Showing posts with label Bunuh Diri. Show all posts
Showing posts with label Bunuh Diri. Show all posts

11.11.15

Negara-Negara Arab Sunni (Islam) Akan Dijajah Syi'ah IRAN?

JAKARTA (voa-islam.com) – Jika berpikir secara perlahan-lahan dengan lapang dada dan hati yang jernih, maka akan dapat disimpulkan, tentang masa depan negara-negara Arab Sunni? Barangkali ini kesimpulan yang sangat skeptis, yaitu negara-negara Arab Sunni akan dijajah oleh Syi'ah?

Ada beberapa patokan yang dapat menjadi dasar kesimpulan, bahwa negara-negara Arab Sunni, bakal dijajah oleh Syi'ah Iran. Mungkin prediksi ini berlebihan, dan bisa dinilai telalu skeptis dan pesimis melihat masa depan negara-negara Arab pasca “Arab Spring”.

Perubahan akibat "Arab Spring", menimbulkan "counter" terhadap sejumlah negara-negara Arab oleh kekuatan lama yang didukung Barat, dan kemudian merubah seluruh situasi dan keadaan di Timur Tengah dan Dunia Arab. Termasuk di Suriah. Kegagalan negara-negara Arab Sunni menghadapi Syi'ah Iran, disebabkan faktor-faktor:

Pertama, negara-negara Arab Sunni tidak dapat bersatu dalam semua masalah, dan terus memiliki perbedaan yang dalam, dan bahkan menjurus konflik yang terbuka, yang sifatnya antar negara. Sebagai contoh, antara Mesir dengan Arab Saudi, dan sejumlah negara Teluk. Betapa sekarang media-media Mesir, tanpa henti mengolok-olok Arab Saudi, dan Raja Salman. Bandingkan dengan Syi'ah? Mereka bersatu dibawah arahan Ayatullah Ali Khamenei, sebagai pemimpin dan panutan golongan Syiah. Tidak ada konflik terbuka diantara negeri-negeri Syiah, dan kelompok-kelompok Syiah di berbagai negara.

Kedua, negara-negara Arab di tinggalkan oleh Amerika Serikat, Eropa, dan Rusia, dan tidak tidak lagi dipandang sebagai sekutu yang strategis. Sekarang membangun hubungan baru dengan Iran, sebagai sekutu strategis yang menggantikan negara-negara Arab. Terjadinya pergeseran aliansi ini, bisa berdampak negatif, tapi juga bisa berdampak positif bagi negara-negara Arab Sunni, bila meninggalkan ketergantungan kepada Barat.

Ketiga, perubahan 'geostrategis' dan 'geopolitik' ini, ditandai dengan dukungan enam negara utama, yaitu Amerika, Rusia, Cina, Inggris, Perancis, dan Jerman, yang mendukung program nuklir Iran. Ini mempunyai dampak keamanan dikawasan Timur Tengah, sangat berbahaya bagi keamanan masa depan negara-negara Arab.

Keempat, Iran bukan hanya mendapatkan dukungan dari enam negara utama dalam membangun fasilitas nuklirnya, tapi Iran juga mendapatkan senjata pamungkas, yaitu rudal S-300, dari darat ke udara. Ini tidak dimiliki negara-negara Arab. Dengan demikian, Iran memiliki arsenal persenjataan baru, dan berpotensi menjadi ancaman bagi negara-negara Arab.

Kelima, negara-negara Barat, khususnya Amerika dan Uni Eropa, telah mencairkan semua asset Iran yang dibekukan selama terjadinya konflik, dan sekarang mendapatkan dana mereka kembali yang nilai ratusan triliun dolar. Ini dapat digunakan membiayi ekonomi dan militer Iran. Iran akan mampu bertindak apa saja. Uni Eropa pun sekarang memulihkan kerjasama dengan Iran, bersamaan dengan kunjungan Kepala Kebijakan Uni Eropa, Ferderica Mogherini ke Teheran.

Kelima, Iran semakin kokoh “hegemoninya” di kawasan Timur Tengah, bersamaan dengan dukungan Amerika, Eropa, dan Rusia. Dengan isu “terorisme” yang terus didorong oleh Iran, dan kecemasan Amerika, Eropa, Rusia, dan sejatinya dibelakang isu ini kepentingan Zionis, Nampaknya Iran menjadi sekutu yang dipercaya. Sebutan “evil” (iblis) oleh Amerika terhadap Iran, telah dihapus, dan sebagai gantinya sekarang ini, Iran menjadi sekutu strategis Barat, Eropa, dan Rusia menghadapi ancaman yang lebih potensial, yaitu “ISIS”, yang dianggap sebagai ancaman bagi Barat. ISIS dianggap mewakili kelompok Sunni, dan lebih berbahaya dibanding dengan Syi'ah.

Keenam, negara-negara Arab “petro dollar”, diprediksi akan bangkrut, bersamaan dengan turunnya harga minyak dan habisnya cadangan minyak mereka. Negara-negara Arab tidak lagi bisa eksis di masa depan, karena minyaknya bukan hanya habis, tapi harganya sudah tidak dapat lagi menopang APBN mereka. Inilah yang lebih suram. Apalagi, gaya hidup para pangeran Arab. Sebagai gambaran Arab Saudi pun, sekarang sudah mengalami defisit APBN.

Ketujuh, sampai sekarang negara-negara Arab, mereka tidak jelas sikapnya terhadap kelompok-kelompok pejuang oposisi di Suriah. Sikapnya masih sangat ditentukan oleh Amerika, Eropa dan Rusia. Sikapnya yang tidak total mendukung para pejuang oposisi, membuat Bashar Al-Assad semakin berkepanjangan. Seharusnya Arab Saudi, sebagai negara utama, bisa melakukan “deal” politik dengan kekuatan oposisi, mengakhiri rezim Bashar. Bahkan, negara-negara Arab ikut memerangi kelompok Mujahidin, bersama-sama dengan Amerika, Rusia, dan Eropa.

Kedelapan, yang lebih penting, banyaknya perbedaan diantara "harakah" (gerakan), dan perbedaan itu, sampai pada tingkat yang sangat berlebihan, saling mengkafirkan, menuduh kafir, murtad, dan bahkan di medan jihad pun saling berperang. Inilah persoalan yang paling menghancurkan. Soal-soal ijtihadi, kemudian dijadikan dasar saling mengkafirkan, dan bermusuhan. Semua itu, semakin melemahkan perjuangan, khususnya bagi kekuatan golongan Sunni.

Inilah beberapa kondisi dan perubahan politik di Timur Tengah, yang membuat semakin melemahnya, kekuatan negara-negara Arab Sunni, menghadapi Syiah Iran, dan kemungkinan peluangnya di masa depan, Timur Tengah, bisa jatuh ke tangan Syiah. Ini harus mendapatkan perhatian di Indonesia. Tidak cukup menghadapi Syi'ah Iran dengan pidato dan retorika.

Satu-satunya peluang, bila Raja Salman bin Abdul Aziz dengan kharismanya bisa menyatukan seluruh kekuatan negara-negara Arab Sunni dan membangun dialog dengan Gerakan Islam, dan secara tegas melepaskan diri dari ketergantungan kepada Amerika, Eropa, dan Rusia, serta bersikap mandiri, termasuk tidak terbawa oleh permainan mereka.

Arab Saudi dan negara-negara Arab Sunni harus tegas mendukung semua perjuangan kelompok Sunni, seperti di Suriah, Irak,Yaman, dan tempat lainnya. Ini kemungkinan yang dapat memenangkannya menghadapi Syi'ah Iran. (mashadi/voa-islam.com)


5.000 Mata-Mata Syiah Iran Siap Kacaukan Stabilitas Dunia Arab

Eramuslim – Direktur Eksekutif Pengawas Teluk, Zafer Al Ajmi, memperingatkan kehadiran 5.000 mata-mata pemerintah Syiah Iran di seluruh negara-negara Teluk, yang dipersiapkan untuk membuat kekacaun di kawasan Sunni.

Informasi ini disampaikan Zafer dalam Konferensi ke empat Perencanaan Keamanan Strategis Teluk yang diselenggarakan di ibukota Bahrain beberapa hari yang lalu.

Teheran bergantung pada milisi dan mata-matanya di luar negeri untuk memaksakan agenda mereka di wilayah yang tidak meninggalkan ruang komunikasi antara Syiah dengan Islam Sunni untuk membangun hubungan yang normal,” ujar Zafer Al Ajmi.

Zafer Al Ajmi melanjutkan, “Untuk melancarkan agenda tersebut, Syiah Iran gunakan Irak sebagai tempat singgah untuk lewatnya senjata dan bahan peledak ke Teluk, guna mengacaukan stabilitas keamanan di negara-negara tersebut.”

Perlu diketahui bahwa pada awal bulan Oktober kemarin pemerintah Bahrain baru saja mengusir Dubes Iran karena dianggap mencampuri urusan dalam negeri Bahrain, setelah ditemukannya senjata api, granat, dan 1,5 ton bahan peledak C4 di bawah tanah sebuah rumah milik milisi Syiah Iran di daerah Nuwaidrat. (Dostor/Ram)


Mengapa Orang Afghanistan Mau Mati untuk Iran di Suriah?

Jika Iran kalah di Suriah, maka negara Syiah itu tidak lagi ditakuti oleh kerajaan-kerajaan Arab kaya minyak.

Poster pemimpin Syiah Iran Ayatullah Khamenei, Bashar Al-Assad,
pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah
Poster pemimpin Syiah Iran Ayatullah Khamenei, Bashar Al-Assad,
pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah
Hidayatullah.com—Sejak Rusia ikut ambil bagian dalam serangan udara di Suriah, jumlah orang Iran yang menjadi korban ikut bertambah.

Media-media Iran menggunakan istilah tidak resmi “Para pembela makam suci” untuk menyebut orang-orang Iran dan Afghanistan, yang diterjunkan sebagai pasukan paramiliter membantu pasukan rezim Suriah dan syiah Hizbullah dalam menghadapi oposisi dan ISIS. Mereka mengunakan dalih ada ancaman-ancaman atas tempat-tempat suci Syiah di Suriah, terutama sekitar Damaskus, sebagai alasan kehadirannya di Suriah.

Pekan lalu, jurubicara Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa Abdullah Bagheri, seorang mantan pengawal presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, telah terbunuh di Aleppo, bagian utara Suriah.

Dua pekan silam, Jenderal Hussein Hammedani, salah satu komandan tertinggi Korps Pengawal Revolusi, sebuah pasukan elit Iran, tewas di Aleppo. Dia merupakan komandan Iran paling senior yang terbunuh dalam operasi militer di luar negeri.

Seorang pejabat Amerika pekan lalu mengatakan bahwa tidak kurang dari 2.000 orang Iran, atau serdadu dukungan Iran, ambil bagian dalam serangan terhadap pasukan oposisi Suriah. Mereka berkoordinasi dengan pasukan Rusia dan tentara pendukung rezim Bashar Al-Assad.

Sejak tahun kedua perang sipil di Suriah, Iran terus meningkatkan kehadiran militernya di negara itu.

Oleh karena mendapatkan kecaman dari dalam negeri dan dunia internasional atas keterlibatannya dalam konflik Suriah, Teheran lebih memilih untuk mengerahkan orang-orang asal Afghanistan yang tinggal di Iran.

Dilansir Euronews (27/10/2015) Brigade Fatemiun –yang diambil dari nama putri Nabi Muhammad, Fatimah– merekrut ratusan migran asal Afghanistan yang berada di Iran. Orang-orang Afghanistan itu dilatih dan dikerahkan oleh pemerintah Syiah Teheran untuk bertempur di Suriah. Iran menjanjikan orang-orang itu bayaran $500 setiap bulan, dan ditambah dengan status penduduk permanen di Iran.

Pemerintah Syiah Iran merupakan pendukung setia rezim Syiah Alawi pimpinan Bashar Al-Assad di Suriah. Bertentangan dengan retorika yang selama ini dikemukakan, motivasi Iran di Suriah jauh melebihi sekedar masalah keagamaan (Syiah versus Muslim Sunni). Faktor geopolitik kawasan ikut bermain di sana. Selama delapan tahun perang antara Iran dengan Iraq, pemimpin Suriah ketika itu Hafidz Al-Assad (ayah dari Bashar Al-Assad), merupakan satu-satunya sekutu Iran di Arab.

Selain itu, Suriah tidak pernah menuntaskan perjanjian perdamaiannya dengan Israel, berbeda dengan Mesir dan Yordania. Konsekuensinya, negara Suriah, bersama dengan kelompok bersenjata Syiah asal Libanon Hizbullah, dan Iraq yang sekarang pemerintahannya dikuasai politisi-politisi Syiah, dianggap sebagai komponen dari apa yang disebut Iran dengan Axis of Resistance ‘poros perlawanan’ terhadap Israel.

Para pemimpin Iran mengetahui, jika mereka kalah di Suriah, maka hal itu akan menjadi hantaman besar bagi pamor dan pengaruh negeri Syiah itu di mata kerajaan-kerajaan Arab kaya minyak serta Israel. Negara Syiah Iran, jika kalah di Suriah, tidak akan lagi ditakuti oleh negeri-negeri Muslim Sunni.*


Syiah di Indonesia Kedepankan Strategi Taqrib, Waspadalah!

Eramuslim.com – Kalangan Syiah di Indonesia seringkali menggaungkan agenda taqrib, penyatuan antara Sunni dan Syiah sebagai modusnya. Sebuah gagasan usang yang terus diulang-ulang.

Ketua Dewan Syuro Annas Habib Zein al-Kaff juga menegaskan, ajaran Syiah tidak dapat disatukan, apalagi disamakan dengan Islam. Rukun Islam dan rukun iman yang merupakan dasar dari Islam sangat berbeda dengan apa yang diyakini sebagai rukun oleh Syiah.

Menanggapi taqrib yang banyak didengungkan untuk menyatukan ajaran Sunni dan Syiah, Habib Zein menyatakan, hal itu merupakan proyek yang dicanangkan oleh para pemuka Syiah, termasuk di Indonesia. Menurutnya, langkah itu dilakukan lantaran para pemuka Syiah menyadari posisi mereka sebagai minoritas.

Taqrib mereka gunakan untuk mematahkan fakta minoritas tersebut,” ujar Habib Zein, lansir Republika, Selasa (10/11/2015).

Taqrib juga diyakini sebagai bagian dari upaya pemuka-pemuka Syiah di Iran yang merasa gagal menyebarkan alirannya di Indonesia. ”Akhirnya, mereka berusaha masuk melalui taqrib.”

Ketua Aliansi Nasional Anti-Syiah DKI Jakarta Buya Abu Bakar al-Habsyi menambahkan, masyarakat Indonesia harus memahami bahwa akidah-akidah Syiah saat ini tidak pernah ada dalam Syiah yang sejak dulu ada di Indonesia. Akidah-akidah itu, menurutnya, baru hadir beberapa tahun belakangan ini. ”Itu dimaksudkan agar masyarakat melihatnya sebagai aliran yang serupa dengan Islam.”

Masyarakat, lanjut dia, sangat penting untuk memahami hal tersebut sehingga tidak terjebak dalam taqiyah atau kamuflase yang dimunculkan Syiah selama ini. Melalui pemahaman itu, tujuan kelompok Syiah untuk memecah belah umat Islam dan menghancurkan persatuan dan kesatuan NKRI tidak terwujud.

Sementara itu, Ketua Aliansi Nasional Anti-Syiah (ANNAS) KH Athian Ali mengatakan, peredaran ajaran dari kelompok Syiah semakin mengkhawatirkan. Ia pun berharap, masyarakat jangan sampai teperdaya oleh ajaran tersebut.

Selama ini, menurut Kiai Athian, tak sedikit umat Islam di Indonesia yang teperdaya oleh ajaran dan tokoh-tokoh Syiah. Akibatnya, mereka membenarkan bahkan meyakini bahwa perbedaan yang ada dalam ajaran Syiah hanyalah sekadar perbedaan mazhab. Hal itu, kata dia, tampak jelas dari pernyataan yang pernah disampaikan Tajul Muluk, salah satu pemuka Syiah di Indonesia. Tajul menegaskan, Alquran bukanlah kitab suci agama Islam.

Selain itu, lanjut Kiai Athian, masih banyak lagi ajaran Syiah yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti perbedaan syahadat, perbedaan shalat ,dan hal-hal kecil lain, seperti perbedaan wudhu.

Jadi, bukan sekadar perbedaan mazhab,” ujar Kiai Athian saat bersilaturahim ke kantor harian Republika di Jakarta, Senin (9/11).

Ajaran Syiah yang melaknat para sahabat Nabi Muhammad SAW, menurut dia, juga semakin menunjukkan bahwa Syiah bukanlah Islam. Karena itu, Kiai Athian yang juga merupakan pimpinan Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) menegaskan, Syiah tidak dapat disamakan dengan Islam dan tidak dapat dibiarkan menyebarkan ajarannya di Indonesia.

Meski demikian, kata Kiai Athian, selama lima tahun terakhir, gerakan-gerakan Syiah justru semakin berani menampilkan diri di muka publik. Hal ini karena mereka merasa sudah memiliki kekuatan yang cukup besar di Indonesia.

Terkait ancaman Syiah, ANNAS sudah menjalin koordinasi dengan banyak pihak, di antaranya, DPR, Polri, dan Kemenko Polhukam.(ts/arrahmah)


►►►More... (MUST READ MUST KNOW!)


Syiah Bukan Islam!

7.11.15

DEMOKRASI Kebodohan yang Membodohi, Kesesatan yang Menyesatkan

Oleh: Abu Hamzah Ar-Rizal

Sahabat VOA-Islam...

Tak ada satupun negara di dunia yang mau disebut bukan negara demokrasi. Bahkan negara-negara komunispun menyebut dirinya sebagai negara demokrasi. Secara epistomologis demokrasi dimaknai bahwa kekuasaan dipegang oleh rakyat. “Rakyat” menjadi jargon suci. Semua pemerintahan selalu mengatas namakan rakyat, walaupun pada kenyataannya tidak ada satupun pemerintahan di dunia ini yang mengutamakan rakyatnya.

Lihat saja Amerika Serikat. Mereka mengaku dirinya sebagai kampiun demokrasi, tapi mereka tidak peduli dengan jutaan rakyatnya yang kehilangan rumah akibat tragedi krisis subprime mortgage. Ketimbang mengeluarkan uang untuk menolong rakyat, pemerintah AS lebih suka memberikan triliunan dollar untuk membeli aset-aset busuk (toxic assets) yang merupakan hasil salah kelola para bankir. Mereka dengan mudahnya mengucurkan dana untuk menolong perusahaan perusahaan besar seperti AIG, General Motor dan Chrysler daripada menolong jutaan rakyatnya yang kini tidur di trotoar atau di tenda-tenda.
Memang sejak dilahirkan demokrasi sudah penuh dengan kebohongan. Diartikan sebagai kekuasaan ditangan rakyat, padahal kenyataannya rakyat tetap tidak pernah berkuasa
Bagaimana dengan Indonesia? Pada tahun 2008, untuk mengantisipasi krisis ekonomi global pada saat itu pemerintah mengucurkan dana stimulus. Dari dana stimulus sebesar 71,7 trilyun, yang diberikan untuk para petani kurang dari 1%. Sisanya untuk para pengusaha yang nota bene adalah orang-orang kaya. Padahal menurut logika sehat, stimulus tersebut lebih baik untuk meningkatkan daya beli rakyat daripada meningkatkan daya tahan perusahaan.

Daya beli meningkat perusahaan akan semakin baik. Megawati yang katanya mengaku sebagai pimpinan partai wong cilik, justru pada tahun 2003 mengeluarkan undang-undang yang mengijinkan para pengusaha menerapkan sistim kontrak bagi para pekerjanya. Posisi buruh menjadi sangat rentan, sewaktu-waktu mereka bisa diberhentikan tanpa alasan apapun juga dan tanpa pesangon. Bantuan langsung Tunai (BLT)? Ah itu ibarat setetes air bagi orang yang kehausan di padang pasir. BLT memang baik tetapi tidak mengurangi kemiskinan. BLT tidak memecahkan masalah. Lagipula darimana sumber uang BLT itu? Dari pinjaman luar negeri?

Memang sejak dilahirkan demokrasi sudah penuh dengan kebohongan. Diartikan sebagai kekuasaan ditangan rakyat, padahal kenyataannya rakyat tetap tidak pernah berkuasa. Di jaman Yunani kuno dimana demokrasi dilahirkan, faktanya yang punya hak memilih dan dipilih hanyalah kaum bangsawan. Rakyat biasa dan kaum budak tidak punya hak apa-apa selain jadi penonton yang selalu ditindas. Tapi anehnya pada saat negara sedang dalam keadaan bahaya, misalkan di serang oleh negara lain, rakyat kecil dan kaum budak itu harus ikut-ikutan membela negara bahkan sampai harus mempertaruhkan nyawanya.

Juga di jaman modern ini memang semua lapisan rakyat punya hak pilih dan dipilih. Tapi yang bisa dipilih adalah orang-orang yang punya duit, yang seyogyanya merupakan kelompok elit. Setelah terpilih, apakah mereka memperhatikan rakyatnya? Lihatlah kasus dagelan century di DPR. Atau sering kita lihat sejumlah rakyat berunjuk rasa ke gedung DPR atau DPRD. Para anggota DPR/DPRD sering menghilang atau ngumpet tidak mau menemui konstituennya yang membutuhkan pertolongan mereka. Di negara lainpun sama saja.

Lihat bagaimana para anggota kongres dan para senator berselingkuh dengan pihak eksekutif menipu rakyatnya agar mereka bisa menyerang Irak dan Afghanistan demi kepentingan para Yahudi juragan minyak. Lihat pula bagaimana mereka bersama sama pemerintah merampok uang rakyat triliunan dollar untuk diberikan kepada para bankir Yahudi yang telah membangkrutkan negara mereka. Faktanya demokrasi tak lebih dari salah satu bentuk oligarki kekuasaan.

Demokrasi memakmurkan?

Demokrasi bisa kita pilah menjadi Demokrasi Politik dan Demokrasi Ekonomi. Demokrasi Politik dikatakan akan memberi peluang bagi rakyat untuk ikut serta berpartisipasi dan ikut serta mengawasi serta mengendalikan pemerintahan. Ini adalah kebohongan pertama dari demokrasi. Faktanya adalah rakyat hanya “diminta” berperan dalam pelaksanaan pemilu. Mungkin sedikit lebihnya, dalam negara demokrasi seperti Indonesia rakyat diperkenankan untuk mengawasi jalannya pemilu sehingga pemilu bisa berjalan lancar jujur dan adil. Setelah itu bagiamana?

Ya... rakyat mah dipinggirkan saja. Ini tidak hanya berlaku di Indonesia. Bahkan di AS pun berlaku sama. Setelah pemilu selesai, yang mempengaruhi kebijakan Pemerintah , Senat dan Kongres adalah para pengusaha kapitalis. Opini rakyat digiring dan dimanipulasi oleh mass media yang menjadi bagian daripada industri.

Bagaimana dengan LSM yang katanya selalu berpihak kepada rakyat? LSM di negara-negara berkembang sangat tergantung kepada dana bantuan dari pihak asing. Sebagai contoh, ada LSM dalam bidang lingkungan yang berani berteriak-teriak mengecam pembalakan hutan. Tapi diam seribu bahasa terhadap kerusakan lingkungan yang maha dahsyat yang dilakukan oleh Freeport. LSM tsb ternyata mendapat bantuan dari lembaga nir laba di Amerika Serikat.

Demokrasi Ekonomi dimaknai sebagai keterbukaan, kebebasan dan persaingan bebas. Keterbukaan ternyata adalah semua bidang ekonomi harus terbuka bagi para pengusaha swasta. Kebebasan faktanya adalah para pengusaha asing bebas untuk berinvestasi di manapun juga dalam rangka menjarah dan merampok kekayaan alam terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Persaingan bebas yang diwujudkan dalam istilah Pasar bebas lebih merupakan pembantaian oleh para pengusaha global terhadap pengusaha-pengusaha lokal.

Demokrasi politik adalah merupakan pintu utama untuk menuju demokrasi ekonomi. Dengan adanya demokrasi politik, mudah bagi para pengusaha global untuk menguasai berbagai sumber daya ekonomi dari suatu negara. Melalui jalur formal (parlemen) mereka dengan mudah mengeluarkan berbagai peraturan yang menguntungkan mereka. Contoh undang-undang yang merugikan rakyat diantaranya UU Sumber Daya Air, UU Perburuhan, UU Investasi dan berbagai undang-undang lainnya. Bagi negara-negara yang belum menerapkan demokrasi politik tapi sudah menjalankan demokrasi ekonomi (sistim kapitalisme) , seperti Indonesia di jaman Orba dan China sekarang, para pengusaha menggunakan sistim KKN dengan cara mendekati tokoh-tokoh kunci untuk menggoalkan keinginan-keinginan mereka. Jadi apa manfaatnya demokrasi bagi rakyat?
Dalam sistim demokrasi, yang menjadi panduan adalah kehendak para pengusaha kapitalis (sebagian besar orang Yahudi atau non Yahudi yang dengan ataupun tanpa sadar membawa misi Zionisme Yahudi) yang dibungkus dalam bentuk konsitusi dan undang-undang yang sekularistis
Demokrasi... kebebasan?

Hal yang paling dibanggakan dalam sistim demokrasi adalah kebebasan. Kebebasan berbicara, kebebasan berekspresi dan kebebasan berkreasi merupakan jargon utama demokrasi. Perlu anda ketahui dalam sistim apapun juga kebebasan itu ada panduannya (guide line). Dalam sistim demokrasi Islam panduannya adalah Al Qur’an dan As Sunnah. Dalam sistim totaliter panduannya adalah kehendak penguasa yang diimplementasikan dalam berbagai bentuk undang-undang dan peraturan yang akan menjamin kelanggengan kekuasan sang penguasa itu. Dalam sistim demokrasi, yang menjadi panduan adalah kehendak para pengusaha kapitalis (sebagian besar orang Yahudi atau non Yahudi yang dengan ataupun tanpa sadar membawa misi Zionisme Yahudi) yang dibungkus dalam bentuk konsitusi dan undang-undang yang sekularistis.

Anda pergi ke Amerika Serikat atau ke Eropa Barat, lalu anda katakan bahwa Holocaust (peristiwa pembantaian yahudi waktu Perang Dunia II) adalah suatu kebohongan Yahudi, maka anda akan dituduh sebagai anti Semit dan bisa masuk penjara. Anda bicara bahwa teori evolusi itu suatu kedunguan dengan bukti-bukti paling ilmiahpun akan menyebabkan anda kehilangan pekerjaan. Di beberapa negara Eropa Barat, wanita berjilbab bisa kehilangan haknya untuk melanjutkan pendidikan.

Di Inggris, ada undang-undang yang mengancam siapapun juga yang melakukan penisataan agama (UU anti Blesphemy). Tapi Undang-undang itu hanya berlaku bagi agama Nasrani. Pada saat Islam dilecehkan undang-undang itu tidak berlaku bahkan dihargai sebagai suatu kebebasan berekspresi dan berkreativitas. Kalau anda mau berzina bagaimana? Boleh saja asal tidak mengganggu kepentingan orang lain. Jelas bahwa kebebasan dalam sistim demokrasi hanyalah kebebasan mengikuti hawa nafsu syaiton. Kebebasan dalam demokrasi hanya membawa mudhorot bagi masyarakat.

Berita terakhir malahan mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan bis di Denmark telah sepakat menolak untuk menarik wanita bercadar (Eramuslim.com 14/05/2009). Untuk bercadar saja di negeri demokrasi tidak boleh.

Demokrasi memberi ruang untuk mengkritik pemerintah?

Dalam sistim demokrasi setiap orang berhak untuk mengemukakan pendapat bahkan mengecam kebijakan pemerintah. Itu memang benar. Tetapi masalahnya didengarkah kritik itu? Untuk hal-hal yang bersifat lokal pemerintah sering terpaksa mau mendengar kritik dan mengikuti kehendak rakyatnya.

Tetapi apabila menyangkut kepentingan global (AS dan sekutu-sekutunya) jangan harap kritik anda akan didengar. Berapa kali puluhan ribu bahkan ratusan ribu buruh melakukan unjuk rasa yang menuntut pemerintah mencabut undang-undang tentang out-sourcing. Apakah pemerintah meluluskann keinginan mereka? Lihat puluhan ribu umat Islam di seantero Nusantara menuntut pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah. Dipenuhikah? Tidak, karena AS berkepentingan dengan Ahmadiyah dalam rangka peperangannya menghadapi Islam.

Demokrasi akan menciptakan pemerintahan yang bersih (Clean Government)?

Para penganut agama demokrasi meyakini bahwa pemerintahan yang bersih dapat dibentuk melalui demokrasi. Tahukah anda bahwa di Amerika korupsi begitu mewabah? Untuk suatu proyek saja bisa dipindah-tangankan kepada beberapa kontraktor tanpa melalui lelang yang jujur. Suatu ilustrasi dikemukakan disini. Di Irak (setelah penggulingan Saddam Husein), direncanakan dibangun suatu proyek. Setelah ditenderkan, yang menang adalah perusahaan A, oleh perusahaan A proyek tersebut dijual ke perusahaan B. Perusahaan B lalu menjualnya ke perusahaan C. Tapi perusahaan C kemudian menjualnya ke perusahaan D. Dapat dibayangkan bangunan macam apa yang bisa dihasilkan dari cara seperti ini. Demikian pula beberapa waktu yang lalu pemerintah Mexico mengajukan protes kepada Pemerintah AS, dikarenakan sulitnya memberantas penyelundupan narkotika yang melibatkan banyak aparat pemerintah AS.

Demokrasi Kebodohan yang Membodohi

Banyak tipu-tipuan yang dilakukan demokrasi, namun semua itu bisa dirangkum menjadi 2 (dua) hal pokok, yaitu tentang kedaulatan di tangan rakyat dan janji-janji politik.

Kedaulatan di tangan rakyat adalah jargon utama dalam sistem demokrasi. Sejatinya itu adalah tipuan yang mudah dibaca, tapi sayangnya masyarakat sering silap dengan berbagai pendapat dan tulisan “ilmiah” oleh pada ahli yang mendukung “jargon” tersebut.

Faktanya kedaulatan rakyat itu hanya berlangsung selama 5 (LIMA) MENIT di dalam kotak suara selama pelaksanaan Pemilu. Setelah itu kedaulatan mereka hilang diambil lagi oleh para penguasa (Eksekutif dan Legislatif) dan kemudian mereka ditinggal dan kembali lagi menjadi rakyat biasa yang tidak punya kekuasaan apapun juga.

Tipuan lainnya adalah janji-janji politik terutama pada saat kampanye baik dalam Pemilu, Pilpres ataupun Pilkada. Janji-janji politik itu biasanya dibungkus dengan istilah visi dan misi. Visi merupakan pandangan kedepan yang berupa janji dan harapan yang akan terwujud jika si calon terpilih menjadi pemimpin. Sedangkan MISI adalah langkah-langkah untuk mencapai visi tersebut.

Kenyataannya visi adalah ngelamun atau lamunan yang merupakan hadiah untuk rakyat dan misi adalah proyek-proyek yang merupakan milik si pemimpin. Selain itu tidak ada sanksi hukum apapun juga bagi calon yang terpilih jika ternyata dia melanggar janjinya. Dalam demokrasi kebohongan merupakan bagian dari cara berpolitik untuk mencapai tujuan.

Untuk menutupi kebohongannya itu para ahli memberikan teori tentang pilar-pilar demokrasi, yang merupakan kelanjutan Trias Politica yang ternyata gagal membuktikan bahwa kedaulatan negara berada di tangan rakyat.

Menurut mereka ada 5 pilar demokrasi yang merupakan wujud dari Kedaulatan Rakyat, yaitu Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, Pers dan Lembaga Swadaya Rakyat. Kenyataannya, rakyat yang dikatakan sebagai pemegang kedaulatan Negara tidak pernah mampu mangatur dan mengendalikan pihak eksekutif maupun legilsatif dalam menjalankan pemerintahannya. Mereka bekerja berdasarkan undang-undang dan peraturan yang mereka buat sendiri yang acapkali bertentangan dengan kepentingan mayoritas rakyat. Bahkan seandainya mereka melanggar aturan yang mereka buat sendiri, rakyat tak mampu berbuat apa-apa. Demikian juga pihak yudikatif yang hanya punya kewajiban menegakkan undang-undang walaupun undang-undang itu merugikan bahkan menindas mayoritas rakyat.

Bagaimana dengan Pers dan LSM? Pers yang seharusnya menjadi instrument bagi rakyat untuk mengontrol pemerintah dalam kenyataannya tidak bisa dibantah selalu dan “diharuskan” berdiri sesuai dengan kepentingan para pemilik modal. Dan para pemilik modal selalu berafiliasi kepada kelompok-kelompok politik yang merupakan bagian dari sistim oligarki dalam pemerintahan, yang sama sekali tidak terkait dengan kepentingan rakyat. Kalaupun ada media pers yang membela rakyat dalam suatu peristiwa politik serta berdiri dalam posisi vis a vis dengan pemerintah, “keberpihakan” media tersebut selalu terkait dengan kepentingan pemiliknya yang kebetulan ada satu kubu dengan kelompok politik yang menjadi pesaing dari pemerintah.

Lalu bagaimana dengan Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang katanya berfungsi sebagai kekuatan kelima untuk menjaga kedaulatan rakyat. LSM-LSM yang ada saat ini tentunya butuh biaya untuk kegiatan administratif dan operasionalnya. Pertanyaannya siapakah yang membiayainya? Rakyatkah? Sudah tentu bukan rakyat yang membiayainya, tetapi tentunya ada pihak lain yang bukan “rakyat” yang membiayai mereka. Sudah menjadi rahasia umum untuk kegiatannya banyak LSM-LSM yang datang ke pemerintah, baik itu pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah, atau juga ada dari lembaga/lembaga atau perusahaan-perusahaan swasta, bahkan banyak juga LSM yang mendapat kucuran dana dari Negara-negara asing baik langsung maupun tidak langsung (melalui lembaga-lembaga nir laba milik asing). Pertanyaan selanjutnya, kalau bukan dari rakyat (dan memang tidak mungkin meminta ke rakyat) apakah mungkin mereka akan selalu menjadi alat kepentingan rakyat? Apalagi kalau kepentingan pemberi dana bertentangan dengan kepentingan rakyat.

Demokrasi Suatu Kesesatan yang Menyesatkan

Ditinjau dari sisi agama banyak kesesatan demokrasi. Tapi saya hanya mengambil tiga point saja yang menunjukkan kesesatannya. Pertama, kebenaran Ilahiah bisa dikalahkan oleh suara mayoritas. Misalkan besok akan diadakan referendum untuk menentukan apakan wanita wajib berjilbab atau tidak, saya yakin bahwa yang akan memenangkan referendum adalah pihak yang menolak jilbab. Bahkan sebagian yang berjilbabpun akan mengatakan bahwa berpakaian muslim atau tidak itu adalah hak individu.

Kedua, suatu hal yang tidak masuk diakal kalau seorang yang sholeh, pintar lagi pula berilmu memiliki hak yang sama, yakni satu suara, dengan seorang bejad, bodoh dan berpendidikan rendah. Yang bodoh pasti lebih banyak dari yang pintar. Yang tidak berilmu lebih banyak daripada yang berilmu. Demikian pula yang berakhlak buruk akan lebih banyak daripada yang sholeh. Seorang pezina berhak mencalonkan dirinya menjadi wakil rakyat, bahkan menjadi presidenpun bukan masalah dalam sistim demokrasi. Baru-baru ini MK (Majelis Konstitusi) membatalkan salah satu pasal dalam undang-undang yang melarang narapidana dipilih menjadi kepala daerah, tak heran kini ada mantan koruptor menjadi caleg. Laporan ICW mengindikasikan 80% dari caleg ditenggarai pernah terlibat korupsi. Pernah ada seorang Artis yang melahirkan anak diluar nikah mencalonkan diri menjadi calon anggota legislatif. Audzubillah!!! Rasulullah bersabda bahwa dihadapan Alloh semua manusia itu sama, hanya ketaqwaannyalah yang membedakan. Tingkat ketaqwaan itu sendiri tergantung kepada ilmu yang dimilikinya, demikian lanjut Rasulullah. Bayangkan pemimpin macam apa yang akan didapatkan oleh masyarakat seperti ini

Ketiga, rakyat itu bodoh. Di seluruh dunia tidak ada rakyat yang pintar atau cerdas. Kalimat provokatif ini saya ucapkan dalam konteks rakyat sebagai suatu komunitas. Tentunya ada individu-individu yang pintar atau cerdas, tapi sebagai komunitas rakyat pasti bodoh. Kenapa demikian? Jawabnya pertama, rakyat tidak memiliki akses terhadap sumber informasi untuk mendapatkan informasi yang benar,lengkap dan utuh. Tolong jawab apakah semua rakyat tahu dan mengerti tentang krisis finansial global sekarang ini? Atau yang lebih mudah sajalah, apakah rakyat tahu mengenai data-data pribadi secara lengkap dan utuh dari para caleg yang berlaga pada 2014 lalu?

Contoh yang menunjukkan bodohnya rakyat adalah menangnya Abdul Hadi Djamal di Sulsel pada pemilu legislative 2009, padahal pada saat itu dia menjadi tahanan KPK, karena terlibat korupsi mega trilyun. Di AS sendiri, rakyat yang memilih calon Presiden berdasarkan program-program yang diajukannya hanyalah 9,7%. Sisanya ikut memilih karena termakan iklan Kedua, Sebagian besar rakyat adalah a politis. A politis adalah suatu kebodohan. Seorang yang a politis tidak akan mengerti dan memahami kezaliman yang dilakukan oleh para penguasa.

Berapa banyakkah rakyat yang tahu bahwa kemiskinan sekarang ini merupakan hasil dari ketidak adilan sistem? Ketiga, Mass media yang seharusnya menjadi sumber pencerahan bagi masyarakat kini telah menjadi industri. Mass media selalu berpihak. Berpihak kepada rakyat? Pastinya tidak. Keberpihakannya tergantung kepada siapa yang memiliki atau mendanai mass media tersebut. Jadi kalau begitu perlukah kita berdemokrasi? Wallahu ‘alam. [syahid/voa-islam.com]


Wajib Baca..!

27.10.15

Kaum Liberal Hilangkan Jenggot Foto KH Hasyim Asy’ari di Perayaan Hari Santri Nasional


Eramuslim.com – Sejumlah perayaan Hari Santri Nasional (HSN) diadakan serentak di sejumlah tempat, Kamis (22/10). Perayaan di Tugu Proklamasi menjadi unik lantaran foto pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang terpajang tampak mulus tidak berjenggot. Foto KH Hasyim Asy’ari yang berukuran cukup besar jelas terlihat tidak berjenggot seperti foto-foto yang selama ini ada. Foto itu sendiri menjadi latar belakang panggung utama HSN.

Foto itu pun menuai komentar dari peserta acara dan tamu undangan yang datang. Mereka umumnya terbiasa melihat foto pendiri NU itu khas dengan jenggot putihnya. Foto itu juga menuai komentar dari sejumlah tokoh di media sosial. Salah satunya dari Ipang Wahid, keponakan Presiden Republik Indonesia keempat, KH Abdurrahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur.

Akun Facebook bernama Ipang Wahid yang merupakan akun resmi dari Ipang, memposting dua buah foto yang disandingkan menjadi satu. Foto sebelah kiri menunjukkan gambar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang sedang berpidato di HSN, dan terlihat foto KH Hasyim Asy’ari yang dipajang dan menjadi latar belakang panggung, tanpa jenggot putih yang menjadi ciri khasnya.

Masya Allah. Mbah buyutku jenggotnya kemana? Teganya,” kata Ipang yang menulis komentar di foto yang ia posting seperti dilansir Republika Online.

Ipang juga memposting komentar yang serupa di @ipangwahid, akun Twitter resmi miliknya.

Gawat! Jenggot hadratussyeikh hilang,” tulis Ipang di akun Twitter miliknya.

HSN diselenggarakan Kamis (22/10) dan dipusatkan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Selain Penglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, acara itu juga dihadiri Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar dan banyak tokoh nasional serta tokoh Islam nasional lain.

Beberapa waktu lalu, Said Aqil Siraj mengatakan jika orang yang memelihara jenggot itu bodoh. Makin panjang jenggotnya maka makin bodohlah dia. Said Aqil yang dikenal sebagai salah seorang lokomotif garis liberal di dalam tubuh NU, bisa jadi berada di belakang penghilangan jenggot di foto tokoh pendiri NU tersebut. Seharusnya NU mengecam keras dan memproses tindakan kaum liberal di dalam tubuhnya yang telah melecehkan pendeirinya tersebut. (ts)


KH Hasyim Asy'ari tentang "Nasionalisme"


6.10.15

(Benerrr!) Media Jepang: Soal Kereta Cepat, Jokowi Lebih Pilih Uang Ketimbang Teknologi

Eramuslim.com – Polemik dan kemarahan Jepang terhadap rezim Jokowi soal dipilihnya Cina sebagai pihak yang akhirnya memenangkan tender proyek kereta api cepat Indonesia diulas harian terkemuka Jepang, Harian Yomiuri, (3/10). Headline yg diangkat adalah ‘Indonesia Lebih Memilih Uang daripada Teknologi’.

Berbicara tentang teknologi tentunya berbicara tentang masalah safety, keselamatan. Memang Cina menawarkan harga yang lebih murah, namun apakah sebanding dengan teknologi dan faktor keselamatan penumpangnya? Ini yang jadi pertanyaan Jepang.

Dengan logika sederhana, saat ini mobil dan sepeda motor Jepang yang dianggap sudah “usang” produksi tahun 1970-an masih banyak kita jumpai lalu-lalang di kota-kota besar dan kecil di seluruh Indonesia. Lantas, coba bandingkan dengan sepeda motor Cina (Mocin) yang pada tahun 1990-an membanjiri Indonesia dan sekarang nyaris semuanya tinggal hanya menjadi besi bekas? Atau bandingkan dengan teknologi bus misalnya, bus buatan Jepang tahun 1990-an sampai sekarang masih bisa beroperasi dengan baik. Tapi bagaimana dengan bus TransJakarta buatan Cina yang masuk di tahun 2009? Terbakar lagi dan terbakar lagi.

Tender proyek ini yang dilakukan Menteri Rini memang sangat berbau kolusi. Walau mengaku tidak memberatkan anggaran negara (APBN) namun proyek ini pastinya menguntungkan kelompok-kelompok tertentu yang berkuasa di negeri ini, dari para cukong sampai para mafia. (ts)


(Juga!) YLKI: Jokowi Jangan Tertipu, Banyak Gardu Bikinan Cina Kualitasnya KW-2

Eramuslim.com – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengingatkan, pemerintah agar tidak membeli mesin (gardu) listrik dari RRC, jika kebijakan untuk menambah pasokan listrik sebesar 35 ribu mega watt direalisasikan. Pasalnya, gardu produksi negeri tirai bambu tersebut, banyak KW2 (imitasi).

Saya ingatkan pemerintah untuk tidak membeli mesin (gardu) dari Cina, karena banyak yang KW2,” kata Tulus dikantornya, Senin (5/10). Menurutnya, selain abal-abal, mesin asal Cina itu juga mudah rusak serta boros energi sehingga tidak tepat digunakan sebagai solusi.

Namanya juga barang KW2,” ucap Tulus.

Selain itu dia juga menghimbau pemerintah agar membangun pembangkit listrik yang ramah lingkungan dan tidak tergantung pada energi fosil.

Kalau bisa yang ramah lingkungan dan tidak tergantung energi fosil,” jawabnya singkat. Belum ada tanggapan dari Kabinet Jokowi yang juga dikenal dengan kualitas KW-3. (ts)

13.9.15

(Duh) Indonesia-Mesir Jalin Kerjasama Perangi Terorisme?

Hidayatullah.com — Pemerintah Indonesia dan Mesir sepakat untuk menjalin kerja sama antar kedua negara untuk memerangi terorisme, termasuk terorisme melalui jaringan internet.

“Kami juga berdiskusi membicarakan kemajuan demokrasi dan Islam rahmatan lil alamin. Juga (dibicarakan-red) tentang radikalisme dan terorisme,” kata Presiden Joko Widodo dalam keterangan pers setelah bertemu Presiden Mesir Abdul Fattah Al-Sisi di Istana Merdeka Jakarta, belum lama ini dikutip Antara.

Jokowi mengatakan kerja sama kedua negara akan terus ditingkatkan dalam berbagai bidang.

Sementara itu, Presiden Abdul Fattah Al-Sisi mengatakan tantangan radikalisme dan terorisme akan bersama-sama dihadapi oleh kedua negara melalui kerja sama.

Keduanya sepakat bahwa terorisme merupakan musuh bersama dari kemanusiaan dan diperlukan kerja sama keamanan untuk menghadapi ancaman tersebut.

Kedua negara sepakat untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi aksi terorisme, termasuk terorisme dalam skala internasional dan juga terorisme yang menggunakan media internet sebagai basis gerakannya.

Presiden Joko Widodo saat menerima Presiden Mesir didampingi oleh Menlu Retno P Marsudi, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, dan Mensesneg Pratikno.*

17.8.15

Kesaksian Mujahid Chechnya Meninggalkan ISIS: Kami Hanya Dijadikan Umpan Meriam

(Arrahmah.com) – Seorang Mujahid Chechnya yang berhasil lolos dari “Daulah Islamiyah”, atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, menyampaikan kesaksian mengenai alasan ia meninggalkan ISIS.

Dalam pernyataan yang telah beredar di media sosial pro-Imarah Kaukasus ini, ia menyampaikan kesaksian yang sama dengan sejumlah kesaksian lainnya yang sebelumnya pernah ditulis oleh Mujahidin Kaukasia Utara di Suriah yang juga bertaubat dan berhasil meloloskan diri dari ISIS.

Kesaksian ini menarik karena menimbulkan sejumlah isu spesifik bagi pejuang ISIS yang berbahasa Rusia serta sejumlah keluhan lainnya yang umum terdengar tentang kehidupan di wilayah yang diduduki ISIS.

Muqawamah Media pada Selasa (24/11/2015) menerjemahkan beberapa kutipan dari pernyataan yang bersumber dari akun Facebook Osman Hanov. Kesaksian ini telah di-share di berbagai media sosial dan telah menjadi subjek diskusi di kalangan Mujahidin Imarah Kaukasus dan pendukungnya.

Pertama, kesaksian ini diawali dengan pernyataan seorang Mujahid Dagestan, yang tak ingin namanya dipublikasikan, tentang beberapa kebohongan ISIS:

Setelah Anda masuk ke dalam (wilayah Daulah), kecil kemungkinan Anda bisa keluar. Mereka akan segera menyita paspor Anda, dan tidak memberikannya kembali. Dalam perjalanan antara kota (wilayah kekuasaan) Daulah, Anda hanya bepergian menggunakan dokumen. Dan tanpa surat izin keluar, Anda tidak akan bisa pergi dari Raqqah ke Mosul, apalagi jika ingin meninggalkan (wilayah) Daulah. Pernah ketika aku masih di Dagestan, aku mendengar mereka berkata: “Ayo, jika tidak suka, kau bisa kembali,” tapi itu bohong, kau tidak bisa.

Mujahid Dagestan itu juga memberikan kesaksian, yang juga telah disampaikan sebelumnya oleh sejumlah Mujahidin Kaukasus Utara lainnya tentang ISIS. Ia mengungkapkan bahwa ISIS hanya menggunakan prajuritnya sebagai umpan meriam. Menariknya, keluhan tersebut berhubungan erat dengan komandan Daulah, Umar Shishani, yang merupakan salah satu alasan mengapa para pejuang berbahasa Rusia yang telah keluar dari Daulah bingung.

Bukan hanya bingung, para pejuang non-ISIS bahkan terkadang marah pada laporan media Barat yang menyebut Umar sebagai seorang yang jenius dalam militer. Apakah berpengaruh jika media Barat memiliki pemikiran yang salah tentang Umar? Mungkin tidak dari perspektif militer dan intel. Tapi berbicara kepada kebutuhan untuk penelitian yang benar-benar membutuhkan penggalian info yang lebih mendalam dan melihat apa yang benar-benar dikatakan oleh saksi tersebut, itu bukanlah propaganda atau tipuan, tapi benar-benar fakta lapangan.

Kedua, dan silakan lihat apa yang dikatakan oleh Mujahid mantan anggota ISIS ini selanjutnya:

Mereka memperlakukan Anda sebagai umpan meriam. Amir dapat dengan mudah mengirim batalion ke tempat tertentu dan, yang paling penting, banyaknya kematian yang sia-sia. Kemudian Amir mengirim pasukan lainnya dan dengan hasil yang sama, dan lagi, dan lagi. Saya sendiri adalah saksi ini, dan banyak mereka yang berada di sana menegaskan hal itu.

Ingatlah di Kobane. Ketika situasinya menjadi jelas bahwa mereka tidak akan dapat menahan kota, komandan malah mengirim banyak Ikhwah di sana untuk waktu yang lama dan berakhir dengan kematian sia-sia demi pencitraan media, untuk menutupi kekalahannya.

Ketiga, dia kemudian melanjutkan dengan mengatakan bahwa pernyataan ISIS menyerukan para spesialis untuk datang ke Suriah/Irak adalah kebohongan:

Mereka hanya ingin pejuang untuk menjadi umpan meriam, ada ikhwah yang datang dari berbagai profesi dan tidak ada yang dapat digunakan kecuali dokter.

Dan ini adalah kesaksiannya mengenai pelatihan militer ISIS. Kesaksian ini juga sudah sering keluar dari mulut pejuang ISIS yang membelot. Dan juga sesuai dengan laporan, yang telah dibahas sebelumnya, pejuang muda dan tidak berpengalaman Daulah telah dikirim ke kematian mereka di Kobane (Ayn Al-Arab) dan Baiji.

Pelatihan militer tidak dilakukan dengan benar, memang banyak muaskar (kamp pelatihan) yang dijalankan di sana. Namun apa yang bisa diharapkan dari pelatihan hanya dalam tiga bulan? Akibatnya, sejumlah besar orang meninggal dalam pertempuran pertama mereka.

Keempat, kemudian beliau mengatakan tentang bagaimana Daulah memperlakukan keluarga mereka yang telah tewas dalam pertempuran:

Mereka akan memaksa istri Anda dan memintanya untuk menikah dengan pria lain, dan jika dia tidak melakukannya – maka dia akan dipindahkan ke semacam hanggar, di mana wanita seperti dia tinggal bersama anak-anak mereka, berjumlah sekitar 15-20 orang, tanpa perlindungan dan dalam kondisi yang sangat sulit dalam kedinginan dan dengan makanan yang minim. Namun jika dia ingin pergi meninggalkan (Daulah), mereka tidak akan mengizinkannya.

Kelima, dan ia berbicara mengenai pejuang asing di Daulah:

Saudara-saudara di sini. Mereka sangat bervariasi. Ada beberapa yang sangat menarik, dari negara-negara yang menakjubkan seperti Maladewa, Sri Lanka dan Australia, dari seluruh dunia.

Tapi di antara pejuang berbahasa Rusia ada banyak fitnah, banyak kebodohan. Kalian bisa pergi ke pengadilan Syariah dan memfitnah saudara demi ambisi pribadi. Para hakim sudah lelah dengan perkelahian kami.

...

Sebenarnya kesaksian Mujahid ini masih panjang, namun karena keterbatasan bahasa, Muqawamah Media hanya mengambil beberapa poin yang penting.

Pada poin kesembilan, Mujahid ini mengemukakan pertanyaan; Mengapa intelijen dari berbagai negara termasuk Rusia tidak menghentikan orang-orang yang pergi bergabung ISIS? Bagaimana Nadir Abu Khalid bisa sampai ke ISIS?

Kenapa para ikhwah Muhajir yang berada di Istanbul diketahui oleh Unit Special Force Turki, namun mereka tidak ditangkap kecuali dalam kasus-kasus khusus seperti dalam kasus peledakan?

Apakah kalian tahu, Amir Al-Baghdadi pernah menjadi tahanan di penjara Amerika lalu tiba-tiba secara rahasia menjadi Amir?

Lihatlah Dagestan. Sebelum masjid kami penuh dengan orang dan pelajaran agama yang dilakukan oleh orang-orang seperti Nadir, Medinsky, Abu Umar, Abu Kamil Sultan dan saudara-saudara lainnya. Orang berbondong-bondong masuk ke Islam, terus belajar agama sehingga orang-orang kafir panik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dan sekarang apa? Semuanya pergi, tidak ada pelajaran agama, hampir tidak ada dakwah, di mimbar-mimbar hanya ada tipe ulama seperti Abdullah Abu Amir dan mereka ditempatkan di bawah tekanan, orang tua bersedia memborgol anak-anak mereka agar menghalangi mereka untuk pergi ke masjid Salafi karena mereka tahu bahwa mereka akhirnya akan bepergian ke wilayah ISIS dan mati. Siapa yang menuai manfaat dari semua ini? Orang-orang kafir Rusia. Mereka menyombongkan kesuksesan rencana mereka, jika kalian tidak percaya bacalah media mereka.

Di akhir kesaksian, Mujahid ini mengatakan, lihatlah mereka yang mewakili Daulah dalam pesan dan seruan mereka kepada kaum Muslimin yang berada di negara-negara Kuffar, mereka menyerukan agar meledakkan dan membunuh dan menyembelih orang-orang kafir di sana dengan cara apapun dan tanpa membedakan mereka.

Lalu apa efeknya? Umat Islam di seluruh dunia semakin ditekan dan hak-hak mereka dibatasi, dan ini akan didukung oleh penduduk setempat pasca serangan serampangan seperti itu. Siapa yang mendapat keuntungan dari itu? Kuffar.

Aku bersyukur kepada Allah karena telah mendapat luka, sehingga bisa meninggalkan wilayah ISIS, dan kalian tahu berapa banyak saudara di sini yang ingin meninggalkan ISIS namun tidak bisa? Dan mereka mematuhi perintah mati karena sudah tidak punya pilihan. Oleh karena itu, tugasku untuk memperingatkan karena aku tahu bahwa banyak yang terpesona dengan fitnah ISIS, oleh karena aku berharap (dengan kesaksian ini) mungkin mereka yang berpikir untuk bergabung dengan ISIS akan berhenti dari mengulangi kesalahan orang lain.

Wassalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh
(aliakram/arrahmah.com)

23.6.15

TERORISME adalah

Sebuah Niat, sebuah Makar, sebuah AWAL...

Sesuatu "harus dibuat dan harus dilakukan" untuk lebih "mempertegas" sehingga "keputusan" bisa dibuat...
Sebuah Fitnah Akbar(?) yang melibatkan hampir seluruh manusia di atas muka bumi ini...

Sebuah "konspirasi", siapa yang "nyerang" dan siapa yang "diserang"...
Perkataan George W. Bush pasca (Fitnah Akbar) serangan WTC 911:
"...Menjauh dari semua kesalahan, semua bangsa dan semua wilayah, kini ada keputusan untuk dibuat, kalian bersama KAMI atau kalian bersama TERORIS?"
WTC 911 Part #1


WTC 911 Part #2


Dari tayangan video di atas, jelas sudah siapa yang dimaksud KAMI dan siapa yang diposisikan sebagai TERORIS "musuh bersama" oleh George W. Bush...


Follower...
"We get big bucks!"



Sebuah Ilustrasi..?
Kafirun yang telah tertipu, "tahu percis dan memperolok!"
Munafikun: "Wah... kesempatan nih!"  
Fasiqun: tidak (mau) tahu dan turut tertipu...


Cara Densus88 dalam menjalankan "proyek" GWOT:
  • "Pemerintah" mempunyai INTEL di akun-akun jejaring sosial, kerjanya untuk mencari dan memantau akun (account) yang berjiwa mujahid/mempunyai cita-cita mati syahid atau yang sering memposting berita berita jihad.
  • Setelah target ditemukan maka akun intel DENSUS88 yang menyamar sebagai mujahid akan mengirimkan pertemanan dan setelah di konfirmasi, maka mereka akan memulai bertanya-tanya berada dimana alamat rumahnya sambil diiringi perbincangan tentang penegakan syariat di indonesia kalau semua lancar maka mereka akan melakukan pertemuan rahasia.
  • Bagi yang akunnya sudah terpampang alamat yang jelas dan ada foto profil aslinya, si intel akan langsung menjadikan dia target dengan mengutus orang yang mengaku sebagai "perindu syahid".
  • Setelah melakukan pertemuan dan terjadi kecocokan pemikiran, maka sang calon korban DENSUS88 ini akan langsung diberi latihan militer, atau langsung dipersenjatai.
  • Setelah itu calon korban ini di carikan tempat atau rumah kontrakan yang tentunya strategis bagi DENSUS88 untuk menyerbu (kita tahu, rata-rata semua penyergapan TERORIS adalah rumah kontrakan)
  • Setelah para calon korban ini sampai di kontrakan, bahan-bahan peledak yang belum komplit mereka hantarkan ke kontrakan, biasanya intel-intel tersebut mengatakan bahwa itu akan di jadikan bom rakitan dan untuk mengajari calon korban ini merakit bom (namun bagi DENSUS88 itu hanyalah alat sebagai barang bukti nantinya).
  • Perlu diketahui bahwa para calon korban ini diberi senjata dengan peluru yang terbatas, agar saat mereka melakukan perlawanan tidak terlalu lama (agar kehabisan peluru) sehingga saat mereka kehabisan peluru DENSUS88 bisa langsung menembak mati korban dengan alasan melakukan perlawanan saat mau ditangkap.
  • Setelah semua siap maka akan terjadilah DRAMA penggerebekan TERORIS, dan akan di siarkan biasanya secara LIVE di tv nasional yang sudah diberi tahu sebelumnya.
  • Saat penggrebekan terjadi, biasanya akan terjadi kontak senjata, itu dikarenakan sang calon korban ini sudah didoktrin untuk membenci Pancasila dan seluruh aparat keamanan terutama DENSUS88 sehingga saat mereka tahu bahwa yang datang densus88 para korban ini sangat bersemangat, karena mereka fikir bahwa mati di tangan DENSUS88 adalah mati syahid.
  • Perlu diketahui bahwa yang direkrut para intel ini adalah anak-anak muda yang mempunyai jiwa perang dan mempunyai cita-cita mati syahid, namun tanpa sadar mereka telah dikelabui untuk menjadi "tumbal" DENSUS88 agar terus exist selain itu juga sebagai cara untuk meminimalisir para pejuang khilafah di indonesia.
  • Anggota/Regu DENSUS 88 yang bertugas menyergap memang tidak tahu menahu dengan "skenario" ini, untuk menjaga kerahasiaan operasi, mereka hanya tahu bahwa yang sedang mereka sergap adalah anggota teroris atau jaringan Al-Qaida.
  • Si korban akan langsung ditembak mati di tempat tanpa peradilan dan tanpa bukti bahwa telah melanggar hukum, agar dia tidak bisa menjelaskan kronologi perekrutannya. Adapun yang tertangkap masih hidup, mereka tidak akan mampu berkutik dan membela diri karena mereka tidak sadar kalau yang merekrut mereka ini adalah intel DENSUS88 dan mereka pun akan mengakui bahwa mereka adalah mujahid (Red-mujahidin buatan densus).

Selain untuk memandulkan pergerakan para aktivis dakwah Islam dan jihad fi sabilillah, menurut Mbai, kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), penggerebekan "Operasi Tangkap Mati" teroris adalah berita seksi yang digunakan untuk mengalihkan isu yang sedang berkembang. Penggerebekan terduga teroris sudah di setup sejak lama (baca: dijebak, didanai, disulut semangatnya, dan diprovokasi untuk membuat makar, lalu akhirnya ditangkap) dan eksekusinya tinggal menunggu moment (baca: order) yang tepat.


Terkait...

The REAL TERRORISM?


WHAT'S WRONG WITH ISLAM? 
International...
[HATE!] ROHINGYA...
mirip BOSNIA, AMBON, POSO dan...

Di "MEDIA"? 
...tidak ada informasi kecuali "sebaliknya"!
it's not just oil...
National...
  • Penghapusan kalimat "kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" dalam rumusan Dasar Negara... Indonesia Sekuler
  • "Isu" DI TII
  • Upaya pendistorsian jejak-jejak sejarah perjuangan para pahalawan dan ulama Muslim dalam perjuangan melawan PENJAJAH dan pergerakan kemerdekaan Indonesia.
  • Nasib umat Islam di tangan Jendral-jendral "nasionalis" pada masa ORBA... Tragedi Cicendo Bandung, Tanjung Priuk...
  • "Kasus Jilbab" jadi masalah serius di tahun 80-an. Larangan pemakain jilbab bagi siswi-siswi di sekolah-sekolah negeri. 
  • Upaya pengkerdilan dan pengkotak-kotakan Al Islam sehingga i s l a m tidak sampai menjadi ISLAM di NKRI ini.
  • Interferensi partai penguasa pada masa ORBA terhadap Islam yang melahirkan "kotak" baru dalam Islam...
    Interferensi "Beringin Kuning"
  • Interferensi intelijen terhadap Islam yang menghasilkan lembaga pendidikan "Islam" (pesantren) versi mereka...
    Islam di mata mereka: "(tidak) Toleran dan (tidak) Damai"
  • Tragedi Ambon, Poso...
  • Pencitraan Islam di media-media nasional(is)...
  • ...


Ayeuna...
...tidaklah sama orang yang "buta"
dengan orang yang melihat!
  • BE SMART..! Jangan terpancing apalagi sampai turut tertipu!
  • "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu" (Q2.120)
  • "Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, pasti akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar" (Q8.73)
  • "Mereka membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya" (Q3.54)
  • "Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai"(Q9.32)
  • Shabar dan atau Syukur! ...Hanya ada 2 pilihan bagi kita yang dianggap "teroris".
  • Syurga ada harganya! ...“Neraka itu dihijab (dikelilingi) dengan syahwat, sedangkan Surga dikelilingi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan (dibenci)” (HR Bukhari) 
  • Bahagia tidak bisa diukur dengan materi...
  • ... 
  • KITA SEDANG MENEMPUH TAQDIR (NIAT) MASING-MASING YANG TELAH ALLAH AZZA WA JALLA -SANG PENCIPTA KEHIDUPAN TETAPKAN... Sang Pencipta Kehidupan: "...kehidupan dunia ini tiada lain hanyalah main-main dan senda gurau belaka!"

Wallahu 'alamu! 

SUMBER

22.6.15

RADIKALISME adalah

Sebuah Niat, sebuah Makar, sebuah AWAL...

Sesuatu "harus dibuat dan harus dilakukan" untuk lebih "mempertegas" sehingga "keputusan" bisa dibuat...
Sebuah Fitnah Akbar(?) yang melibatkan hampir seluruh manusia di atas muka bumi ini...

Sebuah "konspirasi", siapa yang "nyerang" dan siapa yang "diserang"...
Perkataan George W. Bush pasca (Fitnah Akbar) serangan WTC 911:
"...Menjauh dari semua kesalahan, semua bangsa dan semua wilayah, kini ada keputusan untuk dibuat, kalian bersama KAMI atau kalian bersama TERORIS?"
WTC 911 Part #1


WTC 911 Part #2


Dari tayangan video di atas, jelas sudah siapa yang dimaksud KAMI dan siapa yang diposisikan sebagai TERORIS "musuh bersama" oleh George W. Bush...


Follower...
"We get big bucks!"



Sebuah Ilustrasi..?
Kafirun yang telah tertipu, "tahu percis dan memperolok!"
Munafikun: "Wah... kesempatan nih!"  
Fasiqun: tidak (mau) tahu dan turut tertipu...


Cara Densus88 dalam menjalankan "proyek" GWOT:
  • "Pemerintah" mempunyai INTEL di akun-akun jejaring sosial, kerjanya untuk mencari dan memantau akun (account) yang berjiwa mujahid/mempunyai cita-cita mati syahid atau yang sering memposting berita berita jihad.
  • Setelah target ditemukan maka akun intel DENSUS88 yang menyamar sebagai mujahid akan mengirimkan pertemanan dan setelah di konfirmasi, maka mereka akan memulai bertanya-tanya berada dimana alamat rumahnya sambil diiringi perbincangan tentang penegakan syariat di indonesia kalau semua lancar maka mereka akan melakukan pertemuan rahasia.
  • Bagi yang akunnya sudah terpampang alamat yang jelas dan ada foto profil aslinya, si intel akan langsung menjadikan dia target dengan mengutus orang yang mengaku sebagai "perindu syahid".
  • Setelah melakukan pertemuan dan terjadi kecocokan pemikiran, maka sang calon korban DENSUS88 ini akan langsung diberi latihan militer, atau langsung dipersenjatai.
  • Setelah itu calon korban ini di carikan tempat atau rumah kontrakan yang tentunya strategis bagi DENSUS88 untuk menyerbu (kita tahu, rata-rata semua penyergapan TERORIS adalah rumah kontrakan)
  • Setelah para calon korban ini sampai di kontrakan, bahan-bahan peledak yang belum komplit mereka hantarkan ke kontrakan, biasanya intel-intel tersebut mengatakan bahwa itu akan di jadikan bom rakitan dan untuk mengajari calon korban ini merakit bom (namun bagi DENSUS88 itu hanyalah alat sebagai barang bukti nantinya).
  • Perlu diketahui bahwa para calon korban ini diberi senjata dengan peluru yang terbatas, agar saat mereka melakukan perlawanan tidak terlalu lama (agar kehabisan peluru) sehingga saat mereka kehabisan peluru DENSUS88 bisa langsung menembak mati korban dengan alasan melakukan perlawanan saat mau ditangkap.
  • Setelah semua siap maka akan terjadilah DRAMA penggerebekan TERORIS, dan akan di siarkan biasanya secara LIVE di tv nasional yang sudah diberi tahu sebelumnya.
  • Saat penggrebekan terjadi, biasanya akan terjadi kontak senjata, itu dikarenakan sang calon korban ini sudah didoktrin untuk membenci Pancasila dan seluruh aparat keamanan terutama DENSUS88 sehingga saat mereka tahu bahwa yang datang densus88 para korban ini sangat bersemangat, karena mereka fikir bahwa mati di tangan DENSUS88 adalah mati syahid.
  • Perlu diketahui bahwa yang direkrut para intel ini adalah anak-anak muda yang mempunyai jiwa perang dan mempunyai cita-cita mati syahid, namun tanpa sadar mereka telah dikelabui untuk menjadi "tumbal" DENSUS88 agar terus exist selain itu juga sebagai cara untuk meminimalisir para pejuang khilafah di indonesia.
  • Anggota/Regu DENSUS 88 yang bertugas menyergap memang tidak tahu menahu dengan "skenario" ini, untuk menjaga kerahasiaan operasi, mereka hanya tahu bahwa yang sedang mereka sergap adalah anggota teroris atau jaringan Al-Qaida.
  • Si korban akan langsung ditembak mati di tempat tanpa peradilan dan tanpa bukti bahwa telah melanggar hukum, agar dia tidak bisa menjelaskan kronologi perekrutannya. Adapun yang tertangkap masih hidup, mereka tidak akan mampu berkutik dan membela diri karena mereka tidak sadar kalau yang merekrut mereka ini adalah intel DENSUS88 dan mereka pun akan mengakui bahwa mereka adalah mujahid (Red-mujahidin buatan densus).

Selain untuk memandulkan pergerakan para aktivis dakwah Islam dan jihad fi sabilillah, menurut Mbai, kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), penggerebekan "Operasi Tangkap Mati" teroris adalah berita seksi yang digunakan untuk mengalihkan isu yang sedang berkembang. Penggerebekan terduga teroris sudah di setup sejak lama (baca: dijebak, didanai, disulut semangatnya, dan diprovokasi untuk membuat makar, lalu akhirnya ditangkap) dan eksekusinya tinggal menunggu moment (baca: order) yang tepat.


Terkait...

The REAL TERRORISM?


WHAT'S WRONG WITH ISLAM? 
International...
[HATE!] ROHINGYA...
mirip BOSNIA, AMBON, POSO dan...

Di "MEDIA"? 
...tidak ada informasi kecuali "sebaliknya"!
it's not just oil...
National...
  • Penghapusan kalimat "kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" dalam rumusan Dasar Negara... Indonesia Sekuler
  • "Isu" DI TII
  • Upaya pendistorsian jejak-jejak sejarah perjuangan para pahalawan dan ulama Muslim dalam perjuangan melawan PENJAJAH dan pergerakan kemerdekaan Indonesia.
  • Nasib umat Islam di tangan Jendral-jendral "nasionalis" pada masa ORBA... Tragedi Cicendo Bandung, Tanjung Priuk...
  • "Kasus Jilbab" jadi masalah serius di tahun 80-an. Larangan pemakain jilbab bagi siswi-siswi di sekolah-sekolah negeri. 
  • Upaya pengkerdilan dan pengkotak-kotakan Al Islam sehingga i s l a m tidak sampai menjadi ISLAM di NKRI ini.
  • Interferensi partai penguasa pada masa ORBA terhadap Islam yang melahirkan "kotak" baru dalam Islam...
    Interferensi "Beringin Kuning"
  • Interferensi intelijen terhadap Islam yang menghasilkan lembaga pendidikan "Islam" (pesantren) versi mereka...
    Islam di mata mereka: "(tidak) Toleran dan (tidak) Damai"
  • Tragedi Ambon, Poso...
  • Pencitraan Islam di media-media nasional(is)...
  • ...


Ayeuna...
...tidaklah sama orang yang "buta"
dengan orang yang melihat!
  • BE SMART..! Jangan terpancing apalagi sampai turut tertipu!
  • "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu" (Q2.120)
  • "Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, pasti akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar" (Q8.73)
  • "Mereka membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya" (Q3.54)
  • "Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai"(Q9.32)
  • Shabar dan atau Syukur! ...Hanya ada 2 pilihan bagi kita yang dianggap "teroris".
  • Syurga ada harganya! ...“Neraka itu dihijab (dikelilingi) dengan syahwat, sedangkan Surga dikelilingi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan (dibenci)” (HR Bukhari) 
  • Bahagia tidak bisa diukur dengan materi...
  • ... 
  • KITA SEDANG MENEMPUH TAQDIR (NIAT) MASING-MASING YANG TELAH ALLAH AZZA WA JALLA -SANG PENCIPTA KEHIDUPAN TETAPKAN... Sang Pencipta Kehidupan: "...kehidupan dunia ini tiada lain hanyalah main-main dan senda gurau belaka!"

Wallahu 'alamu! 

SUMBER