Showing posts with label War On Terrorism. Show all posts
Showing posts with label War On Terrorism. Show all posts

29.10.15

Islam adalah MASALAH...

...bagi Iblis dan Para Pengikutnya dari Golongan Jin dan Manusia!




"Kubu Syiah" Mendesak Indonesia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Arab Saudi. ...Lantas Naik Haji & Umroh ke Karbalah & Teheran?


"Mereka Mencintaimu ketika Mereka Lemah
Mereka Membunuhmu ketika Kalian Lemah"
#SyiahBukanIslam!
Media BBC Indonesia blow-up demonstrasi yang dilakukan massa Pro Syiah-Iran di Indoensia Senin (4/1) kemarin dengan tuntutan mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Arab Saudi menyusul hukuman mati atas tokoh Syiah Nimr al-Nimr. 

Tokoh Syiah Nimr Al-Nimr dihukum mati karena "membahayakan" negara Saudi. Nimr Al-Nimr aktif memprovokasi akan membentuk negara Syiah di wilayah Qatif bagian timur Saudi.

Demo yang dilakukan beberapa gelintir orang ini bahkan dibuatkan berita dengan disertai 10 foto-foto demonstrasi. 

Wuihhh niat banget menjadikannya sebagai isu besar dunia.

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160104_indonesia_demo_arab_saudi



4.10.15

Aung San Suu Kyi Coret Seluruh Kandidat Politisi Muslim

Eramuslim.com – Aung San Suu Kyi, tokoh oposisi Myanmar dan peraih Nobel Perdamaian, ternyata tidak seharum namanya. Perempuan yang bersuamikan orang Inggris ini telah mencoret seluruh politisi Muslim dari daftar kendidat yang akan bertarung dalam pemilu parlemen Myanmar. Win Htein, asisten Suu Kyi, mengatakan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) mengatakan banyak kandidat Muslim memenuhi syarat tapi harus dikeluarkan dari daftar pencalonan dengan alasan politis.

Kami tidak bisa memilih mereka,” ujar Htein kepada UCA News. “Kandidat Muslim juga menyadari situasi ini.

Kelompok ultra-nasional Buddha menolak pencalonan kandidat Muslim dalam pemilu parlemen. Biksu ekstermis terus berkampanye dan menggalang dukungan, seraya mengancam akan memboikot pemilu.

USDP, partai yang berkuasa, sama sekali tidak punya kandidat Muslim. Padahal, banyak pengamat menilai pemilu parlemen ini adalah ujian bagi Myanmar, bagaimana demokrasi berjalan di negara itu.

Jika kami menempatkan kandidat Muslim, Ma Ba Tha mengarahkan telunjuk kepada kami dan mengerahkan massa,” ujar Htein. Ma Ba Tha adalah organisasi Perlindungan Ras dan Agama, yang terus menyuarakan anti-Muslim. Mereka menuduh NLD sebagai partai yang didukung ‘islamis.

Komisi Pemilihan Umum Myanmar juga mendiskualifikasi puluhan Muslim yang dicalonkan, atas dasar kewarga-negaraan. Padahal, banyak dari mereka mengikuti pemilu sebelumnya. Kedubes negara-negara Barat di Myanmar memperingatkan politisi negeri itu untuk tidak menggunakan agama sebagai alat pemecah jajak pendapat.(ts)


 "HAM hanya berlaku bagi Non Muslim"

13.9.15

(Duh) Indonesia-Mesir Jalin Kerjasama Perangi Terorisme?

Hidayatullah.com — Pemerintah Indonesia dan Mesir sepakat untuk menjalin kerja sama antar kedua negara untuk memerangi terorisme, termasuk terorisme melalui jaringan internet.

“Kami juga berdiskusi membicarakan kemajuan demokrasi dan Islam rahmatan lil alamin. Juga (dibicarakan-red) tentang radikalisme dan terorisme,” kata Presiden Joko Widodo dalam keterangan pers setelah bertemu Presiden Mesir Abdul Fattah Al-Sisi di Istana Merdeka Jakarta, belum lama ini dikutip Antara.

Jokowi mengatakan kerja sama kedua negara akan terus ditingkatkan dalam berbagai bidang.

Sementara itu, Presiden Abdul Fattah Al-Sisi mengatakan tantangan radikalisme dan terorisme akan bersama-sama dihadapi oleh kedua negara melalui kerja sama.

Keduanya sepakat bahwa terorisme merupakan musuh bersama dari kemanusiaan dan diperlukan kerja sama keamanan untuk menghadapi ancaman tersebut.

Kedua negara sepakat untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi aksi terorisme, termasuk terorisme dalam skala internasional dan juga terorisme yang menggunakan media internet sebagai basis gerakannya.

Presiden Joko Widodo saat menerima Presiden Mesir didampingi oleh Menlu Retno P Marsudi, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, dan Mensesneg Pratikno.*

9.9.15

Amerika yang Menanam Bom, Eropa yang Memanen Aliran Pengungsi dan Imigran

Eramuslim – Sebuah lembaga peneliti asal Kanada menyatakan bahwa derasnya arus pengungsi yang kini membanjiri negara-negara Eropa disebabkan oleh ambisi perang yang dilancarkan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dalam laporan pengamata Global Research yang diterbitkan pada akhir pekan kemarin menyatakan, “Dahulu ditahun 2011 perang AS di Libya untuk menggulingkan Muammar Gaddafi telah mengakibatkan masuknya gelombang pengungsi asal Libya ke negara-negara Eropa. Dan kini hal itu terulang kembali di Suriah.”

Global Research melanjutkan, “Tidak hanya di Timur Tengah, dukungan AS terhadap operasi militer pemerintah Ukraina untuk memerangi kelompok teroris pro-Rusia juga menyebabkan perpindahan warga Ukraina ke Eropa.”

Menurut lembaga pemantau peta politik di dunia internasional menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak pernah belajar dari kegagalan 9700 serangan udara di Libya pada tahun 2011 lalu, yang kini menjadikan Libya sebagai negara gagal di kawasan utara Afrika. (Rassd/Ram)


Uni Eropa Menjadi Rumah Masa Depan Bagi Bangsa Arab dan Muslim?

BRUSSEL (voa-islam.com) - Tak pernah terpikirkan oleh siapapun, Uni Eropa yang begitu menggelegak phobia terhadap Islam, bahkan media-media sayap kanan, sangat rasis dan terus mengkapanyekan sikap phobia, tiba-tiba sekarang Uni Eropa, dan para pemiimpin dan rakyatnya bisa menerima ratusan ribu pengungsi dari Arab, terutama Suriah.

Tak kedengaran lagi suara-suara negatif dan menentang terhadap kehadiran para imigran dari pengunsi Arab, yang sekarang ini membanjiiri Uni Eropa. Semua mengucapkan 'welcome' dengan penuh rasa kemanusiaan. Begitu Uni Eropa. Tak kurang Perdana Menteri Jerman Angela Merkel yang menjadi pahlawan bagi para pengungsi, dan bersedia menampung ratusan ribu para pengungsi. Sungguh sangat luar biasa.

Presiden Komisi Eropa, Jean Claude Juncker, mengatakan Uni Eropa menghadapi tantangan berat dengan kedatangan para pengungsi.

Dalam pidato di depan para anggota Parlemen Eropa, hari Rabu (09/09), Juncker mendesak negara-negara anggota untuk menerima kenyataan bahwa Eropa dipandang sebaga tempat perlindungan yang aman sekaligus sebagai simbol harapan bagi para pengungsi.

Ia mengusulkan agar tambahan 160.000 pencari suaka ditempatkan di seluruh negara anggota Uni Eropa dengan sistem kuota mengikat.

Sebelumnya mengemuka usul pembagian penempatan pengungsi ke negara anggota yang kemudian ditentang sejumlah negara.

Proposal Juncker menurut rencana akan dibahas oleh para menteri Uni Eropa hari Senin (14/09).

Menanggapi seruan presiden Komisi Eropa, Kanselir Jerman, Angela Merkel, menegaskan negara-negara anggota Uni Eropa mestinya langsung menyepakati kuota mengikat tanpa membatasi jumlah pengungsi yang akan diambil.

Sikap AustraliaDengan kata lain Merkel mengatakan usul Juncker adalah permintaan minimum dan Uni Eropa harus menerima lebih banyak pengungsi.

Sementara itu Perdana Menteri Republik Ceko, Bohuslav Sobotka, mengatakan Uni Eropa tidak harus memfokuskan diri pada rencana-rencana baru, tapi menerapkan saja perjanjian di masa lalu soal pengungsi dan pencari suaka.

Dalam perkembangan terkait, pemerintah Australia mengatakan akan menampung tambahan 12.000 pengungsi dari Suriah dan Irak.

Perdana Menteri Tony Abbott mengatakan kelompok minoritas yang mengalami penindasan, yang saat ini mencari perlindungan di Lebanon, Yordania, dan Turki, akan mendapatkan prioritas.

Para pengungsi ini akan diterima dan menetap di Australia mulai akhir tahun


Robert Fisk: Serangan "Teror" di Barat Adalah Akibat Zalimnya Mereka di Dunia Arab

Eramuslim – Penulis sekaligus peneliti urusan Timur Tengah asal Inggris, Robert Fisk, menyatakan bahwa serangan teror yang terjadi di Eropa dalam kurun waktu 1 tahun ini adalah akibat dari kedzholiman Barat terhadap Timur Tengah.

Pernyataan ini dituliskan Fisk dalam artikel terbitannya di surat kabar The Independent Inggris pada hari Minggu (22/11) kemarin.

Apa yang terjadi di Eropa saat ini adalah akibat kebodohan Barat dan penolakan mereka untuk memahami ketidakadilan yang dilakukan di Timur Tengah,” tulis Robert Fisk dalam artikelnya.

Berhentilah wahai pemuda,” nukil Fisk dari nasehat mantan Presiden AS, Dwight D. Eisenhower, kepada mantan Perdana Menteri Inggris, Anthony Eden, ketika memutuskan mengakhiri perang Inggris di Mesir pada tahun 1956.

Fisk melanjutkan, “Dan saat ini sudah saatnya kita mengulangi perkataan mantan Presiden Dwight D. Eisenhower kepada setiap pemimpin, politisi, dan sejarawan bodoh yang menganggap mereka adalah pemimpin perang abadi.

17.8.15

Kesaksian Mujahid Chechnya Meninggalkan ISIS: Kami Hanya Dijadikan Umpan Meriam

(Arrahmah.com) – Seorang Mujahid Chechnya yang berhasil lolos dari “Daulah Islamiyah”, atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, menyampaikan kesaksian mengenai alasan ia meninggalkan ISIS.

Dalam pernyataan yang telah beredar di media sosial pro-Imarah Kaukasus ini, ia menyampaikan kesaksian yang sama dengan sejumlah kesaksian lainnya yang sebelumnya pernah ditulis oleh Mujahidin Kaukasia Utara di Suriah yang juga bertaubat dan berhasil meloloskan diri dari ISIS.

Kesaksian ini menarik karena menimbulkan sejumlah isu spesifik bagi pejuang ISIS yang berbahasa Rusia serta sejumlah keluhan lainnya yang umum terdengar tentang kehidupan di wilayah yang diduduki ISIS.

Muqawamah Media pada Selasa (24/11/2015) menerjemahkan beberapa kutipan dari pernyataan yang bersumber dari akun Facebook Osman Hanov. Kesaksian ini telah di-share di berbagai media sosial dan telah menjadi subjek diskusi di kalangan Mujahidin Imarah Kaukasus dan pendukungnya.

Pertama, kesaksian ini diawali dengan pernyataan seorang Mujahid Dagestan, yang tak ingin namanya dipublikasikan, tentang beberapa kebohongan ISIS:

Setelah Anda masuk ke dalam (wilayah Daulah), kecil kemungkinan Anda bisa keluar. Mereka akan segera menyita paspor Anda, dan tidak memberikannya kembali. Dalam perjalanan antara kota (wilayah kekuasaan) Daulah, Anda hanya bepergian menggunakan dokumen. Dan tanpa surat izin keluar, Anda tidak akan bisa pergi dari Raqqah ke Mosul, apalagi jika ingin meninggalkan (wilayah) Daulah. Pernah ketika aku masih di Dagestan, aku mendengar mereka berkata: “Ayo, jika tidak suka, kau bisa kembali,” tapi itu bohong, kau tidak bisa.

Mujahid Dagestan itu juga memberikan kesaksian, yang juga telah disampaikan sebelumnya oleh sejumlah Mujahidin Kaukasus Utara lainnya tentang ISIS. Ia mengungkapkan bahwa ISIS hanya menggunakan prajuritnya sebagai umpan meriam. Menariknya, keluhan tersebut berhubungan erat dengan komandan Daulah, Umar Shishani, yang merupakan salah satu alasan mengapa para pejuang berbahasa Rusia yang telah keluar dari Daulah bingung.

Bukan hanya bingung, para pejuang non-ISIS bahkan terkadang marah pada laporan media Barat yang menyebut Umar sebagai seorang yang jenius dalam militer. Apakah berpengaruh jika media Barat memiliki pemikiran yang salah tentang Umar? Mungkin tidak dari perspektif militer dan intel. Tapi berbicara kepada kebutuhan untuk penelitian yang benar-benar membutuhkan penggalian info yang lebih mendalam dan melihat apa yang benar-benar dikatakan oleh saksi tersebut, itu bukanlah propaganda atau tipuan, tapi benar-benar fakta lapangan.

Kedua, dan silakan lihat apa yang dikatakan oleh Mujahid mantan anggota ISIS ini selanjutnya:

Mereka memperlakukan Anda sebagai umpan meriam. Amir dapat dengan mudah mengirim batalion ke tempat tertentu dan, yang paling penting, banyaknya kematian yang sia-sia. Kemudian Amir mengirim pasukan lainnya dan dengan hasil yang sama, dan lagi, dan lagi. Saya sendiri adalah saksi ini, dan banyak mereka yang berada di sana menegaskan hal itu.

Ingatlah di Kobane. Ketika situasinya menjadi jelas bahwa mereka tidak akan dapat menahan kota, komandan malah mengirim banyak Ikhwah di sana untuk waktu yang lama dan berakhir dengan kematian sia-sia demi pencitraan media, untuk menutupi kekalahannya.

Ketiga, dia kemudian melanjutkan dengan mengatakan bahwa pernyataan ISIS menyerukan para spesialis untuk datang ke Suriah/Irak adalah kebohongan:

Mereka hanya ingin pejuang untuk menjadi umpan meriam, ada ikhwah yang datang dari berbagai profesi dan tidak ada yang dapat digunakan kecuali dokter.

Dan ini adalah kesaksiannya mengenai pelatihan militer ISIS. Kesaksian ini juga sudah sering keluar dari mulut pejuang ISIS yang membelot. Dan juga sesuai dengan laporan, yang telah dibahas sebelumnya, pejuang muda dan tidak berpengalaman Daulah telah dikirim ke kematian mereka di Kobane (Ayn Al-Arab) dan Baiji.

Pelatihan militer tidak dilakukan dengan benar, memang banyak muaskar (kamp pelatihan) yang dijalankan di sana. Namun apa yang bisa diharapkan dari pelatihan hanya dalam tiga bulan? Akibatnya, sejumlah besar orang meninggal dalam pertempuran pertama mereka.

Keempat, kemudian beliau mengatakan tentang bagaimana Daulah memperlakukan keluarga mereka yang telah tewas dalam pertempuran:

Mereka akan memaksa istri Anda dan memintanya untuk menikah dengan pria lain, dan jika dia tidak melakukannya – maka dia akan dipindahkan ke semacam hanggar, di mana wanita seperti dia tinggal bersama anak-anak mereka, berjumlah sekitar 15-20 orang, tanpa perlindungan dan dalam kondisi yang sangat sulit dalam kedinginan dan dengan makanan yang minim. Namun jika dia ingin pergi meninggalkan (Daulah), mereka tidak akan mengizinkannya.

Kelima, dan ia berbicara mengenai pejuang asing di Daulah:

Saudara-saudara di sini. Mereka sangat bervariasi. Ada beberapa yang sangat menarik, dari negara-negara yang menakjubkan seperti Maladewa, Sri Lanka dan Australia, dari seluruh dunia.

Tapi di antara pejuang berbahasa Rusia ada banyak fitnah, banyak kebodohan. Kalian bisa pergi ke pengadilan Syariah dan memfitnah saudara demi ambisi pribadi. Para hakim sudah lelah dengan perkelahian kami.

...

Sebenarnya kesaksian Mujahid ini masih panjang, namun karena keterbatasan bahasa, Muqawamah Media hanya mengambil beberapa poin yang penting.

Pada poin kesembilan, Mujahid ini mengemukakan pertanyaan; Mengapa intelijen dari berbagai negara termasuk Rusia tidak menghentikan orang-orang yang pergi bergabung ISIS? Bagaimana Nadir Abu Khalid bisa sampai ke ISIS?

Kenapa para ikhwah Muhajir yang berada di Istanbul diketahui oleh Unit Special Force Turki, namun mereka tidak ditangkap kecuali dalam kasus-kasus khusus seperti dalam kasus peledakan?

Apakah kalian tahu, Amir Al-Baghdadi pernah menjadi tahanan di penjara Amerika lalu tiba-tiba secara rahasia menjadi Amir?

Lihatlah Dagestan. Sebelum masjid kami penuh dengan orang dan pelajaran agama yang dilakukan oleh orang-orang seperti Nadir, Medinsky, Abu Umar, Abu Kamil Sultan dan saudara-saudara lainnya. Orang berbondong-bondong masuk ke Islam, terus belajar agama sehingga orang-orang kafir panik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dan sekarang apa? Semuanya pergi, tidak ada pelajaran agama, hampir tidak ada dakwah, di mimbar-mimbar hanya ada tipe ulama seperti Abdullah Abu Amir dan mereka ditempatkan di bawah tekanan, orang tua bersedia memborgol anak-anak mereka agar menghalangi mereka untuk pergi ke masjid Salafi karena mereka tahu bahwa mereka akhirnya akan bepergian ke wilayah ISIS dan mati. Siapa yang menuai manfaat dari semua ini? Orang-orang kafir Rusia. Mereka menyombongkan kesuksesan rencana mereka, jika kalian tidak percaya bacalah media mereka.

Di akhir kesaksian, Mujahid ini mengatakan, lihatlah mereka yang mewakili Daulah dalam pesan dan seruan mereka kepada kaum Muslimin yang berada di negara-negara Kuffar, mereka menyerukan agar meledakkan dan membunuh dan menyembelih orang-orang kafir di sana dengan cara apapun dan tanpa membedakan mereka.

Lalu apa efeknya? Umat Islam di seluruh dunia semakin ditekan dan hak-hak mereka dibatasi, dan ini akan didukung oleh penduduk setempat pasca serangan serampangan seperti itu. Siapa yang mendapat keuntungan dari itu? Kuffar.

Aku bersyukur kepada Allah karena telah mendapat luka, sehingga bisa meninggalkan wilayah ISIS, dan kalian tahu berapa banyak saudara di sini yang ingin meninggalkan ISIS namun tidak bisa? Dan mereka mematuhi perintah mati karena sudah tidak punya pilihan. Oleh karena itu, tugasku untuk memperingatkan karena aku tahu bahwa banyak yang terpesona dengan fitnah ISIS, oleh karena aku berharap (dengan kesaksian ini) mungkin mereka yang berpikir untuk bergabung dengan ISIS akan berhenti dari mengulangi kesalahan orang lain.

Wassalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh
(aliakram/arrahmah.com)

11.8.15

NKRI: Bendera Tauhid Ditangkap, Bendera Zionis-Israel Dibiarkan

Eramuslim.com – Ustadz Syamsudin Uba mengisahkan bagaimana dirinya bersama dua orang ikhwan yang sempat ditangkap oleh aparat TNI dan Polri.

Imron, rekan Ustadz Syamsudin Uba, ditangkap hanya lantaran mengecat rumahnya dengan bendera tauhid.

“Salah seorang dari kami yang ditangkap, namanya Imron, rumahnya ditulisi kalimat tauhid, lalu dikepung oleh TNI dan Polisi lalu dibawa ke Polda NTT. Padahal itu rumah pribadi. Aparat menuduh itu bendara ISIS, lalu dibantah bahwa itu adalah bendera tauhid,” kata Ustadz Syamsudin Uba saat ditemui usai mengikuti aksi dama Parade Tauhid Bekasi di GOR Kota Bekasi, Jawa Barat (9/8).

Begitu sigap aparat menangkap Imron yang mengecat rumahnya dengan bendera tauhid dan dituding terkait ISIS.

Sementara di sisi lain, bendera Zionis Israel, negara teroris yang menjajah umat Islam Palestina dan tak mempunyai hubungan diplomatik dengan dengan Indonesia, bertebaran di NTT maupun di Papua, tapi dibiarkan aparat begitu saja.

“Dia bersama kami di Polda selama lima hari, hanya gara-gara menuliskan kalimat tauhid di rumahnya. Tetapi di Papua, di Kupang dan di Alor, bendera Zionis itu menempel di mobil-mobil,” ujarnya.

Hal itulah yang dipertanyakan Ustadz Syamsudin Uba kepada para penyidik yang menangkapnya kala itu.

“Kenapa mereka yang memasang bendera-bendera Zionis di Kupang dan di Alor itu tidak ditangkap? Tapi kami sebagai umat Islam yang berakidah, memasang bendera tauhid, kami malah ditangkap? Kami pertanyakan kepada aparat seperti itu,” tuturnya.

Menurutnya, pembiaran bertebarnya simbol dan bendera Zionis Israel oleh aparat TNI/Polri dan penangkapan para aktivis Islam yang memasang bendera tauhid, bukan lagi sekedar sikap diskriminatif.

“Ini bukan lagi diskriminasi, tetapi ini adalah cara mereka untuk mematikan orang-orang yang bertauhid. Buktinya, kami ceramah dengan materi seperti itu, lalu dituding sebagai anggota ISIS, ini berita palsu!” tandasnya.(rz/panjimas)

Minyak, emas, perak dan tembaga sudah diberikan...
Ayo... siapa yang peduli NKRI?
Ini mah ngarang saja, kalau saja Indonesia diserang oleh Amerika dan terjadi perang di NKRI ini, komponen bangsa yang mana yang akan membela NKRI?


Aneh, Jokowi Tidak Tersinggung dengan Banyaknya Bendera Zionis-Israel Berkibaran di Papua!

Eramuslim.com – Tragedi Tolikara membuka mata kita, betapa wilayah Indonesia yang bernama Tolikara Papua marak dengan berbagai simbol atribut bendera Zionis-Israel. Ini bukan hanya terjadi di Tolikara namun juga di daerah-daerah pedalaman lain di Papua.

Setelah Tim Pencari Fakta yang dibentuk Komite Umat untuk Tolikara berkunjung langsung ke Tolikara melakukan investigasi, fakta-fakta baru mengemuka, Diantaranya maraknya simbol negara Israel. Warga Tolikara menyampaikan mereka “dipaksa” mengecat rumah/kios mereka dengan simbol Israel. Kalau tidak mau maka mereka kena denda Rp 500 ribu.

DPR sudah bersuara. Ketua Komisi I DPR RI yang menangani urusan Luar Negeri, Mahfudz Siddiq, meminta pemerintah menyelidiki penyebab banyaknya simbol-simbol Zionis-Israel di Tolikara. Ia juga meminta pemerintah membersihkan Tolikara dari unsur-unsur asing yang mengganggu keamanan masyarakat.

Harus juga diselidiki mengapa banyak lambang tersebut di sana,” kata Mahfudz lewat pesan singkat kepada Republika, Sabtu (25/7). Mahfudz mengatakan, secara politik hal ini melanggar. Ini lantaran, sambungnya, Indonesia tidak menjalin hubungan kerja sama dengan Israel. Ia meminta pemerintah membersihkan Tolikara dari unsur-unsur asing yang bisa mengganggu kedamaian dan keamanan masyarakat. Termasuk, membersihkan lambang-lambang Israel. Kerja sama, lanjutnya, perlu dilakukan oleh jajaran aparat Pemda, Polri, dengan dibantu TNI dan BIN (Badan Intelijen Negara).

Namun sampai saat ini belum ada suara pernyataan dari Presiden RI Yth. Bapak Joko Widodo terkait maraknya simbol-simbol Israel di wilayah RI. Orang yang satu ini masih saja diam bagai perawan yang akan dipinang.

Aneh. Kepala Negara berdaulat bernama Indonesia malah membiarkan dan tidak merasa tersinggung dengan maraknya lambang dan simbol negara asing ‘bebas berkeliaran’ di negara yang dipimpinnya. Maka jangan salahkan rakyat jika rakyat mengangap orang ini bukanlah Kepala Negara, tapi sekadar Puppet Aseng dan Asing. Apalagi, simbol dan bendera yang beredar itu adalah simbol dan bendera dari negara penjajah yang ditentang oleh Konstitusi NKRI yaitu UUD 1945.

Lantas kemana saja TNI? Mengapa TNI tidak juga bergerak membersihkan semua anasir teroris dan begundal Zionis-Israel di NKRI? Kasihan sekali Pak Dirman dan semua pejuang kemerdekaan jika kemerdekaan yang dihasilkan dari darah dan keringat mereka akhirnya dikhianati penerusnya sendiri. (rz)

23.6.15

TERORISME adalah

Sebuah Niat, sebuah Makar, sebuah AWAL...

Sesuatu "harus dibuat dan harus dilakukan" untuk lebih "mempertegas" sehingga "keputusan" bisa dibuat...
Sebuah Fitnah Akbar(?) yang melibatkan hampir seluruh manusia di atas muka bumi ini...

Sebuah "konspirasi", siapa yang "nyerang" dan siapa yang "diserang"...
Perkataan George W. Bush pasca (Fitnah Akbar) serangan WTC 911:
"...Menjauh dari semua kesalahan, semua bangsa dan semua wilayah, kini ada keputusan untuk dibuat, kalian bersama KAMI atau kalian bersama TERORIS?"
WTC 911 Part #1


WTC 911 Part #2


Dari tayangan video di atas, jelas sudah siapa yang dimaksud KAMI dan siapa yang diposisikan sebagai TERORIS "musuh bersama" oleh George W. Bush...


Follower...
"We get big bucks!"



Sebuah Ilustrasi..?
Kafirun yang telah tertipu, "tahu percis dan memperolok!"
Munafikun: "Wah... kesempatan nih!"  
Fasiqun: tidak (mau) tahu dan turut tertipu...


Cara Densus88 dalam menjalankan "proyek" GWOT:
  • "Pemerintah" mempunyai INTEL di akun-akun jejaring sosial, kerjanya untuk mencari dan memantau akun (account) yang berjiwa mujahid/mempunyai cita-cita mati syahid atau yang sering memposting berita berita jihad.
  • Setelah target ditemukan maka akun intel DENSUS88 yang menyamar sebagai mujahid akan mengirimkan pertemanan dan setelah di konfirmasi, maka mereka akan memulai bertanya-tanya berada dimana alamat rumahnya sambil diiringi perbincangan tentang penegakan syariat di indonesia kalau semua lancar maka mereka akan melakukan pertemuan rahasia.
  • Bagi yang akunnya sudah terpampang alamat yang jelas dan ada foto profil aslinya, si intel akan langsung menjadikan dia target dengan mengutus orang yang mengaku sebagai "perindu syahid".
  • Setelah melakukan pertemuan dan terjadi kecocokan pemikiran, maka sang calon korban DENSUS88 ini akan langsung diberi latihan militer, atau langsung dipersenjatai.
  • Setelah itu calon korban ini di carikan tempat atau rumah kontrakan yang tentunya strategis bagi DENSUS88 untuk menyerbu (kita tahu, rata-rata semua penyergapan TERORIS adalah rumah kontrakan)
  • Setelah para calon korban ini sampai di kontrakan, bahan-bahan peledak yang belum komplit mereka hantarkan ke kontrakan, biasanya intel-intel tersebut mengatakan bahwa itu akan di jadikan bom rakitan dan untuk mengajari calon korban ini merakit bom (namun bagi DENSUS88 itu hanyalah alat sebagai barang bukti nantinya).
  • Perlu diketahui bahwa para calon korban ini diberi senjata dengan peluru yang terbatas, agar saat mereka melakukan perlawanan tidak terlalu lama (agar kehabisan peluru) sehingga saat mereka kehabisan peluru DENSUS88 bisa langsung menembak mati korban dengan alasan melakukan perlawanan saat mau ditangkap.
  • Setelah semua siap maka akan terjadilah DRAMA penggerebekan TERORIS, dan akan di siarkan biasanya secara LIVE di tv nasional yang sudah diberi tahu sebelumnya.
  • Saat penggrebekan terjadi, biasanya akan terjadi kontak senjata, itu dikarenakan sang calon korban ini sudah didoktrin untuk membenci Pancasila dan seluruh aparat keamanan terutama DENSUS88 sehingga saat mereka tahu bahwa yang datang densus88 para korban ini sangat bersemangat, karena mereka fikir bahwa mati di tangan DENSUS88 adalah mati syahid.
  • Perlu diketahui bahwa yang direkrut para intel ini adalah anak-anak muda yang mempunyai jiwa perang dan mempunyai cita-cita mati syahid, namun tanpa sadar mereka telah dikelabui untuk menjadi "tumbal" DENSUS88 agar terus exist selain itu juga sebagai cara untuk meminimalisir para pejuang khilafah di indonesia.
  • Anggota/Regu DENSUS 88 yang bertugas menyergap memang tidak tahu menahu dengan "skenario" ini, untuk menjaga kerahasiaan operasi, mereka hanya tahu bahwa yang sedang mereka sergap adalah anggota teroris atau jaringan Al-Qaida.
  • Si korban akan langsung ditembak mati di tempat tanpa peradilan dan tanpa bukti bahwa telah melanggar hukum, agar dia tidak bisa menjelaskan kronologi perekrutannya. Adapun yang tertangkap masih hidup, mereka tidak akan mampu berkutik dan membela diri karena mereka tidak sadar kalau yang merekrut mereka ini adalah intel DENSUS88 dan mereka pun akan mengakui bahwa mereka adalah mujahid (Red-mujahidin buatan densus).

Selain untuk memandulkan pergerakan para aktivis dakwah Islam dan jihad fi sabilillah, menurut Mbai, kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), penggerebekan "Operasi Tangkap Mati" teroris adalah berita seksi yang digunakan untuk mengalihkan isu yang sedang berkembang. Penggerebekan terduga teroris sudah di setup sejak lama (baca: dijebak, didanai, disulut semangatnya, dan diprovokasi untuk membuat makar, lalu akhirnya ditangkap) dan eksekusinya tinggal menunggu moment (baca: order) yang tepat.


Terkait...

The REAL TERRORISM?


WHAT'S WRONG WITH ISLAM? 
International...
[HATE!] ROHINGYA...
mirip BOSNIA, AMBON, POSO dan...

Di "MEDIA"? 
...tidak ada informasi kecuali "sebaliknya"!
it's not just oil...
National...
  • Penghapusan kalimat "kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" dalam rumusan Dasar Negara... Indonesia Sekuler
  • "Isu" DI TII
  • Upaya pendistorsian jejak-jejak sejarah perjuangan para pahalawan dan ulama Muslim dalam perjuangan melawan PENJAJAH dan pergerakan kemerdekaan Indonesia.
  • Nasib umat Islam di tangan Jendral-jendral "nasionalis" pada masa ORBA... Tragedi Cicendo Bandung, Tanjung Priuk...
  • "Kasus Jilbab" jadi masalah serius di tahun 80-an. Larangan pemakain jilbab bagi siswi-siswi di sekolah-sekolah negeri. 
  • Upaya pengkerdilan dan pengkotak-kotakan Al Islam sehingga i s l a m tidak sampai menjadi ISLAM di NKRI ini.
  • Interferensi partai penguasa pada masa ORBA terhadap Islam yang melahirkan "kotak" baru dalam Islam...
    Interferensi "Beringin Kuning"
  • Interferensi intelijen terhadap Islam yang menghasilkan lembaga pendidikan "Islam" (pesantren) versi mereka...
    Islam di mata mereka: "(tidak) Toleran dan (tidak) Damai"
  • Tragedi Ambon, Poso...
  • Pencitraan Islam di media-media nasional(is)...
  • ...


Ayeuna...
...tidaklah sama orang yang "buta"
dengan orang yang melihat!
  • BE SMART..! Jangan terpancing apalagi sampai turut tertipu!
  • "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu" (Q2.120)
  • "Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, pasti akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar" (Q8.73)
  • "Mereka membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya" (Q3.54)
  • "Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai"(Q9.32)
  • Shabar dan atau Syukur! ...Hanya ada 2 pilihan bagi kita yang dianggap "teroris".
  • Syurga ada harganya! ...“Neraka itu dihijab (dikelilingi) dengan syahwat, sedangkan Surga dikelilingi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan (dibenci)” (HR Bukhari) 
  • Bahagia tidak bisa diukur dengan materi...
  • ... 
  • KITA SEDANG MENEMPUH TAQDIR (NIAT) MASING-MASING YANG TELAH ALLAH AZZA WA JALLA -SANG PENCIPTA KEHIDUPAN TETAPKAN... Sang Pencipta Kehidupan: "...kehidupan dunia ini tiada lain hanyalah main-main dan senda gurau belaka!"

Wallahu 'alamu! 

SUMBER

22.6.15

RADIKALISME adalah

Sebuah Niat, sebuah Makar, sebuah AWAL...

Sesuatu "harus dibuat dan harus dilakukan" untuk lebih "mempertegas" sehingga "keputusan" bisa dibuat...
Sebuah Fitnah Akbar(?) yang melibatkan hampir seluruh manusia di atas muka bumi ini...

Sebuah "konspirasi", siapa yang "nyerang" dan siapa yang "diserang"...
Perkataan George W. Bush pasca (Fitnah Akbar) serangan WTC 911:
"...Menjauh dari semua kesalahan, semua bangsa dan semua wilayah, kini ada keputusan untuk dibuat, kalian bersama KAMI atau kalian bersama TERORIS?"
WTC 911 Part #1


WTC 911 Part #2


Dari tayangan video di atas, jelas sudah siapa yang dimaksud KAMI dan siapa yang diposisikan sebagai TERORIS "musuh bersama" oleh George W. Bush...


Follower...
"We get big bucks!"



Sebuah Ilustrasi..?
Kafirun yang telah tertipu, "tahu percis dan memperolok!"
Munafikun: "Wah... kesempatan nih!"  
Fasiqun: tidak (mau) tahu dan turut tertipu...


Cara Densus88 dalam menjalankan "proyek" GWOT:
  • "Pemerintah" mempunyai INTEL di akun-akun jejaring sosial, kerjanya untuk mencari dan memantau akun (account) yang berjiwa mujahid/mempunyai cita-cita mati syahid atau yang sering memposting berita berita jihad.
  • Setelah target ditemukan maka akun intel DENSUS88 yang menyamar sebagai mujahid akan mengirimkan pertemanan dan setelah di konfirmasi, maka mereka akan memulai bertanya-tanya berada dimana alamat rumahnya sambil diiringi perbincangan tentang penegakan syariat di indonesia kalau semua lancar maka mereka akan melakukan pertemuan rahasia.
  • Bagi yang akunnya sudah terpampang alamat yang jelas dan ada foto profil aslinya, si intel akan langsung menjadikan dia target dengan mengutus orang yang mengaku sebagai "perindu syahid".
  • Setelah melakukan pertemuan dan terjadi kecocokan pemikiran, maka sang calon korban DENSUS88 ini akan langsung diberi latihan militer, atau langsung dipersenjatai.
  • Setelah itu calon korban ini di carikan tempat atau rumah kontrakan yang tentunya strategis bagi DENSUS88 untuk menyerbu (kita tahu, rata-rata semua penyergapan TERORIS adalah rumah kontrakan)
  • Setelah para calon korban ini sampai di kontrakan, bahan-bahan peledak yang belum komplit mereka hantarkan ke kontrakan, biasanya intel-intel tersebut mengatakan bahwa itu akan di jadikan bom rakitan dan untuk mengajari calon korban ini merakit bom (namun bagi DENSUS88 itu hanyalah alat sebagai barang bukti nantinya).
  • Perlu diketahui bahwa para calon korban ini diberi senjata dengan peluru yang terbatas, agar saat mereka melakukan perlawanan tidak terlalu lama (agar kehabisan peluru) sehingga saat mereka kehabisan peluru DENSUS88 bisa langsung menembak mati korban dengan alasan melakukan perlawanan saat mau ditangkap.
  • Setelah semua siap maka akan terjadilah DRAMA penggerebekan TERORIS, dan akan di siarkan biasanya secara LIVE di tv nasional yang sudah diberi tahu sebelumnya.
  • Saat penggrebekan terjadi, biasanya akan terjadi kontak senjata, itu dikarenakan sang calon korban ini sudah didoktrin untuk membenci Pancasila dan seluruh aparat keamanan terutama DENSUS88 sehingga saat mereka tahu bahwa yang datang densus88 para korban ini sangat bersemangat, karena mereka fikir bahwa mati di tangan DENSUS88 adalah mati syahid.
  • Perlu diketahui bahwa yang direkrut para intel ini adalah anak-anak muda yang mempunyai jiwa perang dan mempunyai cita-cita mati syahid, namun tanpa sadar mereka telah dikelabui untuk menjadi "tumbal" DENSUS88 agar terus exist selain itu juga sebagai cara untuk meminimalisir para pejuang khilafah di indonesia.
  • Anggota/Regu DENSUS 88 yang bertugas menyergap memang tidak tahu menahu dengan "skenario" ini, untuk menjaga kerahasiaan operasi, mereka hanya tahu bahwa yang sedang mereka sergap adalah anggota teroris atau jaringan Al-Qaida.
  • Si korban akan langsung ditembak mati di tempat tanpa peradilan dan tanpa bukti bahwa telah melanggar hukum, agar dia tidak bisa menjelaskan kronologi perekrutannya. Adapun yang tertangkap masih hidup, mereka tidak akan mampu berkutik dan membela diri karena mereka tidak sadar kalau yang merekrut mereka ini adalah intel DENSUS88 dan mereka pun akan mengakui bahwa mereka adalah mujahid (Red-mujahidin buatan densus).

Selain untuk memandulkan pergerakan para aktivis dakwah Islam dan jihad fi sabilillah, menurut Mbai, kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), penggerebekan "Operasi Tangkap Mati" teroris adalah berita seksi yang digunakan untuk mengalihkan isu yang sedang berkembang. Penggerebekan terduga teroris sudah di setup sejak lama (baca: dijebak, didanai, disulut semangatnya, dan diprovokasi untuk membuat makar, lalu akhirnya ditangkap) dan eksekusinya tinggal menunggu moment (baca: order) yang tepat.


Terkait...

The REAL TERRORISM?


WHAT'S WRONG WITH ISLAM? 
International...
[HATE!] ROHINGYA...
mirip BOSNIA, AMBON, POSO dan...

Di "MEDIA"? 
...tidak ada informasi kecuali "sebaliknya"!
it's not just oil...
National...
  • Penghapusan kalimat "kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" dalam rumusan Dasar Negara... Indonesia Sekuler
  • "Isu" DI TII
  • Upaya pendistorsian jejak-jejak sejarah perjuangan para pahalawan dan ulama Muslim dalam perjuangan melawan PENJAJAH dan pergerakan kemerdekaan Indonesia.
  • Nasib umat Islam di tangan Jendral-jendral "nasionalis" pada masa ORBA... Tragedi Cicendo Bandung, Tanjung Priuk...
  • "Kasus Jilbab" jadi masalah serius di tahun 80-an. Larangan pemakain jilbab bagi siswi-siswi di sekolah-sekolah negeri. 
  • Upaya pengkerdilan dan pengkotak-kotakan Al Islam sehingga i s l a m tidak sampai menjadi ISLAM di NKRI ini.
  • Interferensi partai penguasa pada masa ORBA terhadap Islam yang melahirkan "kotak" baru dalam Islam...
    Interferensi "Beringin Kuning"
  • Interferensi intelijen terhadap Islam yang menghasilkan lembaga pendidikan "Islam" (pesantren) versi mereka...
    Islam di mata mereka: "(tidak) Toleran dan (tidak) Damai"
  • Tragedi Ambon, Poso...
  • Pencitraan Islam di media-media nasional(is)...
  • ...


Ayeuna...
...tidaklah sama orang yang "buta"
dengan orang yang melihat!
  • BE SMART..! Jangan terpancing apalagi sampai turut tertipu!
  • "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu" (Q2.120)
  • "Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, pasti akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar" (Q8.73)
  • "Mereka membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya" (Q3.54)
  • "Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai"(Q9.32)
  • Shabar dan atau Syukur! ...Hanya ada 2 pilihan bagi kita yang dianggap "teroris".
  • Syurga ada harganya! ...“Neraka itu dihijab (dikelilingi) dengan syahwat, sedangkan Surga dikelilingi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan (dibenci)” (HR Bukhari) 
  • Bahagia tidak bisa diukur dengan materi...
  • ... 
  • KITA SEDANG MENEMPUH TAQDIR (NIAT) MASING-MASING YANG TELAH ALLAH AZZA WA JALLA -SANG PENCIPTA KEHIDUPAN TETAPKAN... Sang Pencipta Kehidupan: "...kehidupan dunia ini tiada lain hanyalah main-main dan senda gurau belaka!"

Wallahu 'alamu! 

SUMBER

20.5.15

Daulah Islam, Negeri yang Aneh…

Oleh: Muhammad Yusron Muhfid

Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 249)

"Panji Hitam..."
Melihat sepak terjang Daulah Islam yang dideklarasikan pada tanggal 29 Juni 2014 kita akan mendapati berbagai hal yang "janggal" dan di luar nalar sehat manusia. Tentu ini menimbulkan pertanyaan besar siapa mereka sesungguhnya?

Coba perhatikan secara jeli, umur dari Daulah Islam yang sebelumnya bernama Daulah Islam Iraq dan Syiria barulah menginjak usia sekitar satu tahun terhitung sejak dideklarasikan. Tetapi hanya dalam waktu yang singkat, Daulah Islam mendapat permusuhan dari hampir semua negara-negara di dunia. Bahkan, Amerika Serikat sampai-sampai harus menggalang koalisi yang berjumlah sekitar 40 negara hanya untuk memberangus sebuah negara yang baru berumur 1 tahun. Siapa mereka sesungguhnya? Mengapa sebuah negara super power sekaliber Amerika Serikat begitu ketakutan dengan kelompok baru dan kecil ini? Apa sebenarnya yang mereka punya? Apakah mereka punya angkatan udara? Apakah mereka punya pabrik persenjataan canggih? Apakah mereka bisa membuat hulu ledak nuklir? Apakah mereka bisa membuat rudal-rudal yang canggih?

Tidak! Sama sekali tidak! Bahkan hampir semua persenjataan yang dimiliki Daulah Islam adalah hasil rampasan. Bandingkan dengan persenjataan si penjahat kemanusiaan Israel yang begitu canggih dan mutakhir ditambah sokongan dana yang melimpah dari kekasih mereka Amerika Serikat.

Menariknya lagi, ditengah permusuhan hebat yang dikobarkan berbagai negara di dunia terhadap kelompok ini. Mereka tetap dapat mengelola Negaranya seolah-olah tanpa gentar terhadap pemboikotan. Mereka tetap mampu mencukupi kebutuhan masyarakatnya. Entah darimana mereka mendapatkan rezeki ini. Allah-lah yang menjamin rezeki bagi hambaNya yang bertakwa. Bahkan eksistensinya semakin besar dan meluas dukungannya. Padahal, kejamnya “mulut” media massa tak henti-hentinya berucap bahwa mereka adalah teroris, garis keras, dan berbagai julukan buruk lainnya. Ditambah lagi tikaman dari internal umat Islam sendiri yaitu para pengkhianat yang menjual agamanya untuk dunia dan menjadi antek Amerika Serikat

Semua ini merupakan hal yang aneh diluar nalar manusia, bayangkan saja, ditengah gempuran pesawat-pesawat canggih pasukan koalisi yang berjumlah sekitar 40 Negara, ditambah pertempuran dahsyat didarat melawan rezim syiah Iraq, Suriah disokong oleh Negara Syiah Iran mereka tak kunjung kalah. Justru pekan ini mereka dapat merebut kendali atas kota Ramadi, Ibukota Provinsi Anbar Iraq dan berbagai kota di Suriah, memperluas wilayah kekuasaanya di dua Negara tersebut.

Perjuangan mereka mengingatkan saya kepada sejarah perjuangan Islam dimasa nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Sahabatnya, mereka telah bercucuran darah memperjuangkan Islam dan memenangkanNya atas segala kekuasaan tirani yang mengeroyoknya. Siapa yang tidak tahu perang Ahzab? dimana pasukan muslim yang hanya berjumlah 3.000 musti menghadapi 30.000 pasukan sekutu kabilah-kabilah Arab? Perang Mu’tah ketika 3.000 pasukan kaum muslimin harus menghadapi 200.000 bala tentara romawi? Dan perang-perang lainnya. Namun, berkat kelompok kecil ini, yang berasal dari tengah padang pasir yang gersang dan terbelakang, cahaya Islam berhasil menang dan menerangi dunia. Akankah sejarah akan berulang?

Segala keanehan di luar nalar manusia tadi tentu membuat kita layak bertanya-tanya siapa sebenarnya mereka? Apa Manhaj dan ideologinya sehingga sejauh ini mampu memenangkan pertarungan melawan musuh-musuh yang mengeroyoknya? Semoga hal ini akan memancing kita untuk mencari lebih jauh siapa sebenarnya mereka. Karena akan selalu ada sekelompok orang di dalam umat Islam yang berperang di atas jalan kebenaran hingga hari kiamat tiba.

Ya Allah, bila Daulah ini adalah Daulah Khawarij, maka hancurkanlah pilarnya dan bunuhlah para pemimpinnya dan gugurkanlah panjinya serta berilah hidayah bala tentaranya kepada Al Haq

Ya Allah bila ia itu Daulah Islam yang behukum dengan kitabMu dan sunnah nabiMu, serta berjihad melawan musuh-musuhMu, maka teguhkanlah, jayakanlah, menangkanlah dan berilah baginya tamkin (kekuasaan) di muka bumi serta jadikanlah ia gerbang menuju Khilafatan ‘alaa minhajin nubuwwah

Katakan aamiin wahai kaum muslimin!

(Cuplikan pidato Juru Bicara IS, Syaikh Mujahid Abu Muhammad Al Adnani)

13.5.15

Amerika Dinilai Menipu Dunia Soal Tewasnya Usamah bin Laden

Menurut Hersh, jasad Bin Ladin juga tak dimakamkam di laut seperti yang selama ini diklaim Pemerintah AS. Jasad Bin Ladin, klaim Hersh, sebenarnya dimakamkan Pemerintah AS di wilayah Afganistan.

Seymour Hersh: Amerika Menipu Dunia Soal Usamah Bin Ladin
Hidayatullah.com–Seorang wartawan AS pemenang hadiah Pulitzer, Seymour Hersh, membuat tudingan menghebohkan terkait operasi militer AS yang menewaskan pemimpin Al-Qaidah, Usamah bin Ladin.

Dalam sebuah pernyataan terbaru Hersh mengatakan Amerika Serikat (AS) menipu dunia soal kematian Bin Ladin sehingga pemerintahan Presiden Barack Obama bisa mengklaim kemenangan perang melawan Al-Qaidah. Hersh menuding, Pemerintah AS sebenarnya sudah mengetahui posisi Bin Ladin, yang diyakini sebagai dalang selangan 11 September di New York, di kota Abottabad, Pakistan.

Tudingan itu dilontarkan Seymour Hersh yang juga dikenal jurnalis investigasi ini bukan sekadar sensasi, laporan investigasi soal kebohongannya ini juga dimuat dalam The London Review Books.
Menurut Hersh, Bin Ladin selama bertahun-tahun tinggal di sebuah rumah besar yang berlokasi tak jauh dari sebuah akademi militer Pakistan. Abottabad memang dikenal sebagai kota militer Pakistan.

Dinas Intelijen AS (CIA) mengetahui posisi Bin Ladin setelah seorang pejabat tinggi intelijen Pakistan memberikan informasi itu kepada CIA dengan harapan mendapatkan hadiah uang sebesar 25 juta dollar AS.

Berdasarkan investigasinya, Hersh menyebut pemerintahan Obama sudah melakukan negosiasi dengan Pemerintah Pakistan dan dinas intelijen negeri itu, ISI, sebelum menyerbu kediaman Bin Ladin di Abottabad.

Namun, pemerintahan Obama menyatakan operasi penyerbuan ke Abottabad itu adalah sebuah operasi infiltrasi rahasia.

Dengan mengutip seorang sumber anonim, Hersh mengatakan, ISI mematikan aliran listrik ke kediaman Bin Ladin sebelum pasukan elite Navy SEAL menyerbu rumah itu demi mencegah intervensi militer Pakistan.

Menurut sejumlah laporan yang dikutip Hersh, tak ada baku tembak dalam penggerebekan itu dan satu-satunya peluru yang dilepaskan adalah yang memutus nyawa Usamah bin Ladin.

Presiden Obama menyembunyikan kebenaran di balik operasi ini menjelang pemilihan demi meningkatkan popularitas pemerintahannya. Demikian klaim Hersh.

Menurut Hersh, jasad Bin Ladin juga tak dimakamkam di laut seperti yang selama ini diklaim Pemerintah AS. Jasad Bin Ladin, klaim Hersh, sebenarnya dimakamkan Pemerintah AS di wilayah Afganistan.

Hersh menambahkan, saat berpidato memberikan kabar kematian Bin Ladin kepada rakyat Amerika, sebenarnya pidato Obama itu disusun secara terburu-buru.

“Rangkaian pernyataan yang tak akurat ini kemudian menciptakan kekacauan pada pekan-pekan selanjutnya,” kata Hersh dalam artikelnya.

“(Tentara Pakistan) diperintahkan untuk meninggalkan kawasan di dekat kediaman Bin Ladin begitu mendengar suara helikopter AS mendekat,” kata Hersh.

“Kota itu dalam keadaan gelap. Listrik dipadamkan atas perintah ISI, beberapa jam sebelum penggerebekan terjadi,” ujar Hersh.

“Faktanya, telah terdapat kesepakatan antara Pemerintah Pakistan dan tak ada pembicaraan soal hal-hal yang harus diungkap jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” lanjut Hersh.

Pencitraan Obama

Selain kebohongan dalam proses penggerebekan yang menewaskan Bin Ladin itu, sumber Hersh juga meragukan klaim Pemerintah AS yang menyebut telah menemukan dokumen-dokumen penting di kediaman Bin Ladin.

“Gedung Putih harus memberi kesan bahwa Bin Ladin masih penting dalam hal operasi. Jika tidak, mengapa harus membunuhnya?” ujar sumber itu.

“Sebuah cerita palsu dibuat bahwa terdapat jaringan kurir yang datang dan pergi membawa perintah dalam USB. Semua hanya untuk memberi citra bahwa Bin Ladin masih penting,” tambah sumber tersebut.

“Pasukan SEAL seharusnya menyadari adanya skema besar politik ini. Bin Ladin sangat bernilai bagi para politisi. Dia menjadi semacam aset pekerjaan,” kata sang sumber.

Serangkaian kebohongan, kesalahan pernyataan, dan pengkhianatan yang sengaja diciptakan ini, menurut sang sumber, memicu reaksi balasan yang tak terelakkan.

“Kerja sama dengan Pakistan mengalami kemunduran hingga empat tahun sebab negeri itu membutuhkan waktu untuk kembali memercayai AS, khususnya dalam hubungan militer untuk melawan terorisme, sementara terorisme terus tumbuh di seluruh dunia,” ujar sang sumber.

“Mereka (Pakistan) merasa Obama telah berkhianat. Pakistan kini kembali bekerja sama dengan AS karena munculnya ancaman ISIS,” lanjut sumber itu.

Seorang konsultan operasi komando khusus yang juga dikutip Hersh mengatakan, pembunuhan Bin Ladin merupakan sebuah teater politik yang dirancang agar prestasi pemerintahan Obama di bidang militer terlihat cemerlang. Sejauh ini, Gedung Putih belum menanggapi tudingan Hersh lewat artikelnya tersebut.

Namun Gedung Putih menepis laporan Seymour Hersh ini.

“Terlalu banyak banyak fakta tidak akurat dan pernyataan tidak berdasar dalam laporan tersebut,” ujar juru bicara Gedung Putih, Ned Price dikutip CNN.*


Seymour Hersh Kembali Ungkap Fakta Terbaru Soal Kematian Osama Bin Laden

Eramuslim.com – Setelah membongkar kebohongan pemerintahan Barack Obama mengenai operasi militer AS terhadap Osama Bin Laden pada hari Minggu (10/05) kemarin, kini wartawan senior Amerika kembali mengungkapkan fakta baru mengenai pemimpin Al Qaeda tersebut.

Dalam fakta terbarunya Seymour Hersh mengatakan bahwa sebenarnya keberadaan Osama Bin Laden dikota Abbottabad berada dibawah penahanan dinas intelijen Pakistan sejak tahun 2006 lalu,

“Amerika telah berbohong dengan menyebut Osama sebagai buronan dalam penggerebekan peristiwa berdarah tersebut,” ujaranya seperti dilansir kantor berita Anatolia.

“Saya memiliki bukti dari sumber terpercaya mengenai adanya penghianatan sejumlah petugas dinas intelejen Pakistan mengenai keberadaan Osama bin Laden dengan uang sejumlah 25 juta dolar AS kepada CIA,” tambah Seymour Hersh.

“Mereka (petugas intelejen Pakistan) sengaja meninggalkan keberadaan Osama bersama keluarganya sendirian disaat hari peristiwa berlangsung,” ungkap Seymour Hersh.

Selain itu dalam tulisan terbarunya Seymour Hersh juga membantah bahwa Osama telah dibunuh dan dibuang jasadnya di tengah laut. Menurutnya tubuh Osama dimasukan ke dalam kantong mayat, dan kemudian dilempar dari helikopter di atas pegunungan Hindu Kush. (Rassd/Ram)

31.3.15

Duh... Situs-situs Islam Online Diblokir, Media Islam Dibungkam!


"Al ISLAM memang menjadi MASALAH bagi Iblis dan para pengikutnya dari golongan jin & manusia"

Innalillahi wa innailaihi rajiuun.
Memang... pecinta dunia sampai kapan pun 'nggak bakalan nyambung' dengan pecinta akhirat?

Dan karena Al Islam adalah Sempurna,


#KembalikanMediaIslam

Politik "Test The Water" dan Pemblokiran Situs Islam


Eramuslim.com – Lempar dulu wacana apa pun ke tengah masyarakat. Tunggu beberapa saat, atau hari. Jika membuat gaduh masyarakat, banyak yang menentang dan mengecam, maka urungkanlah wacana itu dan katakan jika wacana itu bukanlah kehendak pemerintah. Namun jika masyarakat sama sekali tidak gaduh, atau cuma sedikit yang mempersoalkannya, maka pemerintah akan mengklaim wacana tersebut sebagai kebijakannya dan segera memberlakukannya. Inilah yang disebut politik Test The Water.

Dalam Cambridge Dictionary Online, Test The Water (TTW) diartikan sebagai: To find out what people’s opinions of something are before you ask them to do something. Terjemahan bebasnya adalah, “Untuk mencari tahu bagaimana pendapat masyarakat atas sesuatu sebelum memerintahkan melakukan sesuatu.”

Atau dimaksudkan juga sebagai: To find out whether something is likely to be successful before you do or try it, yang jika diterjemahkan secara harfiah memiliki arti sebagai, “Untuk mengetahui apakah sesuatu itu mungkin dilakukan atau mungkin berhasil, sebelum Anda melakukannya atau mencobanya.”

Jika dikaitkan dengan strategi politik, maka strategi TTW dalam politik adalah cara pemerintah atau kekuasaan untuk melemparkan suatu isu ke tengah masyarakat dan melihat responnya.

Politk TTW ini jadi populer di Indonesia semenjak kampanye Pemilihan Presiden 2014 lalu. Saat itu, tim kampanye Joko Widodo-Jusuf Kalla banyak memunculkan wacana-wacana sensitif nan kontroversial ke tengah masyarakat, yang membuat masyarakat resah, kemudian wacana yang ditolak masyarakat itu pun disanggah oleh mereka sendiri. Jika wacana itu diterima positif oleh masyarakat, maka wacana itu pun dilanjutkan untuk direalisasikan.

Secara umum pola yang digunakan oleh tim Jokowi dan Jusuf Kalla adalah sebagai berikut:
  • Melemparkan isu ke masyarakat melalui media & menunggu;
  • Masyarakat merespon isu melalui berbagai saluran media juga media sosial;
  • Jika isu ditanggapi positif, maka Jokowi-JK akan mengakui dan melanjutkannya;
  • Jika isu ditanggapi negatif, maka Jokowi-JK akan menolak dan menghentikannya;
  • Hal seperti berlangsung berkali-kali hingga polanya sudah terbentuk di benak masyarakat. Hingga pameo, “Siapa yang bilang?” pun menjadi sering terdengar. Jokowi sering mengatakan hal ini di media massa.

Sebagai contoh, berikut beberapa isu yang dilempar oleh tim Jokowi-JK, kemudian disanggah sendiri oleh mereka:
  • Bos Syiah Jalaluddin Rakhmat diusulkan menjadi Menteri Agama, gagal karena banyak mendapat tentangan.
  • Jokowi Akan Hapus Kolom Agama di KTP, gagal pula karena masyarakat resah.
  • Penghapusan Aturan Pendirian Rumah Ibadah, yang dilempar anggota Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Musdah Mulia, salah seorang tokoh liberal. Namun ini pun gagal.
  • Pemberitaan Penghapusan Kementerian Agama, Diganti Kementerian Wakaf, Haji, dan Zakat. Ini pun gagal karena masyarakat tidak setuju.
  • Pengaturan Doa di Sekolah Negeri Agar Tak Dominan Islam, ini juga gagal karena diprotes masyarakat luas.

Pemblokiran Situs-Situs Islam

Dan sekarang, sedang ramai dibahas terkait permintaan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) kepada Kemenkominfo untuk memblokir situs-situs dakwah Islam yang dituding terkait "terorisme", termasuk eramuslim.com. Hal ini langsung menjadi trending topic banyak media sosial.

Tokoh dan pakar teknologi informasi Indonesia, Onno W. Purbo, sampai turun gunung dan berkomentar terkait hal ini. Menurut Onno, jika pemerintah Jokowi benar memblokir situs-situs Dakwah Islam tersebut, maka hal ini jelas bertentangan dengan HAM. Akses ke Informasi merupakan Hak Azasi Manusia (HAM) yang paling dilindungi dalam Deklarasi Human Right artikel 19.

Everyone has the right to freedom of opinion and expression; this right includes freedom to hold opinions without interference and to seek, receive and impart information and ideas through any media and regardless of frontiers.” (http://www.un.org/en/documents/udhr/)

“Ini bisa-bisa terlanggar oleh KEMKOMINFO dengan memblokir secara sembarangan + sembrono & belakangan ini beberapa situs dakwah juga di blokir,” tulis Onno di akun facebooknya hari ini, Senin (30/3).

“Hati2 KEMKOMINFO bisa-bisa menjadi pelanggar HAM kalau praktek ceroboh ini diteruskan tanpa kontrol yang baik,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 19 situs media Islam diblokir Kemenkominfo atas permintaan BNPT dengan dalih situs-situs tersebut menyebarkan radikalisme. Diantaranya: arrahmah.com, voa-islam.com, panjimas.com, dakwatuna.com, hidayatullah.com, eramuslim.com, salam-online.com, dan kiblat,net.

Redaksi PIYUNGAN ONLINE juga baru saja menerima email dari seorang yang bekerja di Provider Network yang membenarkan adanya Surat Pemblokiran dari pihak Kemenkominfo tersebut. Menurutnya, saat ini beberapa provider yang sudah melakukan pemblokiran adalah ISP INDOSATM2, LOOP, SPEEDY.

Tindakan gegabah pemerintah, jelas membuat resah banyak Netizen. Bahkan tindakan perlawanan di dunia maya terhadap langkah gegabah ini sudah menjadi trending topic dunia. Jiak pemerintah Jokowi sungguh-sungguh akan melakukan pemblokiran terhadap situs-istus Islam, maka langkah ini ditakutkan akan memunculkan perlawanan dari para hacker terhadap situs-situs pemerintah dan bahkan sistem perbankan nasional dan sebagainya.

Sampai saat ini, belum ada komentar apa pun dari pemerintah, menteri maupun presiden dan wakil presiden. Semoga saja pemblokiran terhadap situs-situs Islam cuma sekadar test the water, dan ketika umat Islam bangkit melawan, maka pemerintah akan segera mengatakan di media, “Itu cuma HOAX!” (rz)