19.12.13

Jujur, Senjata Utama Selamat dari Neraka

BERSIKAP jujur adalah keutamaan. Bersamanya ada ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, “Kejujuran adalah ketenangan, sementara kebohongan adalah kegelisahan.” (HR Turmudzi).

Dalam hadits lain beliau bersabda, “Berikan jaminan padaku dengan enam hal dari dirimu, niscaya aku menjamin surga untukmu: Jujurlah jika berbicara, tepatilah jika berjanji, tunaikanlah jika diserahi amanah, pelihara kemaluanmu, jagalah pandanganmu, dan jaga tanganmu.” (HR Ahmad).

Dengan dua dalil tersebut dapat dipahami bahwa jujur adalah senjata utama setiap Muslim untuk bisa meraih surga. Dengan kejujuran, ketentraman sebuah keluarga, masyarakat bahkan bangsa dan negara bisa terwujud. Sebaliknya, tanpa kejujuran, suatu bangsa dan negara bahkan peradaban akan hancur dalam kenistaan.

Namun demikian, kejujuran tidak mudah diwujudkan. Apalagi kala kondisi tidak nyaman dan tidak menentu menghimpit begitu kuat. Kebohongan sepertinya akan menyelamatkan diri. Di sinilah keiman dan masa depan dipertaruhkan. Tinggal pada kadar keimanan seorang Muslim, apakah dia masih teguh dalam keimanan dan kebenaran atau lebih memilih kesenangan semu yang fana di dunia ini.

Pantas jika kemudian dikatakan bahwa, “Kejujuran sejati adalah saat engkau tetap jujur dalam kondisi yang engkau hanya bisa selamat dengan berbohong.”

Teladan Kejujuran

Mengenai kejujuran ini ada satu kisah yang sangat inspiratif dan mengharukan. Kisah ini termaktub dalam satu hadits shohih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Pada Perang Tabuk ada tiga puluh ribu sahabat yang keluar bersama Nabi. Perang itu terjadi pada bulan Agustus, cuaca sangat panas. Sementara jarak yang ditempuh tidak kurang dari 1000 km.

Orang-orang munafik mulai mencari-cari alasan dan tidak ikut serta. Akan tetapi, ada tiga orang sahabat yang jujur yang juga tidak ikut serta bersama Nabi (Ka’ab bin Malik, Hilal bin Umayyah dan Mararah bin Rabi’). Di antara mereka adalah Ka’ab bin Malik.

Ka’ab berkata, “Nabi keluar bersama pasukan. Aku berjanji, Besok aku akan menyusul mereka.” Sampai akhirnya mustahil bagiku menyusul mereka. Aku pun menyusuri jalan-jalan Kota Madinah, yang kutemui hanyalah orang-orang munafik yang memang sudah diketahui kemunafikannya dan orang yang sakit parah.

Ketika Nabi kembali, aku merasa sangat sedih. Maka aku bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan aku katakan kepada Nabi? Bagaimana bisa terlepas dari kemarahan beliau besok?” Saat itu, mulailah terpikir dalam benakku untuk berbohong.

Tetapi, ketika Nabi datang, pikiran bodoh itu lenyap dariku dan aku bertekad untuk jujur. Nabi pun masuk dan duduk. Mulailah orang-orang munafik menemui beliau seraya berkata, “Maafkan aku, wahai Rasulullah…maafkan aku wahai Rasulullah.”

Mereka bahkan bersumpah kepada Nabi. Nabi pun menerima pengakuan lahiriah mereka, memintakan ampunan untuk mereka, membaiat mereka, memperbarui janji setia mereka, dan menyerahkan segala rahasia mereka kepada Allah Ta’ala.

Mereka keluar dengan rasa bahagia. Lalu tibalah giliranku menghadap. Aku masuk menemui Nabi, beliau tersenyum hambar, menunjukkan kemarahan. Beliau bertanya kepadaku, “Kemari, mengapa engkau tidak ikut? Bukankah engkau sudah membeli kendaraan?

Ka’ab pun menjawab, “Wahai Rasulullah, demi Allah, seandainya aku duduk di hadapan para penguasa dunia selainmu, tentu aku akan mencari alasan agar selamat dari murkanya. Aku pandai berargumen. Namun, wahai Rasulullah, seandainya sekarang aku mengatakan sesuatu yang kusukai, kemungkinan besar Allah membuatmu murka padaku. Tetapi, jika aku mengatakan sesuatu yang jujur, aku mengharap balasannya dari Allah. Demi Allah, tidak ada alasan bagiku untuk tidak ikut.

Mendengar hal itu, Nabi bersabda, “Ini pengakuan yang jujur. Bangkitlah sampai Allah memberikan putusan kepadamu.” Nabi pun memberikan hukuman dengan melarang kaum Muslimin berbicara dengan Ka’ab selama 43 hari yang disempurnakan menjadi 50 hari.

Ka’ab melanjutkan kisahnya, “Ketika aku pergi dari hadapan Nabi, datang beberapa orang dari Bani Salamah (salah satu kabilah Anshar), sembari bertanya, “Mengapa engkau tidak berbuat seperti fulan bin fulan dengan mencari alasan. Nabi pasti memintakan ampunan untukmu. Bukankah kau lihat Nabi memintakan ampunan untuk mereka?

Karena terus diberi masukan seperti itu, Ka’ab nyaris kembali kepada Nabi untuk berbohong. Hanya saja ia kembali sadar. Hingga akhirnya turunlah firman Allah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).” (QS 9: 119).

Medengar ayat tersebut, Ka’ab pun menghadap Nabi di masjid. Nabi sangat bahagia melihat kehadiran Ka’ab, demikian pula dengan Ka’ab. Lalu Ka’ab berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah, yang membuatku selamat adalah kejujuran. Dan di antara taubatku adalah bahwa setelah ini aku hanya akan berbicara jujur."

Buruknya Kebohongan

Pilihan Ka’ab bin Malik memang sangat berat, sampai-sampai Allah gambarkan perasaan hati Ka’ab kala memilih jujur dan mendapat hukuman embargo pembicaraan dari seluruh umat Islam di Madinah kala itu.

إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنفُسُهُمْ وَظَنُّواْ أَن لاَّ مَلْجَأَ مِنَ اللّهِ إِلاَّ إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja.” (QS At-Taubah [9]: 118).

Tetapi, berbohong bagaimana pun ‘untungnya,’ pada hakikatnya tetap merugikan. Terkait hal ini Rasulullah bersabda, “Apabila seorang hamba berbohong, malaikat yang menyertainya akan menjauh sekitar satu mil karena bau busuk perbuatannya.” (HR Tirmidzi).

Selain itu, Rasulullah juga bersabda bahwa bohong itu adalah pertanda kiamat kecil.

Di antara tanda kiamat kecil adalah banyaknya kebohongan.” (HR Ahmad).

Dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa kejujuran adalah pangkal ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan. Jika seluruh penduduk suatu negeri mengagungkan sifat jujur, tentu keberkahan akan menjadi selimut kehidupannya. Sebaliknya, manakala kebohongan yang ditinggikan, maka kesemerawutan akan menjadi monster kehidupannya.

Takwa dan Jujurlah

Oleh karena itu, Allah mengingatkan seluruh umat Islam untuk senantiasa bertakwa kepada-Nya sembari menjauhi kebohongan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS 33: 70-71).

Dengan demikian, jika umat Islam di negeri ini ingin peroleh kedamaian, ketentraman dan kejayaan, hendaknya benar-benar mengindahkan kejujuran dengan sebenar-benarnya, baik dalam konteks pribadi, berkeluarga, bermasyarakat bahkan bernegara. Sebab, kunci segala kebahagiaan berpangkal pada kejujuran.*/Imam Nawawi

Knud Valdemar, Muallaf yang Menjadi Mujahid Lalu Syahid InsyaAllah

Knud Valdemar Gylding Halmboe lahir pada 22 April 1902, sebagai anak tertua dari keluarga pedagang yang terpandang di kota Horsens, Denmark. Sejak remaja, Knud sudah tertarik dengan ilmu filsafat dan agama dan dalam usia muda, Knud sudah bekerja sebagai wartawan magang dan menulis untuk sejumlah koran lokal di Denmark.

Pada usia 20 tahun, Knud menyatakan memeluk agama Katolik dan tinggal di sebuah seminari di Clairvaux, Prancis. Dengan cepat ia membaur dalam kehidupan biara dan ingin memperdalam ilmu agamanya ke tempat lain. Tahun 1924, ia pun pergi ke Maroko dan di negara inilah ia malah mengenal Islam.

Knud sering menemui seorang syaikh di sebuah masjid kecil di kawasan pegunungan di negara itu. Dari pertemuan-pertemuan itu, Knud menyadari bahwa hatinya terpaut pada Islam. Setahun kemudian, ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat.

Pulang ke Denmark, Knud menerbitkan buku pertamanya “Poems” berisi tulisan-tulisannya tentang kematian, kehidupan, keyakinan dan gurun pasir. Tak lama setelah buku pertama, Knud menerbitkan buku tentang pengalamannya selama tinggal di Maroko berjudul Between the Devil and The Deep Sea – a dash by plane to seething Morocco.

Tahun 1925, Knud melakukan perjalanan ke Timur Tengah, mulai dari Suriah, Palestina, Yordania, Irak dan Persia. Ia menyaksikan sendiri pertikaian politik di Baghdad dan Palestina, yang menjadi cikal bakal ketidakstabilan situasi Timur Tengah hingga sekarang.

Setelah Timur Tengah, pada tahun 1927, ia mengunjungi kawasan Balkan bersama isterinya yang baru dinikahinya. Di Albania, ia menyaksikan bagaimana orang-orang Italia menindas komunitas Muslim. Knud menulis dan mengirimkan banyak artikel serta foto apa yang ia saksikan di Albania ke media massa di Denmark. Salah satunya yang memicu kontroversial adalah artikel Knud tentang tindakan penguasa Italia menggantung seorang pendeta Katolik terkemuka Albania. Cerita itu menyebar ke seluruh Eropa dan membuat otoritas Italia marah besar.

Saat kembali ke Denmark, Knud mencoba keberuntungannya dengan menjadi editor di sebuah koran lokal. Tapi kesulitan ekonomi membuatnya memilih meninggalkan Denmark. Bersama istrinya, Nora dan puterinya, Aisha, Knud pindah ke Maroko. Knud juga mengganti namanya menjadi Ali Ahmed El Gheseiri, yang merupakan terjemahan bebas nama asli Knud ke dalam bahasa Arab.

Ikut Jihad Melawan Italia

Tahun 1930, Knud melakukan perjalanan yang membuatnya menjadi terkenal. Dengan menggunakan mobil Chevrolet model 1929 dari Maroko melintasi gurun Sahara menuju Mesir. Saat melewati Libya, Knud lagi-lagi menyaksikan perlakun buruk penguasa Italia yang saat itu menjajah Libya, terhadap masyarakat Muslim di negeri itu. Orang-orang Italia itu menggantung, mengeksekusi, menyerang, menyiksa penduduk Muslim serta merusak sumber nafkah mereka sehingga penduduk Muslim di Libya hidup dalam kemiskinan.. Knud menulis dan mengambil foto-foto apa yang disaksikannya di Libya.

Penguasa Italia di Libya tidak tinggal diam. Mereka menangkap Knud di kota Derna dan mengusir Knud dari Libya. Sejak itu, Knud memutuskan untuk bergabung dengan gerakan perlawanan rakyat Libya yang dipimpin oleh Syaikh Omar Al-Mokhtar.

Knud tetap melanjutkan perjalanannya ke Mesir. Di negeri Piramida itu, ia berjuang keras meyakinkan masyarakat Muslim di Mesir untuk membantu jihad muslim Libya melawan penjajahan Italia. Knud sedang bersiap-siap membawa bantuan dengan karavan ke kota Al-Kufra, Libya, ketika duta besar Italia untuk Mesir meminta otoritas Inggris dan Mesir menangkap dan menjebloskan Knud ke penjara. Sebulan lamanya ia mendekam di penjara, lalu dipulangkan dengan kapal laut ke negara asalnya, Denmark.

Di Denmark, Knud menuliskan kekejaman penjajahan Italia di Libya dalam bukunya “Desert Encounter”, yang dengan cepat menjadi buku terlaris di Denmark dan beberapa negara Eropa lainnya, serta di AS. Di Italia, buku itu dinyatakan terlarang hingga tahun 2004. Pemerintah Italia menghabiskan dana ribuan dollar untuk melakukan kampanye hitam terhadap buku Knud tersebut dan memanfaatkan media massa di Italia untuk membantah semua tulisan-tulisan Knud tentang kejahatan perang Italia di Libya.

Tahun 1931, Knud kembali melakukan perjalanan. Kali ini ia berencana ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Dalam perjalanannya, ia menyempatkan diri bertemu dengan para pemimpin dan tokoh perlawanan Libya yang diasingkan ke Turki, Yordania dan Suriah. Saat berada di Suriah, masyarakat Arab sedang melakukan demonstrasi besar-besaran di depan kantor konsulat Italia di Damaskus. Lagi-lagi Knud diusir dari Suriah. Knud boleh masuk ke Yordania dan melanjutkan perjalanannya ke Mekkah, setelah kantor konsulat Denmark di Istanbul menyampaikan proters keras atas perlakuan terhadap Knud.

Dibunuh Saat Menuju Mekkah

Pemerintah Italia masih menyimpan rasa khawatir terhadap Knud. Mereka takut Knud akan menyerukan jihad melawan Italia sesampainya di Mekkah. Untuk itu, Italia melakukan berbagai cara untuk mencegah Knud agar tak sampai ke Mekkah. Knud mengalami berbagai macam percobaan pembunuhan ketika masih berada di Amman, Yordania. Namun Knud tetap pada rencananya semula untuk pergi ke Mekkah. Ia membeli seekor unta dan melanjutkan perjalanannya ke Aqaba. Di sini, ia harus menunggu izin masuk ke wilayah Kerajaan Saudi.

Tanggal 11 Oktober 1931, Knud meninggalkan untanya di dekat perbatasan Saudi. Ia konon sedang bermalam di dekat oasis Haql ketika sekelompok suku Arab Badui mendatanginya. Suku di Saudi itu dikenal sebagai sekutu orang-orang Italia yang menguasai wilayah itu. Mereka menyuruh Knud untuk melanjutkan perjalanan sendirian dan di tengah jalan antara Al-Haql dan Humayda, Knud diserang dan disergap. Tapi malam itu juga, Knud berhasil meloloskan diri, ia berenang menjauhi bibir pantai. Saat kelelahan dan terdapar di sebuah pesisir pantai, suku Arab Badui menemukan Knud dan langsung menembaknya hingga tewas. Usia Knud saat itu baru 29 tahun. Jenazahnya dikubur di dekat pantai.

Petugas perbatasan Yordania Arif Saleem berusaha mengejar seorang syaikh, pemimpin kelompok yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan terhadap Knud. Saleem berhasil menangkapnya di wilayah Aqaba dan menginterogasinya selama beberapa jam. Tapi atas perintah komandan pasukan Inggris John Glubb, syaikh itu akhirnya dibebaskan. Beberapa bulan kemudian, tersiar kabar bahwa sejumlah anggota suku yang membunuh Knud, melakukan bunuh diri massal ketika tentara-tentara yang setia dengan Raja Ibnu Saud menghancurkan kamp-kamp mereka.

Tulisan, buku-buku dan foto-foto karya Knud menjadi warisan bersejarah yang sangat penting. Setelah Perang Dunia II usai, Italia diseret ke pengadilan internasional, tapi masyarakat Muslim di Libya tidak pernah menerima kompensasi atas kekejaman yang dilakukan pemerintah Italia selama menjajah Libya. Jenazah Knud juga tidak pernah dipulangkan ke Denmark.-(Dz/Mualaf)

18.12.13

Majelis Mujahidin Menilai Pengamanan Natal dan Tahun Baru Berlebihan

Pemerintah seakan-akan mencurigai umat Islam untuk melakukan teror 

Hidayatullah.com–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku mendapatkan laporan dari Kapolri adanya elemen-elemen yang mengancam perayaan Natal dan Tahun Baru di tempat-tempat tertentu. Presiden memerintahkan kepada aparat keamanan untuk melakukan pengamanan maksimal.

Majelis Mujahidin menilai pemerintah telah over acting dalam melakukan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru. Sementara hal yang sama tidak dilakukan pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Apakah pemerintah sengaja melestarikan stigma negatif, seolah umat Islam menjadi ancaman laten bagi penganut agama lain di Indonesia?” demikian rilis Majelis Mujahidin yang diterima hidayatullah.com, Ahad (15/12/2013) malam.

Majelis Mujahidin menganggap sekalipun dengan alasan melindungi kaum minoritas, tradisi diskriminatif pemerintah dan aparat keamanan tidak boleh mendiskreditkan umat mayoritas di negeri ini.

Majelis Mujahidin dalam rilis yang ditandatangani Amir Majelis Mujahidin Muhammad Thalib ini meminta pihak keamanan atau polisi agar tidak bersikap arogan dalam pengamanan Natal, dengan mengerahkan ribuan polisi. “Terkesan sengaja memposisikan umat Islam sebagai ancaman bagi umat agama lain, dan mencurigai umat Islam untuk melakukan teror.

Selain itu Majelis Mujahidin juga meminta kepada aparat intelijen untuk tidak melakukan provokasi terhadap umat Islam, terutama mereka yang berniat melakukan apel siaga menjelang Natal dan Tahun Baru. Hal itu dikhawatirkan rekayasa intelijen untuk mengadu domba umat Islam dengan umat agama lain, atau mengadu domba umat Islam dengan aparat kemanan.

Kepada kaum Muslimin, Majelis Mujahidin meminta untuk tidak melakukan gangguan dalam bentuk apapun terhadap kegiatan hari raya agama lain.

Seperti diberitakan banyak media, Presiden SBY meminta aparat keamanan untuk memaksimalkan keamanan dalam perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Sutarman mengatakan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi pengamanan terkait ancaman serangan bom di beberapa daerah yang diprediksi menjadi target operasi para teroris, antara lain Jakarta, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.*

9.12.13

Negara Barat Mulai Serukan Pentingnya Khitan Bagi Pria

Hidayatullah.com--Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan asal Australia yang menyatakan bahwa khitan (sunat) dapat menurunkan risiko penyakit kelamin dan tidak memengaruhi kenikmatan seksual.

Dikutip Liputan6.com dari laman Dailymail, Ahad (8/12/2013) Ilmuwan Australia menganalisis hampir 40 penelitian dan menyimpulkan bahwa prosedur khitan sama sekali tidak berpengaruh pada sensitivitas atau kepuasan saat berhubungan seksual.

Hal ini juga didukung sebelumnya oleh Profesor Brian Morris dari University of Sydney. Ia mengatakan, khitan sangat bermanfaat bagi kesehatan pria.

"Pria yang dikhitan, risiko HIV dan virus lain termasuk beberapa infeksi menular seksual bakteri jauh lebih rendah dibanding pria yang tidak dikhitan. Khitan juga dapat menurunkan risiko kanker penis dan kemungkinan kanker prostat," kata Brian.

Brian juga mengungkapkan, manfaat khitan tak hanya untuk pria. Tapi untuk wanita yang pasangannya dikhitan, risiko terkena kanker serviks dan infeksi seperti HPV dan klamidia juga jauh lebih rendah.

Para profesor pun menegaskan bahwa dari hasil studi kualitas, khitan tidak memengaruhi sensitivitas penis, gairah seksual, sensasi seksual, fungsi ereksi, ejakulasi dini, durasi hubungan seksual, kesulitan orgasme, kepuasan seksual kesenangan atau sakit saat penetrasi.

Sebaliknya, studi tersebut justru secara signifikan meyebutkan bahwa khitan dapat memberikan kepuasan pada pria. Bagaimana tidak, dari masa penelitian selama 24 bulan, 99,9 persen pria yang khitan merasa puas saat bercinta. Bahkan, 72 persen pria mengatakan sensitivitas meningkat.

"Selain itu, kemudahan mencapai orgasme juga lebih besar pada pria yang dikhitan mencapai 63 persen, sementara pria tidak dikhitan kemudahan mencapai orgasme hanya 22 persen," jelas peneliti.

Percobaan besar lain yang melibatkan 2.250 pria Uganda juga menjelaskan bahwa 99 persen pria yang dikhitan melaporkan puas secara seksual.

"Meskipun pria Barat masih agak khawatir, tapi sepertinya ini adalah bukti bahwa khitan sama sekali dapat melindungi pria dan pasangannya," tambahnya.

Sebelum ini, kelompok dokter anak Amerika Serikat (AS) yang berpengaruh mengatakan khitan terhadap bayi yang baru lahir memberi manfaat kesehatan yang jauh lebih banyak ketimbang risikonya.*

8.12.13

Kekuasaan Presiden Pertama Muslim di Afrika Tengah Diganggu, Milisi Kristen Tebarkan Teror Kejam

It's not Egypt!
BANGUI – Potret mengerikan di jalan-jalan ibukota Afrika tengah, Bangui , terjadi pertumpahan darah di mana ratusan orang tewas setelah milisi Kristen melancarkan beberapa serangan dari utara , memicu kekhawatiran perang sektarian yang tidak terkendali.

Pasukan penjaga perdamaian telah berpatroli di jalan-jalan utama. Hal ini membantu menjaga penjarahan di area bisnis. Tapi kekejaman telah masuk ke dalam lingkungan warga” ujar Amy Martin, kepala Petugas PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, OCHA, mengatakan kepada Reuters pada hari Sabtu, 7 Desember.

Jika mereka (pasukan penjaga perdamaian) bisa masuk ke dalam lingkungan, kita mungkin dapat melihat penurunan dalam kejahatan ini.

Menurut Palang Merah, sedikitnya 300 tewas selama akhir pekan ini setelah ketika milisi Kristen, yang setia kepada Presiden terguling Francois Bozize, meluncurkan beberapa serangan dari utara.

Serangan milisi Kristen itu memicu serangan balasan dari para pejuang bersenjata terutama dari komunitas Muslim yang loyal kepada pimpinan baru, BBC melaporkan .

Pada hari Kamis dan Jumat, warga mengatakan pertempuran senjata telah masuk dalam lingkungan mereka dan ratusan melarikan diri ke bandara mencari perlindungan dari beberapa tentara Perancis yang berbasis di sana.

Palang Merah setempat mengatakan bahwa Jumat malam telah ditemukan 281 jasad yang telah dikumpulkan dari jalan-jalan kota.

Pendeta Antoine Mbao Bogo, mengatakan serangan itu terjadi di bagian kota pada hari Sabtu. ”Kami melihat pasukan internasional, namun belum ada dampak nyata di lapangan. Ini akan butuh waktu” katanya.

Presiden yang baru, Michel Djotodia menyatakan dirinya adalah pemimpin Muslim pertama di negara itu setelah mendepak Presiden Bozize yang beragama Kristen pada tanggal 24 Maret tahun ini.

Pemberontak Rogue, yang dipimpin oleh mantan panglima perang yang beragama Kristen telah menyiapkan kesultanan kecil dan menaburkan teror di desa-desa, membunuh, menjarah dan memperkosa.

Pasukan Prancis, yang memperkuat misi penjaga perdamaian Afrika menyebarkan pasukannya ke utara dan timur negara itu pada Sabtu untuk mengamankan jalan utama dan kota-kota di luar ibukota.

Kami sudah mulai menyebarkan pasukan di luar Bangui” kata juru bicara militer Perancis Gilles Jarron.

Pasukan strategis Perancis di Kamerun telah menyeberangi perbatasan dan sudah mulai misi pengintaian di timur. (OI.Net/KH)


Perancis Berusaha Menggulingkan Presiden Muslim Pertama di Afrika Tengah

Presiden Perancis, Francois Hollande, menegaskan perlunya pemilihan umum sedini mungkin di Afrika Tengah tanpa harus menunggu tahun 2015, ini menunjukkan bahwa Jabatan Presiden Republik Afrika Tengah tidak akan berlangsung lama lagi.

Dalam pidatonya pada saluran Perancis 24, Presiden Perancis mengatakan, ”Keberadaan Michel Djotodia dalam kekuasaan tidak akan memberikan solusi bagi masalah, bahkan sebaliknya akan memperburuk masalah,” ia menekankan akan pentingnya penyelenggaraan Pemilu sedini mungkin di Afrika Tengah tanpa harus menunggu tahun 2015, yang merupakan batas akhir masa jabatan Presiden saat ini.

Dia menambahkan, ”Jumlah tentara Perancis di Afrika tengah mencapai 1600 personil, pada beberapa jam kedepan, yang akan mengamankan daerah dan melucuti milisi-milisi dan kelompok-kelompok bersenjata disana.

Pernyataan Hollande itu datang setelah meningkatnya jumlah korban bentrokan hari kamis lalu, karena penyerangan milisi Kristen terhadpa umat Islam di Ibukota Afrika Tengah, yang mencapai 281 orang meninggal dunia.

Perlu diketahui, bahwa sejak Maret lalu, telah terjadi bentrokan di Afrika Tengah, dan kekacauan serta kerusuhan setelah penggulingan Presiden Francois Bozize, yang beragama Kristen. Dimana ia telah berkuasa selama 10 tahun dengan dukungan kuat dari mayoritas Kristen di Afrika Tengah.

Kini Milisi bersenjata melakukan agresi berdarah terhadap umat Islam dalam upaya untuk menggulingkan Presiden Muslim pertama di Negara tersebut. (hr/im)

7.12.13

Vatikan Bentuk Komisi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual di Gereja

Hidayatullah.com—Paus Fransiskus membentuk sebuah komisi khusus untuk melindungi anak-anak dari kejahatan seksual di lingkungan gereja Katolik, demikian diumumkan ooleh uskup agung Boston Kamis (5/12/2013).

“Komisi itu akan dapat memberikan nasihat kepada Bapa Suci tentang perlindungan anak-anak dan perawatan pastoral untuk korban kekerasan [seksual],” kata Kardinal Sean O'Malley kepada para reporter.

Keputusan itu merupakan langkah pertama yang diambil Paus Fransiskus dalam menanggapi masalah kekerasan seksual terhadap anak-anak oleh para rohaniwan gereja.

Kasus kebejatan moral pendeta dan rohaniwan Katolik, telah memaksa gereja membayar kompensasi ratusan juta dolar di seluruh dunia, sehingga membuat bangkrut sebuah cabang keuskupan di Amerika Serikat.

Komposisi keanggotaan dan tugas dari komisi tersebut belum diputuskan, kata O'Malley. Namun sepertinya tugas mereka antara lain mengeluarkan pedoman-pedoman terkait perlindungan anak, meningkatkan pemeriksaan umum atas para pendeta, mengkaji langkah-langkah bantuan untuk korban dan melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak berwajib dalam kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak oleh rohaniwan gereja.

Vatikan awal bulan ini dikecam karena menolak untuk membeberkan investigasi internal atas kasus-kasus kejahatan seksual. Sebagian pihak menuding Paus Fransiskus lambat dalam menangani masalah itu, lansir France24.

O'Malley tahun 2011 membuat terobosan, dengan mengumumkan kasus-kasus kejahatan seksual rohaniwan gereja yang terjadi di keuskupannya di Boston melalui database online.

Pengumuman Vatikan soal pembentukan komisi itu dilakukan pada hari ketiga dan terakhir rangkaian pertemuan tertutup antara Paus Fransiskus dengan sebuah komisi khusus beranggotakan 8 kardinal guna mendiskusikan bagaimana mereformasi tata kelola Vatikan yang sedang dililit banyak masalah itu.

Sekelompok kardinal tersebut, yang ditunjuk satu bulan setelah Paus Fransiskus menjabat, bertugas mempercepat reformasi gereja dan menangkal skandal-skandal, seperti kejahatan seksual terhadap anak dan korupsi. Mereka akan kembali rapat pada 17-19 Februari tahun depan, kata O'Malley.

Tahta Suci Vatikan bulan Januari 2014 akan ditanyai oleh Komisi Hak-Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa, terkait respon Gereja Katolik tentang masalah kejahatan seksual terhadap anak dalam kaitannya dengan Konvensi Hak-Hak Anak 1990 yang ikut ditandatangani Vatikan.*


30 Pendeta Minnesota Cabuli Anak-Anak

Hidayatullah.com—Uskup agung St Paul dan Mineapolis mengungkap ke publik 30 orang pendeta Katolik yang melakukan pencabulan terhadap anak-anak di negara bagian Minnesota.

Dilansir Russia Today Jumat (6/12/2013), Associated Press melaporkan bahwa keuskupan memiliki bukti-bukti kuat tentang kejahatan seksual terhadap anak-anak oleh puluhan pendeta Katolik itu.

Daftar tersebut juga mencakup identitas 4 pendeta pembantu, meskipun bukti kejahatan mereka masih harus diselidiki kembali.

Kejahatan seksual terhadap anak-anak di bawah umur oleh puluhan pendeta tersebut, kasusnya ada yang terjadi pada tahun 1950-an. Meskipun tidak memerinci kejahatan seksual yang dilakukan, daftar hitam para pendeta bejat itu memuat nama, lokasi dan nama paroki tempat mereka bertugas.

“Ini adalah sebuah tragedi yang menimbulkan derita tak tertahankan para korban, keluarga mereka, paroki dan gereja,” kata Uskup Agung John Neinstedt dalam tulisannya di situs online keuskupan.

Neinstedt meminta maaf dan menegaskan bahwa gereja berkomitmen agar kejahatan seksual di gereja oleh para rohaniwan terhadap anak-anak tidak terulang lagi.

Neinstedt menegaskan, daftar nama rohaniwan Katolik pelaku kejahatan seksual itu masih akan bertambah di kemudian hari.

Pengungkapan hari ini tidak dimaksudkan sebagai yang terakhir,” tulisnya.

Kami sekarang ini masih melakukan kajian komprehensif atas file-file para rohaniwan dan daftar itu akan diperbarui seiring dengan pengumuman tambahan,” imbuhnya.

Meskipun Neinstedt sudah menampilkan nama para rohaniwan bejat itu, para kritikus berpendapat gereja sangat lamban menanggapi kasus-kasus pencabulan sebelum pengadilan hari Senin (2/12/2013) memerintahkan agar nama pelakunya dipublikasikan.

Salah seorang pengacara korban, Jeff Anderson, kepada Reuters mengatakan bahwa masih banyak informasi yang harus diungkapkan oleh gereja soal kejahatan seksual para rohaniwan ke publik.

Anderson mengatakan, gereja baru bertindak setelah ditekan oleh pengadilan dan para korban.

Informasi sebenarnya yang lengkap tentang para pelaku belum semua dikeluarkan,” kata Anderson.

Sedangkan para korban, di antaranya Jim Keenan, mengatakan dalam konferensi pers hari Kamis bahwa langkah mengumumkan daftar nama pelaku itu baik. Tetapi itu hanyalah sebuah langkah kecil yang baru diambil oleh gereja.

Vatikan, sebagaimana disampaikan Uskup Agung Boston Sean O'Malley, akan membentuk komisi perlindungan anak dari kejahatan seksual rohaniwan di lingkungan gereja Katolik.*

4.12.13

Pemerintah Angola Nyatakan Perang Melawan Agama Islam

Menteri Kebudayaan Angola, Rosa Cruz Dasylva, menyatakan bahwa pemerintahannya memerangi praktek ajaran Islam dan menyerukan pembongkaran masjid yang telah banyak berdiri di Angola, seperti dikutip kantor berita JBC news.

Cruz mengatakan, ”Negara ini berasaskan pada kebebasan beragama dan akan mengintensifkan perang melawan Islam radikal yang tersebar di benua Afrika, dan khususnya terhadap masyarakat keturunan Lebanon, Afrika yang banyak menyebarkan agama ini.

Hal senada juga di ungkapkan walikota Onda, Ponto, ia mengatakan, “Wilayah Onda kini sedang melakukan pembongkaran terhadap masjid-masjid ekstrimis Muslim yang tidak diterima di Angola, dan mulai sekarang akan dilarang pembangunan masjid baru di kota ini.”

Seperti dikutip kantor berita Timur Tengah, Front Kebangkitan dan Kebebasan Islam Salafi meminta pihak berwenang Al jazair untuk mengusir Duta Besar Angola dan menutup Kedutaan Besar Angola di Aljazair. Mereka beralasan karena pemerintahan negara ini telah memerangi Islam dan kaum Muslim di Angola dan di dunia pada umumnya.

Sementara itu pemimpin Front Kebebasan, Abdel fatah Hamdash, meminta seluruh negara islam untuk mengambil langkah tegas melindungi umat Muslim di Angola dan menyerukan negara-negara Arab dan Islam mengusir Duta Besar Angola serta menutup kedutaan mereka di seluruh wilayah tanah Islam dan Muslimin. (jbc/lndk)

AS Masukkan Madrasah Ta’lim Quran dan Hadits sebagai Organisasi Teroris

Secara praktis keputusan AS tidak akan membawa dampak karena madrasah tidak mendapat bantuan dana dari luar negeri...

Madrasah Ganj Pakistan yang dituduhkan Amerika
Hidayatullah.com--Amerika Serikat (AS) menempatkan sebuah madrasah di Pakistan sebagai organisasi teroris karena dianggap mendukung Lashka-i-Toiba, Al-Qaidah, dan Taliban.

Madrasah Jamia Ta’limul-Quran-Wal-Hadith yang juga dijkenal sebagai Madrasah Ganj di kota Pesawar merupakan sekolah pertama yang masuk dalam daftar organsasi teroris.

Departemen Keuangan Amerika Serikat dalam pernyataannya menyebutkan madrasah tersebut melatih, merekrut, dan mendanai kelompok militan.

Pimpinan madrasah, Syeikh Aminullah, sejak tahun 2009 sudah masuk dalam daftar teroris karena mendukung al-Qaidah dan Taliban.

AS menuduh, para siswa di madrasah dilatih membuat bom dan juga menjadi pembom bunuh diri.

"Kami akan terus berkerja sama dengan mitra kami di seluruh dunia untuk melucuti jaringan teroris, khususnya yang berupaya menyembunyikan kegiatan jahat di balik organisasi kemasyarakatan seperti madrasah," jelas David Cohen dari bagian terorisme dan intelijen keuangan Depkeu AS, dikutip BBC.

Dengan demikian maka semua aset yang dimiliki madrasah yang berada dalam wilayah hukum Amerika Serikat akan dibekukan dan rakyat AS dilarang berhubungan dengan mereka.

Tak ada dampak praktis

Namun salah seorang pengelola sekolah membantah keras tuduhan yang diajukan pemerintah Washington.

"Lembaga kami semata-mata sebuah sekolah agama dan tidak berkaitan dengan organisasi apa pun atau terlibat dalam bentuk yang melanggar hukum atau mempromosikan ekstremisme," kata Alam Sher kepada kantor berita AP.

Sher -yang ikut mendirikan madrasah sekitar 25 tahun lalu- mengatakan Syeikh Aminullah menjadi guru sampai meninggalkan madrasah sekitar sembilan bulan lalu.

Pihak sekolah tidak mengetahui keberadaannya saat ini.

Secara praktis keputusan AS tidak akan membawa dampak karena madrasah tidak mendapat bantuan dana dari luar negeri.

Sekolah agama ini mengandalkan sumbangan masyarakat dan dari pabrik sabun milik Sher.*

Terorisme, Seperti Cerita Seri “Api di Bukit Menoreh”

Setiap peristiwa yang terkait terorisme pasti ada orang-orang misterius yang tiba-tiba saja menghilang...

Adegan penggerebekan Densus 88 di Temanggung Jawa Tengah 2009
Hidayatullah.com--Terorisme tidak lebih dari sandiwara berseri yang tidak tahu kapan episodenya akan diselesaikan. Itulah tampaknya yang terungkap dari “Diskusi Terbuka Penanganan Tindak Pidana Terorisme dalam Perspektif Hak Asasi Manusia” di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (25/11/2013) kemarin.

Salah satu pembicara, Hanibal WY. Wijayanta, Produser Eksekutif ANTV menceritakan fakta di lapangan. Berdasarkan laporan para reporter-nya dan rekan media di lapangan, ada banyak kejanggalan terkait isu terorisme ini.

Penyerbuan sebuah rumah yang diperkirakan rumah yang dijadikan sarang teroris seperti Noordin M.Top di Temanggung, Jawa Tengah, misalnya. Penyerbuan yang memakan waktu selama 18 jam itu jika diteliti lebih lanjut, menyisakan tanda tanya besar.

Diberitakan sebelum Detasemen Khusus Anti Teror (Densus) 88 saat itu diberitakan mendobrak pintu rumah dan terdengar dua kali tembakan. Kemudian suara ledakan keras. Posisi reporter ANTV saat itu berada di wilayah terdekat dengan rumah target operasi dibandingkan dengan wartawan media lainnya. Namun, menurut pengakuannya, dia tidak mendengar suara sama sekali.

Fakta lainnya, saat konferensi pers, Polri menyatakan tersangka Noordin M. Top hanya ditembak dengan satu peluru tepat mengenai jantung.

Sedangkan jika dilihat dari videonya reporter, terlihat jelas sekali rupanya hancur,” ungkap Hanibal. Itu berarti lebih dari satu tembakkan dilesatkan.

Selain itu, berdasarkan laporan warga, dua hari sebelum penembakan, polisi menangkap dua orang.

Saya tanya. Pak Susno, kami dengar ada dua orang ditangkap. Sekarang dua orang itu kemana?” tanya Hanibal pada Susno Duadji, Kabareskrim Polri waktu itu.

Jawaban Susno mengagetkan Hanibal. “Oh, itu buat nanti, dik.” Karena itu Hanibal meyakini sudah ada skenario yang dirancang.

Peristiwa yang berbau rekayasa itu makin dikuatkan dengan tanggapan salah satu perwira tentang bom buku di Utan Kayu, 2011, Jakarta.

Dik, sebenarnya Satgas Anti bom buku sudah dibentuk beberapa minggu sebelum kejadian,” ucapnya. Hanibal menilai, petugas tersebut juga sudah malas dengan segala rekayasa.

Gelagat rekayasa tidak hanya itu. Ia mendapat laporan fakta yang mengarah terhadap perekayasaan di Solo, Jateng. Setelah dua minggu menunggu perkembangan berita, salah satu temannya yang bekerja di sebuah media di sana, merasa tidak ada berita “panas”.

Karena itulah ia berencana bepergian ke luar kota.

Keinginannya itu tertunda manakala salah seorang anggota Densus lokal di sana menahannya untuk tidak bepergian.

Mas, ojo keluar disik. Nanti akan ada “acara,” begitu Hanibal menirukan perkataan anggota Densus tersebut. Benar saja. Seminggu kemudian, 25 September 2011, pemberitaan tentang peristiwa peledakan Bom Gereja Betel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, mencuat.

Hanibal menghimbau pada para teman-teman wartawan terutama jurnalis televisi untuk mengkritisi peristiwa, terutama terkait isu terorisme.

Ia melihat ada kejenuhan pewarta berita terhadap isu terorisme yang selalu ada skenario di baliknya.

Kebosanan itu mengakibatkan wartawan tidak jeli menggali fakta di lapangan.

Anda punya gambar. Anda punya bukti yang sangat jelas terhadap peristiwa kerusuhan. Anda punya cerita yang lebih detil. Dengan gambar Anda bahkan bisa bantu Komnas HAM,” ucap Hanibal, mantan wartawan Koran Tempo itu.

Mengapa Guru Ngaji?

Menanggapi fakta yang diungkap oleh Hanibal, Ketua PBNU, Slamet Effendi Yusuf, mendukung Hanibal untuk mengungkapnya dengan membuat buku.

The Untold Stories, asal bukan fitnah, dituliskan saja jadi buku,” jelasnya.

Mengomentari jawaban Susno mengenai dua orang yang dipersiapkan untuk skenario selanjutnya, Slamet mengindikasikan jawaban itu seperti sebuah sandiwara.

Seolah-olah terorisme ini seperti cerita bersambung Bukit Manoreh-nya SH. Mintardja,” ulasnya.

Seperti diketahui, cerita berseri karya SH Mintardja tahun 1967 “Api di Bukit Menoreh” terdiri dari 396 jilid. Bahkan hingga akhir hayatnya, kisah yang diambil dari sejarah berdirinya kerajaan Mataram Islam itu masih belum selesai meski si penulis telah meninggal dunia.

Sementara itu aktivis Muhammadiyah yang juga Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa B. Nahrawardaya, mengatakan bahwa setiap peristiwa yang terkait terorisme pasti ada orang-orang misterius yang tiba-tiba saja menghilang.

Ia mencontohkan seperti Kiai yang aktif di Muhammadiyah. Suatu hari Kiai yang berkegiatan di Malang pada awal 1980-an, tiba-tiba didatangi oleh orang ang mengaku ingin berguru padanya. Kiai itu memiliki disabilitas melihat (tuna netra).

Kemudian murid yang mengaku bernawa Jawat itu mengajaknya plesiran ke Yogyakarta. Sampai di sana Kiai itu dituduh sebagai pelaku Bom Borobudur.

“Ke mana Jawat?" ..."Lenyap.”

Ia mengatakan, sebetulnya pernyataan mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN), Syamsir Siregar, sudah bisa menjawab tentang skenario penggrebekkan.

Sudah sejak tahun 2005 Kepala BIN sendiri yang bilang bahwa seluruh Ormas dan Pergerakkan Islam akan disusupi intelegen,” ulas Mustofa.

Jadi jangan heran jika ada orang-orang misterius yang semula menempel pada target operasi, tiba-tiba menghilang.

Polisi, dikatakan oleh Mustofa, harus mengkritisi fakta di lapangan.

Sehari-hari ngajar ngaji, kok diumumkan jadi pelaku terorisme,” ungkap Mustofa yang banyak mengumpulkan fakta terkait kejanggalan penanganan terorisme di Indonesia.*