15.7.12

Begitulah "Mereka" dan Beginilah Umat Islam

DKI Jakarta?
Ibu Guru berjilbab rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari'at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata, "Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!" Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.

Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah "Penghapus!", jika saya angkat penghapus, maka katakanlah "Kapur!". Dan permainan diulang kembali. Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.

"Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.

Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika."

"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan lain lain. Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya. "Paham Bu Guru"

"Baik permainan kedua," Ibu Guru melanjutkan. "Bu Guru ada Qur'an, Bu Guru akan meletakkannya di tengah karpet. Quran itu "dijaga" sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet. Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet?" Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.

Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an ditukarnya dengan buku filsafat materialisme. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet. "Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar. Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pundasi yang kuat. Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau fondasinya dahulu. Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah dihancurkan..."

"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian. Mereka tidak akan menghantam terang-terangan, tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian. Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari'at Islam sedikit demi sedikit. Dan itulah yang mereka inginkan."

"Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?" tanya mereka. Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi. Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tetapi kalau diserang serentak terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak. Selesailah pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdo'a dahulu sebelum pulang..."

Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.

***

Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh Islam. Allah berfirman dalam surat At Taubah yang artinya: "Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, sedang Allah tidak mau selain menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir itu benci akan hal itu." (9:32).

Musuh-musuh Islam berupaya dengan kata-kata yang membius ummat Islam untuk merusak aqidah ummat umumnya, khususnya generasi muda Muslim. Kata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit melalui mas media, grafika dan elektronika, tulisan-tulisan dan talk show, hingga tak terasa.

Maka tampak dari luar masih Muslim, padahal internal dalam jiwa ummat, khususnya generasi muda sesungguhnya sudah ibarat poteng (tapai singkong, peuyeum). Maka rasakan dan pikirkanlah itu dan ingatlah bahwa dunia ini hanya persinggahan sementara, ingatlah akan Hari Pengadilan. Wallahu a'lamu bishshawab.

Makassar
H.Muh.Nur Abdurrahman

13.7.12

Tauhid dan Aqidah, Definisi dan Cakupan Bahasannya

Dari: http://puji.wordpress.com/2010/06/24/tauhid-dan-aqidah-definisi-dan-cakupan-bahasannya/

Tauhid dan Akidah merupakan istilah syar’i yang sering kita jumpai baik dalam buku-buku maupun ceramah Islam. Apa perbedaan istilah tersebut dan cakupan bahasannya? Berikut ulasan ringkasnya.

Pembahasan Islam dilihat dari topik bahasannya mencakup 2 bagian:
  • Aqidah
  • Amaliyah

Pembahasan aqidah berkenanan dengan keyakinan, adapun amaliyah berkenanan amaliah seorang muslim. Pembahasan tentang Thoharoh, Shalat, Puasa, Dzikir dan seterusnya merupakan amaliah, adapun iman kepada Allah, kepada Malaikat, dan seterusnya merupakan pembahasan Aqidah.

Lalu, apa bedanya antara tauhid dan aqidah?


A. DEFINISI TAUHID DAN AKIDAH

1. Tauhid
Secara bahasa:
Tauhid merupakan masdar/kata benda dari kata wahhada – yuwahhidu, yang artinya menunggalkan sesuatu.

Mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan diri-Nya. Kekhususan itu meliputi perkara rububiyah, uluhiyah dan asma’ wa shifat.

2. Aqidah
Secara bahasa:
Diambil dari kata dasar “al-‘aqdu” yaitu ikatan

Aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.


B. CAKUPAN BAHASAN TAUHID DAN AQIDAH

Para ulama telah menulis kitab-kitab Aqidah, ada yang menuangkannya secara rinci, ada pula yang secara pokok-pokoknya saja. Keyakinan para ulama terdahulu adalah sama. Diantara kitab-kitab tentang Aqidah yang ditulis oleh para ulama antara lain:
  • Ushul Sunnah wa I’tiqad Dien, Abu Zur’ah Ar-Razi (Wafat 264 H) + Abu Hatim (Wafat 277)
  • Ushul As-Sunnah, Imam Ahmad bin Hambal (164-241 H)
  • Aqidah Thahawiyah, Imam Abu Ja’far Ath-Thohawi (239-321 H)
  • Aqidah Salaf Ashabul Hadits,  Syaikhul Islam Abu Isma’il Ash-Shabuni (373H – 449 H)
  • Min Ushul Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah,  Syaikh DR. Sholeh Fauzan
  • Dan lain-lain.

Cakupan Bahasan AQIDAH

Syaikh DR. Sholeh Fauzan dalam kitabnya “Min Ushul Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” memaparkan 9 prinsip pokok dalam Aqidah. Prinsip-prinsip tersebut adalah:
  1. Rukun Iman (Iman kepada Allah, Iman kepada para malaikat-Nya, Iman kepada Kitab-kitab-Nya, Iman kepada para Rasul-Nya, Iman kepada Hari akhir, dan Iman kepada Taqdir yang baik dan buruk)
  2. Iman mencakup perkataan, perbuatan dan keyakinan, iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.
  3. Perbuatan dosa selain syirik dan kekufuran tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam.
  4. Wajibnya taat kepada pemerintah Muslim dalam hal yang bukan maksiat.
  5. Larangan memberontak kepada pemerintah selama pemerintah masih muslim.
  6. Larangan mencela para sahabat Nabi saw
  7. Mencintai Ahli Bait Nabi saw
  8. Membenarkan adanya karomah para wali
  9. Berdalil dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dan mengikuti apa-apa yang dijalankan oleh para sahabat Nabi saw
Kesembilan pokok aqidah tersebut didasarkan pada dalil-dalil Al-Qur’an  dan Al-Hadits sesuai dengan yang dipahami oleh generasi awal umat ini. Aqidah shahihah/yang benar tersebut dikenal dengan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, adapun aqidah/keyakinan yang menyelisihi aqidah tersebut disebut dengan  Aqidahnya Ahlu Bid’ah.



Cakupan Bahasan TAUHID

Adapun bahasan Tauhid merupakan bagian dari pembahasan aqidah, yakni bahasan aqidah khusus yang berkenaan dengan Rukun Iman – Iman kepada Allah.

Cakupan bahasan Tauhid meliputi:
  1. Tauhid Rububiyah
  2. Tauhid Uluhiyah
  3. Tauhid Asma wa Sifaat

C. PENTINGNYA AKIDAH DAN TAUHID

Akidah, terlebih permasalahan tauhid merupakan hal yang sangat penting dan mendasar, dakwah Nabi di mekah 10 tahun hanya terfokus pada penanaman aqidah, baru pada tahun ke 10 kenabian ada perintah Shalat, hal ini menunjukkan bahwa permasalahan aqidah adalah sangat penting dan mendasar. Barangsiapa yang tauhidnya benar, maka baik pula Islamnya, dan barangsiapa tauhidnya rusak, maka sia-sialah amalnya.


D. CONTOH KASUS

Berikut contoh-contoh untuk membantu memetakan permasalahan-permasalahan yang terkait dengan pembahasan aqidah

  • Seseorang datang ke kubur, kemudian berdoa dan meminta kepada penghuni kubur, maka hal ini merupakan pelanggaran tauhid, yakni tauhid uluhiyah.
  • Seseorang meyakini bahwa adanya penguasa laut selatan selain Allah, maka hal ini merupakan pelanggaran tauhid, yakni tauhid rububiyah
  • Seseorang yang meyakini bahwa ada Nabi setelah Nabi Muhammad saw, maka telah melakukan pelanggaran aqidah, bahkan Rukun Imannya rusak, yakni Iman kepada para Rasul, dimana salah satu point dalam iman kepada para Rasul adalah meyakini bahwa Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul terakhir
  • Seseorang melakukan zina, apakah pelakunya kafir? Perbuatan Zina merupakan dosa besar, akan tetapi tidak menyebabkan pelakunya kafir. Pelakunya juga tidak menyebabkan menjadi ahlu bid’ah karena perbuatan zina adalah perbuatan maksiat, tidak berkaitan dengan aqidah/keyakinan, yakni selama pelakunya masih meyakini bahwa perbuatan zina adalah haram.
  • Pemahaman khowarij, dimana mereka memberontak kepada Ali bin Abi Thalib ra, maka telah melakukan pelanggaran prinsip-prinsip Aqidah Islam, yakni haramnya memberontak kepada pemerintah selama pemerintah masih muslim
  • Pemahaman Qodariyah, dimana mereka tidak beriman dengan adanya takdir, maka telah melakukan pelanggaran aqidah, bahkan rukum imannya rusak, yakni berkenanan dengan Rukun Iman – Iman kepada Taqdir.

Download Ebook tentang Aqidah

8.7.12

Bukti Kebesaran Allah pada Tulang Ekor

Arrahmah.com - "Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat" (HR Al Bukhari No. 4935)

Belasan abad lamanya, hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika. Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut dikemudian hari.

"Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk" (QS Yasin: 78-79).

Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio Organizer atau pengorganisir pertama.

Pada saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan janin dimulai. Ketika ovum telah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.

Han Spemann, Ilmuwan Jerman
Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.

Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).

Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti ectoderm, mesoderm, dan endoderm terbentuk.
  • Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.
  • Mesoderm, membentuk otot halus sistim digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem limpa, limpa dan kulit luar.
  • Sedangkan, Endoderm, membentuk lapisan pada sistim digestive, sistem pernafasan, organ-orang yang berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai TULANG EKOR. 
Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak 'hancur'.

Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid juga melakukan penelitian serupa. Pada bulan Ramadhan 1423 H, mereka berdua memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit. Tulang pun berubah, menjadi hitam pekat. Kemudian, keduanya membawa tulang itu ke al Olaki Laboratory, Sana'a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti oleh Dr. al Olaki, profesor bidang histology dan pathologi di Sana'a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Bahkan sel-sel itu dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama.

Lebih dari itu berdasarkan penelitian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk, "Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life", tulang ekor ini merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan berpengaruh pada kondisi tulang ekornya. Putih bersih atau hitam kotor. Semakin banyak energy positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energy negative atau keburukan seseorang maka semakin hitamlah tulang ekornya.

Dari sinilah, balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali dicipta, dan mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-amal mereka. Ajaibnya, ini semua sudah disabdakan oleh Nabi berpuluh abad yang lalu.

"Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat." (HR Bukhari No. 4935)

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (nomor 2955),
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, "Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali."

Dari petunjuk hadist di atas, Ilmuwan muslim pada paruh kedua abad ke-20 telah mendasarkan pemahaman mereka mengenai kemukjizatan hadis tentang tulang ekor ini pada kaidah pengetahuan yang paling dasar, yaitu "Tulang ekor merupakan bagian pertama yang tumbuh dari janin, biasa disebut dengan primitive streak, yaitu bagian utama yang terbentuk pada minggu ketiga".

"Akan Kami tunjukkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami pada alam dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?" (QS Fushshilat 53)

Wallahu alam bish showab..

IRIDOLOGI: General Check-up Melalui Foto Iris Mata

Asslm. Wr. Wb.

Mata, tidak hanya sebagai indera untuk melihat dunia luar…tapi melalui mata bisa juga untuk melihat dunia didalam tubuh kita sebagai jendela kesehatan kita, khususnya organ2 vital, terutama Jantung, paru-paru, ginjal, lever & pancreas…apakah ada perurunan fungsi atau tidak. Upaya untuk memahami perubahan didalam mata dan menghubungkan perubahan tersebut dengan perubahan yang terjadi di dalaam tubuh manusia konon sudah dimulai sejak tahun 1861… Iridologi mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 2000an. Allah berfirman,

Dan apabila aku sakit, maka Allah lah yang menyembuhkanku… (QS 26:80)

Bagian atas menggambarkan kepala. Karena perut memiliki hubungan dekat dengan kepala, maka semua penyakit yang timbul dalam perut ditemukan di dalam mata. Mata sebelah kanan menunjukkan liver (hati), Thorax/rongga dada, pembuluh darah kanan dan semua organ disebelah kanan. Mata sebelah kiri dapat menunjukkan semua organ yang terletak di sebelah kiri, juga jantung, thorax kiri, limpa kecil dan pembuluh darah kecil. Kondisi kesehatan dan penyakit yang timbul dari jantung ditemukan disini, terutama lemah jantung atau jantung kronis.

Sisi paling bawah mata menunjukkan genital (alat kelamin) dan juga ginjal serta usus besar, dari sinilah sakit perut, sakit kuning, batu ginjal, batu ampedu dan gangguan kelamin dapat ditemukan.

Pelopor iridologi, Dr.Von Peczely (1826-1911), seorang dokter berkebangsaan Hongaria. Pada usia sebelas tahun, von Peczely berupaya melepaskan burung hantu yang terperangkap di kebunnya dimana dia secara tidak sengaja mematahkan salah satu kaki burung tersebut. Dia segera memperhatikan munculnya garis-garis hitam di bagian bawah mata burung tersebut. Si remaja von Peczely membungkus kaki burung tersebut, merawatnya sampai sehat dan melepaskannya setelah sembuh. Akan tetapi burung itu bertahan di kebunnya selama beberapa tahun dan von Peczely kemudian mengamati munculnya garis putih dan bengkok di bagian mata tadi dimana sebelumnya terdapat garis hitam. Kejadian itu sangat berkesan bagi si anak dan tetap dia ingat.

Von Peczely setelah dewasa menjadi dokter yang secara konsisten dan berkesinambungan meneruskan penelitiannya terhadap tanda-tanda yang terdapat di mata yang berhubungan dengan keadaan si pesakit, sehingga terciptalah Iridologi Chart yang pertama. Jadi lahirnya iridologi konon diperkirakan pada tahun 1861.120 tahun kemudian, pada tahun 1982 chart iridologi ini disempurnakan oleh Dr. Bernard Jensen yang dipakai acuan sekarang ini diseluruh dunia.

Pentingnya Iridologi

Proses uji laboratorium sekarang ini, yang tidak selamanya perlu, biasanya sangat mahal, menghabiskan waktu dan sering tidak nyaman bagi pasien. Dengan iridologi, kita memiliki cara pandang terhadap tubuh dengan cara sederhana, baik, ekonomis dan aman. Sebaliknya iridologi bisa digunakan bersamaan dengan sistem diagnosis di laboratorium.  Sekarang, lebih dari yang pernah diutarakan dalam sejarah, kita membutuhkan sarana akurat dan lebih mudah untuk menganalisa kondisi pasien. Iridologi memberikan perspektif khusus, yaitu pengobatan preventif. Iris mata (selaput pelangi), dapat menunjukan masalah pada awal mulanya, jauh sebelum gejala penyakit ada. Dengan informasi ini program kesehatan dapat dikembangkan yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan khusus pasien, sehingga mencegah timbulnya penyakit.

Mengelompokan daftar gejala menurut penyakit, guna mengidentifikasi dan memberikan obat yang bisa mengurangi gejala penyakit mengidentifikasikan gangguan yang terjadi dalam tubuh sebagai penyebab gejala awal merupakan aset penting dalam perumusan terapi pengobatan via Iridologi ini. Bila seseorang sepenuhnya memahami kemampuan untuk memastikan apa yang terjadi didalam tubuhnya, maka dia akan menyadari bahwa iridologi benar-benar sebagai ilmu pengetahuan yang layak dipertimbangkan pada masa kini dan masa yang akan datang.

Iridologi merupakan ilmu yang menganalisa tanda-tanda awal gejala penyakit, seperti warna, dan struktur iris untuk mendapatkan informasi penting mengenai keadaan kesehatan seseorang. Otak menerima laporan kesehatan itu selanjutnya akan menunjukkan keadaan sel dan organ tubuh di iris mata. Hal ini dikarenakan iris mata bertindak sebagai  miniatur bagi syaraf otak yang mempunyai hubungan dengan semua organ tubuh manusia. Seorang ahli iridologi dapat melihat organ-organ di tubuh sperti usus, pankreas, lever, ginjal dan lain-lain apakah terjadi penurunan fungsi atau masih dalam keadaan normal.

Iridologi berkaitan dengan studi tentang struktur jaringan yang sangat rumit. Ada lebih 50 bagian khusus yang telah dibuat bagan grafiknya (pemetaan) pada setiap iris mata. Iris mata sebelah kanan berkaitan dengan sisi tubuh sebelah kanan dan iris mata kiri berkaitan dengan sisi tubuh sebelah kiri. Karena itu ada banyak fungsi organ-organ tubuh yang bisa dideteksi dengan tingkat ketepatan 80%.

Fungsi Iris Mata

Di atas telah dijelaskan bahwa iris mata merupakan pusat dimana terkumpulnya segala system saraf tubuh manusia. Setiap perubahan yang berlaku pada tubuh akan disampaikan ke otak. Segala informasi yang digambarkan oleh otak akan pula dipancarkan sama halnya kepada iris mata. Diiris mata inilah kita akan dapat melihat segala perubahan dan ketidakseimbangan sistem tubuh manusia.

Di dalam iris mata manusia terdapat 7 zona atau lapisan utama yang menggambarkan semua fungsi dan organ tubuh manusia. Ketidakseimbangan di dalam system tubuh dapat dikesan berdasarkan 7 zona atau lapisan iris mata, sebagai berikut:
  1. Lingkaran 1 : Perut/Lambung
  2. Lingkaran 2 : Usus besar & usus kecil
  3. Lingkaran 3 : Jantung, Bronkia , Pankreas, Adrenal, Pituatary, Empedu,dll
  4. Lingkaran 4 : Prostat, Uterus (Rahim), Skeleton (Rangka)
  5. Lingkaran 5 : Otak, Paru-paru, Hati, Limpa, Ginjal, Thyroid, dll.
  6. Lingkaran 6 : Otot-otot, saraf motorik, tingkat stress
  7. Lingkaran 7 : Kulit & Kolesterol

Sistem Tubuh yang Tidak Sempurna

Sistem tubuh yang tidak sempurna atau mengalami kelemahan atau kadang-kadang dapat dikatakan berpenyakit, dapat dilihat apabila iris mata menunjukan beberapa tanda seperti adanya:
  1.  Garis-garis toksin (hitam pekat)
  2.  Sepadan toksin (bintik2 hitam)
  3. Sepadan dan lingkaran mata
  4. Kantung-kantung toksin
  5. Getaran/gelombang (biasanya pada perut & usus)
Mata yang sempurna (sehat) menggambarkan sistem badan yang tidak diserang oleh berbagai penyakit akan kelihatan bersih dari berbagai tanda-tanda adanya toksin, seperti disebutkan di atas. Bagi penduduk Asia hanya mata yang berwarna kuning saja yang membuktikan bahwa pemiliknya tidak mengadapi berbagai penyakit.

Semoga informasi singkat mengenai Iridologi ini bisa memberi gambaran dan membawa manfaat bagi pembaca untuk lebih memperhatikan pentingnya sehat, lebih baik “mencegah datangnya penyakit dari pada mengobati penyakit”. Hal ini karena sejak manusia pertama diciptakan, kebanyakan manusia melupakan 2 nikmat yang diberikan Allah, yaitu nikmat Kesehatan dan nikmat Kesempatan.

Wasslm. Wr. Wb.

Gunawan Setyabudi (Iridology’s therapist)
Griyomapan Sentosa FB III-68, Waru, Sidoarjo
08123236870

Pengaruh Doa Terhadap Kesembuhan

Commission on Scientific Signs of Qur’an & Sunnah

Adalah lembaga pengkajian aspek Sains & teknologi dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Didirikan pada tahun 1987 di bawah suvervisi Rabithah Alam Islami di Makkah Al-Mukarromah. Penggagasnya adalah seorang ulama asal Yaman, Syekh Abdul Majid Zendani. Beliau adalah seorang ahli farmasi yang sangat menguasasi sains moderen, tafsir dan hadits. Sekarang dipimpin oleh Syekh Dr. Abdullah Al-Mushlih, seorang ulama Saudi Arabia.

Setiap kita mengunjungi orang sakit, kita selalu mendoakannya agar diberi Allah kesembuhan. Namun, sejauh mana keyakinan kita terhadap pengaruh do’a yang kita ucapkan tersebut terhadap kesembuhan orang yang kita kunjungi tadi? Jangan-jangan kita mengucapkannya hanya sekedar kebiasaan; dengan kata lain sebatas diucapkan dengan lisan, tanpa diiringi keyakinan bahwa doa’ tersebut merupakan salah satau metode pengobatan yang diajarkan Rasululullah Saw kepada umatnya.

Lantas, apa pengaruh do’a terhadap kesembuhan? Inilah yang dipelajari Dr. Dhiyak Al-Haj Husen, seorang pakar kesehatan bidang rematik di Ingris, anggota Asosiasi Pengonatan Sakit Punggung dan Akupuntur Ingris dan juga anggota Asosiasi Pengobatan Sakit Punggung Dengan Laser di Amerika.

Dalam sebuah eksperimen yang dilakukannya menggabungkan metode pengobatan moderen dengan metode Nabi (Thibbunnabawi) dengan tujuan mengetahui dengan pasti sejauh mana efektifitas Laser yang dibarengi dengan do’a dalam mengobati penyakit punggung / tulang belakang yang diderita para pasiennya.

Dr. Dhiyak menjelaskan bahwa penyakit bagain belakang / punggung adalah yang paling banyak diderita manusia saat ini setelah rematik, berdasarkan kunjungan para penderita ke dokter. Dalam berbagai penelitian dijelaskan bahwa hamper 80 % penghuni bumi saat ini pernah menderita sakit di bagian bawah punggung semasa hidup mereka.

Melihat adanya efek samping dari obat-obat dan konsentrasi para pakar kesehatan hanya terhadap aspek fisik tanpa peduli terhadap aspek rohani maka muncul berbagai tawaran untuk menggunakan pengobatan komprehensif (penyempurna) seperti kemoterapi, akupuntur, laser dan pengobatan fisik-psiskis seperti meditasi (merenung) dan doa untuk kesembuhan.

Berdasarkan pemikiran tersebut saya menggabungkan antara metode pengobatan moderen dengan pengoatan Nabi (Thibbunnabawi) dalam penelitian / eksperimen yang saya lakukan. Hal tersbeut saya lakukan untuk mengetahui secara pasti efektifitas Laser dengan do’a dalam mengobati sakit punggung yang diderita para pasien.

Saya menerapkan metode tersebut kepada 40 pasien yang umur mereka berkisar antara 30 sampai 65 tahun. Semua mereka adalah penderita penyakit punggung lebih dari tiga bulan. Para pasien tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama dengan menggunakan sinar laser ringan saja di tempat-tempat / titik-titik akupuntur sebanyak 40 titik di semua tubuh mereka. Kelompok kedua dengan melakukan hal yang sama, namun ditambah dengan do’a yang diajarkan Rasul Saw:

أسأل الله العظيم رب العرش العظيم أن يشفيك

Aku memohon pada Allah yang Maha Agung, Tuhan Pencipta singgasan yang agung agar berkenan menyembuhkanmu

Do’a tersebut saya baca sebanyak tujuh kali setiap titik akupuntur saat menngunakan laser, tanpa didengar dan diketahui oleh sang pasien bahwa saya menggunakan do’a agar terhindar dari mispresepsi.

Penilaian tingkat rasa sakit dan sejauh mana kemampuan pasien untuk membungkuk (ruku’) diakukan langsung setelah selesai terapi, kemudian setelah 4 pekan, 8 pekan, 12 pekan dan setelah 6 bulan.

Hasilnya sangat mengagumkan. Kelompok dengan menggunakan do’a ternyata sudah mengalami proses kesembuhan secera signifikan sejak selesai terapi dan terus meningkat kesembuhannya sampai setelah enam bulan berikutnya. Sedangkan yang tidak menggunakan do’a hanya megalami sedikit perubahan sejak selesai terapi dan setelah beberapa pekan saja. Setelah dua bulan rasa sakit datang kembali.

Subhanallah... Sebuah hasil penelitian seorang pakar yang sangat mengagumkan dan dapat dipercaya kebenarannya. Sebab itu, Lembaga Saintifik dalam Qur’an dan Sunnah (Commission on Scientific Signs of Qur’an & Sunnah) mengajak untuk memperbanyak do’a saat Anda menghadapi sakit, apakah yang sakit itu istri/suami, anak-anak, karib kerabat dan siapa saja yang Anda kunjungi. Dengan penuh keyakinan do’a Anda dikabulkan Allah. Anda pasti akan menyaksikan hasilnya dengan izin Allah.

Separah apapun penyakit yang diderita, maka jangan sekali-kali berputus asa akan rahmat Allah. Kewajiban kita meminta kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan Pencipta singgasana yang agung agar berkenan menyembuhkan penyakit kita.. Amin!

Bersyukurlah, Allah Masih Mau Menguji Kita!

"Sesungguhnya kecepatan kita untuk menerima kenyataan, yang musti terjadi, hasilnya sangat menakjubkan. Karena itu akan segera merelakan kenyataan itu dan kemudian melupakannya selama-lamanya," ujar pakar psikologi terkenal, Dale Carnegie.

Kebanyakan orang menjadi lemah karena musibah yang menimpanya. Bahkan, sudah tidak aneh juga kita mendengar orang yang kehilangan akal sehatnya lantaran mengalami tekanan akibat musibah. Beban hidup yang terlalu berat dapat mengakibatkan tekanan batin yang hebat. Dalam ilmu psikologi, disebut depresi. Ungkapan Dale Carnegie di atas, mengajak orang membatasi kesulitannya dengan menghadapi kenyataan dan bersiap menerimanya. Sebab, semakin seseorang larut dalam kesedihan, maka ia dapat kehilangan kontrol atas dirinya sendiri, dan menjadi seperti orang sakit jiwa.

Diceritakan tatkala anak-anak Nabi Ya'qub alaihissalam, datang menemui beliau sambil berpura-pura nangis karena kehilangan puteranya, Yusuf Alaihi salam, yang dikatakkan mati dimakan serigala. Nabi Ya'qub tidak mempercayai apa yang dikatakan anak-anaknya itu, dan ia mengeluarkan kalimat yang diabadikan dalam Al-Qur`an, "Kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongannya terhadap apa yang kamu ceritakan." (QS Yusuf: 83)

Nabi Ya'qubpun tetap menanti kembalinya Yusuf yang hilang antara hidup dan mati. Haripun berlalu, masapun bertukar. Tapi ia tak kunjung putus harapan. Sebagaimana ucapannya yang juga disebutkan dalam al-Quran: "Kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku, sesungguhnya Dialah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS Yusuf: 83)

Ternyata, musibah itu telah menambah kebaikan yang sangat besar pada diri Nabi Ya'qub as.

Ada analogi yang baik kita renungkan. "Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak tetapi temannya tdk bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja. Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada dibawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali.

Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yg sama. Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah org itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit temannya menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yg berisi pesannya. Tuhan kadang-kadang menggunakan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya, Seringkali Tuhan memberi berkah, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Karena itu memang lebih tepat jika Tuhan menjatuhkan "batu" kepada kita."

Karena itu, bersyukurlah bila masih diuji...

Kenali Cara Allah SWT Mewujudkan Harapan Kita

Oleh: Lidus Yardi

HIDUP manusia bisa diibaratkan sebatang rokok. Api rokok adalah semangat yang membutuhkan waktu untuk membakar batang rokok. Abu rokok adalah kegagalan yang jatuh ke bawah dalam upaya mengeluarkan asap rokok yang membumbung tinggi ibarat sebuah cita-cita.  Begitulah manusia hidup, butuh waktu, punya semangat, dan kadangkala mengalami kegagalan dalam menggapai cita-citanya. Tidak ada kesuksesan hidup yang digapai secara instan.

Untuk menggapai cita-cita, tujuan, atau harapan dalam hidupnya manusia senantiasa berusaha (ikhtiar). Agar usahanya terasa maksimal, dibuatlah berbagai program, target, atau langkah-langkah yang ditempuh. Namun kenyataan hidup mengajarkan, apa yang dilakukan kadangkala tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Usaha tidak sebanding dengan hasil yang diinginkan. Rencana dan target kehidupan, hasilnya jauh diluar perkiraan. Inilah yang kita sebut dengan satu kata: kegagalan!

Memaknai Kegagalan

Kegagalan adalah bukti bahwa manusia memiliki keterbatasan dan kelemahan. Manusia hanya wajib berusaha tetapi tidak wajib untuk berhasil. Manusia boleh berencana, namun garis (takdir) kehidupan telah punya rencananya sendiri. Di sini, kegagalan dalam hidup mengajarkan satu hal kepada kita, bahwa kita manusia adalah makhluk yang jauh dari kesempurnaan. Yang sempurna hanyalah pemilik diri dan jiwa manusia, dialah Allah SWT.

Di saat kegagalan sebagai akhir dari usaha yang didapatkan, suasana yang menyelimuti diri adalah resah, kecewa, bahkan putus asa. Kondisi saat itu memerlukan tempat kita bersandar, nasihat yang memotivasi, dan kekuatan untuk bangkit kembali. Sehingga harapan-harapan baru muncul sebagai pemantik potensi yang kembali melahirkan aksi. Disinilah rekonstruksi visi sangat penting sekali. Visi hidup, terutama sebagai Muslim sejati, tidak terbatas di dunia ini tapi jauh menembus kehidupan ukhrawi.

Jika keyakinan adanya kehidupan lain setelah kehidupan di dunia ini terpatri, sungguh tidak akan ada ruang bagi kita untuk berhenti berharap atau berputus asa. Karena pergantian waktu senantisa memberi nasihat, bahwa harapan masih ada jika nafas dan kesadaran masih ada. Berhenti berharap, larut dalam alunan keputus-asaan, adalah sebuah dosa dan bentuk mentalitas kekufuran (QS. Yusuf: 87).

Padahal janji Allah SWT terhadap insan yang senantiasa menjaga harapan telah dinyatakan. Allah SWT berfirman:

“Berharaplah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan harapanmu sekalian.” (QS. Almukmin: 60). Allah SWT akan mengabulkan harapan bagi siapa saja yang berharap hanya kepada-Nya (QS. Al Baqarah: 186).

Cara Allah SWT mewujudkan harapan

Persoalannya, yang sering alfa dalam pengetahuan sebagian orang adalah, bagaimana Allah SWT memperkenan atau mewujudkan harapan-harapan itu? Pemahaman terhadap jawaban pertanyaan ini penting, agar terhindar dari prasangka buruk (su’uzzhan) terhadap diri apatah lagi terhadap Allah SWT.

Dalam hadits riwayat Ahmad dan al-Hakim dari Abu Sa’id dijelaskan oleh Rasulullah SAW tiga cara Allah SWT mengabulkan setiap harapan atau do’a hamba-Nya. Dengan catatan, seorang hamba tersebut tidak memutuskan hubungan silaturrahim dan melakukan dosa besar. Cara Allah SWT mengabulkan harapan (do’a) tersebut adalah:

Pertama, harapan itu langsung dikabulkan atau dalam waktu yang tidak berapa lama.
Di antara golongan manusia yang mendapat prioritas cepatnya terkabul harapannya, sesuai dengan beberapa penjelasan hadits Rasulullah SAW yaitu orangtua, orang yang teraniaya, pemimpin yang adil, juga harapan kebaikan dari seseorang kepada orang lain yang jauh dari dirinya. Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang Muslim mendo’akan saudaranya yang tidak berada dihadapannya, melainkan malaikat akan berkata: ‘Dan engkau juga mendapatkan yang seperti itu." (HR. Muslim).

Kedua, harapan itu ditunda di dunia dan menjadi tabungan pahala yang akan diterima di akhirat nanti. Seringkali misalnya, keadilan di dunia sulit didapatkan, namun percayalah keadilan akhirat pasti ada. Pengadilan akhirat tidak pernah pandang bulu bahkan menerima sogokan dalam memvonis kasus kehidupan di dunia. Kesadaran ini seharusnya memupuk optimis atau harapan dalam hidup. Sebab, senantiasa berharap (raja’) atas nikmat dan ridho dari Allah SWT merupakan akhlak yang terpuji yang mampu memupuk keimanan dan  mendekatkan diri seorang hamba kepada-Nya. Hasil kebaikan ini senantiasa akan mendapatkan balasannya. Tidak di dunia, di akhirat pasti.

Ketiga, dijauhkan dari keburukan yang sebanding dengan harapan itu. Dengan kata lain, Allah SWT mengabulkan harapan dengan mengganti sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan, yaitu terhindar dari musibah yang seharusnya menimpa kita. Atau mengganti harapan itu dengan sesuatu yang tidak pernah kita harapkan. Mengapa? Karena Allah SWT lebih tahu apa yang terbaik bagi kehidupan hamba-Nya (QS. Al Baqarah: 216). Sebab, Dia-lah zat yang menguasai yang awal, yang akhir, yang zahir, yang bathin, dan Maha Mengetahui segala sesuatu (QS. Al Hadid: 3).

Rencana Allah SWT lebih hebat

Apa yang diharapkan oleh seorang hamba boleh jadi hal itu sesuatu yang buruk baginya. Sebaliknya, apa yang tidak diharapkan boleh jadi itulah yang terbaik untuk kita.

Perhatikanlah firman Allah SWT yang mulia ini.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu. (Mengapa?) Allah maha mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Albaqarah: 216).

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa, rencana Allah SWT terhadap diri kita lebih hebat dari rencana yang kita buat. Oleh sebab itu, logis jika kita dilarang berhenti berharap karena hal itu tidak akan mendatangkan kebaikan apapun.

Ada di antara kita, bahkan boleh jadi kita pernah melakukannya. Mengeluh dan dengan tega  mengatakan: “Saya tidak memiliki apa-apa dan siapa-siapa lagi dalam hidup ini”.

Padahal, bumi masih gratis untuk kita pijak. Langit tidak dibayar memayungi kita. Oksigen masih tersedia untuk nafas kita. Angin masih kita rasakan hembusannya. Waktu masih tersisa untuk berkarya. Raga masih ada bukti kita nyata. Lalu, pantaskah kita mendustakan nikmat Allah SWT tanpa ada alasan? Allah SWT berulang kali mempertanyakan persoalan ini agar kita senantiasa bersyukur dan berpikir (perhatikan QS. Ar Rahman).

Segalanya Indah

Akhirnya, kehidupan yang kita lalui akan senantiasa bermuara kepada dua hal, yakni bahagia dan kecewa. Begitulah kodrat perasaan manusia. Namun rasa bahagia dan kecewa bisa menjerumuskan manusia ke dalam kubang kemaksiatan bila hal itu tidak disikapi dengan bijak. Karenanya, seorang Muslim harus mampu menjaga keadaan dirinya dalam kondisi apapun untuk senantiasa menumbuhkan ladang kebaikan dan pahala. Caranya, senantiasa berdzikir dengan menjadikan sabar dan shalat sebagai perantara untuk menghadirkan pertolongan Allah SWT (QS. Albaqarah: 153).

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh menakjubkan perkara orang-orang mukmin. Karena segala urusannya merupakan kebaikan. Ketika mendapat nikmat ia bersyukur, karena bersyukur itu baik baginya. Ketika mendapatkan musibah ia bersabar, karena sabar itu juga baik bagi dirinya." 


Dengan kata lain, perkara apapun bagi seorang mukmin sejati, seluruhnya  menjadi indah di hati. Semoga Allah SWT membantu kita merealisasikannya dalam kehidupan ini. Insya Allah! Wallaahu a’lam. *

Penulis adalah guru Agama Islam SMKN 3 Teluk Kuantan dan Sekretaris Majelis Tabligh PD. Muhammadiyah Kuantan Singingi.  Beberapa tulisannya pernah dimuat : Republika, Riau Pos, Suara Muhammadiyah, hidayatullah.com, pendidikan.net, dll. E-mail: lidusyardi@yahoo.co.id

1.7.12

Mursi: Saya Tak Takut kepada Siapapun, Kecuali Allah

Muhammad Mursi Presiden Mesir terpilih tiba-tiba muncul di tengah kerumunan massa di alun-alun Tahrir Kairo yang tengah berdemonstrasi menentang kekuasaan militer Jumat kemarin (29/6).

Di hadapan ribuan massa, Mursi membuka jaketnya untuk menunjukkan bahwa ia tidak memakai jaket anti peluru. Ia menyatakan. “Saya merasa tentram. Saya bersyukur kepada Allah SWT dan kepada kalian semua. Saya tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah SWT.

Di alun-alun Tahrir, secara sembolik massa melantik Mursi sebagai presiden. Mursi juga kemudian membacakan sumpahnya di hadapan rakyat, yang ia sebut sebagai sumber kekuasaan terbesar. Pelantikan dirinya secara resmi akan dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi hari Sabtu ini (30/6).

Mursi juga berjanji akan menjadi presiden untuk segenap rakyat Mesir, sambil menyatakan bahwa, “Revolusi harus dilanjutkan hingga tercapai tujuan. Saya berjanji tidak akan tunduk pada kekuasaan lain.” Yang ia maksud adalah kekuasaan yang dideklarasikan oleh Dewan Agung Angkatan Bersenjata.

Ia juga berjanji akan membebaskan seluruh warga sipil yang ditahan oleh militer dan akan menegakkan keadilan bahwa warga yang tewas dalam konflik tahun lalu.

Mursi juga berjanji akan berupaya membebaskan tokoh Islam, Umar Abdul-Rahman yang ditahan di AS yang dituduh terkait pengeboman gedung World Trade Center pada tahun 1993.(fq/afp)

Zionis Telah Tiba di ASEAN & Bersatu Padu dengan Penganut Buddha di Myanmar (Burma)? -1.

KEGANASAN YANG BERTERUSAN DI WILAYAH ARAKAN, MYANMAR, SELEPAS MENYAMPAIKAN MEMORANDUM KEPADA KEDUTAAN MYANMAR DI KUALA LUMPUR PADA 15 JUN 2012.
  1. Kg. Kunia Para, Daerah Maungdaw. 40 Pemuda dipanggil oleh penguatkuasa secara baik untuk mesyuarat. Mereka digari, ditutup mata kemudian dibawa ke ibu pejabat NASA-POLIS-LUNTIG. Seorang lagi gadis bawah umur telah dirogol sampai mati manakala ibu kandungnya dibunuh awal sebelum itu. 
  2. Nalbonia bahagian selatan Maubgdaw. 35 Pemuda dikurung dengan kejam dan ditutup mata  dengan kain.
  3. Bakguna , bahagian selatan Maungdaw. 16 orang Pemuda  Rohingya  dibawa oleh Penguatkuasa . Mereka dikatakan telah hilang. Setakat ini keluarga mereka tiada tahu sama ada masih hidup atau mati 
  4. Nurullah Para. Bahagian selatan Maungdaw. 5 orang pemuda ditembak mati manakala 9 orang wanita dirogol secara kejam  sampai mati. 
  5. U-dong bahagian Selatan Maungdaw. 2 orang ditembak mati di dalam masjid JAMEK YANG TERBESAR, antara yang mati ialah Imam Masjid dan Ketua Pendakwah Islam (Ameer).     39 orang pemuda ditahan. 
  6. Syarkumbok. Bahagia Selatan MAungdaw.  41 Orang Pemuda  telah ditahan dan dibawa ke Ibu Pejabat NASAKA di 10 batu BTD dalam Hutan. 
  7. Syarfaddin Vill bahagian utara Maungdaw.  seorang lelaki ditangkap dan dibawa ke Ibu  Pejabat NASAKA. 
  8. ASYIKA PARA. 15 orang pemuda ditahan dan dibawa ke batu 10 dalam Hutan 
  9. Nanshong Utara Maungdaw.  Penguatkuasa membuat kutipan wang sebanyak KYT 100,000 cukai dari rumah ke rumah.. 
  10. 4 Buah Masjid Dimusnah selepas Menyampaikan Memorandum kepada Presiden Myanmar 
  11. Qiladong -16 orang pemuda telah ditahan 
  12. Quarter 5-di pekan maungdaw- seorang bekas ahli parlimen MP UNION OF BURMA, Faisal Bin Kalu Baiddow, ditahan oleh penguatkuasa, yang kedua, Abu Fayaz seorang jutawan ditahan bersama anaknya Anuar Husin dan dirampas barang kemas seberat 720 gram dan wang bernilai KYT 200 000.(RM8000), Mohammad Ali Bin Farouk bersama 4 orang pemuda. 30 orang pemuda masih dicari oleh pihak penguatkuasaa untuk ditangkap. 
  13. Quarter 2-Seorang budak perempuan penjual sayur terus ditembak mati tanpa belas kasihan.
REPORT SEJAK 03- 15 JUN 2012
  1. Syiqdar para Daerah Maungdaw:  Jumlah kematian adalah seramai 11 orang dan 30 orang cedera. 
  2. Kainda para dan Samnia paraDeerah Maungdaw: 13 orang pemuda telah mati dan 17 orang telah hilang. 3 orang  lagi cedera parah kerana ditembak oleh askar Myanmar yang zalim. 
  3. Batu 4 daerah  Maungdaw: satu perkampungan Islam dimusnahkan oleh penganut kuffar dikawasan majority Bukan Islam disekitar Quater polis tentera@ lonting. 
  4. A’ara prang daerah Rathi daung: dalam satu kampung, 60 buah perumahan telah dibakar oleh Penduduk majoriti  Buddha. 
  5. Kampong kudai kong: 150 perumahan telah dibakar dan semua penduduk Islamnya di sembelih termasuk wanita dan kanak-kanak. 
  6. Sara Prang di Daerah Rathi Daung:  130 Buah perumahan telah dimusnahkan dan semua penduduknya hilang. 
  7. Ziddi Prang daerah Rathi daung: 150 Buah perumahan Islam telah musnah serta semua penduduk kampungya telah dibunuh kejam. 

DILAPORKAN OLEH:
MV. MOHAMMAD SAYEM 
MV. MOHAMMAD RAFIQ
DARI: NAHZDATUL MUFAQQIRIN, (NGO)
MAUGDAW TOWNSHIP ARAKAN STATE , BURMA,MYAMAR
DISAHKAN OLEH: MOHAMMAD ISLAM SULTAN AHMAD (UNIROD)

Perhubungan melalui telefon bimbit secara rahsia kerana pihak yang melaporkan dilarang menggunakan alat-alat telekomunikasi seperti alat rakaman radio dan sebagainya.
Daerah Kawtow@ kiok tow
  1. Hondal para 
  2. Bargua para    

SENARAI KAMPUNG DAN MASJID DI SITWE YANG DIBAKAR OLEH BUDDHA
  • KEMBOH PARA - 1 MASJID 
  • FURAM PARA - 2 MASJID 
  • ZAILAR PARA - 5 MASJID 
  • BUHOR PARA -1 MASJID 
  • FOLTON PARA - 1 MASJID 
  • SHUN DORI PARA  -1 MASJID 
  • DIROM PARA  - 1 MASJID 
  • GODUBAH PARA - 1 MASJID 
  • FORHALI PARA - 1 MASJID 
  • NOYAH PARA - 1 MASJID 
  • SHEL GARA PARA - 1 MASJID 
  • HONSI  PARA - 1 MASJID 
  • AM BARI PARA - 1 MASJID 
  • SINKIR PARA  - 1 MASJID 
  • SANTOLI PARA - 1 MASJID 
  • BODUR MURKAM - 1 MASJID 
JUMLAH KESELURUHAN MASJID YANG DIBAKAR ADALAH SEBANYAK 21 BUAH MASJID.

SUMBER: MAKLUMAT DARI AKYAB SITTWE

Setakat ini, jumlah anggaran kematian keseluruhan di Wilayah ARAKAN adalah 15000 orang.

Anggaran jumlah orang yang hilang adalah anggarannya sebanyak 30, 000.
Jumlah orang yang ditahan adalah 5000 orang dan kebanyakan mereka adalah pemuda.
  
SUMBER: 
PERSATUAN ULAMA, NAHZDATUL MUFAQQIRIN, (NGO)
MAUGDAW TOWNSHIP ARAKAN STATE , BURMA,MYAMAR
DISAHKAN OLEH: MOHAMMAD ISLAM SULTAN AHMAD (UNIROD)

(Syed Haleem Hassan)