Showing posts with label Jejak Iblis?. Show all posts
Showing posts with label Jejak Iblis?. Show all posts

15.11.15

Riset Universitas Inggris: Orang Cina Lebih Gemar Berbohong

KW identik dengan tipu2, dusta, bohong... tergantung?
Eramuslim.com – Sebuah studi yang digelar oleh University of East Anglia, Inggris menemukan bahwa kejujuran orang berbeda di setiap negara. Mereka menemukan bahwa warga Inggris adalah yang paling jujur di dunia, sementara orang Cina adalah yang paling gemar berbohong.

Studi yang diuraikan dalam konferensi London Experimental Workshop di London, Inggris pada 16 November kemarin itu digelar dengan melibatkan 1.500 responden dari 15 negara, yang mewakili seluruh kawasan di dunia.

Negara-negara itu adalah Brasil, Cina, Yunani, Jepang, Rusia, Swiss, Turki, Amerika Serikat, Argentina, Denmark, Inggris, India, Portugal, Afrika Selatan, dan Korea Selatan.

Studi itu sendiri digelar dengan melakukan dua eksperimen online. Dalam eksperimen pertama, para peserta diminta untuk mengundi koin dan memberitahukan gambar kepala atau ekor yang muncul. Sebelumnya mereka telah diberitahu bahwa jika gambar kepala yang muncul, maka mereka akan mendapatkan imbalan sebesar 3 sampai 5 dolar AS.

Nah, jika di satu negara ada lebih dari 50 persen yang melaporkan bahwa koin yang diundi menunjukkan gambar kepala, maka itu adalah indikasi mereka berbohong.

Dalam eksperimen kedua, para responden diminta bermain kuis tentang musik. Jika benar mereka juga akan mendapat hadiah berupa uang, tetapi syaratnya mereka tak boleh mencari jawabannya di internet. Adapun pertanyaan yang diberikan sangat sukar, sehingga para responden akan cenderung menggunakan di internet untuk menemukan jawaban yang tepat.

Hasil dua eksperimen itu, kata peneliti David Hugh-Jones, menunjukkan bahwa di semua negara ada kecenderungan untuk berbohong, tetapi tingkatnya bervariasi. (ts/pm)

11.11.15

Negara-Negara Arab Sunni (Islam) Akan Dijajah Syi'ah IRAN?

JAKARTA (voa-islam.com) – Jika berpikir secara perlahan-lahan dengan lapang dada dan hati yang jernih, maka akan dapat disimpulkan, tentang masa depan negara-negara Arab Sunni? Barangkali ini kesimpulan yang sangat skeptis, yaitu negara-negara Arab Sunni akan dijajah oleh Syi'ah?

Ada beberapa patokan yang dapat menjadi dasar kesimpulan, bahwa negara-negara Arab Sunni, bakal dijajah oleh Syi'ah Iran. Mungkin prediksi ini berlebihan, dan bisa dinilai telalu skeptis dan pesimis melihat masa depan negara-negara Arab pasca “Arab Spring”.

Perubahan akibat "Arab Spring", menimbulkan "counter" terhadap sejumlah negara-negara Arab oleh kekuatan lama yang didukung Barat, dan kemudian merubah seluruh situasi dan keadaan di Timur Tengah dan Dunia Arab. Termasuk di Suriah. Kegagalan negara-negara Arab Sunni menghadapi Syi'ah Iran, disebabkan faktor-faktor:

Pertama, negara-negara Arab Sunni tidak dapat bersatu dalam semua masalah, dan terus memiliki perbedaan yang dalam, dan bahkan menjurus konflik yang terbuka, yang sifatnya antar negara. Sebagai contoh, antara Mesir dengan Arab Saudi, dan sejumlah negara Teluk. Betapa sekarang media-media Mesir, tanpa henti mengolok-olok Arab Saudi, dan Raja Salman. Bandingkan dengan Syi'ah? Mereka bersatu dibawah arahan Ayatullah Ali Khamenei, sebagai pemimpin dan panutan golongan Syiah. Tidak ada konflik terbuka diantara negeri-negeri Syiah, dan kelompok-kelompok Syiah di berbagai negara.

Kedua, negara-negara Arab di tinggalkan oleh Amerika Serikat, Eropa, dan Rusia, dan tidak tidak lagi dipandang sebagai sekutu yang strategis. Sekarang membangun hubungan baru dengan Iran, sebagai sekutu strategis yang menggantikan negara-negara Arab. Terjadinya pergeseran aliansi ini, bisa berdampak negatif, tapi juga bisa berdampak positif bagi negara-negara Arab Sunni, bila meninggalkan ketergantungan kepada Barat.

Ketiga, perubahan 'geostrategis' dan 'geopolitik' ini, ditandai dengan dukungan enam negara utama, yaitu Amerika, Rusia, Cina, Inggris, Perancis, dan Jerman, yang mendukung program nuklir Iran. Ini mempunyai dampak keamanan dikawasan Timur Tengah, sangat berbahaya bagi keamanan masa depan negara-negara Arab.

Keempat, Iran bukan hanya mendapatkan dukungan dari enam negara utama dalam membangun fasilitas nuklirnya, tapi Iran juga mendapatkan senjata pamungkas, yaitu rudal S-300, dari darat ke udara. Ini tidak dimiliki negara-negara Arab. Dengan demikian, Iran memiliki arsenal persenjataan baru, dan berpotensi menjadi ancaman bagi negara-negara Arab.

Kelima, negara-negara Barat, khususnya Amerika dan Uni Eropa, telah mencairkan semua asset Iran yang dibekukan selama terjadinya konflik, dan sekarang mendapatkan dana mereka kembali yang nilai ratusan triliun dolar. Ini dapat digunakan membiayi ekonomi dan militer Iran. Iran akan mampu bertindak apa saja. Uni Eropa pun sekarang memulihkan kerjasama dengan Iran, bersamaan dengan kunjungan Kepala Kebijakan Uni Eropa, Ferderica Mogherini ke Teheran.

Kelima, Iran semakin kokoh “hegemoninya” di kawasan Timur Tengah, bersamaan dengan dukungan Amerika, Eropa, dan Rusia. Dengan isu “terorisme” yang terus didorong oleh Iran, dan kecemasan Amerika, Eropa, Rusia, dan sejatinya dibelakang isu ini kepentingan Zionis, Nampaknya Iran menjadi sekutu yang dipercaya. Sebutan “evil” (iblis) oleh Amerika terhadap Iran, telah dihapus, dan sebagai gantinya sekarang ini, Iran menjadi sekutu strategis Barat, Eropa, dan Rusia menghadapi ancaman yang lebih potensial, yaitu “ISIS”, yang dianggap sebagai ancaman bagi Barat. ISIS dianggap mewakili kelompok Sunni, dan lebih berbahaya dibanding dengan Syi'ah.

Keenam, negara-negara Arab “petro dollar”, diprediksi akan bangkrut, bersamaan dengan turunnya harga minyak dan habisnya cadangan minyak mereka. Negara-negara Arab tidak lagi bisa eksis di masa depan, karena minyaknya bukan hanya habis, tapi harganya sudah tidak dapat lagi menopang APBN mereka. Inilah yang lebih suram. Apalagi, gaya hidup para pangeran Arab. Sebagai gambaran Arab Saudi pun, sekarang sudah mengalami defisit APBN.

Ketujuh, sampai sekarang negara-negara Arab, mereka tidak jelas sikapnya terhadap kelompok-kelompok pejuang oposisi di Suriah. Sikapnya masih sangat ditentukan oleh Amerika, Eropa dan Rusia. Sikapnya yang tidak total mendukung para pejuang oposisi, membuat Bashar Al-Assad semakin berkepanjangan. Seharusnya Arab Saudi, sebagai negara utama, bisa melakukan “deal” politik dengan kekuatan oposisi, mengakhiri rezim Bashar. Bahkan, negara-negara Arab ikut memerangi kelompok Mujahidin, bersama-sama dengan Amerika, Rusia, dan Eropa.

Kedelapan, yang lebih penting, banyaknya perbedaan diantara "harakah" (gerakan), dan perbedaan itu, sampai pada tingkat yang sangat berlebihan, saling mengkafirkan, menuduh kafir, murtad, dan bahkan di medan jihad pun saling berperang. Inilah persoalan yang paling menghancurkan. Soal-soal ijtihadi, kemudian dijadikan dasar saling mengkafirkan, dan bermusuhan. Semua itu, semakin melemahkan perjuangan, khususnya bagi kekuatan golongan Sunni.

Inilah beberapa kondisi dan perubahan politik di Timur Tengah, yang membuat semakin melemahnya, kekuatan negara-negara Arab Sunni, menghadapi Syiah Iran, dan kemungkinan peluangnya di masa depan, Timur Tengah, bisa jatuh ke tangan Syiah. Ini harus mendapatkan perhatian di Indonesia. Tidak cukup menghadapi Syi'ah Iran dengan pidato dan retorika.

Satu-satunya peluang, bila Raja Salman bin Abdul Aziz dengan kharismanya bisa menyatukan seluruh kekuatan negara-negara Arab Sunni dan membangun dialog dengan Gerakan Islam, dan secara tegas melepaskan diri dari ketergantungan kepada Amerika, Eropa, dan Rusia, serta bersikap mandiri, termasuk tidak terbawa oleh permainan mereka.

Arab Saudi dan negara-negara Arab Sunni harus tegas mendukung semua perjuangan kelompok Sunni, seperti di Suriah, Irak,Yaman, dan tempat lainnya. Ini kemungkinan yang dapat memenangkannya menghadapi Syi'ah Iran. (mashadi/voa-islam.com)


5.000 Mata-Mata Syiah Iran Siap Kacaukan Stabilitas Dunia Arab

Eramuslim – Direktur Eksekutif Pengawas Teluk, Zafer Al Ajmi, memperingatkan kehadiran 5.000 mata-mata pemerintah Syiah Iran di seluruh negara-negara Teluk, yang dipersiapkan untuk membuat kekacaun di kawasan Sunni.

Informasi ini disampaikan Zafer dalam Konferensi ke empat Perencanaan Keamanan Strategis Teluk yang diselenggarakan di ibukota Bahrain beberapa hari yang lalu.

Teheran bergantung pada milisi dan mata-matanya di luar negeri untuk memaksakan agenda mereka di wilayah yang tidak meninggalkan ruang komunikasi antara Syiah dengan Islam Sunni untuk membangun hubungan yang normal,” ujar Zafer Al Ajmi.

Zafer Al Ajmi melanjutkan, “Untuk melancarkan agenda tersebut, Syiah Iran gunakan Irak sebagai tempat singgah untuk lewatnya senjata dan bahan peledak ke Teluk, guna mengacaukan stabilitas keamanan di negara-negara tersebut.”

Perlu diketahui bahwa pada awal bulan Oktober kemarin pemerintah Bahrain baru saja mengusir Dubes Iran karena dianggap mencampuri urusan dalam negeri Bahrain, setelah ditemukannya senjata api, granat, dan 1,5 ton bahan peledak C4 di bawah tanah sebuah rumah milik milisi Syiah Iran di daerah Nuwaidrat. (Dostor/Ram)


Mengapa Orang Afghanistan Mau Mati untuk Iran di Suriah?

Jika Iran kalah di Suriah, maka negara Syiah itu tidak lagi ditakuti oleh kerajaan-kerajaan Arab kaya minyak.

Poster pemimpin Syiah Iran Ayatullah Khamenei, Bashar Al-Assad,
pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah
Poster pemimpin Syiah Iran Ayatullah Khamenei, Bashar Al-Assad,
pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah
Hidayatullah.com—Sejak Rusia ikut ambil bagian dalam serangan udara di Suriah, jumlah orang Iran yang menjadi korban ikut bertambah.

Media-media Iran menggunakan istilah tidak resmi “Para pembela makam suci” untuk menyebut orang-orang Iran dan Afghanistan, yang diterjunkan sebagai pasukan paramiliter membantu pasukan rezim Suriah dan syiah Hizbullah dalam menghadapi oposisi dan ISIS. Mereka mengunakan dalih ada ancaman-ancaman atas tempat-tempat suci Syiah di Suriah, terutama sekitar Damaskus, sebagai alasan kehadirannya di Suriah.

Pekan lalu, jurubicara Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa Abdullah Bagheri, seorang mantan pengawal presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, telah terbunuh di Aleppo, bagian utara Suriah.

Dua pekan silam, Jenderal Hussein Hammedani, salah satu komandan tertinggi Korps Pengawal Revolusi, sebuah pasukan elit Iran, tewas di Aleppo. Dia merupakan komandan Iran paling senior yang terbunuh dalam operasi militer di luar negeri.

Seorang pejabat Amerika pekan lalu mengatakan bahwa tidak kurang dari 2.000 orang Iran, atau serdadu dukungan Iran, ambil bagian dalam serangan terhadap pasukan oposisi Suriah. Mereka berkoordinasi dengan pasukan Rusia dan tentara pendukung rezim Bashar Al-Assad.

Sejak tahun kedua perang sipil di Suriah, Iran terus meningkatkan kehadiran militernya di negara itu.

Oleh karena mendapatkan kecaman dari dalam negeri dan dunia internasional atas keterlibatannya dalam konflik Suriah, Teheran lebih memilih untuk mengerahkan orang-orang asal Afghanistan yang tinggal di Iran.

Dilansir Euronews (27/10/2015) Brigade Fatemiun –yang diambil dari nama putri Nabi Muhammad, Fatimah– merekrut ratusan migran asal Afghanistan yang berada di Iran. Orang-orang Afghanistan itu dilatih dan dikerahkan oleh pemerintah Syiah Teheran untuk bertempur di Suriah. Iran menjanjikan orang-orang itu bayaran $500 setiap bulan, dan ditambah dengan status penduduk permanen di Iran.

Pemerintah Syiah Iran merupakan pendukung setia rezim Syiah Alawi pimpinan Bashar Al-Assad di Suriah. Bertentangan dengan retorika yang selama ini dikemukakan, motivasi Iran di Suriah jauh melebihi sekedar masalah keagamaan (Syiah versus Muslim Sunni). Faktor geopolitik kawasan ikut bermain di sana. Selama delapan tahun perang antara Iran dengan Iraq, pemimpin Suriah ketika itu Hafidz Al-Assad (ayah dari Bashar Al-Assad), merupakan satu-satunya sekutu Iran di Arab.

Selain itu, Suriah tidak pernah menuntaskan perjanjian perdamaiannya dengan Israel, berbeda dengan Mesir dan Yordania. Konsekuensinya, negara Suriah, bersama dengan kelompok bersenjata Syiah asal Libanon Hizbullah, dan Iraq yang sekarang pemerintahannya dikuasai politisi-politisi Syiah, dianggap sebagai komponen dari apa yang disebut Iran dengan Axis of Resistance ‘poros perlawanan’ terhadap Israel.

Para pemimpin Iran mengetahui, jika mereka kalah di Suriah, maka hal itu akan menjadi hantaman besar bagi pamor dan pengaruh negeri Syiah itu di mata kerajaan-kerajaan Arab kaya minyak serta Israel. Negara Syiah Iran, jika kalah di Suriah, tidak akan lagi ditakuti oleh negeri-negeri Muslim Sunni.*


Syiah di Indonesia Kedepankan Strategi Taqrib, Waspadalah!

Eramuslim.com – Kalangan Syiah di Indonesia seringkali menggaungkan agenda taqrib, penyatuan antara Sunni dan Syiah sebagai modusnya. Sebuah gagasan usang yang terus diulang-ulang.

Ketua Dewan Syuro Annas Habib Zein al-Kaff juga menegaskan, ajaran Syiah tidak dapat disatukan, apalagi disamakan dengan Islam. Rukun Islam dan rukun iman yang merupakan dasar dari Islam sangat berbeda dengan apa yang diyakini sebagai rukun oleh Syiah.

Menanggapi taqrib yang banyak didengungkan untuk menyatukan ajaran Sunni dan Syiah, Habib Zein menyatakan, hal itu merupakan proyek yang dicanangkan oleh para pemuka Syiah, termasuk di Indonesia. Menurutnya, langkah itu dilakukan lantaran para pemuka Syiah menyadari posisi mereka sebagai minoritas.

Taqrib mereka gunakan untuk mematahkan fakta minoritas tersebut,” ujar Habib Zein, lansir Republika, Selasa (10/11/2015).

Taqrib juga diyakini sebagai bagian dari upaya pemuka-pemuka Syiah di Iran yang merasa gagal menyebarkan alirannya di Indonesia. ”Akhirnya, mereka berusaha masuk melalui taqrib.”

Ketua Aliansi Nasional Anti-Syiah DKI Jakarta Buya Abu Bakar al-Habsyi menambahkan, masyarakat Indonesia harus memahami bahwa akidah-akidah Syiah saat ini tidak pernah ada dalam Syiah yang sejak dulu ada di Indonesia. Akidah-akidah itu, menurutnya, baru hadir beberapa tahun belakangan ini. ”Itu dimaksudkan agar masyarakat melihatnya sebagai aliran yang serupa dengan Islam.”

Masyarakat, lanjut dia, sangat penting untuk memahami hal tersebut sehingga tidak terjebak dalam taqiyah atau kamuflase yang dimunculkan Syiah selama ini. Melalui pemahaman itu, tujuan kelompok Syiah untuk memecah belah umat Islam dan menghancurkan persatuan dan kesatuan NKRI tidak terwujud.

Sementara itu, Ketua Aliansi Nasional Anti-Syiah (ANNAS) KH Athian Ali mengatakan, peredaran ajaran dari kelompok Syiah semakin mengkhawatirkan. Ia pun berharap, masyarakat jangan sampai teperdaya oleh ajaran tersebut.

Selama ini, menurut Kiai Athian, tak sedikit umat Islam di Indonesia yang teperdaya oleh ajaran dan tokoh-tokoh Syiah. Akibatnya, mereka membenarkan bahkan meyakini bahwa perbedaan yang ada dalam ajaran Syiah hanyalah sekadar perbedaan mazhab. Hal itu, kata dia, tampak jelas dari pernyataan yang pernah disampaikan Tajul Muluk, salah satu pemuka Syiah di Indonesia. Tajul menegaskan, Alquran bukanlah kitab suci agama Islam.

Selain itu, lanjut Kiai Athian, masih banyak lagi ajaran Syiah yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti perbedaan syahadat, perbedaan shalat ,dan hal-hal kecil lain, seperti perbedaan wudhu.

Jadi, bukan sekadar perbedaan mazhab,” ujar Kiai Athian saat bersilaturahim ke kantor harian Republika di Jakarta, Senin (9/11).

Ajaran Syiah yang melaknat para sahabat Nabi Muhammad SAW, menurut dia, juga semakin menunjukkan bahwa Syiah bukanlah Islam. Karena itu, Kiai Athian yang juga merupakan pimpinan Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) menegaskan, Syiah tidak dapat disamakan dengan Islam dan tidak dapat dibiarkan menyebarkan ajarannya di Indonesia.

Meski demikian, kata Kiai Athian, selama lima tahun terakhir, gerakan-gerakan Syiah justru semakin berani menampilkan diri di muka publik. Hal ini karena mereka merasa sudah memiliki kekuatan yang cukup besar di Indonesia.

Terkait ancaman Syiah, ANNAS sudah menjalin koordinasi dengan banyak pihak, di antaranya, DPR, Polri, dan Kemenko Polhukam.(ts/arrahmah)


►►►More... (MUST READ MUST KNOW!)


Syiah Bukan Islam!

7.11.15

DEMOKRASI Kebodohan yang Membodohi, Kesesatan yang Menyesatkan

Oleh: Abu Hamzah Ar-Rizal

Sahabat VOA-Islam...

Tak ada satupun negara di dunia yang mau disebut bukan negara demokrasi. Bahkan negara-negara komunispun menyebut dirinya sebagai negara demokrasi. Secara epistomologis demokrasi dimaknai bahwa kekuasaan dipegang oleh rakyat. “Rakyat” menjadi jargon suci. Semua pemerintahan selalu mengatas namakan rakyat, walaupun pada kenyataannya tidak ada satupun pemerintahan di dunia ini yang mengutamakan rakyatnya.

Lihat saja Amerika Serikat. Mereka mengaku dirinya sebagai kampiun demokrasi, tapi mereka tidak peduli dengan jutaan rakyatnya yang kehilangan rumah akibat tragedi krisis subprime mortgage. Ketimbang mengeluarkan uang untuk menolong rakyat, pemerintah AS lebih suka memberikan triliunan dollar untuk membeli aset-aset busuk (toxic assets) yang merupakan hasil salah kelola para bankir. Mereka dengan mudahnya mengucurkan dana untuk menolong perusahaan perusahaan besar seperti AIG, General Motor dan Chrysler daripada menolong jutaan rakyatnya yang kini tidur di trotoar atau di tenda-tenda.
Memang sejak dilahirkan demokrasi sudah penuh dengan kebohongan. Diartikan sebagai kekuasaan ditangan rakyat, padahal kenyataannya rakyat tetap tidak pernah berkuasa
Bagaimana dengan Indonesia? Pada tahun 2008, untuk mengantisipasi krisis ekonomi global pada saat itu pemerintah mengucurkan dana stimulus. Dari dana stimulus sebesar 71,7 trilyun, yang diberikan untuk para petani kurang dari 1%. Sisanya untuk para pengusaha yang nota bene adalah orang-orang kaya. Padahal menurut logika sehat, stimulus tersebut lebih baik untuk meningkatkan daya beli rakyat daripada meningkatkan daya tahan perusahaan.

Daya beli meningkat perusahaan akan semakin baik. Megawati yang katanya mengaku sebagai pimpinan partai wong cilik, justru pada tahun 2003 mengeluarkan undang-undang yang mengijinkan para pengusaha menerapkan sistim kontrak bagi para pekerjanya. Posisi buruh menjadi sangat rentan, sewaktu-waktu mereka bisa diberhentikan tanpa alasan apapun juga dan tanpa pesangon. Bantuan langsung Tunai (BLT)? Ah itu ibarat setetes air bagi orang yang kehausan di padang pasir. BLT memang baik tetapi tidak mengurangi kemiskinan. BLT tidak memecahkan masalah. Lagipula darimana sumber uang BLT itu? Dari pinjaman luar negeri?

Memang sejak dilahirkan demokrasi sudah penuh dengan kebohongan. Diartikan sebagai kekuasaan ditangan rakyat, padahal kenyataannya rakyat tetap tidak pernah berkuasa. Di jaman Yunani kuno dimana demokrasi dilahirkan, faktanya yang punya hak memilih dan dipilih hanyalah kaum bangsawan. Rakyat biasa dan kaum budak tidak punya hak apa-apa selain jadi penonton yang selalu ditindas. Tapi anehnya pada saat negara sedang dalam keadaan bahaya, misalkan di serang oleh negara lain, rakyat kecil dan kaum budak itu harus ikut-ikutan membela negara bahkan sampai harus mempertaruhkan nyawanya.

Juga di jaman modern ini memang semua lapisan rakyat punya hak pilih dan dipilih. Tapi yang bisa dipilih adalah orang-orang yang punya duit, yang seyogyanya merupakan kelompok elit. Setelah terpilih, apakah mereka memperhatikan rakyatnya? Lihatlah kasus dagelan century di DPR. Atau sering kita lihat sejumlah rakyat berunjuk rasa ke gedung DPR atau DPRD. Para anggota DPR/DPRD sering menghilang atau ngumpet tidak mau menemui konstituennya yang membutuhkan pertolongan mereka. Di negara lainpun sama saja.

Lihat bagaimana para anggota kongres dan para senator berselingkuh dengan pihak eksekutif menipu rakyatnya agar mereka bisa menyerang Irak dan Afghanistan demi kepentingan para Yahudi juragan minyak. Lihat pula bagaimana mereka bersama sama pemerintah merampok uang rakyat triliunan dollar untuk diberikan kepada para bankir Yahudi yang telah membangkrutkan negara mereka. Faktanya demokrasi tak lebih dari salah satu bentuk oligarki kekuasaan.

Demokrasi memakmurkan?

Demokrasi bisa kita pilah menjadi Demokrasi Politik dan Demokrasi Ekonomi. Demokrasi Politik dikatakan akan memberi peluang bagi rakyat untuk ikut serta berpartisipasi dan ikut serta mengawasi serta mengendalikan pemerintahan. Ini adalah kebohongan pertama dari demokrasi. Faktanya adalah rakyat hanya “diminta” berperan dalam pelaksanaan pemilu. Mungkin sedikit lebihnya, dalam negara demokrasi seperti Indonesia rakyat diperkenankan untuk mengawasi jalannya pemilu sehingga pemilu bisa berjalan lancar jujur dan adil. Setelah itu bagiamana?

Ya... rakyat mah dipinggirkan saja. Ini tidak hanya berlaku di Indonesia. Bahkan di AS pun berlaku sama. Setelah pemilu selesai, yang mempengaruhi kebijakan Pemerintah , Senat dan Kongres adalah para pengusaha kapitalis. Opini rakyat digiring dan dimanipulasi oleh mass media yang menjadi bagian daripada industri.

Bagaimana dengan LSM yang katanya selalu berpihak kepada rakyat? LSM di negara-negara berkembang sangat tergantung kepada dana bantuan dari pihak asing. Sebagai contoh, ada LSM dalam bidang lingkungan yang berani berteriak-teriak mengecam pembalakan hutan. Tapi diam seribu bahasa terhadap kerusakan lingkungan yang maha dahsyat yang dilakukan oleh Freeport. LSM tsb ternyata mendapat bantuan dari lembaga nir laba di Amerika Serikat.

Demokrasi Ekonomi dimaknai sebagai keterbukaan, kebebasan dan persaingan bebas. Keterbukaan ternyata adalah semua bidang ekonomi harus terbuka bagi para pengusaha swasta. Kebebasan faktanya adalah para pengusaha asing bebas untuk berinvestasi di manapun juga dalam rangka menjarah dan merampok kekayaan alam terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Persaingan bebas yang diwujudkan dalam istilah Pasar bebas lebih merupakan pembantaian oleh para pengusaha global terhadap pengusaha-pengusaha lokal.

Demokrasi politik adalah merupakan pintu utama untuk menuju demokrasi ekonomi. Dengan adanya demokrasi politik, mudah bagi para pengusaha global untuk menguasai berbagai sumber daya ekonomi dari suatu negara. Melalui jalur formal (parlemen) mereka dengan mudah mengeluarkan berbagai peraturan yang menguntungkan mereka. Contoh undang-undang yang merugikan rakyat diantaranya UU Sumber Daya Air, UU Perburuhan, UU Investasi dan berbagai undang-undang lainnya. Bagi negara-negara yang belum menerapkan demokrasi politik tapi sudah menjalankan demokrasi ekonomi (sistim kapitalisme) , seperti Indonesia di jaman Orba dan China sekarang, para pengusaha menggunakan sistim KKN dengan cara mendekati tokoh-tokoh kunci untuk menggoalkan keinginan-keinginan mereka. Jadi apa manfaatnya demokrasi bagi rakyat?
Dalam sistim demokrasi, yang menjadi panduan adalah kehendak para pengusaha kapitalis (sebagian besar orang Yahudi atau non Yahudi yang dengan ataupun tanpa sadar membawa misi Zionisme Yahudi) yang dibungkus dalam bentuk konsitusi dan undang-undang yang sekularistis
Demokrasi... kebebasan?

Hal yang paling dibanggakan dalam sistim demokrasi adalah kebebasan. Kebebasan berbicara, kebebasan berekspresi dan kebebasan berkreasi merupakan jargon utama demokrasi. Perlu anda ketahui dalam sistim apapun juga kebebasan itu ada panduannya (guide line). Dalam sistim demokrasi Islam panduannya adalah Al Qur’an dan As Sunnah. Dalam sistim totaliter panduannya adalah kehendak penguasa yang diimplementasikan dalam berbagai bentuk undang-undang dan peraturan yang akan menjamin kelanggengan kekuasan sang penguasa itu. Dalam sistim demokrasi, yang menjadi panduan adalah kehendak para pengusaha kapitalis (sebagian besar orang Yahudi atau non Yahudi yang dengan ataupun tanpa sadar membawa misi Zionisme Yahudi) yang dibungkus dalam bentuk konsitusi dan undang-undang yang sekularistis.

Anda pergi ke Amerika Serikat atau ke Eropa Barat, lalu anda katakan bahwa Holocaust (peristiwa pembantaian yahudi waktu Perang Dunia II) adalah suatu kebohongan Yahudi, maka anda akan dituduh sebagai anti Semit dan bisa masuk penjara. Anda bicara bahwa teori evolusi itu suatu kedunguan dengan bukti-bukti paling ilmiahpun akan menyebabkan anda kehilangan pekerjaan. Di beberapa negara Eropa Barat, wanita berjilbab bisa kehilangan haknya untuk melanjutkan pendidikan.

Di Inggris, ada undang-undang yang mengancam siapapun juga yang melakukan penisataan agama (UU anti Blesphemy). Tapi Undang-undang itu hanya berlaku bagi agama Nasrani. Pada saat Islam dilecehkan undang-undang itu tidak berlaku bahkan dihargai sebagai suatu kebebasan berekspresi dan berkreativitas. Kalau anda mau berzina bagaimana? Boleh saja asal tidak mengganggu kepentingan orang lain. Jelas bahwa kebebasan dalam sistim demokrasi hanyalah kebebasan mengikuti hawa nafsu syaiton. Kebebasan dalam demokrasi hanya membawa mudhorot bagi masyarakat.

Berita terakhir malahan mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan bis di Denmark telah sepakat menolak untuk menarik wanita bercadar (Eramuslim.com 14/05/2009). Untuk bercadar saja di negeri demokrasi tidak boleh.

Demokrasi memberi ruang untuk mengkritik pemerintah?

Dalam sistim demokrasi setiap orang berhak untuk mengemukakan pendapat bahkan mengecam kebijakan pemerintah. Itu memang benar. Tetapi masalahnya didengarkah kritik itu? Untuk hal-hal yang bersifat lokal pemerintah sering terpaksa mau mendengar kritik dan mengikuti kehendak rakyatnya.

Tetapi apabila menyangkut kepentingan global (AS dan sekutu-sekutunya) jangan harap kritik anda akan didengar. Berapa kali puluhan ribu bahkan ratusan ribu buruh melakukan unjuk rasa yang menuntut pemerintah mencabut undang-undang tentang out-sourcing. Apakah pemerintah meluluskann keinginan mereka? Lihat puluhan ribu umat Islam di seantero Nusantara menuntut pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah. Dipenuhikah? Tidak, karena AS berkepentingan dengan Ahmadiyah dalam rangka peperangannya menghadapi Islam.

Demokrasi akan menciptakan pemerintahan yang bersih (Clean Government)?

Para penganut agama demokrasi meyakini bahwa pemerintahan yang bersih dapat dibentuk melalui demokrasi. Tahukah anda bahwa di Amerika korupsi begitu mewabah? Untuk suatu proyek saja bisa dipindah-tangankan kepada beberapa kontraktor tanpa melalui lelang yang jujur. Suatu ilustrasi dikemukakan disini. Di Irak (setelah penggulingan Saddam Husein), direncanakan dibangun suatu proyek. Setelah ditenderkan, yang menang adalah perusahaan A, oleh perusahaan A proyek tersebut dijual ke perusahaan B. Perusahaan B lalu menjualnya ke perusahaan C. Tapi perusahaan C kemudian menjualnya ke perusahaan D. Dapat dibayangkan bangunan macam apa yang bisa dihasilkan dari cara seperti ini. Demikian pula beberapa waktu yang lalu pemerintah Mexico mengajukan protes kepada Pemerintah AS, dikarenakan sulitnya memberantas penyelundupan narkotika yang melibatkan banyak aparat pemerintah AS.

Demokrasi Kebodohan yang Membodohi

Banyak tipu-tipuan yang dilakukan demokrasi, namun semua itu bisa dirangkum menjadi 2 (dua) hal pokok, yaitu tentang kedaulatan di tangan rakyat dan janji-janji politik.

Kedaulatan di tangan rakyat adalah jargon utama dalam sistem demokrasi. Sejatinya itu adalah tipuan yang mudah dibaca, tapi sayangnya masyarakat sering silap dengan berbagai pendapat dan tulisan “ilmiah” oleh pada ahli yang mendukung “jargon” tersebut.

Faktanya kedaulatan rakyat itu hanya berlangsung selama 5 (LIMA) MENIT di dalam kotak suara selama pelaksanaan Pemilu. Setelah itu kedaulatan mereka hilang diambil lagi oleh para penguasa (Eksekutif dan Legislatif) dan kemudian mereka ditinggal dan kembali lagi menjadi rakyat biasa yang tidak punya kekuasaan apapun juga.

Tipuan lainnya adalah janji-janji politik terutama pada saat kampanye baik dalam Pemilu, Pilpres ataupun Pilkada. Janji-janji politik itu biasanya dibungkus dengan istilah visi dan misi. Visi merupakan pandangan kedepan yang berupa janji dan harapan yang akan terwujud jika si calon terpilih menjadi pemimpin. Sedangkan MISI adalah langkah-langkah untuk mencapai visi tersebut.

Kenyataannya visi adalah ngelamun atau lamunan yang merupakan hadiah untuk rakyat dan misi adalah proyek-proyek yang merupakan milik si pemimpin. Selain itu tidak ada sanksi hukum apapun juga bagi calon yang terpilih jika ternyata dia melanggar janjinya. Dalam demokrasi kebohongan merupakan bagian dari cara berpolitik untuk mencapai tujuan.

Untuk menutupi kebohongannya itu para ahli memberikan teori tentang pilar-pilar demokrasi, yang merupakan kelanjutan Trias Politica yang ternyata gagal membuktikan bahwa kedaulatan negara berada di tangan rakyat.

Menurut mereka ada 5 pilar demokrasi yang merupakan wujud dari Kedaulatan Rakyat, yaitu Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, Pers dan Lembaga Swadaya Rakyat. Kenyataannya, rakyat yang dikatakan sebagai pemegang kedaulatan Negara tidak pernah mampu mangatur dan mengendalikan pihak eksekutif maupun legilsatif dalam menjalankan pemerintahannya. Mereka bekerja berdasarkan undang-undang dan peraturan yang mereka buat sendiri yang acapkali bertentangan dengan kepentingan mayoritas rakyat. Bahkan seandainya mereka melanggar aturan yang mereka buat sendiri, rakyat tak mampu berbuat apa-apa. Demikian juga pihak yudikatif yang hanya punya kewajiban menegakkan undang-undang walaupun undang-undang itu merugikan bahkan menindas mayoritas rakyat.

Bagaimana dengan Pers dan LSM? Pers yang seharusnya menjadi instrument bagi rakyat untuk mengontrol pemerintah dalam kenyataannya tidak bisa dibantah selalu dan “diharuskan” berdiri sesuai dengan kepentingan para pemilik modal. Dan para pemilik modal selalu berafiliasi kepada kelompok-kelompok politik yang merupakan bagian dari sistim oligarki dalam pemerintahan, yang sama sekali tidak terkait dengan kepentingan rakyat. Kalaupun ada media pers yang membela rakyat dalam suatu peristiwa politik serta berdiri dalam posisi vis a vis dengan pemerintah, “keberpihakan” media tersebut selalu terkait dengan kepentingan pemiliknya yang kebetulan ada satu kubu dengan kelompok politik yang menjadi pesaing dari pemerintah.

Lalu bagaimana dengan Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang katanya berfungsi sebagai kekuatan kelima untuk menjaga kedaulatan rakyat. LSM-LSM yang ada saat ini tentunya butuh biaya untuk kegiatan administratif dan operasionalnya. Pertanyaannya siapakah yang membiayainya? Rakyatkah? Sudah tentu bukan rakyat yang membiayainya, tetapi tentunya ada pihak lain yang bukan “rakyat” yang membiayai mereka. Sudah menjadi rahasia umum untuk kegiatannya banyak LSM-LSM yang datang ke pemerintah, baik itu pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah, atau juga ada dari lembaga/lembaga atau perusahaan-perusahaan swasta, bahkan banyak juga LSM yang mendapat kucuran dana dari Negara-negara asing baik langsung maupun tidak langsung (melalui lembaga-lembaga nir laba milik asing). Pertanyaan selanjutnya, kalau bukan dari rakyat (dan memang tidak mungkin meminta ke rakyat) apakah mungkin mereka akan selalu menjadi alat kepentingan rakyat? Apalagi kalau kepentingan pemberi dana bertentangan dengan kepentingan rakyat.

Demokrasi Suatu Kesesatan yang Menyesatkan

Ditinjau dari sisi agama banyak kesesatan demokrasi. Tapi saya hanya mengambil tiga point saja yang menunjukkan kesesatannya. Pertama, kebenaran Ilahiah bisa dikalahkan oleh suara mayoritas. Misalkan besok akan diadakan referendum untuk menentukan apakan wanita wajib berjilbab atau tidak, saya yakin bahwa yang akan memenangkan referendum adalah pihak yang menolak jilbab. Bahkan sebagian yang berjilbabpun akan mengatakan bahwa berpakaian muslim atau tidak itu adalah hak individu.

Kedua, suatu hal yang tidak masuk diakal kalau seorang yang sholeh, pintar lagi pula berilmu memiliki hak yang sama, yakni satu suara, dengan seorang bejad, bodoh dan berpendidikan rendah. Yang bodoh pasti lebih banyak dari yang pintar. Yang tidak berilmu lebih banyak daripada yang berilmu. Demikian pula yang berakhlak buruk akan lebih banyak daripada yang sholeh. Seorang pezina berhak mencalonkan dirinya menjadi wakil rakyat, bahkan menjadi presidenpun bukan masalah dalam sistim demokrasi. Baru-baru ini MK (Majelis Konstitusi) membatalkan salah satu pasal dalam undang-undang yang melarang narapidana dipilih menjadi kepala daerah, tak heran kini ada mantan koruptor menjadi caleg. Laporan ICW mengindikasikan 80% dari caleg ditenggarai pernah terlibat korupsi. Pernah ada seorang Artis yang melahirkan anak diluar nikah mencalonkan diri menjadi calon anggota legislatif. Audzubillah!!! Rasulullah bersabda bahwa dihadapan Alloh semua manusia itu sama, hanya ketaqwaannyalah yang membedakan. Tingkat ketaqwaan itu sendiri tergantung kepada ilmu yang dimilikinya, demikian lanjut Rasulullah. Bayangkan pemimpin macam apa yang akan didapatkan oleh masyarakat seperti ini

Ketiga, rakyat itu bodoh. Di seluruh dunia tidak ada rakyat yang pintar atau cerdas. Kalimat provokatif ini saya ucapkan dalam konteks rakyat sebagai suatu komunitas. Tentunya ada individu-individu yang pintar atau cerdas, tapi sebagai komunitas rakyat pasti bodoh. Kenapa demikian? Jawabnya pertama, rakyat tidak memiliki akses terhadap sumber informasi untuk mendapatkan informasi yang benar,lengkap dan utuh. Tolong jawab apakah semua rakyat tahu dan mengerti tentang krisis finansial global sekarang ini? Atau yang lebih mudah sajalah, apakah rakyat tahu mengenai data-data pribadi secara lengkap dan utuh dari para caleg yang berlaga pada 2014 lalu?

Contoh yang menunjukkan bodohnya rakyat adalah menangnya Abdul Hadi Djamal di Sulsel pada pemilu legislative 2009, padahal pada saat itu dia menjadi tahanan KPK, karena terlibat korupsi mega trilyun. Di AS sendiri, rakyat yang memilih calon Presiden berdasarkan program-program yang diajukannya hanyalah 9,7%. Sisanya ikut memilih karena termakan iklan Kedua, Sebagian besar rakyat adalah a politis. A politis adalah suatu kebodohan. Seorang yang a politis tidak akan mengerti dan memahami kezaliman yang dilakukan oleh para penguasa.

Berapa banyakkah rakyat yang tahu bahwa kemiskinan sekarang ini merupakan hasil dari ketidak adilan sistem? Ketiga, Mass media yang seharusnya menjadi sumber pencerahan bagi masyarakat kini telah menjadi industri. Mass media selalu berpihak. Berpihak kepada rakyat? Pastinya tidak. Keberpihakannya tergantung kepada siapa yang memiliki atau mendanai mass media tersebut. Jadi kalau begitu perlukah kita berdemokrasi? Wallahu ‘alam. [syahid/voa-islam.com]


Wajib Baca..!

6.11.15

Sejarah Gelap Para Paus

Kejahatan penguasa agama Kristen ini akhirnya berdampak munculnya paham liberal

Oleh: Dr. Adian Husaini

“Sejarah Gelap Para Paus – Kejahatan, Pembunuhan, dan Korupsi di Vatikan”. Itulah judul sebuah buku yang belum lama ini diterbitkan oleh Kelompok Kompas-Gramedia (KKG). Edisi bahasa Inggris buku ini ditulis oleh Brenda Ralph Lewis dengan judul Dark History of the Popes – Vice Murder and Corruption in the Vatican.

“Benediktus IX, salah satu paus abad ke-11 yang paling hebat berskandal, yang dideskripsikan sebagai seorang yang keji, curang, buruk dan digambarkan sebagai ‘iblis dari neraka yang menyamar sebagai pendeta’. (hal.9)

Itulah sebagian gambaran tentang kejahatan Paus Benediktus IX dalam buku ini. Riwayat hidup dan kisah kejahatan Paus ini digambarkan cukup terperinci. Benediktus IX lahir sekitar tahun 1012. Dua orang pamannya juga sudah menjadi Paus, yaitu Paus Benediktus VIII dan Paus Yohanes XIX. Ayahnya, Alberic III, yang bergelar Count Tusculum, memiliki pengaruh kuat dan mampu mengamankan singgasana Santo Petrus bagi Benediktus, meskipun saat itu usianya masih sekitar 20 tahunan.

Paus muda ini digambarkan sebagai seorang yang banyak melakukan perzinahan busuk dan pembunuhan-pembunuhan. Penggantinya, Paus Viktor III, menuntutnya dengan tuduhan melakukan ‘pemerkosaan, pembunuhan, dan tindakan-tindakan lain yang sangat keji’. Kehidupan Benediktus, lanjut Viktor, ‘Begitu keji, curang dan buruk, sehingga memikirkannya saja saya gemetar.” Benediktus juga dituduh melakukan tindak homoseksual dan bestialitas.

Kejahatan Paus Benediktus IX memang sangat luar biasa. Bukan hanya soal kejahatan seksual, tetapi ia juga menjual tahta kepausannya dengan harga 680 kg emas kepada bapak baptisnya, John Gratian. Gara-gara itu, disebutkan, ia telah menguras kekayaan Vatikan.

Paus lain yang dicatat kejahatannya dalam buku ini adalah Paus Sergius III. Diduga, Paus Sergius telah memerintahkan pembunuhan terhadap Paus Leo V dan juga antipaus Kristofer yang dicekik dalam penjara tahun 904. Dengan cara itu, ia dapat menduduki tahta suci Vatikan. Tiga tahun kemudian, ia mendapatkan seorang pacar bernama Marozia yang baru berusia 15 tahun.

Sergius III sendiri lebih tua 30 tahun dibanding Marozia. Sergius dan Marozia kemudian memiliki anak yang kelak menjadi Paus Yohanes XI, sehingga Sergius merupakan satu-satunya Paus yang tercatat memiliki anak yang juga menjadi Paus.
Sebuah buku berjudul Antapodosis menggambarkan situasi kepausan dari tahun 886-950 Masehi:

“Mereka berburu dengan menunggang kuda yang berhiaskan emas, mengadakan pesta-pesta dengan berdansa bersama para gadis ketika perburuan usai dan beristirahat dengan para pelacur (mereka) di atas ranjang-ranjang berselubung kain sutera dan sulaman-sulaman emas di atasnya. Semua uskup Roma telah menikah dan istri-istri mereka membuat pakaian-pakaian sutera dari jubah-jubah suci.”

Banyak penulis sudah mengungkap sisi gelap kehidupan kepausan. Salah satunya Peter de Rosa, penulis buku Vicars of Christ: The Dark Side of the Papacy. Buku ini juga mengungkapkan bagaimana sisi-sisi gelap kehidupan dan kebijakan tahta Vatikan yang pernah melakukan berbagai tindakan kekejaman, terutama saat menerapkan Pengadilan Gereja (Inquisisi). Kekejaman Inquisisi sudah sangat masyhur dalam sejarah Eropa. Karen Armstrong, mantan biarawati dan penulis terkenal, menyebutkan, bahwa Inquisisi adalah salah satu dari institusi Kristen yang paling jahat (one of the most evil of all Christian institutions). (Karen Armstrong, Holy War: The Crusades and Their Impact on Today’s World, (London: McMillan London Limited, 1991).

Inquisisi diterapkan terhadap berbagai golongan masyarakat yang dipandang membahayakan kepercayaan dan kekuasaan Gereja. Buku Brenda Ralph Lewis mengungkapkan dengan cukup terperinci bagaimana Gereja menindas ilmuwan seperti Galileo Galilei dan kawan-kawan yang mengajarkan teori heliosentris. Galileo (lahir 1564 M) melanjutkan teori yang dikemukakan oleh ahli astronomi asal Polandia, Nikolaus Copernicus. Tahun 1543, tepat saat kematiannya, buku Copernicus yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium, diterbitkan.

Tahun 1616, buku De Revolutionibus dimasukkan ke dalam daftar buku terlarang. Ajaran heliosentris secara resmi dilarang Gereja. Tahun 1600, Giordano Bruno dibakar hidup-hidup sampai mati, karena mengajarkan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari. Lokasi pembakaran Bruno di Campo de Fiori, Roma, saat ini didirikan patung dirinya.

Melihat situasi seperti itu, Galileo yang saat itu sudah berusia lebih dari 50 tahun, kemudian memilih sikap diam.

Pada 22 Juni 1633, setelah beberapa kali dihadirkan pada sidang Inquisisi, Galileo diputus bersalah. Pihak Inquisisi menyatakan bahwa Galileo bersalah atas tindak kejahatan yang sangat mengerikan. Galileo pun terpaksa mengaku, bahwa dia telah bersalah. Bukunya, Dialogo, telah dilarang dan tetap berada dalam indeks Buku-Buku Terlarang sampai hampei 200 tahun. Galileo sendiri dihukum penjara seumur hidup. Ia dijebloskan di penjara bawah tanah Tahta Suci Vatikan. Pada 8 Januari 1642, beberapa minggu sebelum ulang tahunnya ke-78, Galileo meninggal dunia. Tahun 1972, 330 tahun setelah kematian Galileo, Paus Yohanes Paulus II mengoreksi keputusan kepausan terdahulu dan membenarkan Galileo.

Kisah-kisah kehidupan gelap para Paus serta berbagai kebijakannya yang sangat keliru banyak terungkap dalam lembaran-lembaran sejarah Eropa. Peter de Rosa, misalnya, menceritakan, saat pasukan Napoleon menaklukkan Spanyol tahun 1808, seorang komandan pasukannya, Kolonel Lemanouski, melaporkan bahwa pastor-pastor Dominikan mengurung diri dalam biara mereka di Madrid.

Ketika pasukan Lemanouski memaksa masuk, para inquisitors itu tidak mengakui adanya ruang-ruang penyiksaan dalam biara mereka. Tetapi, setelah digeledah, pasukan Lemanouski menemukan tempat-tempat penyiksaan di ruang bawah tanah. Tempat-tempat itu penuh dengan tawanan, semuanya dalam keadaan telanjang, dan beberapa di antaranya gila.

Pasukan Prancis yang sudah terbiasa dengan kekejaman dan darah, sampai-sampai merasa muak dengan pemandangan seperti itu. Mereka lalu mengosongkan ruang-ruang penyiksaan itu, dan selanjutnya meledakaan biara tersebut.

Kejahatan penguasa-penguasa agama ini akhirnya berdampak pada munculnya gerakan liberalisasi dan sekularisasi di Eropa. Masyarakat menolak campur tangan agama (Tuhan) dalam kehidupan mereka.

Sebagian lagi bahkan menganggap agama sebagai candu, yang harus dibuang, karena selama ini agama digunakan alat penindas rakyat. Penguasa agama dan politik bersekutu menindas rakyat, sementara mereka hidup berfoya-foya di atas penderitaan rakyat. Salah satu contoh adalah Revolusi Perancis (1789), yang mengusung jargon “Liberty, Egality, Fraternity”.

Pada masa itu, para agamawan (clergy) di Perancis menempati kelas istimewa bersama para bangsawan. Mereka mendapatkan berbagai hak istimewa, termasuk pembebasan pajak. Padahal, jumlah mereka sangat kecil, yakni hanya sekitar 500.000 dari 26 juta rakyat Prancis.

Dendam masyarakat Barat terhadap keistimewaan para tokoh agama yang bersekutu dengan penguasa yang menindas rakyat semacam itu juga berpengaruh besar terhadap sikap Barat dalam memandang agama. Tidak heran, jika pada era berikutnya, muncul sikap anti pemuka agama, yang dikenal dengan istilah “anti-clericalism”. Trauma terhadap Inquisisi Gereja dan berbagai penyimpangan kekuasaan agama sangatlah mendalam, sehingga muncul fenomena “anti-clericalism” tersebut di Eropa pada abad ke-18. Sebuah ungkapan populer ketika itu, ialah: “Berhati-hatilah, jika anda berada di depan wanita, hatilah-hatilah anda jika berada di belakang keledai, dan berhati-hatilah jika berada di depan atau di belakang pendeta.” (Beware of a woman if you are in front of her, a mule if you are behind it and a priest whether you are in front or behind).” (Owen Chadwick, The Secularization of the European Mind in the Nineteenth Century, (New York: Cambridge University Press, 1975).

Trauma pada dominasi dan hegemoni kekuasaan agama (Kristen) itulah yang memunculkan paham sekularisme dalam politik, yakni memisahkan antara agama dengan politik. Mereka selalu beralasan, bahwa jika agama dicampur dengan politik, maka akan terjadi “politisasi agama”; agama haruslah dipisahkan dari negara. Agama dianggap sebagai wilayah pribadi dan politik (negara) adalah wilayah publik; agama adalah hal yang suci sedangkan politik adalah hal yang kotor dan profan.
Trauma Barat terhadap sejarah keagamaan mereka berpengaruh besar terhadap cara pandang mereka terhadap agama. Jika disebut kata “religion” maka yang teringat dalam benar mereka adalah sejarah agama Kristen, lengkap dengan doktrin, ritual, dan sejarahnya yang kelam yang diwarnai dengan inquisisi dan sejarah persekusi para ilmuwan.

Berbagai penyelewengan penguasa agama, dan pemberontakan tokoh-tokoh Kristen kepada kekuasaan Gereja yang mengklaim sebagai wakil Kristus menunjukkan bahwa konsep “infallible” (tidak dapat salah) dari Gereja sudah tergoyangkan.

Kaum Muslim, perlu mengambil hikmah dari kasus kejahatan para pemimpin Gereja ini. Ketika para tokoh agama tidak mampu menyelaraskan antara ucapan dan perilakunya, maka masyarakat akan semakin tidak percaya, bahkan bias “alergi” dengan agama. Jika orang-orang yang sudah terlanjur diberi gelar — atau memberi gelar untuk dirinya sendiri – sebagai “ULAMA”, tidak dapat mempertanggungjawabkan amal perbuatannya, maka bukan tidak mungkin, umat akan hilang kepercayaannya kepada para ulama. Mereka akan semakin jauh dari ulama dan lebih memuja selebriti – baik selebriti seni maupun politik.

Kasus yang menimpa sejumlah tokoh agama Katolik itu dapat juga menimpa agama mana saja. Jika tokoh-tokoh partai politik Islam tidak dapat memegang amanah — sibuk mengeruk keuntungan pribadi dan kelompoknya, tak henti-hentinya mempertontonkan konflik dan pertikaian — maka bukan tidak mungkin, umat akan lari dari mereka dan partai mereka.

Jika para pimpinan pesantren tidak dapat memegang amanah, para ulama sibuk mengejar keuntungan duniawi, dan sebagainya, maka umat juga akan lari dari mereka. Jika orang-orang yang dianggap mengerti agama tidak mampu menjadi teladan bagi masyarakat, tentu saja sulit dibayangkan masyarakat umum akan sudi mengikuti mereka.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari semua kisah ini, untuk kebaikan umat Islam di masa yang akan datang.*/Depok, 20 Maret 2011

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini bekerjasama dengan Radio Dakta 107 FM

29.10.15

Islam adalah MASALAH...

...bagi Iblis dan Para Pengikutnya dari Golongan Jin dan Manusia!




"Kubu Syiah" Mendesak Indonesia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Arab Saudi. ...Lantas Naik Haji & Umroh ke Karbalah & Teheran?


"Mereka Mencintaimu ketika Mereka Lemah
Mereka Membunuhmu ketika Kalian Lemah"
#SyiahBukanIslam!
Media BBC Indonesia blow-up demonstrasi yang dilakukan massa Pro Syiah-Iran di Indoensia Senin (4/1) kemarin dengan tuntutan mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Arab Saudi menyusul hukuman mati atas tokoh Syiah Nimr al-Nimr. 

Tokoh Syiah Nimr Al-Nimr dihukum mati karena "membahayakan" negara Saudi. Nimr Al-Nimr aktif memprovokasi akan membentuk negara Syiah di wilayah Qatif bagian timur Saudi.

Demo yang dilakukan beberapa gelintir orang ini bahkan dibuatkan berita dengan disertai 10 foto-foto demonstrasi. 

Wuihhh niat banget menjadikannya sebagai isu besar dunia.

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160104_indonesia_demo_arab_saudi



20.10.15

Misteri Syekh Siti Jenar

Siapa Syekh Siti Jenar?

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Asal muasal Syekh Siti Jenar sebenarnya tidak jelas, apakah berasal dari Persia atau asli Jawa. (Ajaran dan Jalan Kematian Syekh Siti Jenar, Dr. Munir Mulkhan, hlm. 61). Namun, ajarannya cukup memberi pengaruh besar kepada masyarakat Indonesia hingga sekarang terutama di pulau Jawa.

Syekh Siti Jenar termasuk anggota Walisongo yang hadir pada pertemuan pertama yang diselenggarakan oleh Sunan Giri, ketua Walisongo yang baru sebagai pengganti Sunan Ampel. Di dalam pertemuan itu, dibicarakan tentang permikiran Syekh Siti Jenar yang berkaitan dengan ma’rifat. Ternyata diketahui bahwa Siti Jenar punya pandangan "menyimpang" di dalam beragama. Akibatnya, tokoh ini dikeluarkan dari keanggotaan Walisongo, bahkan akhirnya dijatuhi hukuman mati.

Hukuman ditetapkan setelah Sultan Demak dan Walisongo memberi peringatan berkali-kali tentang ajarannya yang merusak aqidah umat Islam, yang baru saja dengan susah payah ditegakkan Maulana Malik Ibrahim, di Jawa pada 1404 M. Namun, alasan ini belum dianggap kuat maka hukuman mati Siti Jenar baru diambil setelah Adipati Pengging, Ki Ageng Kebo Kenongo dihukum mati karena memberontak kepada kekuasaan Demak Bintoro, ditambah murid-murid Syekh Siti Jenar yang berbuat onar karena putus asa dengan kegagalan Adipati Pengging tersebut. Kebo Kenongo adalah harapan terakhir bagi pengikut Hindu Budha-Animisme untuk mempertahankan ideologi mereka menghadapi pengaruh dakwah Islam. (Misteri Syekh SIti Jenar, Prof. Dr. Hasanu Simon, hlm. 427)

SITI JENAR KIBLAT KAUM ZINDIQ INDONESIA

Sikap frustasi para murid Syekh Siti Jenar dimanifestasikan ke dalam bentuk ajaran Syekh Siti Jenar yang aneh. Mereka berkeyakinan bahwa manusia hidup di dunia ini sebenarnya dalam keadaan mati. Maka manusia yang lalu lalang di muka bumi merupakan mayat-mayat yang gentayangan. Sosok Siti Jenar telah menjadi komoditas kaum Zindiq Indonesia untuk mengekspresikan kesesatan mereka, maka warna ajaran Siti Jenar sangat tegantung pada pemikiran masing-masing orang yang menulis tentang Siti Jenar.

Ambil contoh, Achmad Chodjim dalam bukunya Sykeh Siti Jenar menggambarkan Syekh Siti Jenar sebagai sosok liberal yang tidak percaya terhadap agama dan kitab suci. Pada halaman 34, penulis berkata, ”Syekh Siti Jenar bukanlah seorang teolog. Dia seorang praktisi! Agama baginya bukan teori yang harus dihafal. Agama adalah sebuah jalan yang harus dilalui. Dia tidak mengambil pusing dengan nama agama. Walaupun agama sedang disandangnya Islam. Tetapi, kenyataan hidup, keberadaan diri dan jiwa, itulah yang menjadi kesadaran Siti Jenar dalam hidupnya di dunia ini. Siti Jenar menyadari sepenuhnya, bahwa hidup di dunia ini ada di alam kematian. Karena kita sebagai bangkai kita tidak mampu berkomunikasi dengan Tuhan.” (Lihat buku Syekh Siti Jenar karya Achmad Chodjim, hlm.34)

Dalam bahasa Jawa dikenal dengan keyakinan “Manunggal-ing kawulo Gusti” yang berarti dzat Allah menyatu dengan hamba-Nya, seperti keyakinan yang dikembangkan al-Hallaj dan Ibnu Arabi yang akhirnya dihukum pancung berdasarkan fatwa para ulama.

Ajaran Syekh Siti Jenar memang sangat kental dengan nuansa tasawuf wihdatul wujud (Manunggal-ing kawulo Gusti), wihdatul Adyan (penyatuan agama-agama) dan kebatinan kejawen serta sangat kental dengan ajaran zindiq. Demikian itu tampak di dalam beberapa ungkapan yang diturunkan Achamad Chodjim dalam bukunya, Syekh Siti Jenar (hlm. 34), yang antara lain:
  • “Manusia yang hakiki adalah wujud hak, kemandirian dan kodrat. Berdiri dengan sendirinya. Sukma menjelma sebagai hamba. Hamba menjelma pada sukma. Napas Sirna menuju ketiadaan. Badan kembali sebagai tanah.”(Pupuh II:2)
  • “Adanya Allah karena zikir. Zikir membuat lenyap Dzat, Sifat, Asma dan Af’al yang Mahatahu. Digulung menjadi ‘Anataya’ dan rasa dalam diri. Dia itu saya! Timbul pikiran menjadi dzat yang mulia.”(Pupuh II:3)
  • “Dalam jagat besar dan kecil, di mana pun sama saja. Hanya manusia yang ada. Ki Pengging berani menghirkan tekad bahwa Allah yang dirasakan dalam zikir itu semu, keberadaan palsu. Keberadaan semacam ini karena nama.” (Pupuh II:4)
  • “Manusia sejati itu, mempunyai sifat dua puluh. Dalam hal ini agama Budha dan Islam sudah campur. Satu wujud dua nama. Kesukaran tiada lagi. Ki Pengging sudah memahami (ajaran Siti Jenar).” (Pupuh II:5) 
SITI JENAR ANTI AGAMA

Ajaran Siti Jenar menolak semua ajaran agama yang berbau Arab. Ajaran tersebut tidak menganggap kitab suci sebagai sumber ilmu agama, dan menghina segala bentuk ibadah praktis. Seperti yang ditegaskan Munir Mulkhan dalam bukunya, Ajaran dan jalan Kematian Syekh Siti Jenar , “Syekh Siti Jenar berpendapat bahwa ketika syahadat, shalat, dan puasa itu tidak diinginkan, maka hal itu bukanlah sesuatu yang perlu dilakukan. Demikian pula halnya dengan zakat dan haji, semuanya dipandang sebagai omong kosong, sebagai kedurjanaan budi dan penipuan terhadap sesama manusia.” (Ajaran dan Jalan Kematian Syekh Siti Jenar, Dr. Munir Mulkhan, hlm. 66)

Siti Jenar juga membuat alasan yang sangat aneh, bahwa menurut pandangan Jawa, pelaksanaan shalat lima waktu itu bukan shalat yang sebenarnya. Dan kalau toh tetap disebut shalat, maka pelaksanaan shalat yang tampak lahiriyah ini hanyalah hiasan dari shalat yang Daim. Dalam pemahaman Jawa. Shalat Daim adalah shalat yang ditegakkan secara terus-menerus tidak pernah putus. Baik ketika berjaga maupun ketika tidur. (Syekh Siti Jenar, Achmad Chodjim, hlm. 203)

Menurut Syekh Siti Jenar, hanya orang-orang yang dungu dan tidak tahu saja yang menuruti aulia atau wali, hanya karena mereka diberi harapan surga kelak di kemudian hari. Siti Jenar justru tak pernah menuruti perintah budi, bersujud-sujud di masjid mengenakan jubah dengan harapan memperoleh sejumlah pahala yang akan diterima nanti. Ketaatan seseorang juga bukan karena dahi dan kepalan tangannya sudah menjadi tebal. (Ajaran dan Jalan Kematian Syekh Siti Jenar, hlm. 66)

Bahkan ajaran Syekh Siti Jenar menolak mentah-mentah kiab suci sebagai sumber ilmu, seperti kepercayaan yang menyebar di kalangan Sufi ekstrem. Sebab, menurut Siti Jenar, ilmu tidak dapat dicapai hanya dengan membaca buku-buku, membaca kitab suci. Mendengarkan petuah kyai atau wali. Orang yang berilmu berarti mampu mengetahui kahanan, kenyataan, yang bebas dan pancaindra, mampu melihat tanpa mata, mengengar tanpa telinga, membau tanpa hidung, merasa tanpa meraba, dan menikmati tanpa mengecap?

Walaupun latar belakang kehidupan Syekh Siti Jenar tidak jelas, beberapa dokumen yang menjelaskan ajaran Syekh Siti Jenar sangat banyak menunjukkan sikap zindiq-nya. Di samping dengan Dzikir Ojrat Ripangi dan matra-matra Lebe Lonthang yang menimbulkan kesesatan, dia pernah menyuruh membakar masjid dan mengingkari syari’at Islam. Syekh Siti Jenar mengatakan bahwa al-Qur’an merupakan pegangan hidupnya, tetapi secara kontras dia mengingkari hukumanya dan menganalisa kandungannya menurut pemahaman wihdatul wujud dan hawa nafsu zindiqnya.

AJARAN SITI JENAR DIDOMINASI KAUM ABANGAN

Warna Islam pedalaman yang sinkretis hasil rekayasa Sunan Kalijogo, yang berbeda dengan warna Islam di daerah pesisir murni, dimanfaatkan kaum zindiq untuk merusak Islam.

Mereka berpura-pura masuk Islam, namun banyak ajaran agama yang diselewengkan. Dan mereka terpecah menjadi tiga kelompok:
  1. Kelompok yang tidak menerima Islam secara kaffah (menyeluruh) karena menurut mereka agama lama juga tidak kalah baiknya. Bahkan sebagian mereka membesar-besarkan peranan Sunan Kalijogo adalah guru mistik terbesar yang pernah ada di Jawa dan sebagai tokoh dalam perkembangan Islam di Indonesia, khususnya Jawa. Kelompok ini tidak ragu menggunakan do’a berbahasa Jawa seperti yang dicontohkan Sunan Kalijogo dengan Mantra Betuah dan Kidung Rumekso Ingweya yang sangat memikat hati. Dari sinilah tumbuhnya aliran kebatinan atau kejawen yang kemudian menjamur sejak akhri abad ke-19.
  2. Kelompok yang tidak mau menerima Islam tetapi tidak berani menentang secara terang-terangan, lalu bersikap zindiq. Kelompok kedua ini masih melanjutkan upaya seperti yang dilakukan Syekh Siti Jenar pada masa hidupnya. Namaun, sepnjang abad ke-17, mereka belum berani berbuat seperti gurunya karena khawatir akan mengalami nasib yang sama, karena pemerintah Islam Mataram masih sangat kuat.
  3. Kelompok yang tetap tidak mau menerima Islam dan tetap bertahan dengan agama apa saja selain Islam. (Misteri Syekh Siti Jenar, Prof. Dr. Hasanu Simon, hlm. 427-428)
Demikianlah gambaran sekilas tentang pemikiran Syekh Siti Jenar yang membawa paham berbahaya Wihdatul Wujud. Maka sungguh mengherenkan jika pada zaman sekarang pemikiran berbahaya tersebut dibela dan dibenarkan.

Semoga Allah Ta’ala menampakkan al-Haq kepada kita dan menjadikan kita tegar di atasnya.

Ustad Zainal Abidin bin Syamsuddin, Lc.

16.10.15

Polisi Gerebek Pabrik Milik Mr. Lou Hwa yang Produksi Sandal dengan Alas Kaki Asma Allah di Malang

Eramuslim.com – Orang komunis tidak percaya agama. Komunis pula yang suka mengolok-olok agama, bahkan tidak segan-segan menghina Tuhan. Inilah yang mungkin mendasari produksi sandal berbahan plastik dengan alas kaki bertuliskan nama Allah. Hal ini kontan menuai kecaman dan akhirnya jajaran Kepolisian Resort Gresik dan Polda Jawa Timur berhasil membongkar sandal milik PT Pradipta Perkasa Makmur yang berafalkan tulisan Allah SWT tersebut.

Pabrik ini berlokasi di Jalan Raya Wringinanom Km 32 Gresik. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan terbukti memproduksi sandal yang bertuliskan lafal Allah SWT, pada alas kaki. Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo mengatakan kasus ini terus didalami dan di-back up langsung oleh Polda Jatim. Pasalnya, sebagian besar produksinya telah dipasarkan.

Saat ini sisa produksi berupa 300 pasang sandal yang bertuliskan lafal Allah sudah disita dan diamankan oleh Polres Gresik,” katanya kepada wartawan, Selasa (13/10).

AKBP Ady Wibowo mengatakan, untuk mempertanggungjawabkan kasus ini, pemilik PT Pradipta Perkasa Makmur atas nama Mr Lou Hwa sudah dipanggil dan juga sudah membuat surat pernyataan yang ditujukan kepada MUI Jatim.

Pemiliknya sudah kami periksa tapi sebelumnya terlebih dulu menjalani pemeriksaan di Polsek Wringinanom,” paparnya.

Ada dugaan mesin yang memproduksi sandal milik Pradipta Perkasa Makmur didatangkan dari negara komunis RRC. Sebelumnya, melalui manajemen PT Pradipta sejak 10 Oktober 2015 perusahannya sudah melaksanakan perubahan mesin cetak karena ditemukan adanya tulisan lafal Allah. Bahkan, pihak perusahan mengklaim menarik hasil produksi yang diduga ada tulisan itu.

Selain menarik produksinya, perusahaan juga merubah desain bentuk pada mesin pencetak sandal, agar motif yang menyerupai lafal Allah tidak ada lagi. Namun sandal yang bertuliskan nama Allah pada alas kakinya sudah tersebar luas di masyarakat. (ts)

2.10.15

[Berita Foto] Menolak Lepas Cadar, Zionis Tembak Mati Gadis Palestina

Zionis menyeret dengan cara menarik kakinya hingga kerudung (jilbabnya) terlepas karena bergesekan dengan tanah

Hidayatullah.comInnalillahi Wa Inna Ilaihi Raajiun, Hadil Hashlamon (18 Tahun), gadis Palestina akhirnya gugur ditembak oleh tentara penjajah Israel, dengan alasan menolak melepas cadarnya dan membuka isi tasnya.

Hadil Hashlamon yang kala itu hanya mau membuka kerudungnya di hadapan tentara wanita penjajah justru ditembak tentara Yahudi di perbatasan militer Jalan Syuhada, Barat Kota Kholil, dengan beberapa butir peluru tajam pada Selasa (22/09/2015) sore.

Hadil Hashlamon yang kala itu hanya mau membuka
kerudungnya di hadapan tentara wanita [Al Jazeera]
Video yang dirilis Al-Jazeera memperlihatkan jasad Hadil Hashlamon tergeletak kaku di atas tanah, kemudian Zionis menyeret dengan cara menarik kakinya hingga kerudung (jilbabnya) terlepas karena bergesekan dengan tanah.

Tidak cukup satu peluru saja bagi Zioinis untuk memaksa Hadil Hashlamon membuka cadar dan memperlihatkan isi tasnya. Bahkan serentet tembakan peluru tajam dilepaskan menyerang nya,” terang keterangan Al-Jazeera.

[kiri] Jasad Hadil Hashlamon tergeletak kaku di atas tanah, [kanan] Zionis lalu menyeretnya dengan keji.
Dokter Walid Hashlamon, bapak dari korban mengatakan tentang kejadian yang menimpa anak gadisnya itu.

Zionis semangaja ingin membunuh anak saya. Dan mereka lakukan itu dengan sangat keji,” tegasnya.

Di Hari Arafah ini, mari kita adukan di hadapan Allah agar melindungi Muslim Palestina dan Masjidil Aqsha, serta kehancuran penjajah Israel.*/M Rizqy Utama

13.9.15

(Duh) Indonesia-Mesir Jalin Kerjasama Perangi Terorisme?

Hidayatullah.com — Pemerintah Indonesia dan Mesir sepakat untuk menjalin kerja sama antar kedua negara untuk memerangi terorisme, termasuk terorisme melalui jaringan internet.

“Kami juga berdiskusi membicarakan kemajuan demokrasi dan Islam rahmatan lil alamin. Juga (dibicarakan-red) tentang radikalisme dan terorisme,” kata Presiden Joko Widodo dalam keterangan pers setelah bertemu Presiden Mesir Abdul Fattah Al-Sisi di Istana Merdeka Jakarta, belum lama ini dikutip Antara.

Jokowi mengatakan kerja sama kedua negara akan terus ditingkatkan dalam berbagai bidang.

Sementara itu, Presiden Abdul Fattah Al-Sisi mengatakan tantangan radikalisme dan terorisme akan bersama-sama dihadapi oleh kedua negara melalui kerja sama.

Keduanya sepakat bahwa terorisme merupakan musuh bersama dari kemanusiaan dan diperlukan kerja sama keamanan untuk menghadapi ancaman tersebut.

Kedua negara sepakat untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi aksi terorisme, termasuk terorisme dalam skala internasional dan juga terorisme yang menggunakan media internet sebagai basis gerakannya.

Presiden Joko Widodo saat menerima Presiden Mesir didampingi oleh Menlu Retno P Marsudi, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, dan Mensesneg Pratikno.*

Indonesia dan Kebodohan Jokowi dalam Sorotan Pertemuan Bilderberger 2015

Eramuslim.com – Dalam pertemuan Bilderberg group ke 63 di Austria 11-14 Juni 2015 ternyata memasukkan Indonesia dan keamanan Asia Tenggara dalam agenda pertemuan yang kabarnya diikuti oleh 140 an CEO perusahaan terkemuka di dunia serta 20 an Pemimpin Negara di dunia.

Sebelumnya, Pertemuan Bilderberg Group selalu menjadi acuan sebuah peta perubahan dunia baik suksesi kepemimpianan ataupun situasi keamanan sebuah negara; pertemuan ke-63 ini, mengangendakan beberapa hal seperti kecerdasaan buatan, Issu Timur tengah, ISIS, perang Mata Uang, situasi di Yunani, Suksesi di Amerika Serikat serta situasi keamanan dibeberapa belahan dunia

Salah satu contoh terbaru hasil pertemuan Bilderberg Group tersebut adalah Google yang menyatakan dukungannnya kepada Hillary Clinton menjadi Presiden Amerika ke-45, bahkan google dalam mesin pencarinya sudah memastikan Hillary adalah presiden amerika terpilih. Perlu diketahui CEO Googgle juga menghadiri pertemuan Bilderberg Group tersebut.

Cina Sudah Bangun Pos Mililter di Timor Leste, Singapura Dipilih Jadi Basis Militer Rahasia AS

Dalam pertemuan Bilderberg Group ke 63 di Austria tersebut, juga beredar kabar rahasia yang sempat diketahui media Inggris, bahwa ada pembahasan yang salah satunya mengangendakan perpindahan kekuatan Militer AS di Asia Timur dan Asia tengah kearah Asia tenggara tepatnya singapura.

Australia dianggap bukan tempat yang aman menyembunyikan rahasia kekuatan militer AS, karena adanya kekuatan militer China di Timor leste

Perlu diketahui China sudah membangun pos militernya di Timor leste, dan hal ini tidak banyak mendapat perhatian publik dunia

Amerika dan NATO mulai mencari tempat setelah kepulauan Cocos Australia masih belum bisa dianggap respresentatif, akhirnya dipilih lah Singapura

Pemerintahan Singapura juga diketahui sejak lama mendukung keberadaan militer AS di Selat Malaka sejak lama, dan hal ini disokong Thailand serta Filipina. Media banyak menyorot China yang telah lakukan proyek reklamasi Laut China selatan, Padahal tanpa diketahui masyarakat dunia, Amerika juga telah membangun alias mereklamasi pulau di Selat Malaka berdekatan dengan Singapura untuk dijadikan pangkalan militernya.

Jokowi Dianggap Bodoh, Freeport Ambil Keuntungan dari Kebodohannya

Pada pertemuan Bilderberg Group 2015 di Austria juga dihadiri oleh CEO Freeport James R Moffet yang baru saja kemarin bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana merdeka, terkait membicarakan 15 poin kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dengan Freeport Indonesia.

James R Moffet atau Jim Bob biasa dipanggil, adalah orang kepercayaan George Soros bersama Rockefeller selaku stakeholder di Freeport Mcmoran

Dan Soros serta Rockefeller adalah salah satu founding father nya pertemuan Bilderberg Group

Freeport aka Freemason tahu situasi kedepannya yang akan terjadi di Indonesia, peta politik kedepannya serta situasi ekonomi Indonesia

Jokowi dianggap pemimpin yang sangat lemah dan bodoh, dan diperkirakan tidak akan lama memimpin Indonesia, sebab itu Freeport secepat mungkin mengambil keputusan MOU layaknya anak manis dengan Jokowi, agar kedepannya tidak digugat lagi oleh pemerintah yang baru paska Jokowi lengser. Dibalik Penandatangan Mou Pemerintahan Indonesia dengan Freeport ada dua isu besar mengikutinya yaitu persoalan Papua merdeka dan alutsista terbaru dari AS.

Tidak ada makan siang yang gratis, Papua menjadi alat barter, Alutsista diberikan dengan perjanjian tetapi emas yang di Papua segera bisa keluar tanpa hambatan. Inilah bodohnya rezim KW-3 ini. (rz/fahreenheat)


Link

12.9.15

MNCTV Siarkan Tayangan Pemurtadan dengan Host Berbusana Islami


Eramuslim.com – Sebuah acara lawak yang dibawakan oleh Group Senggol dengan tema “Takut Mati” di MNCTV yang ditayangkan saat libur lebaran kemarin ternyata membawa ‘misi’ khusus. Semua artis dalam acara tersebut berpakaian muslim dan juga berbusana muslimah. Tidak hanya itu saja, penonton soraknyapun berpakaian muslim berbaju koko dan berpeci khas muslim.

Ada tokoh Pak RT (berbaju koko putih) yang bertindak sebagai “pemberi wejangan” dengan didampingi beberapa host. Pemirsa di rumah pasti akan menyangka ini acara Islam. Tapi akan kaget dengan dialog dan ajakan “dakwah” nya ternyata mengajak ke Kristen dengan percaya pada Isa Al-Masih (Yesus) sebagai juru selamat.

[cuplikan dialog]
Pak RT (koko putih): Isa Al Masih berkata dan memberi jaminan: bahwa barang siapa yang percaya pada dia, dia pasti akan memberi kehidupan yang kekal. Karena Isa Al Masih berkata: karena begitu besar kasih “Allah” (di eja al-lah) akan dunia ini sehingga dia mengaruniakan seseorang (yaitu Isa Al Masih) datang ke dunia supaya manusia tidak binasa melainkan memperoleh kehidupan yang kekal.

Host 1 (berkerudung): Buat penonton yang sedang galau nanti masuk surga apa neraka, silahkan hubungi POSKO Curhat… 24 jam.

Host 2 (berkoko): Jadi kita harus yakin ya pak RT, kita harus yakin kita akan masuk surga kalau kita terima Isa Al Masih.

Pak RT: Yap!
***
Hebat sekali, sebuah acara di stasiun televisi swasta nasional yang bernuansa lebaran dan Islami pun bisa disusupi dengan khutbah agama Kristen. Misi ini sangat halus. Baju koko, kerudung, peci, dan tuhan “Yesus” disamarkan dengan “Isa Al-Masih” untuk menarik umat Islam.(rz/pkspiyungan)


MNCTV Tayangkan Ajaran Syiah Terselubung via Film

Islamedia – Stasiun televisi MNCTV menayangkan sebuah Film Televisi (FTV) berjudul “Dia tetap Ibuku” yang mengandung ajaran Syiah. Dalam tayangan tersebut menampilkan bahwa nikah mut’ah ada dalam Islam.

Dalam film tersebut memang menggambarkan betapa buruknya perbuatan kawin kontrak atau yang dikenal dengan istilah nikah mut’ah. Namun secara halus dalam film ini juga memperkenalkan kepada masyarakat umum bahwa nikah mut’ah itu ada dalam Islam.

Perkataan seorang ustadzah dalam film tersebut menyatakan bahwa: ”...kawin kontrak dipergunakan boleh tapi untuk saat-saat yang darurat“.

Cuplikan tayangan yang memperlihatkan dialog yang isinya membolehkan ajaran Syiah berupa kawin mut’ah atau kontrak telah diunggah ke youtube oleh tim Syiah Indonesia, ahad (21/6/2015).

11.9.15

The Untold Story: Cerita Prabowo Subianto yang Tidak Terungkap

Dimulai dari periode orde lama Soekarno, ternyata Prabowo Subianto dan Soe Hok Gie bersahabat. Dalam buku "Catatan Seorang Demonstran" yang merupakan kumpulan tulisan aktivis mahasiswa Soe Hok Gie, nama Prabowo muncul pada 1969. Gie menyebut Prabowo dengan nama "Bowo".

Gie sering menyebut LSM yang dibuat Prabowo sebagai korpsnya Prabowo. Tulisan Gie pada Kamis 29 Mei 1969 memperlihatkan kedekatan keduanya. Mereka beberapa kali kerap keluyuran bareng. "Dari pagi keluyuran dengan Prabowo ke rumah Atika, ngobrol dengan Rachma, dan membuat persiapan-persiapan untuk pendakian Gunung Ciremai," ucap Gie dalam tulisannya.

Soe Hok Gie dalam tulisannya juga menggambarkan Prabowo muda cerdas dan cepat tanggap. "Ia cepat menangkap persoalan-persoalan dengan cerdas tapi naif. Kalau ia berdiam 2-3 tahun dalam dunia nyata, ia akan berubah," kata Gie, dalam catatan Soe Hoek Gie 25 Mei 1969. (Sumber: viva news)

Hingga kisah perjalanannya yang lebih jauh pada orde baru Soeharto sebagai berikut:

Tentang Prabowo Subianto sang "Senopati Wirang" Untold Story.
  1. Sedikit orang yang tahu bahwa perkawinan Prabowo Subianto dengan Titik H. Suharto pada thn1983 adalah berkat jasa L.B. Moerdani.
  2. Prabowo pada 1982-1985 berpangkat Mayor adalah staf khusus Menhankam/Pangab L.B. Moerdani. Moerdani sudah lama mengamati Prabowo.
  3. Sejak lulus Akmil berpangkat Letda, Moerdani serius mencermati/menilai perilaku, karakter dan kinerja Prabowo. Kesimpulannya: Luar Biasa!
  4. Disamping memiliki kejeniusan (IQ: 152), Prabowo sangat berani, patriotik, sangat cinta tanah air. Dalam cerita-cerita Jawa: Senopati Wirang.
  5. Menhankam /Pangab L.B. Moerdani tahu persis Prabowo sudah dijodohkan dengan putri seorang jenderal yang juga dokter. Moerdani diam-diam tidak setuju.
  6. Pada tahun 1982-1985 itu L.B. Moerdani adalah tokoh yang sangat dipercayai oleh Presiden Soeharto. Saran-sarannya didengar dan sering diterima.
  7. Besarnya Kepercayaan Soeharto kepada Moerdani karena dia selalu menunjukan loyalitasnya terhadap Soeharto. Jadi pengaman kekuasaan Soeharto/Orba.
  8. L.B. Moerdani kebetulan juga penganut Katolik, sama dengan Ibu Tien. Pak Harto Islam Abangan, lebih ke Kejawen (Bhirawa). Moerdani lobi Bu Tien.
  9. Moerdani melobi Ibu Tien agar setuju mengambil Mayor Prabowo menjadi calon menantu, menjodohkannya dengan Titiek Hediati Hariyadi Suharto.
  10. Bu Tien setuju dan Pak Harto pun setuju. Mereka tidak tahu Prabowo sudah bertunangan. Akhirnya tunangan dbatalkan, Prabowo nikahi Titiek.
  11. Semula LB Moerdani berharap Prabowo akan menjadi mata dan telinganya di Cendana. Menjadi tangan kanan Moerdani dlm menggapai cita-citanya
  12. L.B. Moerdani tidak menyangka Mayor Prabowo setelah jadi menantu Soeharto malah mengkhianati Moerdani, berpihak kepada Pak harto/Cendana.
  13. Moerdani salah menganalisa dan menilai Prabowo yang Islam abangan, berayahkan sosialis sekuler, ibu dan saudara-saudaranya kristen/non muslim.
  14. Moerdani merasa tidak berisiko ketika dia memaparkan rencananya selaku Menhankam/Panglima ABRI untuk menghancurkan Islam RI secara sistematis.
  15. Termasuk rencana Moerdani untuk merekayasa stigma negatip pada umat Islam Indonesia sebagai "ancaman terhadap Negara dan kekuasaan Soeharto".
  16. Contohnya ABRI membantai ratusan umat Islam pada peristiwa Tanjung Priok. Moerdani melakukan pengondisian agar Islam=musuh negara!
  17. Moerdani memaparkan bagaimana ABRI "menciptakan terorisme Islam", "pembangkangan Islam", "Islam phobia" dst. lalu menumpasnya secara keji.
  18. Moerdani menapak karier di ABRI dengan cara menciptakan Islam sebagai musuh negara dan kemudian ditumpas. Penghargaan dan pujian Suharto untuknya.
  19. Ketika Prabowo tahu rencana besar dan rekayasa-rekayasa yang pernah dilakukan Moerdani dalam rangka membenturkan Islam dengan Pak Harto, dia bocorkan.
  20. Prabowo melaporkan rencana keji Moerdani terhadap umat Islam Indonesia kepada Suharto, mertuanya. Pak Harto kaget, marah dan menyesalkan.
  21. Sebelumnya, Pak Harto sudah lama mendengar adanya rekayasa petinggi ABRI terhadap sejumlah peristiwa terkait "makar kelompok Islam", tapi...
  22. Tapi, Pak Harto abaikan, ia nilai itu hanyalah ekses rivalitas di internal ABRI. Kali ini informasi itu datang dari menantunya sendiri.
  23. Prabowo menilai Moerdani punya agenda lebih besar dengan merekayasa benturan antara Umat islam dengan Suharto. Moerdani ingin jadi Presiden!
  24. Cita-cita Moerdani menjadi Presiden setelah Pak Harto lengser sangat besar dan hanya bisa terwujud jika Islam dan Pak Harto bermusuhan.
  25. Karena jika hubungan Umat Islam dan Pak Harto baik/normal, maka akan sulit bagi Moerdani yang Katolik menjadi Wapres pada tahun 1988.
  26. Pak Harto pasti memperhatikan aspirasi umat Islam saat penetapan wapresnya pada 1988. Oleh sebab itu hubungan Suharto-Islam harus dirusak.
  27. Selanjutnya, Moerdani berharap, setelah menjabat wapres pada 1988, kemungkinan besar Pak Harto akan mundur pd 1993. Moerdani jadi RI -1
  28. Rencana KEJI Moerdani terhadap umat islam Indonesia ini dinilai Prabowo sangat membahayakan posisi Pak Harto. Islam mayoritas di RI.
  29. Lebih kecil risikonya bagi Soeharto membina hubungan baik dengan umat Islam daripada menjadikan Islam sebagai musuh negara. Prabowo membocorkannya.
  30. Setelah dapat laporan Prabowo mengenai rencana keji ABRI diotaki Menhankam/Pangab Moerdani, Soeharto tidak langsung bertindak. Diamati diam-diam.
  31. Pak Harto diam-diam mencegah rencana keji LB Moerdani dgn menempatkan /promosikan sejumlah perwira tinggi ABRI yang kuat keislamannya.
  32. Selain mempromosikan perwira-perwira Islam ABRI, Pak Harto juga promosikan perwira-perwira dari kesatuan lain yang tidak berhubungan dengan jaringan Moerdani.
  33. Akibatnya Menhankam/Pangab Moerdani tidak lagi bisa bergerak bebas karena dikelilingi oleh jenderal-jendral Islam (TNI Hijau). Dia terjepit!
  34. Puncak kekesalan Moerdani terjadi ketika Pak Harto mencopot Moerdani dari jabatan Pangab tahun 1988 dan menunjuk Try Soetrisno jadi Pangab.
  35. Try Soetrisno tidak berasal dari Akmil tapi dari Atekad (akademi teknik AD), bukan perwira intelijen, tidak ada sentuhan dari Moerdani
  36. Moerdani yang marah dan kecewa terhadap Soeharto kemudian merencanakan balas dendam besar-besaran dengan berencana menjatuhkan Soeharto.
  37. Sebelumnya pada tahun 1984, Moerdani berhasil mengompori umat Islam agar marah kepada Suharto dengan menerapkan kewajiban azas tunggal.
  38. Seluruh Ormas dan partai di Indonesia harus mencantumkan Pancasila sbg satu-satunya azas. Tidak boleh Islam atau azas lain. HARUS PANCASILA!
  39. Reaksi keras umat Islam terhadap penerapan azas tunggal Pancasila memang diharapkan Moerdani. Bahkan Moerdani kondisikan agar Islam berontak.
  40. Reaksi keras umat Islam terhadap penerapan azas tunggal Pancasila memang diharapkan Moerdani. Bahkan Moerdani kondisikan agar Islam berontak.
  41. Jaringan intelejen Moerdani disusupkan ke ormas-ormas Islam dan ditugaskan untuk memanas-manasi tokoh-tokoh ormas Islam memberontak terhadap Suharto.
  42. Tujuannya agar Suharto marah sama Islam dan Islam dinilai sebagai ancaman terhadap negara/Suharto, lalu ABRI diperintahkan membantai "musuh tersebut".
  43. Rencana Benny Moerdani kandas, gagal total, karena ormas-ormas Islam juga didekati orang-orang Suharto dan diberi pengertian kondisi asas Pancasila yang sebenarnya.
  44. Moerdani kemudian tahu bahwa penyebab kegagalan rencana besarnya menstigmasasi Islam sebagai musuh negara dikarenakan laporan Prabowo.
  45. Prabowo sempat "dibuang" oleh Moerdani dengan memutasikannya menjadi Kasdim (kepala staf kodim), namun oleh Kasad Rudini, Prabowo dipulihkan.
  46. Sejak itu, dalam otak Moerdani ada 2 musuh besar yang harus dihancurkan yakni Prabowo dan Suharto. Moerdani susun rencana strategis.
  47. Puluhan tahun menjadi "DEWA" di ABRI dan Intelijen, antek-antek Moerdani masih banyak. Dua yang menonjol: Luhut Panjaitan dan Hendropriyono.
  48. Meski LB Moerdani sudah tidak jadi panglima ABRI dan Menhankam, dia masih bisa memerintahkan Hendropriyono untuk back up PDI Megawati.
  49. Saat itu Megawati adalah simbol perlawanan terhadap Presiden Suharto khususnya melalui PDI. Kongres PDI terpecah menghasilkan PDI Kembar.
  50. Keberadaan PDI kembar: satu diketuai Soerjadi dan satu lagi dipimpin Megawati (yang saat ini kita tahu sebagai PDI Perjuangan), bisa terjadi karena ada dukungan jenderal pro Moerdani.
  51. Keberhasilan Prabowo meyakinkan Pak Harto dan Ibu Tien terhadap bahaya besar yang sedang direncanakan Moerdani, menyebabkan...
  52. Menyebabkan Pak Harto dapat menerima & mempercayai Prabowo sepenuhnya, termasuk saran Prabowo agar Pak Harto membina hubungan mesra dengan Islam.
  53. Penerapan azas tunggal Pancasila yang menimbulkan reaksi keras umat Islam, tidak meletus menjadi bencana dengan perubahan sikap Pak Harto.
  54. Pak Harto mulai mendekati Islam. Ibu Tien menjadi mualaf, disusul Pak Harto dan kemudian Pak Harto sekeluarga menunaikan Ibadah Haji.
  55. Pak Harto berhasil membangun hubungan harmonis dengan umat Islam. Suatu hubungan baik yang belum pernah terjalin selama 24 thn Suharto berkuasa.
  56. Tahun 1990 merupakan tahun kemerdekaan umat Islam Indonesia setelah "dijajah dan ditindas" selama 24 tahun Orde baru/Suharto.
  57. Puncaknya 7 Des 1990 ICMI didirikan di UniBraw Malang. Tahun 1993 menteri-menteri Kabinet dan petinggi-petinggi ABRI mulai dijabat tokoh/perwira Muslim.
  58. Benny Moerdani dan kelompoknya terus mencari jalan bagaimana menghancurkan Soeharto dan Prabowo. Akhirnya ditemukan cara: Penculikan!
  59. Penculikan/pembunuhan sejumlah warga pada tahun 1997 menjelang Pemilu (Pemilihan Umum) dan kemudian diikuti dengan penculikan/pembunuhan setelah SU MPR 1998.
  60. Saat terjadi Penculikan/pembunuhan menjelang pemilu 1997 sama sekali belum ada tuduhan kepada Kopassus sebagai terduga pelakunya.
  61. Namun ketika Tim Mawar melakukan penculikan aktivis pada 2-4 Februari 1998 dan 12-13 Maret 1998 dalam rangka terjadi kebocoran operasi.
  62. Kebocoran informasi mengenai operasi Tim Mawar dlm rangka pengaman SU MPR terjadi karena ada 1 target, yakni andi arief belum diringkus.
  63. Andi Arief sempat kabur, dicari kemana-mana, akhirnya ditemukan di persembunyiannya di Lampung. Dibawa ke Jakarta jalur darat via Bakauheni.
  64. Saat Tim Mawar menaiki Kapal Ferry di Bakauheni, petugas polisi menghentikan Tim Mawar yang membawa Andi Arief dgn mata tertutup kain.
  65. Meski Tim Mawar kemudian diizinkan masuk Ferry setelah menunjukan kartu pengenal, kejadian ini dilaporkan polisi ke DenPom Lampung.
  66. Dan DenPom Lampung meneruskan info ini ke DanPuspom TNI di Jakarta. Saat itulah info bocor, lalu ditunggangi oknum-oknum TNI binaan Moerdani.
  67. Peristiwa penangkapan andi arief di Lampung dan dibawa ke Jakarta pada tgl 28 Maret 1998, ditunggangi dengan terjadinya penculikan lain.
  68. Penculikan lain/susulan pada tanggal 30 Maret 1998 dengan korban Petrus Bima Anugrah, dilakukan oleh Tim Lain bukan Tim Mawar.
  69. Sebelumnya Tim Lain juga sudah menunggangi penculikan Herman Hendarwan pada tgl 12 Maret 1998. Para korban ini hilang/mati dibunuh.
  70. Korban penculikan Tim Lain semua dibunuh, mayoritas non muslim agar menimbulkan kesan pembunuhan dilakukan oleh Kopassus pimpinan Prabowo.
  71. FITNAH terhadap Prabowo, Kopassus melalui penculikan/ pembunuhan warga/aktivis adalah untuk tujuan akhirnya untuk melemahkan Suharto. Kenapa?
  72. Karena untuk menghancurkan Suharto harus terlebih dahulu menghancurkan penopang utama kekuasaan Suharto yakni TNI!
  73. Kekuatan inti TNI ada pada Kopassus sebagai kesatuan elit yang paling dibanggakan TNI. Moerdani cs hancurkan Suharto dengan menghancurkan TNI.
  74. Pemilihan target korban yang umumnya non muslim/katolik dimaksudkan "menghilangkan jejak pelaku" sekaligus memancing perhatian Dunia.
  75. Seolah-olah di Indonesia sedang berkuasa rezim Suharto yang anti katolik/kristen. Media-media yang dimiliki katolik/kristen pun bersuara sangat keras.
  76. Akibatnya, Prabowo-Kopassus-TNI-Suharto babak belur dihajar dan difitnah Moerdani cs melalui penunggangan operasi Tim Mawar ini.
  77. Namun Pak Harto tetap bertahan. Sampai akhirnya terjadi peristiwa kerusuhan Mei 1998, yang diawali dengan penembakan terhadap Mahasiswa Trisakti, memicu kemarahan masa.
  78. Peristiwa Trisakti jelas ditunggangi kelompok Benny Moerdani dengan memfitnah Polres JakBar, Brimob dan Kopassus sebagai pelakunya. Memprovokasi dan menyulut kemarahan dimana-mana.
  79. Krisis Moneter yg diperburuk oleh perampokan fasilitas BLBI oleh bankir cina melalui rekayasa kredit & tagihan pihak ketiga yang macet dll.
  80. Sampai hari ini Negara kita masih terbebani utang BLBI sebesar lebih Rp 600 triliun, baru lunas dibayar via APBN hingga 2032.
  81. Krisis Moneter, rekayasa opini, fitnah, kerusuhan Mei 1998 menjadi penyebab utama kejatuhan Soeharto 20 Mei 1998.
  82. Pada saat kerusuhan Mei 1998 kembali TNI, Kopassus dan Prabowo dijadikan KAMBING HITAM oleh kelompok Moerdani cs yg berkolaborasi dengan KG.
  83. Situasi kacau dan tak terkendali dimanfaatkan para perusuh diduga kesatuan loyalis Moerdani cs untuk membakar kota dan mengeruhkan situasi.
  84. Kehadiran sekelompok orang tidak dikenal membuat rusuh, terkordinir dan ini yang dibaca Prabowo sebagai faktor dominan yang membahayakan negara.
  85. Paska kerusuhan dikembangkan opini sampai ke seluruh dunia seolah-olah telah terjadi pemerkosaan terhadap wanita-wanita cina, tuduhan itu tidak terbukti.
  86. Tuduhan itu tidak terbukti sama sekali. Secara teori pun mustahil ada orang yang sempat dan berhasrat lakukan pemerkosaan di tengah-tengah kerusuhan.
  87. Tuduhan itu hanya untuk menjatuhkan TNI, menghancurkan Suharto. Fitnah itu sukses besar. Suharto pun termakan fitnah tsb.
  88. Laporan sejumlah jenderal langsung ke Suharto menghasilkan pengusiran Prabowo oleh keluarga cendana karena dianggap pengkhianat Suharto.
  89. Prabowo tidak diberi kesempatan menjelaskan fakta sebenarnya kepada Suharto. Operasi Inteljen, penyesatan fakta & informasi Moerdani cs SUKSES!
  90. Operasi itu sangat rapi, cermat dan dibantu media-media kolaborator moerdani seperti Harian Kompas Grup Prabowo dicap pengkhianat Suharto.
  91. Peran KG (konspirasi global) sangat dominan. Sejak Suharto mualaf dan mesra dengan umat Islam, Suharto tidak lagi jadi "Hadiah Terbesar" untuk AS. Sejak awal mula Soeharto menggantikan (mengkudeta) Soekarno menjabat Presiden, AS menyetir Indonesia melalui Soeharto, contohnya bisa dilihat dari pemberian Freeport yang sebelumnya tidak disetujui oleh Soekarno dan Soekarno dianggap musuh Amerika karena keberpihakan Soekarno kepada paham Komunis (PKI).
  92. Kebangkitan Islam Indonesia era 1990an dinilai jadi ancaman oleh AS, Barat, Australia & Singapore. Sejalan dengan teori pasca perang dingin.
  93. Teori/pendapat Samuel P. Hutington dlm tulisannya "The Clash of Civilization" (benturan peradaban) terus menerus dikembangkan di Barat.
  94. Islam dikembangkan sebagai musuh baru dunia Barat paska kejatuhan Komunis Uni Soviet & Eropa Timur. Islam di RI juga dinilai sebagai ancaman.
  95. Upaya penjatuhan Suharto yang sedang mendorong kebangkitan Islam di Indonesia setelah 24 tahun dijajah bangsa sendiri, dijadikan agenda utama KG.
  96. Penjatuhan Suharto itu sekaligus untuk melakukan imperialisme baru atas Indonesia melalui LOI IMF - RI yang menghancurkan kedaulatan RI.
  97. Pasca lengsernya Suharto yang disebut sebagai orde REFORMASI, pemerintah menerapkan demokrasi liberal yang tidak sesuai dengan demokrasi Pancasila, yang menyebabkan para kapitalis dengan mudah menjadi penguasa-penguasa.
  98. Era 1998-2004 Indonesia gonjang ganjing tanpa henti, gangguan keamanan, kerusuhan dimana-mana, ekonomi morat-marit, pers tak terkendali.
  99. PERS menjadi penguasa baru yang dominan, membentuk opini, mengarahkan dan membentuk persepsi rakyat sesuka hati dan sesuai agenda masing-masing.
  100. Pers jadi "the first state", opini mengendalikan kebijakan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Trial by the press menjadi tontonan sehari-hari.
  101. Pencopotan Prabowo selaku Pangkostras juga disebabkan penyesatan informasi. Bermula dari laporan ke Panglima TNI tentang adanya pasukan liar.
  102. Pangkostrad Prabowo mengantisipasi gerakan pasukan liar tersebut dengan mengerahkan pasukan kostrad dalam rangka pengamanan, malah jadi sasaran.
  103. Apalagi ketika hasil penyisiran gedung-gedung di sekitar Istana/Ring 1 ditemukan sejumlah besar senjata dan amunisi di Gedung Humpus (Gambir).
  104. Kontan Prabowo dituduh sebagai penimbun senjata dan amunisi dlm jumlah besar yang ditemukan di lantai 3 Gedung Humpus tsb, Prabowo difitnah.
  105. Usaha Prabowo menjelaskan bahwa dirinya mustahil melakukan kudeta atau menggulingkan presiden Habibie tidak diterima Presiden Habibie.
  106. Opini yang begitu kuat menyudutkan Prabowo adalah hasil misinformation (penyesatan) & deception (pengelabuan) oleh kelompok Moerdani cs. Dan menjadikan Prabowo kambing hitam atas segala kerusuhan yang terjadi 1998 termasuk penculikan dan usaha kudeta.
  107. Begitu kuatnya rekayasa opini dan fitnah dilancarkan kepada Prabowo sehingga Habibie, petinggi-petinggi TNI dan publik LUPA pada SATU HAL:
  108. Mereka LUPA pada SATU HAL yang menjadi sifat dan karakter dasar Prabowo yang sudah sejak muda menjadi ciri khas/trade marknya yakni:
  109. Yakni Prabowo memiliki patriotisme yang luar biasa, kecintaannya terhadap bangsa dan negara yang luar biasa. Mustahil dia melakukan itu.
  110. Kami pernah ditegur keras Mayjen Hariyadi Darmawan,, mantan ketua Alumni UI: Saya jamin dengan jiwa raga saya tentang Patriotisme Prabowo.
  111. "Orang seperti Prabowo tidak mungkin melakukan tindakan sekecil apapun yang dapat membahayakan negara!" Itu pesan Hariadi pada kami.

Sumber: apasih.com