11.3.12

[HMBIS-NS] Tirakatan Kungkuman

[image: Orang2 lagi berendam di curug... caption: Menyatu dengan alam, ber-dzikir, pasrah memohon Ridho-NYA]

Dikisahkan, Sunan Kali Jogo yang ketika itu masih bernama Raden Sahid bertemu dengan Sunan Ampel, hingga akhirnya terjadi pertentangan serius. Raden Sahid akhirnya takluk dan memohon menjadi murid dari Sunan Ampel. Tetapi, karena perbuatan masa lalu Raden Sahid yang penuh dengan dosa, akhirnya sang Guru memerintahkan Raden Sahid agar bermunajat terlebih dahulu, memohon ampun dan petunjuk kepada Sang Ilahi dengan cara berendam disamping sungai, sampai nantinya dibangunkan oleh sang Guru.

Akhirnya setelah sekian tahun bermunajat tanpa henti disamping sungai, datanglah sang Guru, Sunan Ampel, memerintahkan agar Raden Sahid segera menyelesaikan Munajatnya. Ketika itulah Raden Sahid diangkat menjadi salah satu wali dari Tanah Jawa dengan gelar Sunan Kali Jogo, yang artinya Sunan yang menjaga sungai karena munajat-nya tersebut.

Sunan Kali Jaga dengan ritual munajatnya tersebut telah memperoleh derajat kewalian dan ilmu yang sangat tinggi, hingga cara sang Sunan bermunajat tersebut yaitu Kungkuman ini akhirnya banyak ditiru oleh masyarakat yang ingin mencapai taraf spiritual maupun keilmuan yang lebih tinggi.

Oleh para ahli spiritual, nilai kungkuman adalah sama dengan berpuasa selama 41 hari. Artinya orang yang biasa melakukan kungkuman dapat dengan cepat mengolah tingkat spiritualnya dibandingkan dengan cara yang biasa.

Manfaat yang utama dari kungkuman ini adalah "Penguasaan Diri" sehingga ketika kita melakukan kungkuman secara sempurna seperti telah dapat mengatasi hawa dingin, takut, dsb, kegiatan munajat seperti memohon ampun, maupun permohonan lain dapat kita lakukan dengan sempurna dan penuh kepasrahan, yang Insya Allah didengar oleh sang Khalik hingga akhirnya diridhoi dan di Ijabah untuk turun kepada kita. Insya Allah...

[HMBIS-NS] Perjalanan Nyata Menyerap Enerji Jutaan Meteor di Puncak Gunung Tangkuban Perahu (Bandung) pada Tengah Malam

Menyerap Enerji Seluruh Meteor di Jagat Raya.

Hj Retno Dewi:

Saat menjelang keberangkatan terjadi Gempa Tektonik di dasar Samudra Indonesia yang menghancurkan dan menyapu pantai Pangandaran dan beberapa pantai di selatan Jawa lainnya dengan gelombang Tsunami, bahkan terasakan mengguncang Jakarta, Bandung dan berbagai kota2 lainnya. Menurut info di TV & Media massa memberitakan akan terjadi gempa2 susulan.

Tentu saja ini menimbulkan bayangan dan kekhawatiran yang mengerikan, bahkan putra dan putri saya berulangkali menganjurkan agar ditunda saja sampai gempa susulan benar2 berakhir. Bayangan akan terjadinya gempa susulan yang bisa saja menggoyangkan jalan Tol Cipularang yang sebagian diantaranya setinggi puluhan meter dari tanah dan kemungkinan terputusnya jalan tol tsb akibat gempa, terbayang cukup menakutkan.

Ternyata hal tsb tidak menggoyahkan sedikitpun keputusan pak Haji yang berkata dengan tegas: "Tidak selamanya ada kondisi yang sama bisa terjadi (menurut ''petunjuk' yang ada), bisa jadi untuk memperoleh waktu yang sesuai harus menunggu sebulan lagi atau bahkan ber-bulan2 kemudian, jadi saya tidak mau melewatkan kesempatan yang langka ini".

Akhirnya tepat pada hari Selasa jam 14.00 siang Kami berangkat ke tujuan.

Cobaan pertama:

Mobil sedan BMW yang akan digunakan pada paginya sempat di service dulu di bengkel agar dalam kondisi terbaik untuk menempuh perjalanan ini. Ternyata oleh teknisi bengkel Ban depan dipompa hingga hampir 50 psi tekanannya, padahal seharusnya antara 30 ~ 34 psi saja. Hal ini menyebabkan kendaraan tidak dapat mengembangkan kecepatan, bahkan kadang bergetar keras...hal tsb baru diketahui dan dikoreksi di tepi jalan di Lembang. Untung saja ban tidak meledak, padahal menurut tukang tambal ban, tekanan sebesar itu bisa menyebabkan ban pecah bahkan bisa meledak.

Kami melanjutkan perjalanan dan langsung menuju lokasi (Gunung Tangkuban Perahu). Saat itu waktu telah menunjukkan jam 5 sore lebih. Oleh petugas setempat, kami dilarang naik kegunung karena melihat kondisi kabut yang telah turun mulai menutupi jalan dan menghalangi pandangan, akan tetapi karena terlihat masih banyak kendaraan yang turun kami minta kebijaksanaannya hanya sebentar untuk survey saja. (*Diketahui kemudian bahwa setelah jam 6 malam semua pengunjung dan siapapun tidak ada yang diperkenankan masuk atau keluar, Pintu Masuk di portal dan di gembok).

Ternyata benar, pandangan kedepan hanya 3-7 meter saja karena mulai tertutup kabut tebal, akan tetapi pak Haji nekat saja naik terus kepuncak gunung.

Setelah meninjau lokasi-situasi dan menganalisanya secara cepat akhirnya oleh pak Haji dapat ditentukan bahwa puncak kedua tertinggilah yang nanti akan dipakai sebagai lokasi yang paling memungkinkan, karena masih bisa dicapai walau dengan melewati tebing dan batuan terjal. Saat itu dari ketinggian terlihat kawah gunung Tangkuban Perahu dibawahnya menganga lebar, cukup menakutkan.

Saat di pantau & di deteksi, ternyata lokasinya memungkinkan juga untuk menarik enerji Inti Bumi, jadi kesempatan emas tsb tidak di sia2kan (untuk menyerap enerji Inti Bumi dari puncak gunung Tangkuban Perahu).

Pada saat menarik enerji tersebut rupanya beberapa penunggu kawah terusik, dan terus mengamati kegiatan kami dimana salah satunya tertarik minta ikut kami. tampilannya berupa seorang wanita yang berdiri dengan kaki kiri disilangkan dibelakang lutut kaki kanan dan tangannya terangkat tegak keatas sambil melambai2 minta ikut dengan senyum memelas...Tentu saja melihat hal tsb langsung saya tolak, kami bilang: "Maaf saya tidak mau untuk diikuti mahluk halus/jin/khodam apapun". Akan tetapi mahluk itu terus terbang dan menyambar2 berkeras ingin ikut dengan memohon...menyampaikan keinginannya dan tetap saya tolak dengan keras...!

Setelah menyelesaikan riyadhoh menyerap enerji Inti Bumi, kami kemudian turun dan betapa terkejutnya kami karena jalan keluar telah ditutup dan digembok, saat itu waktu sudah menunjukkan jam 6 sore lebih. Kami baru menyadari bahwa ternyata kita adalah pengunjung terakhir...(*Setelah jam 6 sore semua pengunjung dan siapapun tidak ada yang diperkenankan masuk/keluar, Pintu Masuk diportal dan di gembok, kalaupun mau masuk kembali paling tidak harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 2 km dengan jalan mendaki tentunya).

Untunglah tak lama kemudian pemegang kunci terlihat muncul dengan tergopoh2 dan segera membukakan pintu portal yang menutup jalan keluar, Menurut pemegang kunci, jalan memang biasanya ditutup tepat jam 6 sore, wah untungnya ia belum pergi jauh dan melihat mobil kami.

Terus bagaimana nanti malam untuk naik keatas gunung, memang dengan berjalan kaki memungkinkan, akan tetapi jalannya menanjak dan lk 2 Kilometer jauhnya di malam hari yang gelap gulita.

Terlihat saat itu pak Haji berbicara dengan penjaga pintu untuk minta bantuan agar dibukakan pintu portal agar bisa naik mobil ke puncak gunung tengah malam nanti.

Entah bagaimana, pemegang kunci setuju membantu bahkan memberikan nomer Handphone-nya untuk dihubungi tengah malam nanti, Alhamdulillah, tak terbayang bagaimana kalau harus berjalan kaki menanjak 2 kilometer keatas gunung ditengah malam yang gelap gulita...

Ternyata diketahui juga bahwa kalau malam hari masih banyak binatang buas berkeliaran terutama babi hutan, demikian menurut penjaga yang kami minta informasinya dan jangan sampai berjumpa dengan mereka (binatang buas)...

>Fathullah (Asisten Therapis):

Kami meluncur turun dan kembali menuju ke Lembang. Setelah Sholat Maghrib berjamaah dengan pak Haji sebagai Imam, saya terkejut, karena tidak hanya saya dan bu Haji sebagai makmum, ternyata ratusan, bahkan mungkin ribuan mahluk gaib ikut sholat berjamaah sebagai makmum dibelakang kami. Masya Allah...! Sampai bergetar tubuh saya melihatnya.

Setelah makan malam bersama, Pak Haji langsung mengarahkan kendaraan ke Hotel terdekat di Lembang dan kami semua beristirahat menunggu waktu tengah malam sambil terus berzikir.

Cobaan Kedua:

Tepat jam 23.30 menjelang tengah malam kami berangkat menuju ke gunung Tangkuban Perahu. Di dalam kendaraan Pak Haji sebagai pengemudi satu2nya karena saya dan bu Haji tidak bisa menyetir mobil.

Tiba2 saja pak Haji mengatakan bahwa Ban depan kanan kempis dan tak lama kemudian berhenti di tambal ban ditepi jalan. Ternyata memang kempis, (*Darimana pak Haji tahu yaa kalau Ban kempis??) dan setelah dilakukan pemeriksaan dengan air sabun akhirnya dinyatakan OK tidak ada yang bocor dan hanya perlu dipompa saja, Alhamdulillah!

Hj Retno Dewi:

Cobaan Ketiga:

Kami meneruskan perjalanan ke lokasi gunung Tangkuban Perahu... Dan saat tiba di pintu portal tidak terlihat seorangpun, kondisi pintupun terkunci dan digembok mati...! Wah mana pak penjaga pintu??? Tiba2 dari arah kanan muncul mobil yang ternyata kendaraan pak Yusuf dari Bandung.

Karena nomor HP penjaga pintu ketinggalan di Hotel, terpaksa pak Haji meluncur turun kembali ke Lembang mengambil catatan untuk menelepon penjaga, selama menunggu saya berbincang2 dengan pak Yusuf yang didampingi oleh istri dan mbak Siti Sugih.

Tak lama kemudian sebuah motor yang melaju kencang menuju kearah kami yang sedang menunggu kedatangan pak Haji kembali, dan ternyata penjaga pintu yang ketiduran rupanya. Akh untunglah, enggak jadi jalan2 naik kepuncak gunung ditemani binatang buas dimalam yang gelap gulita ini...!

Ternyata bukan hanya binatang buas yang menanti kami diperjalanan...! Begitu pintu portal dibuka, kamipun segera meluncur dgn 2 mobil menuju kepuncak... Ternyata hanya lampu mobil satu2nya sarana penerangan dimana dikiri kanan hanya hutan lebat saja...semuanya gelap gulita. Saya mulai deg2an dan tanpa terasa bulu kuduk mulai merinding, ada apakah gerangan?

Fathullah:

Pak Haji rupanya telah menghapalkan jalan naik keatas, terbukti walau didepan ada lubang, jauh sebelumnya pak Haji telah antisipasi dan menghindar dari lubang2 dijalan.

Tiba2 kami terkejut karena mendadak sontak Bu Haji berteriak nyaring dan berkata: "Lihat ada yang beterbangan diantara pohon", dan penampakan wanita seperti Cleopatra dengan rambut panjang meriap yang lebih dikenal sebagai Kuntilanak, terlihat sedang berlompatan, tepatnya beterbangan dan hinggap diantara pohon2 yang terlihat gelap dan menyeramkan... mengikuti arah mobil kami...

Bu Haji sampai bergetar dan langsung terlihat lemas...! Demikian juga saya bulu kuduk merinding hebat, greengg... sampai pada bangun semua...!

Pak Haji terlihat tenang2 saja dan tetap melanjutkan perjalanan menuju ke puncak gunung tujuan kami semua.

Akhirnya tiba ditempat lokasi dan kami mulai berjalan menapaki jalan setapak menuju ke lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya di puncak gunung Tangkuban Perahu, bau belerang yang keras dan udara dingin langsung menerpa tubuh membuat kami menggigil kedinginan... (Temperatur sekitar 14-18 derajat C)

Terdengar suara Anjing melolong... akan tetapi anehnya koq terdengarnya dari dalam Kawah dan saat itu tidak terlihat apapun di dalam kawah karena gelapnya.

Pak Haji setelah mengatur posisi para peserta yang terdiri dari 6 orang, yaitu pak Haji, bu Haji, saya, pak Yusuf, istrinya, dan adiknya perempuan, langsung memulai Ritual dan melakukan Riyadhoh untuk menarik enerji seluruh meteor yang menuju ke Bumi.

Langit saat itu terlihat kelam dan gelap gulita, gelap banget tak terlihat bulan maupun bintang sedikitpun, gelap total! Saya berfikir, bagaimana caranya untuk melihat dan mengetahui keberadaan meteor...? Apa yang mau dilihat dan diambil dalam keadaan begini...???

Tiba2 terdengar beliau berkata: "Ya Allah bukakanlah pintu langitMu dan turunkan KaruniaMU, Ya Allah kabulkanlah!” Dan tiba2 terjadi suatu hal yang luarbiasa... keajaiban menurut saya..., terlihat dilangit yang tadinya gelap total, berubah mendadak..., Byaar, terlihat timbul titik2 cahaya... banyak sekali tak terhitung... Allahu Akbar... saat itu terlihat kerlip2 dari bermilyar bintang dan terlihat jutaan jalur lintasan meteor seperti jarum2 yang berkerlipan dilangit... Semua itu dapat terlihat Nyata dengan Mata Biasa bukan menggunakan Mata Bathin...!

Beliau berkata lagi: "Segera serap enerji meteor yang datang, terlihat dan menghujam ke Bumi..."

Tiba2 mereka semua bergerak2 dengan hebohnya dan terdengar suara2 tangisan dengan tubuh berguncang bergetaran hebat... mungkin takjub dan terharu melihat keajaiban yang terjadi, karena dengan ilmunya yang tinggi Beliau memperlihatkan gambaran Galaxy, Alam Semesta di langit dihadapan kami semua, Luarbiasa, Subhanallah... Tak pernah terbayangkan sebelumnya... mungkin mirip seperti di Planetarium... tapi ini semua bisa terlihat nyata dihadapan, dilihat dengan Mata Biasa...! Kemanapun mata diarahkan yang terlihat gemerlap titik2 bintang & lintasan meteor dilangit...!

Kalau saja Saya tidak menyaksikan dengan Mata Kepala sendiri mungkin sulit untuk mempercayai adanya kejadian yang Ajaib dan Luarbiasa ini!

Barulah kemudian setelah menyerap enerji meteor, saya sadari ada jama'ah lain berupa 2 mahluk halus yang satu berjubah putih, yang satunya berpakaian seadanya seperti manusia biasa...

Melihat Kami telah selesai menarik enerji meteor, tiba2 terdengar sayup2 pak Haji memohon menyerap enerji seluruh meteor di Jagat Raya ini dan..., Sesuatu terjadi, gelombang enerji ibarat ber ton2 air bercahaya tercurah ke beliau dan beliau-pun terlempar terbanting ke tanah, enerji itu menggulung beliau dengan dahsyatnya, terlihat beliau mengelepar ter banting2 menahan dan menyerap sekuatnya enerji tsb. Sampai saya jadi kuatir pak Haji terlempar dan terjungkal ke kawah didepan atau ke jurang dibelakang...

Akan tetapi dengan jantung berdebar keras, tapi bagai patung saya tak kuasa bergerak sedikitpun, terpana melihat apa yang terjadi dihadapan... Luar biasa... Allahu Akbar...

Kedua jama'ah gaib mengambil posisi didepan dan dibelakang beliau seakan melindungi dan akan menahan bila beliau terlempar keluar...

Saya sempat bertanya pada diri sendiri... siapa mereka ya??? Akhirnya beliau dapat juga menyelesaikan Riyadhoh menyerap enerji seluruh meteor di Jagat Raya ini. Terlihat beliau bangun memampatkan dan menyimpan enerji meteor tersebut serta merta kemudian bersujud syukur kepada Allah diikuti oleh semua peserta... Alhamdulillah...

*Setelah menyerap Enerji Meteor, terlihat Beliau seperti bercahaya sedemikian terangnya hingga seterang Matahari, bersinar terang hingga sinarnya menerangi Langit dan Mencapai Matahari, luarbiasa dahsyat... bahkan bisa saya rasakan energinya yang besar menerpa wajah dan tubuh saya membuat diri saya menjadi hangat karenanya...

Setelah itu dilanjutkan berdzikir, dimana saat kami berdzikir tsb... terlihat beberapa Peri gunung bermunculan dengan gambaran seperti wanita dan pria dengan sayap dipunggungnya..., dan dzikir diakhiri setelah tercium bau wangi yang luarbiasa yang belum pernah tercium di Bumi sebelumnya, tanda bahwa para malaikat telah turun dan mengiringi dzikir yang kami panjatkan kepada Allah...

*Hasil pantauan Saya ternyata ketiga peserta memperoleh Hikmah peningkatan Inner Power 150 sampai 200 % lebih. Bukan main! Kegiatan Tirakatan ternyata merupakan metode tercepat untuk meningkatkan, melipat gandakan kemampuan serta kekuatan secara instant...!

Akhirnya setelah saling menceritakan pengalaman dan berpisah dengan mas Yusuf cs... kami segera kembali ke Hotel untuk beristirahat... sambil terus masih terbayang-bayang kembali pengalaman yang sungguh luar biasa tersebut... dan besok paginya (19 Juli 2006) pulang ke Jakarta, Kali ini pak Haji dengan kondisi Ban normal, telah bisa mengembangkan kecepatan tinggi hingga Bandung Jakarta ditempuh dalam waktu satu setengah jam...

>Disini Saya baru menyadari, besar kemungkinannya Beliau (pak Haji Bambang) telah mencapai tingkat “Wihdlatusy Syuhud” yang sangat didambakan oleh setiap manusia yang beriman.

>Ada satu hal aneh yang tak masuk diakal..., saat masuk ke Hotel, saya memperhatikan bahwa pakaian Beliau terlihat bersih tak ada debu setitik pun juga, padahal saya melihat dengan mata kepala sendiri beliau terlempar jatuh terlentang dan menggelepar bergulingan di tanah, seharusnya pakaian beliau kotor penuh tanah dan debu...! Bagaimana ini bisa terjadi??? Seakan yang kotor tak bisa menempel di diri Beliau...!

>Yusuf dari Bandung:

*Saya tak menduga akan memperoleh manfaat yang besar dan suatu pengalaman yang se luarbiasa ini, yang tak akan terlupakan seumur hidup, dan sekaligus telah menjawab pertanyaan yang telah lama bergayut di diri Saya selama satu setengah tahun ini yang tak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan...! BANI NurSyifa' Bandung: Yusuf +0811 216 170.

>Berbagai Manfaat yang Besar Diperoleh Bila Ruh Allah-nya (Energi Quantum NurSyifa'- Kekuatan Dahsyat yang Tersembunyi dalam Diri setiap Manusia, Anugerah Allah SWT) telah Diaktifkan dengan Terapi NurSyifa':

� Kemampuan Membangkitkan kekuatan Ruh Allah yang ada dalam Diri Manusia, Meningkatkan dan Menyesuaikan enerji hingga bisa merasakan, mendeteksi getaran2 enerji positip/negatip. Kemampuan mendeteksi/predeteksi segala masalah kehidupan dan jalan keluarnya, memperoleh implikasi yang sempurna dapat merasakan tanda2 kejadian.

� Kemampuan untuk mengalirkan, menyalurkan enerji dalam aspek penyembuhan untuk diri sendiri (self healing) ataupun orang lain. Sehingga kehidupan yang sehat sejahtera menjadi milik Kita.

� Kemampuan membersihkan diri sendiri dari enerji negatip dan sifat2 negatip, membersihkan diri dari mahluk jahat pendompleng/pendamping, meningkatkan keyakinan, iman, taqwa dan ibadah kepada Tuhan YME.

� Kemampuan mendeteksi keberadaan mahluk jahat dan enerjinya, kemampuan untuk menangkapnya, membuangnya, mengusirnya dari tubuh seseorang, kalau perlu memusnahkannya.

� Kemampuan untuk mengetahui, mendeteksi niat2 dan sifat2 seseorang negatif/jahat atau baik/positip.

� Kemampuan untuk mempertajam naluri, firasat, intuisi, imajinasi, sehingga mudah memperoleh ilham, membangkitkan potensi kesuksesan.

� Kemampuan untuk menyerap berbagai enerji ciptaan Allah SWT, mengalirkannya, dan menggunakannya untuk berbagai hal yang bermanfaat. (Pengolahan Enerji)

� Kemampuan untuk membangkitkan, kekuatan, kemampuan Adi kodrati dan potensi yang tersembunyi dalam diri (Inner Power yang dahsyat) serta teknik/cara menggunakannya.

� Kemampuan memunculkan berbagai kekuatan al Hikmah, al Karomah.

� Meningkatkan kekuatan, daya tahan tubuh terhadap penyakit (mengajarkan tubuh memerangi penyakit), meningkatkan kemampuan berbagai organ tubuh hingga maksimal. (Mencapai kesehatan dan vitalitas yang prima).

� Melancarkan aliran jalan darah diseluruh tubuh terutama ke otak, dengan lancarnya aliran jalah darah ke otak tentunya pengendalian diri meningkat, bermunculan ide-ide gemilang, dan inspirasi pemecahan berbagai permasalahan yang dihadapi, meningkatkan daya fikir, daya tangkap, ingatan, imajinasi dan kecerdasan.

� Merubah struktur jaringan tubuh, jadi sekeras besi, jadi kayu, jadi kapas, dll.

� Membangkitkan perlindungan diri otomatis kepompong sinar (Diselimuti dengan Nur Perlindungan), hingga jarumpun tidak bisa menembus kulit Kita, mementalkan orang yang menyerang, dll. aspek keselamatan, kalau perlu menyedot enerji lawan hingga habis.

* Berbeda dengan kemampuan pusaka yang memberi kekebalan, saking tebalnya aspek kekebalan sehingga "kebal rejeki", artinya rejeki tidak bisa masuk. (rejeki jadi sempit, seret, kurang disukai orang, banyak musuh).

� Kemampuan untuk membentengi diri, pagar diri, keluarga, rumah, harta benda dari niat2 jahat, pengaruh/enerji negatip, menangkal serangan, lemparan santet, teluh, guna2, hipnotis, pelet, gendam, dll.

� Kemampuan penguasaan alam, memindahkan arah angin, awan, hujan, dll.

� Dengan dibuka Nur Pesona Ilahinya, membangkitkan aura pesona Islami, pengasihan, daya tarik pemikat, wibawa, kharisma, menarik, disayang, dihormati, meningkatkan percaya diri, rasa tenang, ketentraman dan rasa bahagia, disukai banyak orang dan,

� Kemampuan untuk mempengaruhi orang, kekuatan fikiran, sabda, agar percaya, tunduk dan taat kepada Kita. (Hanya untuk Kebaikan)

� Kemampuan memancarkan kecantikan, memperlambat penuaan, menurunkan, meningkatkan berat badan, memperhalus kulit, membuat wajah menjadi cantik bersinar alami, meningkatkan, mengembalikan keharmonisan dalam keluarga, dll.

� Kemampuan untuk menyedot, menarik dan mengumpulkan enerji keberuntungan diri, membuka berbagai pintu2 rejeki dari arah yang tak terduga2 dan memperderas rejeki masuk, sehingga dapat mewujudkan berbagai keinginan, cita2 dan harapan dengan lebih cepat (dalam waktu relatif singkat).

� Melancarkan jalan kehidupan kita sehari-hari dengan diberikannya berbagai keilmuan yang bisa diterapkan dalam kehidupan, usaha dan bersosialisasi.

� Kemampuan meningkatkan usaha, bisnis agar maju pesat dan berkembang pesat banyak pelanggan dengan jalan yang halal dan barokah, di ridho'i Allah SWT.

� Membangkitkan kemampuan berkomunikasi dengan Allah untuk mendapatkan petunjuk, ilham, wangsit (dengan Ruh Allah sebagai modem, sebagai sarana terhubung hanya pada Allah SWT secara spiritual sehingga dapat mencapai kemampuan diatas rata2 manusia biasa, unlimited inner power).

� Hingga akhirnya memperoleh karunia Allah, mengetahui rahasia kekuatan Yang Gaib dan Yang Nyata, mencapai suatu Kehidupan Baru yang sukses, berhasil, beruntung, tenang, tenteram, bahagia dan sejahtera berlimpah rejeki menjadi milik Kita, Amiin...

� Mengaktifkan Ruh Allah sama dengan membebaskan, mengaktifkan Super Power/Kekuatan adi-kodrati/kekuatan Ilahiyah

[HMBIS-NS] Perjalanan untuk Menyerap Enerji Nur Bahari dari Seluruh Samudera di Dunia

Seperti diceritakan oleh Taufiq (Asisten) yang ikut bersama pak Haji dan Mas Reno ke Pantai Cirate.

Perjalanan dan Riyadhoh Menentang Ombak Lautan yang Ganas, Menentang Maut untuk Menyerap enerji Nur Bahari dari seluruh Samudera di Dunia...

T a u f i q:

Setelah menunaikan Sholat Shubuh, Kami bersiap2 untuk berangkat ke Pelabuhan Ratu, mencari lokasi seperti yang digambarkan oleh pak Haji, pantai dengan gua2 tempat kalong bermukim, yang besar deburan ombaknya, memecah bebatuan sehingga membentuk gua2 yang abrasi alami selama bertahun2 dihantam ombak...

Tepat jam 06.30 dengan Ta'awudz dan Basmallah kami berangkat diiringi oleh doa Bu Haji yang terlihat melambaikan tangannya memberi dorongan semangat dan ucapan selamat jalan, semoga berhasil!

Sesampainya di suatu daerah jalan raya Curuq-Sukabumi, saat bertanya arah, diberitahu bahwa jalan yang terdekat adalah melalui Cikidang hanya 40 Km saja, kami berbelok menuju jalan ke lokasi Arus Liar. Ternyata jalannya berkelok2 tajam dan naik turun dengan curamnya, Arah ini ternyata bukan hanya "arus liar, tapi jalan liar juga", sehingga kami semobil mabuk kendaraan semuanya termasuk yang nyetir.

Jalannya kecil, terjal dan yah pokoknya semua yang kalau bisa tidak kita jalani. Perjalanan lk 1 jam terasa berabad2. Hutan lagi, gunung lagi, tanjakan lagi dengan belokan tajam, turunan lagi yang terjal dan curam. Akhirnya sampai juga ke Pelabuhan Ratu.

Derita awal berakhir sudah, dan kami bertanya lokasi jalan menuju ke gua kelelawar, "Gua Lalai". (Sepulangnya kami baru tahu kalau melalui Sukabumi atau Cibadak jalannya enak dan nyaman, Yah anggap rintangan sajalah!).

Ternyata Informasinya salah Gua Lalai (gua Kelelawar) yang ini setelah didatangi letaknya jauh dari pantai, jadi tidak memenuhi persyaratan, gambaran petunjuk yang diperoleh, menurut pak Haji, ini sih lokasi wisata, dan waktu terbaik untuk melihatnya jam 5 sore, saat itu para kelelawar akan kekuar dari sarangnya dan berputar2 disekeliling bukit, sehingga langit gelap menghitam karenanya. dan bila matahari tenggelam diufuk maka mereka semua akan menyebar kesegala arah, akan terlihat luarbiasa indahnya bagaikan untaian rantai dilangit yang beriringan menjauh...

Jadi kami memutuskan untuk mencari tempat lain saja, dan menuju tempat sarapan pagi terlebih dulu, jam menunjukkan jam 8 lewat.

Pak Haji menentukan lokasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan sebagai tempat untuk sarapan. Sambil menunggu pesanan dimasak, saya turun kepantai untuk melihat mereka yang sedang berselancar dipagi hari itu.

Betapa terkejutnya saya begitu melihat ombak yang besar, ternyata hampir semeter tingginya, para peselancar terlihat sedang bermain2 diantara ombak yang besar itu..., dan tiba2... seorang peselancar terjungkal dan langsung digulung ombak, timbul tenggelam, setelah berusaha mati2an melawan ombak, akhirnya bisa naik ke selancarnya dan kemudian mendayung kepantai sambil gemetar menelungkup dan dikejar oleh beberapa temannya untuk ditolong...

Saya terpana, dan timbul rasa takut... Yah mudah2an pak Haji mencari tempat yang ombaknya tenang, jangan yang seperti ini!

Setelah beberapa jam mencari dan belum ketemu juga, pada suatu tanjakan dilamping gunung ada seorang wanita tua yang dengan terengah2 mendaki sambil membawa bawaan yang besar dan banyak, Pak Haji kemudian memberikan sedekah kepada nenek2 tua tersebut yang ternyata sangat aneh penampilannya untuk kategori orang desa...

Seorang nenek2 tua yang aneh, dengan penampilan & wajah Gipsy, seluruh jari2 tangannya dipenuhi dengan cincin bahkan ada satu diantaranya batu Akik yang sangat besar, bukan main, luarbiasa aneh...

Akan tetapi yang lebih aneh lagi beberapa saat kemudian terlihat ada buldoser dan sekumpulan orang yang sedang memperbaiki jalan, saat ditanya apakah didepan ada pantai dengan gua2nya, dia langsung bilangnya ada! Akan tetapi tidak bisa ditempuh mobil harus dengan ojek karena jalan setapak dan curam menembus perkebunan karet.

Ini aneh tadi kita telah bertanya kepada banyak orang dan info penting ini tidak pernah didapat, setelah jumpa dengan nenek tua yang aneh itu baru diperoleh info lokasi yang kami cari2 ini.

Mobil Kami parkir di terminal yang sepi dan naik ojek menuju kepantai tujuan kami yang ternyata namanya pantai Cirate...

Ternyata bukan naik ojek! akan tetapi naik kuda binal! Jalannya terjal, jalan setapak dengan batu2an, naik turun dan kadang2 menyusuri lamping gunung, menurun curam dengan batu padas yang mengerikan, ter pental2, terombang ambing, terantuk2 batu hingga saya kuatir karena sering kali terdengar dak-duk2 gardan motor terantuk batu.

Perjalanan cukup jauh, lk 1/2 jam menembus perkebunan karet, menyusuri jalan setapak berliku2, sering turun tajam, yang biasa ditempuh untuk berjalan kaki mengangkut karet cair yang disadap dari pepohonan karet diperkebunan, saat pantat mulai terasa memar terbanting2, akhirnya..., pantai muncul dihadapan dengan indahnya...

Saya bersorak dalam hati, akhirnya... Terlihat pantai yang asri indah dengan bukit yang terlihat sangar karena terjal dan terlihat abrasi dimakan ombak tahunan sehingga membentuk rongga2 yang indah tapi menggidikkan.

Suatu kombinasi keindahan sekaligus menimbulkan rasa takjub akan keagungan Tuhan menciptakan alam yang dahsyat tapi mengagumkan.

Masih harus berjalan ratusan meter lagi kearah pantai yang dituju karena motor tidak dapat terus, karena ada Kali (sungai) kecil yang jembatannya hanya sepotong kayu kecil yang telah rapuh.

Setelah mereka kami suruh menunggu, kami berjalan menuju kearah pantai dengan bukit curam yang menjulang, bebatuan yang abrasi, yang setelah didekati memang ada gua2 kecil dan besar yang selalu dihantam ombak dan terlihat curam.

Tentu saja kami kemudian menuju ke pantai disebelahnya yang dibanding dengan gua2 batu yang terlihat dahsyat dihantam ombak, maka pantai terlihat nyaman... (Demikian pikir saya).

Akan tetapi saya salah, karena Matahari telah mencapai titik kulminasi teringgi (jam12 siang) ombak ternyata sedang besar2nya, saat saya ukur, ketinggian ombak ber variasi antara 1 meter hingga 1 setengah meter. ("Wah pak Haji koq nyarinya malah tempat yang ombaknya ganas bukan yang kecil sih!" Kata hatiku)

Akan tetapi saya salah, karena Matahari telah mencapai titik kulminasi teringgi (jam12 siang) ombak ternyata sedang besar2nya, saat saya ukur, ketinggian ombak ber variasi antara 1 meter hingga 2 meter, sehingga batu segede Gajah kelihatan kecil dibanding ombaknya. ("Wah pak Haji koq nyarinya malah tempat yang ombaknya ganas bukan yang kecil sih!" Kata hatiku)

Melihat situasi dan kondisii alam yang cukup ganas itu, terlihat pak Haji tercenung dan merenung menerawang jauh meneliti dan memohon petunjuk, gambaran bagaimana agar semua berjalan lancar dan dapat berhasil menyerap enerji seluruh samudra di dunia dengan aman, selamat

Sampai akhirnya terlihat oleh beliau telah dicapai titik terang dan pak Haji tersenyum gembira dan kemudian dengan bersemangat melampiaskan rasa gembiranya. Alhamdulillah, saya juga turut merasa lega.

Terlihat beliau kemudian bersimpuh di pantai menghadap kiblat, dan dengan sepenuh hati bersujud, mengharapkan pertolongan dari Allah Sang Pencipta, dan bersyukur telah dibimbing hingga sampai ditempat yang dituju dan kemudian terlihat sedang bersiap2 untuk menjalankan riyadhoh menyerap enerji gelombang samudra dari seluruh lautan di dunia

Dimulai dengan berdoa dan menerapkan berbagai keilmuan yang diperlukan untuk keberhasilannya yang tentu saja berdasar petunjuk dan arahan yang diberikan Allah SWT. dan langsung beliau berjalan menuju ke tengah laut. Terlihat deburan ombak yang ganas menyambut masuknya beliau ke dalam laut...

Dalam video terlihat betapa ombak lautan menerpa tubuh beliau dengan dahsyat hingga terpental mundur karenanya, akan tetapi beliau terus menyongsong ombak dengan berjalan maju selangkah demi selangkah menuju ketengah laut. Dalam gambar terlihat beliau hanya satu noktah kecil terhadap gelombang lautan yang ganas yang siap melahap beliau.

Melihat bahwa tekad beliau ini tak tergoyahkan, ombak terlihat semakin ganas membesar, didepan beliau ombak membentuk gelombang besar setinggi 1 setengah meter lebih! Dan bergerak kearah pak Haji semakin dekat, semakin dekat dan pak Haji tidak terlihat lagi tertelan ombak lautan yang ganas itu. Saya tercenung cemas, sampai beberapa saat pak Haji tidak terlihat lagi, seakan ombak tersebut telah menelamnya, hati saya tercekat kuatir...

Akan tetapi, tiba2 terlihat beliau muncul lagi dan tanpa terasa aku lalu bersorak gembira.

Beberapa kali hal tersebut terjadi bahkan lebih menggila lagi sampai akhirnya pak Haji merasa telah cukup dan terlihat mulai bermain2 dengan ombak, seakan ombak yang ganas itu hanya gelombang kecil saja. Malah beliau kemudian menghadap kiblat dan terlihat melakukan teknik menyimpan enerji yang telah diserapnya kedalam mikro kosmis beliau.

Terlihat senyum cerahnya yang langsung menghapus berbagai kekuatiran yang tadinya mendera hati saya, yah saya yakin bahwa beliau telah memperoleh enerji yang tadi diniatkan beliau untuk diserap. Walaupun Manusia hanya noktah kecil di alam semesta ini akan tetapi Allah memberikan berbagai kelebihan kepada manusia.

Beliaupun kemudian sambil duduk menikmati alunan gelombang lautan yang entah kenapa mulai menurun intensitas dan tinggi gelombangnya, seakan2 telah habis kekuatan dan kedahsyatannya akibat diserap oleh pak Haji, terlihat gelombang lautan telah menjadi jinak setelah ditangani beliau...

Dan Mas Reno pun kemudian ganti masuk kedalam lautan untuk menyongsong deburan ombak. Seperti yang tadi terjadi terhadap pak Haji seringkali Mas Reno lenyap tertelan ombak akan tetapi selalu muncul kembali, Alhamdulillah.

Melihat Mas Reno telah in action, saya kemudian minta idzin ke pak Haji untuk turut meramaikan... (Ce' iyee!)

Setelah melihat tanda membolehkan dari pak Haji, saya langsung terjun kelaut... Dan tiba2 ombak besar menghajar saya, dan saya gelagapan tak menyangka bahwa gempuran ombak begitu dahsyatnya sehingga tubuh saya terpental mundur bagai sepotong kayu... Subhanallah...

Koq tadi saya melihat pak Haji dan Mas Reno sepertinya tak tergoyahkan? Mengapa sekarang begini dahsyat? Kalau begitu, barangkali karena ilmu mereka telah mencapai tingkat tinggi hingga dapat menguasai, mengendalikan kekuatan alam, bukan main, masih banyak rupanya yang masih harus saya pelajari dari beliau berdua.

Kejadian ini membuktikan bahwa Mereka berdua memang benar2 tangguh & piawai, sedangkan saya, masih sedikit sekali yang baru saya kuasai dari berbagai ilmu dan kemampuan mereka.

Saya kemudian membentuk kuda2 agar dapat berdiri dengan kokoh, akan tetapi tiba2 saat ombak menyurut, dan pasir dikaki saya menggeser sedemikian sehingga hampir saja saya tergulung ombak karena kuda2 yang saya terapkan hancur, waduh apa lagi ini? Mengapa pasirnya bisa menggeser?

Waduh, kalau begini terus berabe nich mendingan menerapkan ilmu jadi kapas saja ikut ombak, saat terbawa arus mendekat ke Mas Reno saya berusaha berenang menjauh akan tetapi sia2 malah dibanting arus ke Mas Reno, untung Mas Reno siaga dan menyeimbangkan saya kembali.

Akhirnya sudah deh mendingan cabut! dan perlahan2 saya berusaha berjalan menuju pantai kembali. Terlihat Mas Reno kemudian melakukan teknik menyimpan enerji yang telah diserapnya kedalam mikro kosmis.

Saya rasanya sudah megap2 jadi langsung mendeprok dipantai saje deh.

Untung kemudian pak Haji memberikan Minuman Jelly untuk mengembalikan enerji saya yang tadinya terkuras untuk melawan ombak dilautan. Dan Astagahfirullah... Saya lupa HP masih dikantong saya, buru2 saya keringkan dan dijembreng diatas batu agar kering, walah2...

Mas Reno kemudian mengajak foto2, akan tetapi kemana ombaknya? koq hilang sih, aneh! lautan menjadi tenang dan tidak bergejolak lagi. Dan ternyata sepanjang jalan pulang sampai ke Pelabuhan Ratu terlihat ombak tenang dan tidak terlihat lagi yang bermain selancar, padahal biasanya siang sampai sore hari ombak besar sehingga cocok untuk berselancar. Aneh...

Kamipun bertiga meninggalkan pantai yang penuh kenangan itu dan siap2 mengarungi perjalanan kembali dengan ojek, akan tetapi hati kami penuh dengan rasa yang tak terlukiskan dan atas segala rahmat, hidayah dan berbagai karunia yang Allah berikan kepada Kami...

[HMBIS-NS] (Sambungan) Perjalanan Menembus Jarak, Ruang dan Waktu Melalui Lorong Waktu

Pengalaman gaib tapi nyata dan unik HMBI.
Hasil penelitian, pemikiran dan pantauan secara mata bathin oleh para asisten:

T a u f i q:

Saya "melihat dan merasakan" gelombang enerji sangat dahsyat yang dibangkitkan dan dipancarkan pak guru HMBI kepada pasiennya saat menerapkan ilmu Al Waqi'ah dilambari dengan enerji Inti Bumi yang baru..., terjadi peningkatan hingga 100 kali lipat dari sehari sebelum beliau berangkat ke Cianjur-Sukabumi, luar biasa dahsyatnya, jaringan yang rusak terkoreksi sedemikian cepatnya sehingga hampir tidak terikuti oleh pandangan mata bathin saya, dan tiba2 saja telah menjadi jaringan normal yang sehat...

Demikian gambaran yang saya peroleh saat beliau mengobati Pasiennya, hasil pantauan mata bathin saya...

Mengenai Sepasang suami isteri yang melemparkan ilmu rahasia-nya kemasa depan ke beliau, saya sangat penasaran, concern, mengapa mereka berdua menetapkan beliau sebagai penerus berbagai keilmuan yang mereka miliki bahkan plus bonus berupa enerji hasil olahan mereka seumur hidup (90 tahun).

Pak haji telah buka praktek pengobatan sejak tahun 1984, mengapa baru saat itu, tanggal 20 Juni 2006 terlihat sebagai calon terpercaya mereka, tidak pada waktu sebelumnya. Ini sangat menarik untuk dikaji, dipelajari oleh saya lebih dalam lagi.

Hasil observasi secara spiritual saya (olahan mata bathin), memberi gambaran sebagai berikut: Sejak beliau memperoleh ilmu Al Waqiah, beliau belum sempat meningkatkan enerjinya karena rutinitas dan kesibukan beliau ditempat praktek.

Pada tanggal 20 Juni itulah baru beliau sempat keluar kota (ke Sukabumi niatnya) dan akhirnya melewati jalan tembus Sukabumi Cianjur lewat CPD dan menemukan lokasi yang cocok untuk menyerap Enerji Inti Bumi. Beberapa menit setelah beliau menyerap enerji Inti Bumi barulah terlihat oleh empu & mereka berdua dimasa lampau, hal ini disebabkan karena setelah menyerap Inti Bumi, tubuh beliau bersinar sedemikian terangnya hingga menjulang ke langit dan menembus bola Bumi hingga kesebelah bawahnya tembus...

Pancaran enerji yang dahsyat inilah yang terdeteksi oleh si empu dan sepasang suami isteri tadi, yang akhirnya mereka tetapkanlah beliau sebagai "Yang terpilih", dan langsung wacana, kendaraan kemudian di programkan untuk mengirimkan keilmuan kitab rahasia dan enerji mereka berdua untuk diberikan dan ditanamkan kepada beliau, dimasa depan ditahun 2006, Itu jawabannya.

(*Pak Haji Bambang selama ber-tahun2 telah berusaha mencari kitab rahasia pengobatan ini yang menurut literatur/legenda ada akan tetapi tidak pernah berhasil ditemukan... Beliau tertarik karena khazanah pengobatannya yang Luar biasa, konon..., selain menyembuhkan bahkan dapat menghidupkan kembali orang yang telah Meninggal dunia.)

Menurut pak Rojali, sesaat sebelum mengambil enerji Inti Bumi, pak Haji melihat seorang tua yang sedang berjalan searah dengan kendaraan beliau, dan beliau menawarkan tumpangan, akan tetapi ditolak dengan ucapan: "Terima kasih, yang dituju sudah dekat koq, itu didepan sana", sambil menunjuk kearah depan.

Tak lama, 200 meter kemudian kendaraan dihentikan, dan pak Haji dengan riangnya berkata: "ini dia tempatnya, lokasi untuk menyerap enerji Inti Bumi!"

Menurut pak Rojali terjadi hal yang luar biasa aneh, bapak tua tersebut raib, menghilang, jalanan terlihat lenggang dan tidak terlihat seorangpun, sedangkan tidak ada jalan lain ataupun jalan setapak yang tak terlihat, karena posisi kami persis di puncak gunung, pandangan sekeliling hingga berkilometer jauhnya terlihat jelas, Jelas tidak terlihat seorangpun kecuali saya dan pak Haji! Tidak mungkin orang itu dapat lenyap begitu saja!

*Kebaikan hati pak Haji menawarkan tumpangan kepada seseorang yang tak dikenalnya diatas gunung yang sunyi jauh dari mana2 memberi hikmah petunjuk lokasi/tempat enerji Inti Bumi yang dicari2 berada...

Wacana yang terlihat oleh pak Rojali belum ada pegangannya, memang belum selesai dibuat, itu karena saat baru mencapai 95% selesai sudah langsung seadanya digunakan menghantar kemasa depan, mengingat sepasang suami isteri tersebut telah tiba diakhir hayatnya.

Memang sulit untuk dipercaya kalau tidak mengalaminya sendiri, beruntung Allah menganugerahi saya melalui bimbingan pak Guru HMBI, kemampuan mata bathin, sehingga dapat mengetahui hal yang musykil ini dengan cukup jelas dan terperinci...

A r f a h:

Hasil pantauan saya saat pak Haji menerapkan ilmunya kepada pasiennya dengan menggunakan enerji Inti Bumi, sangat hebat, terjadi peningkatan hingga 90 kali lipat lebih, terjadi perbaikan pada jaringan tubuh secara instant, kerusakan jaringan membaik dan berubah menjadi jaringan normal dengan sangat cepat.

Berlinang air mata saya melihat Kekuasaan Allah yang diperlihatkan melalui beliau sebagai Sarana-Nya. Alhamdulillah dengan Idzin dan Ridho-Nya Allah Yang Maha Menyembuhkan, Pasien yang berobat ke NurSyifa' berangsur sembuh dengan cepat.

Saya tertarik dan mencoba meneliti lebih dalam mengenai tujuh tiang sinar yang dilihat pak Haji, dan bentuk nyatanya sebagai (tujuh) buah pohon yang besar2 dan tinggi ditepi jalan saat beliau melintas menuju pulang.

Hasil penelitian saya membuahkan hasil sebagai berikut: 4 (empat) buah tiang sinar ternyata mempunyai aspek kerejekian, dan 3 (tiga) tiang sinar mempunyai aspek kesaktian, kedigjayaan, besar kemungkinan didalam setiap pohon tersebut ada sebentuk pusaka...

Akan tetapi, kalau pak Haji tertarik, maka saya lebih senang bilamana beliau hanya mengambil 4 tiang yang beraspek kerejekian saja tidak yang beraspek kesaktian. Akan tetapi saya juga yakin pasti pak Haji lebih bijaksana dari saya dan kalaupun tertarik akan mengambil pilihan yang terbaik menurut beliau...

Para Asisten Lainnya:

Memang sejak pak Haji pulang dari Sukabumi dan berhasil meningkatkan enerjinya dengan menyerap Enerji Inti Bumi, setiap kali beliau menerapi pasien gelombang enerji yang dialirkan terasa lebih mantap dan kami semua sampai keringatan karenanya, terasa banget lebih besar dari sebelumnya...

Ada yang merasakan seperti aliran lahar panas yang mengalir, ada yang merasakan sejuk, sesejuk hawa pegunungan dipagi hari dan terasa adem, tenang menenteramkan...

Telah puluhan tahun beliau mencari keping (puzzle) terakhir pengobatan islami yaitu kitab rahasia pengobatan Syeh Abdul Kodir Jaelani yang legendaris itu, akhirnya tanpa disangka2 beliau dapatkan juga dari masa silam. Pantas dicari selama puluhan tahun tak ketemu, ternyata kitab tersebut telah raib, menghilang sejak ratusan tahun lalu rupanya.

Kini sudah lengkaplah perbendaharaan beliau mengenai pengobatan islami, tinggal mengamalkannya saja bagi mereka yang membutuhkannya...

Semoga Allah melindungi, memberi terus berbagai kemampuan dan memberi umur yang panjang kepada beliau, agar dapat menolong orang banyak yang membutuhkan pertolongannya...

Amiin, semoga...


Kesaksian Pasien:

Pada Terapi Imajiner Jum'at tgl 23 Juni yang lalu pak Haji rupanya telah menerapkan enerji Inti Bumi yang baru diperolehnya tgl 20 Juni saat menerapi. Karena saya merasakan bahwa gelombang enerjinya sangat besar, keringat mengucur deras hingga basah kuyup saya karenanya.

Saat diterapi saya merasakan cahaya Allah menyinari dan masuk mengisi kedalam diri saya, mengusir kegelapan yang ada dalam diri, sehingga tubuh saya terasa menjadi terang benderang karenanya. Berbagai ketegangan di kepala mencair dan timbul perasaan yang tenang dan nikmat.

Memang manfaat yang saya peroleh sangatlah besar diterapi dengan enerji Sinar Penyembuh NurSyifa'.

Pada suatu malam ada kejadian yang menegangkan, saat suami sedang meluncur dengan kecepatan tinggi di jalan Tol, tiba2 saja suami terlihat meringis kesakitan, dadanya sakit seakan ditindih dengan batu yang beratnya ratusan kilo, kuarahkan untuk melambatkan mobil dan berhenti ditepi jalan. (*Suami belum sempat ikut Terapi NurSyifa' karena kesibukannya yang padat).

“Akh, a, aku terkena serangan” katanya terbata2. Sebisa2nya kucoba untuk mengobatinya dan Alhamdulillah beberapa menit kemudian terlihat suami sudah tidak kesakitan lagi, Menurut suami saat itu terasa bahwa saya mengambil dan memindahkan batu yang menghimpit dadanya itu.

Memang ada yang tidak suka kepada keberhasilan yang kami peroleh dan melakukan berbagai penyerangan secara gaib kepada suami dan saya.

Beberapa hari kemudian terasa ada serangan gaib lagi, terlihat suami menahan sakit dan sebisa2nya kucoba untuk menolaknya dengan mengirimkan enerji Ruh Allah yang kumiliki melalui telapak tanganku kearah datangnya serangan dan tiba2 gelombang serangan lenyap dan tercium bau sangit sesuatu yang terbakar.

Akan tetapi beberapa saat kemudian, semakin banyak saja berdatangan dari berbagai arah dan kulepaskan melalui telapak tanganku menolak dan terasa ada sinar2 yang keluar dari telapak tanganku yang memusnahkan, membakar mereka2 yang menyerangku dari berbagai arah itu.

Tercium bau sangit sesuatu terbakar tercium, dan akhirnya serangan2 itu lenyap berganti dengan bau sangit yang semakin keras. Dan aku menyadari tanpa sengaja dari tanganku memancar sinar2 yang dapat membakar dan memusnahkan mahluk2 yang menyerangku itu.

Itu antara lain pengalaman spiritual yang sangat berkesan yang kuperoleh setelah mengikuti Terapi NurSyifa'.

Oh yaa, mengenai Wafaq Perlindungan berupa Ayat Qursy yang dibagikan oleh pak Haji, ternyata memberi hikmah keselamatan yang besar bagi kami. Saat sedang meluncur di jalan Tol dengan kecepatan tinggi, tiba2 saja rem jeblos, blong Untunglah kami tidak panik dan kebetulan kendaraan yang melintas tidak banyak, sehingga perlahan2 dengan menurunkan ke gigi rendah secara bertahap dan menggunakan rem tangan, mobil akhirnya dapat dihentikan ditepi jalan Tol dengan selamat, Alhamdulillah...

Menurut mekanik yang memperbaiki, kejadian ini sangat langka, biasanya bila rem blong pasti terjadi kecelakaan. Saat diperiksa lebih mengherankan lagi karena kelima seal rem hilang lenyap bersamaan, padahal biasanya hanya satu atau dua saja.

Saya sangat bersyukur sekali telah diberi petunjuk dan hidayah dari Allah untuk datang ke NurSyifa' karena rejeki menjadi lancar karenanya dan usaha meningkat pesat serta memperoleh berbagai hikmah lainnya yang banyak sekali tak terhitung lagi. Tentu saja semua itu datangnya dari Allah Yang Maha Kuasa.

[HMBIS-NS] Pengalaman Ghaib Tapi Nyata H. MBIS

Inilah pengalaman Gaib tapi Nyata dan Unik dari pak Haji Bambang seperti yang diceritakan beliau:

HMBI: "Ass Wr Wb. Setelah memperoleh Ilmu Pengobatan Al Waqi'ah, ternyata enerji yang dibangkitkan baru sedikit, kecil seperempatnya saja, itupun ternyata sudah berlipat ganda lebih besar dari berbagai enerji yang selama ini saya miliki bila digabungkan jadi satu".

Muncul petunjuk untuk meningkatkan enerji Al Waqi'ah ini adalah dengan menyerap seluruh enerji yang ada di Bumi (enerji Inti Bumi dan Hawa pengunungan) di pegunungan yang jauh dari pemukiman penduduk.

Karena kesibukan mengobati dan padatnya berbagai acara lainnya, berbulan2 kemudian belum juga sempat keluar kota, apalagi di Pulau Jawa ini dimana sih tempat seperti itu berada, karena sampai kegunung2 bahkan bantaran sungaipun sudah banyak yang ditempati manusia.

Sampai suatu ketika saat mengadakan Bhakti Sosial di Monas sebagai mana setiap minggunya dilakukan, mendadak Power Amplifiernya jebol. Dan saat dicari di Harco Glodok spare-partsnya tidak dijumpai. Saya teringat membelinya dulu disebuah toko di Sukabumi.

Akhirnya saya memutuskan untuk berangkat pagi2 sekali ke Sukabumi bersama pak Rojali (asisten team Ghostbuster NurSyifa''), karena harapan untuk memperoleh spare-parts yang rusak hanya disana.

Hari Selasa 20 Juni 2006 kami berangkat dan memutuskan lewat Puncak saja untuk sekalian refresing (wisata) setelah berbulan2 terkungkung rutinitas pengobatan di Terapi NurSyifa' Jakarta. (Boleh dong sekali2).

Tidak terjadi apa2 sampai di Puncak Pass, saat memasuki Cipanas, karena keasikan mengobrol hingga tak terlihat bahwa hanya Bus (???) yang boleh terus, selainnya harus memutari pasar. "Cobaan pertama".

Setelah "Membayar Tilang Ditempat" kami kembali melanjutkan perjalanan. Sesampainya di Sukabumi, ternyata ditoko yang dituju stock habis, "Cobaan Kedua". Akan tetapi setelah mencari kebeberapa toko parts lainnya akhirnya berhasil juga memperoleh parts yang dibutuhkan.

Adik yang tinggal di Sukabumi dan sebagai pengelola salah satu pemancar siaran radio swasta di Sukabumi menelphon dan mengharapkan kedatangan saya untuk mengunjungi tempatnya dan sekaligus untuk meninjau pertambangan emas di gunung Rosa yang kebetulan baru saja izin prinsip pengelolaannya keluar dan adik saya yang ditunjuk sebagai pengelolanya.

Akhirnya kita semua berangkat ke pertambangan. Jalannya Parah dan terlihat sedang diperbaiki tambal sulam. Untung saya mengikuti saran isteri untuk menggunakan Panther saja dan tidak menggunakan Sedan BMW baru yang biasa saya pakai bepergian, kemungkinan besar saya tidak akan bisa melanjukan perjalanan ke Tambang Emas Gunung Rosa dan kisah nyata ini mungkin tidak akan pernah ada.

Setelah meninjau pertambangan, adik saya tinggal dipertambangan dan saya diberi info jalan pintas alternatif melalui CPD langsung ke Cianjur tidak perlu melalui Sukabumi lagi. Situasi di area pertambangan banyak enerji negatip dari mahluk2 penganggu, dan saat melalui sebuah desa di dekat area, terlihat pancaran sinar2 hitam, menandakan bahwa ada kiriman santet atau teluh dari area sekitar lokasi dan diketahui bahwa area disekitar itu memang ada dusun tempat para dukun santet tinggal.

“Apa yang telah mereka kerjakan itu menjadi karat bagi hati mereka”. (QS 83:14)

Ternyata didekat area juga ada Situs Megalithikum terbesar se Asia, disana berdiri sekumpulan batu menjulang kokoh yang terlihat menyeramkan karena sepi pengunjung.

Kami terus meluncur menuju ke Cianjur meninggalkan area gunung Rosa.

Tiba2 terlihat pemandangan indah nuansa pegunungan dan gelombang enerji yang fresh, positip, hawa pengunungan terasakan. Kami berhenti dan melihat bahwa berkilometer sekeliling tidak terlihat pemukiman penduduk. Wah, ini lokasinya! seru hatiku gembira dan Kami keluar dari kendaraan untuk menyerap enerji, tentu saja langsung aku menjalankan riyadhoh menyerap Enerji Inti Bumi dan Hawa Pegunungan (seluruh enerji yang ada di Bumi).

Kemudian Kami kembali melanjutkan perjalanan.

Tiba2 terasa ada gelombang enerji dahsyat seperti angin yang menerpa wajah... wushhh, wushhhh... (padahal saat itu kaca mobil dalam keadaan tertutup, AC hidup) dan saat aku menengok keluar terlihat ada 7 pohon besar2 yang saking tingginya hingga daunnya tidak terlihat dari dalam mobil. Besarnya 1 sampai 2 pelukan orang. Akarnya terlihat tertanam menghujam kokoh ketanah dan pak Rojali berkata: "Mereka semua mohon untuk ikut, minta diajak".

Saya melihat 7 tiang sinar, karena baru saja mengambil enerji Inti Bumi, maka saya tidak berminat karena merasa tidak membutuhkan enerji lagi, apalagi belum saya pelajari apakah positip atau negatip enerjinya. "Cobaan Ketiga".

Dan kami melanjutkan perjalanan tidak berhenti ataupun mengurangi kecepatan.

Beberapa waktu berlalu..., dan tiba2 muncul lubang cahaya di langit dan semburat sinar kuning keemasan memancar dan kemudian menghujam ke tanah beberapa meter didepanku. Ada apakah gerangan??! Setelah kuteliti, aku kemudian menjelaskan ke pak Rojali bahwa ada pusaka yang muncul, dengan tulisan aksara Arab Nur..., karena diketahui terbuat dari kuningan maka biasanya untuk melihat alam gaib, menembus alam gaib atau untuk memasuki-menapaki dimensi lain.

Dalam hati saya membathin, maaf...saya sudah tidak berminat untuk narik2 pusaka, dan main2 pusaka lagi... kuatir musyrik, dan menggangu keimanan, saat ini hanya ada Allah di diriku dan hanya kepada-Nya aku meminta dan berserah Diri.

Tiba2 muncul suatu gelombang enerji yang kuat dan terlihat kemunculan penampakan seorang pria berjubah dan bersorban putih keluar dari lorong berkabut, yang serta merta berkata: "Ada keilmuan yang ingin saya satukan kedirimu". Secara bathin aku menangkis: "Saya tidak mau disurupi mahluk gaib apalagi berkolusi". Tiba2 muncul sosok kedua seorang wanita dari lorong waktu tsb. yang walaupun telah uzur akan tetapi guratan kecantikannya masih terlihat jelas dan berkata: "Bagaimana kangmas berhasil ditemukan belum?”


Perjalanan Menembus Jarak, Ruang dan Waktu Melalui Lorong Waktu

Tiba2 muncul suatu gelombang enerji yang kuat dan terlihat kemunculan penampakan seorang pria berjubah dan bersorban putih keluar dari lorong berkabut, yang serta merta berkata: "Ada keilmuan yang ingin saya satukan kedirimu". Secara bathin aku menangkis: "Saya tidak mau disurupi mahluk gaib apalagi berkolusi". Tiba2 muncul sosok kedua seorang wanita dari lorong waktu tsb. yang walaupun telah uzur akan tetapi guratan kecantkan masih terlihat jelas dan berkata: "Bagaimana kangmas berhasil ditemukan belum?”

Sosok pria berjubah lenyap melebur dan terngiang kata2nya: "Jangan kuatir dan ragu...Hanya pengetahuan, keilmuan dan enerji saja yang dilebur dan ditanamkan kedirimu". Dan sosok wanita berubah menjadi sarung pusaka (Wrangka) dari emas, "Serahkan wrangka ini kepada isterimu", kembali terngiang kata2nya.

Dan kemudian terlihat muncul dihadapanku gambaran..., hamparan suasana pedesaan yang asri tempo doeloe, dan terlihat sanggar pembuatan pusaka seorang Empu, sebagaimana diceritakan diawal kisah ini..., terlihat begitu nyata dan jelas seakan saya sedang berada disana melihat seluruh kejadian yang ada...

Saya merenung mencoba memahami kejadian luar biasa ini, "Mimpikah aku?" Benarkah baru saja mereka telah menembus Ruang dan Waktu (melalui lorong waktu) menuju kehadapanku, kepadaku, di tanggal 20 Juni 2006 jam 15.00, sedangkan mereka berada ratusan tahun dimasa lampau

Tiba2 terbersit satu ayat QS 2: 269 yang artinya:

“Tuhan memberikan kebijaksanaan kepada orang2 yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang diberi-Nya kebijaksanaan itu berarti ia telah mendapat banyak kebaikan, hanya orang2 yang mau berfikir saja (cerdas) yang dapat mengambil (hikmah) pelajaran ini"

"Apakah mungkin saya yang dipilih-Nya untuk memperoleh ini semua?? ..Yaa Allah jagalah diriku agar jangan sampai tersesat ataupun menjauh dari-Mu Yaa Allah...”

Sepulangnya, wrangka (sarung pusaka) langsung kuberikan kepada istriku Hj. Retno Dewi, dan begitu diterima langsung lebur, beberapa saat setelah menerima wrangka emas tersebut, ia melihat sepasang suami isteri terjun memasuki pusaran air yang besar dan lenyap kedalamnya.

Tentu saja yang terlihat sebagai pusaran air itu adalah gelombang ruang dan waktu (lorong waktu), menandakan mereka telah kembali ke zamannya yaitu di masa lalu, setelah berhasil menurunkan berbagai keilmuan yang mereka miliki kepada penerusnya yaitu kami berdua. Terima kasih Yaa Allah atas karunia-Mu yang Besar kepada kami berdua.

“Berapa banyaknya malaikat di langit, namun pembelaannya tidak berguna sedikitpun, kecuali sesudah mendapat idzin dari Allah, itupun berlaku kepada siapapun yang dikehendaki dan di ridho'i-Nya”. (QS An Najm: 26)

Setelah mengaktifkan Ilmu Khodam Malaikat, mulailah saya coba melatih Ilmu Al Waqi'ah ketingkat yang lebih tinggi, melatih pengaliran enerjinya, mengendalikan gelombang enerji yang demikian dahsyatnya, ibarat menaiki kuda liar yang belum dijinakkan, yang belum dipasangkan pelana maupun kendalinya, ibarat menaiki banteng ketaton yang ganas dan liar.

Berapa kali tubuh dan tanganku bergetar2 kuat (Tremor), dan seakan2 kekuatan itu akan meledak dan terlepas dari diriku. Dengan segenap daya, kemampuan dan kekuatan fikiran dan tentu saja dengan mengharapkan pertolongan Tuhan (QS Al Isro: 80), secara bertahap mulai kuperoleh rahasia pengendaliannya dan akhirnya dapat sepenuhnya kukendalikan, Bayangkan, Ilmu Al-Waqi'ah dilambari on-line Enerji Inti Bumi, hampir2 tak tertahankan rasanya.

Malamnya langsung ku praktekkan keilmuannya, hasil pantauan dari 2 Asisten yang mata bathinnya bagus, mereka menyatakan terjadi suatu perbaikan hampir instant, yang tadinya jaringan rusak berubah menjadi jaringan normal yang sehat dalam hanya 1-2 menit saja dan pasien bisa merasakan gelombang enerji yang jauh lebih besar dari biasanya dan sesudahnya badan langsung terasa enak. Subhanallah...

Menurut para asisten yang memantau terjadi peningkatan enerji diatas 90 kali lipat dari sehari sebelumnya. Alhamdulillah. Berarti proses kesembuhan bisa berlangsung lebih cepat lagi dari sebelumnya.

Kini enerji Ilmu Al Waqi'ah-ku telah meningkat dari 20-25% menjadi 45-50%

Terbayang gambaran Kekuatan Enerji Inti Bumi yang dahsyat, yang dapat menimbulkan gempa hingga sekian skala richter, gambaran kekuatan ledakan gunung berapi yang memporak porandakan, dan terbayang juga gambaran kekuatan yang memberi kehidupan kepada pepohonan, tetumbuhan, sawah, ladang, sayur2an yang menjadi sumber kehidupan bagi manusia. Alhamdulillah, kini enerji itu telah tertanam kuat di diriku. (online).

Dengan perkembangan terakhir ini membuatku berfikir untuk berupaya mengembangkan lebih luas lagi Terapi NurSyifa' dan akan lebih menggalakkan penginformasiannya ke masyarakat luas, sehingga manfaatnya yang besar dapat dinikmati oleh masyarakat banyak yang membutuhkan...

>Tiba2 saja tergambar dihadapanku gambaran untuk meningkatkan kemampuan Ilmu Al Waqi'ah-ku hingga mencapai 70-75%.

Gambarannya adalah aku harus menyerap enerji Nur Bahari dari suatu lokasi di pantai, dimana didekatnya ada goa2 kelelawar, disuatu pantai yang ombaknya sangat besar menggiriskan hati, agar aku tidak terseret arus laut, ke tengah laut, maka aku harus berpegangan dan mengikatkan diri ke tali yang kuat, dan sambil bergantungan di tali kemudian menyerap enerji Gelombang Lautan dari seluruh samudera di dunia.

Terbayang gambaran Enerji Gelombang Lautan yang bukan main besarnya yang dapat dengan mudah meluluh lantakan apapun yang menghalanginya, seperti menumbangkan pohon, menghancurkan tembok, bangunan (Gelombang Tsunami), yang sanggup menggeser bukit, akan tetapi memberi kehidupan kepada bermacam biota laut, ikan, terumbu, tetumbuhan laut, dll, Enerji yang dahsyat ini yang harus kuserap untuk meningkatkan kemampuanku.

Resikonya sangat besar, bila tidak kuat maka akan terbawa arus ketengah lautan dan tenggelam, nyawa taruhannya. Semoga Allah selalu melindungi diriku dan hamba2-Nya yang bertaqwa.

Untuk meningkatkan ke tingkat yang lebih tinggi lagi bagaimana yaa? Belum terbayangkan olehku, yang ini saja sudah sedemikian luar biasa dahsyatnya dan dengan menyabung Nyawa lagi!

Mengenai daerah pantai sekitar gua2 kelelawar ini tiba2 Aku teringat kepada Mpu Wesi Geni yang pernah berjanji akan menurunkan ilmunya berupa Sajadah Terbang. Saat ini entah ada dimana Beliau sekarang, apakah masih hidup atau sudah tiada?

EPILOG:

Banyak orang yang berfikir bahwa memperoleh ilmu yang hebat2 itu cukup hanya dengan cara yang mudah, misalnya tinggal pilih ayat seperti memilih kancing baju, dan langsung diberikan kepada seseorang dan akan berhasil...

Padahal untuk mendapatkannya perlu perjuangan bahkan menempuh berbagai bahaya besar, misalkan saat sedang ber-taqorub atau kungkuman, resiko bertemu ular atau buaya ditengah malam yang gelap dan dingin menggigilkan sangatlah besar kemungkinan-nya.

Atau saat sedang menjalani Tapa-brata menyatu dengan alam (Allah SWT) sebagaimana yang dilakukan para Sufis sejati, mengarungi hutan belantara dan memakan apa saja yang ditemukan seperti daun2an, umbi2an, syukur2 bila bisa menemukan setandan pisang matang yang nikmat.

Saya pernah bertemu dengan macan (harimau) saat sedang menjelajahi sebuah gunung/hutan, untunglah bahwa mungkin macannya sedang tidak lapar, begitu juga saya, sehingga tidak saling menganggu...

Pernah dalam suatu perjalanan di Sumatra, tiba2 saja sopir turun dari kendaraan dan menempelkan telinganya ketanah, dan kemudian ngebut sekencang2-nya mengarungi belokan2 tajam dengan jurang dikiri kanannya, bahkan body mobil sempat beberapa kali tergores tebing batu akan tetapi tidak diperdulikan dan sopir tancap gas terus, suara ban terdengar berdecit2, mengerikan menyentuh aspal jalanan yang ber-kelok2.

Dan akhirnya setelah keluar dari pegunungan dan telah memasuki dataran yang jauh dari lereng gunung, sopir menghentikan kendaraannya dan mengajak kami semua keluar dari mobil dan menunjuk kelereng gunung dijalan yang baru saja kami lalui, dibelakang Kami.

Subhanallah, betapa terkejutnya kami semua ketika melihat dilereng gunung, pohon2 jatuh bertumbangan, longsor, tanah dan batu2 berjatuhan mengubur jalan yang baru saja kami lalui, getarannya terasa dikaki kami. Bayangkan! terlambat beberapa menit saja kami semua tentu telah terkubur hidup2 dan mati disana.

“Sesungguhnya Allah selalu menolong/membantu orang-orang yang taqwa, dan orang-orang yang benar-benar berbuat baik”. (QS An-Nahl: 128)

Pernah saya naik motor meniti jalan setapak yang licin berbatu2 naik kepuncak gunung untuk meningkatkan kemampuan, dikiri jurang, dikanan tebing ber-batu2an, terpeleset dan jatuh kesatu sisi sama saja bahayanya, untung pengendaranya lihai, sudah biasa melalui jalan itu...

Merambah hutan dipegunungan juga banyak bahayanya, sering jurang yang dalam tersamarkan tertutup tetumbuhan lebat, bila kita tidak hati2 bisa saja kejeblos dan jatuh kejurang yang dalamnya tak terkirakan, dan mungkin jenazah kita tidak akan pernah ditemukan.

Bahkan seringkali beberapa guru menyuruh sesuatu yang hampir mustahil untuk dilakukan sebagai ujian untuk mendapatkan ilmu2nya, seperti puasa selama 41 hari tanpa makan, berbukanya hanya segelas air putih saja, dan lain2 ritual, riyadhoh yang luar biasa beratnya, yang mengharuskan kita untuk menguras seluruh daya, kekuatan dan fikiran agar dapat menjalankannya, yang bila kita gagal tentu tak dapat memperoleh ilmunya.

Beberapa gambaran diatas mungkin dapat mewakili betapa perjuangan berat hingga menempuh bahaya beresiko maut saya tempuh untuk mengejar, memperoleh ilmu. Bahkan seringkali saya terpaksa menaiki, menapaki hingga ke puncak2 gunung yang tinggi untuk belajar berbagai keilmuan kepada guru2 yang tinggi ilmunya, mereka biasanya bersembunyi dipuncak2 gunung atau ditempat2 yang sulit didatangi orang karena memang mereka umumnya telah menjauhi kehidupan duniawi.

Sebetulnya sangat saya sayangkan orang2 seperti mereka2 yang telah menguasai hakikat, rahasia kehidupan (sebagai orang sakti) justru meninggalkan dunia ramai, tidak mau memberikan tuntunan, bantuan ke orang2 yang membutuhkan padahal mereka mampu memberikan pertolongan, kalau saja saya se-sakti mereka maka setiap saat waktu saya akan saya gunakan untuk menolong orang2 yang membutuhkan (demikian niatku, fikirku saat itu).

“Kepunyaan Allah apa-apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Meliputi Ilmu-NYA dalam segala-galanya”. (QS 4: 126)

[HMBIS-NS] H. MBIS

Pak Haji Bambang begitu biasanya beliau dipanggil, membuka Balai Pengobatan Terapi NurSyifa' ditahun 1984 didaerah Menteng, Jakarta Pusat.

Bertahun-tahun pak Bambang belajar, menimba ilmu kepada ratusan mungkin ribuan guru di seluruh tanah air, bahkan di negara lain. Berbagai Ilmu2 pengobatan Islami dipelajarinya, demikian juga berbagai metode2 pengobatan lainnya, mencari berbagai kitab, mempelajarinya, mengolahnya, memadukan berbagai sarana, bahan, obat dan teknik yang paling efektif, yang paling manjur...

Telah begitu banyak waktu, fikiran dan dana (biaya) yang dihabiskan untuk mencarinya, memahamimya, mengkajinya, merangkumnya, Maka akhirnya pak Bambang menemukan Enerji Sinar Penyembuh NurSyifa' yang datangnya dari Allah yang Maha Menyembuhkan.

Setelah diamalkan beliau, ternyata enerji NurSyifa' mampu mengobati berbagai penyakit non medis (sakit rohani), maupun penyakit medis hingga kronis sekalipun dan mampu melancarkan rejeki yang seret dan macet menjadi lancar.

Setelah menggali Al Qur'an lebih dalam lagi pak Bambang akhirnya menemukan Teknologi Al Qur'an yang Canggih. Di dalam Al Qur'an selain memberi bimbingan beribadah kepada Tuhan, ternyata sarat dipenuhi teknologi canggih dengan kecerdasan tinggi yang dapat membantu, memberi jalan kepada semua manusia kearah kebaikan, kesuksesan, keberhasilan, sejahtera berlimpah rejeki, dan kehidupan yang tenang tenteram dan damai.

Mulailah beliau mengarungi perjalanan kehidupan di jalan Allah SWT mengamalkan kemampuannya itu untuk menolong sesamanya.

Dalam aspek Pengobatan, berbagai metode, teknik, keilmuan berdasar Teknologi Al Qur'an diterapkan sehingga para pasiennya dalam waktu relatif singkat bisa sembuh tentu saja dengan izin dan ridho Allah.

Terapi NurSyifa' dikembangkan terus oleh beliau mulai dari pengobatan biasa, normal, kemudian dengan semakin banyaknya pasien yang datang, maka pak Haji Bambang-pun mendidik murid2nya, santri2nya menjadi Asisten Kabel Sambung membantu mengobati para pasien yang setiap harinya berdatangan tak henti2nya, tak putus2nya, tak habis2nya.

Agar mampu mengobati puluhan bahkan ratusan pasien sekaligus, setelah menjalani riyadhoh yang panjang, beliaupun menerapkan Pengobatan Masal Terapi NurSyifa', yang kemudian dikembangkan lagi menjadi Pengobatan Akbar Terapi NurSyifa' yang berhasil membangkitkan enerji 2 sampai 3 kali lipat pengobatan biasa.

Keberhasilan pak Haji Bambang di tahun 2005 adalah setelah memperoleh ilmu Adz Dzariyat, enerji kuantum yang dahsyat, yaitu: Partikel yang menerbangkan, yang mampu membawa beban yang berat, yang dapat bergerak lebih cepat dari cahaya (lebih dikenal sebagai Sinar Kosmis), adalah tonggak sejarah baru di NurSyifa' yaitu pengobatan enerji Kuantum Imajiner NurSyifa' (menggunakan enerji sinar kosmis) yang awalnya bisa membangkitkan enerji 4 sampai 7 kali lipat terapi biasa yang kemudian mampu dikembangkan hingga mencapai 17-27 kali terapi biasa, sehingga manfaatnya luar biasa besar, proses kesembuhan berlangsung lebih cepat lagi dari sebelumnya.

Ini menjelaskan mengapa para pasien yang datang berobat ke NurSyifa' cepat sekali sembuhnya, dan keberhasilannya sangat besar.

Setelah mengamalkan kemukjizatan surat Al Fatihah, Adz Dzariyat dan Al Waqi'ah, bertahun-tahun untuk perlindungan diri, untuk aspek kerejekian berupa memperoleh rejeki berlimpah secara halal, meningkatkan karir, melancarkan usaha, perjodohan, meningkatkan kecerdasan, daya fikir, ingatan, inspirasi, imajinasi, kepekaan, naluri, dll. akhirnya disempurnakan dengan berhasilnya memperoleh aspek pengobatan dengan ilmu Al Waqi'ah ini. (Ilmu Pengobatan kemukjizatan surat Al- Waqi'ah)

Pak Haji Bambang sampai saat inipun masih terus mengejar ilmu untuk meningkatkan kemampuannya agar dapat memberi manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat luas yang membutuhkannya.

[HMBIS-NS] Perjalanan Menembus Jarak, Ruang dan Waktu Melalui Lorong Waktu

Sepasang suami isteri sedang berkunjung ke sebuah sanggar seorang empu pembuat pusaka di zaman ratusan tahun yang lalu:

Meminta bantuan sang empu untuk menembus, mengarungi ruang dan waktu menuju ke masa depan, agar memperoleh murid penerus ilmu andalannya...

Sang suami yang mengenakan jubah putih panjang dan bersorban itu sekali lagi meminta dengan sungguh-sungguh bantuan sang empu agar dapat membantu mereka untuk mengarungi-menembus ruang dan waktu ke masa depan.

"Tolonglah kami, di masa ini tidak ada wadah yang sesuai untuk menerima berbagai keilmuan yang kami miliki, sangat disayangkan bilamana ilmu2 yang sangat bermanfaat yang kami miliki ini lenyap begitu saja untuk selamanya karena tidak ada lagi penerusnya".

Sang empu tercenung menatap jauh kearah gunung dikejauhan, dan menghela nafas beberapa kali, sang isteri menatap dengan penuh harap dan bahkan terlihat linangan air mata dipipinya yang telah keriput dimakan usia.

Kembali sang suami mendesak: "Sebagaimana Empu lihat kami sudah berada di penghujung usia kami, kami tinggal menunggu waktu untuk dipanggil Yang Kuasa mengingat usia kami yang telah mendekati 90-an tahun ini".

"Ilmu Rahasia Kanjeng Syech Abdul Kodir Jaelani ini telah turun temurun berlangsung hingga sampai ketangan kami, mengingat kami tidak mempunyai keturunan, maka ilmu ini akan diturunkan kepada mereka yang memenuhi persyaratan, yaitu, beriman kepada Allah SWT, akan digunakan untuk membantu, menolong umat manusia, wadahnya kokoh sehingga mampu menerima ilmu dari Kitab Rahasia Kanjeng Syech Abdul Kodir Jaelani ini, dan akan mengamalkannya dijalan kebaikan".

"Demikianlah empu, hanya empu-lah harapan kami satu-satunya untuk terlaksananya niat baik kami ini", sambung sang suami dan terdengar isak tangis sang isteri menimpali.

Sang empu menghela nafas panjang kembali, setelah merenung beberapa saat kemudian berkata: "Saya akan ber-khalwat terlebih dahulu untuk memohon petunjuk, wangsit dari Yang Kuasa, silahkan kalian berdua bermalam disini".

Keesokan harinya...

Sang Empu memulai pembicaraan, (terlihat wajahnya muram): "Saya telah mencoba mengarungi masa depan hingga ratusan tahun kedepan, banyak calon akan tetapi setelah diteliti lebih dalam, tidak memenuhi syarat, ada yang cocok, tidak berniat beristeri, yang sudah beristeri wadahnya tidak kuat, ada yang wadahnya kokoh akan tetapi keimanannya diragukan, sehingga dikuatirkan akan disalah gunakan untuk bukan kebaikan".

Sang suami-isteri serentak bertanya: "Lalu bagaimana empu? Apakah sudah berhasil menemukan yang cocok?"

Wajah sang empu kemudian terlihat bersinar dan berseri, dan dengan tegas berkata: "Alhamdulillah puji syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Pemberi Petunjuk, akhirnya saya menemukan yang memenuhi persyaratan dan wadahnya kokoh, sesuai dan memenuhi harapan kita semua".

"Alhamdulillah, akhirnya kami bisa kembali kepada Sang Khalik dengan tenang" berkata sang suami, dan terlihat wajah mereka bertiga berseri2 dan bersinar terang, sang isteri terlihat berlinang air mata kegembiraan dan terharu, walaupun telah dimakan usia, akan tetapi guratan kecantikannya masih terlihat nyata saat tersenyum.

Sang empu kemudian sambil tersenyum berkata: "Hari ini juga akan saya mulai riyadhoh untuk membuat wacana, kendaraan mengarungi, menembus kemasa depan".

"Kami siap dan akan membantu empu" kata sepasang suami isteri itu serentak.

Dan dimulailah kerja keras membuat wacana, sarana untuk menembus, mengarungi ruang dan waktu kemasa depan untuk menurunkan berbagai keilmuan yang mereka miliki kepada "Yang Terpilih".

Hari demi hari, minggu demi minggu berlalu, ternyata sebelum wacana selesai dibuat, baru mencapai 90-95%, Mereka berdua meninggal dunia karena memang telah uzur. Untunglah pada saat2 terakhir sebelum meninggal, mereka telah berhasil menanamkan berbagai keilmuan dan enerji mereka yang dahsyat itu kedalam wacana yang dibuat oleh sang Empu tersebut.

Sang Suami menanamkan ilmu2 pengobatannya dan sang isteri menanamkan ilmu2 kerejekiannya berupa do'a dan zikir2 ajaib yang berkhasiat manjur untuk memperoleh rejeki yang halal dan di ridho'i Allah SWT, dari kitab rahasia Syeh Abdul Kodir Jaelani yang turun temurun mereka peroleh dari kakek buyut leluhur mereka.

Mereka (pasangan kuami-isteri tersebut) berkata: "Sejak saat ini Kitab Ilmu Rahasia akan menghilang dan baru akan muncul ditahun 2006".

Terlihat mereka tersenyum bahagia dalam tidur abadinya, karena telah menemukan "Yang Terpilih" dan dari pantauan mereka "Yang Terpilih" malah telah memiliki berbagai keilmuan berdasarkan Al Qur'an dan Hadits yang sesuai dengan keilmuan yang mereka miliki dan telah puluhan tahun mengamalkannya untuk menolong sesamanya. Jadi keilmuan mereka akan lebih menyempurnakan, melengkapinya dan bermanfaat meningkatkan kekuatan dan kemampuan "Yang Terpilih".

(*Pak Haji Bambang selama ber-tahun2 telah berusaha mencari Kitab Rahasia Pengobatan ini yang menurut literatur/legenda ada akan tetapi tidak pernah berhasil ditemukan... Beliau tertarik karena khazanah pengobatannya yang luar biasa, konon... selain menyembuhkan bahkan dapat menghidupkan kembali orang yang telah meninggal dunia.)

[HMBIS-NS] Saat Praktek Pengobatan

Pertama-kali mengobati orang lumpuh...

Setelah mendapatkan anugerah berupa energi penyembuh NurSyifa', maka pada tahun 1984 di malam hari, saya mulai berusaha menolong sesama dengan menyembuhkan pasien yang datang berobat.

Sementara itu yang saya obati adalah penyakit-penyakit biasa dan alhamdulillah mereka semua sembuh, sehingga pasien semakin banyak saja berdatangan dari segala penjuru.

Malam itu sebagaimana biasanya saya praktek pengobatan dengan mengalirkan energi NurSyifa' dari jari-jari tangan saya ke punggung pasien. Akan tetapi malam itu menjadi malam yang bersejarah bagi saya, mengapa..? (suatu malam ditahun 1984).

Terlihat beberapa orang memapah seorang tua yang kelihatannya sakit dan lumpuh memasuki ruang tunggu. Terpana saya melihatnya …apakah saya bisa mengobati orang tua yang lumpuh itu? (Sebelumnya saya belum pernah mengobati yang lumpuh)

Saat giliran orang tua yang lumpuh itu semakin dekat, jantung saya berdebar-debar bagaikan beduk bertalu-talu, saya kuatir mereka semua bisa mendengarnya.

Akhirnya tibalah saat orang tua itu di dudukkan didepan saya. Bila biasanya terapi pengobatan 15-20 menit, maka khusus saat itu 25-30 menit.

Aku bermunajat: "Yaa Allah, bila engkau datangkan orang dengan penyakit yang berat ini, maka turunkanlah rahmat dan hidayah-MU berupa kesembuhan untuk orang di hadapanku ini”.

Akhirnya terapi berakhir dan beberapa orang (keluarganya) mendekat untuk memapahnya...

Akan tetapi si sakit menolak dan berusaha berdiri dengan gontai, dan …berjalan dengan tertatih-tatih. Masya Allah, Dada ini tiba-tiba penuh dengan keharuan atas kesembuhan yang diberikan-NYA. Tak tahan maka aku masuk kamar untuk sujud syukur dan menangis tersedu-sedu, Yaa Allah betapa besar rahmat yang ENGKAU berikan kepadaku …Alhamdulillah. [Kejadian ini terjadi di tahun 1984]

Penyakit yang merangsang syahwat secara berlebihan...

Sepasang suami-isteri datang ke tempat praktek, si suami dengan malu-malu bercerita: "Maaf pak Haji entah mengapa isteri saya ini sering sekali kesurupan, bahkan kali ini sudah sangat keterlaluan sekali hingga saya sangat malu..."

Kemarin siang saat sedang banyak tamu, di depan para tamu dia merengek-rengek minta "begitu" pak Haji maklum kan maksud saya...

Saya kuatir bila tidak dituruti keinginannya malah ngamuk, karena biasanya suka begitu. Akan tetapi kali ini lain pak Haji, begitu masuk kamar dia berusaha membuka pakaian saya dan begitu melihat "anu" saya dia berkata: "Hmm... kalau digigit enak kali yaa", terdengar suaranya menyeramkan, sambil lidah mengecap-ngecap seakan melihat makanan enak.

Tentu saja saya ketakutan dan kembali berpakaian.

Semalaman saya tidak bisa tidur menjaga "anu" saya, bila ada suara berkresek saya langsung bangun ketakutan seraya melindungi "anu" saya itu. Tolong saya pak Haji..."

Orang bilang isterinya kena penyakit 'embut-'embut, yaitu gangguan mahluk yang suka merangsang syahwat seseorang secara berlebihan.

Alhamdulillah setelah beberapa kali terapi pembersihan dan pengobatan berhasil sembuh...

Membayangkan “Hmm... kalau digigit enak..." dengan suara yang menakutkan, hingga berhari-hari kemudian masih terbayang-bayang... [Terjadi di tahun 2000]

Bu Haji bengong melihat kedua gadis itu bergelut di ranjangnya...

Ada pasien dari kota B yang mempelajari keilmuan dicampur-campur sehingga "Kentir" (keberatan ilmu). Selain itu psikisnya juga stress dan depresi. Sebagai perempuan yang sudah lewat umur untuk menikah tentu saja selalu mendambakan pasangan hidup yang serasi.

Karena penyakitnya berat, jadi saya dan isteri menerima mereka untuk tinggal di tempat praktek kami (di rumah) agar bisa ditangani dengan lebih seksama. Si sakit ditemani oleh adik dan ibunya yang menjaga siang dan malam. (kami tidak mempunyai asisten untuk menjaga pasien, semua sibuk dengan tugasnya masing-masing).

Suatu malam... hujan rintik-rintik, saya dan isteri telah tidur terlelap kelelahan setelah praktek pengobatan seharian hingga larut malam.

Tiba-tiba gubrak jedeerr... Pintu dibuka dengan paksa dan dua orang gadis menerjang masuk dengan bergelut, sedetik saja saya terlambat mengelak maka akan jebol-lah "organ vital" saya karenanya... Bu Haji bengong melihat kedua gadis itu (pasien) bergelut di atas ranjangnya. Seumur hidup belum pernah kami mengalami kejadian seperti ini.

Setelah rasa terkejut kami hilang, akhirnya keduanya kami lerai dan situasi kembali terkendali …Ha...ha...ha...

Kami sampai saat ini masih suka tertawa mengingat kejadian "menakjubkan itu". [Terjadi di tahun 2002]

[HMBIS-NS] (Pengalaman Ghaib) Saat Naik Haji

Di-test keikhlasan dalam bersedekah...

Saat-saat awal di Tanah Suci adalah melaksanakan Arba'in di Madinah, di Masjid Nabawi. Saat itu setelah melaksanakan Sholat Lohor (Zhuhur) di Masjid Nabawi saya bermaksud kembali ke Maktab, setiba di lapangan depan masjid, seorang fakir mengikuti saya dengan berkata-kata: “Fisabilillah”, maksudnya meminta sedekah.

Lapangan di depan masjid agak lenggang karena sholat telah usai agak lama.

Saya segera mengambil dompet mengambil uang real dikantong untuk diberikan kepada si fakir, proses itu hanya beberapa detik. Saat uang real itu akan saya serahkan, ternyata tidak ada seorangpun terlihat disisi saya.

Radius 10-20 meter terlihat lenggang...

Tak mungkin si fakir itu bisa melintas dengan secepat itu dan pergi karena proses mengambil dompet dan mengeluarkan uang real itu hanya beberapa detik saja...

Dalam beberapa detik secepat apapun orang berlari pasti akan terlihat, Jadi... pertanyaannya siapakah yang tadi berjalan di samping saya itu dan tiba-tiba lenyap?

Pemberi petunjuk di Masjidil Haram Mekkah...

Ketika menikmati berzikir dengan Ka'bah di hadapan adalah sesuatu yang sangat membahagiakan, aliran manusia yang sedang Tawaf, beribadah dengan beragam cara, adalah pemandangan yang tak terlupakan...

Tiba-tiba saja terbetik di hati pertanyaan: “Bagaimana caranya memohon yang baik di Masjidil Haram ini ke Allah SWT untuk mendapatkan rizqi-NYA...”

Beberapa saat kemudian tiba-tiba seseorang duduk disamping saya dan kemudian mengajak bercakap-cakap.

Orang itu menyampaikan sebagai berikut: “Kalau saja orang-orang tahu dan memanfaatkan kesempatan ini dengan berdoa di Multazam melaksanakan Sholat Dhuha berturut-turut selama seminggu, Insya Allah akan dicukupkan rizqi-nya”.

Saya mengangguk-anguk tanda setuju dan mengerti arah pembicaraannya...

Begitu saya menengok untuk melihat wajah orang itu, ternyata telah raib begitu saja...

Saya tengak-tengok untuk memastikan raibnya si pemberi petunjuk. Masya Allah, siapa dia yang tiba-tiba saja menghilang!..

Akhirnya saya melaksanakan petunjuknya, yaitu setiap hari selama seminggu melaksanakan Sholat Dhuha di Multazam (Multazam adalah sudut area diantara Hajar Aswad dengan pintu Ka'bah). Alhamdulillah …terbukti.

Cobaan terhadap harta...

Hari terakhir di Mekah, saat perpisahan dengan Baitullah adalah melaksanakan Tawaf Wada' (perpisahan), sangat mengharukan sekali. Setelah memutari 6x, pada putaran terakhir, mendekati Hajar Aswad, tiba-tiba terlihat uang real dan U$ dolar berserakkan dihadapan, bertumpuk, mulai terinjak dikaki...

Isteri, Hajah Retno Dewi memberi tahu saya: “Pah, ada duit jatuhan tuh”. “Ya saya sudah lihat jangan diambil lewati saja” kata saya. Melihat tumpukan uang itu orang-orang di belakang saya mulai berebutan mengambil, demikian juga Askar Penjaga.

Ini membuktikan bahwa bukan halusinasi saya akan tetapi Nyata...

Kami berjalan terus menapaki tumpukan uang yang berjatuhan mendekati Hajar Aswad untuk menyelesaikan Tawaf Wada' kami.

Yaa Allah, Kami menginginkan Rizqi-MU yang halal dari cucuran keringat Kami, kelak di Jakarta Indonesia …bukan dengan cara ini.

Kejadian ini terjadi saat Naik Haji di tahun 2000.