Showing posts with label Home Sweet Home. Show all posts
Showing posts with label Home Sweet Home. Show all posts

21.11.15

STOP KLIPING?!


Bismillah... Alhamdulillah...
Memang!

Q2.120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Q2.217. Dan mereka senantiasa memerangi kalian agar kalian mau murtad dari agama kalian kalau saja mereka mampu melakukannya... Detail...

Seorang Ibu di Palestina & pemuda-pemuda Yahudi
Q3.186. Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar (melihat) dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu berSHABAR dan berTAQWA, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.”

Q5.82. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh akan kalian dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang mempersekutukan Allah (musyrik).”
  • Q5.48-49. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan JANGANLAH KAMU MENGIKUTI HAWA NAFSU MEREKA dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu*, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka BERLOMBA-LOMBALAH berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan BERHATI-HATILAH kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.
  • "... Dan demi Dzat Yang jiwaku ada ditangan-Nya, sungguh umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, satu golongan akan masuk surga dan 72 lainnya (mampir dulu) ke neraka.” Rasulullah ditanya, “Siapa golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Al Jama’ah." (HR Ibnu Majah). Detal-1... Detail-2...
Q12.103. Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya.
  • Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu & mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah. (HR Muslim)
  • "Diperlihatkan kepadaku umat manusia seluruhnya. Maka akupun melihat ada Nabi yang memiliki pengikut sekelompok kecil manusia. Dan ada Nabi yang memiliki pengikut dua orang. Ada Nabi yang tidak memiliki pengikut” (HR Bukhari & Muslim)
  • Q57.22-23. Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.
Q6.116. Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). Detail...

Dunia hanyalah permainan & senda gurau serta MENIPU...
  • Q57.20. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Mereka (orang kafir) hanya menginginkan dunia ini saja! Detail...
  • Q14.3. (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.
  • Q76.27. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).
  • Q2.212. Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
  • Q6.29. Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): "Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan"
  • Q45.24. Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.
  • Q13.26. Allah meluaskan rezki & menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka (orang-orang kafir) bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).
  • Q87.16-17. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik & lebih kekal. Baca juga Q17.18, Q15.3.
  • ”Se­orang kafir jika berbuat kebaikan di dunia, maka segera diberi balasannya di dunia. Adapun orang mu’min jika ber­buat kebajikan, maka tersimpan pahalanya di akhirat di samping rizqi yang diterimanya di dunia atas keta’atannya.” (HR Muslim)
  • "Dunia adalah penjara bagi orang mukmin, dan sebagai syurga bagi orang kafir" (HR Muslim)

Dan "pecinta" dunia tidak akan "nyambung" dengan "pecinta" akhirat. Maka...
  • Q4.76. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu PERANGILAH kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya TIPU DAYA syaitan itu adalah LEMAH. 
  • Q7.199. Jadilah engkau PEMA'AF dan suruhlah orang mengerjakan yang MA'RUF, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.
  • Q66.6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..!
  • Q110.1-3. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.
  • ...astaghfirullah ..astaghfirullah ..astaghfirullah!

Denmark Research Institute: Manusia Lebih Bahagia & Nyaman Tanpa Adanya Facebook & Jejaring Sosial

Eramuslim – Sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan oleh Denmark Research Institute menunjukan bahwa manusia moderen saat ini akan lebih bahagia tanpa menggunakan Facebook ataupun jejaring sosial (medsos) lainnya.

Dalam penelitiannya terhadap 1.095 responden, Denmark Research Institute meminta setengah dari mereka untuk tidak menggunakan jejaring sosial Facebook selama sepekan. Sedangkan sisanya diperbolehkan menggunakannya seperti biasa.

Setelah tujuh hari berlalu, tim peneliti menemukan bahwa mereka yang tidak menggunakan Facebook menjalin hidup lebih nyaman, seimbang dan terfokus daripada mereka yang terus menggunakan situs ini, seperti dilansir kantor berita Jerman dalam terbitannya hari Sabtu (07/11) kemarin.

Perlu diketahui bahwa pengguna aktif situs Facebook hingga kuartal ketiga ditahun 2015 ini mencaai 1,55 miliar pengguna, naik 14% dibandingkan periode yang sama ditahun lalu. Dengan kunjungan mencapai 1 miliar pengguna setiap harinya, dengan 894 juta diantaranya menggunakan smartphone dan tablet. (Anatolia/Ram)


Tanpa Medsos & Siaran TV, Kehidupan Menjadi Jauh Lebih Baik dan Fokus

Eramuslim.com – Nyaris semua orang di negeri ini memiliki akun aktif di media sosial, apakah itu Facebook (FB), Instagram, Twitter, Blogger dan sebagainya. Banyak penelitian mengatakan jika media sosial merupakan “panggung” maya bagi sebagian orang untuk menampilkan aktivitas dan kehidupan mereka pada dunia.

Kebahagiaan dan kesuksesan, dua hal yang paling sering terlihat di media sosial, baik dalam bentuk foto maupun kalimat berupa status. Namun, tahukah Anda kebahagiaan itu lebih dari sejauh mata memandang. Artinya, apa yang terlihat tak selalu merefleksikan kondisi yang sesungguhnya.

Sebuah survei bahkan pernah melaporkan, banyak pemilik akun Facebook mengaku, mereka mengemas kehidupan yang dipertontonkan di media sosial dengan banyak kebohongan. Tujuannya, supaya orang lain mengakui dan merasa cemburu dengan pencapaian mereka.

“Media sosial adalah media yang tanpa henti mengalirkan informasi soal kehidupan hasil editan. Alhasil, persepsi kita pada kehidupan terdistorsi,” terang Happiness Research Institute.

Happiness Research Institute baru-baru ini mengampanyekan hidup tanpa terhubung dengan media sosial. Lalu, mereka menyurvei lebih kurang 1.085 orang yang tidak terkoneksi dengan media sosial untuk sementara waktu.

Hasilnya, sebagian besar dari mereka mengaku lebih bahagia dan hidup terasa jauh lebih baik. Sebanyak 88 persen responden mengaku hidup lebih bahagia tanpa media sosial.

Sementara itu, 44 persen responden merasa resah saat kali pertama tidak bermain Facebook. Lalu, 54 persen lainnya menyatakan hidup lebih indah tanpa melihat drama dan aktivitas orang lain di media sosial.

Penulis sendiri pernah melakukan riset selama satu tahun hidup tanpa siaran televisi di rumah. Hasilnya sungguh menakjubkan, anak-anak menjadi lebih suka membaca buku, pikiran seisi rumah menjadi lebih jernih, fokus pada masalah-masalah yang sungguh-sungguh penting, dan kehidupan keluarga menjadi lebih indah. Sampai sekarang, teve di rumah jarang sekali hidup. Jika pun hidup hanya untuk menonton siaran yang benar-benar penting, atau film-film–baik film dokumentasi atau film komersial, yang memang menunjang profesi penulis saat ini.

Demikian pula dengan media sosial. Tanpa medsos, hidup menjadi jauh lebih tenang dan indah. Lihatlah, orang-orang beradab akan lebih dekat kepada habit membaca buku daripada mengutak-atik medos di ponsel ketika berada di mana saja. Berani coba? (rz)

23.8.15

Qiyam Al-Lail

Qiyam al-lail akan membawa lebih dekat kepada Tuhan, menjadi penebus berbagai kesalahan, dan penangkal penyakit tubuh.

PARA salaf shalih sangat rajin melakukan qiyam al-lail, di musim dingin maupun musim panas. Mereka memandang qiyam al-lail seakan-akan wajib bagi mereka.

Bahkan mereka berkata, “Setiap faqir (sufi) yang tidur di malam hari bukan karena kantuk yang tak tertahankan lagi, tentu tak sesuatu pun kan ia temukan dalam tarekat.”

Dalam hadist disebutkan, “Kalian, kerjakanlah qiyam al-lail, itu merupakan kebiasaan orang-orang salih sebelum kalian. Qiyam al-lail akan membawa kalian lebih dekat kepada Tuhan kalian. Ia juga akan menjadi penebus berbagai kesalahan kalian, pencegah dosa, dan penangkal penyakit tubuh.”

Ummu Sulaiman ibnu Dawud berkata, “Anakku! Jangan tidur malam, karena orang yang tidur malam, di hari kiamat akan datang sebagai orang tanpa kebaikan.”

Allah Ta`ala telah mewahyukan kepada Dawud a.s., “Hai Dawud! Orang yang mengaku cinta kepada-Ku, sementara saat malam tiba ia tidur melupakan-Ku, sungguh ia telah berbohong.”

Dalam sebuah hadist dinyatakan, “Sungguh, Allah Ta`ala akan membanggakan seorang hamba yang melaksakan tahajud di malam yang sangat dingin kepada para Malaikat-Nya. Dia berfirman, `Lihatlah hambaku, ia bangkit dari tempat tidurnya, meninggalkan dunia dan istrinya yang cantik, kemudian dengan kalam-Ku ia bermunajat kepada-Ku. Aku persaksikan kepada kalian bahwa Aku telah mengampuninya.”

Imam Zainal `Abidin r.a. berkata, “Suatu malam, karena terlalu kenyang makan roti, Yahya ibnu Zakariya a.s. tidur dan meninggalkan shalat malamnya. Kemudian Allah mewahyukan kepadanya, `Hai Yahya, jika Kuperlihatkan surga Firdaus kepadamu sekali saja, niscaya tubuhmu akan meleleh, lalu setelah air mata, engkau menangis darah, dan setelah mengenakan kain mori kasar perkabungan, engkau akan mengenakan baju besi.”

Suatu hari ketika melaksanakan shalat malam, `Umar ibnu al-Khaththab r.a. jatuh pingsan, mungkin karena ada satu ayat melewatinya. Sehingga, selama beberapa hari ia dijenguk bagai orang sakit. Selama kekhalifahannya, `Umar tidak pernah tidur, siang maupun malam, melainkan sekadar mengangguk karena kantuk, itu pun dalam keadaan duduk.

Ia berkata, “Jika aku tidur malam, hilanglah jiwaku, dan jika aku tidur siang, hilanglah rakyatku, sementara aku akan diminta pertanggungjawaban atas mereka.”

`Abdullah ibnu Mas`ud akan segera bangkit bertahajud jika penduduk telah tertidur pulas dan terdengar gema seperti gemuruh lebah, sampai memasuki waktu subuh.

Jika suatu saat Sufyan ats-Tsauri lalai akan dirinya akibat banyak makan, ia akan (menebusnya dengan) bangkit sepanjang malam, dan berkata, “Sungguh, keledai akan ditambah berat bebannya jika makannya ditambah.”

Setelah shalat Isya’, Thawus r.a. berbaring di ranjangnya, tapi ia demikian gelisah, dan tidak tidur sampai subuh. Seringkali ia bangkit sendirian dari mulai waktu Isya sampai terbit fajar, atau ia duduk sambil menunduk dan tidak berbicara sedikit pun sampai pagi. Ia berkata, “Sungguh, ketakutan terhadap neraka Jahannam akan melenyapkan tidur para hamba.”

Berselimut akan membuat para salaf shalih merasa takut. Bahkan, sebagian dari mereka menganggap, tidur di kasur yang empuk merupakan perbuatan tercela. Di antara mereka ada yang pernah duduk dan tertidur di atas kasur sekembalinya dari perjalanan jauh, dan tidak melaksanakan shalat malam. Setelah itu ia bersumpah untuk tidak tidur di kasur, sampai menjelang kematian.


Shahib al-`Abid berkata, “Setiap kali aku teringat neraka Jahannam, rasa kantukku terbang."

`ABDUL Aziz ibnu Abi Dawud menghampiri kasur, kemudian ia meletakkan tangannya di atas kasur itu, dan berkata, “Betapa empuknya kamu, tapi kasur surga lebih empuk darimu.” Kemudian ia bangkit melaksanakan shalat, terus menerus shalat sampai fajar.

Fudhail ibnu `Iyadh berkata, “Sungguh, aku sedang melaksanakan qiyam al-lail, kemudian fajar terbit, dan hatiku pun gemetar. Lalu aku berkata, ‘Siang telah datang membawa berbagai petaka.’”

Bisyir al-Hafi, Abu Hanifah, Yazid al-Raqasyi, Malik ibnu Dinar, Sufyan ats-Tsauri, dan Ibrahim ibnu Adham senantiasa melaksanakan qiyam al-lail setiap hari, sampai akhir hayat mereka. Suatu saat, Bisyir al-Hafi ditanya, “Tak pernahkah engkau istirahat di waktu malam, sekejap saja?” Bisyir menjawab, “Sungguh, Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam telah bangkit (untuk qiyam al-lail) sampai kedua kakinya bengkak dan mengalirkan darah, padahal Allah Ta`ala telah mengampuni –kalaupun ada– dosanya, baik yang telah berlalu maupun yang akan datang. Bagaimana aku bisa tidur, sementara aku sama sekali tidak tahu apakah Allah telah mengampuni satu saja dari dosaku.”

Hasan al-Bashri r.a. berkata, “Tak seorang pun di antara kalian meninggalkan qiyam al-lail, melainkan karena dosa yang telah diperbuatnya. Setiap malam, diri kalian menghilang saat matahari mulai tenggelam. Bertobatlah kepada Tuhan kalian, agar kalian bisa melaksanakan qiyam al-lail.” Seringkali al-Bashri berkata, “Qiyam al-lail akan terasa berat bagi orang yang banyak menanggung beban kesalahan.”

Shillah ibnu Asyim r.a. selalu memancangkan kakinya untuk shalat sejak waktu Isya sampai Subuh. Dan seusai shalat ia akan berkata, “Ya Rabb, seretlah aku dari neraka, karena orang sepertiku tak layak memohon surga.”

‘Utbah al-Gulam, jika selesai berwudhu, sebelum beranjak untuk shalat ia akan berkata, “Ya Allah, Sungguh diriku telah melakukan berbagai maksiat dan keburukan yang tak sanggup kutanggung, sehingga aku layak mendapat hina, noda, dan masuk neraka. Dan inilah aku yang ingin bersimpuh di hadapan-Mu, di balik semua penentang yang ada di muka bumi ini. Aku memohoh agar Engkau mengampuni salah seorang di antara mereka, sehingga aku pun mendapat percikan ampunan itu.”

Al-Hasan ibnu Shalih senantiasa melaksanakan qiyam al-lail bersama budak perempuannya. Suatu hari, ia menjual budak perempuannya itu kepada suatu kaum. Saat tiba waktu Isya, budak perempuan ini mulai shalat, dan terus menerus shalat sampai fajar menyingsing. Budak itu berkata kepada penghuni rumah, “Wahai penghuni rumah, semua waktu akan berlalu dari malam. Bangkitlah dan shalatlah kalian wahai penghuni rumah.” Penghuni rumah berkata kepada budak itu, “Kami tidak bangun sampai fajar.”

Kemudian sang budak mendatangi al-Hasan ibnu Shalih, dan berkata, “Engkau telah menjualku kepada orang-orang yang selalu tidur sepanjang malam. Dan aku takut menjadi malas karena menyaksikan tidur mereka.” Setelah itu al-Hasan pun membelinya kembali, karena rasa sayang kepadanya dan untuk memenuhi haknya.

Setiap malam, Rabi`ah al-Adawiyah berwudhu dan memakai wewangian, lalu berkata kepada suaminya, “Apakah Engkau membutuhkanku malam ini?” Jika suaminya mengatakan tidak, maka ia pun akan bangkit untuk shalat sampai subuh. Dan di awal malamnya itu ia akan berkata, “Tuhanku, mata orang-orang telah terlelap, bintang-bintang tenggelam, dan kerajaan dunia pun telah mengunci pintu-pintunya. Tapi pintu-Mu tak pernah ditutup, maka ampunilah dosaku.” Setelah itu ia merentang kedua kakinya untuk shalat, dan berkata, “Demi Keagungan dan Keperkasaan-Mu, inilah tempatku di hadapan-Mu sampai pagi selama aku hidup.”

Al-Mugirah ibnu Habib berkata, “Suatu malam, kedua mataku menatap Malik ibnu Dinar, saat itu ia telah berdiri tegak di hadapan Allah Ta`ala sejak waktu Isya sambil menggenggam janggutnya. Ia terus menangis dan berkata, `Ya Rabb, kasihilah Malik yang telah beruban ini, sehingga bisa shalat sampai terbit fajar.’”

Ia juga berkata, “Selama satu bulan aku memperhatikan `Abdul Wahid ibnu Zaid. Aku tidak pernah melihatnya tidur, walau hanya sebentar. Dan ia berkata kepada penghuni rumah, ‘Wahai penghuni rumah, setiap detik terus berlalu dari malam ini. Waspadalah kalian di rumah yang kalian tiduri ini, sebentar lagi rayap akan memangsa kalian.”

Shahib al-`Abid adalah budak milik seorang perempuan di Bashrah, ia selalu beribadah sepanjang malam. Suatu hari, sang majikan berkata kepadanya, “Sungguh, ibadahmu sepanjang malam akan mengganggu pelayananmu (padaku) saat siang.” Shahib berkata kepadanya, “Apa yang akan kulakukan? Setiap kali aku teringat neraka Jahannam, rasa kantukku terbang.”

Azhar ibnu Mugits r.a. berkata, “Suatu malam, aku melihat perempuan paling cantik yang belum pernah kusaksikan, ia bermata indah, maka aku pun berkata kepadanya, `Siapa engkau?’ Ia menjawab, `Aku diperuntukkan bagi orang yang selalu bangun di malam-malam musim dingin.”

Suatu malam, Ibrahim ibnu Adham tertidur di Bait al-Muqaddas. Tiba-tiba ia mendengar suara dari arah gurun berkata, “Qiyam al-lail akan memadamkan nyala neraka dan mengokohkan kaki di atas shirath. Maka, jangan kau remehkan qiyam al-lail.” Sejak saat itu, Ibrahim ibnu Adham tidak pernah lagi meninggalkan qiyam al-lail, sampai saat ia meninggal.*


Dari buku Terapi Ruhani karya Syaikh ‘Abdul Wahhab Asy-Sya’ani.

27.6.15

Fakta! Banyak Sedekah (Shadaqah) Makin Sehat dan Bonus Pahala

Dari sini dapat kita mengerti, mengapa sahabat Nabi begitu antusias dalam sedekah, yakni karena mereka ingin mendapat ampunan-Nya

SESUNGGUHNYA segala hal yang Allah Subhanahu Wata’ala syariatkan adalah baik bagi diri, orang lain dan tentu saja kehidupan semesta, tidak terkecuali perintah sedekah.

Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan umat-Nya untuk bersedekah, baik dalam rangka jihad fi sabilillah, membantu sesama atau pun memuliakan anak-anak yatim. Akan tetapi, sebagaimana fitrah manusia itu sendiri, kecintaan terhadap harta dan kemewahan seringkali membuat sebagian orang tidak mampu melihat dan merasakan kedahsyatan dari amalan yang sangat dianjurkan ini.

Dan, di sini muncul pertanyaan, bagaimana sistem penjelas yang bisa dipahami ketika seorang Abu Bakar menyedekahkan seluruh yang dimilikinya, Umar separuh yang dimilikinya dan Utsman bin Affan serta Abdurrahman bin Auf yang tak pernah pikir panjang dalam hal sedekah.

Satu-satunya jawaban yang populer untuk menjelaskan perilaku sahabat Nabi yang sangat dermawan itu adalah karena iman. Belum ada sampai saat ini – setidaknya yang penulis temukan – sistem penjelas yang secara rasional mencerahkan.

Namun demikian, perjalanan waktu mengantarkan sains dan teknologi menemukan keajaiban-keajaiban dari syariat Allah yang diamalkan oleh manusia.

Penelitian Membuktikan

Secara fisik berbagi dan bermurah hati terlihat merugikan. Namun fakta lain justru sebaliknya. Sebelum ini, peneliti sudah menemukan istilah “warm-glow-effect’, sebuah fenomena ekonomi yang pernah dijelaskan oleh James Andreoni tahun 1989, dimana menunjukkan orang yang beramal, berbagi dan bermurah hati justru berdampak positif atas kemurahan hati mereka atau disebut “warm-glow effect” (efek-cahaya pemberi). Perasaan positif ini didapatkan atas tindakannya memberi atau membantu orang lain.

Studi tahun 2006 oleh Jorge Moll dari National Institutes of Health menemukan bahwa ketika seseorang melakukan donasi kepada suatu yayasan, beberapa area di otak yang terkait dengan kenyamanan, koneksi sosial, dan rasa percaya turut aktif dan menciptakan efek “warm glow”. Para peneliti juga percaya bahwa ketika melakukan tindakan altruistik, otak akan melepaskan endorfin, memproduksi perasaan positif yang disebut “helper’s high.”

Fenomena tersebut dapat terjadi karena ketika menolong orang, otak memproduksi hormon dopamine (yang memberi perasaan bahagia dan keyakinan bahwa yang kita lakukan adalah hal yang benar) serta hormon oxytocin yang dikenal dapat mengurangi stress, meningkatkan fungsi imunitas, dan mengembangkan rasa percaya dalam interaksi antar manusia.

Banyak penelitian menunjukkan sikap dermawan ternyata berkorelasi dengan kesehatan. Salah satunya adalah penelitian Stephanie Post yang dimuat dalam bukunya, Why Good Things Happen To Good People, yang menyatakan bahwa berbagi dengan sesama dapat meningkatkan kesehatan penderita penyakit kronis seperti HIV. [Baca: Hindari Pelit dan Banyak Berbagi, Bikin Hidup Lebih Sehat!]

Bisa dibayangkan, bagaimana kalau alat misalnya digunakan untuk meneliti anak-anak Muslim Indonesia yang dalam membantu orang lain disertai niat dan dorongan ingin mendapat ridha Allah, mungkin akan lebih wow lagi. Karena dalam Islam sedekah bukan semata memberikan kebahagiaan dunia tetapi juga kebahagiaan akhirat.
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q2.271)
Dengan kata lain, terlepas dari bagaimana dilakukan (sembunyi atau terang-terangan) sedekah itu memastikan kebahagiaan dunia dan akhirat sekaligus, bahkan mengundang rahmat Allah berupa ampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Dari sini dapat kita mengerti, mengapa sahabat Nabi begitu antusias dalam sedekah, yakni karena mereka ingin mendapat ampunan-Nya.

Dan, yang paling memotivasi adalah hadits Nabi yang menjelaskan bahwa pahala sedekah (jariyah) itu tidak terputus meski yang mengamalkannya telah tiada. “Apabila anak Adam itu telah mati, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh/sholehah yang mendoakan kedua orangtuanya.” (HR Muslim)

Terakhir, adalah termasuk orang yang mendustakan agama, yang dalam hidupnya tidak terbesit apalagi sampai tidak mau membantu mereka yang membutuhkan dan secara gamblang Allah sebutkan.
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (Q107.1-3)
Ibn Katsir menjelaskan bahwa orang yang termasuk mendustakan agama adalah orang yang tidak mau memberi makan serta tidak juga berbuat baik kepada anak yatim.

Dengan demikian, tidak heran jika Allah sering mengulang-ulang ayat tentang sedekah ini dalam beragam bentuknya. Dan, tidak sedikit sejarah Nabi dan sahabat yang meneladankan betapa hebatnya etos mereka dalam bersedekah. Wallahu a’lam.*

15.6.15

Minyak ZAITUN

Minyak zaitun atau olive oil merupakan lemak yang diperoleh dari buah zaitun, yang berasal Mediterania. Minyak dihasilkan dengan cara menggiling seluruh butiran zaitun, kemudian diekstraksi dengan dengan mesin atau bahan kimia.

Ada berbagai macam jenis minyak zaitun, seperti extra virgin olive oil, refined olive oil, dan olive-pomace oil. Kualitas terbaik minyak zaitun adalah extra virgin olive oil. Minyak jenis ini dipercaya bisa meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan risiko beberapa jenis kanker.

Menurut Nicholas Coleman, spesialis olive oil di New York City, minyak zaitun harus segar untuk mempertahankan manfaat kesehatannya. Walaupun dihasilkan dari produsen terbaik dunia, jika minyaknya sudah lama, Anda tidak akan memperoleh manfaat kesehatan apa pun, ujar Coleman.

Coleman mengatakan, memilih minyak zaitun sama dengan memilih wine. Untuk mendapat kualitas yang baik, Anda harus memperhatikan kapan minyak zaitun diproduksi, jenis minyak zaitun yang akan dibeli, dan dari mana minyak zaitun berasal.

Ketika Anda mencicipi minyak zaitun berkualitas baik, Anda akan merasakan sensasi pedas di bagian pangkal tenggorokan setelah mencicipinya, ujar Coleman. Menurutnya, rasa pedas ini menunjukkan kandungan antioksidan dalam minyak zaitun.

Semakin Anda merasa terbakar di tenggorokan, kandungan antioksidan dalam minyak zaitun tersebut semakin tinggi. Hal ini baik untuk kesehatan tubuh, tutur Coleman.

Daerah Tuscany, Puglia dan Sicily di Italia memiliki extra virgin olive oil dengan kandungan antioksidan paling banyak. Menurut Coleman, faktor harga juga penting untuk diperhatikan.

Minyak zaitun berkualitas baik harganya mahal, karena produsen harus mengambil buah zaitun dari seluruh dunia dan mengirimnya ke tempat-tempat tujuan, ujar Coleman.

Coleman mengatakan, warna minyak zaitun tidak berhubungan dengan manfaat kesehatannya, tetapi warna botol minyak zaitun bisa mempengaruhinya. Ia menyarankan untuk memilih botol kaca atau kaleng yang gelap, sehingga minyak tidak mengalami degradasi dan oksidasi akibat cahaya.

Ketika Anda memasak dengan minyak zaitun, pastikan memakai api kecil sehingga minyak hangat secara perlahan untuk mempertahankan kandungan antioksidan di dalamnya, ujar Coleman.(odi/flo)

Minyak Zaitun yang Bagus Harus Asli

Pohon Zaitun
Minyak zaitun atau olive oil, adalah minyak yang didapat dari buah zaitun, pohon tradisional dari basin Mediterania. Manfaat minyak zaitun yang asli adalah yang terbaik; karena dapat digunakan untuk memasak, bahan kosmetik, obat herbal, sabun, dan juga sebagai bahan bakar lampu minyak. Minyak zaitun yang bagus juga dapat diminum langsung untuk kesehatan tubuh dan pengobatan penyakit. Menurut hasil penelitian, kandungan minyak zaitun berupa asam lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan.

Banyak merek minyak zaitun palsu beredar di pasaran. Namun Anda harus mengetahui cara membedakan minyak zaitun asli dengan yang palsu. Ada beberapa ciri minyak zaitun asli. Setidaknya, Anda harus mengetahui merek minyak zaitun asli. Inilah, perihal yang harus diketahui sebelum membeli dan memakainya, agar terhindar dari merek minyak zaitun palsu:
  1. Istilah extra virgin mengacu pada minyak zaitun yang berkualitas sangat tinggi. Perasan pertama (unrefined, first cold pressed) pada buah zaitun disebut extra virgin (kandungan asamnya kurang dari 0.8%), inilah minyak zaitun yang paling bagus dan berkhasiat. Sedangkan perasan kedua disebut virgin (kandungan asamnya sekitar 2%). Jika minyak zaitun mengalami proses press ke tiga kali disebut refined olive oil, light, atau extra light. Kalau proses pengolahannya lebih panjang lagi disebut olive oil atau pure olive oil.
  2. Extrak virgin olive oil yang paling bagus, dapat diminum langsung. Untuk kesehatan, waktu yang tepat minum minyak zaitun biasanya 2 kali sehari 2 sendok makan penuh, diminum pagi dan malam sebelum tidur. Untuk pengobatan dan khasiat minyak zaitun, silahkan mencari artikel lain, yup! Sementara, virgin olive oil baik untuk dikonsumsi dan memasak dengan nyala api yang relatif rendah. Refined olive oil yang light atau extra light baik untuk memasak dengan api relatif tinggi. Sedangkan pure olive oil sebaiknya digunakan untuk kesehatan dan perawatan, seperti pijat, bagus untuk wajah, cocok untuk rambut, dan baik untuk kulit, contohnya Mustika Ratu olive oil.
  3. Ketika meminum extra virgin dari merk minyak zaitun yang asli dan ber-kualitas tinggi, seringkali akan terasa sedikit terbakar di bagian belakang tenggorokan. Atau dengan kata lain, merk minyak zaitun asli rasanya segar, sedikit rasa pahit, dan pedas di kerongkongan setelah menelannya. Rasa tersebut merupakan indikasi kandungan fenol, polifenol, tokoferol, dan ester yang sehat dalam minyak. Buah lain yang mengandung polifenol yaitu: anggur, apel, jeruk, teh, serta teh bunga rosella.
  4. Minyak zaitun ber-kualitas bagus biasanya berwarna keemasan hingga kuning tua hampir kehijauan. Ini tergantung pada jenis buah zaitun yang diekstrak atau disaring. Pilihan paling baik memilih merek atau membeli minyak zaitun, yaitu: pilih minyak zaitun berwarna hijau gelap dengan tempat botol kaca berwarna gelap dan/ kaleng. Kemasan botol berwarna gelap berguna mencegah minyak dari reaksi foto-oksidasi yang dapat merusak kualitas. Hindari membeli minyak zaitun yang disimpan dalam botol plastik. Botol ini mudah ditembus cahaya, udara, dan suhu panas, sehingga merusak rasa dan susunan molekul minyak zaitun.
  5. Perbedaan kualitas minyak zaitun yang bagus dengan yang murah adalah dari sisi rasa. Minyak zaitun berkualitas jelek biasanya bahkan tidak melewati tes standar minyak zaitun. Biasanya, minyak zaitun berkualitas rendah adalah mencampur minyak zaitun baru dangan yang lama, atau bahkan menggunakan bahan kimia untuk menghilangkan bau, rasa, dan pigmen dari minyak. Meski tak berbahaya, namun ini justru mengurangi rasa khas minyak zaitun. Kandungan nutrisi pada minyak zaitun berkualitas buruk cenderung lebih sedikit, bahkan nyaris tidak ada sehingga gunakan untuk pijat saja. Perlu diketahui bahwa jangka waktu menggunakan minyak zaitun yang baik adalah 18 bulan setelah diperas atau diekstrak.
  6. Label pada merk minyak zaitun palsu dan atau kualitas rendah terkadang tak menulis kebenaran. Coba perhatikan dari mana negara pembuat minyak tersebut berasal. The world best of olive oil seringkali berasal dari Spain, Italy, Chile, Portugal, Greece, dan Slovenia. Lainnya berasal dari Siria, Palestina, Israel, Turki, Mesir, California, Australia, dan Amerika Selatan. Selain itu, cek masa berlaku, dan tingkat keasamannya jika perlu, (tingkat keasaman extra virgin kurang dari 0,8%).
  7. Produk impor dari merk minyak zaitun yang bagus, antara lain: Bertolli berisi minyak zaitun Italia, Borges dari perkebunan zaitun Spanyol. Merek minyak zaitun yang asli lainnya: Olitalia, Oleaurum coupage, Olivoila, Filipo Berio, Minerva Kalamata, Sasso Extra Virgin Olive Oil, dll. The world best of brand of olive oil, yaitu Venta del Baron, Rincon de la Subbetica-Alamoda, Oro Bailen Reserva Familiar-Picual, semuanya produksi Andalusia, Spanyol

Dari Berbagai Sumber!

14.5.15

Ikut Vaksinasi atau Tidak, Terserah Anda (?)

Eramuslim.com- Perdebatan apakah perlu ikut atau tidak perlu ikut Vaksinasi kini telah menjadi polemik berkepanjangan. Para pakar kesehatan pun terbelah menjadi dua kutub, anti dan pro. Masing-masing kubu memiliki pemahaman dan pengetahuannya masing-masing.

Kubu yang Pro Vaksinasi (disingkat “PV”) mengeluarkan data-data dan semua keterangan medis dan ilmiah yang hamper seluruhnya bersandar dari badan kesehatan dunia WHO dan lembaga-lembaga kesehatan resmi.

Sedangkan Kubu Yang Anti Vaksinasi (disingkat “AV”) juga mengeluarkan data-data dan semua keterangan dari berbagai literatur penelitian, fakta di lapangan, dan lembaga-lembaga yang kebanyakan anti WHO.”Kita semua tahu siapa yang ada di belakang WHO itu,” demikian salah satu keyakinannya.

Terlepas dari keyakinan kedua kubu tersebut, penulis hanya memaparkan beberapa pengalaman penulis sendiri yang terjadi terkait masalah tersebut, dan ini benar-benar terjadi. Semua orang dan kisah yang penulis kemukakan di sini adalah nyata. Mohon maaf jika tidak bisa diungkap jatidirinya karena mereka semua masih aktif bekerja dengan badan-badan The New World Order, seperti WHO dan sebagainya.

Sikap akhir terserah Anda semua, apakah tetap mengikut pada AV atau PV. Janganlah sekali-kali memaksakan kehendak, karena kesadaran tidak akan bisa muncul dari pemaksaan.

Kisah Pertama: Pertemuan dengan Seorang Doktor Terkemuka Singapura

Akhir Maret 2015, saya diundang bertemu dengan seorang tokoh dunia kedokteran Asia, seorang Doktor elit Singapura, spesialis, yang pernah menjadi dokter kepresidenan Filipina, Singapura, dan pernah ditawar menjadi dokter pribadi Raja Kartel Opium di Kamboja-Vietnam tapi dia menolak. Namanya sangat familiar di Google. Saya mendapat kesempatan langka diundang bertemu dengannya lewat seorang perantara, adik kandung seorang artis papan atas Indonesia yang memiliki darah Eropa.

Novel “CODEX: Kosnpirasi Jahat di atas Meja Makan Kita” yang membahas tentang Codex Alimentarius–program resmi PBB lewat Henry Kissinger di mana obat-obatan dan bahan makanan dijadikan senjata pembunuh massal–di mana salah satu bagiannya mengungkap tentang konspirasi seputar vaksinasi dan zat-zat aditif lainnya, terkait dengan Georgia Guidestone di Berkeley, menjadi “tali” yang mempertemukan kami.

Saya bertemu dengannya selama sekitar satu jam di sebuah tempat rendezvous di kawasan elit Jakarta Selatan, sore hari sebelum dia berangkat ke Bandara Soetta untuk kembali ke Singapura.

Singkat cerita dia menyatakan jika di Singapura, vaksinasi sudah menjadi barang yang wajib, dan banyak hal dalam kehidupan seorang anak hanya bisa diakses jika melampirkan bukti jika dirinya sudah menerima vaksinasi.

Padahal saya tahu jika vaksinasi itu buruk bagi ketahanan tubuhnya kelak. Tuhan telah menciptakan manusia dengan sangat sempurna, dan sebab itu manusia tidak lagi memerlukan zat-zat tambahan ketika dia lahir dan tumbuh. Kita hanya perlu menjaga tubuh ini dengan mengkonsumsi bahan-bahan makanan yang baik bagi kesehatan,” ujarnya dalam bahasa Inggris dengan logat Cina.

Celakanya, di negeri saya, hal itu wajib. Sebagai dokter di sana, saya mau tak mau harus melakukan hal itu (vaksinasi). Ada pertentangan batin disini. Akhirnya saya mengambil satu jalan kompromis, pada setiap pasien yang datang minta vaksinasi, saya suntikan saja vitamin ke tubuhnya, dan ampul vaksinnya saya buang. Di lembar keterangan yang tersedia saya tulis jika pasien saya ini sudah menerima vaksin ini dan itu. Beres kan?” ujarnya sambil tertawa.

Vaksin itu jahat. Dia melemahkan tubuh manusia yang sebenarnya sudah sangat sempurna ini. Di negara-negara maju sudah banyak yang melarang vaksinasi, atau melakukan vaksinasi secara sangat selektif. Hanya di Negara-negara terkebelakang saja yang massif dengan program vaksinasinya. Dan banyak yang tidak tahu jika vaksin yang ada di negara maju itu berbeda secara konten dengan vaksin yang diberikan ke negara-negara miskin dan terkebelakang. Jadi ada dua jenis vaksin di sini, dan banyak yang tidak paham dengan hal ini.

Dokter spesialis yang wajah dan perawakannya terlihat masih muda dibandingkan usianya yang sudah lumayan ini mengaku membiasakan hidup dengan hanya mengkonsumsi bahan-bahan makanan organik dan segar.

Saya menghindari mengkonsumsi makanan-makanan instan, dalam kemasan, MSG, dan sebagainya. Kepada anak-anak saya juga demikian. Kita sekarang ini dibombardir iklan-iklan menyesatkan tentang kehidupan yang serba praktis dan mudah, makanan cepat saji, dan sebagainya, tapi itu semua sesungguhnya racun bagi tubuh. Dewasa ini memang sedikit repot untuk bisa hidup sehat, namun apa salahnya jika kita benar-benar ingin hidup lebih panjang. Saya pribadi biasa mengkonsumsi jahe mentah, apalagi jahe biru, itu jahe langka tapi sangat bagus bagi kesehatan…

Banyak hal yang dikemukakan pakar ini sampai tak terasa waktu semakin sore dan dia harus mengejar pesawat untuk kembali ke negaranya. Sambil melihat jam dia bertanya pada adik selebritis papan atas Indonesia yang menjadi penghubung saya dan dia, “Apakah cukup waktu untuk menembus kemacetan Jakarta menuju Bandara Soetta?”

Akhirnya karena waktu yang sudah sangat sempit, tidak mungkin bisa dengan jalan darat, dia pun memilih untuk naik ke atas gedung, menuju helikopter yang sudah siap mengantarnya ke Bandara Soetta. Dengan sangat ramah dia menyalami kami dan berdoa semoga suatu hari kelak kita bisa bertemu kembali.

Kisah Kedua: Pesan Singkat Chef Terkenal yang Harus Direnungkan

Beberapa bulan lalu, sebuah pesan singkat tiba-tiba masuk ke dalam ponsel. Isinya sebuah pertanyaan sederhana namun menyentak kesadaran.

Sejak kapan di Indonesia ada program nasional vaksinasi?

Karena saya tahu, saya menjawab, “Sejak awal tahun 1970-an…

Tidak lama kemudian jawaban dari Chef sahabat saya itu tampil di layar ponsel, “Sejak itulah, usia harapan hidup orang Indonesia menjadi lebih singkat.

Deg!

Benar juga. Di era bapak dan ibu kita hidup, usia harapan hidup orang Indonesia rata-rata mampu mencapai seratusan tahun, atau paling tidak delapan puluh tahun. Orang Indonesia dahulu kuat-kuat, dan mampu berjalan puluhan kilometer walau usianya sudah tidak lagi muda.

Sekarang, usia harapan hidup orang Indonesia semakin cepat. Banyak teman-teman kita yang baru mencapai usia 40-50 sudah dijemput maut. Banyak orang-orang muda yang sudah mengidap penyakit ini dan itu. Bahkan sudah banyak usia 30-40an yang sudah menderita stroke atau jantung.

Kelompok Pro-Vaksinasi pasti memiliki alibi sendiri soal ini. Biarlah. Tapi apa yang chef sahabat saya utarakan tadi sungguh-sungguh menyentak kesadaran. Apalagi isterinya bekerja untuk badan PBB yang menelurkan Codex Alimentarius Program, di mana Kissinger pernah berkata di depan umum jika dia lewat badan PBB tersebut akan menjadikan obat-obatan, vitamin, makanan, dan sebagainya sebagai senjata pembunuh massal. Dalam artian, segala obat dan makanan akan disusupi oleh agen-agen penyakit agar manusia semakin lemah dan usia harapan hidupnya pun akan semakin singkat.

April kemarin, kami bertemu lagi di sebuah mal di pingiran Jakarta. Sekali lagi dia bercerita soal vaksinasi. Chef yang lama tinggal di Amerika itu menyatakan jika dirinya tahu jika vaksin yang ada di Amerika dan Eropa, serta negara-negara maju lainnya, itu ada yang sungguh-sungguh membuat badan kebal terhadap beberapa jenis penyakit. Namun vaksin yang disebar ke negara-negara terkebelakang seperti Indonesia, beda.

Ada dua jenis vaksin yang diproduksi. Yang pertama yang berkualitas bagus dipakai di negara-negara maju, sedangkan yang dikirim ke negara-negara terkebelakang itu racun sebenarnya, untuk melemahkan penduduknya,” ujarnya.

Ya, pelemahan dan pemusnahan sebagian penduduk dunia, memang bukan isapan jempol. Hanya mereka yang kurang membaca, tidak kritis, dan hidup di dalam tempurung kelapa, yang menyatakan program jahat ini cuma teori konspirasi kosong yang tidak ada buktinya.

Kisah Ketiga: Anak Bungsu yang Sungguh Sehat dan Kuat Tanpa Vaksin Apa Pun.

Seorang sahabat lagi, pengusaha muda yang tinggal di kompleks perumahan elit di pinggiran ibukota, memiliki beberapa orang anak. Semua anaknya, kecuali yang bungsu, divaksin semasa kecil. Sedangkan si bungsu, sengaja tidak diberi vaksin apa pun sejak lahir.

Subhanallah, perbedaannya sungguh nyata! Anak-anak saya yang pertama dan adik-adiknya itu sejak kecil langganan rumah sakit. Pilek atau batuk sedikit saja langsung menjadi parah dan bahkan harus dirawat di rumah sakit. Dokter-dokternya menjadi teman akrab anak-anak saya tersebut. Mereka mudah sekali terserang penyakit dan jika sudah sakit maka akan berkepanjangan…

Beda sekali dengan si bungsu. Anak saya yang bungsu ini sama sekali tidak diberi vaksin. Hal ini menuai kontroversi di keluarga karena beberapa saudara saya ada yang berprofesi sebagai dokter yang Pro Vaksinasi. Anak bungsu saya ini hanya diberi suplemen madu, habbatusauda, dan herbal lainnya. Ternyata si bungsu ini sungguh kuat ketahanan tubuhnya. Dia tidak mudah sakit. Dan kalau pun pilek, maka itu cuma sebentar dan akan hilang jika diberi madu dan istirahat yang cukup. Ini sangat berbeda dengan kakak-kakaknya.

Apakah dengan kasus ini saudara-saudara yang dokter menjadi sadar dan akhirnya meralat pandangannya soal vaksin?” tanya saya.

Dia menggeleng dan tertawa, “Tidak juga. Mereka masih saja berpandangan jika vaksin itu perlu. Sungguh hebat memang sistem pendidikan globalis ini sehingga apa-apa yang ditanamkan ke dalam otak anak didik bisa terpatri dengan sangat kuat…

Nah, tiga kisah ini saja dulu yang saya paparkan. Masih ada kisah-kisah lainnya sesungguhnya. Namun biarlah cukup disini. Sekarang terserah kepada kita semua, apakah akan tetap mendukung program vaksinisasi atau tidak. Semuaya tergantung pada masing-masing individu. (rz)


Must Read!

4.3.15

Mengkonsumsi Kacang Tanah Kurangi Risiko Penyakit Kardiovaskuler

Kacang tanah mengandung gizi tinggi, lemak tak jenuh, serat, vitamin, anti-oksidan, dan dapat meningkatkan kesehatan jantung, dengan mengkonsuminya sekitar 30 gram setiap minggu.

MAKAN kacang, dalam jumlah kecil, dapat mengurangi risiko kematian dan penyakit kardiovaskular, kata hasil penelitian.

Laporan ini mengkompilasi penelitian dari orang-orang berbagai ras, termasuk Kaukasia, Afrika- Amerika, dan Asia. Semua dari latar belakang berpenghasilan rendah.

Para peneliti menemukan, mengkonsumsi kacang secara teratur mengurangi kematian di kalangan pria dan wanita dari semua kelompok. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa makan kacang –yang relatif terjangkau– dapat menjadi cara murah dan bergizi untuk mengurangi angka kematian dan penyakit kardiovaskular di seluruh dunia.

Penelitian ini, yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association dan Internal Medicine, melibatkan lebih dari 70.000 masyarakat Kaukasia dan kulit hitam di Amerika Serikat, dan 130.000 orang China di Shanghai.

“Kami menemukan bahwa mengkonsumsi kacang terkait dengan berkurangnya total mortalitas dan mortalitas penyakit kardiovaskular dalam masyarakat berpenghasilan rendah yang didominasi penduduk kulit hitam dan putih di AS, dan di antara laki-laki dan perempuan China yang tinggal di Shanghai,” kata peneliti senior Xiao-Ou Shu, Wakil Direktur Global Health di Vanderbilt-Ingram Cancer Center (VICC), seperti dilansir Free Malaysia Today, Selasa (3/3/2015).

Ada penurunan risiko kematian total antara 17 hingga 21 persen dari peserta penelitian. Sedang risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular berkurang antara 23 dan 38 persen.

Tapi anggota tim peneliti William Blot memperingatkan, karena data itu dari observasi studi epidemiologi dan tidak acak uji klinis, “kita tidak bisa yakin bahwa kacang merupakan faktor utama yang dapat mengurangi kematian dalam penelitian ini.”

“Tetapi temuan dari studi baru ini, bagaimana pun, memperkuat penelitian sebelumnya, menunjukkan manfaat kesehatan dari makan kacang-kacangan, dan dengan demikian cukup menggembirakan,” tambah Blot, yang juga Wakil Direktur Pengawasan Pencegahan Kanker dan Populasi di VICC.

Kacang tanah merupakan makanan murah dan banyak tersedia dibanding jenis kacang lainnya, serta dimakan oleh banyak kalangan di seluruh dunia.

Kacang mengandung gizi tinggi, lemak tak jenuh, serat, vitamin, anti-oksidan, dan dapat meningkatkan kesehatan jantung, dengan mengkonsuminya sekitar 30 gram setiap minggu.

“Hasil penelitian menunjukkan, kacang merupakan bagian dari diet seimbang yang bermanfaat,” kata Peter Weissberg, Direktur British Heart Foundation, yang tidak berpartisipasi dalam penelitian ini.

“Data memang tidak menunjukkan bahwa semakin banyak kacang yang Anda makan, semakin rendah risiko serangan jantung fatal. Karenanya orang jangan mengkonsumsi kacang dalam jumlah besar, khususnya kacang asin, dengan harapan melindungi dari penyakit jantung,” tambahnya.

Penelitian sebelumnya telah difokuskan pada masyarakat kulit putih kelas atas.

Para peserta dalam studi ini diamati antara lima sampai 12 tahun.*

20.2.15

Alasan Mengapa Orang Korea Selatan Bunuh Diri

Sahabat Smart Voa Islam,

Korea Selatan negeri ginseng yang sedang mendunia, lewat K-Pop dan teknologinya Korea Selatan merancang kiblat baru di kancah permusikan. Setelah berhasil menduniakan K-Pop, ternyata Apple juga dibuatnya gigit jari melihat kemajuan teknologi Korsel, Samsung yang saat ini tengah nge-In seperti dilansir harian The Wall Street Journal memberitakan iklan Samsung pada final Superbowl, harian tersebut mengatakan bahwa Apple sudah kalah keren dibanding Samsung dalam hal pemasaran. Dalam dokumen rencana strategi Samsung pada 2011, prioritas Samsung adalah mengalahkan Apple dalam segala hal.

Semua yang dilakukan Samsung harus dalam konteks mengalahkan Apple. Namun siapa sangka di tengah pencapaian teknologi dan budayanya masyarakat Korea Selatan mengalami kerapuhan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah merilis data statistik tingkat kasus bunuh diri dunia pada Kamis 4 September 2014 dan menepatkan Korea Selatan di posisi ke 3 dunia.

Hal tersebut dipicu banyak hal, diantaranya tekanan untuk sukses di Korea sangat tinggi. Bagi seorang pekerja, sukses berarti bekerja di salah satu perusahaan konglomerasi besar seperti Samsung atau Hyundai atau yang diberi istilah chaebol dan untuk mencapai karir dan reputasi tinggi mereka harus membuktikan diri sebagai pekerja keras, Walaupun harus mengesampingkan kepentingan pribadi serta keluarga.

Untuk artis mereka terlalu menjadikan sudut pandang orang menjadi rujukan dalam bersikap, seperti konsep cantik yaitu orang berkulit putih, hidung mancung, wajah membentuh huruf V dan jidat sedikit jenong, sehingga akibatnya anak muda yang tidak memenuhi standar tersebut memilih jalan instan operasi plastik, karena wajah cantik di Korea Selatan lebih di dihargai orang dan memudahkan seseorang mencari pekerjaan, sehingga para orangtua menganjurkan anaknya opreasi, tak heran Korsel menjadi destination wisata opresi plastik yang popular.

Kesalahan Pradigma Berfikir

Negara Korsel menganut sistem sekuler memisahkan agama dari kehidupan manusia, negara tidak mengajurkan setiap orang untuk menganut agama, akibatnya orang Korsel banyak atheis, hal tersebut tidaklah dilarang, ketika seseorang mempunyai permasalahan mereka tidak mempunyai pegangan kuat, terlebih mereka mempunyai pandangan hidup yang salah terhadap konsep kebahagian, mereka mengukur kebahagian dari materi, sebarapa cantikkah dirimu? Berapa banyak jumlah hartamu?seberapa suksekah pekerjaanmu? Sehingga hidup mereka dibanyangi tantangan dan targetan yang sama sekali tidak ada ujungnya, iklim seperti ini rawan membuat mereka depresi akhirnya bunuh diri, tak bisa dipungkiri kepercayaan pada rekarnasi juga menambah suram permasalahan, rekarnasi menyakini jika mati atau bunuh diri mereka akan lahir kembali menjadi orang lain yang lebih baik, surga dan neraka tidak ada dalam jangkaun berfikir mereka.

Islam Agama yang Sempurna

Dari sekian konsep kehidupan hanya islamlah yang memberikan pandangan dan aturan secara sempurna, setiap manusia Allah ciptakan tentulah dengan seperangkat aturan, yang mana aturan tersebut semata-mata Allah hadirkan untuk kebaikan manusia.

Islam memang mengakui adanya kebutuhan manusia akan materi, hanya saja tidak islam tidak menjadikan materi sebagai tujuan manusia hidup di dunia, akan tetapi tidaklah aku ciptan jin dan manusia semata-mata beribadah dan menyembah Allah, islam memberikan pandangan hakiki tentang kebahagian yang lebih jauh menentram hati yaitu, Aqidah yang mendorong motivasi seseorang untuk senantiasa beramal shalih melakukan aktifitas sesuai dengan aturan Allah, contoh kecilnya seorang ayah dituntut bekerja dan mencari untuk memenuhi nafkah keluarga, namun kontek mencari uang tersebut tidaklah asal mendapat uang dan pekerjaan, tapi bagiamana seorang ayah mencari pekerjaaan yang halal.

Keridhoaan Allah-lah yang menjadi sumber kebahagian seeorang, apalah artinya jika bergelimbang harta tapi harta tersebut dicari dengan cara yang salah, tentulah Allah tidak akan ridho, begitun pun konsep cantik, islam tidak pernah memandang manusia dari fisiknya, sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita sholehah, wanita yang selalu taat pada kepada Allah Swt. Ironi menang, dibalik kerapuhannya umat islam masih ada saja yang mengidolakan dan mengelu-elukan budaya K-Pop padahal sejatinya mereka tidak pantas dibanggakan.

Walluhu’Alam.

Oleh Anastasia
Alumni Pendidikan Bahasa Jerman UPI Bandung


Inilah Jalan Hidup Seorang Mukmin

Dalam keyakinan orang Jepang, bunuh diri ketika merasa gagal, adalah cara mati yang terpuji dan terhormat sebagai seorang kesatria

Oleh: Dr. Achmad Yani, Lc, Med.

MANUSIA adilahirkan sebagai bayi, menyusu kepada ibunya, tumbuh menjadi anak-anak yang manja dan sibuk dengan segala macam alat permainannya. Lalu ia menjadi remaja dengan segala macam kegiatannya, mulai dari sekolah, belajar, nongkrong, jalan-jalan, dengerin musik, pacaran, tawuran, nonton film, jajan, dan lain sebagainya.

Memasuki masa dewasa, ia mulai disibukkan dengan urusan pekerjaan, mencari pengahasilan, mengurusi keluarga, anak dan istri. Setelah itu akhirnya menua, manjadi kakek atau nenek, kemudian mati.

Apakah dengan kematian itu berarti semuanya telah selesai? Jika belum selesai, lantas apa sebenarnya tujuan hidup kita di dunia ini?

Memahami Hakekat Hidup

Pemahaman terhadap tujuan hidup ini sangat penting, karena tujuan itulah yang akan menentukan kemana arah perjalan ini akan ditempuh. Ibarat tujuannnya adalah Jakarta, jika dari Surabaya, maka berarti kita harus berjalan ke arah barat.Begitu juga jika tujuannya adalah Bali, maka berarti kita harus berjalan ke arah timur.

Memahami hakekat tujuan hidup ini menjadi sangat penting, sebab jika pemahaman itu salah, maka bisa dipastikan prilakunya pasti juga salah.

Orang Jepang contohnya, menurut falsafah mereka, hakekat kehidupan ini adalah untuk menunggu kematian.Bagi mereka, jika Anda merasa sudah tidak ada lagi peluang untuk sukses, maka lebih baik mati secepatnya dan tidak ada artinya menunggu di dunia ini lebih lama. Silahkan bunuh diri saja, itu lebih baik dari pada anda menjadi orang yang gagal dalam hidup.

Dalam keyakinan orang Jepang, bunuh diri ketika merasa gagal, adalah cara mati yang terpuji dan terhormat sebagai seorang kesatria yang secara jantan mengakui kegagalannya, dan memilih untuk mengakhiri hidup secepatnya. Ini bisa dilihat daridata yang ada, sampai hari ini minimal 70 orang perhari mati bunuh diri di Jepang, sehingga Jepang menjadi negara nomer satu di dunia untuk jumlah bunuh diri terbanyak.

Sangat ironis, Negara yang begitu maju, canggih dalam teknologi, yang produksi mobilnya dipakai di seluruh dunia: Toyota, Mitsubishi, Daihatsu, Honda, Suzuki, dan lain-lainnya, ternyata menjadi Negara yang jumlah bunuh dirinya terbesar di seluruh dunia. Kanapa itu bisa terjadi, tidak lain adalah disebabkan pemahaman mereka tentang hakekat kehidupan ini.

Sedangkan orang Barat, mereka memahami hakekat kehidupan ini sebagai kesempatan untuk menikmati kehidupan sebelum ajal menjemput.

Itulah sebabnya, menjadi cita-cita hampir semua orang barat untuk bisa melancong ke berbagai penjuru dunia, yang tidak lain tujuannya adalah untuk sepenuhnya bisa menikmati keindahan hidup di dunia. Banyak yang menyangka bahwa semua turis dari barat itu adalah orang kaya.Tidak, justru sebagian besar mereka adalah orang-orang yang ekonominya biasa-biasa saja.Memang ada juga yang kaya raya, namun sebagian besar adalah orang biasa.Kebanyakan dari mereka adalah orang kelas menengah kebawah yang telah bertahun-tahun bekerja, atau bahkan berpuluh-puluh tahun. Uang hasil bekerja itu kemudian ditabung, sekian lama mereka menabung, kemudian uang itu mereka habiskan untuk melancong ke berbagai penjuru dunia selama setahun, dua tahun, atau bahkan lima tahun, dan seterusnya.

Trend melancong dalam waktu yang lama sudah menjadi gaya hidup sebagian besar orang barat. Kenapa bisa begitu, jawabannya adalah disebabkan pemahaman mereka dalam memakanai hakekat kehidupan.Bagi mereeka, hidup ini adalah kesempatan untuk menikmatinya, sebelum kita dijemput oleh kematian.Nikmatilah hidupmu sepenuhnya, sebelum engkau meninggakan dunia.Dan cara menikmati hidup yang paling istimewa untuk mereka adalah dengan melancong ke berbagai penjuru dunia dalam waktu yang lama, tidak perlu kerja, makan tinggal makan, tidur tinggal tidur, tidak ada yang menyuruh, tidak ada yang memberi tekanan, tidak ada kewajiban untuk kerja, rapat, ngajar, dan segala macam kegiatan lainnya, yang kesemuanya itu dirasakan sebagai tekanan dalam menjalani kehidupan.

Kemudian kita sebagai orang mukmin, apa makna hakekat kehidupan ini untuk kita? Apakah hidup ini hanya untuk menikmati makanan yang lezat-lezat? Jika itu pemahaman kita, lalu apa beda kita dengan sapi yang seumur hidupnya hanya makan dan makan. Jika urusan makan, tentu sapi lebih hebat dari kita, sebab sapi sepanjang hidupnya adalah untuk mengunyah makanan. Sedangkan manusia, setelah menikmati makanan satu piring, maka dia pun sudah merasa kenyang, dan sudah tidak sanggup lagi menyantap makananan yang lainnya.

Adakah hidup kita hanyalah untuk menikmati wanita cantik dan menyalurkan nafsu biologis semata? Jika urusan pemuasan kebutuhan biologis, maka ayam jauh lebih hebat dari kita, sebab ayam mampu melakukan hubungan biologis sehari lebih dari 20 kali.Sedangkan kita?Kemampuan dan kekuatan kita kalah jauh dibandingkan ayam.

Ataukah hidup kita ini hanya untuk jalan-jalan dan menikmati pemandangan? Jika itu tujuannya, tentu burung elang yang bisa terbang tinggi di udara jauh lebih hebat dari kita. Tiap hari ia terbang tinggi dan menimkati pemandangan yang begitu indah dari atas ketinggian, terbang jauh kemana ia suka.

JADI apa sebenarnya tujuan hidup kita? Apakah kita dilahirkan, tumbuh jadi anak-anak, remaja, dewasa, kemudian menua, dan akhirnya mati… Adakah dengan itu berarti hidup kita telah selesai?

Allah berfirman dalam Al-Quran:

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS Al-Mu’minuun: 115)

Sesungguhnya jawaban dari pertanyaan ini adalah dalam firman Allah:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz-Dzaariyat: 56)

Ayat tersebut diatas merupakan petunjuk dari Allah Subhanahu Wata’ala kepada manusia tentang tujuan diciptakannya di muka bumi ini. Sebagai manusia, kita memang perlu makan, minum, tidur, bekerja, menikah, istirahat, pakaian, tempat tinggal, alat transportasi, harta, dan lain sebagainya. Namun kesemuanya itu bukanlah tujuan, melainkan itu hanyalah alat untuk kita beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Makna ibadah dalam islam sangatlah luas, semua aktivitas yang dilakukan manuasia bisa bernilai ibadah, sejak dari bangun tidur, sampai tidur lagi, bahkan tidur itu sendiri, juga bernilai ibadah. Ibadah dalam islam bukan hanya berbentuk sholat, puasa, haji, baca al-Quran, melainkan semua aktivitas manusia bisa bernilai ibadah.

Ketika kita bangun tidur, kemudian kita ke kamar mandi untuk buang air kecil, kita niatkan itu sebagai ibadah, menjaga kesehatan, merawat anugerah Allah berupa badan, sebab kalau air kencing ditahan itu bisa menyebabkan penyakit, dengan niat yang seperti maka buang air kecil itupun bernilai ibadah.

Dilanjutkan berwudlu dan kemudian sholat, ini juga ibadah. Setelah itu kita sarapan, diniatkan agar badan kita ada energy sebagai bekal ibadah, maka sarapan kita itupun bernilai Ibadah.

Kemudian kita mandi pagi, gosok gigi, dan membersihkan badan, diniatkan untuk menjaga kesegaran badan, biar tidak bau, dan tidak menganggu orang disekitar kita, maka ini pun bernilai ibadah.Begitu juga ketika kita pergi ke tempat kerja, kita niatkan mencari rizki yang halal, untuk diri sendiri dan keluarga, maka sejak pagi sampai sore kita bekerja, selama itulah pahala ibadah terus mengalir.

Semua aktitas yang sifatnya duniawi seperti ke pasar, ke kampus, ke kantor, ke sawah, dan lain sebagainya,itu semua bisa bernilai ibadah jika kita betul dalam meniatkannya. Namun jika kita salah niat, maka semua aktivitas itu hanyalah bernilai amalan dunia saja, dan tidak ada pahalanya di akhirat.

Tidak penting bagi seorang mukmin apakan dia menjadi kaya atau misikin, pejabat atau rakyat, bos atau kuli, atasan ataupun bawahan, sebab bagi seorang mukmin, apapun situasinya, bagaimanapun keadaannya, semuanya adalah kesempatan untuk beribadah.

Jika dia miskin dan sabar dengan kekurangannnya, maka kemiskinan adalah keberkahan baginya, sebab kesabaran menjalani kehidupan dengan serba kekurangan mendatangkan pahala untuknya. Jika dia kaya, itu juga kesempatan baginya untuk beribadah, mensyukuri kekayaan yang diberikan, banyak berzakat dan bersedekah, menolong siapa saja yang memerlukan, maka dengan begitu kekayaan adalah keberkahan untuknya, sebab harta yang dimiliki menjadi sumber pahala.

Rasulullah bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ المؤمنِ إِنَّ أمْرَه كُلَّهُ لهُ خَيرٌ ليسَ ذلكَ لأَحَدٍ إلا للمُؤْمنِ إِنْ أصَابتهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فكانتْ خَيرًا لهُ وإنْ أصَابتهُ ضَرَّاءُ صَبرَ فكانتْ خَيرًا لهُ) رواهُ مُسْلِمٌ

Alangkah mengagumkan kehidupan seorang mukmin, sungguh segala urusannya mendatangkan kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan yang seperti itu hanya ada dalam kehidupan seorang mukmin.Ketika dia mendapatkan kesenangan, maka diapun bersyukur, dan itu mendatangkan kebaikan untuknya (pahala).Begitu juga ketika dia sedang ditimpa kesusahan, maka dia pun bersabar, dan itu pun mendatangkan kebaikan untuknya (pahala).” [HR Muslim]

Wallahu A’lam.
Penulis adalah Dosen di Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM)

21.1.15

Syuhada Bahri: Islam Indonesia-Malaysia Bersatu Lahirkan Kekuatan Besar

Jika umat Islam Indonesia dan Malaysia bisa bersatu, akan menghasilkan kekuatan besar dalam perkembangan Islam ke depan

Hidayatullah.com–Lazis Dewan Da’wah bekerjasama dengan Akademi Aidit dan INMIND Malaysia menggelar seminar Serumpun Melayu dengan tema “Sudah Islamikah Negeri Kita?”.

Seminar yang dilaksanakan hari Selasa (20/01/2015) ini dibuka oleh Ketua Umum Dewan Da’wah, Ustadz Syuhada Bahri dan dihadiri oleh para pengurus Dewan Da’wah, tokoh-tokoh umat serta para aktivis dakwah.

Seminar yang dilaksanakan di Auditorium Pegadaian Jakarta Pusat ini menghadirkan pembicara dari Indonesia dan Malaysia, yaitu Dr. Ahmad Zain Anajah (Ketua Majelis Fatwa Dewan Da’wah), M Ismail Yusanto (SEM Institute), Dato’ Aidit bin Ghazali (Akademi Aidit Malaysia), Prof. Dr. Syahrizal Abbas (Kepala Dinas Syariat Islam NAD), Sumunar Jati (Wakil Direktur LPPOM-MUI) dan Sepky Mardian, SEI, MM, SAS. (Peneliti SEBI Indonesia)

Dalam sambutan pembukanya, Syuhada Bahri mengingatkan bahwa dalam kehidupan yang semakin sekular dan liberal ini, kemajuan di bidang fisik material tercapai dengan baik. Tetapi seiring dengan itu, kemunduran secara signifikan terjadi di bidang mental spiritual.

“Kondisi ini menghasilkan manusia yang secara fisik terlihat bahagia tapi sebenarnya dia tidak bahagia. Kondisi ini, ujar beliau, hanya bisa dijawab dengan penerapan syariat islamiah dalam hidup dan kehidupan,” ujarnya.

Menurutnya, syariat islamiyah adalah sesuatu yang indah, ia datang dengan kedamaian, tidak dengan kekerasan, bukan hanya untuk umat Islam tapi juga untuk umat manusia secara umum.

Ia melanjutkan, kini perkembangan syariat islam di bidang ekonomi cukup menggembirakan. Meski demikian, ia mengingatkan umat jangan terlalu bergembira dahulu.

“Kita harus melihat apakah syariat islam yang diterapkan itu sudah sesuai dengan yang difahami Rasulullah dan para sahabatnya atau belum? Jika belum maka tugas kita lah untuk memperbaikinya.”

Ia juga mengapresiasi seminar serumpun ini, sebab dalam pandangannya, jika umat Islam Indonesia dan Malaysia bisa bersatu, maka akan menghasilkan kekuatan yang besar untuk perkembangan Islam ke depan.

“Karena itu banyak pihak yang tidak suka jika kita bersatu,” ujarnya. Karenanya beliau berpesan agar umat Islam di kedua negara jangan mudah terpancing oleh masalah yang muncul diantara kedua Negara, sebab pasti akan ada pihak-pihak yang tidak suka dengan persatuan itu terus mengusahakan perselisihan diantara kedua negara.*

13.1.15

Wahai Saudariku, Kenapa Engkau Berpakaian Tapi Telanjang?

Janganlah kalian mau ditipu oleh setan. Menyuruhmu berpakaian tapi sesungguhnya telanjang!

Oleh: Abdullah al-Mustofa

SAM JACKSON, bos sebuah perusahaan di New Castle, Inggris pernah mengatakan, ” Sekarang kita bisa saling melihat satu dengan yang lain dalam keadaan telanjang, tidak ada penghalang lagi. Dengan tradisi baru ini, kami menemukan bahwa kami menjadi lebih bebas dan terbuka terhadap satu dan lainnya. Dampaknya terhadap perusahaan menjadi lebih baik.”

Menurutnya, ide, inovasi dan terobosan kreatif amat penting dilakukan di masa-masa krisis ekonomi seperti sekarang ini. Bekerja dalam keadaan telanjang diyakininya dapat memompa semangat dan meningkatkan produktivitas kerja. Mengenakan pakaian merupakan penghalang bagi peningkatan prestasi kerja. Dengan cara ini omzet perusahaan akan meningkat karena para karyawannya sangat bergairah ketika bekerja.

Untuk itu dia membuat peraturan, seminggu sekali setiap hari Jum’at para karyawannya baik laki-laki maupun perempuan diharuskan untuk tidak menempelkan sehelai benang pun pada tubuh mereka ketika bekerja di kantor. Lebih lanjut dia menambahkan, “Awalnya terasa aneh dan janggal, tapi setelah itu saya menjadi terbiasa. Saya berjalan telanjang menuju meja kerja saya, dan itu kini tidak masalah lagi. Saya merasa benar-benar nyaman.”

Peristiwa “Jumat Telanjang” tersebut dianggapnya sebagai sebuah kesuksesan yang besar dan berdampak positif bagi perusahaannya.

Itulah budaya, gaya hidup, dan cara berpikir orang Barat non Muslim yang materialis, permisif and hedonis. Demi mendapatkan dunia berupa materi, mereka rela berperilaku seperti hewan. Bahkan berperilaku lebih sesat dari hewan.
Budaya, gaya hidup dan cara berpikir Muslim dan Muslimah tentu sangat berbeda dengan mereka.

Oki Setiana Dewi, artis layar lebar yang sukses memerankan tokoh Anna Althafunnisa dalam film “Ketika Cinta Bertasbih” pada suatu kesempatan mengatakan, “Semua bagian tubuh berharga itu telah dikategorikan dengan sebutan aurat, baik laki-laki dan perempuan. Bagian tubuh perempuan yang termasuk aurat harus ditutupi lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. “Kenapa perempuan harus lebih banyak menutupi bagian tubuhnya? Sebab perempuan memang dipenuhi dengan bagian tubuh yang berharga dan harus dijaga dengan jilbab atau busana yang menutupnya,” ujarnya.

Fenomena berbusana Muslimah, berjilbab atau sekadar berkerudung di kalangan artis, model dan selebritis sedikit banyak telah ikut menyumbang sosialasasi budaya Islam di tengah masyarakat sehingga semakin banyak wanita Muslimah Indonesia yang berbusana Muslimah, berjilbab, atau sekadar berkerudung.

Dengan semakin marak dan memasyarakatnya budaya Islam ini di tengah masyarakat kita patut menghaturkan rasa syukur kepada Allah swt. Selain rasa syukur, pada saat yang sama, rasa sesal juga wajar muncul di hati. Rasa sesal ini muncul karena masih banyak saudari-saudari seiman kita yang belum, tidak mau, tidak bisa, atau salah paham dalam memahami definisi jilbab yang sesungguhnya, sehingga tidak sedikit dari mereka yang masih belum memenuhi seluruh syarat dan ketentuan berbusana sebagaimana yang telah diatur oleh Sang Pembuat syari’at.

Mengapa ada sebagian Muslimah yang belum memenuhi seluruh syarat dan ketentuan berbusana Muslimah? Karena ada sebagian Muslimah ketika beraktivitas di luar rumah atau ketika berhadapan dengan non muhrimnya ketika berada di rumah mengenakan pakaian tapi masih ada bagian aurat lainnya yang terbuka seperti rambut. Mengenakan pakaian ketat, pendek, berbahan tipis, dan atau berbahan transparan. Karena ada sebagian Muslimah yang mengenakan jilbab ketat, pendek, berbahan tipis, dan atau berbahan transparan.

Muslimah seperti ini meskipun mengenakan pakaian atau bahkan berjilbab menurut Rasulullah saw dikategorikan sebagai telanjang.
“Dua golongan di antara penghuni neraka yang belum aku lihat keduanya: suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul orang-orang; perempuan yang berpakaian, tetapi telanjang yang cenderung dan mencenderungkan orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aroma surga. sesungguhnya aroma surga itu bisa tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” (HR Muslim)
Ibnul Jauzi yang berpendapat bahwa berpakaian tapi telanjang ada tiga makna;

Pertama, wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya.
Kedua, wanita yang membuka sebagian aurat tubuhnya.
Ketiga, wanita yang mendapatkan nikmat Allah namun tidak bersyukur kepada-Nya.

Menurut Imam An-Nawawi, berpakaian tapi telanjang mengandung beberapa arti. Pertama, berpakaian atau dibungkus nikmat Allah swt tetapi telanjang dari bersyukur kepada-Nya. Kedua, terbungkus pakaian tetapi telanjang dari perbuatan baik dan perhatian terhadap akhirat serta tidak berbuat taat. Ketiga, mengenakan pakaian tetapi tampak sebagian auratnya; Keempat, berpakaian tipis yang masih memperlihatkan warna kulit dan lekuk tubuhnya.

Allah swt memberitahukan kepada kita tujuan diturunkan pakaian kepada kita adalah untuk menutup aurat. Jika berpakaian tapi jika ada sebagian aurat yang masih terbuka, lekuk tubuh jelas terlihat karena mengenakan pakaian ketat, atau anggota tubuh yang wajib ditutupi dan warna kulit nampak karena mengenakan pakaian tipis dan transparan berarti kita menyalahi aturan Allah swt dan tujuan Allah swt menurunkan pakaian, yang sama artinya kita berani menentang Allah swt.
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاساً يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ وَرِيشاً وَلِبَاسُ التَّقْوَىَ ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup ‘auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raaf [7]:26)
Wahai saudariku! janganlah kalian mau ditipu oleh setan yang menyuruhmu untuk berpakaian tapi sesungguhnya telanjang! Jika engkau tidak mau dan tidak dapat ditipu oleh setan berarti engkau tidak menjadikan setan sebagai pemimpinmu.
يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاء لِلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-A’raaf [7]:27)
Wahai saudariku, kenapa engkau berpakaian tapi telanjang? Apa niat dan tujuanmu? Apakah karena ingin tampil trendy? Apakah karena ingin memamerkan anggota tubuh dan keindahan tubuhmu? Apakah ingin merasa modern dan tidak ingin dicap kolot dan ketinggalan jaman? Apakah karena takut tidak bisa mendapatkan dunia berupa pekerjaan atau materi?

Wahai saudariku, ketika engkau mendirikan shalat menghadap Allah swt tentu engkau berpakaian lebar dan panjang. Engkau tentu tidak berani berpakaian ketat dan pendek. Engkau tentu tidak berani menampakkan sebagian atau seluruh bagian auratmu, atau menampakkan bentuk lekuk-lekuk tubuhmu. Demikian juga halnya di dalam kehidupan sehari-hari di luar (selain) shalat, tentu engkau pasti tidak berani menentang Allah dan Rasul-Nya. Engkau tahu dan paham, ajaran Islam termasuk cara berbusana tidak hanya diamalkan ketika shalat saja, tapi harus diamalkan dalam segala aktivitas kehidupan.

Wahai saudariku, jika engkau tercatat sebagai pelajar/mahasiswi sebuah lembaga pendidikan atau sebagai pegawai sebuah perusahaan tentu engkau mematuhi peraturan berbusana yang ada. Engkau pasti tidak berani menentang peraturan yang ada. Demikian juga halnya sebagai Muslimah, engkau tentu bersedia mematuhi peraturan yang ditetapkan agamamu.

Jika ada pertentangan antara peraturan di mana engkau belajar atau bekerja dengan peraturan agamamu, tentu engkau lebih memilih agamamu. JIka kebijakan pemimpin di tempat belajar atau bekerjamu bertentangan dengan aturan Tuhanmu, tentu engkau lebih takut kepada Tuhanmu dan lebih memilih aturan Tuhanmu. Engkau tahu dan sadar pemimpinmu bukanlah Tuhanmu, tidak mampu menyelamatkan dirimu dari azab di dunia dan di kampung akhirat. Engkau tahu dan sadar engkau tidak ingin ikut masuk neraka jika pemimpinmu masuk neraka. Jangan sampai kelak di akhirat engkau mengatakan kepada Allah swt. perkataan sebagaimana termaktub dalam ayat berikut ini:
وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا

“Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).” (QS. Al-Ahazab [33]:67)

Wahai saudariku, Allah swt lah yang memberimu pakaian. Maka bersyukurlah kepada-Nya. Bersyukur dengan cara mematuhi segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya termasuk dalam hal berbusana.
“Wahai hamba-Ku, kamu semua asalnya telanjang, kecuali yang telah Aku beri pakaian, maka hendaklah kamu minta pakaian kepada-Ku, pasti Aku memberinya.” (HR Muslim)
Wahai saudariku! Takutlah peringatan nabimu. Beliau saw. memperingatkan wanita-wanita berpakaian tapi telanjang tidak akan bisa mencium bau surga dari jarak jauh. Mencium baunya saja tidak, apalagi masuk ke dalamnya. Na’udzubillah min dzalik! Wallahu a’lam bishshowab. 


Abdullah al-Mustofa, penulis adalah kolumnis hidayatullah.com, kandidat Master Studi Al-Qur’an di IIUM (International Islamic University Malaysia)

17.12.14

Tiga Manfaat Utama Membiasakan Dzikir kepada Allah

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya"

"Dzikir kepada allah Ta’ala adalah ibadah terbesar dibandingkan ibadah lainnya,” demikian kata Ibn Abbas r.a.

MENJELASKAN hal ini, Imam Ghazali dalam kitabnya “Dzikurllah” menulis, “Jika Anda bertanya, kenapa dzikir kepada Allah yang dikerjakan secara samar oleh lisan dan tanpa memerlukan tenaga yang besar menjadi lebih utama dan lebih bermanfaat dibandingkan dengan sejumlah ibadah yang dalam pelaksanaannya banyak mengandung kesulitan?

Imam Ghazali menjelaskan bahwa dzikir mengharuskan adanya rasa suka dan cinta kepada Allah Ta’ala. Maka tidak akan ada yang mengamalkannya kecuali jiwa yang dipenuhi rasa suka, dan cinta untuk selalu mengingat dan kembali kepada-Nya.

Orang yang mencintai sesuatu akan banyak mengingatnya, dan orang yang banyak mengingat sesuatu (meskipun pada mulanya ini adalah bentu pembebanan) pasti akan mencintainya. Begitu halnya dengan orang yang berdzikir kepada Allah Ta’ala.

Apabila seorang Muslim sampai pada derajat suka berdikir, maka ia tidak akan melakukan erbuatan lain selain dzikir kepada Allah Ta’ala. Sesuatu yang selain Allah adalah sesuatu yang pasti meninggalkannya saat kematian menjemput. Nah, di sinilah urgensi mengapa setiap jiwa sangat membutuhkan amalan dzikir.

Dengan demikian, apa saja manfaat utama dari amalan yang sampai dibahas secara khusus oleh Imam Ghazali ini?

Pertama, kebahagiaan setelah kematian

Ketika seorang Muslim meninggal dunia, maka harta, istri, anak, dan kekuasaan akan meninggalkannya. Ya, tidak ada lagi yang bersamanya selain dzikir kepada Allah Ta’ala. Saat itulah, amalan dzikir akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi diirnya.

Imam Ghazali memberikan ilustrasi menarik akan hal ini. “Ada orang bertanya, ‘Ia sudah lenyap, lalu bagaimana perbuatan dzikir kepada Allah masih tetap kekal bersamanya?

Imam Ghazali pun menjelaskan, “Sebenarnya ia tidak benar-benar lenyap, yang juga melenyapkan amalan dzikir. Ia hanya lenyap dari dunia dan alam syahadah, bukan dari alam malakut. Hal ini tertera dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 169-170.”

Kedua, senantiasa diingat oleh Allah Ta’ala

Di dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman;

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ

Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu" (QS Al-Baqarah [2]: 152).

Tsabit Al-Banani berkata, “Saya tahu kapan Allah mengingatku.” Orang-orang pun merasa khawatir dengan ucapannya sehingga mereka pun bertanya, “Bagaimana kamu mengetahuinya?” Tsabit menjawab, “Saat aku mengingat-Nya, maka Dia mengingatku.”

Dalam Hadits Qudsi juga disebutkan, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku akan bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak karena Aku.” (HR Baihaqi & Hakim).

Subhanallah, bagaimana kalau Allah yang mengingat diri kita yang dhoif. Bayangkan saja, seorang kepala desa akan sangat senang jika dirinya senantiasa diingat oleh gubernur atau presiden. Bagaimana kalau yang mengingat kita adalah Allah Ta’ala, Rabbul ‘Alamin!

Pantas jika kemudian sahabat Nabi Shallallahu alayhi wasallam, Muadz bin Jabal berkata, “Tidak ada yang disesali oleh penghuni surga selain waktu yang mereka lewatkan tanpa berdzikir kepada Allah Ta’ala.”

Ketiga, diliputi kebaikan demi kebaikan

Seorang Muslim yang senantiasa berdzikir akan senantiasa mendapatkan kebaikan demi kebaikan.

Rasulullah bersabda, “Tiada suatu kaum yang duduk sambil berdzikir kepada Allah melainkan mereka akan dikelilingi oleh malaikat, diselimuti oleh rahmat dan Allah akan mengingat mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR Bukhari).

Sementara itu hadits yang lain menyebutkan, “Tiada suatu kaum yang berkumpul sambil mengingat Allah dimana dengan perbuatan itu mereka tidak menginginkan apa pun selain diri-Nya, melainkan penghuni langit akan berseru kepada mereka, ‘Bangkitlah, kalian telah diampuni. Keburukan-keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan-kebaikan’.” (HR Ahmad).

Oleh karena itu, sangat luar biasa kasih sayang Allah kepada umat Islam. Manfaat dzikir yang sedemikian luar biasa bagi kehidupan dunia-akhirat kita senantiasa Allah ulang-ulang di dalam kitab-Nya agar kita terus menerus mengamalkannya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya!” (QS Al-Ahzab [33]: 41).

Bahkan saat kita usai sholat pun, Allah tekankan agar kita terus berdzikir kepada-Nya.

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَاباً مَّوْقُوتاً

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring” (QS An-Nisa [4]: 103).

Dengan demikian, mari kita upayakan agar muncul rasa suka dan cinta untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya. Karena amalan ini sangat mudah diamalkan dengan manfaat yang sangat luar biasa. Tidak saja menjamin kebaikan di dunia, tetapi juga memastikan kebaikan di akhirat. Semoga Allah anugerahi kita hati yang senantiasa suka, cinta dan rindu untuk selalu berdzikir kepada-Nya. Wallahu a’lam.*

16.12.14

Program Air Gratis Sumur Utsman

Bila Yahudi menjual air, kita tidak ikut-ikutan menjual air –tetapi menggratiskannya!

Oleh: Muhaimin Iqbal

BAHWASANNYA air dijual – belikan itu sudah dilakukan oleh Yahudi sejak jaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan bahkan juga sebelumnya. Kaum Muhajirin yang terbiasa memperoleh air gratis dari air Zam-Zam di Makkah, menjadi tambah berat beban hidupnya ketika air-pun harus dibelinya setiba mereka hijrah ke Madinah. Tetapi ini tidak berlangsung lama karena setelah itu air bisa digratiskan kembali, bagaimana caranya? tidakkah kita ingin belajar untuk menggratiskan air ini?

Ketika prihatin umatnya harus membeli air, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberi penawaran yang sangat menarik kepada siapa saja yang bisa mengatasinya. Sabda beliau: “Wahai sahabatku, siapa saja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapatkan surgaNya Allah Ta’ala.” (HR Muslim)

Maka Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘Anhu-lah orangnya yang selain memiliki kemampuan juga terkenal akan kedermawannya –yang mengambil peluang itu. Didatanginya Yahudi pemilik sumur satu-satunya yaitu sumur Raumah, dinegosiasikan untuk dibeli dengan susah payah– akhirnya setuju untuk dibeli hanya separuh sumur. Sehari untuk Utsman dan hari berikutnya untuk si Yahudi, begitu seterusnya.

Namun ketika tiba giliran hak Ustman untuk mengambil air di sumur tersebut, diinfaqkan untuk kaum muslimin di Madinah –agar mereka mengambil air hingga cukup untuk dua hari. Begitu seterusnya sampai si Yahudi kehilangan pasarnya – karena kebutuhan air kaum muslimin tercukupi dari hari-hari mengambil air haknya Utsman. Akhirnya sumur Raumah tersebut dijual sepenuhnya oleh si Yahudi ke Utsman– yang menjadi waqf Utsman hingga kini.

Waqf Utsman tersebut menumbuhkan pohon kurma di sekitarnya dan terus bertambah, waqf ini kemudian selalu dipelihara oleh pemerintahan Islam dan kini oleh pemerintah Arab Saudi. Hingga sekarang ada hotel yang dibangun dari waqf Utsman ini dan bahkan ada rekening bank yang dipakai untuk menampung hasil-hasil dari waqf tersebut yang masih diatas-namakan Utsman bi Affan.

Cerita waqf sumurnya Utsman tersebut lengkapnya sangat indah, tetapi kebanyakan kita berhenti sampai mengaguminya. Kita belum bergerak lebih lanjut apa makna dari cerita tersebut, perintah apa yang tersembunyi di dalam kisahnya? Strategi apa yang hendak diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada umatnya melalui tawarannya di hadits tersebut di atas?

Bukankan kita sekarang juga harus membeli air? bukankah sekarang yang memperdagangkannya mayoritasnya juga Yahudi baik in person maupun in sistem? Bukankah perintah Nabi semua harus kita ikuti dan semua larangannya harus kita jauhi?

وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

...Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah…” (QS al-Hasyr [59]:7)

Bagaimana kalau kita pahami tawaran Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tersebut diatas juga untuk kita jaman ini, untuk membeli sumur-sumur yang dikuasai Yahudi di seluruh dunia kemudian me-waqfkan-nya untuk umat? Tentu akan ideal sekali apabila ini bisa kita lakukan.

Tetapi siapa yang mampu melakukannya kini? Umat Islam yang kaya dan mampu membeli sumur atau mata air malah ikut-ikutan menjual air. Maka disinilah pelajaran yang sesungguhnya –bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk, penjelasan dari petunjuk-petunjuk itu dan pembeda! (QS 2:185).

Bila kita mengikuti apa saja langkah mereka, mereka buat bank –kita ikut buat bank, mereka buat pasar –kita ikut buat pasar, mereka jual air –kita ikut jual air –tetapi tanpa pembeda yang jelas antara yang mereka lakukan dan yang kita lakukan– maka umat ini tidak bisa unggul dengan mengikuti cara-cara mereka ini, bahkan sebaliknya ikut masuk lubang biawak sebagaimana hadits dari Abu Sa’id (al-Khudry) bahwasanya Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sungguh kalian akan mengikuti sunnah (cara/metode) orang-orang sebelum kamu, sejengkal-demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga andaikata mereka memasuki lubang masuk ‘Dlobb’ (binatang khusus padang sahara, sejenis biawak-red), niscaya kalian akan mengikutinya pula”. Kami (para shahabat) berkata: “Wahai Rasulullah! (mereka itu) orang-orang Yahudi dan Nashrani?”. Beliau bersabda: “Siapa lagi (kalau bukan mereka-terj.).” (HR Bukhari)

Jadi harus ada pembeda yang jelas antara yang Yahudi lakukan dengan yang harus kita lakukan. Kisah sumur Utsman tersebut memberi contoh nyata bagaimana pembeda ini bekerja secara riil di lapangan. Bila Yahudi menjual air, kita tidak ikut-ikutan menjual air –tetapi menggratiskannya! Bila ini bisa kita lakukan –pasti Yahudi akan terusir dari pasar air ini.

Tetapi sekarang kita belum punya uang sabanyak yang dimiliki Utsman untuk membeli kembali sumur-sumur yang dikuasai sistem Yahudi di seluruh dunia, lantas apa yang bisa kita lakukan?

Kita mungkin belum bisa membeli sumur-sumur tersebut, tetapi untuk menggratiskan air bersih di seluruh dunia –insyaAllah ada jalannya yang terang benderang.

Kita diberi tahu oleh Allah bahwa air yang sangat bersih itu adalah air hujan.

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُّبَارَكاً فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

...Dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih” (QS 25:48), dan bukan hanya sangat bersih, tetapi juga membawa berkah: “Dan dari langit kami turunkan air yang memberi berkah…” (QS 50:9).

Tetapi air yang sangat bersih dan membawa berkah tersebut hingga kini lebih banyak yang kita sia-siakan, tertampung di kolam-kolam kotor, diusir ke laut –bahkan sebelum sempat turun ke bumi, atau malah dipersepsikan sebagai pembawa bencana banjir dan tanah longsor.

Maka dari sinilah kita bisa memulainya, yaitu mempersepsikan air sebagaimana Allah gambarkan bahwa itulah air yang sangat bersih dan air yang membawa keberkahan. Bahwasanya dia terlanjur jatuh ke tanah dan belum sempat kita tampung, mengalir di sungai-sungai sehingga terkesan kotor –tinggal kita cari jalan untuk membersihkannya kembali.

Dalam tulisan saya sebelumnya (12/12/14), saya berikan salah satu contoh menjernihkan air dengan cara yang mudah dan murah yaitu menggunakan biji kelor baik secara langsung maupun biji yang sudah diambil minyaknya –keduanya bisa digunakan dengan sama baiknya.

Nah melalui pembersih air biji kelor inilah insyaAllah kita bersama-sama bisa membuat program air bersih gratis bagi masyarakat luas.

Bagaimana caranya?

Pertama kita mengadakan gerakan menanam kelor banyak-banyak –bibit berupa stek pohon dan biji Alhamdulillah sudah mulai terkumpul dan mulai kita tanam. Gerakan yang sama bisa diikuti masyarakat luas karena keberadaan kelor ini menyebar dan mudah sekali menanamnya.

Bila nantinya buah kelor tersebut berbuah dan mulai ekonomis dikumpulkan, maka masyarakat bisa langsung mengumpulkannya –atau menggunakannya untuk membersihkan airnya masing-masing, dengan cara seperti dalam tulisan saya tersebut di atas.

Biji kelor yang tidak dimanfaatkan masyarakt setempat, bisa dikumpulkan secara berjenjang dan dibeli dengan harga yang wajar – agar ada insentif untuk mengumpulkan dan mengirimkannya.

Biji kelor yang terkumpul banyak dari masyarakat tersebut insyaAllah dalam waktu dekat sudah bisa kita beli dan kita proses menjadi minyak. Minyaknya yang dikenal sebagai ben oil kita jual dan dia minyak trebaik nomor dua setelah minyak zaitun –harganya masih tinggi hingga sekarang.

Hasil penjualan minyak ini insyaAllah akan cukup untuk mengongkosi seluruh kegiatan pengumpulan biji kelor tadi, hingga memprosesnya dan menjualnya sebagai minyak. Produk samping dari pembuatan minyak ini akan berupa chip atau pellet dari biji kelor –yang tidak berkurang kapasitasnya untuk menjernihkan air – karena hanya diambil minyak/lemaknya , sedangkan zat-zat yang lain terbawa di tepung biji kelor yang sudah berupa chip atau pellet tersebut.

Karena operasi minyak akan menghasilkan dana yang insyaAllah cukup, maka operasi chip atau pellet sebagai penjernih air bisa dibuat gratis untuk mesyarakat luas. Bahkan keuntungan dari operasi minyak –sebagian ataupun seluruhnya– akan dapat dipakai untuk mengepak, mengirim dan mendistribusikan penjernih air gratis tersebut sampai tempat-tempat jauh yang membutuhkannya, sampai saudara-saudara kita di luar negeri yang jauh sekalipun bila perlu!

Apa dampaknya bila ini kita lakukan? Masyarakat luas tidak perlu lagi membeli air. Dengan penjernih air gratis, mereka bisa mengolah sendiri air-air yang ada di sekitar mereka yang selama ini tidak bisa mereka minum – menjadi air minum yang aman – karena selain menjernihkan air, biji kelor juga membunuh 90-99 % bakteri yang ada di dalam air yang semula kotor tersebut.

Setelah mayoritas orang tidak membeli air – insyaAllah cerita Utsman tersebut akan berulang, (Sistem) Yahudi-Yahudi akan kehilangan pasar airnya dan akan mulai melepas kepemilikannya atas sumur-sumur atau mata air-mata air yang ada. Saat itulah umat ini bisa membelinya rame-rame untuk kemudian juga digratiskan untuk seluruh umat.

Konsep ‘gratis’ inilah yang bisa melawan (sistem) Yahudi di hampir seluruh bidang kehidupan – sehingga Yathrib yang didominasi Yahudi pasarnya, produknya dan sumber-sumber kapitalnya – bisa berubah sepenuhnya menjadi dalam penguasaan Islam dalam perode kurang dari 10 tahun ketika Yathrib telah berubah menjadi Madinah.

Lebih jauh coba kita perhatikan pendekatan air gratis dari sumur Utsman tersebut dengan prinsip-prinsip ekonomi secara keseluruhan yang diatur di Islam.

Dalam hal capital misalnya, Sistem Yahudi menjual capital it dengan harga mahal – yaitu dengan riba. Dalam Islam capital itu gratis, kalau dipinjamkan tidak boleh ada tambahan. Kalau dikerjasamakan – dia berbagi hasil dan juga berbagi kerugian (profit and loss sharing).

Pasar-pun demikian, bila dalam sistem Yahudi pasar itu dijual mahal , dalam sistem Islam pasar itu harus terbuka dan bisa diakses oleh seluruh umat dan bahkan tidak diperkenankan ada biaya-biaya atasnya –falaa yuntaqashanna, walaa yudrabanna.

Lantas dari mana pendapatan kita kalau semua-semuanya gratis? Allah Maha Kuasa dalam memberikan rezeki kepada hambaNya. Utsman yang menggratiskan air dari sumurnya tersebut di atas – terbukti dalam beberapa tahun kemudian menjadi orang yang paling banyak sedekahnya pada saat umat Islam menempuh perjalanan perang yang mahal yang menuntut banyak sekali perbekalan – yaitu perang Tabuk.

Pada perang tersebut Utsman bisa memberi bekal untuk 1/3 pasukan, 950 unta, 50 kuda dan 1,000 Dinar. Artinya tindakannya untuk membeli sumur Yahudi dan kemudian men-infaqkan seluruhnya untuk umat, tidak mengurangi sedikitp un kemampuannya untuk men-generate harta yang lain.

Jadi siapa yang mau ikut untuk menjadi aktivis (menyumbangkan tenaga) dan para sponsor (menyumbangkan dana) untuk program air bersih gratis ini? InsyaAllah kita akan membuat event-nya untuk vision sharing-nya dalam waktu dekat. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar