Showing posts with label Cahaya. Show all posts
Showing posts with label Cahaya. Show all posts

13.11.15

Setelah 28 Tahun Mengkaji Semua Agama, Petinggi Budha Ini Akhirnya Bersyahadat

Eramuslim.comAllahu Akbar! Setelah 28 tahun mengkaji semua agama di dunia ini dengan mantap hati dan tanpa paksaan telah mengambil keputusan memeluk Islam.

Seorang sami (petinggi Budha dari Taiwan) berusia 66 tahun bersama Tan Sri Abdul Rahim Tamby. Hadir juga sebagai saksi Presiden Persatuan Cina Islam Malaysia Cawangan Melaka (Macma), Lim Jooi Soon, Timbalan Pengerusi Majlis Agama Islam Melaka (Maim), Datuk Yaakub Md Amin dan Mufti negeri, Datuk Dr Mohadis Yasin serta jamaah Masjid Cina Krubong Malaka.

Beliau menerangkan dengan menggabungkan bagaimana logik, sains dan hujah dapat dikaitkan dengan pencipta alam ini menyebabkan dia memutuskan untuk memeluk Islam.

Kita doakan beliau di mudahkan oleh Allah Azza wa Jalla dalam sisa hidupnya. Aamin!

المر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ ۗ وَالَّذِي أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ الْحَقُّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Kitab (Al Quran). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar; akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya). (QS Ar Ra’d: 1)

الر ۚ كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (QS Ibrahim: 1)

Mari mempelajari Islam dengan tulus, jujur dan benar, hubungi: www.mualaf.com/pembinamualaf

14.9.15

Erdogan: “Muslim yang Pertama Kali Temukan Amerika Bukan Columbus!”


PELAUT Muslim dan bukan ekspedisi yang dipimpin oleh Christopher Columbus yang menemukan Amerika, klaim Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berbicara di KTT Pemimpin Muslim dari Amerika Latin di Istanbul Sabtu lalu, lapor AFP.

Kontak antara Amerika Latin dengan Islam sudah terjadi sejak abad ke-12. Dan Muslim menemukan benua Amerika pada tahun 1178, bukan Christopher Columbus,” kata Presiden Turki dalam pidatonya yang disiarkan di televisi.

Menurut Erdogan, Muslim menemukan Dunia Baru hampir tiga abad sebelum Columbus melakukannya.

Pelaut Muslim tiba di Amerika pada tahun 1178. Dan dalam catatan Columbus dia menyebutkan adanya sebuah masjid di sebuah bukit di pantai Kuba,” ujar Erdogan.

Sementara itu secara luas banyak pihak yang mengklaim Columbus lah orang pertama yang menginjakkan kakinyadi benua Amerika pada tahun 1492 sewaktu mencari rute baru ke India. Namun faktanya justru umat Islam yang telah tiba di benua Amerika sebelum penjelajah Spanyol.

Dalam satu artikel kontroversial yang diterbitkan pada tahun 1996, sejarawan Youssef Mroueh mengutip catatan harian Columbus yang menjelaskan adanya sebuah bangunan mirip masjid di Kuba.

Namun, beberapa pihak memahami hal itu sebagai metafora sebuah bentuk lanskap.

Erdogan mengatakan bahwa Ankara bahkan siap untuk membangun sebuah masjid di lokasi yang disebutkan oleh Columbus.

Saya ingin berbicara tentang hal itu kepada saudara-saudara saya dari Kuba. Masjid akan kami bangun dengan sempurna di atas bukit yang disebutkan oleh Columbus,” kata pemimpin Turki tersebut.[fq/islampos/alarabiya]


Terkait (WAJIB TAHU!):

23.8.15

Qiyam Al-Lail

Qiyam al-lail akan membawa lebih dekat kepada Tuhan, menjadi penebus berbagai kesalahan, dan penangkal penyakit tubuh.

PARA salaf shalih sangat rajin melakukan qiyam al-lail, di musim dingin maupun musim panas. Mereka memandang qiyam al-lail seakan-akan wajib bagi mereka.

Bahkan mereka berkata, “Setiap faqir (sufi) yang tidur di malam hari bukan karena kantuk yang tak tertahankan lagi, tentu tak sesuatu pun kan ia temukan dalam tarekat.”

Dalam hadist disebutkan, “Kalian, kerjakanlah qiyam al-lail, itu merupakan kebiasaan orang-orang salih sebelum kalian. Qiyam al-lail akan membawa kalian lebih dekat kepada Tuhan kalian. Ia juga akan menjadi penebus berbagai kesalahan kalian, pencegah dosa, dan penangkal penyakit tubuh.”

Ummu Sulaiman ibnu Dawud berkata, “Anakku! Jangan tidur malam, karena orang yang tidur malam, di hari kiamat akan datang sebagai orang tanpa kebaikan.”

Allah Ta`ala telah mewahyukan kepada Dawud a.s., “Hai Dawud! Orang yang mengaku cinta kepada-Ku, sementara saat malam tiba ia tidur melupakan-Ku, sungguh ia telah berbohong.”

Dalam sebuah hadist dinyatakan, “Sungguh, Allah Ta`ala akan membanggakan seorang hamba yang melaksakan tahajud di malam yang sangat dingin kepada para Malaikat-Nya. Dia berfirman, `Lihatlah hambaku, ia bangkit dari tempat tidurnya, meninggalkan dunia dan istrinya yang cantik, kemudian dengan kalam-Ku ia bermunajat kepada-Ku. Aku persaksikan kepada kalian bahwa Aku telah mengampuninya.”

Imam Zainal `Abidin r.a. berkata, “Suatu malam, karena terlalu kenyang makan roti, Yahya ibnu Zakariya a.s. tidur dan meninggalkan shalat malamnya. Kemudian Allah mewahyukan kepadanya, `Hai Yahya, jika Kuperlihatkan surga Firdaus kepadamu sekali saja, niscaya tubuhmu akan meleleh, lalu setelah air mata, engkau menangis darah, dan setelah mengenakan kain mori kasar perkabungan, engkau akan mengenakan baju besi.”

Suatu hari ketika melaksanakan shalat malam, `Umar ibnu al-Khaththab r.a. jatuh pingsan, mungkin karena ada satu ayat melewatinya. Sehingga, selama beberapa hari ia dijenguk bagai orang sakit. Selama kekhalifahannya, `Umar tidak pernah tidur, siang maupun malam, melainkan sekadar mengangguk karena kantuk, itu pun dalam keadaan duduk.

Ia berkata, “Jika aku tidur malam, hilanglah jiwaku, dan jika aku tidur siang, hilanglah rakyatku, sementara aku akan diminta pertanggungjawaban atas mereka.”

`Abdullah ibnu Mas`ud akan segera bangkit bertahajud jika penduduk telah tertidur pulas dan terdengar gema seperti gemuruh lebah, sampai memasuki waktu subuh.

Jika suatu saat Sufyan ats-Tsauri lalai akan dirinya akibat banyak makan, ia akan (menebusnya dengan) bangkit sepanjang malam, dan berkata, “Sungguh, keledai akan ditambah berat bebannya jika makannya ditambah.”

Setelah shalat Isya’, Thawus r.a. berbaring di ranjangnya, tapi ia demikian gelisah, dan tidak tidur sampai subuh. Seringkali ia bangkit sendirian dari mulai waktu Isya sampai terbit fajar, atau ia duduk sambil menunduk dan tidak berbicara sedikit pun sampai pagi. Ia berkata, “Sungguh, ketakutan terhadap neraka Jahannam akan melenyapkan tidur para hamba.”

Berselimut akan membuat para salaf shalih merasa takut. Bahkan, sebagian dari mereka menganggap, tidur di kasur yang empuk merupakan perbuatan tercela. Di antara mereka ada yang pernah duduk dan tertidur di atas kasur sekembalinya dari perjalanan jauh, dan tidak melaksanakan shalat malam. Setelah itu ia bersumpah untuk tidak tidur di kasur, sampai menjelang kematian.


Shahib al-`Abid berkata, “Setiap kali aku teringat neraka Jahannam, rasa kantukku terbang."

`ABDUL Aziz ibnu Abi Dawud menghampiri kasur, kemudian ia meletakkan tangannya di atas kasur itu, dan berkata, “Betapa empuknya kamu, tapi kasur surga lebih empuk darimu.” Kemudian ia bangkit melaksanakan shalat, terus menerus shalat sampai fajar.

Fudhail ibnu `Iyadh berkata, “Sungguh, aku sedang melaksanakan qiyam al-lail, kemudian fajar terbit, dan hatiku pun gemetar. Lalu aku berkata, ‘Siang telah datang membawa berbagai petaka.’”

Bisyir al-Hafi, Abu Hanifah, Yazid al-Raqasyi, Malik ibnu Dinar, Sufyan ats-Tsauri, dan Ibrahim ibnu Adham senantiasa melaksanakan qiyam al-lail setiap hari, sampai akhir hayat mereka. Suatu saat, Bisyir al-Hafi ditanya, “Tak pernahkah engkau istirahat di waktu malam, sekejap saja?” Bisyir menjawab, “Sungguh, Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam telah bangkit (untuk qiyam al-lail) sampai kedua kakinya bengkak dan mengalirkan darah, padahal Allah Ta`ala telah mengampuni –kalaupun ada– dosanya, baik yang telah berlalu maupun yang akan datang. Bagaimana aku bisa tidur, sementara aku sama sekali tidak tahu apakah Allah telah mengampuni satu saja dari dosaku.”

Hasan al-Bashri r.a. berkata, “Tak seorang pun di antara kalian meninggalkan qiyam al-lail, melainkan karena dosa yang telah diperbuatnya. Setiap malam, diri kalian menghilang saat matahari mulai tenggelam. Bertobatlah kepada Tuhan kalian, agar kalian bisa melaksanakan qiyam al-lail.” Seringkali al-Bashri berkata, “Qiyam al-lail akan terasa berat bagi orang yang banyak menanggung beban kesalahan.”

Shillah ibnu Asyim r.a. selalu memancangkan kakinya untuk shalat sejak waktu Isya sampai Subuh. Dan seusai shalat ia akan berkata, “Ya Rabb, seretlah aku dari neraka, karena orang sepertiku tak layak memohon surga.”

‘Utbah al-Gulam, jika selesai berwudhu, sebelum beranjak untuk shalat ia akan berkata, “Ya Allah, Sungguh diriku telah melakukan berbagai maksiat dan keburukan yang tak sanggup kutanggung, sehingga aku layak mendapat hina, noda, dan masuk neraka. Dan inilah aku yang ingin bersimpuh di hadapan-Mu, di balik semua penentang yang ada di muka bumi ini. Aku memohoh agar Engkau mengampuni salah seorang di antara mereka, sehingga aku pun mendapat percikan ampunan itu.”

Al-Hasan ibnu Shalih senantiasa melaksanakan qiyam al-lail bersama budak perempuannya. Suatu hari, ia menjual budak perempuannya itu kepada suatu kaum. Saat tiba waktu Isya, budak perempuan ini mulai shalat, dan terus menerus shalat sampai fajar menyingsing. Budak itu berkata kepada penghuni rumah, “Wahai penghuni rumah, semua waktu akan berlalu dari malam. Bangkitlah dan shalatlah kalian wahai penghuni rumah.” Penghuni rumah berkata kepada budak itu, “Kami tidak bangun sampai fajar.”

Kemudian sang budak mendatangi al-Hasan ibnu Shalih, dan berkata, “Engkau telah menjualku kepada orang-orang yang selalu tidur sepanjang malam. Dan aku takut menjadi malas karena menyaksikan tidur mereka.” Setelah itu al-Hasan pun membelinya kembali, karena rasa sayang kepadanya dan untuk memenuhi haknya.

Setiap malam, Rabi`ah al-Adawiyah berwudhu dan memakai wewangian, lalu berkata kepada suaminya, “Apakah Engkau membutuhkanku malam ini?” Jika suaminya mengatakan tidak, maka ia pun akan bangkit untuk shalat sampai subuh. Dan di awal malamnya itu ia akan berkata, “Tuhanku, mata orang-orang telah terlelap, bintang-bintang tenggelam, dan kerajaan dunia pun telah mengunci pintu-pintunya. Tapi pintu-Mu tak pernah ditutup, maka ampunilah dosaku.” Setelah itu ia merentang kedua kakinya untuk shalat, dan berkata, “Demi Keagungan dan Keperkasaan-Mu, inilah tempatku di hadapan-Mu sampai pagi selama aku hidup.”

Al-Mugirah ibnu Habib berkata, “Suatu malam, kedua mataku menatap Malik ibnu Dinar, saat itu ia telah berdiri tegak di hadapan Allah Ta`ala sejak waktu Isya sambil menggenggam janggutnya. Ia terus menangis dan berkata, `Ya Rabb, kasihilah Malik yang telah beruban ini, sehingga bisa shalat sampai terbit fajar.’”

Ia juga berkata, “Selama satu bulan aku memperhatikan `Abdul Wahid ibnu Zaid. Aku tidak pernah melihatnya tidur, walau hanya sebentar. Dan ia berkata kepada penghuni rumah, ‘Wahai penghuni rumah, setiap detik terus berlalu dari malam ini. Waspadalah kalian di rumah yang kalian tiduri ini, sebentar lagi rayap akan memangsa kalian.”

Shahib al-`Abid adalah budak milik seorang perempuan di Bashrah, ia selalu beribadah sepanjang malam. Suatu hari, sang majikan berkata kepadanya, “Sungguh, ibadahmu sepanjang malam akan mengganggu pelayananmu (padaku) saat siang.” Shahib berkata kepadanya, “Apa yang akan kulakukan? Setiap kali aku teringat neraka Jahannam, rasa kantukku terbang.”

Azhar ibnu Mugits r.a. berkata, “Suatu malam, aku melihat perempuan paling cantik yang belum pernah kusaksikan, ia bermata indah, maka aku pun berkata kepadanya, `Siapa engkau?’ Ia menjawab, `Aku diperuntukkan bagi orang yang selalu bangun di malam-malam musim dingin.”

Suatu malam, Ibrahim ibnu Adham tertidur di Bait al-Muqaddas. Tiba-tiba ia mendengar suara dari arah gurun berkata, “Qiyam al-lail akan memadamkan nyala neraka dan mengokohkan kaki di atas shirath. Maka, jangan kau remehkan qiyam al-lail.” Sejak saat itu, Ibrahim ibnu Adham tidak pernah lagi meninggalkan qiyam al-lail, sampai saat ia meninggal.*


Dari buku Terapi Ruhani karya Syaikh ‘Abdul Wahhab Asy-Sya’ani.

5.8.15

13 Alasan Emmanuel Adebayor Masuk Islam

EMMANUEL Adebayor adalah pemain sepak bola profesional dari Togo yang bermain untuk klub Inggris Tottenham Hotspur dan memperkuat tim nasional Togo. Sebelumnya ia bergabung dengan klub Metz, Monaco, Arsenal, Real Madrid dan Manchester City.

Beberapa bulan yang lalu, Emmanuel Adebayor merilis informasi yang berkaitan dengan pribadi dan keluarganya secara online. Seiring berjalannya waktu, terkuak kabar bahwa ia memutuskan untuk masuk Islam. Ia memutuskan untuk meninggalkan keyakinan lamanya, Kristen dan memilih Islam sebagai jalan hidup. Proses masuk Islam Adebayor ini juga diunggah ke Youtube.

Adebayor masuk Islam bukan tanpa pemikiran yang matang. Ia benar-benar memunyai alasan yang kuat mengapa akhirnya ia memilih Islam dan meninggalkan keyakinan lamanya. Laki-laki kelahiran tahun 1984 ini menganggap bahwa umat Muslim adalah umat yang paling menganut nilai-nilai yang diajarkan oleh Yesus atau Isa Alaihissalam daripada orang Kristen sendiri.

Inilah 13 alasan valid menurut Emmanuel Adebayor:
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. mengajarkan tauhid yaitu hanya ada satu Tuhan yang layak untuk disembah. Hal ini tercantum dalam Kitab Ulangan 6: 4, Markus 12: 29. Umat Islam pun mempercayai hal ini sebagaimana tercantum dalam QS. An-Nisa: 171.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. tidak makan daging Babi sebagaimana tercantum dalam Kitab Imamat 11: 7 yang selaras dengan QS. Al-An’am: 145.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. memberi salam dengan “assalamu’alaikum” (Semoga kedamaian/keselamatan menyertaimu) dalam Johannes 20: 21. Umat Islam juga saling memberi salam dengan kalimat ini.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. selalu mengatakan ‘jika Tuhan menghendaki’ (insya Allah), Muslim mengatakan ini sebelum melakukan sesuatu sebagaimana dianjurkan dalam QS. Al-Kahf: 23-24.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. membasuh muka, tangan dan kakinya sebelum berdoa. Muslim pun melakukan hal yang sama.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. dan nabi-nabi yang terdapat dalam Kitab Injil berdoa dengan kepala menyentuh tanah (lihat Matius 26: 39). Umat Islam pun juga diperintahkan hal serupa di QS. Ali-Imran: 43.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. memelihara jenggot dan memakai jubah. Umat Islam pun disunahkan untuk melakukan yang serupa.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. patuh pada hukum dan percaya pada para nabi (lihat Matius 5: 17). Umat Muslim pun melakukan hal yang sama sebagaimana diajarkan dalam QS. Ali-Imran: 84 dan Al-Baqarah: 285.
  • Ibunda dari Yesus atau Nabi Isa a.s. yang bernama Maryam berpakaian dengan sederhana, menutup seluruh tubuhnya dan memakai penutup kepala (hijab). Hal ini bisa ditemukan dalam 1 Timotius 2: 9, Kitab Kejadian 24: 64-65, Korintus 11: 6. Perempuan Muslim juga berpakaian yang sama sebagaimana diperintahkan oleh QS. Al Ahzab: 59.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. dan nabi-nabi lain yang terdapat dalam Injil berpuasa hingga 40 hari (lihat Kitab Keluaran 34: 28, Daniel 10: 2-6, dan Matius 4: 1). Muslim juga berpuasa di bulan Ramadan. Muslim diwajibkan berpuasa sebulan penuh atau 30 hari di bulan suci Ramadan (lihat QS. Al-Baqarah: 183). Setelah Ramadan disunahkan untuk berpuasa selama 6 hari untuk melengkapi pahala puasa sebelumnya.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. mengajarkan umatnya untuk mengucapkan ‘Kedamaian bagi rumah ini’ ketika ia memasuki rumah (lihat Lukas 10: 5) dan memberi salam kepada pemilih rumah. Umat Muslim melakukan hal serupa sebagaimana yang dilakukan dan diajarkan oleh Yesus atau Nabi Isa a.s. Ketika masuk rumah, kita dianjurkan untuk mengucapkan ‘Bismillah’ dan ‘assalamu’alaikum’ yang memunyai makna sama dengan ajaran Yesus. Hal ini tercantum dalam QS. An-Nur: 61.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. dikhitan atau sunat. Khitan adalah 1 dari 5 fitrah dalam Islam yang harus dilakukan oleh laki-laki Muslim. Menurut Injil pada Lukas 2: 21, Yesus berusia 8 hari ketika ia dikhitan. Dalam kitab Taurat, Allah menyatakan kepada Nabi Ibrahim a.s. bahwa khitan adalah perjanjian abadi (lihat Kejadian 17: 13). Qur’an surat An-Nahl: 123 juga memerintahkan Muslim untuk mengikuti agama Ibrahim. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ibrahim mengkhitan dirinya sendiri ketika usianya 80 tahun." (Sahih Bukhari, Muslim, Ahmad).
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. berbicara bahasa Aramaic dan menyebut Tuhan dengan ‘Elah’ yang diucapkan sama dengan Allah. Aramaic adalah bahasa Bible (Injil) yang kuno. Aramaic adalah salah satu dari bahasa Semit yang juga meliputi bahasa Hebrew (Yahudi), Arab, Ethiopia dan Assyiria kuno serta bahasa Babilonia dari Akadia. Bahasa Aramaic untuk ‘Elah’ dan Arab untuk ‘Allah’ adalah sama.
Dari sini terlihat jelas, siapa di antara umat Kristen dan Islam yang merupakan pengikut setia dari Yesus. Tentu saja, Umat Islam!

Karena itulah, atas alasan tersebut saya memutuskan menjadi pengikut setia Yesus dengan menjadi Muslim,” pungkas Emmanuel Adebayor. (riafariana/dbs/voa-islam.com)

27.6.15

Fakta! Banyak Sedekah (Shadaqah) Makin Sehat dan Bonus Pahala

Dari sini dapat kita mengerti, mengapa sahabat Nabi begitu antusias dalam sedekah, yakni karena mereka ingin mendapat ampunan-Nya

SESUNGGUHNYA segala hal yang Allah Subhanahu Wata’ala syariatkan adalah baik bagi diri, orang lain dan tentu saja kehidupan semesta, tidak terkecuali perintah sedekah.

Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan umat-Nya untuk bersedekah, baik dalam rangka jihad fi sabilillah, membantu sesama atau pun memuliakan anak-anak yatim. Akan tetapi, sebagaimana fitrah manusia itu sendiri, kecintaan terhadap harta dan kemewahan seringkali membuat sebagian orang tidak mampu melihat dan merasakan kedahsyatan dari amalan yang sangat dianjurkan ini.

Dan, di sini muncul pertanyaan, bagaimana sistem penjelas yang bisa dipahami ketika seorang Abu Bakar menyedekahkan seluruh yang dimilikinya, Umar separuh yang dimilikinya dan Utsman bin Affan serta Abdurrahman bin Auf yang tak pernah pikir panjang dalam hal sedekah.

Satu-satunya jawaban yang populer untuk menjelaskan perilaku sahabat Nabi yang sangat dermawan itu adalah karena iman. Belum ada sampai saat ini – setidaknya yang penulis temukan – sistem penjelas yang secara rasional mencerahkan.

Namun demikian, perjalanan waktu mengantarkan sains dan teknologi menemukan keajaiban-keajaiban dari syariat Allah yang diamalkan oleh manusia.

Penelitian Membuktikan

Secara fisik berbagi dan bermurah hati terlihat merugikan. Namun fakta lain justru sebaliknya. Sebelum ini, peneliti sudah menemukan istilah “warm-glow-effect’, sebuah fenomena ekonomi yang pernah dijelaskan oleh James Andreoni tahun 1989, dimana menunjukkan orang yang beramal, berbagi dan bermurah hati justru berdampak positif atas kemurahan hati mereka atau disebut “warm-glow effect” (efek-cahaya pemberi). Perasaan positif ini didapatkan atas tindakannya memberi atau membantu orang lain.

Studi tahun 2006 oleh Jorge Moll dari National Institutes of Health menemukan bahwa ketika seseorang melakukan donasi kepada suatu yayasan, beberapa area di otak yang terkait dengan kenyamanan, koneksi sosial, dan rasa percaya turut aktif dan menciptakan efek “warm glow”. Para peneliti juga percaya bahwa ketika melakukan tindakan altruistik, otak akan melepaskan endorfin, memproduksi perasaan positif yang disebut “helper’s high.”

Fenomena tersebut dapat terjadi karena ketika menolong orang, otak memproduksi hormon dopamine (yang memberi perasaan bahagia dan keyakinan bahwa yang kita lakukan adalah hal yang benar) serta hormon oxytocin yang dikenal dapat mengurangi stress, meningkatkan fungsi imunitas, dan mengembangkan rasa percaya dalam interaksi antar manusia.

Banyak penelitian menunjukkan sikap dermawan ternyata berkorelasi dengan kesehatan. Salah satunya adalah penelitian Stephanie Post yang dimuat dalam bukunya, Why Good Things Happen To Good People, yang menyatakan bahwa berbagi dengan sesama dapat meningkatkan kesehatan penderita penyakit kronis seperti HIV. [Baca: Hindari Pelit dan Banyak Berbagi, Bikin Hidup Lebih Sehat!]

Bisa dibayangkan, bagaimana kalau alat misalnya digunakan untuk meneliti anak-anak Muslim Indonesia yang dalam membantu orang lain disertai niat dan dorongan ingin mendapat ridha Allah, mungkin akan lebih wow lagi. Karena dalam Islam sedekah bukan semata memberikan kebahagiaan dunia tetapi juga kebahagiaan akhirat.
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q2.271)
Dengan kata lain, terlepas dari bagaimana dilakukan (sembunyi atau terang-terangan) sedekah itu memastikan kebahagiaan dunia dan akhirat sekaligus, bahkan mengundang rahmat Allah berupa ampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Dari sini dapat kita mengerti, mengapa sahabat Nabi begitu antusias dalam sedekah, yakni karena mereka ingin mendapat ampunan-Nya.

Dan, yang paling memotivasi adalah hadits Nabi yang menjelaskan bahwa pahala sedekah (jariyah) itu tidak terputus meski yang mengamalkannya telah tiada. “Apabila anak Adam itu telah mati, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh/sholehah yang mendoakan kedua orangtuanya.” (HR Muslim)

Terakhir, adalah termasuk orang yang mendustakan agama, yang dalam hidupnya tidak terbesit apalagi sampai tidak mau membantu mereka yang membutuhkan dan secara gamblang Allah sebutkan.
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (Q107.1-3)
Ibn Katsir menjelaskan bahwa orang yang termasuk mendustakan agama adalah orang yang tidak mau memberi makan serta tidak juga berbuat baik kepada anak yatim.

Dengan demikian, tidak heran jika Allah sering mengulang-ulang ayat tentang sedekah ini dalam beragam bentuknya. Dan, tidak sedikit sejarah Nabi dan sahabat yang meneladankan betapa hebatnya etos mereka dalam bersedekah. Wallahu a’lam.*

22.6.15

Albertus dan Kisah Bersyahadatnya Seorang Aktifis Gereja Bertato Salib

YOGYAKARTA (voa-islam.com) - Tim Mualaf Center Yogyakarta melaporkan bahwa ada kabar suka cita tentang mantan aktifis gereja bernama Albertus yang masuk Islam.


Menurut Albertus, menjadi seorang aktifis salah satu gereja ternama di kota Jogja suatu kebanggaan baginya. Albertus berkisah, kecintaannya terhadap yesus hingga terukir dalam jiwanya dan digoreskan dengan tinta tato salib besar pada punggungnya, namun akhirnya tetesan air mata itu membasahi raut mukanya setelah mengetahui apa yang dilakukan selama ini salah, cara mencintai yesus itupun salah.

Kini Albertus menyadari sejatinya menjadi muslim yang mencintai yesus, Albertus menjelaskan, "Muslimin menjalankan hukum taurat yang ada dalam Al Quran dimana muslimin tidak memakan babi sebagaimana yesus berseru akan hal itu, yesus melakukan rukuk dan sujud dan muslimlah yang juga menjalankan itu setidaknya lima kali dalam satu hari, yesus mengatakan kepada umatnya hukum yang terutama adalah dengarkanlah hai orang israil tuhan Allah kita tuhan itu Esa (mentauhidkan) dan itu yang hingga detik ini muslimin tegakkan." kepada tim Mualaf Center Yogyakarta.

Beliau mencoba mengkaji Alkitabnya dan semakin dalam mengkaji Alkitabnya semakin hatinya terbuka untuk Diinul Islam, hari itu tanggal 22 Juni 2015 Albertus memutuskan untuk meninggalkan keyakinan lamanya untuk mengimani Diinul Islam.

Alangkah Indahnya, Senin sore hari menjelang berbuka puasa Albertus mengikrarkan syahadat di hadapan ratusan jemaah Masjid Gede Kraton Jogja dan dihadapan team Mualaf Center Jogja.

Mari doakan Albertus Semoga beliau kelak menjadi muslim yang Kaafah!

Albertus kemudian mengganti namanya menjadi Muhammad Omar, keinginannya setelah mualaf beliau ingin seperti Khalifah Umar Bin Khattab RA, sahabat Rasululloh Muhammad Shallalahu Alaihi Wa Sallam dan menjadi pejuang untuk Diinul Islam, Masya Allah. 
Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). (Q2.269)

Team Moslem
[adivammar/amrullya/Komunitas Mualaf Jogja|Mualaf Center Jogja]

15.6.15

Minyak ZAITUN

Minyak zaitun atau olive oil merupakan lemak yang diperoleh dari buah zaitun, yang berasal Mediterania. Minyak dihasilkan dengan cara menggiling seluruh butiran zaitun, kemudian diekstraksi dengan dengan mesin atau bahan kimia.

Ada berbagai macam jenis minyak zaitun, seperti extra virgin olive oil, refined olive oil, dan olive-pomace oil. Kualitas terbaik minyak zaitun adalah extra virgin olive oil. Minyak jenis ini dipercaya bisa meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan risiko beberapa jenis kanker.

Menurut Nicholas Coleman, spesialis olive oil di New York City, minyak zaitun harus segar untuk mempertahankan manfaat kesehatannya. Walaupun dihasilkan dari produsen terbaik dunia, jika minyaknya sudah lama, Anda tidak akan memperoleh manfaat kesehatan apa pun, ujar Coleman.

Coleman mengatakan, memilih minyak zaitun sama dengan memilih wine. Untuk mendapat kualitas yang baik, Anda harus memperhatikan kapan minyak zaitun diproduksi, jenis minyak zaitun yang akan dibeli, dan dari mana minyak zaitun berasal.

Ketika Anda mencicipi minyak zaitun berkualitas baik, Anda akan merasakan sensasi pedas di bagian pangkal tenggorokan setelah mencicipinya, ujar Coleman. Menurutnya, rasa pedas ini menunjukkan kandungan antioksidan dalam minyak zaitun.

Semakin Anda merasa terbakar di tenggorokan, kandungan antioksidan dalam minyak zaitun tersebut semakin tinggi. Hal ini baik untuk kesehatan tubuh, tutur Coleman.

Daerah Tuscany, Puglia dan Sicily di Italia memiliki extra virgin olive oil dengan kandungan antioksidan paling banyak. Menurut Coleman, faktor harga juga penting untuk diperhatikan.

Minyak zaitun berkualitas baik harganya mahal, karena produsen harus mengambil buah zaitun dari seluruh dunia dan mengirimnya ke tempat-tempat tujuan, ujar Coleman.

Coleman mengatakan, warna minyak zaitun tidak berhubungan dengan manfaat kesehatannya, tetapi warna botol minyak zaitun bisa mempengaruhinya. Ia menyarankan untuk memilih botol kaca atau kaleng yang gelap, sehingga minyak tidak mengalami degradasi dan oksidasi akibat cahaya.

Ketika Anda memasak dengan minyak zaitun, pastikan memakai api kecil sehingga minyak hangat secara perlahan untuk mempertahankan kandungan antioksidan di dalamnya, ujar Coleman.(odi/flo)

Minyak Zaitun yang Bagus Harus Asli

Pohon Zaitun
Minyak zaitun atau olive oil, adalah minyak yang didapat dari buah zaitun, pohon tradisional dari basin Mediterania. Manfaat minyak zaitun yang asli adalah yang terbaik; karena dapat digunakan untuk memasak, bahan kosmetik, obat herbal, sabun, dan juga sebagai bahan bakar lampu minyak. Minyak zaitun yang bagus juga dapat diminum langsung untuk kesehatan tubuh dan pengobatan penyakit. Menurut hasil penelitian, kandungan minyak zaitun berupa asam lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan.

Banyak merek minyak zaitun palsu beredar di pasaran. Namun Anda harus mengetahui cara membedakan minyak zaitun asli dengan yang palsu. Ada beberapa ciri minyak zaitun asli. Setidaknya, Anda harus mengetahui merek minyak zaitun asli. Inilah, perihal yang harus diketahui sebelum membeli dan memakainya, agar terhindar dari merek minyak zaitun palsu:
  1. Istilah extra virgin mengacu pada minyak zaitun yang berkualitas sangat tinggi. Perasan pertama (unrefined, first cold pressed) pada buah zaitun disebut extra virgin (kandungan asamnya kurang dari 0.8%), inilah minyak zaitun yang paling bagus dan berkhasiat. Sedangkan perasan kedua disebut virgin (kandungan asamnya sekitar 2%). Jika minyak zaitun mengalami proses press ke tiga kali disebut refined olive oil, light, atau extra light. Kalau proses pengolahannya lebih panjang lagi disebut olive oil atau pure olive oil.
  2. Extrak virgin olive oil yang paling bagus, dapat diminum langsung. Untuk kesehatan, waktu yang tepat minum minyak zaitun biasanya 2 kali sehari 2 sendok makan penuh, diminum pagi dan malam sebelum tidur. Untuk pengobatan dan khasiat minyak zaitun, silahkan mencari artikel lain, yup! Sementara, virgin olive oil baik untuk dikonsumsi dan memasak dengan nyala api yang relatif rendah. Refined olive oil yang light atau extra light baik untuk memasak dengan api relatif tinggi. Sedangkan pure olive oil sebaiknya digunakan untuk kesehatan dan perawatan, seperti pijat, bagus untuk wajah, cocok untuk rambut, dan baik untuk kulit, contohnya Mustika Ratu olive oil.
  3. Ketika meminum extra virgin dari merk minyak zaitun yang asli dan ber-kualitas tinggi, seringkali akan terasa sedikit terbakar di bagian belakang tenggorokan. Atau dengan kata lain, merk minyak zaitun asli rasanya segar, sedikit rasa pahit, dan pedas di kerongkongan setelah menelannya. Rasa tersebut merupakan indikasi kandungan fenol, polifenol, tokoferol, dan ester yang sehat dalam minyak. Buah lain yang mengandung polifenol yaitu: anggur, apel, jeruk, teh, serta teh bunga rosella.
  4. Minyak zaitun ber-kualitas bagus biasanya berwarna keemasan hingga kuning tua hampir kehijauan. Ini tergantung pada jenis buah zaitun yang diekstrak atau disaring. Pilihan paling baik memilih merek atau membeli minyak zaitun, yaitu: pilih minyak zaitun berwarna hijau gelap dengan tempat botol kaca berwarna gelap dan/ kaleng. Kemasan botol berwarna gelap berguna mencegah minyak dari reaksi foto-oksidasi yang dapat merusak kualitas. Hindari membeli minyak zaitun yang disimpan dalam botol plastik. Botol ini mudah ditembus cahaya, udara, dan suhu panas, sehingga merusak rasa dan susunan molekul minyak zaitun.
  5. Perbedaan kualitas minyak zaitun yang bagus dengan yang murah adalah dari sisi rasa. Minyak zaitun berkualitas jelek biasanya bahkan tidak melewati tes standar minyak zaitun. Biasanya, minyak zaitun berkualitas rendah adalah mencampur minyak zaitun baru dangan yang lama, atau bahkan menggunakan bahan kimia untuk menghilangkan bau, rasa, dan pigmen dari minyak. Meski tak berbahaya, namun ini justru mengurangi rasa khas minyak zaitun. Kandungan nutrisi pada minyak zaitun berkualitas buruk cenderung lebih sedikit, bahkan nyaris tidak ada sehingga gunakan untuk pijat saja. Perlu diketahui bahwa jangka waktu menggunakan minyak zaitun yang baik adalah 18 bulan setelah diperas atau diekstrak.
  6. Label pada merk minyak zaitun palsu dan atau kualitas rendah terkadang tak menulis kebenaran. Coba perhatikan dari mana negara pembuat minyak tersebut berasal. The world best of olive oil seringkali berasal dari Spain, Italy, Chile, Portugal, Greece, dan Slovenia. Lainnya berasal dari Siria, Palestina, Israel, Turki, Mesir, California, Australia, dan Amerika Selatan. Selain itu, cek masa berlaku, dan tingkat keasamannya jika perlu, (tingkat keasaman extra virgin kurang dari 0,8%).
  7. Produk impor dari merk minyak zaitun yang bagus, antara lain: Bertolli berisi minyak zaitun Italia, Borges dari perkebunan zaitun Spanyol. Merek minyak zaitun yang asli lainnya: Olitalia, Oleaurum coupage, Olivoila, Filipo Berio, Minerva Kalamata, Sasso Extra Virgin Olive Oil, dll. The world best of brand of olive oil, yaitu Venta del Baron, Rincon de la Subbetica-Alamoda, Oro Bailen Reserva Familiar-Picual, semuanya produksi Andalusia, Spanyol

Dari Berbagai Sumber!

20.2.15

Alasan Mengapa Orang Korea Selatan Bunuh Diri

Sahabat Smart Voa Islam,

Korea Selatan negeri ginseng yang sedang mendunia, lewat K-Pop dan teknologinya Korea Selatan merancang kiblat baru di kancah permusikan. Setelah berhasil menduniakan K-Pop, ternyata Apple juga dibuatnya gigit jari melihat kemajuan teknologi Korsel, Samsung yang saat ini tengah nge-In seperti dilansir harian The Wall Street Journal memberitakan iklan Samsung pada final Superbowl, harian tersebut mengatakan bahwa Apple sudah kalah keren dibanding Samsung dalam hal pemasaran. Dalam dokumen rencana strategi Samsung pada 2011, prioritas Samsung adalah mengalahkan Apple dalam segala hal.

Semua yang dilakukan Samsung harus dalam konteks mengalahkan Apple. Namun siapa sangka di tengah pencapaian teknologi dan budayanya masyarakat Korea Selatan mengalami kerapuhan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah merilis data statistik tingkat kasus bunuh diri dunia pada Kamis 4 September 2014 dan menepatkan Korea Selatan di posisi ke 3 dunia.

Hal tersebut dipicu banyak hal, diantaranya tekanan untuk sukses di Korea sangat tinggi. Bagi seorang pekerja, sukses berarti bekerja di salah satu perusahaan konglomerasi besar seperti Samsung atau Hyundai atau yang diberi istilah chaebol dan untuk mencapai karir dan reputasi tinggi mereka harus membuktikan diri sebagai pekerja keras, Walaupun harus mengesampingkan kepentingan pribadi serta keluarga.

Untuk artis mereka terlalu menjadikan sudut pandang orang menjadi rujukan dalam bersikap, seperti konsep cantik yaitu orang berkulit putih, hidung mancung, wajah membentuh huruf V dan jidat sedikit jenong, sehingga akibatnya anak muda yang tidak memenuhi standar tersebut memilih jalan instan operasi plastik, karena wajah cantik di Korea Selatan lebih di dihargai orang dan memudahkan seseorang mencari pekerjaan, sehingga para orangtua menganjurkan anaknya opreasi, tak heran Korsel menjadi destination wisata opresi plastik yang popular.

Kesalahan Pradigma Berfikir

Negara Korsel menganut sistem sekuler memisahkan agama dari kehidupan manusia, negara tidak mengajurkan setiap orang untuk menganut agama, akibatnya orang Korsel banyak atheis, hal tersebut tidaklah dilarang, ketika seseorang mempunyai permasalahan mereka tidak mempunyai pegangan kuat, terlebih mereka mempunyai pandangan hidup yang salah terhadap konsep kebahagian, mereka mengukur kebahagian dari materi, sebarapa cantikkah dirimu? Berapa banyak jumlah hartamu?seberapa suksekah pekerjaanmu? Sehingga hidup mereka dibanyangi tantangan dan targetan yang sama sekali tidak ada ujungnya, iklim seperti ini rawan membuat mereka depresi akhirnya bunuh diri, tak bisa dipungkiri kepercayaan pada rekarnasi juga menambah suram permasalahan, rekarnasi menyakini jika mati atau bunuh diri mereka akan lahir kembali menjadi orang lain yang lebih baik, surga dan neraka tidak ada dalam jangkaun berfikir mereka.

Islam Agama yang Sempurna

Dari sekian konsep kehidupan hanya islamlah yang memberikan pandangan dan aturan secara sempurna, setiap manusia Allah ciptakan tentulah dengan seperangkat aturan, yang mana aturan tersebut semata-mata Allah hadirkan untuk kebaikan manusia.

Islam memang mengakui adanya kebutuhan manusia akan materi, hanya saja tidak islam tidak menjadikan materi sebagai tujuan manusia hidup di dunia, akan tetapi tidaklah aku ciptan jin dan manusia semata-mata beribadah dan menyembah Allah, islam memberikan pandangan hakiki tentang kebahagian yang lebih jauh menentram hati yaitu, Aqidah yang mendorong motivasi seseorang untuk senantiasa beramal shalih melakukan aktifitas sesuai dengan aturan Allah, contoh kecilnya seorang ayah dituntut bekerja dan mencari untuk memenuhi nafkah keluarga, namun kontek mencari uang tersebut tidaklah asal mendapat uang dan pekerjaan, tapi bagiamana seorang ayah mencari pekerjaaan yang halal.

Keridhoaan Allah-lah yang menjadi sumber kebahagian seeorang, apalah artinya jika bergelimbang harta tapi harta tersebut dicari dengan cara yang salah, tentulah Allah tidak akan ridho, begitun pun konsep cantik, islam tidak pernah memandang manusia dari fisiknya, sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita sholehah, wanita yang selalu taat pada kepada Allah Swt. Ironi menang, dibalik kerapuhannya umat islam masih ada saja yang mengidolakan dan mengelu-elukan budaya K-Pop padahal sejatinya mereka tidak pantas dibanggakan.

Walluhu’Alam.

Oleh Anastasia
Alumni Pendidikan Bahasa Jerman UPI Bandung


Inilah Jalan Hidup Seorang Mukmin

Dalam keyakinan orang Jepang, bunuh diri ketika merasa gagal, adalah cara mati yang terpuji dan terhormat sebagai seorang kesatria

Oleh: Dr. Achmad Yani, Lc, Med.

MANUSIA adilahirkan sebagai bayi, menyusu kepada ibunya, tumbuh menjadi anak-anak yang manja dan sibuk dengan segala macam alat permainannya. Lalu ia menjadi remaja dengan segala macam kegiatannya, mulai dari sekolah, belajar, nongkrong, jalan-jalan, dengerin musik, pacaran, tawuran, nonton film, jajan, dan lain sebagainya.

Memasuki masa dewasa, ia mulai disibukkan dengan urusan pekerjaan, mencari pengahasilan, mengurusi keluarga, anak dan istri. Setelah itu akhirnya menua, manjadi kakek atau nenek, kemudian mati.

Apakah dengan kematian itu berarti semuanya telah selesai? Jika belum selesai, lantas apa sebenarnya tujuan hidup kita di dunia ini?

Memahami Hakekat Hidup

Pemahaman terhadap tujuan hidup ini sangat penting, karena tujuan itulah yang akan menentukan kemana arah perjalan ini akan ditempuh. Ibarat tujuannnya adalah Jakarta, jika dari Surabaya, maka berarti kita harus berjalan ke arah barat.Begitu juga jika tujuannya adalah Bali, maka berarti kita harus berjalan ke arah timur.

Memahami hakekat tujuan hidup ini menjadi sangat penting, sebab jika pemahaman itu salah, maka bisa dipastikan prilakunya pasti juga salah.

Orang Jepang contohnya, menurut falsafah mereka, hakekat kehidupan ini adalah untuk menunggu kematian.Bagi mereka, jika Anda merasa sudah tidak ada lagi peluang untuk sukses, maka lebih baik mati secepatnya dan tidak ada artinya menunggu di dunia ini lebih lama. Silahkan bunuh diri saja, itu lebih baik dari pada anda menjadi orang yang gagal dalam hidup.

Dalam keyakinan orang Jepang, bunuh diri ketika merasa gagal, adalah cara mati yang terpuji dan terhormat sebagai seorang kesatria yang secara jantan mengakui kegagalannya, dan memilih untuk mengakhiri hidup secepatnya. Ini bisa dilihat daridata yang ada, sampai hari ini minimal 70 orang perhari mati bunuh diri di Jepang, sehingga Jepang menjadi negara nomer satu di dunia untuk jumlah bunuh diri terbanyak.

Sangat ironis, Negara yang begitu maju, canggih dalam teknologi, yang produksi mobilnya dipakai di seluruh dunia: Toyota, Mitsubishi, Daihatsu, Honda, Suzuki, dan lain-lainnya, ternyata menjadi Negara yang jumlah bunuh dirinya terbesar di seluruh dunia. Kanapa itu bisa terjadi, tidak lain adalah disebabkan pemahaman mereka tentang hakekat kehidupan ini.

Sedangkan orang Barat, mereka memahami hakekat kehidupan ini sebagai kesempatan untuk menikmati kehidupan sebelum ajal menjemput.

Itulah sebabnya, menjadi cita-cita hampir semua orang barat untuk bisa melancong ke berbagai penjuru dunia, yang tidak lain tujuannya adalah untuk sepenuhnya bisa menikmati keindahan hidup di dunia. Banyak yang menyangka bahwa semua turis dari barat itu adalah orang kaya.Tidak, justru sebagian besar mereka adalah orang-orang yang ekonominya biasa-biasa saja.Memang ada juga yang kaya raya, namun sebagian besar adalah orang biasa.Kebanyakan dari mereka adalah orang kelas menengah kebawah yang telah bertahun-tahun bekerja, atau bahkan berpuluh-puluh tahun. Uang hasil bekerja itu kemudian ditabung, sekian lama mereka menabung, kemudian uang itu mereka habiskan untuk melancong ke berbagai penjuru dunia selama setahun, dua tahun, atau bahkan lima tahun, dan seterusnya.

Trend melancong dalam waktu yang lama sudah menjadi gaya hidup sebagian besar orang barat. Kenapa bisa begitu, jawabannya adalah disebabkan pemahaman mereka dalam memakanai hakekat kehidupan.Bagi mereeka, hidup ini adalah kesempatan untuk menikmatinya, sebelum kita dijemput oleh kematian.Nikmatilah hidupmu sepenuhnya, sebelum engkau meninggakan dunia.Dan cara menikmati hidup yang paling istimewa untuk mereka adalah dengan melancong ke berbagai penjuru dunia dalam waktu yang lama, tidak perlu kerja, makan tinggal makan, tidur tinggal tidur, tidak ada yang menyuruh, tidak ada yang memberi tekanan, tidak ada kewajiban untuk kerja, rapat, ngajar, dan segala macam kegiatan lainnya, yang kesemuanya itu dirasakan sebagai tekanan dalam menjalani kehidupan.

Kemudian kita sebagai orang mukmin, apa makna hakekat kehidupan ini untuk kita? Apakah hidup ini hanya untuk menikmati makanan yang lezat-lezat? Jika itu pemahaman kita, lalu apa beda kita dengan sapi yang seumur hidupnya hanya makan dan makan. Jika urusan makan, tentu sapi lebih hebat dari kita, sebab sapi sepanjang hidupnya adalah untuk mengunyah makanan. Sedangkan manusia, setelah menikmati makanan satu piring, maka dia pun sudah merasa kenyang, dan sudah tidak sanggup lagi menyantap makananan yang lainnya.

Adakah hidup kita hanyalah untuk menikmati wanita cantik dan menyalurkan nafsu biologis semata? Jika urusan pemuasan kebutuhan biologis, maka ayam jauh lebih hebat dari kita, sebab ayam mampu melakukan hubungan biologis sehari lebih dari 20 kali.Sedangkan kita?Kemampuan dan kekuatan kita kalah jauh dibandingkan ayam.

Ataukah hidup kita ini hanya untuk jalan-jalan dan menikmati pemandangan? Jika itu tujuannya, tentu burung elang yang bisa terbang tinggi di udara jauh lebih hebat dari kita. Tiap hari ia terbang tinggi dan menimkati pemandangan yang begitu indah dari atas ketinggian, terbang jauh kemana ia suka.

JADI apa sebenarnya tujuan hidup kita? Apakah kita dilahirkan, tumbuh jadi anak-anak, remaja, dewasa, kemudian menua, dan akhirnya mati… Adakah dengan itu berarti hidup kita telah selesai?

Allah berfirman dalam Al-Quran:

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS Al-Mu’minuun: 115)

Sesungguhnya jawaban dari pertanyaan ini adalah dalam firman Allah:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz-Dzaariyat: 56)

Ayat tersebut diatas merupakan petunjuk dari Allah Subhanahu Wata’ala kepada manusia tentang tujuan diciptakannya di muka bumi ini. Sebagai manusia, kita memang perlu makan, minum, tidur, bekerja, menikah, istirahat, pakaian, tempat tinggal, alat transportasi, harta, dan lain sebagainya. Namun kesemuanya itu bukanlah tujuan, melainkan itu hanyalah alat untuk kita beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Makna ibadah dalam islam sangatlah luas, semua aktivitas yang dilakukan manuasia bisa bernilai ibadah, sejak dari bangun tidur, sampai tidur lagi, bahkan tidur itu sendiri, juga bernilai ibadah. Ibadah dalam islam bukan hanya berbentuk sholat, puasa, haji, baca al-Quran, melainkan semua aktivitas manusia bisa bernilai ibadah.

Ketika kita bangun tidur, kemudian kita ke kamar mandi untuk buang air kecil, kita niatkan itu sebagai ibadah, menjaga kesehatan, merawat anugerah Allah berupa badan, sebab kalau air kencing ditahan itu bisa menyebabkan penyakit, dengan niat yang seperti maka buang air kecil itupun bernilai ibadah.

Dilanjutkan berwudlu dan kemudian sholat, ini juga ibadah. Setelah itu kita sarapan, diniatkan agar badan kita ada energy sebagai bekal ibadah, maka sarapan kita itupun bernilai Ibadah.

Kemudian kita mandi pagi, gosok gigi, dan membersihkan badan, diniatkan untuk menjaga kesegaran badan, biar tidak bau, dan tidak menganggu orang disekitar kita, maka ini pun bernilai ibadah.Begitu juga ketika kita pergi ke tempat kerja, kita niatkan mencari rizki yang halal, untuk diri sendiri dan keluarga, maka sejak pagi sampai sore kita bekerja, selama itulah pahala ibadah terus mengalir.

Semua aktitas yang sifatnya duniawi seperti ke pasar, ke kampus, ke kantor, ke sawah, dan lain sebagainya,itu semua bisa bernilai ibadah jika kita betul dalam meniatkannya. Namun jika kita salah niat, maka semua aktivitas itu hanyalah bernilai amalan dunia saja, dan tidak ada pahalanya di akhirat.

Tidak penting bagi seorang mukmin apakan dia menjadi kaya atau misikin, pejabat atau rakyat, bos atau kuli, atasan ataupun bawahan, sebab bagi seorang mukmin, apapun situasinya, bagaimanapun keadaannya, semuanya adalah kesempatan untuk beribadah.

Jika dia miskin dan sabar dengan kekurangannnya, maka kemiskinan adalah keberkahan baginya, sebab kesabaran menjalani kehidupan dengan serba kekurangan mendatangkan pahala untuknya. Jika dia kaya, itu juga kesempatan baginya untuk beribadah, mensyukuri kekayaan yang diberikan, banyak berzakat dan bersedekah, menolong siapa saja yang memerlukan, maka dengan begitu kekayaan adalah keberkahan untuknya, sebab harta yang dimiliki menjadi sumber pahala.

Rasulullah bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ المؤمنِ إِنَّ أمْرَه كُلَّهُ لهُ خَيرٌ ليسَ ذلكَ لأَحَدٍ إلا للمُؤْمنِ إِنْ أصَابتهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فكانتْ خَيرًا لهُ وإنْ أصَابتهُ ضَرَّاءُ صَبرَ فكانتْ خَيرًا لهُ) رواهُ مُسْلِمٌ

Alangkah mengagumkan kehidupan seorang mukmin, sungguh segala urusannya mendatangkan kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan yang seperti itu hanya ada dalam kehidupan seorang mukmin.Ketika dia mendapatkan kesenangan, maka diapun bersyukur, dan itu mendatangkan kebaikan untuknya (pahala).Begitu juga ketika dia sedang ditimpa kesusahan, maka dia pun bersabar, dan itu pun mendatangkan kebaikan untuknya (pahala).” [HR Muslim]

Wallahu A’lam.
Penulis adalah Dosen di Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM)

14.2.15

Bagnal: Pengalaman Ini Akan Menginspirasi Mereka

Namanya Troy Bagnal. Usianya hampir 23 tahun dan tercatat sebagai mahasiswa Arizona di State University (ASU) program studi film dan media. Pemuda asal Phoenix, Arizona ini menjadi seorang mualaf pada bulan Februari 2009 lalu.

Bagnal mengaku banyak alasan yang membuatnya memutuskan untuk menjadi seorang Muslim. Yang jelas, Bagnal sudah tertarik dengan agama Islam sejak lama, karena Islam dan Muslim selalu menjadi isu hangat di Barat. Bagnal menyukai sejarah kuno dan sejarah dunia, termasuk masalah perang dan politik. Ia rajin mengikuti perkembangan informasi tentang konflik di Suriah, Somalia, Palestina, Irak, Afghanistan, Pakistan, Chechnya, Lebanon dan daerah-daerah konflik lainnya.

Saya melakukan riset tentang konflik-konflik itu agar saya mengerti apa sebenarnya yang terjadi dan bersikap adil serta tidak bias dalam memandang konflik-konflik itu karena media massa di sini (AS) cenderung samar dalam memberitakan konflik-konflik tersebut,” kata Bagnal.

Ketika mempelajari konflik-konflik yang memang kebanyakan bersentuhan dengan umat Islam itulah Bagnal mulai tertarik untuk mempelajari sejarah dunia Islam. “Saya banyak menghabiskan waktu untuk mempelajari sejarah dan budaya dunia Islam. Saya juga mengambil mata kuliah Peradaban Islam di ASU. Sejalan dengan minat saya pada sejarah dan budaya dunia Islam, saya juga tertarik dengan agama Islam itu sendiri,” papar Bagnal menceritakan awal ketertarikan pada Islam.

Bagnal dibesarkan dalam keluarga yang menganut agama Kristen, tapi ia tidak lagi menjalankan ajaran Kristen sejak usia 15 tahun. Menurutnya, ajaran Kristen membuatnya bingung dan tidak logis. “Konsep Trinitas dan doktrin penebusan dosa sangat tidak masuk akal. Di Alkitab sendiri terdapat ayat-ayat yang kontradiksi dengan doktrin penebusan dosa itu,” ujar Bagnal.

Ketika mengambil mata kuliah Sejarah Islam, Bagnal bertemu dengan seorang Muslim bernama Mohammad Totah. Selain memiliki pengetahuan yang dalam tentang Al-Quran, Totah juga paham isi Alkitab dan memiliki wawasan yang luas tentang agama Islam, Kristen dan Yahudi.

Kami banyak berdiskusi tentang perbandingan ketiga agama itu. Saya juga melakukan riset sendiri dan saya menemukan bahwa ajaran Kristen banyak yang bertentangan dengan isi Alkitabnya. Saya banyak belajar bahwa banyak ayat-ayat dalam Alkitan yang sebenarnya juga mendukung Islam,” kata Bagnal.

Ia melanjutkan, “Satu hal yang juga saya temui di Injil Barnabas, dalam injil disebutkan tentang kedatangan Muhammad (Saw). Tapi injil ini dihapus dari Alkitab.”

Tentang Al-Quran. Saya menilai Al-Quran lebih simpel dan mudah dipahami. Islam sendiri sangat simpel, tidak bertele-tele dan tidak ada doktrin-doktrin yang membingungkan. Islam tidak mengajarkan keyakinan buta seperti dalam ajaran Kristen,” tukas Bagnal.

Ia mengungkapkan, semakin banyak ia mempelajari Islam, ia semakin menyadari bahwa agama Islam lebih logis dibandingkan ajaran Kristen yang pernah ia ketahui. “Saya bahkan lebih banyak tahu tentang Alkitab dan kekristenan sejak saya masuk Islam dibandingkan ketika saya masih seorang Kristiani,” aku Bagnal.

Sekarang, sebagai seorang Muslim, saya merasa lebih dekat dengan Tuhan. Saya mempelajari bagaimana agama-agama dibangun dan disebarkan ke seluruh dunia. Dan saya tahu, Barat menggambarkan Islam sebagai agama yang eksotis dari belahan timur. Tapi semua nabi-nabi mengajarkan hal yang sama yaitu penyerahan diri dan kepatuhan pada Tuhan,” papar Bagnal.

Bagnal terkadang merasa frustasi melihat bagaimana media massa selalu memberikan gambaran yang negatif tentang Islam. “Saya tahu ada konflik dan kekerasan di beberapa belahan dunia Islam, tapi konflik-konflik itu tidak lebih bermotifkan politik saja,” tuturnya.

Sebagai orang yang baru masuk Islam, Bagnal mengakui agak berat untuk mempraktekkan ajaran-ajaran Islam, apalagi ia tingga di AS dan media massa di negaranya selalu mengedepankan stereotipe yang buruk tentang Islam. “Tapi itu bukan masalah besar buat saya, karena saya lebih banyak menghabiskan waktu di studio. Saya juga banyak mendapatkan pertanyaan berkaitan dengan situasi politik dan budaya Timur Tengah dan saya harus menjelaskan pada mereka perbedaan antara Islam, ideologi politik dan praktek-praktek budaya,” ujar Bagnal.

Timur Tengah jelas menjadi jantung dunia Islam. Yang mengecewakan, media Barat membuat stereotipe bahwa orang Islam pastilah orang Timur Tengah, padahal Muslim tersebar di seluruh dunia. Saya pikir ada nuansa rasial dalam stereotipe itu, Barat harus mengetahui fakta bahwa Kristen dan Yahudi juga berasal dari Timur Tengah, seperti halnya Islam,” sambung Bagnal.

Pendek kata, saya memilih Islam sederhana saja karena saya mengakuinya sebagai agama yang asli dari Tuhan. Islam itu sederhana, tidak bertele-tele dan tidak membingungkan saya. Saya mencintai Islam karena mengajarkan persatuan bagi seluruh pemeluknya. Islam membantu saya untuk menjadi orang yang lebih baik,” tandas Bagnal.

Menurut Bagnal, ia merasa nyaman menjalankan ajaran Islam. Islam membantunya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, bagaimana menghadapi stress dan mengatasi persoalan hidup. Bagnal berharap masyarakat Barat memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang dunia Islam, tentang agama Islam yang sebenarnya dan tidak hanya mendengarkan hal-hal negatif tentang Islam yang digambarkan media massa.

Semoga cerita saya ini menginspirasi mereka yang berminat dengan agama Islam dan ingin mempelajari agama Islam lebih dalam,” harap Bagal. (ln/iol)

29.1.15

Noah’s Ark Ministries International: Kapal Nabi Nuh Berasal dari Pulau Jawa


Eramuslim.com – Situs Perahu Nuh menjadi perbincangan hangat di dunia arkeologi sejak ditemukannya situs kapal Nabi Nuh a.s. oleh Angkatan Udara Amerika serikat, tahun 1949, yang menemukan benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600m). Life Magazine pada tahun 1960 juga memuatnya, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150M.

Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh a.s. (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini. Seri pemotretan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, menambah bukti yang memperkuat dugaan kapal Nabi Nuh a.s. itu.

Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh a.s. itu berangkat. atau di mana kapal Nabi Nuh a.s. itu dibuat? Baru-baru ini, gabungan peneliti arkeolog-antropolgy dari dua negara, China dan Turki, beranggotakan 15 orang, yang juga membuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh a.s. itu, menemukan bukti baru.

Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku. Hasil Laboratorium Noah’s Ark Ministries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan, bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh a.s. berasal dari kayu jati yang saat itu hanya tumbuh di Pulau Jawa.

Lembaga ini telah meneliti ratusan sample kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan sample fosil kayu Kapal Nabi Nuh a.s. Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, (26/4/2010).

Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki, adalah merupakan fosil Kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub” Jelas Yeung Wing.


Pendapat National Turk, Dr.Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan situs Kapal Nabi Nuh a.s., mengatakan, “Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia.” Dalam artikelnya juga mengatakan, lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang disebut dalam Al Qur’an, Surat Hud ayat 44. Sedangkan dalam injil: Perahu itu terdampar diatas Gunung Ararat (Genesis 8: 4).

Menurut penelitian The Noah’s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh a.s., tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke antah beranta, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir yang sangat besar. Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh a.s. merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air sudah menjadi surut, maka tersibaklah bahwa mereka telah terdampar di puncak sebuah gunung. Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan sementara kayu jati itu hanya tumbuh di Indonesia pada jaman purba hingga saat ini, boleh jadi Nabi Nuh a.s. dan umatnya dahulu tinggal di Nusantara. Saat ini kita dapat menyaksikan dengan satelit, bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu adalah merupakan daratan yang sangat luas.

Sedangkan Dr. Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 M dari situs kapal Nabi Nuh a.s. Tembikar ini memiliki ukiran-ukiran burung, ikan dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh. Dia menjelaskan, pada jaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para peziarah situs kapal. “Sejak jaman kuno hingga saat ini, fosil kapal tersebut telah menjadi lokasi wisata,” ujarnya.

Temuan jika sesungguhnya kapal Nuh dan saat rombongan Nabi Nuh a.s. berangkat itu dari Pulau Jawa memang sangat mengejutkan. Namun memang faktanya jika Nusantara menyimpan kegemilangan jejak masa lampau yang saat ini masih tertutupi kabut misteri yang sangat tebal. Semoga suatu waktu sejarawan Indonesia bisa menulis ulang sejarah Nusantara, bukan hanya membebek buku-buku sejarah karya kaum kolonialis yang tentu saja berkepentingan menggelapkan keaslian sejarah Indonesia. (rz)


Baca juga:

27.1.15

Danny Blum, Striker FC Nurenberg Menjadi Mualaf

Pemain sepakbola dari Jerman, Danny Blum terlihat sedang salat di masjid Belek, Turki. Dia terlihat khusyuk berdiri dalam rakaat salat dengan tangan bersidekap di dada. Tak lama kemudian, ia rukuk kemudian sujud. Di tahiyat akhir, ia pun berdoa setelah mengucap salam. Itulah yang dilakukan Blum setelah ia menjadi mualaf.

Danny Blum adalah pemain sepakbola asal Jerman yang bergabung dengan FC Nurenberg sebagai striker sejak Juli 2014. Beberapa minggu sebelumnya ada perubahan pada dirinya, ternyata ia menjadi mualaf.

Islam memberiku harapan dan kekuatan. Dengan salat, hati rasanya begitu tenang. Apalagi ketika kita sujud, rasanya seluruh puncak kebahagiaan ada di sana. Kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rasanya tak ada harta apa pun di dunia ini yang bisa membelinya. Merendahkan diri pada Allah inilah yang membuat manusia derajatnya menjadi tinggi dan memunyai harga diri,” kata Blum.

Salat menjadikan hidup Blum tenang terutama di saat kenyataan tak sesuai harapan. Tak lama setelah bergabung dengan klub barunya, lututnya cedera. Ia pun harus beristirahat total selama enam bulan.

“Menjengkelkan sih, tapi dilihat segi positifnya saja. Hal inilah yang akhirnya membuatku tenang,” kata laki-laki berusia 24 tahun yang asli dari kota Frankenthaler.

“Saya dulu adalah sosok yang mudah marah, susah diatur dan seolah tak mengenal diri saya sendiri.”

Ketika sendirian di rumah, Blum merenung. Apakah semua ini nyata? Apakah yang selama ini telah ia lakukan selama hidup di dunia?
Hidup dalam kemewahan, setiap akhir pekan ada alarm pertanda waktu bersenang-senang, tak ada tanggung jawab yang berarti. Saya larut dalam kesenangan duniawi, perempuan, uang, mobil mewah, rumah mewah semua itu tak memberi kebahagiaan. Lalu dimana kebahagiaan itu berada? Apa yang saya cari selama ini? Lalu, setelah nanti berhenti main bola, apa yang harus kulakukan?
Blum pun berada pada satu kesimpulan: “Seumur hidup, saya belum melakukan sesuatu yang berharga.”

Ia pun berdiskusi tentang agama dengan teman-temannya, berusaha berpikir ulang tentang keyakinan yang selama ini ia pegang, dan akhirnya ia pun mendapat informasi tentang Islam dan di sinilah akhir pencariannya.
...Ternyata Islam adalah jawaban dari segala pencariannya selama ini. Ternyata hanya berserah diri pada Allah, hatinya menjadi tenang...
“Saya pun mendatangi masjid dan ada sesuatu yang bergetar di hati. Rasanya ini memang sesuatu yang saya cari dan saya ingin mengenalnya lebih jauh.”

Blum mencari tahu Islam dari buku, internet dan semakin yakin dengan jalan ini. Ternyata Islam adalah jawaban dari segala pencariannya selama ini. Ternyata hanya berserah diri pada Allah, hatinya menjadi tenang.

Sejak mengikrarkan syahadat, Blum mulai salat lima kali sehari. Makan hanya yang halal saja. Minuman beralkohol sudah dijauhinya.

“Sebelum masuk Islam, saya sempat takut. Bagaimana dengan reaksi teman-teman bila saya masuk Islam? Tetapi ternyata saya tetap bisa berteman dengan mereka dengan baik tanpa saling mengusik keyakinan masing-masing.”

Awalnya Blum tak berani memberitahu orang tuanya tentang keislamannya ini.

“Mereka penganut Kristen yang taat. Tetapi ketika mereka mengetahui bahwa saya telah menjadi Muslim, mereka mendukung apabila memang saya yakin bahwa jalan inilah yang saya yakini benar.”

Di lingkungan timnya, Blum tidak mendapat masalah mengenai keislamannya ini.

“Hingga saat ini, saya tidak pernah mendengar kata-kata buruk tentang saya. Bilapun misalnya ada, saya tak peduli. Tiap orang memunyai keyakinan masing-masing. Tak seorang pun bisa memaksakan keyakinannya pada orang lain.

Hal ini berlaku juga pada pacar Blum. Sayangnya, Blum masih belum memahami bahwa Islam tidak mengenal pacaran. Sehingga ketika ditanya tentang kekasihnya yang belum masuk Islam Blum menjawab, “Tidak masalah. Islam adalah agama damai. Kita tidak boleh memaksa seseorang untuk masuk agama Islam kecuali keinginan itu datang dari dirinya sendiri.”

Yah... semoga saja ke depannya Blum semakin paham Islam dengan baik sehingga pacarnya itu segera dinikahi atau putus dan menikah dengan muslimah yang akan menjadikan keislaman Blum makin baik, insya Allah. (riafariana/voa-islam.com)

Sumber: bild.de

17.1.15

Sutradara Perancis Masuk Islam Setelah Peristiwa "Charlie Hebdo"

Sutradara Perancis, Isabelle Matic mengumumkan dirinya masuk Islam di akun Facebook miliknya. Hal ini dilakukannya hanya beberapa hari setelah peristiwa penyerangan kantor Charlie Hebdo.

Hari ini, saya telah mengucapkan syahadat. Saya mengakui bahwa tidak tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.” Matic menulis kalimat ini di dinding Facebook-nya.

Pengumuman ini diikuti dengan beberapa postingan tentang ucapan terima kasihnya pada Hicham Bahloul, aktor Maroko yang telah memuat berita keislamannya di salah satu surat kabar Maroko.

Di postingannya yang lain, dia menjelaskan proses masuk Islamnya tersebut. Keputusan ini memengaruhi sikap dan pandangannya terhadap kebebasan berekpresi. Sayangnya, perempuan ini masih meyakini bahwa apa yang dilakukan Charlie Hebdo atas nama kebebasan berekspresi itu tidak salah.

Apakah saya masih mendukung kebebasan berekspresi yang dilakukan oleh Charlie Hebdo? Ya, tentu saja. Bahkan ada salah satu masjid yang mengirimi saya SMS menyatakan sependapat dengan saya sejak awal mula kartun itu dibuat, jauh sebelum saya masuk Islam,” katanya.

Isabelle Matic mengemukakan alasannya mengapa dia mendukung Charlie Hebdo dan tidak merasa marah sama sekali.

Charlie Hebdo kan hanya bercanda dan hal ini tidak menyakiti pribadi Muhammad. Mereka hanya bercanda tentang karakter yang dibayangkan bahwa itu adalah pribadi Muhammad, menggambarnya kemudian memberinya nama dengan Muhammad. Padahal jelas-jelas itu bukan Muhammad, nabi kita,” dia menulis penjelasan ini dalam akunnya.

Sebagai mualaf, Isabelle merujuk pada kehidupan Nabi Muhammad SAW ketika kaum kuffar menolak ajarannya.

Penduduk Mekah saat itu menertawakan Muhammad dan memanggilnya dengan ‘Modamam’. Muhammad hanya tersenyum. Kata Muhammad: mereka menertawakan Modamam dan bukan aku,” tulis Isabelle.

Berlaku bijak adalah jawaban dari perbuatan provokatif. Dan inilah yang diajarkan nabi kita. Dan ketika Charlie Hebdo menerbitkan kartun yang provokatif, tak usah dihiraukan. Jangan terpancing perbuatan provokatif mereka. Tak penting apa yang mereka lakukan itu,” tambah Isabelle.

See more at: http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2015/01/16/35066/sutradara-perancis-masuk-islam-setelah-peristiwa-charlie-hebdo/


Terkait:

The Economist: “Distorsi Terhadap Islam adalah Menyesatkan dan Berbahaya”

Mingguan The Economist menganggap bahwa mendistorsi citra Islam adalah cara yang salah dan merupakan perilaku berdarah Abad pertengahan yang saat ini beberapa kelompok mencoba untuk mengulanginya.

Majalah itu menambahkan, ”Pemikiran bahwa 'terorisme Islam' adalah satu-satunya musuh adalah hal yang menyesatkan dan berbahaya, dimana pada kenyataannya setiap kelompok memiliki latar belakang yang berbeda, sebagaimana orang-orang muslim di Eropa yang dating dari Negara yang berbeda-beda.”

The Economist menekan, “misalnya sebagian besar Muslim Perancis, dimana sebagian besarnya berasal dari Afrika Utara, sebagian mereka marah terhadap beberapa keputusan tentang pelarangan Burqa di tempat umum, sementara hal itu tidak terjadi di Negara lain seperti Inggris misalnya, ia menambahkan,” keyakinan bahwa Muslim adalah kelompok yang homogeny adalah pemikiran yang keliru, sebagian besar umat Islam tidak ekstremis, dan para imam masjid di Perancis selalu mengulang-ulang hal ini.”

Majalah ini menemukan bahwa serangan terhadap majalah Charlie Hebdo telah mengangkat dua isu besar, pertama, tentang kebebasan berekspresi, apakah ia harus memiliki batasan atau yang lainnya, kedua, Muslim Eropa, apakah salah satu dari bagian konflik budaya yang terjadi, dan apakah ia termasuk dalam konflik antara demokrasi barat dan Islam radikal di medan perang yang terjadi mulai dari Peshawar hingga ke jantung Paris. Majalah tersebut menambahkan,”dan jawaban yang selalu kami ulang-ulang adalah “Tidak”. (hr/Rassd)

26.12.14

Tuhan-tuhan yang Berulang Tahun 25 Desember

Wikipedia mencatat: Kata “Tuhan” dalam bahasa Melayu berasal dari kata tuan. Buku pertama yang memberi keterangan tentang hubungan kata “tuan” dan “Tuhan” adalah adalah Ensiklopedi Populer Gereja oleh Adolf Heuken SJ (1976). Menurut buku tersebut, arti kata Tuhan ada hubungannya dengan kata Melayu tuan yang berarti atasan/penguasa/pemilik. Kata “tuan” ditujukan kepada manusia, atau hal-hal lain yang memiliki sifat menguasai, memiliki, atau memelihara. Digunakan pula untuk menyebut seseorang yang memiliki derajat yang lebih tinggi, atau seseorang yang dihormati. Penggunaannya lumrah digunakan bersama-sama dengan disertakan dengan kata lain mengikuti kata “tuan” itu sendiri, dimisalkan pada kata “tuan rumah” atau “tuan tanah” dan lain sebagainya. Kata ini biasanya digunakan dalam konteks selain keagamaan yang bersifat ketuhanan.

25 Desember Hari Ulang Tahun Para Tuhan (dok. Irena Handono Center)
Ahli bahasa Remy Sylado menemukan bahwa perubahan kata “tuan” yang bersifat insani, menjadi “Tuhan” yang bersifat ilahi, bermula dari terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Melayu karya Melchior Leijdecker yang terbit pada tahun 1733. Dalam terjemahan sebelumnya, yaitu kitab suci Nasrani bahasa Melayu beraksara Latin terjemahan Brouwerius yang muncul pada tahun 1668, kata yang dalam bahasa Yunaninya, Kyrios, dan sebutan yang diperuntukkan bagi Isa Almasih ini diterjemahkannya menjadi “tuan”. Kata yang diterjemahkan oleh Brouwerius sebagai “Tuan”—sama dengan bahasa Portugis Senhor, Perancis Seigneur, Inggris Lord, Belanda Heere—melalui Leijdecker berubah menjadi “Tuhan” dan kemudian, penerjemah Alkitab bahasa Melayu melanjutkan penemuan Leijdecker tersebut. Kini kata Tuhan yang awalnya ditemukan oleh Leijdecker untuk mewakili dua pengertian pelik insani dan ilahi dalam teologi Kristen atas sosok Isa Almasih akhirnya menjadi khas dalam bahasa Indonesia.

Kita tidak perlu masuk ke dalam pembahasan diksi atau etimologis yang terlalu njlimet. Jika disederhanakan saja, istilah “Tuhan” adalah “yang disembah”, “yang dipuji”, “yang dipatuhi”, dan sebagainya. Sebab itu, Tuhan bisa saja berupa Dewa-Dewi, atau pun uang dan jabatan. Bukankah ada kalimat, “Mempertuhankan uang dan jabatan?”

Bagi sebagian kaum Kristiani dewasa ini, terutama Kristen Barat, tanggal 25 Desember diyakini sebagai Hari Lahir Yesus. Walau pun hal ini sama sekali tidak ada dalilnya di dalam Alkitab. Namun sesungguhnya pada tanggal 25 Desember ini juga merupakan hari kelahiran bagi tuhan-tuhan lain yang banyak jumlahnya. Mereka antara lain:
  • Dewa Hermes
  • Sidharta Gautama
  • Dewa Dionysus
  • Zarathustra
  • Shri Khrisna
  • Dewa Horus
  • Dewa Mithra
  • Heracles
  • Tammuz,
  • Adonis,
  • dan lain sebagainya.
Tanggal 25 Desember merupakan hari dimana kaum paganis bersuka cita merayakan hari kelahiran dewa-dewi, tuhan-tuhan mereka. Dan bagi yang telah bersyahadat, “Aku Bersaksi, Tiada Tuhan Selain Allah, dan Nabi Muhammad Utusan Allah”, maka tanggal25 Desember tiada beda dengan hari-hari lainnya. Sama sekali tidak istimewa. (rz)

Resensi Buku: Terjemah Injil Barnabas, Versi Orisinil Risalah Isa a.s.

Kitab Injil Barnabas ini ditulis secara rahasia oleh Barnabas (salah satu dari kedua belas murid, hawariyyun, yang paling dipercaya oleh Yesus) guna menghindari hukuman mati dari pengusaha Romawi, yang represif, yang hendak memaksakan doktrin Paulus untuk dianut oleh rakyat Romawi.

Doktrin Paulus MENGHAPUS DUA AJARAN PENTING dari Nabi Musa dan Nabi Ibrahim: (1) Hal hal yang boleh dimakan, dan (2) kewajiban berkhitan. Paulus (Saulus) juga telah melahirkan ajaran baru tentang penebusan dosa, yang tidak pernah diajarkan oleh Yesus dan tidak dikenal oleh kedua belas muridnya. Lebih jauh lagi, Paulus bahkan telah banyak mengkompromikan ajaran ajaran Yesus dan mencampuradukkannya dengan legenda legenda kuno Romawi dan pemikiran filsafat Yunani.

Kitab Injil Barnabas ini banyak meuat informasi dan penjelasan yang sangat mirip dengan ajaran islam. Kitab ini mengakui bahwa Allah itu Esa (sangat monotheis dan tidak mengenal trinitas). Bahwa tugas utama Yesus, sebagaimana ucapan Yesus sendiri, adalah untuk Mempersiapkan jalan bagi Nabi yang terakhir dan terbesar yaitu Muhammad utusan Allah (Rasulullah). Bahwa Yesus mengakui eksistensi nabi ismail yang lebih tua tujuh tahun dari Nabi Ishaq. Bahw aYesus merasa sangat sedih bervampur geram ketika dirinya disebut sebagai Tuhan oleh Bani Israel yang mengakibatkan dirinya dihukum oleh Allah sehingga tidak bisa langsung memasuki Surga sampai hari kiamat tiba. Dan masih banyak lagi informasi informasi penting lainnya.

Kombinasi dari kandungan spritualitas dan nilai keseharahan yang tinggi membuat buku Injil Barnabas ini sangat layak dibaca oleh siapa saja yang berminat pada spritualitas. Bagi kaum Muslim, buku ini dapat menjadi semacam Versi Orisinil dari Risalah Nabi Isa. Sementara bagi kalngan Kristiani, dapat menjadi rujukan alternative atas doktrin gereja yang menyimpang saat ini.

Terjemah Injil Barnabas
Penerbit: PT Bina Ilmu
Harga Edisi lengkap: Rp45.000 (belum termasuk ongkos kirim)

Bagi yang berminat, pemesanan dapat menghubungi atau sms/email dengan dituliskan nama, alamat dan jumlah pemesanan ke: 085811922988 email: marketing@eramuslim.com

Lagi, Pastur yang Diajak ke SurgaNya, InsyaAllah

Pastur lain yang memutuskan menjadi muallaf dan menanggalkan gelar keuskupannya yakni Jason Cruz. Dalam upaya pencarian akan Tuhan, Cruz melewati sejumlah tahapan berliku sebelum mengenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sayang, ia tidak menemukan kebenaran (Allah Subhanahu Wa Ta’ala) pada awalnya. Sebaliknya, ia mencoba mempelajari Hinduisme karena dianggap dapat mengakhiri penderitaan yang ia alami. Cruz begitu serius mendalami ajaran Hindu. Ia bahkan mengubah namanya dengan nama Hindu.

“Saat itu aku merasa terbebas dari kecanduan obat-obatan. Hidupku lebih positif. Tapi itu tidak bertahan lama, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menunjukan padaku bahwa Hindu bukanlah jalan menuju kebenaran hakiki,” kenang dia.

Dia pun meninggalkan ajaran Hindu, Cruz kembali pada agama Katolik Roma. Oleh gereja, ia ditawarkan untuk menetap di sebuah gereja di New Mexico. Bertepatan dengan tawaran itu, keluarganya, (Ibu, kakak dan adiknya) memutuskan untuk pindah ke Arizona. Saat itu, ia mulai memiliki hubungan dekat dengan orang banyak.

Cruz pun mulai menjalani program seminar. Bertahun-tahun ia ikuti pogram tersebut sehingga akhirnya berhasil menjadi pastur. Dia ditugaskan gereja untuk mempelajari tradisi agama lain di daerah Metro Phoenix.

Sembari menjalankan tugasnya itu, Cruz juga menyambi sebagai pekerja di Biro Kesehatan. Dia mengunjungi sejumlah tempat ibadah agama lain, termasuk masjid. Dalam kunjungannya ke masjid, Cruz merasa ada kesempatan emas untuk belajar tentang Islam. Oleh seorang Muslim, ia diminta untuk mendatangi Masjid di Tempe, Arizona.

Sesampainya di masjid itu, Cruz segera membaca buku-buku tentang Islam. Setelah membaca, ia begitu terkejut. “Saya belum tahu, kalau rasa terkejutku itu merupakan bentuk hidayah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Saya pun kembali mengunjungi masjid itu dan banyak berdialog dengan Imam Ahmad Al-Akoum,” tuturnya.

Al-Akoum, merupakan Direktur Regional Masyarakat Muslim Amerika. Ia seorang yang begitu terbuka bagi penganut agama lain untuk berdiskusi tentang Islam. Banyak warga AS yang mencari informasi tentang Islam dari Al-Akoum. “Mengikuti kelas bimbingan Akoum, saya melihat Islam adalah kebenaran hakiki. Beberapa waktu kemudian, saya mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid yang sering saya kunjungi, Alhamdulillah,” ujarnya.

Menjadi Muslim, Cruz banyak mengalami perubahan. Keluarganya sedih, sebab Cruz memeluk agama yang ditakuti anak-anaknya. Ia pun berusaha memberikan pemahaman yang baik tentang Islam kepada mereka.
Tidak mudah memang bagi Cruz untuk menjalani identitas barunya sebagai Muslim. Dia sempat mengalami stres, lalu memutuskan untuk kembali berdiskusi dengan Al-Akoum tentang masalah yang dialaminya. Al-Akoum mengatakan padaku bahwa tahun pertama sebagai Muslim tentu merupakan masa yang paling sulit. Ia lalu menyarankan untuk banyak berkomunikasi dengan Muslim lainnya.

Saran Al-Akoum membuat iman Cruz semakin mantap. Ia mulai mendapatkan pekerjaan, yakni sebagai manajer pada sebuah program pencegahan penyalahgunaan alkohol dan narkoba, serta HIV dan hepatitis
Selama itu pula, Cruz mulai menikmati identitasnya sebagai Muslim. Ia sangat aktif menjadi sukarelawan. Bahkan, ia dinominasikan menjadi kepala Dewan Masjid Tempe. “Insya Allah, jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengizinkan, saya ingin mendalami ilmu fikih guna memajukan kepentingan Islam dan umat yang saya cintai. Semua ini adalah karunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” pungkasnya.

DF-Eramuslim.com

17.12.14

Dr. Daud Rasyid: Di Malaysia Tak Ada Ucapan Natal

Tahun Baru itu satu paket dengan Natal, sama-sama tidak boleh diikuti oleh umat Islam

Hidayatullah.com–Pakar hadits lulusan Universitas Al Azhar, Kairo Mesir, Dr Daud Rasyid mengatakan, Indonesia tidak seperti di Malaysia jika sudah masuk perayaan Natal.

Di Malaysia tidak ada ucapan-ucapan seperti di Indonesia, padahal di sana perbandingannya sekitar 60-40 % antaranya Muslim dan yang bukan Muslim. Tetapi di Indonesia, perbandingannya sekitar 80-20% tapi lihat di Jakarta dan kota-kota besar lainnya sudah seperti Singapura, pernak-pernik Natal di mana-mana,” ujarnya Dr. Daud Rasyid hari Ahad (14/12/2014) dalam Pengajian Politik Islam (PPI) di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat.

Lebih jauh, ia mangajak pejabat lebih berhati-hati urusan akidah.

Hati-hati terhadap pemikiran Pluralisme yang menganggap semua agama itu sama, bisa masuk dalam kekafiran.”

Menurutnya, soal toleransi itu babnya muamalah tapi kalau sudah akidah tidak bisa karena semua ajaran di luar Islam itu batil.

Apakah gara-gara toleransi kita mengucapkan dan merayakan Natal? Ini sudah masuk wilayah akidah bukan muamalah sehingga kita tidak boleh mengucapkan selamat Natal, ikut perayaannya dan ikut-ikutan dalam perayaan Tahun Baru.

Tahun Baru itu satu paket dengan Natal, sama-sama tidak boleh diikuti oleh umat Islam. lihat saja di spanduk-spanduk, ucapannya satu paket antara Selamat Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.*/Abu Fatih

Tiga Manfaat Utama Membiasakan Dzikir kepada Allah

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya"

"Dzikir kepada allah Ta’ala adalah ibadah terbesar dibandingkan ibadah lainnya,” demikian kata Ibn Abbas r.a.

MENJELASKAN hal ini, Imam Ghazali dalam kitabnya “Dzikurllah” menulis, “Jika Anda bertanya, kenapa dzikir kepada Allah yang dikerjakan secara samar oleh lisan dan tanpa memerlukan tenaga yang besar menjadi lebih utama dan lebih bermanfaat dibandingkan dengan sejumlah ibadah yang dalam pelaksanaannya banyak mengandung kesulitan?

Imam Ghazali menjelaskan bahwa dzikir mengharuskan adanya rasa suka dan cinta kepada Allah Ta’ala. Maka tidak akan ada yang mengamalkannya kecuali jiwa yang dipenuhi rasa suka, dan cinta untuk selalu mengingat dan kembali kepada-Nya.

Orang yang mencintai sesuatu akan banyak mengingatnya, dan orang yang banyak mengingat sesuatu (meskipun pada mulanya ini adalah bentu pembebanan) pasti akan mencintainya. Begitu halnya dengan orang yang berdzikir kepada Allah Ta’ala.

Apabila seorang Muslim sampai pada derajat suka berdikir, maka ia tidak akan melakukan erbuatan lain selain dzikir kepada Allah Ta’ala. Sesuatu yang selain Allah adalah sesuatu yang pasti meninggalkannya saat kematian menjemput. Nah, di sinilah urgensi mengapa setiap jiwa sangat membutuhkan amalan dzikir.

Dengan demikian, apa saja manfaat utama dari amalan yang sampai dibahas secara khusus oleh Imam Ghazali ini?

Pertama, kebahagiaan setelah kematian

Ketika seorang Muslim meninggal dunia, maka harta, istri, anak, dan kekuasaan akan meninggalkannya. Ya, tidak ada lagi yang bersamanya selain dzikir kepada Allah Ta’ala. Saat itulah, amalan dzikir akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi diirnya.

Imam Ghazali memberikan ilustrasi menarik akan hal ini. “Ada orang bertanya, ‘Ia sudah lenyap, lalu bagaimana perbuatan dzikir kepada Allah masih tetap kekal bersamanya?

Imam Ghazali pun menjelaskan, “Sebenarnya ia tidak benar-benar lenyap, yang juga melenyapkan amalan dzikir. Ia hanya lenyap dari dunia dan alam syahadah, bukan dari alam malakut. Hal ini tertera dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 169-170.”

Kedua, senantiasa diingat oleh Allah Ta’ala

Di dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman;

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ

Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu" (QS Al-Baqarah [2]: 152).

Tsabit Al-Banani berkata, “Saya tahu kapan Allah mengingatku.” Orang-orang pun merasa khawatir dengan ucapannya sehingga mereka pun bertanya, “Bagaimana kamu mengetahuinya?” Tsabit menjawab, “Saat aku mengingat-Nya, maka Dia mengingatku.”

Dalam Hadits Qudsi juga disebutkan, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku akan bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak karena Aku.” (HR Baihaqi & Hakim).

Subhanallah, bagaimana kalau Allah yang mengingat diri kita yang dhoif. Bayangkan saja, seorang kepala desa akan sangat senang jika dirinya senantiasa diingat oleh gubernur atau presiden. Bagaimana kalau yang mengingat kita adalah Allah Ta’ala, Rabbul ‘Alamin!

Pantas jika kemudian sahabat Nabi Shallallahu alayhi wasallam, Muadz bin Jabal berkata, “Tidak ada yang disesali oleh penghuni surga selain waktu yang mereka lewatkan tanpa berdzikir kepada Allah Ta’ala.”

Ketiga, diliputi kebaikan demi kebaikan

Seorang Muslim yang senantiasa berdzikir akan senantiasa mendapatkan kebaikan demi kebaikan.

Rasulullah bersabda, “Tiada suatu kaum yang duduk sambil berdzikir kepada Allah melainkan mereka akan dikelilingi oleh malaikat, diselimuti oleh rahmat dan Allah akan mengingat mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR Bukhari).

Sementara itu hadits yang lain menyebutkan, “Tiada suatu kaum yang berkumpul sambil mengingat Allah dimana dengan perbuatan itu mereka tidak menginginkan apa pun selain diri-Nya, melainkan penghuni langit akan berseru kepada mereka, ‘Bangkitlah, kalian telah diampuni. Keburukan-keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan-kebaikan’.” (HR Ahmad).

Oleh karena itu, sangat luar biasa kasih sayang Allah kepada umat Islam. Manfaat dzikir yang sedemikian luar biasa bagi kehidupan dunia-akhirat kita senantiasa Allah ulang-ulang di dalam kitab-Nya agar kita terus menerus mengamalkannya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya!” (QS Al-Ahzab [33]: 41).

Bahkan saat kita usai sholat pun, Allah tekankan agar kita terus berdzikir kepada-Nya.

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَاباً مَّوْقُوتاً

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring” (QS An-Nisa [4]: 103).

Dengan demikian, mari kita upayakan agar muncul rasa suka dan cinta untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya. Karena amalan ini sangat mudah diamalkan dengan manfaat yang sangat luar biasa. Tidak saja menjamin kebaikan di dunia, tetapi juga memastikan kebaikan di akhirat. Semoga Allah anugerahi kita hati yang senantiasa suka, cinta dan rindu untuk selalu berdzikir kepada-Nya. Wallahu a’lam.*