Showing posts with label Bible. Show all posts
Showing posts with label Bible. Show all posts

5.8.15

13 Alasan Emmanuel Adebayor Masuk Islam

EMMANUEL Adebayor adalah pemain sepak bola profesional dari Togo yang bermain untuk klub Inggris Tottenham Hotspur dan memperkuat tim nasional Togo. Sebelumnya ia bergabung dengan klub Metz, Monaco, Arsenal, Real Madrid dan Manchester City.

Beberapa bulan yang lalu, Emmanuel Adebayor merilis informasi yang berkaitan dengan pribadi dan keluarganya secara online. Seiring berjalannya waktu, terkuak kabar bahwa ia memutuskan untuk masuk Islam. Ia memutuskan untuk meninggalkan keyakinan lamanya, Kristen dan memilih Islam sebagai jalan hidup. Proses masuk Islam Adebayor ini juga diunggah ke Youtube.

Adebayor masuk Islam bukan tanpa pemikiran yang matang. Ia benar-benar memunyai alasan yang kuat mengapa akhirnya ia memilih Islam dan meninggalkan keyakinan lamanya. Laki-laki kelahiran tahun 1984 ini menganggap bahwa umat Muslim adalah umat yang paling menganut nilai-nilai yang diajarkan oleh Yesus atau Isa Alaihissalam daripada orang Kristen sendiri.

Inilah 13 alasan valid menurut Emmanuel Adebayor:
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. mengajarkan tauhid yaitu hanya ada satu Tuhan yang layak untuk disembah. Hal ini tercantum dalam Kitab Ulangan 6: 4, Markus 12: 29. Umat Islam pun mempercayai hal ini sebagaimana tercantum dalam QS. An-Nisa: 171.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. tidak makan daging Babi sebagaimana tercantum dalam Kitab Imamat 11: 7 yang selaras dengan QS. Al-An’am: 145.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. memberi salam dengan “assalamu’alaikum” (Semoga kedamaian/keselamatan menyertaimu) dalam Johannes 20: 21. Umat Islam juga saling memberi salam dengan kalimat ini.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. selalu mengatakan ‘jika Tuhan menghendaki’ (insya Allah), Muslim mengatakan ini sebelum melakukan sesuatu sebagaimana dianjurkan dalam QS. Al-Kahf: 23-24.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. membasuh muka, tangan dan kakinya sebelum berdoa. Muslim pun melakukan hal yang sama.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. dan nabi-nabi yang terdapat dalam Kitab Injil berdoa dengan kepala menyentuh tanah (lihat Matius 26: 39). Umat Islam pun juga diperintahkan hal serupa di QS. Ali-Imran: 43.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. memelihara jenggot dan memakai jubah. Umat Islam pun disunahkan untuk melakukan yang serupa.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. patuh pada hukum dan percaya pada para nabi (lihat Matius 5: 17). Umat Muslim pun melakukan hal yang sama sebagaimana diajarkan dalam QS. Ali-Imran: 84 dan Al-Baqarah: 285.
  • Ibunda dari Yesus atau Nabi Isa a.s. yang bernama Maryam berpakaian dengan sederhana, menutup seluruh tubuhnya dan memakai penutup kepala (hijab). Hal ini bisa ditemukan dalam 1 Timotius 2: 9, Kitab Kejadian 24: 64-65, Korintus 11: 6. Perempuan Muslim juga berpakaian yang sama sebagaimana diperintahkan oleh QS. Al Ahzab: 59.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. dan nabi-nabi lain yang terdapat dalam Injil berpuasa hingga 40 hari (lihat Kitab Keluaran 34: 28, Daniel 10: 2-6, dan Matius 4: 1). Muslim juga berpuasa di bulan Ramadan. Muslim diwajibkan berpuasa sebulan penuh atau 30 hari di bulan suci Ramadan (lihat QS. Al-Baqarah: 183). Setelah Ramadan disunahkan untuk berpuasa selama 6 hari untuk melengkapi pahala puasa sebelumnya.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. mengajarkan umatnya untuk mengucapkan ‘Kedamaian bagi rumah ini’ ketika ia memasuki rumah (lihat Lukas 10: 5) dan memberi salam kepada pemilih rumah. Umat Muslim melakukan hal serupa sebagaimana yang dilakukan dan diajarkan oleh Yesus atau Nabi Isa a.s. Ketika masuk rumah, kita dianjurkan untuk mengucapkan ‘Bismillah’ dan ‘assalamu’alaikum’ yang memunyai makna sama dengan ajaran Yesus. Hal ini tercantum dalam QS. An-Nur: 61.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. dikhitan atau sunat. Khitan adalah 1 dari 5 fitrah dalam Islam yang harus dilakukan oleh laki-laki Muslim. Menurut Injil pada Lukas 2: 21, Yesus berusia 8 hari ketika ia dikhitan. Dalam kitab Taurat, Allah menyatakan kepada Nabi Ibrahim a.s. bahwa khitan adalah perjanjian abadi (lihat Kejadian 17: 13). Qur’an surat An-Nahl: 123 juga memerintahkan Muslim untuk mengikuti agama Ibrahim. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ibrahim mengkhitan dirinya sendiri ketika usianya 80 tahun." (Sahih Bukhari, Muslim, Ahmad).
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. berbicara bahasa Aramaic dan menyebut Tuhan dengan ‘Elah’ yang diucapkan sama dengan Allah. Aramaic adalah bahasa Bible (Injil) yang kuno. Aramaic adalah salah satu dari bahasa Semit yang juga meliputi bahasa Hebrew (Yahudi), Arab, Ethiopia dan Assyiria kuno serta bahasa Babilonia dari Akadia. Bahasa Aramaic untuk ‘Elah’ dan Arab untuk ‘Allah’ adalah sama.
Dari sini terlihat jelas, siapa di antara umat Kristen dan Islam yang merupakan pengikut setia dari Yesus. Tentu saja, Umat Islam!

Karena itulah, atas alasan tersebut saya memutuskan menjadi pengikut setia Yesus dengan menjadi Muslim,” pungkas Emmanuel Adebayor. (riafariana/dbs/voa-islam.com)

True! Umat Islam Lebih Kristen daripada Umat Kristen

Penulis: Langgeng Saputra

Artikel ini telah diverifikasi oleh Mantan Father (Pendeta) dan Pendiri Mualaf Center Indonesia (mualaf.com), Koh Steven Indra

Umat Islam Lebih Kristen daripada Umat Kristen

Jika Kristen berarti mengikuti ajaran Yesus Kristus (Nabi Isa 'Alayhi Salam), maka umat Islam lebih Kristen daripada Kristen. Karena Yesus menyuruh untuk mentauhidkan Allah (hanya menyembah Allah).

Ketika ada seseorang yang bertanya kepada Yesus tentang hukum yang terutama, Yesus menjawab (dalam Markus 12: 29): "Hukum yang terutama adalah dengarlah hai orang Israil, Tuhan Allah kita, TUHAN ITU ESA."
  • Umat Muslim hanya menyembah Allah, sedangkan umat Kristen tidak metauhidkan Allah. Yesus Kristus berkata bahwa tidak boleh meniadakan satu hukum pun di dalam Perjanjian Lama.
Yesus Kristus berkata dalam Gospel Matius 5: 17-20: "Janganlah kamu menyangka, bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para Nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini. Satu iota atau satu titikpun tidak akan di tiadakan dari hukum taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum taurat sekalipun yang paling kecil dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah dalam kerajaan sorga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajar kan. Segala perintah-perintah hukum taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam kerajaan sorga. Jika hidup keagamaan mu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga."

Jadi Yesus melarang meniadakan satu hukum pun di dalam Perjanjian Lama.

Disebutkan dalam Perjanjian Lama, Injil Imamat 11: 7-8: "JANGAN MAKAN BABI!", juga dalam Bilangan 14:8 dan Yesaya 65: 2-5: "JANGAN MAKAN BABI!".
  • Orang Kristen makan babi sementara Islam melarang umatnya untuk makan babi.
Disebutkan dalam Efesus 5: 18 dan Amsal 20: 1 bahwa "KAU TIDAK BOLEH MABUK DENGAN ANGGUR!".
  • Islam melarang umatnya untuk minum alkohol tapi Kristen minum alkohol yang memabukkan.
Yesus Kristus menyebutkan dalam Gospel Lukas bahwa YESUS DISUNAT pada hari kedelapan.
  • Umat Islam disunat tapi mayoritas umat kristen tidak disunat.

Kami (umat Islam) mencintai Yesus Kristus, kami menghormatinya, kami mengikutinya tapi kami tidak menyembahnya, karena Yesus (Isa 'Alayhi Salam) adalah salah satu dari Rosul Tuhan dan BUKAN TUHAN.

Yesus tidak bersalah, Gerejalah yang berbuat kesalahan karena menganggap Yesus Tuhan. Padahal Yesus tidak pernah mengaku sebagai Tuhan dan tdak pernah menyuruh umatnya untuk menyembahnya.

Menurut kami (umat Islam), Yesus (Isa 'Alayhi Salam) adalah salah satu Rosul besar Tuhan. Pada masa Yesus Kristus, Yesus berkata (Gospel Yohanes 14: 6) "Akulah jalan dan kebenaran..." hal ini berarti dia adalah Rosul Tuhan, Nabi Muhammad shollallâhu' alayhi wasallam juga merupakan jalan dan kebenaran.

Karena Beliau shollallâhu' alayhi wasallam adalah nabi yang terakhir. bahkan Yesus Kristus membicarakan tentang Nabi Muhammad Shollallâhu' alayhi wasallam. Yesus berkata (Yohanes 16: 7) "Sebab jikalau aku tidak pergi, penghibur itu tidak akan datang kepadamu." (Yohanes 16:13) "Tetapi apabila ia datang, yaitu roh kebenaran, ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran."
Jadi hari ini sebagai orang kristen, jika Anda (orang kristen) benar-benar mencintai Yesus Kristus maka Anda (orang kristen) harus mengikuti ajaran Nabi Muhammad shollallâhu' alayhi wasallam!
Perlu diingat, yang di maksud penghibur/roh kebenaran bukanlah roh kudus, tapi Nabi Muhammad shollallâhu' alayhi wasallam. Gospel Yohanes 16: 7 menyebutkan "Adalah lebih berguna bagi kamu. Jika aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi, penghibur itu tidak akan datang kepadamu."

Jadi syaratnya agar roh kebenaran ini datang adalah Yesus Kristus harus pergi. Sedangkan roh kudus sudah ada sebelum Yesus kristus datang, roh kudus juga ada selama Yesus ada.

Jadi bagaimana mungkin penghibur itu adalah roh kudus? Jadi ini merujuk kepada nabi Muhammad Shollallâhu' alayhi wasallam bukan roh kudus. Dan nubuat ini disebutkan juga dalam Perjanjian Lama dalam Injil Ulangan 18: 18, Ulangan 18: 19, Yesaya 29: 12, Kidung Agung 5: 16, di Perjanjian Baru Gospel Yohanes 14: 16, Yohanes 15: 26, Yohanes 16: 7, Yohanes 16: 12-14, semua ayat ini memembicarakan tentang nabi Muhammad Shollallâhu' alayhi wasallam.

Perlu Anda ketahui, bahasa asli kitab yang dipercayai oleh umat Kristen adalah bahasa Ibrani. Sedangkan bahasa asli kitab umat Islam adalah bahasa Arab.

Tahukah Anda jika nama Muhammad tertulis di dalam kitab umat kristen? Saya mengutipnya dalam bahasa Ibrani, Kidung Agung 5: 16 "hikvō mamətaqqîm vəkullvō mahămadîm zeh dwōdî vəzeh rē‘î bənwōt yərûšālāim. (Teramat manis tutur katanya, Dia adalah Muhammad. Begitulah kekasih dan sahabatku, hai putri-putri Yerusalem!” (Kidung Agung 5: 16) Namun, Al Kitab dalam bahasa Indonesia terlalu jauh mendistorsikan terjemahannya, seharusnya “Dia adalah Muhammad.” Menjadi “segala sesuatu padanya menarik.”.

Memang sekalipun secara harfiah bahwa Muhammad itu artinya “orang yang terpuji”, namun orang awam akan sulit mengidentifikasinya bahwa kata-kata tersebut menunjukkan nama suatu personal.

Lalu, bagaimana kalau ada yang bertanya itukan machamadim bukan Muhammad?

Ya , kita harus ingat bahwa setiap bahasa memiliki perbedaan dalam pengucapan nama tapi sebenarnya orang yang dimaksud sama. Seperti halnya Abraham = Ibrahim, Noah = Nuh, Moses = Musa, Maria = Maryam, dan lain-lain.

Jadi firman Allah Surat Al Baqarah: 146, Ash Shaff: 6, dan Al A’raaf: 157, terbukti benar, dan benar-benar terdapat nama Muhammad dalam Al Kitab Perjajian Lama.

Meski pun para Ahli Kitab telah berusaha menyembunyikan nubuat tentang kedatangan Nabi Penutup yaitu Muhammad sollallahu alayhi wasallam tersebut hingga tinggal sedikit saja ayat-ayat yang luput dari pendistorsian tangan-tangan mereka, dan Allah benar-benar Maha Mengetahui. Mudah-mudahan artikel yang saya buat ini bermanfaat bagi Anda yang mau memahaminya.

Saya Bersaksi Tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. [adivammar/voa-islam.com]

26.7.15

Resensi Buku: Menguak Misteri Muhammad dalam Kitab Suci Injil

Berkat hidayah dan petunjuk dari Allah s.w.t., Abdul Ahad Dawud -Seorang pendeta Katolik Roma dari sekte Uniate Chale dengan nama lengkap Profesor Rev. David Benjamin Keldani, B.D.- berhasil mengungkap “Misteri Muhammad s.a.w. dalam Kitab Suci Injil” yang kebenaranya masih disembunyikan sejak 16 abad silam hingga kini.

Dengan gaya yang lugas dan tegas Abdul Ahad Dawud berani menggugat kebenaran Al-Kitab; meredam gejolak jiwa dan pikiran yang memberontak terhadap ketidakrasionalan ajaran-ajaran yang selama 40 tahun, menjadi pegangan suci bagi beliau.

Karya langka ini sungguh benar-benar argumentatif dan rasional sehingga tak ayal lagi, kitab fenomenal ini tidak terbantahkan oleh siapa pun.

Ingin memiliki? Segera pesan karena stok di kami terbatas!
Judul: Menguak Misteri Muhammad dalam Kitab Suci Injil
Penulis: Mantan Profesor Katolik Roma, Abdul Ahad Dawud
Harga: Rp65.000 (di luar ongkos kirim)
Untuk pemesanan hubungi/SMS atau email dengan menuliskan nama, alamat dan jumlah pemesanan ke: 085811922988 atau marketing@eramuslim.com

26.12.14

Tuhan-tuhan yang Berulang Tahun 25 Desember

Wikipedia mencatat: Kata “Tuhan” dalam bahasa Melayu berasal dari kata tuan. Buku pertama yang memberi keterangan tentang hubungan kata “tuan” dan “Tuhan” adalah adalah Ensiklopedi Populer Gereja oleh Adolf Heuken SJ (1976). Menurut buku tersebut, arti kata Tuhan ada hubungannya dengan kata Melayu tuan yang berarti atasan/penguasa/pemilik. Kata “tuan” ditujukan kepada manusia, atau hal-hal lain yang memiliki sifat menguasai, memiliki, atau memelihara. Digunakan pula untuk menyebut seseorang yang memiliki derajat yang lebih tinggi, atau seseorang yang dihormati. Penggunaannya lumrah digunakan bersama-sama dengan disertakan dengan kata lain mengikuti kata “tuan” itu sendiri, dimisalkan pada kata “tuan rumah” atau “tuan tanah” dan lain sebagainya. Kata ini biasanya digunakan dalam konteks selain keagamaan yang bersifat ketuhanan.

25 Desember Hari Ulang Tahun Para Tuhan (dok. Irena Handono Center)
Ahli bahasa Remy Sylado menemukan bahwa perubahan kata “tuan” yang bersifat insani, menjadi “Tuhan” yang bersifat ilahi, bermula dari terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Melayu karya Melchior Leijdecker yang terbit pada tahun 1733. Dalam terjemahan sebelumnya, yaitu kitab suci Nasrani bahasa Melayu beraksara Latin terjemahan Brouwerius yang muncul pada tahun 1668, kata yang dalam bahasa Yunaninya, Kyrios, dan sebutan yang diperuntukkan bagi Isa Almasih ini diterjemahkannya menjadi “tuan”. Kata yang diterjemahkan oleh Brouwerius sebagai “Tuan”—sama dengan bahasa Portugis Senhor, Perancis Seigneur, Inggris Lord, Belanda Heere—melalui Leijdecker berubah menjadi “Tuhan” dan kemudian, penerjemah Alkitab bahasa Melayu melanjutkan penemuan Leijdecker tersebut. Kini kata Tuhan yang awalnya ditemukan oleh Leijdecker untuk mewakili dua pengertian pelik insani dan ilahi dalam teologi Kristen atas sosok Isa Almasih akhirnya menjadi khas dalam bahasa Indonesia.

Kita tidak perlu masuk ke dalam pembahasan diksi atau etimologis yang terlalu njlimet. Jika disederhanakan saja, istilah “Tuhan” adalah “yang disembah”, “yang dipuji”, “yang dipatuhi”, dan sebagainya. Sebab itu, Tuhan bisa saja berupa Dewa-Dewi, atau pun uang dan jabatan. Bukankah ada kalimat, “Mempertuhankan uang dan jabatan?”

Bagi sebagian kaum Kristiani dewasa ini, terutama Kristen Barat, tanggal 25 Desember diyakini sebagai Hari Lahir Yesus. Walau pun hal ini sama sekali tidak ada dalilnya di dalam Alkitab. Namun sesungguhnya pada tanggal 25 Desember ini juga merupakan hari kelahiran bagi tuhan-tuhan lain yang banyak jumlahnya. Mereka antara lain:
  • Dewa Hermes
  • Sidharta Gautama
  • Dewa Dionysus
  • Zarathustra
  • Shri Khrisna
  • Dewa Horus
  • Dewa Mithra
  • Heracles
  • Tammuz,
  • Adonis,
  • dan lain sebagainya.
Tanggal 25 Desember merupakan hari dimana kaum paganis bersuka cita merayakan hari kelahiran dewa-dewi, tuhan-tuhan mereka. Dan bagi yang telah bersyahadat, “Aku Bersaksi, Tiada Tuhan Selain Allah, dan Nabi Muhammad Utusan Allah”, maka tanggal25 Desember tiada beda dengan hari-hari lainnya. Sama sekali tidak istimewa. (rz)

Resensi Buku: Terjemah Injil Barnabas, Versi Orisinil Risalah Isa a.s.

Kitab Injil Barnabas ini ditulis secara rahasia oleh Barnabas (salah satu dari kedua belas murid, hawariyyun, yang paling dipercaya oleh Yesus) guna menghindari hukuman mati dari pengusaha Romawi, yang represif, yang hendak memaksakan doktrin Paulus untuk dianut oleh rakyat Romawi.

Doktrin Paulus MENGHAPUS DUA AJARAN PENTING dari Nabi Musa dan Nabi Ibrahim: (1) Hal hal yang boleh dimakan, dan (2) kewajiban berkhitan. Paulus (Saulus) juga telah melahirkan ajaran baru tentang penebusan dosa, yang tidak pernah diajarkan oleh Yesus dan tidak dikenal oleh kedua belas muridnya. Lebih jauh lagi, Paulus bahkan telah banyak mengkompromikan ajaran ajaran Yesus dan mencampuradukkannya dengan legenda legenda kuno Romawi dan pemikiran filsafat Yunani.

Kitab Injil Barnabas ini banyak meuat informasi dan penjelasan yang sangat mirip dengan ajaran islam. Kitab ini mengakui bahwa Allah itu Esa (sangat monotheis dan tidak mengenal trinitas). Bahwa tugas utama Yesus, sebagaimana ucapan Yesus sendiri, adalah untuk Mempersiapkan jalan bagi Nabi yang terakhir dan terbesar yaitu Muhammad utusan Allah (Rasulullah). Bahwa Yesus mengakui eksistensi nabi ismail yang lebih tua tujuh tahun dari Nabi Ishaq. Bahw aYesus merasa sangat sedih bervampur geram ketika dirinya disebut sebagai Tuhan oleh Bani Israel yang mengakibatkan dirinya dihukum oleh Allah sehingga tidak bisa langsung memasuki Surga sampai hari kiamat tiba. Dan masih banyak lagi informasi informasi penting lainnya.

Kombinasi dari kandungan spritualitas dan nilai keseharahan yang tinggi membuat buku Injil Barnabas ini sangat layak dibaca oleh siapa saja yang berminat pada spritualitas. Bagi kaum Muslim, buku ini dapat menjadi semacam Versi Orisinil dari Risalah Nabi Isa. Sementara bagi kalngan Kristiani, dapat menjadi rujukan alternative atas doktrin gereja yang menyimpang saat ini.

Terjemah Injil Barnabas
Penerbit: PT Bina Ilmu
Harga Edisi lengkap: Rp45.000 (belum termasuk ongkos kirim)

Bagi yang berminat, pemesanan dapat menghubungi atau sms/email dengan dituliskan nama, alamat dan jumlah pemesanan ke: 085811922988 email: marketing@eramuslim.com

8.12.14

Alkitab Codex Sinai 151 Diawali dengan Bismilah?

Codex Sinai 151
Seorang saudara muslim kami bernama Hassam Saeed menunjukkan kepada saya sebuah video yang ia buat yang berjudul “ALLAH – The God of Jesus (pbuh) [Does it sound like YHWH or ALLAH?]”

Video berdurasi kurang dari 4 menit tersebut akan membuat banyak orang Kristen kembali berpikir tentang siapa sebenarnya tuhan mereka yang sebenarnya. Kita tau bahwa Kristen dan Katolik memiliki ratusan ribu aliran, bahkan ribuan yang terpecah menjadi agama sendiri. Itu semua karena Bible atau Alkitab mereka yang berbeda-beda dan selalu direvisi. Berikut saya berikan perbandingan jumlah ayat antar bible:

JUMLAH AYAT DISETIAP VERSI BIBLE BERBEDA

Mari Kita lihat begitu besar perbedaan yang ada antara satu Alkitab dengan yang lainnya.
  1. Bible Gideon International – 1961 National Publ. USA = 31.629 ayat
  2. Oxford/Cambridge University – 1970 = 39.022 ayat
  3. Church of Jesus Christ – 2.000 Utah USA = 32.499 ayat
  4. Crossway/Good News Publ. 2001 IL. USA = 31.035 ayat
  5. Holman International- 2001 Ten. USA = 31.790 ayat
  6. Lembaga Al Kitab Indonesia- 1981 Jakarta . INA = 36.091 ayat
  7. Lembaga Al Kitab Indonesia- ADVENT/1972 = 31.052 ayat
  8. dll.
Wow, betapa menakjubkannya perbedaan antar satu alkitab dengan alkitab lainnya, belum lagi ditambah banyaknya ayat yang kini mereka revisi, mereka tambahkan, dan mereka hilangkan. Hingga banyak penganut mereka memilih untuk menjadi atheis (tidak percaya Tuhan) karena berpikir agamanya sudah tidak masuk akal lagi hingga kitabnya bebas diubah-ubah manusia.

Berbeda dengan Qur’an yang hingga kini keasliannya terjamin dikarenakan ada jutaan penghafal Qur’an yang tersebar di seluruh dunia hingga saat ini.
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” [Qur’an surah Al-Hijr (15): 9]
Terbukti Qur’an telah banyak melewati uji falsifikasi dan mendapat predikat sebagai kitab yang paling murni semenjak diturunkan hingga saat ini.

Kita juga mengetahui bahwa hanya Islam yang mengatakan bahwa agama semenjak Adam hingga kiamat adalah Islam. Dan Allah pernah menegaskan hal tersebut kepada Nabi Ibrahim.
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” [Qur’an surah Al-Baqarah (2): 132]

…(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong.” [Qur’an surah Al-Hajj (22): 78]
Dan agama kaum Bani Israil pada saat itu pun Islam. Karena jika kaum Bani Israil ditanya apakah agama mereka? Mereka akan menjawab “SHALOM”, yang dalam dialek Quraisy disebut ISLAM. Perhatikan huruf Ibrani yang membentuk kata Islam/Shalom tersebut:

Shalom berarti salam atau selamat, sama artinya dengan Islam.

Dan sesungguhnya Nabi Isa hanya ditujukan kepada Bani Israil:
Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat IsraelMatius 15:24
Lihat dalam Qur’an Allah berfirman:
Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail.” [Qur’an surah AZ-Zukhruf (43): 59]
Bagaimana mungkin Isa yang jelas-jelas hanya ditujukan sebagai Nabi bagi Bani Israil kemudian melanggar perintah Allah? Mustahil bagi Nabi berlaku demikian.

Kembali ke Video

Di dalam video itu kita dapat mendengarkan Bible/Alkitab dalam teks asli huruf Ibrani dibaca oleh seorang Rabbi Yahudi. Rabbi itu menyebut God/Tuhan dalam Bible dengan pengucapan Ellah (atau dalam dialek Quraisy dibaca Allah dan dialek Syirian dibaca Alleh). Kita tahu banyak kaum Kristen dan Yahudi menyebut nama tuhan mereka YHWH atau Yahweh. Hanya di beberapa negara muslim saja tuhan bapa mereka disebut Allah karena mereka berharap misi penyebaran Kristen mereka berhasil.

Dialek Ellah pada penyebutan nama Allah ini ternyata terbukti ternyata setelah ditemukannya Codex Sinaiticus 151, yaitu sebuah manuskrip alkitab berbahasa Arab yang diperkirakan berasal sejak tahun 867 Masehi. Dalam Alkitab Kristen Arab tertua itu, setiap awal dari surat-surat yang ada selalu diawali dengan tulisan Bismilahirahmanirahim.

Berikut fotonya:

Bismillah di Codex Sinai 151
sama dengan
bismillahirahmanirahim
Jika foto potongan codex di atas dilihat secara seksama, maka akan terlihat bahwa ada lafadz bertuliskan Bismilah, atau yang berarti “Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang”. Nama Allah yang disebut, bukan nama Jesus atau berhala-berhala lainnya. Bahkan Codex Sinai 151 telah banyak membuat kaum Kristen di Arab dan Mesir (Kristen Koptik) sadar dan kembali kepada Allah.

Berikut lembaran Codex Sinai lainnya:

Lihatlah lafadz bismilah yang terdapat pada awal surat
Bagian lainnya dari Codex Sinai 151
Sekarang mari kita tonton videonya, semoga dapat membawa hidayah bagi kita semua dan memperkuat keimanan kita kepada Allah. :)



~Tio Alexander

11.11.14

Estanislao Soria, Pendeta Katolik yang Menemukan Cahaya Islam

Ketika tokoh Muslim Moro, Nur Misuari menyatakan wilayah Mindanao harus memisahkan diri dari Filipina dan menjadi negara Islam, Estanislao Soria menjadi orang yang paling menentang keinginan Misuari. Sebagai seorang tokoh agama Katolik yang lahir di Mindanao, ia menolak keras jika tanah kelahirannya diambil alih oleh orang-orang Muslim.

Saya sangat tidak setuju dengan Misuari dan saya memelopori kampanye menentang gerakan Moro,” kata Soria yang populer di panggil “Father Stan”. Ketika itu, selain dikenal sebagai pendeta Katolik, Soria juga dikenal sebagai seorang sosiolog.

Sebagai seorang cendikiawan, ia tidak mau sembarangan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keinginan Misuari. Soria pun melakukan riset sejarah dan sosial serta membaca artikel-artikel tentang Islam, untuk memperkuat argumennya menolak tuntutan gerakan Moro yang ingin menjadikan Mindanao sebagai tanah air bagi Muslim Filipina. Tapi siapa nyana, artikel-artikel tentang Islam yang ia baca, justru membawanya menjadi seorang Muslim.

Sebagai orang yang memahami bahasa Latin, Yunani dan Yahudi, saya pikir saya bisa mempelajari bahasa Arab dengan mudah. Saya juga ingin menerjemahkan tulisan-tulisan berbahasa Arab ke bahasa Inggris dan menerjemahkan ideologi-ideologi Barat, misalnya ideologi eksistensialisme, ke dalam bahasa Arab. Tapi saya menyadari, ini adalah pekerjaan yang sulit,” kata Soria seperti dikutip dari Islamonline.

Ketika itu Soria meyakini, dengan banyak menerjemahkan artikel-artikel tentang ideologi Barat ke dalam bahasa Arab, akan membuat Muslim di Mindanao menghargai ajaran Kristen daripada ajaran Islam. “Saya ingin membuka wawasan berpikir mereka tentang kekristenan karena saya banyak mendengar hal-hal negatif tentang Muslim. Saya berpikir, mereka (Muslim) harus dididik,” ungkap Soria.

Tapi semakin ia mendalami bacaan-bacaanya tentang kekristenan, ia makin menyadari bahwa tokoh-tokoh gereja seperti Saint Thomas Aquinas ternyata banyak belajar dari buku-buku bacaan dan ajaran Islam. Begitu juga ideologi-ideologi dan ilmu teologi yang disebut-sebut sebagai berasal dari Barat, ternyata sudah sejak lama dibahas dalam Islam.

Dari bacaan-bacaan itu saya mendapat pencerahan bahwa pemikiran-pemikiran tentang peradaban Barat banyak banyak yang mengambil dari ajaran-ajaran Islam. Dan setelah saya membaca lebih banyak lagi buku-buku yang ditulis pakar agama Islam, pandangan saya terhadap Islam seketika berubah,” papar Soria.

Saya bahkan menyadari bahwa Injil Barnabas lebih kredibel dibandingkan dengan keempat injil yang dibawa oleh ajaran evangelis termasuk injil Kristen. Dari hasil riset sosiologi yang saya lakukan, saya juga banyak menemukan bahwa hal-hal negatif yang sering saya dengar tentang Muslim Filipina ternyata tidak benar,” tambah Soria.

Akhirnya, pada tahun 2001, Soria yang telah mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun sebagai pendeta di berbagai kota di Manila, menyatakan diri masuk Islam. Setelah mengucap syahadat, ia mengganti namanya menjadi Muhammad Soria. Meski demikian, masih banyak orang, termasuk teman-temannya yang Muslim memanggilnya “Father Stan.”

Soria yang kini berusia 67 tahun mengatakan, ia mendapat hinaan dan kecaman dari kerabat dan rekan-rekan gerejanya ketika memutuskan menjadi seorang Muslim. Namun hinaan dan kecaman itu tidak membuatnya berat menanggalkan aktvitas kependetaan yang sudah dijalaninya selama 14 tahun dan membuatnya mantap untuk memeluk Islam.

Seiring perjalanan waktu, Soria mulai terbiasa menjalani kewajiban-kewajibannya sebagai seorang Muslim. Bagi Soria, Islam bukan sekedar agama tapi sudah menjadi jalan hidupnya. Selama tujuh tahun menjadi seorang Muslim, Soria sudah lima kali menunaikan ibadah haji, menjadi anggota Gerakan Dakwah Islam di Filipina dan tahun 2004 menikah dengan seorang perempuan berusia 24 tahun, setelah sebelumnya menjalani hidup membujang sebagai pendeta Katolik.

Dalam Islam, kita diajarkan, jika bisa mendisplinkan diri kita, Sang Pencipta akan mengabulkan harapan-harapan kita,” tandas Soria.

Menurut Soria, jika ada satu hal yang harus dicontoh umat Islam dari orang-orang Kristen adalah, gerakan mereka yang terorganisir dan terstruktur dengan sangat rapi. “Dengan memiliki struktur yang kuat seperti yang dimiliki kalangan Kristiani, akan mempermudah penyebaran Islam,” kata Soria.

Salah satu cara untuk memperkuat struktur umat Islam, tambah Soria, Muslim harus membangun universitas-universitas di seluruh dunia seperti yang dilakukan kelompok misionaris Kristen di berbagai belahan dunia. (red/iol)

7.9.14

Misionaris pun Akhirnya Berkiblat kepada Islam

Sue Watson merupakan seorang professor, pendeta, dan misionaris, yang pantas disebut sebagai fundamentalis radikal, dan kini telah memutuskan untuk menjadi muallaf.

Hidayah telah menghampirinya, sehingga dia tertarik pada Islam, dan akhirnya memeluk agama yang diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW ini. Kisah keislamannya bermula ketika dia baru saja lulus dari pendidikan pasca sarjana, lima bulan setelah mendapatkan gelar Master of Divinity (Ketuhanan) dari sekolah seminari ternama, dia bertemu seorang wanita yang pernah bekerja di Arab Saudi dan telah memeluk Islam.

Jiwa misionarisnya muncul. Dia pun mencoba bertanya kepada wanita itu dengan maksud menjalankan misi kristennya. Kepada wanita itu, Watson bertanya tentang perlakuan Islam terhadap wanita. ”Saya terkejut dengan jawabannya. Jawaban itu bukan yang saya harapkan, jadi saya bertanya lagi tentang Tuhan (Allah SWT) dan Muhammad,” ujarnya. Namun wanita itu tidak mau menjawab pertanyaan tersebut. Wanita itu justru mengajak Watson untuk berkunjung ke Islamic Center karena di sana ada orang yang bisa menjawab pertanyaan itu dengan lebih baik.

Selama delapan tahun, Watson mempelajari kristen di sekolah teologi. Sebagai seorang penganut Kristen yang taat, dia memandang Islam sebagai agama setan. Dalam setiap doanya, dia meminta kepada Yesus agar dilindungi dari roh-roh jahat. Namun setelah peristiwa di atas dan dia kemudian berdialog di Islamic Center tersebut, dia seperti mendapatkan pandangan lain tentang Islam. ”Saya cukup terkejut dengan pendekatan mereka (umat Islam), karena langsung dan lugas. Tidak ada intimidasi, pelecehan (terhadap agama lain), dan tak ada manipulasi psikologis,” tuturnya.

Watson pun menceritakan, ustadz di Islamic Center itu menawarkan dirinya untuk mempelajari Alquran di rumahnya. ”Ini seperti studi banding terhadap Alkitab”. Saya tak percaya, mereka kemudian memberikan beberapa buku mengenai Islam dan mengatakan jika saya memiliki pertanyaan maka mereka akan bersedia menjawabnya di kantor katanya.

Malamnya, Watson langsung membaca semua buku itu. Itulah untuk kali pertama, dia membaca buku tentang Islam yang ditulis oleh seorang Muslim sendiri. Selama ini, dia hanya membaca buku-buku mengenai Islam yang ditulis oleh orang Kristen. Keesokan harinya, dia kembali menemui Ustadz itu untuk menanyakan beberapa hal mengenai Islam yang didapatnya dari membaca buku itu. Hal itu terus berulang setiap hari selama sepekan. Hingga tanpa terasa, dia telah membaca sebanyak 12 buku dalam tempo sepekan itu.

Dari situ, dia mulai memahami mengapa Muslim merupakan umat yang paling sulit di dunia ini untuk diajak memeluk Kristen, karena tak ada lagi yang bisa ditawarkan kepada mereka (Muslim). "Islam mengajarkan hubungan dengan Tuhan, pengampunan dosa, keselamatan, dan janji kehidupan yang kekal,” paparnya.

Selama menjalani proses dialog itu, secara alamiah, pertanyaan pertamanya terpusat kepada Allah, Tuhan umat Islam. Siapakah Allah yang disembah kaum Muslim ini? Sebagai seorang Kristen, dia diajarkan bahwa Allah itu merupakan Tuhan palsu. Namun setelah membaca buku Islam dan berdialog, dia baru mengetahui bahwa Allah itu Maha Kuasa, Maha Mengetahui, dan Allah itu Maha Esa. Tidak ada Tuhan lain yang mendampingi Allah.

Selanjutnya, pertanyaan yang penting lainnya yakni tentang Muhammad. Siapa Muhammad? Dia baru mengetahui bahwa umat Muslim tidak berdoa kepada Muhammad, seperti orang Kristen berdoa kepada Yesus. Dia (Muhammad) juga bukan seorang perantara, sehingga dilarang berdoa kepadanya. Dia pun mengetahui bahwa umat Islam juga percaya pada Yesus sebagai seorang nabi seperti Muhammad. Menurutnya, banyak kesalahpahaman dari penganut Kristen tentang Islam.

Tanpa disadarinya, dia mulai mengakui kebenaran Islam. "Tapi saya tidak beralih memeluk Islam pada waktu itu juga karena saya belum percaya sepenuhnya di dalam hati. Saya terus pergi ke gereja, membaca Alkitab, akan tetapi di satu sisi juga belajar Islam di Islamic Center. Saya benar-benar meminta petunjuk Tuhan, karena tak mudah untuk pindah agama. Saya tak mau kehilangan keselamatan,” ucapnya.

Dua bulan setelah proses pengenalan dengan Islam, Watson masih terus meminta kepada Tuhan agar diberikan petunjuk. Hingga akhirnya, suatu ketika, dia merasakan ada sesuatu yang jatuh meresap ke dalam dirinya. ”Saya lantas terduduk, dan itulah untuk kali pertama saya menyebut nama Allah SWT. Ada kedamaian yang dirasakan. Dan sejak itu, empat tahun lalu hingga sekarang, saya percaya bahwa Allah lah satu-satunya Tuhan” tuturnya.

Keputusannya memeluk Islam bukannya tanpa risiko. Setelah menjadi mualaf, Watson dipecat dari pekerjaan sebagai pengajar di dua Perguruan Tinggi Kolese, dikucilkan oleh teman-temannya di sekolah Teologi dan sesama profesor teologi, dan tidak diakui lagi oleh keluarga suaminya. Pilihannya itu juga disikapi negatif oleh anak-anaknya yang sudah dewasa dan dicurigai oleh pemerintahnya sendiri.

Tanpa adanya kekuatan iman, mungkin saya sudah tak sanggup menghadapi itu semua,” ujarnya. ”Saya sangat berterima kasih kepada Allah SWT yang telah menjadikan saya sebagai Muslim. Dan saya berharap hidup dan mati sebagai Muslim.

Mantan misionaris yang kini telah berganti nama menjadi Khadijah Watson itu, sekarang bekerja sebagai seorang guru untuk melayani kalangan perempuan di salah satu pusat dakwah di Jeddah, Arab Saudi.

26.8.14

Membongkar Kepalsuan 'Injil' (Kristen) yang Penuh Rekayasa

Sahabat Voa-Islam yang Mencintai dan Dicintai Allah SWT...

Nabi Isa adalah Rasululloh yang diutus untuk umat Nasrani, dimana beliau adalah pembawa risalah tauhid, agar umat saat itu terlepas dari belenggu kemusyrikan dan tirani murka thogut laknatullah.

Akan tetapi, risalah Isa 'alaihi salam yang diterimanya wahyu dari Allah berupa kitab Injil, telah dirubah dan didustakan oleh umatnya, sehingga kesalahan syariat dan kebobrokan tauhid pun tak terhindarkan. Rahib dan pendeta bersekongkol untuk memuaskan hawa nafsunya sendiri. Umat ditindas, dengan diiming-imingi surga dengan tebusan yang tak jelas.

Sehinggga manakala Allah menunjuk Nabi besar Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir.Allah menurunkan Al Quran dan membongkar prilaku jahat kaum Rahib dan Pendeta Nasrani yang terus merubah-rubah ajaran Isa 'alaihi salam, sehingga banyak dari kalangan mereka enggan dan menolak risalah yang dibawa Muhammad SAW.

Kebenaran Sebuah Agama Terletak pada Kemurnian Kitabnya

Bila ada sebuah agama mengklaim bahwa agamanya itu adalah agama yang benar dan murni datang dari wahyu Allah, maka kebenaran agama itu tergantung dari kebenaran atau kesucian kitabnya. Apakah kitab tersebut betul-betul dari wahyu Allah atau rekayasa manusia? Atau bisa jadi awalnya benar wahyu dari Allah, akan tetapi dirubah oleh tangan jahat para Rahib dan Pendeta, sesuai keinginan dan nafsu mereka.

Kriteria pertama sebagai tolok ukur kebenaran dan kesucian sebuah kitab, adalah kitab tersebut tidak tercampuri oleh hasil pikiran manusia dan filsafah manusia serta bebas dari kesalahan. Sebab kitab suci yang benar dari wahyu Allah tak mungkin salah, karena Allah adalah sumber kebenaran, dan wahyu Allah tidak mungkin mengalami perubahan, penambahan serta pengurangankarena wahyu Allah itu sifat kebenaranya mutlak dan abadi.

Sehingga apabila ada sebuah agama mengklaim bahwa kitab mereka murni suci dari wahyu Allah, akan tetapi mengalami perubahan, penambahan dan pengurangan serta rekayasa filsafah manusia, maka dipastikan bahwa itu bukan kitab sucia, kan tetapi sampah yang di persucikan. Sungguh nistalah mereka, karena telah membohongi umat dan mendustakan wahyu Allah.

Kitab Injil Kafir Kristen Penuh Kepalsuan

Setiap orang Kristen pasti tidak akan menyangkal bahwa kitab suci mereka terdapat banyak kesalahan dan kepalsuan, serta pertentangan antara pasal serta ayat dari satu dengan lainya.dan mereka faham betul bahwa kitab Injil mereka penuh manipulasi data. Selain itu, mereka selamanya tidak mampu menunjukan kitab aslinya bahwa kitab itu betul dari Nabi Isa As.

Dan sudah terbukti dengan sangat jelas sekali bahwa Injil yang ada sekarang bukanlah Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa As.melainkan Injil buatan manusia yang sama sekali tidak pernah bertemu dengan Yesus.

Maka banyak para pakar kristologi maupun lainnya yang jujur dan adil telah meneliti dengan benar, terungkap sudah bahwa Injil yang ada adalah rekayasa Paulus dari Tarsus yang pura-pura mendapatkan mandat dari Yesus untuk menyebarkan agama Kristen, sehingga menimbulkan pertanyaan: "Agama Kritsten sekarang ini apakah agama Yesus ataukah agama Paulus?"

Sebab Saulus sendiri telah menyatakan terus terang bahwa agama Kristen adalah buatannya dan bukan agama Yesus sebagaimana tertulis dalam suratnya.

"Aku yang menanamApolos, yang menyiram, tetapi Tuhan yang membeir pertumbuhan.." (I Korintus 3:6)

"Ingatlah ini, Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitahukan dalam Injilku" (II Timotius 2:8).

Sebagaimana yang sudah diketahui, bahasa yang di pakai oleh Yesus sehari-hari adalah bahasa Aram. Lalu mengapa Injil bahasa Aram tidak ada (atau dimusnhakan), kemudian berubah menjadi Injil bahasa Yunani. Mengapa Injil Matius, Lukas, dan Markus terdapat banyak kesamaan, sehingga disebut "Injil synopsis" sehingga Injil Yahya (Yohanes) sangat berbeda?

Catatan Proses Terbentuknya Kitab Perjanjian Baru

Kitab Injil kaum kafir Kristen memang aneh bin lucu, dimana proses dalam pencatatn kitab mereka pun penuh dengan kesimpang siuran dan sangatlah jauh dari keontentikan.
  • Tahun ke 30 adalah peristiwa penyaliban
  • Tahun ke 50 adalah surat pertama Paulus
  • Tahun ke 62 adalah surat terakhir Paulus
  • Tahun ke 65-70 Injil Markus
  • Tahun ke 70-? surat Paulus kepada jemaat Ibrani
  • Tahun ke 80 Injil Lukas
  • Tahun ke 85-89 Injil Matius
  • Tahun ke 90 Kisah Rasul
  • Tahun ke 90-100 Injil Yahya
  • Tahun 95-100 Kitab wahyu
  • Tahun 100-? Timotius 1 dan 2 dan Titus
Karena proses terbentuknya Kitab suci perjanjian Baru seperti di atas, maka Al Kitab tidak bisa dijamin keabsahan dan tidak bisa dipertanggung jawabkan

50.000 Kesalahan dalam Injil Kafir Kristen

Sungguh aneh bin ajaib, bagaimana mungkin kitab yang selalu dielu-elukan untuk bisa membawa manusia menuju surga ternyata terdapat kesalahan yang amat banyak.

Saksi Yehovah dalam majalah mereka AWAKE! Tanggal 8 September, muncul judul 50.000 kesalahan dalam Bibel. Dituliskan saat itu "terdapat kira-kira kesalahan dalam Bibel, kesalahan yang telah di sisipkan ke dalam Bibel 50.000 kesalahan yang begitu serius, sebagian besar dari apa yang disebut kesalahan".

Injil Kafir Kristen adalah Buku yang Paling Berbahaya

George Bernard Shaw pernah mengatakan "Bibel merupakan buku yang paling berbahaya di muka bumi, simpan buku itu dalam laci Anda lalu kuncilah! jauhkanlah Bibel dari jangkauan anak-anak kecil."

Otentikah Injil Kafir Kristen? Atau Penuh dengan Rekayasa?

Dari paparan di atas sangatlah jelas,bahwa Injil kaum kafir Kristen sangatlah busuk dan penuh dengan kebohongan, maka sangat tidak layak di dudukkan menjadi kitab suci karena pengklaiman mereka batal dengan data sejarah, dan secara pengakuan para pakar mereka sendiri.

Setiap isi Injil kafir Kristen dari edisi apa saja, hampir semuanya buatan manusia dan tidak bisa dianggap sebagai wahyu. Mengapa begitu? Berikut alasananya:
  1. Karena penukilan kitab suci perjanjian lama (terutama kitab taurat) di lakukan 1000 tahun kemudian setelah kematian Nabi Musa As, sedangkan penulisan kitab Injil selisih satu abad dengan Nabi Isa As. (Yesus).
  2. Al Kitab telah direvisi berulang kali sesuai dengan perkembangan zaman. Terjamahan Al Kitab kedalam bahasa Inggris dilakukan oleh Tyndale tahun 1525, terjemahan kedua di tulis oleh Coverdale tahun 1535, terjemahan ketiga yang terkenal dengan sebutan Great Bimble Translation dilakukan tahun 1539, dan terjemahan keempat ditulis pada tahun 1540. Terjemahan kelima terkenal dengan sebutan "the gneva bible" yang dilakukan pada 1560. Terjemahan keenam terkenal dengan nama "bimshop bile" di tulis oleh Uskup parker.
  3. Ketika RajaJames Inggrisnaik tahta tahun 1603, dia meragukan kemurnian Al Kitab Uskupkarena ayata-yatnya penuh dengan kesalahan geografis, penyelewengan sejarah dan kesalahan-kesalahan fakta.Raja James menunjuk 4 sarjana untuk memperbaiki kesalahan yang terdapat pada Al Kitab Uskup. Mereka menerjemahkan Al Kitab dan menerbitkannya tahun 1611. Terjemahan itu dikenal dengan sebutan "Authorise Version of the holy bibble"
  4. Ternyata Authorised Version Of the holly Bible itu mengandung sekitar 20.000 kesalahan, namun Al Kitab suci yang otentik selama 259 tahun. Tahun 1870, sebuah komisi ditunjukan untuk memperbaiki kesalahan tadi. Tahun 1884 perbaikan tersebut selesaidan terkenal dengan nama ?revised version?.
  5. Tahun 1901 orang-orang Amerika telah menerbitkan Al Kitab menurut versi mereka sendiri. Tahun 1931 telah ditemukan naskah Al Kitab berbahasa Yunani kuno,namun isinya banyak kesalahan, maka Al Kitab ditulis ulang oleh sebuah panitia yang terdiri dari 32 sarjana. Mereka diperkenankan merubah isi Al Kitab jika disetejui oleh 2/3 dari seluruh anggota panitia. Hasil pekerjaan meeka telah diterima dan mendapat penghargaan dari nation council aof churches of chrit (Dewan Gereja Kristen Nasional) dan diterbitkan tahun 1952, serta dianggap sebagai terjemahan standar yang telah diperbaiki.
  6. Kristen Katolik dan Protestan masing-masing memiliki kitab yang berbeda.Kristen mempunyai Bibel yang terdiri dari 72 kitab. Sedangkan Kristen Protestan hanya 66 kitab. Kitab perjanjian lama edisi sekarang hanya ada 29 kitab padahal asalnya ada 56 kitab, 17 sisanya dihapus dan dihilangkan begitu saja.
  7. Kitab ulangan pasal 24 menceritakan kematian penulis kitab Taurat, kuburanya,pemakamannya serta umurnya 120 tahun. Kitab itu juga menceritakan orang-orang Yahudi berkabung karena kematian Nabi Musa As. Jelaslah ayat yang menceritakan peristiwa setelah kematian Nabi Musa As. bukanlah wahyu yang diturunkan pada Nabi Musa As. Dengan demikian jelas bahwa itu buatan manusia dan bukan wahyu Allah.
Sejarah telah mencatat, para pendeta Kristen maupun katolik banyak yang hijrah ke Islam serta mereka menemukan kitab suci abadi yang benar-benar wahyu Allah, dan tidak akan pernah terkotori tangan-tangan manusia yang jahat.

Kebobrokan serta palsunya kitab Injil kafir Kristen menunjukan rusaknya ajaran mereka, serta asas kebohongan yang dibangun atas nama Tuhan. Sungguh kaum kafir Kristen adalah kaum yang bodoh dan terlaknat karena mengubah serta berbohong atas nama Tuhan.

Maka tempat yang paling tepat bagi kaum kafir seperti mereka adalah neraka jahanam, karena mereka tidak lebih manusia yang mempertuhankan keinginan serta hawa nafsu, karena setan dan iblis telah bercokol di dalam ajaran yang mereka sebarkan.

[bbs/syahid/Protonema/voa-islam.com] - See more at: http://www.voa-islam.com/read/christology/2014/08/23/32395/membongkar-kepalsuan-injil-kristen-yang-penuh-rekayasa/#sthash.zkkZttfY.2YWMY5va.dpuf

11.2.14

Mualaf versus Murtadin

Secara rasional, Islam itu dapat diterima. Tidak heran bila kita menemukan di dunia Barat, para mualaf adalah orang-orang yang berpendidikan, cerdas, kritis dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Sebagian dari mereka benar-benar mengkaji dengan penuh ketekunan; melakukan studi komparasi agama-agama dan akhirnya menemukan Islam sebagai agama yang mereka cari selama ini.

Kebalikannya, mereka yang murtad dari agama Allah, bukan didasari oleh pemahaman yang baik tentang agama yang mereka anut sebelumnya dan agama yang mereka anut setelahnya. Sehingga argumentasi kemurtadan mereka sangat mudah dibantah terutama oleh kalangan orang-orang berilmu. Sebagian dari mereka juga murtad karena iming-iming materi; sekedar mendapatkan mie instan dan roti atau mendapatkan uang bulanan. Banyak kasus pemurtadan ternyata terjadi di pedesaan atau daerah-daerah yang berpenduduk miskin secara ekonomi. Di sisi lain, mereka juga miskin secara akidah sehingga mudah sekali untuk dibelokkan atau dicuci otaknya.

Kasus pemurtadan yang paling mencolok adalah saat terjadi bencana alam. Saat itu banyak orang menjadi goyah keyakinannya. Apalagi setelah ditinggal orang yang dikasihinya. Ini merupakan pukulan yang menyakitkan baginya. Kemudian datanglah orang-orang yang berusaha mengisi kekosongan itu. Orang yang sedang galau itu sangat mudah dipengaruhi, apalagi dengan pendekatan persuasif. Lama kelamaan secara tidak sadar orang seperti ini akan tercuci otaknya. Sebelumnya membenci jadi mencintai, dan yang sebelumnya dicintai menjadi yang dibenci.

Terlihat sangat jelas, para mualaf dan para murtadin berbeda 180 derajat bagaimana mereka masuk agama baru mereka. Semakin jelas kebenaran Islam dan kesalahan agama-agama selainnya. Kenyataan seperti ini mudah-mudahan semakin membuat kita berpegang teguh pada syariat Islam. Mari kita memohon kepada Allah agar kita, istri atau suami kita, dan anak cucu kita wafat dalam keadaan muslim.

Abu Farras Mujahid

1.1.14

NUBUAT-4

TAFSIR KITAB KEJADIAN
Pengantar kepada Perjanjian Terakhir

Bermula dari doa Nabi Ibrahim as kepada Allah:
Dan Ibrahim berkata kepada Allah: "Ya Allah, biarlah kiranya Ismail sajalah yang diperkenankan hidup di hadapan-Mu!" (Kejadian 17:18)
Atas doanya ini, Allah kemudian berfirman kepada Nabi Ibrahim:
"Tentang Ismail, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu yang sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas pangeran, dan Aku akan membuatnya menjadi satu bangsa yang besar." (Kejadian 17:20)
Kemudian firman Allah melalui malaikat kepada Hagar setelah pengusiran yang dilakukan oleh Sarah.
"Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi satu bangsa yang besar." (Kejadian 21:18)
Bahwa doa Nabi Ibrahim as terhadap putranya, Ismail agar tetap diperkenankan hidup dihadapan Allah bisa kita kaji secara luas dan mendalam, bukan dalam pengertian phisik, sebab tiada seorangpun yang hidup kekal abadi, namun ini merupakan doa rohani dari Nabi Ibrahim akan kelangsungan kemuliaan dari Ismail as dan keturunannya dihadapan Allah.

Apa yang diharapkan oleh Nabi Ibrahim as ini dikabulkan oleh Allah, bahkan Allah telah mengulangi firman-Nya untuk menjadikan keturunan Ismail sebagai bangsa yang besar sebanyak dua kali, yaitu pada kejadian 17:20 dan kejadian 21:18.

Sementara firman Allah untuk memperbanyak keturunan Ismail as juga terulang sebanyak dua kali, yaitu pada Kejadian 16:10 disaat Hagar melarikan diri dari rumah Sarah karena tidak tahan terhadap perlakuan Sarah kepadanya dan pada Kejadian 17:20 sebagaimana telah disinggung diatas.
Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya." (Kejadian 16:10)
Kalimat bahwa Allah akan memperbanyak keturunan Ismail tentunya juga tidak bisa kita batasi hanya dalam pengertian keturunan phisik semata, namun lebih jauh dari itu kita bisa pula menafsirkannya sebagai pengikut, sebab untuk menjadikan keturunan Ismail suatu bangsa yang besar, dia harus memiliki banyak pengikut, jika tidak, maka firman Allah ini tiada akan terbukti.

Bahkan dalam Bible Terjemahan Indonesia, ayat Kejadian 16:10 ini diartikan: "...bahwa Aku akan memperbanyak anak buahmu ..." (LAI 1963)

Dan sebagai awal terbuktinya firman Allah ini adalah Nabi Ismail telah menurunkan dua belas orang pangeran sesuai janji Allah tersebut:
"Inilah nama anak-anak Ismail, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismail, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam, Misyma, Duma, Masa, Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma. Itulah anak-anak Ismail, dan itulah nama-nama mereka, menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas orang pangeran, masing-masing dengan sukunya." (Kejadian 25:13-15)
 Nabi Muhammad Saw, terlahir dari keturunan Kedar, putra Nabi Ismail yang kedua.

The Davis Dictionary of the Bible (1980), sponsored by the Board of Christian Education of the Presbyterian Church in the USA, menulis pada artikel Kedar sebagai berikut:
"...A tribe descended from Ishmael (Gen. 25:13) ... The people of Kedar were Pliny's Cedrai, and from their tribe Mohammed ultimately arose."
"...suatu suku keturunan Ismail (Kej. 25:13) ... masyarakat keturunan Kedar ialah orang Pliny Cedrai, dan dari suku mereka itulah lalu Muhammad dilahirkan secara terhormat."
Juga The International Standard Bible Encyclopedia dari A.S. Fulton menerangkan:
"...Of the Ishmaelite tribes, Kedar must have been one of the most important and thus in later times the name came to be applied to all the wild tribes of the desert. It is through Kedar ("Keidar" in Arabic) that Muslim genealogists trace the descent of Mohammed from Ishmael."
Selain itu, Smith's Bible Dictionary ikut menjelaskan:
"Kedar (black). Second son of Ishmael (Gen. 25:13) ... Mohammed traces his lineage to Abraham through the celebrated Koreish tribe, which sprang from Kedar. The Arabs in the Hejaz are called Beni Harb (men of war), and are Ishmaelites as of old, from their beginning. Palgrave says their language is as pure now as when the Koran was written (A.D. 610), having remained unchanged more than 1200 years; a fine proof of the permanency of Eastern Institutions."
Bible sendiri memberikan tempat yang istimewa dalam ayat-ayatnya terhadap keturunan Kedar, misalnya Kedar dan para pangerannya kembali disebut di dalam Yehezkiel 27:21
"Arabia, and all the princes of Kedar..." (Ezekiel 27:21)
Atau juga:
"...that I dwell in the tents of Kedar." (Psalm 120:5)
"I am black, but comely, O ye daughters of Jerusalem, as the tents of Kedar, as the curtains of Solomon." (Song of Solomon 1:5)
"...the villages that Kedar doth inhabit.." (Isaiah 42:11)
"All the flocks of Kedar..." (Isaiah 60:7)
"...and send unto Kedar.." (Jeremiah 2:10)
"Concerning Kedar..." (Jeremiah 49:28)
Dan kita kembali pada penyebutan dua belas pangeran (twelve princes) yang keluar dari benih Nabi Ismail adalah sangat tepat sekali, sebab pangeran adalah "raja kecil" (little King) yang akan menjadi cikal bakal raja sebenarnya (The real King) yang akan mengantarkan kaumnya menjadi bangsa yang besar sebagaimana firman Allah pada kitab Kejadian.

Pada kitab Yesaya kita menjumpai bahwa Allah telah memberikan beban kepada orang-orang Arab, dimana jika kita merefer pada tafsir ayat Ezekiel 27:21 bahwa tanah Arabia ini berdiam seluruh keturunan Kedar.
"The burden upon Arabia..." (Isaiah 21:13)
Di dalam terjemahan LAI (Bible versi Indonesia) ayat ini diterjemahkan dengan kalimat "Inilah firman akan hal negri Arab..."

Padahal terjemahan sebenarnya bukanlah demikian, sebab "The Burden Upon Arabia" terjemahannya adalah "Beban atas Arab" yang bermaknakan tanggung jawab Muslimin Arab pada mula-mula kebangkitan Islam untuk mengembangkan risalah Islam.

Kita juga melihat arti dari kata "burden" pada the Scofield Study Bible:
"…which also means an oracle is a word sometimes used in the prophetical writings to indicate a divine message of judgment" (Scofield Study Bible New King James Version, note 1, p. 792)
Kita baca dalam kitab Habakkuk 3:3:
"Eloah came from Teman, and the Holy One from mount Paran. Selah. His glory covered the heavens, and the earth was full of his praise." (Habakkuk 3:3)
"Tuhan datang dari Teman dan satu itu yang disucikan datang dari pegunungan Paran. Selah. Kemuliaannya menutupi langit dan bumi dan memenuhinya dengan pujiannya."(Habakkuk 3:3)
Merefer pada Habakkuk 3:3 ini, mari kita lihat dulu pada apa yang dinubuatkan oleh Jesaya dalam kitabnya pada pasal 21:14:
"The inhabitants of the land of Tema brought water to him that was thirsty, they prevented with their bread him that fled." (Isaiah 21:14)
"Para penduduk dari tanah Tema itu membawakan air kepadanya yang kehausan, mereka menjamunya dengan roti kepunyaan mereka terhadap yang telah melarikan diri." (Jesaya 21:14)
Lebih jauh pembahasan ini kita mulai dari nubuatan Yesaya pada 21:7 mengenai "Dua pengendara":
"And he saw a chariot with a couple of horsemen, a chariot of asses, and a chariot of camels; and he hearkened diligently with much heed." (Isaiah 21:7)
"Dan dia melihat sebuah kereta dengan sepasang penunggang kuda, yang sebuah kereta keledai dan yang sebuah kereta unta, lalu dia mendengar dengan ketekunan dan segenap perhatian." (Jesaya 21:7)
Dalam hal ini nubuatan Jesaya akan penglihatannya itu terbagi menjadi dua bagian, bahwa seorang penunggang keledai dan seorang penunggang unta, setiap orang Kristen akan segera menjawab dengan pasti bahwa sang penunggang keledai itu adalah gambaran dari Jesus, sebagaimana yang termuat di dalam Yohanes 12:14:
"And Jesus, when he had found a young ass, sat thereon; as it is written." (John 12:14)
"Dan Jesus, ketika dia mendapatkan seekor keledai muda, lalu duduk diatasnya seperti yang tersurat". (Yohanes 12:14)
Lalu siakapah yang dijanjikan akan mengendarai unta?

Tokoh yang dinubuatkan oleh Jesaya ini sudah dilalaikan oleh para pembaca Bible, bahwa sang pengendara unta itu adalah Nabi Muhammad Saw. Apabila ayat ini tidak diterapkan kepada beliau Saw, maka kenabian belum terpenuhi. Oleh sebab itulah maka Jesaya dalam pasal yang sama menjelaskan lebih lanjut (21:13).

Baru pada ayat ke-14 kita kembali pada pembahasan masalah "Tema", sebagaimana ayat yang telah kita kutip dan akan kita kutip lagi dibawah ini:
"The inhabitants of the land of Tema brought water to him that was thirsty, they prevented with their bread him that fled." (Isaiah 21:14)
"Para penduduk dari tanah Tema itu membawakan air kepadanya yang kehausan, mereka menjamunya dengan roti kepunyaan mereka terhadap yang telah melarikan diri." (Jesaya 21:14)
Berikut ini akan saya kutipkan pernyataan dari alamat: http://www.aol40.com/prediction.htm

In "The Dictionary of the Bible," bearing the Nihil Obstat, Imprimatur, and Imprimi Potest (official Church seals of approval), by John McKenzi, we read that "Tema" is:
"a place name and tribal name of Arabia; a son of Ishmael.... The name survives in Teima, an oasis of the part of the Arabian desert called the Nefud in N Central Arabia."

This word, Tema, is the name of the ninth son of Ishmael (the father of the Arabs), in Genesis 25:13-15

Strong's concordance tells us that this name was also applied to the land settled by Tema the son of Ishmael. It goes on to explain how this word is "probably of foreign derivation".

Indeed, this word, Teima, is an Arabic word which means "Barren desert". It remains the name of a city in the Arabian peninsula just north of "Al-Madinah Al-Munawarah," or "Madinah" for short.
Yang dimaksudkan dengan Tema disini adalah kota "Madinah" atau "Yathrib", yaitu kota tempat hijrahnya Nabi Muhammad Saw dan para sahabat beliau setelah mendapatkan siksaan dan perlakuan yang tidak manusiawi dan terusir di negri kelahirannya, Mekkah.

Sejarah mencatat bahwa dinegri Tema atau Madinah ini Rasulullah Saw mendapatkan sambutan dan penghormatan yang menggembirakan dari penduduk kota tersebut, sesuai dengan Yesaya 21:14 dan Yesaya 21:15.

Dan setelah hijrahnya Nabi Muhammad Saw bersama para sahabat dan pengikutnya ketanah Madinah, yaitu dimulainya tahun Hijriah Islam, maka pada tahun berikutnya yaitu tahun kedua Hijriah, Nabi Allah Muhammad Saw menepati nubuatan Yesaya pada ayat berikutnya, yaitu:
"For thus hath Yahweh said unto me, Within a year, according to the years of an hireling, and all the glory of Kedar shall fail. And the residue of the number of archers, the mighty men of the children of Kedar, shall be diminished: for the LORD God of Israel hath spoken it." (Isaiah 21:16-17)
Pada tahun kedua Hijriah, yaitu setahun sesudah hijrahnya Rasulullah Muhammad Saw ("within a year according to the years of an hireling"), terjadilah peperangan Badar yang mengakibatkan banyaknya para pemuka Kedar (yaitu kaum serumpun Muhammad Saw yang menyembah berhala dan memusuhinya dikota Mekkah) gugur dalam peperangan tersebut.

Kemenangan kaum Muslimin pimpinan Nabi Muhammad Saw dalam peperangan Badar ini merupakan awal dari kehancuran keturunan Kedar yang menyembah berhala di tanah Arabia.

Lalu kembali kita pada pembahasan Habakkuk 3:3 bahwa:
"Tuhan datang dari Teman dan satu itu yang disucikan datang dari pegunungan Paran. Selah. Kemuliaannya menutupi langit dan bumi dan memenuhinya dengan pujiannya." (Habakkuk 3:3)
Biasanya umat Nasrani akan mengatakan bahwa isi kitab Habakkuk ini adalah perihal pernyataan Allah kepada Musa yang memimpin umatnya, padahal sama sekali Habakkuk dalam kitabnya tidak pernah ada menyinggung-nyinggung masalah penyertaan Tuhan kepada bangsa Israel dengan pimpinan Musa, isi kitab Habakkuk adalah menceritakan tentang pengagungan kepada Tuhan.

Apa arti kata Selah pada Habakkuk 3:3?
Mari kita lihat pada Genesis / Kejadian 49:1:
"And Jacob called unto his sons, and said, Gather yourselves together, that I may tell you that which shall befall you in the last days." (Genesis 49:1)
"Dan Yakub telah memanggil anak-anaknya, dan berkata, berhimpunlah kalian bersama, bahwa aku hendak mengatakan kepadamu tentang apa yang akan menimpa kepada kamu pada hari kemudian." (Kejadian 49:1)
Pada ayat yang ke-10 terdapatlah kata-kata:
"The sceptre shall not depart from Judah, nor a lawgiver from between his feet, until Shiloh come; and unto him shall the gathering of the people be." (Genesis 49:10)
"Tongkat lambang kekuasaan itu tidak akan mundur dari Judah, pemberi hukumpun tidak dari antara kakinya, sehingga datanglah Selah, maka kepadanyalah segala bangsa akan menurut." (Kejadian 49:10)
Selah, dalam konteks ayat diatas dapat kita artikan sebagai "Shaluah", yang artinya "Rasul" (Utusan Allah), Selah juga merupakan nama sebuah kota, tetapi pengertian ini kurang tepat bila dimasukkan kedalam pengertian Kejadian 49:10 ini, begitu pula Selah dapat diartikan sebagai bentuk pujian terhadap Allah sebagaimana yang terdapat dalam kitab Mazmur (Psalm).

Sehingga maksud dari Kejadian 49:10 adalah tongkat lambang kekuasaan dalam hal ini wahyu yang mengabarkan tentang kerajaan Allah akan segera berakhir dengan kedatangan "Selah" yang menurut Allah dan juga Jesus sendiri di dalam Ulangan 32:21 dan Matius 21:43 bahwa kerajaan Allah itu pada akhirnya akan diangkat dan dipindahkan kepada suatu bangsa selain dari Bani Israel, dan disanalah Selah itu akan mengakhiri wahyu mengenai kerajaan Allah.
"Tuhan datang dari Teman dan satu itu yang disucikan datang dari pegunungan Paran. Selah. Kemuliaannya menutupi langit dan bumi dan memenuhinya dengan pujiannya." (Habakkuk 3:3)
Bahwa Tuhan datang dari Teman yang bisa diartikan bahwa Tuhan telah menolong Nabi-Nya dikota Tema atau Madinah dan orang yang disucikan itu yakni Nabi Muhammad Saw datang dari pegunungan Paran, bahwa Muhammad Saw selaku keturunan dari Nabi Ismail as yang bertempat dipegunungan Paran telah datang datang kekota Madinah sebagai Selah, yaitu sebagai utusan Allah.

Kemuliaan dari satu yang telah disucikan dari pegunungan Paran itu akan menutupi langit dan bumi dengan kemuliaannya, dan akan memenuhi keduanya dengan pujiannya. Jelas bahwa Nabi Muhammad Saw sebagai Nabi yang telah disucikan oleh Allah, datang sebagai pembawa rahmat kepada seluruh alam, mengagungkan asma Allah dan ketauhidan-Nya, menolak segala bentuk keberhalaan yang menodai ke-Esaan Allah.

Kembali saya kutipkan pernyataan dari alamat: http://www.aol40.com/prediction.htm
"Eloah came from Teman, and the Holy One from mount Paran. Selah. His glory covered the heavens, and the earth was full of his praise." (Habakkuk 3:3)

However, if we were to look more closely at this verse we would find even greater detail of this coming message. The word which has been translated here as "Holy One" is the Hebrew word "qadowsh" {kaw-doshe'} which has the multiple meaning of "sacred, holy, Holy One, saint, set apart."

In this specific verse the translators judgment drove them to translate it as "Holy One" (notice the capitals), thus, they understood this verse to simply mean "God came from Teman and God came from mount Paran." However, if this was the intended reading then why did God choose to use the word "God" in one place and "Holy One" in the other? There must be a reason for this specific wording. Actually, there is.

If we were to read Exodus 19:6 we would find that the same translators of the Bible have translated this same Hebrew word as "holy nation."

In Exodus 29:31 it is translated as "holy place," and in Zec. 14:5 they translated it as "saints."

Thus, we see that according to the witness of these same translators of the Bible, this verse of Habakkuk 3:3 could (or more correctly, should) be translated as "and the saint from mount Paran," or "and the holy one from mount Paran" (no capitals). This is important, why?

If we were to accept everything these Biblical translators are teaching us and to accept that the word "qadowsh" can be translated as "Holy One," or as "holy one," or as "saint," or as "holy," etc.

Based upon the meaning most appropriate for the chosen verse, then we realize that although it would be completely appropriate to interpret the coming of Islam from the mountains of Makkah as "the Holy One" coming from "mount Paran", still, it would be more precise to say that "the holy one" (or "the saint") came from "mount Paran." This is because Muhammad (peace be upon him) was born on Paran (Makkah) and first received the message of Islam in the mountains of Makkah.

So why does the first part of this verse say "God came from Teman" and not "The Holy One came from Teman"?

Well, the reason for this is that Islam was indeed first revealed to Muhammad (peace be upon him) in Makkah, however, he and his followers remained persecuted and in constant fear of death from the pagans of Arabia while they resided in Makkah.

This continued for a period of thirteen years. During this period, the Muslims were beaten, starved, tortured, and killed. This situation was hardly conducive of the Muslims openly preaching the message of God to all of mankind. For this reason, the knowledge of the persecution that one must endure upon acceptance of Islam prevented many from openly accepting it or preaching it to others.

However, this all changed in the beginning of the fourteenth year. That is when God Almighty commanded Muhammad (peace be upon him) to emigrate with his companions to Teman (Madinah).

Although the pagans escalated their persecution of the Muslims into all-out warfare at this point, still, within the boundaries of the city of Madinah they had begun to enjoy a measure of freedom and autonomy.

This freedom manifested itself in their ability to not only preach the message of God within the city itself, but they also began to send delegations to the surrounding cities inviting them to Islam. In other words, the message of Islam did not truly begin its "global" phase until it reached "Teman" or Madinah.

This is why the verse says "God came from Teman, and the holy one from mount Paran" In fact, just as the Christian calendar starts with the presumed date of the birth of Jesus (peace be upon him), so does the Islamic "Hijra" calendar start with the year in which the Muslims emigrated to Madinah.
Tidaklah disangsikan bahwa padang belantara Barsyeba yang dimaksud adalah dataran Sinai itu sendiri. Jadi sesudah daratan Paran adalah Mekkah dan Hijaz.

Ahli-ahli Geologi menerangkan bahwa daratan Paran terletak antara Mekkah dan Sinai.

Kitab Ulangan 33:2 berbunyi pula:
"Maka katanya: Bahwa Tuhan telah datang dari sinai dan telah terbit bagi mereka itu dari Seir, kelihatan Ia dengan gemerlapan cahayanya dari gunung Paran, lalu datang dengan sepuluh ribu orang suci, maka dari tangan kanannya terdapat hukum (syariat) yang bernyala-nyala bagi mereka."
Bukankah pegunungan Paran ini adalah di mana Ismail sebagai putra Ibrahim berdiam sebagaimana isi kitab Kejadian 21:21?

Dan bukankah Allah sebagaimana yang kita kutip pada kitab Kejadian sebelumnya juga telah menjanjikan akan berkah dan karunia-Nya bagi Ismail?

Itulah dia terjadi pada saat kebangkitan Muhammad yang berasal dari benih Ismail manakala beliau Saw mendapatkan wahyu dari Gua Hira dan diangkat menjadi Nabi dan Rasul.

Paran, dimana Hagar dan Ismail bertempat tinggal ialah ditanah Arab, sebagaimana diterangkan dalam Galatia 4:25 sebagai berikut:
"For this Agar is mount Sinai in Arabia, and answereth to Jerusalem which now is, and is in bondage with her children."
Dengan keterangan beberapa ayat Bible tersebut diatas, dapatlah dipahami bahwa Paran itu adalah sebuah padang belantara yang sangat luas, terletak antara negeri Palestina di Utara sampai gunung Torsina di sebelah selatan dan di sebelah Timurnya sampai dengan tanah Arab.

Dan pegunungan ditanah Arab disebut "Pegunungan Paran", adalah wajar kalau lama kelamaan karena bertambahnya penduduk, maka yang dinamakan Paran itu hanya tinggal tempat yang ada dipegunungan Sinai.

Maka sekarang ini, Paran sudah tidak ada lagi setelah penduduknya bertambah padat. Hal ini sama keadaannya dengan pesisir utara tanah Jawa. Jaman dahulu semua pesisir utara tanah jawa adalah termasuk Mataram, tetapi sekarang Mataram itu hanya tinggal Yogyakarta dan Surakarta.

Hal ini mudah dimengerti, karena bangsa Arab pendatang di dalam Kitab Kejadian dan kitab-kitab suci lainnya dikenal sebagai golongan Ismail. Sedangkan bangsa Arab pendatang ini menisbatkan silsilahnya kepada Adnan, yaitu nenek dari bangsa Quraisy yang pertama, yang tinggal di Mekkah.

Dan Janji Tuhan pada Kejadian 21:18 dan 17:20 yang menyatakan akan menjadikan keturunan Ismail sebagai suatu bangsa yang besar telah terpenuhi yang diawali dengan kelahiran dan pengutusan Rasulullah Muhammad Saw Al-Amin yang ajarannya kelak akan menghantarkan Bangsa Arab sebagai suatu bangsa yang besar sebagai pusat penyebaran Islam.

Dengan demikian jelaslah bahwa Gua Hira yang berada disalah satu gunung ditanah Arab (Mekkah), adalah termasuk pegunungan Paran, dimana Tuhan dengan gemerlapan cahaya-Nya terlihat digunung Paran, sebagai isyarat turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad Saw.

Dan pada kalimah terakhir pada Kitab Ulangan 33:2 berbunyi "...maka dari tangan kanannya terdapat hukum (syariat) yang bernyala-nyala bagi mereka."

Maksudnya ditangan Muhammad terdapat hukum atau syariat yang tegas bagi umat manusia dengan diiringi oleh 10 ribu orang-orang suci, yaitu para sahabat Rasulullah Saw.

Jadi semakin jelas sudah bahwa Ulangan 33:2 mengatakan: Tuhan telah datang dari Sinai (ini berupa wahyu kepada Musa), kemudian datang dari Seir, sebuah gunung didaerah Palestina (ini wahyu kepada Isa /Jesus) dan yang terakhir dari pegunungan Paran (yaitu wahyu kepada Muhammad Saw) adalah merupakan nubuatan atas diri Rasulullah Muhammad Saw.

Kedatangan Allah dalam konteks ayat Ulangan 33:2 itu tentunya tidak bisa kita artikan bahwa Tuhan akan muncul face-to-face dengan manusia, sebab baik Bible maupun Qur'an sendiri membantah bahwa Tuhan bisa dilihat oleh manusia, pengertian kedatangan, kebangkitan dan bersinarnya Tuhan dalam konteks ayat diatas haruslah kita artikan sebagai petunjuk atau wahyu yang datang dari Allah melalui tempat-tempat tersebut.

Jika kita lihat terjemahan berbahasa Inggris, didapati kalimat:
"And he said, Yahweh came from Sinai, and rose up from Seir unto them; he shined forth from mount Paran, and he came with ten thousands of saints: from his right hand went a fiery law for them." (Deuteronomy 33:2)
Makna kata "came from..., and rose up from... he shined forth" jika kita pahami dengan baik maka akan menumbuhkan pengertian yang lebih luas, bahwa Tuhan sudah datang dari Sinai, lalu kenapa disebut dengan "came from"?

Sebab dalam hal mewartakan wahyu-Nya kepada Musa, Tuhan sendiri yang menghampiri Musa diatas gunung Sinai, dan berikutnya, setelah seluruh yang diwahyukan kepada Musa yang dikenal dengan nama Taurat mulai dirusak dan dimanipulasi serta ditinggalkan oleh kaum Yahudi dalam beberapa periode setelah kematian Musa, wahyu Tuhan akan dibangkitkan lagi (rose up from) oleh 'Isa al-Masih melalui Injilnya, yang berfungsi mengembalikan atau mengingatkan kembali hukum-hukum Taurat.

Pada akhirnya, setelah semua wahyu Tuhan itu kembali diabaikan oleh manusia dengan pembangkangan mereka, Tuhan akan mendatangkan kembali wahyu-Nya dengan kata-kata "he shined forth", akan bersinar... jadi wahyu yang terakhir ini akan berfungsi sebagai penerang, sebagai sumber cahaya, bagaikan matahari yang akan selalu terbit meskipun cahayanya terkadang ditutupi oleh mega hitam yang berlalu, namun kekuatan tembus dari cahaya itu akan mampu menguak setebal apapun mega hitam menggantung, sekalipun malam turut menghadang, namun sang mentari akan meminjam bulan untuk meneruskan cahayanya, menerangi kegelapan.

Itulah AlQur'an, wahyu yang diturunkan oleh Allah, yang senantiasa bersinar, menembusi seluruh hati manusia, menguak kebohongan dan manipulasi yang coba dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi mereka yang mau mempergunakan akalnya.

Seandainya suku Quraisy dan bangsa-bangsa Arab pendatang lainnya bukan merupakan keturunan Ismail, berarti keterangan Kitab Kejadian itu tidak benar dan janji Allah kepadanya tidak dipenuhi, padahal Allah tidak pernah menyalahi janjiNya.

Karena di Mekkah tiada keturunan Ismail yang Allah beri berkah dan diperbanyak keturunannya serta tidak ada suatu bangsa besar dipenjuru manapun dibumi ini yang valid untuk dinisbatkan kepada beliau. Maka kalau hal ini tidak benar, lalu darimana asal-usul bangsa tersebut jika mereka bukan bangsa Arab pendatang ? DImana tempat mereka itu bermukim, agar janji Allah yang tidak pernah menyalahi JanjiNya itu menjadi suatu kenyataan dan kabar gembiranya terwujud, karena tiadalah kebohongan dengan kabar tersebut?

Disamping itu, bahasa Arab pendatang ini mirip sekali dengan bahasa Hebrew (Yahudi), yang merupakan bahasa Ibu dari Nabi Ismail dan tetap sampai sekarang menjadi bahasa kebangsaan Yahudi.

Adanya persamaan antara dua bahasa ini tidak mungkin timbul jika tidak ada hubungan silsilah antara kedua kelompok ini. Apabila kedatangan Tuhan dari Paran ini masih dipaksakan kepada Yesus, maka sejauh yang kita ketahui bahwa Yesus sepanjang hidupnya tidak pernah singgah ke Paran atau juga Teman. Sebaliknya Muhammad Saw, beliau lahir di Paran dan diangkat menjadi Nabi di daerah ini.

NUBUAT-3

TAFSIR KITAB JOHANES
Pengantar kepada Perjanjian Terakhir

Beberapa waktu yang lalu kita sudah membahas Tafsir Kitab Kejadian, Tafsir Kitab Ulangan dan Tafsir Kitab Yesaya yang telah menubuatkan kedatangan Nabi Muhammad Saw. Dan sekarang, sampailah kita pada Tafsir Kitab Yohanes, baik itu dari pemenuhan ramalan 'Isa al-masih yang diriwayatkan dalam Injil-nya, maupun juga dalam pemenuhan nubuat yang disebutkan sebagai wahyu kepadanya.

Pada Tafsir Kitab Yohanes ini, saya akan mencoba memakai gaya penjabaran atau pendekatan penafsiran dengan menggunakan bahasa Islami di dalam memaparkan ayat-ayat yang terdapat dalam Bible.
"Dan tatkala 'Isa putra Maryam berkata: hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada kamu, membenarkan Taurat yang turun sebelumku dan memberikan kabar gembira mengenai seorang Rasul sesudahku yang namanya Ahmad." (QS. ash-Shaff 61:6)
Kita semua tahu, pengutusan 'Isa al-Masih terhadap umat Bani Israil adalah sebagai pelanjut risalah Taurat yang telah diturunkan melalui Nabi Musa as lebih kurang 1300 tahun sebelumnya. Dalam satu kalimat lain yang panjang telah diriwayatkan oleh Matius dalam Injil karangannya pada pasal ke-5 ayat 17 hingga 18 bahwa 'Isa pernah bersabda:
"Janganlah engkau menganggap bahwa aku datang untuk menghapus hukum Musa dan ajaran para Nabi. Aku datang bukan untuk menghapuskannya melainkan untuk menggenapkannya. Karena aku berkata kepadamu, selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu noktahpun tidak akan dihapuskan dari hukum Taurat sebelum semuanya terjadi." (Matius 5:17-18)
Apakah yang dimaksud oleh putra Maryam ini bahwa kedatangannya untuk menggenapkan?

Menggenapi berarti menutupi sesuatu sehingga tidak menjadi ganjil atau bisa juga kita artikan sebagai menyelesaikan sesuatu.

Jika 'Isa bersabda bahwa beliau hadir untuk menggenapi hukum Musa maka di sini berarti bahwa 'Isa datang untuk menyelesaikan hukum Musa, menyelesaikan dalam makna menutupi, menuntaskan namun tidak dalam makna meniadakan atau menghapuskan.

Bahwa 'Isa telah hadir ketengah-tengah umatnya, Bani Israil tidak dengan membawa hukum-hukum baru, beliau mengikuti syariat Nabi sebelumnya sebagaimana juga Daud, Sulaiman dan para Nabi setelah Musa yang lain, mereka berkiblat terhadap syariat Taurat.

'Isa dengan wahyu yang beliau terima dari Allah yang disebut sebagai Injil berfungsi sebagai penggenapan hukum-hukum Taurat terhadap Bani Israil, sebab setelah masa kenabiannya ini, tiada akan ada lagi Nabi lain yang diutuskan bagi umat Israil yang berasal dari benih Ya'kub, kerajaan Allah selanjutnya akan diangkat dari mereka oleh sebab keingkaran yang senantiasa mereka perlihatkan.

Untuk hal ini Nabi 'Isa al-Masih telah bersabda dalam salah satu hadistnya yang diriwayatkan oleh Matius pada pasal 21:43:
"Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah akan diambil darimu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu." (Matius 21:43)
Hadist ini memiliki kaitan yang erat dengan apa yang telah disabdakan oleh Nabi Musa as sebelumnya kepada umat Bani Israil yang tercatat dalam Kitab Hadist Ulangan pasal 9:12 dan pasal 31:27-28:
"Bahkan kamu menentang Tuhan sejak aku mengenal kamu." (Ulangan 9:12)
"Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedang sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap Tuhan, terlebih lagi nanti sesudah aku wafat." (Ulangan 31:27-28)
Dalam salah satu Hadist qudsi yang tercatat pada Kitab Ulangan pasal 32:21, Allah berfirman:
"Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Tuhan, mereka menimbulkan murka-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan kaumnya dan akan menerbitkan amarahnya dengan satu kaum yang hina." (Ulangan 32:21)
Perjalanan hidup Nabi 'Isa putra Maryam di dalam menyampaikan risalah Allah kepada Bani Israil telah mendapatkan tantangan yang hebat dari beberapa pihak, beliau selalu dikejar dan diburu oleh para musuhnya yang telah menganggap kehadiran 'Isa sebagai ancaman bagi kekuasaan dan kehendak mereka.

Yang lebih menyakitkan lagi bagi diri putra Maryam ini, saudara-saudaranya pun tidak memiliki kepercayaan terhadap dirinya sebagaimana yang diriwayatkan oleh Yohanes pada pasal 7:5
"Saudara-saudaranya sendiripun tidak mempercayainya." (Yohanes 7:5)
Bahkan dalam riwayat Markus pasal 3:21 dinyatakan juga, para keluarga-nya sendiri sudah menganggapnya gila.
"Waktu kaum keluarganya mendengar hal tersebut, mereka datang hendak mengambil dia, sebab kata mereka, dia itu tidak waras lagi." (Markus 7:5)
Kepedihan yang ditanggung 'Isa al-Masih ditambah pula dengan kekecewaannya terhadap para sahabat utamanya yang berjumlah dua belas orang (dalam teologi Nasrani disebut sebagai murid pilihan). Karena mereka semua sama sekali tidak ada satupun yang benar-benar mempercayainya, hingga bahkan pada saat-saat terakhir penangkapan 'Isa al-Masih mereka semua melarikan diri, menyelamatkan dirinya masing-masing dengan meninggalkan putra Maryam seorang diri menghadapi marabahaya.
"'Isa berkata kepada mereka, Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" (Matius 8:26)
"...dan 'Isa berkata kepada Petrus: wahai orang yang kurang percaya..." (Matius 14:31)

"...'Isa berkata kepada para muridnya: Kamu yang kurang percaya, mengapa kamu memperbincangkannya?" (Matius 16:8)

"Lalu kata 'Isa kepada mereka, dimanakah kepercayaanmu?" (Lukas 8:25)

"Lalu semua murid itu meninggalkan dia dan melarikan diri." (Matius 26:56)
Bisa kita rasakan betapa kecewanya 'Isa al-Masih, dan sebagai satu ungkapan rasa kecewanya ini, 'Isa bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Yohanes dalam pasal 16:32:
"Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan aku seorang diri. Namun aku tidak seorang diri, sebab Allah menyertaiku." (Yohanes 16:32)
Dan ungkapan rasa kecewanya ini diadukannya kepada Allah yang telah mengutus dirinya sebagai Nabi ketengah-tengah Bani Israil yang senantiasa ingkar dan keterlaluan, tampaknya disini 'Isa al-Masih merasa putus asa untuk memberikan pengajaran kepada umatnya dan mengharapkan Allah memberikan seorang "pembimbing" yang lain kepada mereka karena ia sudah tidak sanggup lagi menghadapi umatnya yang bandel itu.

Diriwayatkan oleh Yohanes dalam pasal 14:16 s.d 14:17
And I will ask the Father, and he shall give you another Paraclete, that he may abide with you for ever. The spirit of truth, whom the world cannot receive, because it seeth him not, nor knoweth him: but you shall know him; because he shall abide with you, and shall be in you." (John 14:16-17 from Douay)

"Dan aku akan memohon kepada Allah, dan Dia akan memberikan kepadamu seorang "Paraclete" yang lain, yang akan dapat menyertai kamu selamanya, "The Spirit of Truth", yang tidak akan diterima oleh dunia sebab dunia tidak melihat dan tidak mengetahuinya tapi kamu mengenalnya. Karena dia akan menyertai dan bersama kamu." (Yohanes 14:16-17)
Pada pasalnya yang ke 16:7 hingga 16:9, Yohanes meriwayatkan sabda 'Isa selanjutnya:
"Tetapi aku mengatakan ini yang benar kepadamu, bahwa berfaedahlah bagi kamu jikalau aku ini pergi, karena jikalau aku tidak pergi, tiadalah "Paraclete" itu akan datang kepadamu; tetapi jika aku pergi, aku akan memintakannya untukmu. Dan bilamana dia sudah datang, dia akan menerangkan kepada isi dunia ini mengenai dosa dan keadilan serta hukuman dari dosa, sebab mereka tidak mempercayaiku." (Yohanes 16:7-9)
Dalam pasal 16:12 s.d. 16:15 ditambahkan:
"I have many more things to say to you, but you cannot bear them now. But when He, the Spirit of truth, comes, He will guide you into all the truth; for He will not speak on His own initiative, but whatever He hears, He will speak; and He will disclose to you what is to come. He shall glorify Me; for He shall take of Mine, and shall disclose it to you. All things that the Father has are Mine; therefore I said, that He takes of Mine, and will disclose it to you." (John 16:12-15 from New American Standard Bible (NASB))

"Sebenarnya, masih banyak perkara yang hendak kukatakan kepadamu, namun kamu tidak bisa menerimanya sekarang. Tetapi apabila dia, "The Spirit of Truth" telah datang, dia akan mengajarkanmu seluruh hal tentang kebenaran, sebab dia tidak akan berkata-kata menurut kehendaknya sendiri, tetapi apasaja yang akan dia dengar itulah yang akan dikatakannya. Dia akan mengabarkan kepadamu semua perkara yang akan datang."

"Maka ia akan memuliakan aku, karena ia akan mengambil daripada hakku, lalu mengabarkannya kepadamu, segala sesuatu yang hak Allah itu juga hakku, oleh sebab itu aku berkata, bahwa diambilnya daripada hakku, lalu dikabarkannya kepadamu." (Yohanes 16:12-15)
Pada pasal 14:26 juga diriwayatkan:
"Tetapi sang "Paraclete", "The Holy Spirit" yang akan diutus Allah karenaku, dia akan mengajarkan kepadamu seluruh perkara dan akan mengingatkan kepadamu apa yang telah kusabdakan padamu." (Yohanes 14:26)
Dan juga pasal 15:25 s.d. 15:26
"But they have done this in order that the word may be fulfilled that is written in their Law, 'They hated Me without a cause.' When the Helper comes, whom I will send to you from the Father, that is the Spirit of truth, who proceeds from the Father, He will bear witness of Me." (John 15:25-26 from New American Standard Bible (NASB))

"But that the word may be fulfilled which is written in their law: They hated me without cause. But when the Paraclete cometh, whom I will send you from the Father, the Spirit of truth, who proceedeth from the Father, he shall give testimony of me." (John 14:16-17 from Douay)

"Tetapi telah terpenuhilah nubuat yang tertulis dalam hukum Taurat mereka, mereka membenciku tanpa sebab. Namun ketika sang "Paraclete" yang kupintakan kepada Allah, "The Spirit of Truth", yang akan diberikan oleh Allah telah datang, dia akan memberikan kesaksian tentang aku." (Yohanes 15:25-26)
Begitulah akhirnya, setelah tantangan demi tantangan dihadapi oleh 'Isa putra Maryam dengan penuh ketabahan dalam menyebarkan risalah Allah, umat Bani Israil tetap tidak mempercayainya.

Dan Allah telah memerintahkan kepada 'Isa al-Masih agar segera menyingkir dari tengah-tengah kaumnya dengan terlebih dahulu memberikan satu nubuat, memberikan satu kabar gembira, yaitu akan hadirnya seorang "Paraclete" lain setelah kepergiannya sebagaimana permintaan dari 'Isa al-Masih sendiri.

Kata "Paraclete" sebagaimana yang anda baca diatas saya ambil dari "Bible Douay", yaitu kitab Bible tertua milik orang-orang Katholik Roma (dikenal juga sebagai RCV = Roman Catholic Version) yang diterbitkan di Rheims pada tahun 1582 dari terjemahan Injil berbahasa Latin Jerome dan direproduksi di Douay tahun 1609, untuk meyakinkan anda semuanya, maka anda bisa membaca kata ini pada alamat yang saya berikan berikut :http://www.cybercomm.net/~dcon/NT/john.html

Catatan: Bible "Douay" ini tidak diakui oleh kaum Protestan serta "cults" atau sekte-sekte Nasrani "Bid'ah" lainnya, sebab di dalam kitab ini terdapat 7 kitab yang kebenarannya diragukan. Dan mengenai 7 kitab ini bisa anda link pada web site "Noncanonical Homepage" atau juga yang alamat ini http://www.tparents.org/Lib-Bib-Rsv.htm

Sedangkan menurut apa yang tertulis dalam web site bertitle-kan "Adakah Muhammad diramalkan di dalam Injil?" yang merupakan terjemahan dari web site Answering-Islam , "IS THERE A PREDICTION OF MUHAMMAD IN THE INJIL?" telah diterangkan: "Nashkhah-nashkhah Yunani Mengesahkah 'Parakletos'. Kalaulah ada apa-apa yang dicurigai bagaimana perkataan ini ditulis, adalah mudah sekali bagi merujuk kepada nashkhah-nashkhah yang sedia ada.

Sesiapa pun boleh memeriksa dokumen-dokumen dan nashkhah-nashkhah (termasuk kedua-dua yang paling tua, 'Codex Siniaticus' dan 'Codex Alexandrinus' yang terdapat di British Museum di London). Terdapat lebih daripada 70 buah nashkhah-nashkhah Yunani bagi Kitab Injil yang bertarikh sebelum kedatangannya Muhammad. "Dan dalam alamat http://www.ridgecrest.ca.us/~immanuel/grow/jwclass/LESSON7.html didapati pengertian dari kata "Paracletos" yaitu sebagai "Helper, Comforter (Greek - parakletos - an intercessor, consoler - advocate, comforter)".

Jadi kesimpulannya, yang dimaksudkan dengan Paraclete atau Paracletos adalah seorang Pembela perkara, pengacara, penasehat, penolong serta penghibur. Dalam kitab hadistnya yang bernama Injil, Yohanes, salah seorang Nasrani telah meriwayatkan nubuatan 'Isa al-Masih akan kedatangan seorang "Paraclete" yang lain, kedatangan seorang penolong yang lain atau seorang pembela yang akan datang setelah kepergian dirinya dari tengah-tengah umat Bani Israil.

Sang Paraclete yang lain ini menurut 'Isa al-Masih adalah "The Holy Spirit" dan ini tercantum dalam Yohanes 14:26. Sebelum kita membahas lebih lanjut, ada sedikit catatan yang akan saya tuliskan disini.

Bahwa para Ahli Kitab telah sering membuat kesalahan dalam penterjemahan kalimat Yohanes 14:26 ini, dalam kebanyakan terjemahan Bible, kata "Pneuma" yaitu kata Yunani untuk "Spirit" telah diartikan sebagai "Ghost", sehingga terjemahannya bukan sebagai "The Holy Spirit" (Jiwa atau Roh yang suci), melainkan "The Holy Ghost" (Hantu atau Bayangan Suci).

Anda bisa membuktikan langsung pada Bible yang anda miliki, umpamanya saya refer pada Software Bible Plus (King James Version) yang bisa anda download pada alamat ftp://zdftp.zdnet.com/pub/private/sWlIB/home_hobby/religion/wbib.zip telah mempergunakan kata "Holy Ghost", begitu juga dengan Bible "Douay" alias Roman Catholic Version yang bisa anda baca dialamat http://www.cybercomm.net/~dcon/NT/john.html telah tertulis sebagai "Holy Ghost".

Namun apabila anda memiliki Bible Revised Standard Version, yaitu Bible revisi terbaru, maka anda akan menemukan kalimat tersebut diterjemahkan sebagai "Holy Spirit", atau bila anda tidak ingin membuka-buka kitab Bible anda secara manual anda bisa melakukan rujukan pada http://www.eliyah.com/Scripture/, disana anda juga akan menemukan kembali terjemahan "The Holy Spirit" sebagaimana terjemahan RSV diatas.

Dalam hal ini, The Revised Standard Version serta The Restored Name King James Version of the Scriptures sudah menterjemahkan secara tepat makna dari kata Yunani Pneuma yang terdapat dalam naskah Bible (manuskrip).

Dan karena itu kita mengatakan dengan simple bahwa makna Paraclete yang disebutkan oleh 'Isa putra Maryam sebagai The Holy Spirit adalah Nabi yang suci. Kenapa begitu?

Anda buka kitab 1 Yohanes 4:1 menyebutkan:
"Saudara-saudara sekalian, janganlah percaya kepada setiap "Spirit", tetapi ujilah "The Spirits" tersebut apakah mereka berasal dari Allah. Sebab banyak "The False Prophets" yang telah muncul dan pergi keseluruh dunia." (1 Johanes 4:1)
Kita lihat disana bahwa kata Spirit yang dipergunakan disini sama dengan Prophet, atau kata "Jiwa/Roh" = "Nabi".

Dalam Bible C.I.Scofield's Authorized King James Version ketika sampai pada kata 'Spirit atau Roh' yang pertama pada ayat 1 Yohanes 4:1 tersebut, diarahkan agar para pembacanya membandingkan dengan yang tertera dalam Matius 7:15.
"Waspadalah terhadap "false prophets" yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas." (Matius 7:15)
Dengan perbandingan ini kita semakin mengetahui bahwa "Nabi yang salah adalah Roh yang salah", jadi kalimat Spirit" = "Prophet" di dalam Tafsir Yohanes dan Matius.

Dan Yohanes terus memberikan kepada kita petunjuk atau kriteria sebagai Nabi atau Roh mana yang benar dan Nabi atau Roh mana yang salah.
"Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa 'Isa al-Masih telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah." (1 Yohanes 4:2)
Berdasarkan penafsiran Yohanes sendiri pada ayat 1 sebelumnya bahwa kata Roh sama dengan kata Nabi.
Jadi ayat 2 "Roh Allah" akan memiliki arti "Nabi Allah" dan "setiap Roh" sama dengan "setiap Nabi".

Maka Paraclete atau Paracletos yang telah dimaksudkan oleh 'Isa al-Masih adalah seorang Nabi Allah yang suci, Nabi yang benar (dalam Yohanes 14:17 juga disebut dengan nama "the Spirit of truth" yang akan datang setelah kepergian dirinya dan menyatakan kesaksian mengenai kemanusiaan 'Isa al-Masih dan memuliakannya sekaligus berfungsi sebagai pembimbing, mewajibkan tegaknya supremasi hukum kepada dunia, baik perihal duniawi (yaitu keadilan) maupun rohani (yaitu perihal dosa).

Sang Paraclete ini suatu gambaran yang tepat bagi diri Nabi Muhammad Saw yang telah datang lebih kurang 600 tahun setelah kepergian 'Isa al-Masih dari kalangan Bani Israil yang memenuhi Nubuatan Nabi Musa pada Kitab Ulangan 18:15 dan 18:18 bahwa Nabi tersebut datang dari saudara Bani Israil sekaligus juga memenuhi nubuat Allah sendiri pada Hadist Qudsi-Nya di Ulangan 32:21 untuk membangkitkan kecemburuan dari satu kaum yang dianggap hina oleh Bani Israil, yaitu Bani Ismail, leluhur Nabi Muhammad Saw.

Parakletos dalam arti 'Pembela perkara, pengacara, advokat' menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Saw yang membela seluruh dakwahan mengenai 'Isa al-Masih yang kenabiannya ditolak oleh umat Bani Israil dan menuduhnya sebagai anak haram yang telah terbunuh diatas kayu salib terkutuk sekaligus membela 'Isa al-Masih dari dakwahan sebagian umat Nasrani yang mengatakan bahwa dirinya adalah anak dari Tuhan atau Tuhan yang melakukan inkarnasi kebumi.
"If I alone bear witness of Myself, My testimony is not true. There is another who bears witness of Me, and I know that the testimony which He bears of Me is true. You have sent to John, and he has borne witness to the truth. But the witness which I receive is not from man, but I say these things that you may be saved. He was the lamp that was burning and was shining and you were willing to rejoice for a while in his light. But the witness which I have is greater than that of John; for the works which the Father has given Me to accomplish, the very works that I do, bear witness of Me, that the Father has sent Me." (John 5:31-36 from New American Standard Bible (NASB))

"Seandainya aku bersaksi akan diriku maka kesaksianku itu tidak akan diterima, akan ada orang lain yang akan memberikan kesaksian mengenaiku dan aku tahu kesaksiannya tentang diriku adalah benar." (Yohanes 5:31-32)
Nabi Muhammad Saw telah datang dan mengadakan persaksian terhadap kebenaran risalah 'Isa al-Masih, Nabi Muhammad Saw sebagaimana sabda 'Isa diatas, tidak akan membuat persaksian terhadap diri 'Isa berdasarkan kehendak dirinya sendiri, sebab kesaksian itu bukan berasal dari manusia, melainkan berasal dari Allah, yaitu wahyu yang diberikan oleh Allah untuk memberi penjelasan kepada manusia perihal kejadian yang sebenarnya melalui Nabi-Nya, Muhammad Saw.

Nabi Muhammad Saw merupakan Nabi yang memiliki kebesaran diatas Nabi Yahya as; seperti yang juga digambarkan oleh 'Isa dalam kalimat diatas "But the witness which I have is greater than that of John, pernyataan 'Isa ini serupa pula dengan pernyataan dari Nabi Yahya as yang termaktub dalam riwayat Matius 3:11 :
"I indeed baptize you with water unto repentance: but he that cometh after me is mightier than I, whose shoes I am not worthy to bear: he shall baptize you with the Holy Spirit, and with fire." (Matthew 3:11)
Jika perkataan Nabi Yahya as diatas kita tujukan pada diri 'Isa al-Masih, itu kurang tepat, sebab 'Isa sudah sendiri datang kepadanya dan minta dibaptiskan yang berarti bahwa Nabi 'Isa al-Masih mengakui kebesaran yang dimiliki oleh Nabi Yahya as dibandingkan dirinya sendiri.

Selain itu, periode kenabian Yahya dan 'Isa al-Masih putra Maryam adalah sejaman, sedangkan menurut penuturan dari Nabi Yahya di atas, bahwa orang yang kebesarannya atau keagungannya itu telah melebihi dirinya akan datang setelah periode kenabiannya, yang berarti orang tersebut tidak sejaman dengan Nabi Yahya itu sendiri.
"Then cometh Jesus from Galilee to Jordan unto John to be baptized of him." (Matthew 3:13)
Jadi kalimat Nabi Yahya tersebut dimaksudkan untuk kedatangan Muhammad Saw selaku Nabi terakhir dalam jajaran kenabian Tuhan, dimana The Holy Spirit alias Ruh suci dan Api yang dengannya ia akan membaptis orang adalah merupakan kebenaran dan ketegasan dari kenabiannya yang diutus oleh Allah dibawah naungan dua kalimah syahadat; Pengakuan mengenai Keesaan Tuhan serta hukum yang diturunkanNya serta pengakuan terhadap Kerasulan Muhammad Saw al-Amin.

Nabi Muhammad Saw telah memerintahkan kepada umatnya, apabila mendengar nama seorang Nabi, termasuk Nabi Isa (Jesus) disebut, harus mengiringinya dengan kata-kata "alaihis-salaam" yang berarti "Semoga sejahtera atasnya".

Selain itu juga salah satu bentuk kemuliaan Isa Almasih putra Maryam yang disampaikan oleh Rasulullah Saw adalah, di dalam al-Qur'an telah disebut nama 'Isa a.s, lebih dari dua puluh lima kali dan digelarinya dengan berbagai gelar dan sifat, diantaranya: 'Isa putra Maryam', 'Seorang Nabi', 'Seorang shaleh', 'Kalimah Allah', 'Masihullah' dan lain sebagainya.

Semuanya menunjukkan bahwa betapa Nabi Muhammad Saw sangat memuliakan 'Isa al-Masih, putra Maryam Rasul Allah sekaligus memberikan kesaksiannya akan kemanusiaan 'Isa sebagaimana yang dituliskan oleh 1 Yohanes 4:2.

Dalam pembahasan terdahulu kita sudah menguraikan bahwa 'Isa al-Masih di dalam Bible selalu mengatakan dirinya sebagai "Anak manusia", dan begitu pula halnya dengan Nabi Muhammad Saw, hampir dalam setiap kali penyebutan atau penulisan nama 'Isa selalu disertai dengan kata "putra Maryam" (son of Marry).

Allah sudah berkehendak untuk mengakhiri penderitaan yang dialami oleh 'Isa al-Masih dari aniaya kaumnya, dan 'Isa tidak bisa menolaknya, sebab dia hanyalah seorang hamba dan bukan khaliq. Sebagai seorang hamba, dia wajib tunduk pada apa yang sudah diperintahkan oleh sang penciptanya seperti apa yang telah disabdakannya sendiri :
"Aku tiada dapat berbuat apapun menurut kehendakku; sebab apa yang kudengar, kuputuskan dan ku hukumkan tidak atas keinginanku tetapi atas kehendak Allah yang telah mengutusku." (Yohanes 5:30)
Muhammad Saw disebutkan oleh 'Isa dalam Yohanes 16:14 s.d. 15 akan mengambil daripada hak 'Isa al-Masih adalah merefer pada kenabian Muhammad Saw yang bersifat universal yang juga akan menggantikan posisi kenabian 'Isa al-Masih ditengah umat Yahudi yang akan memberikan bimbingan kepada mereka, memberikan pengajaran, menunjukkan kebenaran.

Kalimat ini juga dikeluarkan oleh 'Isa al-Masih sebagai konsekwensi dari ucapannya pada Yohanes pasal 16:12 bahwa kaum Bani Israel belumlah sanggup menerima beban berupa perintah Allah yang disampaikan melalui 'Isa masa itu, karenanya dikatakan bahwa dengan kedatangan sang utusan berikutnyalah Bani Israil akan mendapati petunjuk yang seharusnya mereka terima dan mereka dengarkan serta mereka ikuti.

Dan ini tertepati, dimana Nabi Muhammad Saw sebagai Paraclete yang juga bergelar The Spirit of Truth alias al-Amin, mengabarkan kedatangannya untuk memberi pengajaran kepada seluruh manusia, termasuk Bani Israil mengenai Tauhid, hukum, keadilan, perundang-undangan, pola hidup bermasyarakat dan berketuhanan, masalah kebenaran hingga pada masalah hari kiamat yang akan datang, yang kesemuanya itu merupakan refleksi dari nubuatan 'Isa al-Masih bahwa Roh kebenaran itu akan memberitakan segala kebenaran, menyangkut hukum dan perundang-undangan Tuhan serta mengabarkan hal-hal yang akan datang.

Hal-hal yang akan datang ini bila kita merujuk kepada al-Qur'an, adalah berupa mukjizatnya yang berisikan petunjuk-petunjuk kepada manusia dalam bidang ilmu pengetahuan seperti kedokteran, geologi, antariksa, kelautan dan sebagainya hingga pada permasalahan kiamat yang akan terjadi.

Dan seluruhnya ini disebutkan lagi oleh 'Isa al-Masih tidak akan dikatakannya berdasarkan kehendaknya sendiri melainkan segala sesuatu yang didengarnya dari Tuhan itulah yang akan dikatakannya (lihat kembali Yohanes ayat ke-13 dari pasal 16), dan ini sesuai pula dengan pernyataan al-Qur'an mengenai pribadi Nabi Muhammad Saw:
"Wa maa yantiqu anil-hawa in huwa illa wahyun yuuhaa"
"Tidaklah ia itu berkata-kata menurut nafsunya sendiri melainkan apa yang diucapkannya itu adalah wahyu yang diberikan." (QS. an-Najm 53:3-4)
 Sang Paraclete ini juga disebutkan oleh 'Isa al-Masih putra Maryam akan mengingatkan Bani Israil akan apa yang pernah disabdakan olehnya kepada mereka.

Hampir mayoritas dari umat Nasrani yang ada sekarang berpahamkan kepada doktrin Trinitas, yaitu suatu paham yang menyatakan keterbagian Tuhan dalam beberapa bagian kecil. Ini sama sekali tidak diajarkan oleh 'Isa al-Masih semasa keberadaannya ditengah-tengah umat Bani Israil. Justru 'Isa al-Masih mengajarkan akan ke-Esaan Allah bukan ketringgulan Allah. Ajaran ini berasal dari seorang musuh besarnya dari Tarsus yang bernama Saul.

Saul telah mengaku mendapatkan mandat dari 'Isa meski tidak ada satupun bukti yang otentik yang dapat diperlihatkannya atas pengakuannya ini. Kedatangan Saul ketengah-tengah Bani Israil terutama ketengah-tengah para sahabat 'Isa justru membuat ajaran al-Masih yang sejati menjadi kacau balau.

'Isa al-Masih telah mengatakan dirinya hanya diutus untuk kaum Israel, namun Saulus mengubahnya, Muhammad Saw datang lalu mengingatkan kembali perihal ini, 'Isa mengatakan dirinya datang bukan sebagai penghapus hukum Taurat, tetapi Saul mengubah hukum Taurat.
"Lebih mudah langit dan bumi lenyap daripada satu titik dari hukum Taurat batal." (Lukas 16:17)
Nabi Muhammad Saw juga datang untuk mengingatkan kembali kaum Bani Israil dan juga manusia lainnya, 'Isa juga mengatakan bahwa dirinya hanyalah anak manusia dan dia adalah pesuruh Allah, Saul mengubahnya menjadi 'Isa putra Allah dan merupakan Allah itu sendiri, Muhammad datang mengingatkan bahwa benar 'Isa adalah anak manusia, putra Maryam yang diberkahi Allah, dan 'Isa adalah Nabi dan Rasul Allah.

'Isa juga menyeru kepada manusia bahwa Tuhan itu Esa, Tuhan itu satu, tidak ada Tuhan selain Allah, Saul mengubahnya, bahwa Tuhan itu Tiga, dan Tiga adalah satu, Muhammad juga mengingatkan manusia akan misi para Nabi dan Rasul sebelumnya bahwa Tuhan yang benar adalah satu bukan tiga, sama seperti apa yang dikatakan oleh 'Isa, Musa, Ibrahim dan sebagainya.

Itulah Muhammad Saw sang Paraclete agung yang dalam menjalankan misi kenabiannya tidak pernah berkeluh kesah atau putus semangat sebagaimana yang terdapat dalam Tafsir Kitab Yesaya yang pernah kita bahas sebelumnya.

Perjuangannya di dalam mensyiarkan ajaran Allah yang sejati tidak tergoyahkan meski untuk itu beliau Saw harus berhadapan dengan kaumnya, menghadapi caci maki dan aniaya, fitnah maupun seringai bahkan hingga harus terusir dari tanah kelahirannya sendiri, Mekkah al-Mukarromah menuju ke tanah Madinah persis seperti Musa yang harus hijrah kebumi Median dan 'Isa sendiri harus hijrah dari tanah kelahirannya menuju keberbagai penjuru dunia mencari domba-domba Bani Israel lain dari 10 suku Israil yang tersesat.

Dan sejarah telah mencatat sukses yang dicetak oleh Nabi besar Muhammad Saw ini di dalam membangun peradaban umat manusia, ilmu pengetahuan sudah membuktikan akan kebenaran kata demi kata yang keluar dari mulutnya mengenai alam semesta, keagungannya menembus waktu dari jaman kejaman dari satu pulau kepulau yang lainnya diseantero bumi Allah ini.
"Katakanlah: "Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara Rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang memberi penjelasan". (QS. 46:9)

"Hai manusia! sungguh, telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Dan telah Kami turunkan untukmu cahaya yang terang". (QS. An-Nisa' 4:174)

"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwa Allah adalah salah satu oknum dari Tritunggal", padahal sekali-kali tiada Tuhan selain Tuhan Yang Satu. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa azab yang pedih." (QS. Al-Ma'idah 5:73)

"Sungguh, telah kafirlah orang-orang yang berkata:"Allah itu adalah al-Masih putera Maryam". Tanyakanlah: "Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan siapa saja diatas bumi semuanya?" Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang diantara keduanya; Ia menciptakan apa yang Ia kendaki. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Ma'idah 5:17)

"Sungguh telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Bahwa Allah ialah al-Masih putera Maryam", padahal al-Masih sendiri berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu!". Siapapun mempersekutukan Allah, telah Allah larang kepadanya surga, dan tempat kediamannya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." (QS. Al-Ma'idah 5:72)

"Maka jawab 'Isa kepadanya. Hukum yang terutama adalah: Dengarlah wahai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan yang Esa." (Markus 12:29)
Demikianlah kiranya, satu kajian penafsiran terhadap Bible secara Islami, semoga membawa manfaat dan kebaikan bagi kita semua.

Bagi anda yang menginginkan bahasan yang serupa di dalam bahasa Inggris, bisa anda lihat pada alamat http://wings.buffalo.edu/sa/muslim/library/jesus-say/ch6.3.html