Hasil survei oleh LifeWay Research yang dilakukan pada bulan September lalu mengungkap bahwa hampir seperempat keluarga di Amerika Serikat mendapatkan makanannya dari dapur-dapur gereja, lansir Christian Post Rabu (26/11/2014).

Warga dari kelompok minoritas dan jemaat gereja umumnya memanfaatkan keberadaan dapur gereja untuk mendapatkan makanan, demikian menurut hasil laporan itu.

Lembaga riset Kristen berbasis di Nashville tersebut menanyai 1.158 reponden tentang keberadaan dapur gereja. Hasilnya cukup mengejutkan karena 22 persen dari mereka mengaku mengandalkan dapur gereja untuk memberi makan keluarganya.

Dari mereka yang mengaku mengisi perut keluarganya dengan makanan yang disediakan gereja, 26 persen di antaranya adalah jemaat gereja dan lebih dari sepertiganya mengaku sebagai Kristen Evangelis.

Sebanyak 37 persen pengguna dapur gereja adalah orang Amerika keturunan Afrika, 25 persen keturunan Hispanik (Ameika Latin), dan 19 persen Caucasian (orang kulit putih).

Wakil Presiden LifeWay Research Scott McConnell berkata, “Ada banyak makanan melimpah di Amerika Serikat, tetapi banyak juga orang yang kelaparan.

Menurut jaringan bank makanan nasional Feeding America sekitar 50 juta orang di Amerika Serikat berjuang untuk mendapatkan sesuap nasi.

Sebagai perbandingan, orang Amerika berkulit putih yang dikasih makan oleh Feeding America mencapai 43 persen, sementara orang kulit hitam 26 persen dan orang Hispanik 20 persen.

Lebih dari 60 persen anggota Feeding America, yang terdiri dari sekitar 200-an food bank (kelompok penyedia makanan gratis), merupakan organisasi berbasis keagamaan (Kristen). Feeding Amerika setiap tahunnya memberikan bantuan makanan bagi 46.5 juta orang di negara yang menyebut negaranya sebagai super power itu.*

Di negara-negara demokrasi KAPITALIS hal seperti ini adalah BIASA!
Yang kaya makin kaya yang miskin tau sendiri...

FPI: Pencabutan UU Penistaan Agama Pesanan Zionis

JAKARTA (Voa-Islam) - Majelis Syuro Front Pembela Islam (FPI) KH Misbahul Anam menilai munculnya wacana pemerintah Joko Widodo (Jokowi) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1965 tentang Penodaan/Peninstaan Agama akan memberikan peluang tumbuhnya aliran agama sesat di Indonesia.

Dia juga mengatakan, rencana tersebut bukan hanya merugikan umat Islam, namun juga akan membawa dampak merugikan umat non muslim.

"Sebetulnya bukan hanya agama Islam yang dirugikan, agama lain juga begitu (dirugikan)," tegas Anam kepada VoA-Islam, Selasa (25/11).

Peryataan ini terkait dengan wacana Presiden Jokowi akan meminta bantuan amnesty internasional mencabut UU No.1 Tahun 1965 tentang Penodaan/ Penistaan Agama.

Menurutnya, jika undang-undang itu jadi dicabut, dia juga meminta agar keberadaan Pancasila, khususnya pasal tentang Ketuhanan Yang Maha Esa harus dikoreksi kembali.

"Ciri khas Ketuhanan Yang Maha Esa bercirikan semua aktifitas gerak harus didasarkan kepada ketuhanan Yang Maha Esa. Jika sampai dicabut, tak punya nilai ketuhanan dan ini membahayakan," jelas Anam.

Ia menganggap UU penistaan agama menjadi payung hukum terhadap keberadaan agama-agama di Indonesia. Karena tanpa peraturan tersebut, agama-agama di Indonesia akan mudah sekali diadu domba.

"Kalau tidak ada payung hukum terhadap penistaan agama, nanti orang kristen menistakan Islam. Orang Islam menistakan kristen. Negara ini nanti jadinya apa," sambung Anam.

Ia mencurigai rencana pencabutan itu merupakan bentuk program kaum zionis dan liberal. Karena tidak mungkin usulan itu muncul dari kalangan Nahdatul Ulama atau Muhamaddiyah.

"FPI selama ini hanya menjaga ahlus sunah dan tantanan undang-undang itu berlaku. Siapa pun pemimpinnya akan kita lawan. Meskipun itu Jokowi," tegas dia.

Salah satu bentuk perlawanan itu, kata Anam, adalah dengan mengajukan judicial review (uji materil) ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Kita akan lawan melalui judicial review. Tetap akan kita lawan. Mereka main undang-undang, kita main undang-undang," pungkas Anam. I robiawan - See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/11/26/34090/fpi-pencabutan-uu-penistaan-agama-pesanan-zionis/

21.11.14

Mengapa Orang Beragama Lebih Sehat?

Orang yang menjalani kehidupan beragama, cenderung
memiliki ukuran hippocampus lebih kecil dari orang Atheis
PUTUS asa adalah sumber kesesatan; kegelapan hati dan pangkal penderitaan jiwa,” demikian kata-kata hikmah dari Bediuzzaman Said Nursi atau kerap dipanggil Said Nursi. Ucapan bintang intelektual Muslim yang berpengaruh di dunia muslim khususnya di Turki berkat mahakaryanya ”Risalah An-Nur “ ini nampaknya cocok dengan temuan terbaru para peniliti sosial.

Dalam studi yang dilakukan oleh Christopher Scheitle, asisten peneliti senior di bidang sosiologi di Penn State University, di mana menyebutkan, 40 persen orang yang menjalankan praktek agama, dilaporkan dalam kondisi sehat. Sementara orang yang tidak percaya Tuhan cenderung mengabaikan pola hidup sehat, demikian hasil penelitian.

“Kesehatan yang buruk juga dapat memicu seseorang meninggalkan suatu agama dan kehilangan kepercayaannya akan adanya Tuhan,” kata Christopher Scheitle, peneliti dari universitas itu.

Scheitel bukan sedang begosip, ia pernah meneliti 423 kasus yang berhubungan dengan agama antara 1972-2006. Hasil penelitiannya menunjukkan, sekitar 40% penganut agama yang taat, dalam kondisi kesehatan baik dan 25% lainnya yang berpindah keyakinan ke agama lain, juga dalam kondisi kesehatan baik.

Scheiter meneliti penganut Gereja Yesus Kristus Hari Terakhir (Mormon) dan Saksi Jehovah –termasuk penganut garis keras dan ketat dalam aliran Kristen—di mana mempunyai garis pedoman keras bagaimana anggota sebaiknya harus hidup, termasuk tidak konsumsi alkohol atau penggunaan tembakau, dapat memberi dampak baik bagi kesehatan.

Dalam laporannya, Scheitle menyatakan, penurunan kesehatan dapat kelompok agama tersebut. Penelitian juga membuktikan, ketidakpercayaan pada Tuhan juga membawa dampak buruk bagi kehidupan sosial.

Bahkan penelitian yang dimuat di situs www.eMaxHealth.com ini juga menyimpulkan, seperempat di antara orang dengan sikap yang lebih liberal dalam beragama, masih dianggap memiliki manfaat kesehatan istimewa dan akan turun sampai 20 persen jika ia berhenti total dari agama alias Atheis.

Suatu studi yang baru diterbitkan pada Desember 2013 di JAMA Psychiatry, menemukan bahwa kemungkinan risiko depresi jauh lebih kecil bagi orang yang taat beragama. Teknologi MRIs menunjukkan bahwa otak orang yang taat beragama memiliki lapisan yang lebih tebal dibandingkan orang yang sebaliknya.

Harold G. Koenig, direktur Center for Spirituality, Theology, and Health di Duke University menulis beberapa buku seperti The Healing Power of Faith and Mental Health. Buku-buku tersebut berisi mengenai manfaat agama bagi kesehatan. Manfaatnya antara lain, menurunnya stres melalui doa.

“Salah satu perusak otak paling buruk adalah stres,” kata Dr. Majid Fotuhi, seorang pendiri dan ketua NeurExpand, serta dosen di Harvard Medical School. “Stres dapat menghasilkan zat yang beracun bagi tubuh. Salah satu cara untuk mengurangi stres adalah berdoa. Ketika Anda berdoa, Anda akan merasakan pikiran yang lebih tenang,” tambahnya dikutip news.discovery.com.

Sebuah studi di kutip Journal of Affective Disorders, dikutip dari laman Daily Mail, Ahad (19/05/2013), mengatakan, beriman pada sesuatu yang lebih baik ditemukan dapat meningkatkan pengobatan seseorang secara signifikan bagi orang yang menderita penyakit jiwa.

David B. Larson dan timnya dari The American National Health Research Center, pernah membandingkan antara orang Amerika yang taat dan yang tidak taat beragama. Hasilnya, orang yang taat beragama menderita penyakit jantung 60 persen lebih sedikit, tingkat bunuh diri 100 persen lebih rendah, menderita tekanan darah tinggi dengan tingkat yang jauh lebih rendah, dan angka perbandingan ini adalah 7 : 1 di antara para perokok.

Dalam International Journal of Psychiatry in Medicine, sebuah sumber ilmiah penting di dunia kedokteran pernah melaporkan, orang yang mengaku dirinya tidak berkeyakinan agama lebih sering sakit dan mempunyai masa hidup lebih pendek. Mereka yang tidak beragama berpeluang dua kali lebih besar menderita penyakit usus-lambung daripada mereka yang taat beragama, dan tingkat kematian mereka akibat penyakit pernapasan 66 persen lebih tinggi daripada mereka yang beragama.

Penelitian yang dilakukan oleh Hayward, menemukan adanya perkembangan hippocampus mereka selama 28 tahun. Hippocampus adalah bagian otak yang memperbesar peluang depresi serta Alzheimer di usia tua. Penelitian ini sekaligus menunjukkan orang yang menjalani kehidupan beragama, cenderung akan memiliki ukuran hippocampus yang lebih kecil dari yang tidak (orang Atheis).

Bagi umat Islam, Shalat dianggap sebagai tiangnya agama. Dengan mengingat Allah melalui shalat, bisa menjadikan umatnya keluar dari segala persoalan atau masalah yang dihadapi. Dengan menyandarkan segala pertolongan pada Sang Maha Penolong, segala sesuatu akan mudah.

Karena itu, menjalankan shalat sebenarnya juga berarti membuka jalan bagi datangnya pertolongan Allah.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ

Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan kesabaran dan Shalat.” (QS al-Baqarah [2]: 45; lihat pula ayat 153).

Jika shalat dan ibadahnya benar, seorang Muslim seharusnya lebih siap menghadapi hidup dan problematikanya dibanding sebelumnya. Sebab itu sesuai janji Allah sendiri bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenang, tidak mudah stress, depresi dan ujungnya menjadi lebih sehat.

أَلاَبِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.* (QS: al-Ra‘d [13]: 28)].

Nah, jika semua penelitian sudah menunjukkan bahwa dengan banyak ibadah berdampak baik pada kesehatan dan otak Anda, Apa ruginya jika tak mulai rajin beribadah mulai sekarang? *

19.11.14

Tanda Jika Allah Menghendaki Kebaikan Bagi Seorang Hamba

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا، وَإِذَا
أَرَادَ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافَى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ).

(Rasulullah) shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Apabila menghendaki kebaikan kepada hamba-Nya, Allah menyegerakan hukuman bagi (hamba) tersebut di dunia. Akan tetapi, apabila menghendaki keburukan kepada hamba-Nya, Dia menangguhkan dosa (hamba) tersebut hingga Dia membalasnya nanti pada Hari Kiamat.”

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa tanda kalau Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya adalah dengan menyegerakan hukuman atas dosa-dosanya ketika di dunia sehingga ia keluar dari dunia tidak ada lagi dosa yang harus ditanggung (hukumannya) pada hari kiamat, karena barangsiapa yang dihisab amalannya di dunia maka akan ringan hisabnya nanti di hari kiamat.

Adapun di antara tanda kalau Allah menghendaki hal yang buruk bagi hamba-Nya adalah bahwa hamba tersebut tidak ditunaikan pembalasan dosa-dosanya di dunia sampai ia datang pada hari kiamat dengan penuh dosa-dosa, kemudian Allah memberikan balasan hukuman padanya. Maka ia diberikan ganjaran yang pantas baginya pada hari kiamat.

Pada hadits ini terdapat anjuran untuk bersabar terhadap musibah-musibah dan untuk ridha dengan ketentuan takdir, karena hal tersebut akan membawa kebaikan bagi hamba.

Faedah Hadits:
  1. Tanda kalau Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, yaitu dengan menyegerakan pelaksanaan hukuman atas dosa-dosa hamba tersebut di dunia.
  2. Tanda kalau Allah menghendaki hal yang jelek bagi hamba-Nya, yaitu dengan ditangguhkannya hukuman atas dosa-dosanya di dunia sampai nanti diberikan hukuman pada hari kiamat.
  3. Kekhawatiran kalau mendapatkan kesehatan terus menerus, menjadi tanda kejelekan.
  4. Peringatan agar senantiasa berbaik sangka kepada Allah dan berharap (kebaikan) pada-Nya atas apa yang ditentukan oleh-Nya dari adanya hal-hal yang tidak disukai (yang menimpa dirinya).
  5. Bahwa manusia terkadang membenci sesuatu, padahal sesuatu itu lebih baik baginya, dan terkadang mencintai sesuatu, padahal sesuatu itu lebih jelek baginya.
  6. Anjuran untuk bersabar akan musibah-musibah.
[Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]

Ahok Kafir Harbi! Umat Islam Wajib Tolak Musuh Allah!

Menyedihkan! Umat Islam Indonesia kini berada dalam KRISIS KEIMANAN dan LEMAH PEHAMAHAN AQIDAH. Umat Islam di Indonesia memang hidup di negara yang bukan berlandaskan syariat dalam pemerintahannya. Dalam bermasyarakat, Islam juga memberikan aturan dan batasan pedoman hidup sesuai Al-Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan utama. Terkait hidup bernegara, ada aturan-aturan syariat yang harus dipatuhi dan dikedepankan di atas segalanya.

Umat Islam dibenarkan untuk taat pada pemimpin dan pemerintahan selama tidak berlawanan dengan hukum Allah Ta'ala. Misal, bila seorang pemimpin memberlakukan larangan Shalat Jum’at, dimana mayoritas penduduknya muslim, maka kita umat Islam tidak boleh berdiam diri dan tunduk dengan alasan patuh pada pemerintah. Bila pemerintah mengeluarkan sesuatu kebijakan yang berlawanan dengan hukum Allah Ta'ala, maka umat Islam WAJIB menolak dan mengedepankan untuk taat pada hukum syariat.

Terkait kepemimpinan, ada larangan keras bagi umat Islam menjadikan pemimpin mereka SEORANG KAFIR, karena hal itu berlawanan dengan apa-apa yang telah DINASH-KAN dalam Al-Qur’an. Adapun yang berpendapat bahwa umat Islam harus patuh pada pemimpin meskipun seorang muslim fasiq,dalam hal ini kita harus memahaminya dengan jeli. Yaitu, selama pemimpin fasiq tersebut tidak membuat kebijakan yang MENYERANG SYARIAT ISLAM, maka kita diperbolehkan mengikutinya. Namun jika jelas-jelas kebijakan pemimpin fasiq tersebut MENGINJAK-INJAK SYARIAT ALLAH TA'ALA, maka kita wajib menolak dan tidak rela dengan kepemimpinannya. Bahkan harus DILAWAN jika mampu selama tidak menimbulkan fitnah.

Misalnya, ada pemerintah yang mengeluarkan kebijakan bahwa minum KHAMAR dan MAKAN DAGING BABI diperbolehkan, tentu umat Islam tidak serta merta ‘boleh’ minum khamar dan memakan daging babi DENGAN ALASAN patuh pada pemerintah. Demikian juga bila konstitusi negara tersebut menetapkan bahwa PEMIMPIN BOLEH DARI KALANGAN NON MUSLIM, maka umat Islam juga tidak serta merta ‘boleh’ memilih pemimpin KAFIR dengan alasan PATUH PADA KONSTITUSI negara.

Jika seorang muslim dengan SENGAJA mengambil pemimpinnya dari orang KAFIR dan meninggalkan calon pemimpin dari ORANG-ORANG YANG BERIMAN, maka ia termasuk golongan Al-Munafiquun yang kelak terancam azab dari Allah Ta'ala di hari kebangkitan. Beberapa maksud firman Allah Ta'ala :

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang KAFIR menjadi wali dengan meninggalkan ORANG-ORANG YANG BERIMAN. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).” [Aali Imraan: 28]

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong.” [Aali Imraan: 149–150].

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil Jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu Jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” [Al-Maidah: 57]

Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (yaitu) orang-orang yang MENGAMBIL ORANG-ORANG KAFIR menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” [An-Nisaa’: 138–139].

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan ORANG-ORANG YANG BERIMAN. Inginkah kamu Mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” [An-Nisa’: 144]

Ayat-ayat di atas sangat jelas dan gamblang menetapkan bahwa umat Islam dilarang keras menjadikan orang KAFIR sebagai pemimpin. Ayat tersebut banyak ditujukan kepada orang-orang bersifat munafiq, yaitu diantaranya kaum yang mengaku Islam namun dengan rela meninggalkan calon pemimpin ORANG-ORANG YANG BERIMAN dan memilih yang KAFIR. Mereka ini jika tidak bertaubat, terancam azab Allah Ta'ala kelak di akhirat.

Persis seperti keadaan saat ini. Banyak orang yang mengaku Islam, namun dengan rela memilih bahkan membabi buta membela orang KAFIR, misal ‘Ahok’ yang jelas-jelas seorang KAFIR HARBI (menampakkan permusuhan dan menyerang Islam). Bila kita lihat maksud ayat di atas, maka kelompok ini jelas-jelas siap untuk mendapat siksa Allah Ta'ala… na’udzubillah min dzalik. Bertaubatlah kaum muslimin dan taat pada Allah Ta'ala.

Ahok adalah seorang KAFIR HARBI dan jelas bukan KAFIR DZIMMI, karena ia terbukti bereaksi terhadap umat dan syariat Islam. Tidak selamanya seorang KAFIR HARBI itu menyerang Islam secara fisik (angkat senjata). Demi kepentingan politiknya, Ahok bermanuver dengan segala cara mendekati elemen Islam yang masih awam dan terombang-ambing ‘KEIMANANNYA’ untuk memuluskan dukungan terhadap dirinya menjadi DKI-1.

Sebagai contoh nyata yang patut kita sesali. Sambutan meriah dilayangkan peserta Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah ke-19 kepada Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,yang hadir di lokasi Muktamar di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Jakarta Timur. Peserta Muktamar bernama Irmawati, misalnya, menyebut AHOK LEBIH ISLAMI KETIMBANG BEBERAPA MUSLIM. Ahok, kata peserta asal Aceh itu, adalah pemimpin yang disyaratkan ajaran Islam: jujur, dapat dipercaya, menyampaikan, dan pintar. "Pak Ahok bisa mengaplikasikannya DIBANDING kami yang MUSLIM," ujar Irmawati, seperti dilansir TEMPO.CO, Senin 17 November 2014, yang berjudul: “Pujian ke Ahok: Lebih Islami ketimbang Muslim”.

Ironis, pujian seperti ini justru dilayangkan kepada seorang KAFIR HARBI. Kita saksikan betapa lemahnya iman demi kepentingan duniawi. Belum lagi dukungan dari kelompok liberal dan aliran-aliran sesat lainnya. Mengedepankan hukum konsitusi dan mencampakkan SYARIAT ALLAH TA'ALA, demi kepentingan kelompoknya.

Maksud hadits: "Bersegeralah kalian mengerjakan amal-amal saleh sebelum datang fitnah-fitnah bak gumpalan malam yang gelap pekat, seseorang pagi hari dalam keadaan beriman, di sore harinya (tiba-tiba) menjadi kafir, dan di sore hari ia dalam keadaam beriman, di pagi harinya (tiba-tiba) menjadi kafir, dia menjual agamanya dengan harta duniawi (tak ada nilainya)." [HR Muslim].

Saudara-saudaraku se-Iman, hati-hati dengan kalimat PELECEHAN dan PEMBODOHAN umat dari kelompok munafiqiin yang merusak aqidah umat Islam, seperti : “Lebih baik PRESIDEN KAFIR jujur dan adil dari pada PRESIDEN MUSLIM khianat dan zalim”…Atau “Lebih baik GUBERNUR KAFIR rajin dan pekerja keras dari pada GUBERNUR MUSLIM korup dan malas.”…dan “Lebih Baik MENTERI WANITA PEROKOK BERTATTO TANPA JILBAB tapi tekun dan cerdas dari pada MENTERI WANITA BERJILBAB tapi korup dan culas.”

Seharusnya kita langgengkan kalimat seperti yang dikatakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab: “Lebih baik PRESIDEN MUSLIM jujur dan adil dari pada PRESIDEN KAFIR khianat dan zalim”…atau “Lebih baik GUBERNUR MUSLIM rajin dan pekerja keras dari pada GUBERNUR KAFIR korup dan malas.”…dan “Lebih Baik MENTERI WANITA BERJILBAB BUKAN PEROKOK DAN TANPA TATTO yang tekun dan cerdas dari pada MENTERI WANITA PEROKOK BERTATTO DAN TANPA JILBAB yang korup dan culas.”

Semoga kita umat Islam dapat segera bangkit dari tidur, membuka mata kita dengan jernih, bahwa masalah aqidah tidak bisa dianggap remeh dengan alasan apa pun. Sampai kapan kita akan pingsan dengan bualan dan tipu daya musuh Islam, yang tidak akan senang dengan kejayaan Islam. Walhasil, ulama dan umara harus berhati-hati dalam bersikap dan mengambil langkah, karena kelak akan bertanggung jawab dihadapan Allah Ta'ala atas segala urusan umat Islam yang sedang diacak-acak aqidahnya. Katakan benar jika itu benar! Katakan salah jika itu salah! Berbuatlah untuk mendapat keridhaan Allah Ta'ala. Berbuatlah untuk bekal akhiratmu. Utamakan kepentingan agama Allah Ta'ala dari pada urusan duniamu. …KEHIDUPAN DUNIA ITU TIDAK LAIN HANYALAH KESENANGAN YANG MENIPU (MEMPERDAYAKAN)…[Aali Imran: 185]

Allahumma Arinal Haqqo Haqqon, Warzuqna-Ittiba’ahu.. Wa Arinal Bathila Bahtilan, Warzuqna-Ijtinabahu..

Wallahu A’lam.

Salim Syarief MD
http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2014/11/19/33948/ahok-kafir-harbi-umat-islam-wajib-tolak-musuh-allah/

18.11.14

Indonesia, Negeri yang Ironis (Inilah Indonesia Saat Ini)

Sahabat VOA-Islam...


Indonesia adalah negara muslim terbesar dan terluas serta terbanyak penduduk muslimnya di dunia, namun IRONIS, aneka kebathilan dan kekafiran mendominasi, antara lain:
  1. TAKBIR KELILING di malam Hari Raya untuk agungkan Allah SWT habis-habisan DIKECAM dan DILARANG dengan dalih macetkan Lalu Lintas. Namun Arak-arakan Presiden dan Wakilnya hingga jalan protokol ditutup total, tidak mengapa, bahkan dipuji dan diapresiasi.
  2. QURBAN di Jakarta dilarang karena dianggap mengotori Jakarta, tapi serakan KONDOM bekas Zina di malam Tahun Baru Masehi dan puluhan Ton TUMPUKAN SAMPAH Pesta Rakyat arak Presiden di jalan utama Ibu Kota tidak mengapa dan tidak dianggap mengotori Jakarta.
  3. FPI Menolak Pemimpin Kafir, lalu FPI disebut DISKRIMINASI dan LANGGAR HAM serta INKONSTITUSIONAL, tapi AHOK menggusur Masjid, melarang Qurban dan menolak Busana Muslim di sekolah, tidak disebut Diskriminasi dan pelanggaran HAM, bahkan dinilai Konstitusional.
  4. Seorang MUSLIM tidak boleh jadi Gubernur di BALI yang mayoritas Hindu, dan tidak boleh juga jadi Gubernur di NTT yang mayoritas Nashrani. Tapi orang KAFIR boleh jadi Gubernur di KALBAR dan KALTENG yang warga kedua daerah tersebut mayoritas muslim yaitu lebih dari 70%. Ahok pun ingin jadi Gubernur Jakarta yg mayoritas warganya muslim.
  5. Umat Islam tuntut Tutup TEMPAT MA'SIAT setidaknya di Bulan Ramadhan dan Hari Besar Islam, tapi ditolak dengan dalih Indonesia bukan Negara Islam. Tapi di Bali tiap Hari Raya Nyepi semua Tempat Hiburan dilarang buka, dan PLN harus padam, serta Bandara Internasional harus tutup.
  6. Di Bali Jilbab pun mulai dilarang di sekolah-sekolah negeri di Bali. Tapi Pura Hindu Bali berserakan di daerah-daerah muslim, bahkan di tiap halaman rumah Hindu Bali ada Pura. Dan mereka pun bebas memakai pakaian adat dan ritual mereka
  7. Saat umat Islam menolak pembangunan rumah ibadat umat lain di wilayah muslim langsung dituduh INTOLERANSI. Namun saat pembangunan masjid dilarang di Bali dan NTT serta wilayah nonmuslim lainnya, maka dimaklumi dengan dalih untuk menjaga KEARIFAN LOKAL (Local Wisdom).
  8. Di Indonesia libur HARI AHAD telah memberi Umat Nashrani keleluasaan untuk hidupkan KEBAKTIAN GEREJA dengan pakaian rapih dan wewangian serta tanpa macet di jalan. Sedang Umat Islam dipaksa kerja HARI JUM'AT, sehingga tidak maksimal menghidupkan Jum'at dengan segala Adab dan Sunnahnya, karena mereka lelah, capek, pakaian lecak, berkeringat, bau badan, ngantuk, ditambah macet dan panasnya jalan.
  9. Saat seorang muslim jadi pejabat dituntut habis-habisan untuk bagi-bagi jabatan kepada nonmuslim dengan dalih kemajemukan dan keadilan. Namun saat nonmuslim jadi pejabat, maka dengan leluasa dia bagi-bagi jabatan kepada nonmuslim seenaknya, tanpa peduli dengan asas proporsional.
  10. Pengkhianatan PKI dan Pembangkangan PRRI serta Pemberontakan DI/TII dimuat dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia, tapi pemberontakan dan pengkhianatan PO AN TUI (nama Laskar Cina Indonesia bentukan Penjajah Belanda) terhadap negara RI serta kebiadabannya terhadap Pribumi disembunyikan.
  11. Tabligh akbar dan kegiatan da'wah selalu diawasi aparat, bahkan di daerah banyak yang ditakut-takuti dan dipersulit izinnya, sedang pertunjukkan musik setan dan dangdut koplo bebas tayang tiap saat jika dikehendaki.
  12. Jika seorang muslim sekedar mendukung ISIS langsung dituduh TERORIS, dikejar dan ditangkap, walau tidak melakukan tindakan apa pun. Tapi jika orang Kafir dukung RMS dan OPM tidak dikejar dan ditangkap.
  13. Pembantaian terhadap muslim di Sambas, Sampit, Ambon dan Poso, tidak disebut terorisme, dan pelakunya tidak dikejar serta tidak ditangkap, bahkan hingga saat ini mereka tidak tersentuh hukum sama sekali.
  14. Ketika Osamah mengancam untuk membunuh Obama maka dunia termasuk Indonesia menyebutnya sebagai KEJAHATAN, namun ketika Obama mengancam untuk membunuh Osamah disebut KEBIJAKAN.
  15. Ketika HAMAS lakukan perlawanan membela Islam dan Palestina makan dunia termasuk Liberal Indonesia menyebutnya sebagai TERORIS, namun ketika ISRAEL membombardir dan membantai warga Palestina disebut BELA NEGARA.
  16. Ketika ada pelarangan pembangunan rumah ibadah kafir, apalagi pembunuhan terhadap SEORANG kafir saja di negeri atau wilayah muslim, langsung para pendekar HAM berteriak keras dan menyerang ISLAM, namun sebaliknya ketika ada pembakaran masjid dan pembantaian RIBUAN umat Islam di wilayah kafir, para pendekar HAM bungkam seribu bahasa.
  17. Ketika ada kyai atau da'i seperti AA Gym yang menikah resmi dan berpoligami secara HALAL, semua media Liberal mem-BULly-nya habis-habisan, namun ketika ada Artis yang berzina dan bernarkoba hingga divonis penjara, berbagai media Liberal membelanya habis-habisan, bahkan saat si Artis keluar penjara disambut media dengan gegap gempita bak pahlawan hingga dijadikan pembawa acara unggulan di TV mereka.
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun.

Penulis: Ichsanuddin Noorsy
http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2014/11/18/33929/indonesia-negeri-yang-ironis/

Erdogan: Benua Amerika Ditemukan oleh Umat Islam

Turki ingin bangun masjid di bukit di Kuba, sebagaimana pernah dilihat Christopher Columbus.

Hidayatullah.com–Amerika ditemukan oleh umat Islam, bukan oleh Christopher Columbus, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia bersumpah akan membangun masjid “di bukit” di Kuba jika pemerintah di negara Karibia itu memberikan izin.

Berbicara pada upacara penutupan KTT pertama Pemimpin Muslim Amerika Latin di Istanbul hari Sabtu (15/11/2014), Erdogan juga mengecam kolonialisme, sebelum mengacu pada klaim kontroversialnya tentang penemuan Amerika.

“Pelaut Muslim telah tiba di pantai Amerika pada 1178. Dalam buku hariannya, Christopher Columbus menyebut adanya masjid di atas satu gunung di Kuba,” kata Erdogan, diberitakan Hurriyet Daily News.

Ia mengklaim, buku harian itu merupakan bukti bahwa agama Islam telah menyebar luas ketika penjelajah Eropa pertama kali menemukan Dunia Baru pada tahun 1492.

Dr Youssef Mroueh dari Yayasan As-Sunnah Amerika telah mempublikasikan klaim tentang satu masjid pra-Columbus di Kuba. Pada tahun 1996, ia menulis bahwa “Columbus mengakui dalam surat-suratnya bahwa pada Senin, 21 Oktober 1492 saat kapalnya berlayar dekat Gibara di pantai utara-timur dari Kuba, ia melihat satu masjid di atas gunung yang indah”.

Beberapa cendekiawan Muslim masih mengesampingkan hal ini. Penyampaian yang ada di catatan harian itu masih dipahami sebagai bentuk tonjolan pada puncak gunung yang menyerupai kubah masjid atau menara. Selain itu, reruntuhan pra-Columbus dari struktur Islam tersebut belum ditemukan.

Terlepas dari perdebatan seputar buku harian Columbus tersebut, Erdogan mengisyaratkan, Ankara tertarik untuk membangun sebuah masjid di Kuba. “Sekarang saya akan berbicara dengan saudara saya dari Kuba [mewakili negaranya di KTT], masjid sebagaimana digambarkan itu dapat kami bangun saat ini juga. Cukup berbekal izin dari Kuba [kami yang akan membangunnya],” tambahnya saat pidato pada KTT para pemimpin Islam Amerika Latin itu.

Pada bulan April, Direktorat Jenderal Urusan Agama (Diyanet) Turki mengirim delegasi ke Kuba untuk pengerjaan proyek pembangunan sebuah masjid di Istanbul, dengan meniru apa yang ada di pusat bersejarah Havana. Pemerintah Kuba tidak mengeluarkan pernyataan publik mengenai proyek tersebut.

“Mengubah agama orang secara paksa, dengan pedang, tidak pernah menjadi bagian dari Islam. Agama kita tidak pernah menjadi alat eksploitasi,” kata Erdogan melanjutkan.

“Orang-orang menjajah Amerika untuk emas dan menjajah Afrika untuk berlian, kini melakukan hal itu di Timur Tengah untuk minyak dengan rencana kotor yang sama,” katanya.*

Malaysia Turunkan Harga Minyak, Indonesia Justru Menaikkan BBM

Fadli menduga, dinaikkan harga BBM tidak lebih seperti perilaku anak kecil. Tidak kreatif dalam memberikan solusi

Hidayatullah.com–Kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai Senin (17/11/2014) telah memicu antrean di SPBU hampir di berbagai daerah, salah satunya di Jakarta.

Sebagaimana terpantau dari akun twitter resmi Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro, bahkan ada warga di daerah Cikini yang menolak keras dengan membakar ban bekas.

Kenaikkan harga BBM yang mencapai Rp. 2000 ini disesali oleh politisi Gerindra, Fadli Zon. Ia mengatakan, di saat minyak dunia jatuh, mengapa BBM justru dinaikkan.

Menurutnya, dalam sejarah baru kali ini terjadi dan hanya terjadi dalam pemerintahan Indonesia.

“Ini pemerintah pertama dalam sejarah yang menaikkan harga BBM ketika harga minyak dunia jatuh (USD 75). Di APBN dianggarkan USD 105,” demikian kicau Fadli dalam akun twitter @fadlizon beberapa saat diumumkannya kenaikan BBM.

Fadli menduga, bahwa dinaikkan harga BBM ini tidak lebih seperti perilaku anak kecil. Tidak kreatif dalam memberikan solusi terbaik.

Dan bagi pihak-pihak yang menyetujui kenaikkan, serta dengan berbagai macam argumen, Fadli menganggap argumentasi mereka klasik dan dangkal. Bagaikan anak lulusan SD (sekolah dasar).

“Kalau cuma naikkan harga BBM, tak perlu mikir. Anak lulusan SD pun bisa. Tak ada kreatifitas. Argumentasi klasik dan dangkal,” lanjut ia berkicau.

Seharusnya, Fadli memberikan masukkan dalam kicauannya, pemerintah Indonesia dapat mencontoh Negera-negara maju yang menurunkan harga BBM. Bukan justru menaikkannya.

“RRC sudah tujuh kali turunkan harga BBM sejak Juni. AS juga. Malaysia hari ini juga turunkan harga minyaknya. Kenapa justru RI naikkan harga BBM?” tutupnya.*

Beralasan Mencari Teroris, Dua Masjid di Kenya Diserbu Polisi

Hidayatullah.com–Satu orang pria terbunuh dan lebih dari 200 orang ditahan saat polisi Kenya menyerbu dua masjid di kota Mombasa, yang dituduh polisi memiliki keterkaitan dengan Al-Shabab, kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaidah.

Polisi memulai operasinya pagi dini hari Senin (17/11/2014) atas masjid Musa dan Sakinah yang berada di kota pelabuhan itu.

Seorang pemuda berusia 20 tahun ditembak mati polisi saat penyerbuan ke Masjid Musa, setelah dia berusaha melempar sebuah granat ke aparat, kata Kepala Kepolisian Mombasa Geoffrey Mayek.

“Kami memiliki informasi bahwa kelompok itu sedang merencakan sebuah serangan, dan itu mengapa penggerebekan ini dilakukan,” kata Mayek dikutip AFP, seraya menambahkan bahwa 201 orang telah ditangkap, lansir Aljazeera.

Sementara Reuters yang mengutip keterangan para pejabat kepolisian menyebut angka 251 orang yang ditangkap.

Mayek mengatakan ada 8 granat, sebuah pistol, 6 peluru, sejumlah kapak dan belati, serta buku-buku tentang perang ditemukan di kedua masjid tersebut.

Polisi juga mengatakan bahwa mereka menyita sejumlah telepon genggam dan laptop, bersama buku-buku dan video yang mereka sebut berkaitan dengan mendiang pemimpin Al-Qaidah Usamah bin Ladin dan para da’i Kenya yang dituduh menyulut tindak kekerasan.

“Masjid-masjid ini dikenal (sebagai tempat) yang menjadikan para pemuda kami radikal dan merekrut mereka masuk Al-Shabab,” kata Nelson Marwa, komisioner yang bertanggungjawab mengurus wilayah Mombasa, kepada Reuters.

Kegiatan usaha di daerah Majengo, di mana kedua masjid tersebut berada, dikawal ketat polisi bersenjata lengkap yang melakukan patroli atas daerah itu dan juga truk yang melintas.

Penyerbuan atas kedua masjid itu menimbulkan protes warga.

Kelompok pembela HAM mengutuk serangan polisi itu, dengan mengatakan bahwa aparat keamanan menarget Muslim secara tidak adil, menambah ketidakpercayaan warga Muslim kepada pemerintah Kenya –negara mayoritas Kristen– yang selama ini telah mengesampingkan mereka.

“Polisi lagi-lagi menodai masjid dan menjadikannya sebagai kamp kekerasan dan menangkapi banyak orang tak bersalah dan bahkan membunuh satu orang dengan semena-mena,” kata Hussein Khalid direktur Haki Africa, sebuah kelompok peduli HAM lokal, kepada Reuters.

Sejak Kenya ikut ambil bagian memerangi kelompok Al-Shabab di Somalia mulai tahun 2011dan memasuki wilayah negara tetangganya, Kenya mengalami sejumlah serangan bom.*

Kemenag: Antara Alat Negara dan Syiah

Kemenag harus menjadi alat negara yang melindungi umatnya dari ancaman asing yang akan mengancam eksistensi NKRI

Oleh: Kholili Hasib

BEBERAPA hari yang lalu, tepatnya 14 November 2014, ormas Syiah ABI (Ahlul Bait Indonesia) mengadakan Muktamar II, bertempat di Auditorium Prof. Dr. Rasjidi lingkungan Kementrian Agama (Kemenag). Yang patut disayangkan, acara tersebut diadakan di kantor lingkungan Kemenag.

Padahal, Kemenag adalah lembaga pemerintah dan salah satu alat negara yang berkewajiban menjaga hal-hal yang membahayakan NKRI. Selain itu, sebagai alat negara yang mengurus keagamaan, maka wajib hukumnya Kemenag melindungi stabilitas umat mayoritas dari gangguan paham-paham asing yang tidak sesuai nilai-nilai NKRI dan Pancasila.

Pada 21 September 1997, pernah diadakan Seminar Nasional tentang Syiah di Masjid Istiqlal Jakarta. Seminar yang diadakan MUI dan LPPI mengungkap hakikat Syiah itu disambut baik oleh Departemen Agama (sekarang bernama Kemenag). Drs. H. Subagjo, direktur Direktorat Penerangan Agama Islam Departemen Agama hadir dalam seminar tersebut mengaku bahwa Depag cenderung memilih agar Syiah dilarang di Indonesia. Sebagaimana Malaysia dan Brunei Darussalam yang lebih dulu melarang aliran yang dikenal mengajarkan mencela Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassallam itu.

Sementara, Menteri Agama, yang ketika itu dijabat oleh dr. Tarmizi Taher, juga sepakat bahwa ulama perlu membentengi generasi muda yang agamanya masih kurang dan mudah dirayu hawa nafsu. Menurutnya, berbeda pendapat itu tidak mengganggu ukhuwah (wawancara Majalah Panji Masyarakat 6 Oktober 1997).

Ketika hawa revolusi Syiah di Iran masih hangat, Depag dengan cepat merespon, untuk membendung pengaruhnya sampai ke Indonesia. Pada 5 Desember 1983 Depag mengeluarkan surat edaran bertajuk “Hal Ikhwal Mengenai Golongan Syih’ah”. surat edaran bernomor D/BA.01/4865/1983 itu ditulis, “Syiah Imamiah tidak sesuai dan bahkan bertentangan dengan ajaran Islam sesungguhnya”. Surat edaran tersebut juga menjelaskan sekte-sekte Syiah, termasuk ditulis di salah satu poinnya Syiah ekstrim. Dijelaskan dalam poin enam, bahwa sekte ekstrim ini telah keluar dan menyimpang dari akidah Islam. Kelompok ini disebut al-Ghulat.

Surat edaran Depag tersebut tentunya didasarkan oleh pengamatan dalam konteks keindonesiaan. Berdasarkan itu, dapat diambil kesimpulan, bahwa memang terdapat ekstrimisme Syiah di Indonesia yang mengancam NKRI dengan cita-cita revolusinya sebagaimana di Iran.

Inilah sikap Depag dahulu sebagai peringatan kewaspadaan. Potensi-potensi yang mengancam NKRI segera dipelajari mendalam untuk diambil sikapnya. Pejabat Depag menerima fatwa MUI tentang peringatan kewaspadaan terhadap Syiah. Depag dan MUI juga kompak dengan ormas besar Islam.

Pada tahun itu, gerak ormas-ormas seirama dengan MUI dan Depag. Suasana ukhuwah menjaga NKRI dari pahama yang mengancam sangat dirasakan. Kita lihat misalnya, PBNU pada tahun 1997 menerbitkan surat edaran tentang kewaspadaan terhadap aliran Syiah. Surat edaran bernomor 724/A.II.03/10/1997 menyeru kepada umat nadhliyyin untuk memahami secara jelas perbedaan prinsip antara Ahlus Sunnah dengan aliran Syiah. Atas upaya penolakan-penolakan tersebut, Syiah tiarap. Namun, ‘tidur-nya’ Syiah, bukanlah matinya. Umat Syiah ‘tidur’ untuk melakukan strategi baru.

Kemenag yang memberi izin Munas II ABI yang diadakan di Auditorium Prof. Dr. Rasjidi merupakan kebijakan yang menyakiti Prof. Dr. Rasjidi. Dan tidak patut dilakukan Kemenag. Dalam karyanya berjudul Apa itu Syi’ah, Prof. Rasjidi mengatakan: “Bahwa hak menjadi khalifah atau penguasa terbatas kepada anak cucu Nabi sampai 12 orang, bahwa semuanya itu ma’shum, bahwa mereka mengetahui yang ghaib, semuanya itu adalah akidah yang tidak benar. Bahwa nabi Muhammad Saw telah berwasiat agar nanti jabatannya sebagai kepala negara hendaknya diteruskan oleh Ali adalah asumsi sepihak. Jika asumsi itu benar, niscaya para Sahabat mengetahuinya” (H.M. Rasjidi, Apa itu Syi’ah, hal. 46).

Secara khusus tentang Syiah Imamiyah – yaitu sekte Syiah yang dianut oleh kaum Syiah di Indonesia – Prof. Rasjidi tidak ragu menyatakan bertentangan dengan ajaran Islam. Beliau mengatakan: “Semua itu (Syiah Imamiyah, pen) tidak sesuai dan bahkan bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya. Dalam ajaran Syiah Imamiyah pikiran tidak dapat berkembang ijtihad tidak boleh. Semuanya harus menunggu dan tergantung pada imam. Antara manusia biasa dan imam ada gab atau jarak yang menganga lebar, yang merupakan tempat subur untuk segala macam khurafat dan tahayyul yang menyimpang dari ajaran Islam” (Apa itu Syiah, hal. 55). Menurut Prof. Rasjidi, umat Islam Indonesia adalah dari golongan Ahlus Sunnah wal Jamaah yang memiliki pandangan berbeda dengan aliran Syiah.

Siapa Prof. Rasjidi? Beliau salah satu orang penting dalam sejarah Indonesia dan kementrian agama. Prof. Rasjidi adalah Menteri Agama pertama Indonesia pada Kabinet Sjahrir I dan Kabinet Sjahrir II. Ia juga pernah menjabat sebagai Duta Besar RI di Mesir, Arab Saudi dan lain-lain. Ia juga pernah aktif sebagai Dosen di Sekolah Tinggi Islam (UII) Yogyakarta, Guru Besar Fakultas Hukum UI, Guru Besar Filsafat Barat di IAIN Syarif Hidayatullah dan menjadi Dosen tamu di McGill University Canada. Sumbangsih jasa-jasa Prof. Rasjidi buat negara ini tidak ternilai harganya.

Ia juga seorang yang memiliki prestasi akademik membanggakan negeri. Beliaulah Sarjana Cairo pertama dari Mahasiswa Indonesia dengan Nilai Mumtaz (cumlaude) ini dalam hidupnya sangat sederhana, jujur dan amanah.

Kemenang harusnya lebih paham tentang kewaspadaan ini. Jika pada tahun 80-an banyak dijumpai aksi-aksi radikalisme Syiah terutama dilakukan oleh pemudanya. Maka, kini Syiah memakai pendekatan lobi-lobi politik secara halus. Pada tahun 1980 Ayatullah Khomeini pernah berpidato dengan menekankan agar pemimpin negara-negara Muslim mengadakan revolusi seperti yang ia lakukan menggulingkan Syah Reza.

Syiah Indonesia sudah pasti berkiblat ke Iran. Ribuan pelajar sedang belajar di pusat-pusat studi di Iran. Nasionalisme kaum Syiah juga diperkirakan hanyalah nasionalisme pura-pura. Mereka lebih taat marja’ Syiah Iran dari pada Pancasila. Ingatlah kejadian-kajian kerusuhan sosial di Madura dan Jember beberapa waktu lalu. Pemicunya adalah kaum Syiah. Kemenag harus menjadi alat negara yang melindungi umatnya dari ancaman konspirasi halus paham asing yang akan mengancam eksistensi NKRI.*

Penulis adalah anggota MIUMI Jawa Timur, penulis buku ‘Menghadang Ekspansi Syiah di Nusantara

16.11.14

Dukung Syiah, Kemenag Dinilai Legalkan Aliran Sesat

Muktamar organisasi Syiah dengan menggunakan fasilitas Kemenag adalah bagian dari legitimasi ajaran sesat Syiah, sebagaimana difatwakan MUI 

Hidayatullah.com—Kepala Litbang dan Diklat Kemenag RI Prof. H. Abd. Rahman Mas’ud, Ph.D, Abdurahman Mas’ud mengatakan bahwa Syiah bukanlah sebuah perbedaan yang harus dipertentangkan.

Pernyataan ini ia sampaikan saat menjadi pembicara di acara Muktamar II Ahlu Bait Indonesia (ABI) dan Seminar yang diadakan di Auditorium KH. M. Rasjidi lingkungan Kemenag RI, Thamrin, Jakarta.

Lebih jauh ia bahkan mengatakan bahwa masyarakat mengenal Syiah tidak mendalam.

“Masyarakat kurang memahami ajaran Syiah,” ujarnya di acara organisasi Syiah tersebut.

Profesor yang mengakui hobi makan di restoran Iran ini pun memberikan masukan agar saling belajar, agar tidak terjadinya gesekan antara satu dengan yang lainnya. Sebab, menurutnya, pemerintah melihat Syiah tetaplah sama sebagai umat Islam.

“Untuk saling belajar bukan bergesekan. Maka dari itu pemerintah pun netral melihat ini,” tambahnya sebagaimana yang diperlihatkan melalui slide.

Sementara Sekjen ABI, Ahmad Hidayat menyatakan penyelenggaraan acara di Kemenag sebagai pesan Syiah diakusi.

“Kita ingin menyampaikan dan memberi pesan bahwa dengan pembukaan muktamar ke-2 ormas Ahlulbait Indonesia di kantor Kementerian Agama dan dibuka dengan sambutan dari menteri agama, hal itu untuk memberi pesan bahwa keberadaan masyarakat muslim Syiah adalah bagian yang tidak terpisahkan dan Muslim, ujar Ahmad kepada wartawan.

Legalkan Aliran Sesat

Sementara itu, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUI) mengatakan, Muktamar ABI Ke-II di atas, dengan menggunakan fasilitas Kemenag adalah bagian dari legitimasi ajaran sesat Syiah, sebagaimana telah difatwakan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kita tau, KH. M. Rasjidi adalah seorang ulama besar Indonesia yang telah lebih dulu menyadarkan umat akan kesesatan Syiah dengan bukunya yang terkenal, “Apa itu Syiah”. Karena itu, gedung yang dipakai ABI dengan menggunakan nama KH. M. Rasjidi sangat tidak rasional. Selain itu, acara di atas sangat tidak lpatut disenggarakan selain bertentangan dengan Edaran Depag di atas, juga bertentangan dengan fatwa MUI Jatim, No.Kep-01/SKF-MUI/JTM/1/2/2012,” ujar MIUMI dalam rilisnya hari Jumat.

Sebagai tanggung jawab akidah, MUI Pusat tahun 2013 menerbitkan buku penyimpangan Syiah dengan judul engeluarkan buku panduan berjudul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia”

Acara ormas Syiah ini dihadiri kurang lebih 200 ratusan jamaah utusan se Indonesia, hadir diantaranya Dr Umar Shihab, dari Profesor Dr Quraisy Shihab, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Ketua BNPT yang baru, sedang Ketua MUI Pusat Dr Din Syamsuddin dan Menteri Agama yang dijadwalkan hadir berhalangan datang.*

14.11.14

Muallaf Belgia Ini Berhasil Membantu Mengislamkan 1000 Warga

Hidayatullah.com–Prasangka buruk terhadap Islam disebabkan karena tidak diperkenalkannya Islam yang sebenarnya pada banyak orang. Pendapat ini disampaikan oleh Veronica Cools, seorang muallaf asal Belgia berusia 25 tahun.

Veronica Cools adalah seorang muallaf Belgia yang berhasil membantu lebih dari 1000 warga Belgia memeluk Islam dalam kurun waktu 8 tahun terakhir.

Cools sendiri masuk Islam pada usia yang sangat muda. Kala itu, ia terpengaruh oleh teman-teman Muslim nya dan setelah melakukan penelitian terhadap Islam.

Awalnya ia menjadikan rumahnya sebagai pusat kajian Islam bagi Muslim Belgia yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang Islam.

Setelah mengenal Islam, ia sendiri telah mengatasi berbagai prasangka buruk tentang Islam. Cools bahkan berhasil membantu keluarganya mengatasi prasangka itu. Alhamdulillah, semua keluarga dekatnya juga mengikuti jejaknya masuk Islam.

“Sebagai Muslim kita harus menjelaskan jati diri kita kepada masyarakat sebaik mungkin,” kata Veronica Cools, saat Ia sedang mempersiapkan paket buka puasa bagi pengunjung Muslim yang ingin berbuka puasa sebagaimana dikutip www.islamicnewsdaily.com.

Kini, Pusat kajian Islam yang pernah dibangunnya itu memiliki lebih dari 1000 anggota, sebagian besar dari mereka adalah wanita Belgia. Menurutnya, tempat ini terbuka untuk seluruh 50.000 Muslim Belgia.*/Aidil, penulis aktiv di Bina Qalam

Musdah Mulia, Lukman Hakim dan Ahok Soal Kolom Agama di KTP


JAKARTA (voa-islam.com) - Dari mana lahirnya ‘huru-hara’ di masyarakat soal polemik penghapusan kolom agama di KTP? Semua bermula dari anggota tim pemenangan calon presiden Jokowi-JK, Dr Siti Musdah Mulia.

Tim Sukses Jokowi-JK, Musdah Mulia mengatakan, pihaknya menjanjikan penghapusan kolom agama pada kartu tanda penduduk (KTP), jika pasangan Jokowi-JK terpilih. Sebab, keterangan agama pada kartu identitas dinilai justru dapat disalahgunakan.

“Saya setuju kalau kolom agama dihapuskan saja di KTP, dan Jokowi sudah mengatakan pada saya bahwa dia setuju kalau memang itu untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Musdah pada diskusi mengenai visi dan misi capres, bertajuk “Masa Depan Kebebasan Beragama dan Kelompok Minor di Indonesia”, di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/06/2014).

Menurut Musdah dalam sejumlah diskusi dengan Jokowi, ia mengatakan, capres itu menyetujui penilaian kolom agama dalam KTP lebih banyak memberi kerugian bagi warga. Menurut Musdah, kolom agama di KTP dapat disalahgunakan, antara lain ketika konflik terjadi di suatu daerah.

Dengan menghapus kolom agama, hal ini menurut dia dapat meminimalkan aksi penyisiran terkait agama yang kemudian dijadikan dasar oleh warga lain untuk melawan warga yang berlawanan dengannya.

“Contoh lain lagi, kalau melamar pekerjaan, karena di KTP pelamar pekerjaan agamanya tidak sama dengan agama bosnya, maka tidak akan diterima. Itu diskriminasi,” kata tim sukses (Timses) pasangan Jokowi-JK ini.

Namun, penghapusan kolom agama di KTP dikhawatirkan akan semakin melegalkan sekularisme dan atheisme. Rakyat Indonesia akan menjadi athies, dan kehilangan identitas.

Sebelumnya, dikutip Harian The Jakarta Post, edisi Jumat (28/03/2008), Musdah Mulia sebagai Sekretaris Jendral ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) ini pernah membolehkan pernikahan sesama jenis.

Tak kurang sekarang ini, berbagai tokoh dan LSM, berkampanye mendukung penghapusan kolom agama di KTP. Kalangan Kristen dan Katolik, sangat setuju dengan penghapusan kolom agama di KTP. Sehingga tidak ada dikotomi mayoritas dan minoritas.

Bagi kalangan Kristen gagasan menghapus kolom agama, seperti yang dikemukakan oleh Menteri Dalam Negeri,Tjahjo Kumolo, ditanggapi oleh kalangan Kristen dan Katolik, dan sejumlah tokoh LSM, seperti turunnya berkah dari langit.

Seluruh kalangan liberal, sekuler, dan anti Islam, mereka ramai-rami menyambut baik usulan Tjahjo Kumolo. Tak kurang-kurang Ahok yang sekarang menjadi ‘tokoh’ paling kontroversial itu, mengatakan tikak perlu adanya kolom agama di KTP. Tidak beda jauh dengan Musda Mulia.

Namun, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menolak rencana Kemendagri yang akan menghapus kolom agama di e-KTP. Menurut Lukman, agama merupakan identitas setiap warga negara.

"Bagaimanapun juga agama sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dalam realitas kehidupan masyarakat, termasuk kehidupan pemerintah," tegas Lukman di Komplek Istana Presiden, Jakarta, Jumat (7/11/2014). Bahkan, Lukman mengatakan Indonesia bukan negara athies.

Kementerian Agama, kata Lukman, akan menyiapkan draft RUU Umat Beragama untuk masyarakat yang agamanya tidak terdaftar.

"Jadi pengisian kolom agama bagi penganut agama di luar yang enam agama nanti akan dimatangkan dalam RUU. Tidak hanya KTP tapi juga terkait akte, pernikahan dan banyak persoalan administrasi kependudukan," tambahnya.

Saat ini, kata dia, Kemenag juga menyerap aspirasi dari masyarakat dan ormas Islam terkait RUU tersebut sebelum dibawa ke DPR.

"Kemenag juga sedang menyerap aspirasi dari masyarakat, ormas, tokoh agama, LSM. RUU itu juga akan dibahas bersama DPR. Kami pemerintah tinggal melaksanakan apa yang menjadi perintah UU," tukasnya.

Dibagian lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan tiga sikap terkait polemik pengosongan kolom agama di KTP. Wakil ketua umum MUI, KH Ma'aruf Amin mengatakan MUI dan ormas islam menolak secara tegas pengosongan kolom agama di KTP.

Hal tersebut dikarenakan, kolom agama merupakan hal penting karena berkaitan dengan banyak hal seperti urusan kematian, ahli waris dan menikah. Selain itu, MUI juga menolak penambahan agama baru selain enam agama yang sudah ada. Hal tersebut dikarenakan untuk menambah agama diperlukan pembahasan dan pengkajian yang panjang.

Indonesia di bawah Jokowi berada di antara persimpangan jalan, di mana tuntutan kaum neo-liberal yang menjadi pendukung Jokowi akan berjuang dengna segala cara, menjadikan Indonesia sebagai negara sekuler.

Sekarang momentumnya. Di mana Jokowi berkuasa, dan mendapatkan dukungan Barat dan dunia internaisonal. Maka ini jalan yang paling pendek menjadi Indonesia sebagai negara sekuler secara total.

Rakyat dan bangsa Indonesia akan kehilangan identitas, dan semakin melemah di tengah-tengah penetrasi dan ancaman global terhadap Indonesia.

Tahun 2015 akan berlangsung pelaksanaan globalisasi melalui AFTA (Asia Free Trade Area), dan itu diperlukan kondisi masyarakat Indonesia yang mendukungnya, yaitu bangsa yang tanpa identitas. Wallahu'alam.


mashadi1211@gmail.com - See more at: http://www.voa-islam.com/read/opini/2014/11/14/33887/musdah-mulia-lukman-hakim-dan-ahok-soal-kolom-agama-di-ktp/#sthash.IbzfvOxq.dpuf

13.11.14

Indonesia, Negeri dengan Pertumbuhan Gereja Tercepat di Dunia

Hidayatullah.com—Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari 1.700 pulau, terletak di Asia Tenggara dikenal memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia. Namun baru-baru ini, sebuah laman situs Kristen, http://win1040.com menemukan fakta yang menarik, di mana beberapa daerah di negeri ini gereja-gereja mengalami pertumbuhan sangat “fenomenal”.

Sekitar 90 persen dari 245.300.000 penduduk Indonesia adalah Muslim dengan pemeluk Islam perkotaan. Indonesia menempati urutan 47 daftar kebijakan pintu terbuka (Open Doors World Watch List), peringkat 50 negara yang dinilai yang paling sulit untuk menjadi seorang Kristen, demikian kata media itu.

Namun sebuah laporan oleh Christian Broadcasting Network (CBN) tahun 2012 menggambarkan pertumbuhan gereja di Indonesia sebagai hal paling “fenomenal”, termasuk peningkatan jumlah orang yang menghadiri gereja di banyak daerah.

Seorang pastor Indonesia Billy Njotorahardjo, mengatakan, gerejanya tumbuh dari 400 menjadi lebih dari 6.000 orang dalam kurun waktu empat tahun. CBN sempat merilis video pertumbuhan jemaat gereja di Indonesia.[Lihat: Report: Christianity Growing in Indonesia”] dan [Indonesia Churches Explode With Growth]

CBN adalah salah satu siaran milik Kristen di bawah kendali The 700 Club. The 700 Club adalah pelayanan televisi milik pendeta Pat Robertson, yang sangat mendukung Israel dan dikenal anti Islam. Tahun 2013, tokoh senior gerakan Evangelis itu pernah mengeluarkan pernyataan bahwa Islam bukan agama. [Baca: Kristen Evangelis Pat Robertson: Islam Bukan Agama].

Mengutip sebuah majalah Kristen, Christianity Today, situs ini menulis perkembangan pemeluk Kristiani di Pulau Bali. Di Pulau Dewata, rumah bagi mayoritas pemeluk Hindu Indonesia (93 persen), namun gereja-gereja karismatik sedang mengalami pertumbuhan. Jumlah denominasi Kristen di pulau ini dinilai meningkat dari 3-100 dalam dua puluh tahun.

Meski tahun 2002 bom Bali telah menewaskan 202 orang, dan desakan pemberlakukan hukum Islam di wilayah khusus Aceh, bahkan pemerintah setempat memerintahkan penutupan 20 gereja di provinsi itu tahun 2012, media ini yakin ada perubahan yang terjadi di Indonesia.

“Berdoa untuk Indonesia (akan) diubah dan ditransformasi oleh Tuhan melalui cara orang Kristen meniru kasih dan kehidupan Kristus,” ujar situs ini sambil mengutip Bibel, Kisah Para Rasul (1: 8).

“Berdoa bagi umat Hindu untuk memiliki keberanian untuk menghadapi konsekuensi dari mengubah dan untuk meninggalkan Hindu.”

“Kami Tak Takut Menunjukkan Keyakinan Kami”

Majalah TIME, 26 April 26 2010, pernah membuat tulisan terkait perkembangan jemaat gereja di Indonesia dengan judul “Christianity’s Surge in Indonesia”.

Untuk menggambarkan “booming” penganut aliran ini, TIME bahkan menulis bahwa revolusi keagamaan sedang mengubah wajah Indonesia. Media ini mewawancarai Pastor David Nugroho.

“Orang berpikir bahwa Indonesia cuma sebuah negara Muslim. Tapi lihatlah jemaat ini, kami tidak takut untuk menunjukkan keyakinan kami,” ujar Pastor David Nugroho sambil membanggakan jamaah gerejanya yang berjumlah sekitar 400 orang, sedang mengikuti kebaktian.

TIME menulis, sulit mendapatkan jumlah pasti penganut Kristen di negara seperti Indonesia, dimana orang yang pindah agama dari Islam ke Kristen akan menghadapi stigmatisasi. Menurut sensus tahun 2000, penganut Kristen hanya 10 persen dari total penduduk Indonesia dan banyak pemuka umat Kristiani yang tidak percaya dengan angka ini. Mereka meyakini, jumlah penganut Kristen sebenarnya jauh lebih besar.

Menurut TIME, ketika Jakarta Praise Community yang dibentuk sepuluh tahun silam, mulanya kelompok ini hanya beranggotakan sekitar 200 orang. Dan sekarang, acara-acara kebaktian mereka dihadiri oleh sekitar 5.500 anggotanya yang kebanyakan berasal dari kaum urban.

Komunitas Evangelis bahkan mengklaim pengikutnya mencapai 15.000 orang dalam kurun waktu dua dekade. Komunitas ini bahkan berhasil membangun sebuah kompleks gereja Evangelical Reformed Millenium Center di kawasan Kemayoran, yang mampu menampung 4.500 jamaah. Pembangunan gereja itu menelan biaya 30 juta USD dan harus menunggu selama 17 tahun untuk mendapatkan izin dari pemerintah daerah setempat.

Gereja ini untuk sementara menjadi gereja terbesar di Jakarta, karena ada satu gereja lagi yang kapasitasnya dua kali lipat gereja di atas, yang hampir selesai dibangun di pinggiran kota Jakarta. Menurut TIME, gereja ini, bisa menampung sekitar 10.000 jamaah.

Warga Muslim di dekat lingkungan gereja Evangelical Reformed Millenium Center sempat protes ketika Pastor gereja itu, Stephen Tong -pastor yang juga dikenal memberi ceramah di kawasan Asia, seperti Malaysia, Hongkong, Taiwan dan Singapura- menempatkan salib di puncak menara gereja. Tong mengeluhkan penolakan itu karena merasa memasang salib di menara gereja bukanlah tindakan melanggar hukum.

“Di Jakarta terdapat 1,2 juta umat Kristiani, gereja yang hanya menampung 4.000 orang tidak ada artinya. Kami melakukan ini semua secara resmi, lalu mengapa kami tidak boleh memasang salib di gereja kami seperti masjid memasang simbol-simbol keislaman?” tanya Pastor Tong dikutip TIME.*

Menjadi Pelupa? Ini Tip Memperkuat Ingatan

MENJADI pelupa dipandang sebagai tanda usia tua –yang tidak hanya terlihat pada kondisi tubuh saja, tetapi pikiran kita mulai menunjukkan keausan setelah penggunaan selama puluhan tahun atau mengalami cedera.

Tetapi menghindari menjadi pelupa menjadi urusan semua orang, baik usia tua atau muda.

Para ilmuwan dan peneliti telah menghabiskan selama beberapa dekade terakhir berupaya menemukan ‘pil ajaib’ yang dapat mempertahankan ingatan kita dengan baik sampai usia tua.

Demikian pula para peneliti juga berupaya menemukan cara untuk menghentikan atau mengobati penyakit menurunnya mental seperti demensia, Alzheimer, dan Parkinson. Bahkan, Alzheimer diperkirakan akan menghinggapi satu dari 85 orang di seluruh dunia pada tahun 2050. Itu berarti bahwa banyak dari kita akan mengalami penurunan kemampuan otak, yang dapat menyebabkan kehilangan ingatan, tidak memahami lagi kondisi diri sendiri, akhirnya kemampuan mental kita menghilang mendahului tubuh kita.

Sementara itu obat atau ‘pil ajaib’ untuk demensia dan kehilangan memori belum ditemukan juga. Tetapi ada beberapa cara untuk meningkatkan memori Anda, dan sebagian besar dari mereka bahkan tidak menggunakan obat atau menelan pil apa pun. Berikut tip yang dimuat The Malaysian Insider belum lama ini:

Latihlah otak Anda

Menonton televisi, bermain video game, dan menjelajah di internet adalah hobi menyenangkan bagi sebagian besar, tapi cobalah sejumlah kegiatan lain seperti memecahkan teka-teki atau berfikir. Kuncinya adalah menggunakan kekuatan otak Anda untuk terlibat dalam beberapa aktivitas mental.

Dalam bahasa lain: “gunakan otak Anda atau tidak”. Begitu saja persoalannya. Hal ini sebagaimana otot-otot kita yang kemampuan akan menurun kalau kita tidak melakukan apapun atau hanya berbaring saja sepanjang hari di tempat tidur.

Cukup tidur

Penelitian telah menunjukkan bahwa tidur cukup adalah kunci untuk lebih mampu mengingat fakta. Pada dasarnya, ketika Anda tidur, otak Anda sebenarnya membuat lebih banyak koneksi antara neuron, yang pada gilirannya menyebabkan menjadi lebih mampu menyimpan informasi baru.

Tidak ada cara untuk “menipu” atau menghindari kebutuhan dasar untuk tidur. Semua mamalia butuh tidur, bahkan mamalia laut pun “tidur”: dengan mengatur dua belah otak mereka aktif secara bergiliran untuk “ditidurkan”.

Melakukan latihan fisik (olah raga)

Menurut publikasi kesehatan yang dikeluarkan Harvard, terlibat dalam latihan aerobik –jogging, bersepeda, berlari, berenang– akan memompa darah Anda dan akan meningkatkan ukuran hippocampus, yaitu bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk memori dan mempelajari verbal. Dengan melakukan latihan fisik bisa membantu proses mengingat ke arah lebih baik.

► www.hidayatullah.com/iptekes/kesehatan/read/2014/10/07/30874/olahraga-tingkatkan-daya-ingat-10-persen.html

Makanan sehat

Dianjurkan untuk meningkatkan asupan makanan yang diketahui bermanfaat bagi kesehatan otak, seperti Omega-3 yang dapat ditemukan pada ikan seperti salmon, tuna, mackerel, dan sarden. Atau, nutrisi yang bermanfaat untuk memori juga dapat dengan mudah ditemukan di apotek dalam bentuk minyak ikan atau minyak biji rami.

Berlebihan lemak jenuh dan karbohidrat gandum dapat merugikan kesehatan otak, sehingga kita perlu menghindari sebanyak mungkin atau tidak mengkonsumsi berlebihan.

Minum teh hijau, yang mengandung polifenol, merupakan antioksidan yang dapat memerangi radikal bebas yang diketahui merusak sel-sel kita, termasuk di otak.

Pelajari sesuatu yang baru

Carilah tantangan untuk mempelajari sesuatu yang baru. Otak kita dapat dikembangkan dengan pembelajaran. Bisa dengan belajar bahasa baru, naik sepeda, memainkan alat musik, atau bahkan menghadiri pelajaran pembuatan tembikar. Otak Anda akan berlatih informasi baru yang membutuhkan koordinasi tangan-mata atau kekuatan otak.

Tentu saja jauh lebih baik, kita menggunakan otak kita dengan mempelajari ilmu-ilmu agama untuk memperkuat pemahaman kita, atau menambah pemahaman kita yang selama ini masih kita anggap kurang.*

11.11.14

Estanislao Soria, Pendeta Katolik yang Menemukan Cahaya Islam

Ketika tokoh Muslim Moro, Nur Misuari menyatakan wilayah Mindanao harus memisahkan diri dari Filipina dan menjadi negara Islam, Estanislao Soria menjadi orang yang paling menentang keinginan Misuari. Sebagai seorang tokoh agama Katolik yang lahir di Mindanao, ia menolak keras jika tanah kelahirannya diambil alih oleh orang-orang Muslim.

Saya sangat tidak setuju dengan Misuari dan saya memelopori kampanye menentang gerakan Moro,” kata Soria yang populer di panggil “Father Stan”. Ketika itu, selain dikenal sebagai pendeta Katolik, Soria juga dikenal sebagai seorang sosiolog.

Sebagai seorang cendikiawan, ia tidak mau sembarangan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keinginan Misuari. Soria pun melakukan riset sejarah dan sosial serta membaca artikel-artikel tentang Islam, untuk memperkuat argumennya menolak tuntutan gerakan Moro yang ingin menjadikan Mindanao sebagai tanah air bagi Muslim Filipina. Tapi siapa nyana, artikel-artikel tentang Islam yang ia baca, justru membawanya menjadi seorang Muslim.

Sebagai orang yang memahami bahasa Latin, Yunani dan Yahudi, saya pikir saya bisa mempelajari bahasa Arab dengan mudah. Saya juga ingin menerjemahkan tulisan-tulisan berbahasa Arab ke bahasa Inggris dan menerjemahkan ideologi-ideologi Barat, misalnya ideologi eksistensialisme, ke dalam bahasa Arab. Tapi saya menyadari, ini adalah pekerjaan yang sulit,” kata Soria seperti dikutip dari Islamonline.

Ketika itu Soria meyakini, dengan banyak menerjemahkan artikel-artikel tentang ideologi Barat ke dalam bahasa Arab, akan membuat Muslim di Mindanao menghargai ajaran Kristen daripada ajaran Islam. “Saya ingin membuka wawasan berpikir mereka tentang kekristenan karena saya banyak mendengar hal-hal negatif tentang Muslim. Saya berpikir, mereka (Muslim) harus dididik,” ungkap Soria.

Tapi semakin ia mendalami bacaan-bacaanya tentang kekristenan, ia makin menyadari bahwa tokoh-tokoh gereja seperti Saint Thomas Aquinas ternyata banyak belajar dari buku-buku bacaan dan ajaran Islam. Begitu juga ideologi-ideologi dan ilmu teologi yang disebut-sebut sebagai berasal dari Barat, ternyata sudah sejak lama dibahas dalam Islam.

Dari bacaan-bacaan itu saya mendapat pencerahan bahwa pemikiran-pemikiran tentang peradaban Barat banyak banyak yang mengambil dari ajaran-ajaran Islam. Dan setelah saya membaca lebih banyak lagi buku-buku yang ditulis pakar agama Islam, pandangan saya terhadap Islam seketika berubah,” papar Soria.

Saya bahkan menyadari bahwa Injil Barnabas lebih kredibel dibandingkan dengan keempat injil yang dibawa oleh ajaran evangelis termasuk injil Kristen. Dari hasil riset sosiologi yang saya lakukan, saya juga banyak menemukan bahwa hal-hal negatif yang sering saya dengar tentang Muslim Filipina ternyata tidak benar,” tambah Soria.

Akhirnya, pada tahun 2001, Soria yang telah mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun sebagai pendeta di berbagai kota di Manila, menyatakan diri masuk Islam. Setelah mengucap syahadat, ia mengganti namanya menjadi Muhammad Soria. Meski demikian, masih banyak orang, termasuk teman-temannya yang Muslim memanggilnya “Father Stan.”

Soria yang kini berusia 67 tahun mengatakan, ia mendapat hinaan dan kecaman dari kerabat dan rekan-rekan gerejanya ketika memutuskan menjadi seorang Muslim. Namun hinaan dan kecaman itu tidak membuatnya berat menanggalkan aktvitas kependetaan yang sudah dijalaninya selama 14 tahun dan membuatnya mantap untuk memeluk Islam.

Seiring perjalanan waktu, Soria mulai terbiasa menjalani kewajiban-kewajibannya sebagai seorang Muslim. Bagi Soria, Islam bukan sekedar agama tapi sudah menjadi jalan hidupnya. Selama tujuh tahun menjadi seorang Muslim, Soria sudah lima kali menunaikan ibadah haji, menjadi anggota Gerakan Dakwah Islam di Filipina dan tahun 2004 menikah dengan seorang perempuan berusia 24 tahun, setelah sebelumnya menjalani hidup membujang sebagai pendeta Katolik.

Dalam Islam, kita diajarkan, jika bisa mendisplinkan diri kita, Sang Pencipta akan mengabulkan harapan-harapan kita,” tandas Soria.

Menurut Soria, jika ada satu hal yang harus dicontoh umat Islam dari orang-orang Kristen adalah, gerakan mereka yang terorganisir dan terstruktur dengan sangat rapi. “Dengan memiliki struktur yang kuat seperti yang dimiliki kalangan Kristiani, akan mempermudah penyebaran Islam,” kata Soria.

Salah satu cara untuk memperkuat struktur umat Islam, tambah Soria, Muslim harus membangun universitas-universitas di seluruh dunia seperti yang dilakukan kelompok misionaris Kristen di berbagai belahan dunia. (red/iol)

FPI Aceh Himbau Mendagri dan Pegiat HAM Tak Perkeruh Suasana di Aceh

FPI berharap Mendari dan LSM jangan mencari keuntungan dengan mencari-cari kelemahan syariat Islam di Aceh

Hidayatullah.com—Front Pembela Islam (FPI) Aceh menghimbau Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang dikabarkan berencana mengevaluasi 85 Qanun Aceh.

“Berita ini sungguh sangat meresahkan masyarakat Aceh. Rencana itu akan membuat luka lama berdarah muncul kembali sehingga bisa memicu konflik antara Aceh dengan Pusat,” demikian disampaikan Tgk Mustafa Husen Woyla, Jubir Front Pembela Islam FPI Aceh kepada hidayatullah.com, Senin (10/11/2014).

Pernyataan ini disampaikan FPI menanggapi sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjhjo Kumolo yang sebelumnya telah menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membahas evaluasi penerapan Qanun Jinayat di Daerah Istimewa Aceh. Sekaligus membahas rencana penerbitan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan Rancangan Perpres terkait pemerintahan Aceh.

“Salah satu agenda rapat hari ini ya membahas itu (Qanun Jinayat). Ada RPP yang bellum selesai, ada 85 qanuan yang sedang dievaluasi,” kata Tjahjo di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (07/11/2014) lalu.

Menurut FPI, untuk mencapai perdamaian di Aceh bukanlah perkara yang mudah. Sementara Qanun Aceh yang hendak dievaluasi merupakan aspirasi rakyat Aceh yang menuai sejarah panjang yang akhirnya ditampung oleh Pemerintah yang diwujudkan dalam bentuk regulasi yang sah.

“Semestinya jika rakyat Aceh yang mayoritas Muslim senang dan ridho dengan Syariat Islam wajib dihargai di Negara yang menganut demokrasi ini.”

Apalagi menurutnya, Perda Aceh berlandaskan amanah konstitusi pasal 18 UUD 1945 dan UU Nomor 44 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan keistimewaan Aceh, dan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang pemerintah Aceh.

“Masukan kepada mendagri kalau tidak mampu memperbaiki jangan memperkeruh dan memperuncing masalah Aceh dengan Pusat. Hati rakyat Aceh masih sensitif. Jadi mesti dijaga dan rawat dengan baik. Jangan jadikan Aceh dan isu kolom Agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai pengalih isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM),” ujarnya.

FPI Aceh juga meminta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang anti syariat juga tidak memperkeruh suasana. Bila perlu. Diharapkan kepada Pemerintah Aceh mengevaluasi serta mengawasi LSM yang mendapatkan suntikan dana dari pihak asing.

“Jangan-jangan ada misi mengagalkan syariat Islam di Aceh. Bila LSM-LSM yang ada di Aceh kurang senang dengan syariat Islam.”

Jangan cari keuntungan dengan mencari-cari kelemahan syariat Islam di Aceh, ujar FPI.*

Rabbi Israel: Berdoa di Masjid al Aqsha adalah Sebuah Kejahatan, dan Pantas Mendapat Hukuman Mati

Seorang Rabbi Israel, Isaac Joseph, menyatakan bahwa mereka yang menyerukan berdoa di dalam Masjid al Aqsha adalah tindakan bodoh, dan telah menyebabkan peningkatan eskalasi benterokan dengan warga Israel.

Dalam komentarnya di surat kabar Jerusalem Post, Rabbi Isaac Joseph mengatakan, “Menyerukan doa ditempat yang disengketakan pada akhirnya hanya akan menumpahkan banyak darah, meskipun pemerintah memberlakukan penjagaan ketat.”

Rabbi Isaac Joseph menjelaskan bahwa menyerukan warga Yahudi untuk berdoa di tempat suci yang disengketakan oleh umat Muslim dan Yahudi menyerupai ke kejahatan dan dapat “dihukum mati”, kkarena ini dapat membangkitkan aksi Intifadah jilid III di bumi palestina.

Perlu diketahui bahwa Rabu (05/11) pagi puluhan pasukan khusus Israel membubarkan paksa jamaah Musllim yang sedang beri’tikaf di dalam Masjid al Aqsha dengan tembakan gas air mata dan granat kejut. (Dostor/Ram)

8.11.14

Mendagri: Kolom Agama di KTP Boleh Kosong

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan warga Negara Indonesia (WNI) penganut kepercayaan yang belum diakui secara resmi oleh Pemerintah boleh mengosongi kolom Agama di Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

"Itu kepercayaan, sementara kosong, sedang dinegosiasikan. Kami akan segera ketemu Menteri Agama untuk membahas ini. Pemerintah tidak ingin ikut campur pada WNI yang memeluk keyakinannya sepanjang itu tidak menyesatkan dan mengganggu ketertiban umum," kata Tjahjo di Gedung Kemendagri Jakarta, Kamis.

Dengan demikian, artinya WNI pemeluk keyakinan seperti Kejawen, Sunda Wiwitan, Kaharingan dan Malim, namun di KTP tertera sebagai salah satu penganut agama resmi boleh mengoreksi kolom agama mereka.

Dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 sebagai perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan disebutkan bahwa agama yang dicantumkan dalam e-KTP adalah agama resmi yang diakui Pemerintah.

Sehingga, untuk mengisi kolom agama dengan keyakinan memerlukan waktu untuk melakukan perubahan atas UU tersebut. "Dalam Undang-undang jelas ada enam agama yang boleh dicantumkan dalam e-KTP, sehingga kalau ingin ditambah akan memerlukan waktu untuk mengubahnya. Tapi kalau mereka mau mengkosongkan kolom itu ya tidak masalah," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Irman mengatakan pihaknya sudah mendiskusikannya dengan kelompok agama mengenai kolom keyakinan tersebut.

"Kami sudah pernah membahasnya dengan MUI dan NU serta diundang oleh Wantimpres. Memang ada perdebatan yang di satu pihak mengatakan semua boleh dicantumkan, tetapi sebagian besar menyatakan Negara berhak melakukan pembatasan agama yang bisa didaftarkan. Sehingga, kesepakatannya adalah dalam kolom agama di KTP hanya untuk agama yang sudah diakui," jelas Irman.

PGI Setuju Perkawinan Beda Agama karena Dinilai Ada Misi Tertentu

Padahal dalam Kristen, pernikahan antara Katolik dan Protestan sendiri tidak diperbolehkan walau satu agama

Hidayatullah.com—Penulis buku-buku kristologi, Insan L Mokoginta, mengatakan, sikap Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) yang menyetujui perkawinan beda agama karena PGI dinilai memiliki kepentingan.

“Ini misi mereka,” ucapnya kepada hidayatullah.com, Rabu (05/11/2014) malam.

Ia mengatakan, jika Mahkamah Konstitusi (MK) menyetujui adanya pernikahan beda agama, masalah ini akan amat menjanjikan, setidaknya untuk menambah populasi mereka di tengah masyarakat.

Menurut Insan, ada dasar dari ajaran Kristen sendiri yang membolehkan mereka melakukan perkawinan beda agama, sebagaimana terdapat dalam 1 Korintus: 13-15.

“Dibolehkan jika melihat 1 Korintus: 13-15,” jawabnya.

Insan sendiri mengaku heran, mengapa ada ayat yang memperbolehkan mereka melakukan pernikahan beda agama. Padahal dalam Kristen, pernikahan antara Katolik dan Protestan sendiri tidak diperbolehkan walau satu agama.

“Katolik dan Protestan saja tidak diperbolehkan,” tambahnya singkat.

Seperti diketahui, empat orang warga Indonesia atas nama Damian Agata Yuvens, Rangga Sujud Widigda, Luthfi Saputra dan Anbar Jayadi menggugat Undang-undang Perkawinan ke Mahkamah Konstitusi.

Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) yang dihadirkan dalam siang di Mahkamah Konsitusi (MK) justru mendukung revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dengan alasan HAM. [Baca: PGI Setuju Nikahan Beda Agama, MUI dan NU Tegas Menolak]

Sementara MUI dan PBNU menolak pernikahan beda agama, karena pernikahan merupakan yang wajib dipertanggungjawabkan di depan Allah Subhanahu Wata’ala.*

PKS Tak Setuju Usulan Penghilangan Simbol-Simbol Agama di Sekolah Negeri

Jangan sampai dengan dalih menghargai keberagaman, justru mematikan keberagaman itu sendiri 

Hidayatullah.com–Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Surahman Hidayat, mengatakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang baru harus memahami adanya keberagaman, termasuk dalam institusi pendidikan negeri.

Karena itu dirinya tidak setuju dengan usulan adanya kebijakan yang menghilangkan simbol-simbol agama di sekolah milih pemerintah (negeri).

“Masalah keberagaman adalah bagian dari proses pendidikan yang harus disampaikan para guru di sekolah, setiap siswa harus diberikan penyadaran tentang kebhinekaan,” demikian tegas Surahman, Rabu (05/11/2014).

Menurutnya keberagaman yang direfleksikan dalam simbol-simbol merupakan kodrat kehidupan yang majemuk, sekaligus menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Di mana ciri keberagaman adalah dengan adanya bemacam-maca agama, dan masing-masing agama tentu saja memiliki simbol. Dan keinginan menampilkan simbol agama itu sendiri merupakan bagian dari ketaatan kepada agama.

“Dengan adanya usulan yang meminta Kemendikbud untuk mengeluarkan kebijakan menghilangkan simbol agama di sekolah negeri, justru akan menimbulkan reaksi, gejolak bagi agama tertentu, misalnya pemeluk agama Islam, yang mewajibkan siswi Muslimah menggunakan jilbab,” ungkapnya.

“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang baru terbentuk, diharapkan mampu mendorong dengan kebijakan sistem pendidikan yang menghadirkan pemahaman, serta kesadaran para siswa tentang arti pentingnya menghargai keragaman beragama, berbudaya dan berbangsa,” jelasnya.

“Jangan sampai dengan dalih menghargai keberagaman, justru mematikan keberagaman itu sendiri, yang terpenting adalah bagaimana dunia pendidikan secara maksimal mengkampanyekan, tentang penghargaan keberagaman itu sendiri,” tutupnya.

Pernyataan Surahman disampaikan terkait adanya usulan penghapusan simbol-simbol agama di sekolah pemerintah dan kasus larangan Muslimah menggunakan jilbab di sekolah negeri oleh seorang kepala dinas pendidikan di Jakarta belum lama ini.*

6.11.14

Aneh, Pemerintah Tak Waspada Perusahaan China International Fund

Ada indikasi CIF datang ke Indonesia tidak terlepas dari misi diplomatik Menlu China yang telah bertemu Jokowi

Pengamat meminta pemerintah membuka hasil MoU dgn China
Hidayatullah.com- Sungguh aneh pemerintah Indonesia saat ini tak mewaspadai perusahaan China International Fund (CIF). Yang terjadi justru melakukan kerjasamadengan perusaan yang disebut sindikasi importir minyak dunia.

“Selain itu, China dikenal juga sebagai bekas dari negara-negara komunis yang memang terkenal sebagai sindikasi importir minyak dunia,” kata Anggota DPR Komisi I, Hanafi Rais kepada hidayatullah.com saat dikonfirmasi untuk menanggapi sikap para menteri yang bungkam saat dimintai keterangan perihal Memorandum of Understanding (MoU) atau kerjasama terkait dengan perkembangan perkeretapian di Indonesia, Selasa (04/11/2014) belum lama ini. [Baca: MoU dengan China Para Menteri Ekonomi Ramai-Ramai Tutup Mulut]

Sebagaimana diketahui MoU tersebut dibuat oleh Kementerian BUMN serta PT KAI dengan Perusahaan China International Fund (CIF) pada Senin (03/11/2014).

“Ada indikasi CIF datang ke Indonesia tidak terlepas dari misi diplomatik Menlu China yang ketemu dengan pemerintah,” ujar Hanafi.

Sementara itu, perihal bungkamnya para menteri saat dimintai keterangan terkait MoU tersebut, Hanafi mengajak masyarakat untuk tetap berkhusnudzon (berpikir positif).

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman di sebuah media mempertanyakan sikap bungkam Menteri BUMN Rini Soemarno dan Ignasius Jonan usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Perusahaan China Internasional Fund (CIF) yang berlangsung tertutup Senin (03/11/2014).*

Dinasti Bush Kembali Masuk di Panggung Politik Amerika?

Dalam pidatonya yang terkenal di depan Kongres Amerika, Bush mengatakan, “Kalian bersama kami atau bersama mereka para teroris”

George P. Bush (kiri) bersama pamannnya mantan presiden AS George W. Bush (tengah) dan ayahandanya mantan gubernur Florida Jeb Bush
Hidayatullah.com–Dinasti politik Bush mendapat anggota junior yang baru, George P. Bush, yang sukses memenangi Pilkada di Texas untuk mendapatkan posisi penting di negara bagian itu sebagai Land Commissioner.

Bush berusia 38 tahun ini tak lain adalah keponakan mantan presiden George W. Bush, cucunda mantan presiden George H. W. Bush, dan anak mantan gubernnur Florida yang disebut-sebut calon presiden Jeb Bush.

Bush memenangi kursi Land Commissioner (setingkat bupati di Indonesia) yang mengepalai bidang pertanahan dan pengawasan hak menambang minyak dan gas di Texas.

Media lokal memproyeksikan bahwa Bush junior memenangi sekitar 60 persen suara melewati lawan-lawannya.

Pengacara sebuah perusahaan energi ini adalah orang pertama dalam dinasi politik Bush setelah Senator Connecticut Prescott Bush yang sukses pada kesempatan pertamaPemilu yang diikutinya.

Kendati nama Bush sensitif di pelataran nasional, namun dalam politik Texas nama masih laku. George W. Bush menjadi gubernur negara bagian ini sebelum menjadi Presiden AS pada 2001.

Bush muda mampu mengumpulkan jutaan dolar AS untuk kampanyenya sehingga menembus rekor terbanyak untuk penggalangan dana guna memperebutkan pos yang biasanya tak banyak diperhatikan orang ini.

Ibunda George P. Bush berasal dari Meksiko dan dia sendiri fasih berbicara Bahasa Spanyol yang menjadikan dia calon yang menarik bagi warga Latino Texas.

Bush muda ini juga punya pengalaman militer karena pernah menjadi perwira pada pasukan cadangan Angkatan Laut AS.

Sebagai Land Commissioner, Bush akan mengawasi aliran pendapatan besar dari sektor minyak dan gas yang selama ini membiayai sekolah-sekolah negeri di Texas, demikian dikutip Antara dari AFP.

Seperti diketahui, nama Bush masih menggoreskan luka mendalam khususnya di dunia Islam.

Tiga belas tahun lalu, tepatnya pasca ledakan 11 September 2011 di gedung WTC, George W Bush mengumumkan perang melawan terorisme secara menyeluruh.

Dalam pidatonya yang terkenal di depan Kongres Amerika, Bush mengatakan, “Kalian bersama kami atau bersama mereka para teroris.”

Pidato Bush itulah yang dianggap sebagai titik awal dari peperangan Amerika melawan terorisme, yang ujungnya banyak menjadikan umat Islam seluruh dunia sebagai korban.

Tahun 2001 juga, dia memerintahkan invasi ke Afganistan dengan alasan melumpuhkan kekuatan Taliban dan al-Qaidah. Maret 2003, Bush juga memerintahkan penyeranganan ke Iraq dengan alasan Iraq telah melanggar Resolusi PBB no. 1441 mengenai senjata pemusnah massal, namun usai perang digelar tuduhan tak terbukti.

Faktanya setelah Saddam Hussein digulingkan, Bush bertekad memimpin AS untuk menegakkan demokrasi di Timur Tengah hingga penguasaan aset dan lahan-lahan minyak. Bahkan hingga kini situasi di Iraq dan Timur Tengah semakin tidak stabil.*

Sepi Jemaat, Keuskupan 'Katolik Roma' New York Akan Tutup 33 Gereja

Hidayatullah.com–Keuskupan Katolik Roma New York berencana menggabungkan 112 paroki menjadi 55 paroki baru tahun ini, yang berakibat pada penutupan tidak kurang dari 33 gereja.

Hal itu diumumkan Kardinal Timothy Dolan, uskup agung New York, pada hari Ahad (1/11/2014) dalam perayaan Hari Semua Orang Kudus.

Penggabungan paroki itu merupakan bagian dari rencana pastoral keuskupan yang dikenal sebagai program “Making All Things New” yang dimulai pada tahun 2010.

Kabar penutupan gereja itu menimbulkan perasaan berat pada diri jemaat yang gerejanya ditutup, lansir Christian Post mengutip laporan wartawan New York Times (4/11/2014).

“Ada isak dan tangis di Holy Rosary Church di East Harlem. Di Sacred Heart di Mount Vernon jemaat berpelukan dalam kesedihan.”

Jemaat Our Lady of Peace di daerah East Side berjanji akan memperjuangkan gereja mereka yang terancam ditutup. Sementara jemaat dari daerah Staten Island hingga Catskills nampak lega karena gerejanya tidak termasuk yang akan ditutup.

Merger dan penutupan puluhan gereja itu, yang dipicu oleh menurunnya jumlah rohaniwan gereja dan jemaat yang rutin datang ke gereja, direncanakan akan rampung pada Agustus tahun 2015.

Secara umum jumlah rohaniwan dan jemaat gereja Katolik di Amerika Serikat terus menurun dalam 40 tahun terakhir, menurut data statistik yang dikumpulkan Universitas Georgetown. Jadi masalah itu sebenarnya tidak dialami oleh keusukupan di New York saja.

Tahun 1970 jumlah rohaniwan Katolik di Amerika Serikat diperkirakan mencapai 59.000 orang. Namun pada tahun 2010 angka itu merosot menjadi 40.000.

Universitas Georgetown memperkirakan, di tahun 1990 terdapat sekitar 19.600 paroki di seluruh Amerika Serikat. Namun saat ini hanya ada kurang dari 17.500, atau angka terkecil dalam kurun 50 tahun terakhir.*

5.11.14

Didemo Umat Islam, Perayaan Asyuro Ijabi di Bandung Dijaga Satgas PDIP

Perayaan Asyuro yang digagas Ikatan Jamaah Ahlu Bait
Indonesia (Ijabi) dan Yayasan Muthahari yang dibina
Jalaluddin Rakhmat di Bandung setidaknya dihadiri
seribuan jamaah
Perayaan Asyuro yang diselenggarakan ormas syiah, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) tetap digelar di Lucky Square Antapani Bandung walaupun mendapat penolakan dari umat Islam Bandung. Ratusan orang memenuhi Lucky Square Antapani Bandung, pada hari Senin (3/11/2014).

Ketua Dewan Syura Ijabi, Jalaludin Rahmat mengatakan terima kasih kepada satgas PDIP Jabar, Cakra Buana, yang berjaga menjaga perayaan syiah. “Terima kasih kepada Satgas pengaman PDIP yang bergabung bersama kami,” katanya.

Dalam pantauan, para satgas PDIP berjaga di bawah mall, hingga dalam ruangan Aula lantai lima Lucky Square dengan mengenakan baju hitam dan baret merah.

Sementara itu, di luar, dalam aksi Umat Islam menolak ritual syiah, Ketua Dewan Dakwah Islamiyyah Jabar, Ustadz Roinul Balad mengatakan bahwa acara ini merupakan aksi nahi munkar kepada gerakan yang memenuhi kriteria sesat dan perlu diwaspadai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Aksi ini hanya untuk membuat mereka gerah dan tidak nyaman dalam melakukan kemaksiatannya,” ungkap Ustadz Roin. Tergabung puluhan orang menolak diselenggarakannya acara syiah berbungkus tabligh akbar di Bandung.

(mr/alhikmah.co)


Tokoh Katolik dan Ahmadiyah Hadiri Perayaan Asyuro Ijabi di Bandung

Hidayatullah.com—Meski sempat ditolak massa, perayaan ritual Asyuro Syiah yang diselenggarakan Ikatan Jamaah Ahul Bait Indonesia (Ijabi) dan Yayasan Muthahari pimpinan Jalaluddin Rakmat tetap berlangsung.

Acara perayaan kaum Syiah ini bahkan dihadiri oleh tokoh Ahmadiyah dan Katolik. Selain itu juga dihadiri Alawi Nurul Alam Al-Bantani, dari Tim Aswaja Center.

Saya undang Romo Agus karena ada kaitan antara Husein dan Romo Katolik dulu,” kata Jalaluddin Rakhmat di Bandung, Senin (03/11/2014). Romo Agus dari Keuskupan Bandung. Sementara itu, Ketua Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Eki Subandi pun mengakui beberapa kali hadir dalam acara Syiah.

“Saya tiga kali saya ikut, tahun lalu di Muthahari, kali ini Saya hadir diundang kawan-kawan Ijabi, suatu tanda bahwa walau berbeda tapi kita satu umat,” kata Subandi.

Ia tak lupa menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Jalal di DPR.

“Beliau mewakili kita di Senayan. Semoga ada perubahan positif,” katanya.

Perayaan Asyuro yang digagas Ikatan Jamaah Ahlu Bait Indonesia (Ijabi) dan Yayasan Muthahari yang dibina Jalaluddin Rakhmat di Bandung setidaknya dihadiri seribuan jamaah yang berasal dari pelbagai wilayah di Jawa Barat, khususnya siswa-siswi dari Sekolah Muthahari, di Lucky Square Bandung.

Beberapa peserta tak hanya berasal dari Bandung namun juga simpatisan Ijabi dari pelbagai wilayah di Jabar seperti Garut, Tasik, Kabupaten Bandung, dll.

Sebelumnya, ratusan massa ormas Islam di Bandung sempat keberatan dan menolak terselenggaranya acara ini. [Baca: Ratusan Massa di Jabar Bubarkan Acara Asyuro Syiah]

Menanggapi hadirnya kehadiran Ahmadiyah dan juga tokoh Katolik, Sekjen Dewan Dakwah Islamiyyah (DDII) Jabar, Roinul Balad mengaku tak merasa aneh.

Ahmadiyah, Syiah, dan lainnya apa bedanya?” ungkapnya.*/Lesus