19.5.12

Seribu Tahun Lagi Penduduk Jepang Punah

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Penduduk Jepang diramalkan bakal punah dalam seribu tahun ke depan. Prediksi itu lantaran populasi anak-anak hingga usai 14 tahun di Jepang yang kini mencapai 16,6 juta jiwa, terus menyusut dan berkurang satu orang tiap 100 detik.

"Jika angka kelahiran terus menurun, perlahan-lahan Hari Anak pada 5 Mei 3011 mendatang hanya akan dirayakan seorang anak saja. Seratus detik kemudian, tidak akan ada lagi anak yang tersisa," kata Hiroshi Yoshida, profesor ekonomi di Universitas Tohoku, seperti disitat dari Daily Mail, Senin (14/5) kemarin.

Yoshida mengatakan, sejak medio 1975, angka kelahiran di Negeri Matahari Terbit itu terus anjok. Saat itu, tingkat kesuburan penduduk Negeri Sakura merosot hingga di bawah dua per wanita.

Pemerintah Jepang memproyeksikan, jika dalam 50 tahun ke depan angka kelahiran di Jepang bakal menjadi 1,35 anak per wanita, atau berada di bawah standar kesehatan normal. Jika jumlah anak berkurang, jumlah lansia akan bertambah.

Dan ledakan lansia itu bakal membuat Pemerintah Jepang pusing tujuh keliling. Pasalnya, Pemerintah Jepang harus menyiapkan dana pensiun dalam jumlah besar, sementara jumlah usia produktif terus berkurang.

Ledakan lansia itu bisa diukur dari jumlah penjualan popok dewasa yang sejak 1987, terus melejit melampaui jumlah penjualan popok bayi. Hal itu diungkapkan Produsen popok Unicharm yang sudah menjual popok sejak 1981.

Teori dalam studi itu diperkuat dengan angka harapan hidup di Asia Timur itu merupakan yang tertinggi di dunia. Saat ini, lebih dari 20 persen orang Jepang berusia 65 tahun. Angka itu menjadikan Jepang sebagai negara dengan harapan hidup tertinggi di dunia. Harapan hidup di Jepang meningkat dari 86,39 tahun pada 2010 menjadi 90,93 tahun pada 2060 untuk wanita, dan 79,64 tahun menjadi 84,19 tahun untuk pria.

Kaum imigran ke Jepang juga sangat sedikit. Apalagi banyak tentangan dari para pemuda Jepang yang menolak masuknya imigran usia produktif.

Baca juga: Singapura Merana karena Bayi... Kok Bisa?

Shariffa Carlo, dari Benci Berubah Cinta Islam

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--Sebaik-baiknya manusia berencana, Allah Yang Maha Besar yang menentukan. Demikian benang merah kisah perkenalan Shariffa Carlo dengan Islam. "Aku tahu seluk beluk tentang Islam. Tapi saat itu, aku memiliki agenda untuk menghancurkan Islam," kenang Sharifa.

Keterlibatan Shariffa dalam kelompok anti Islam boleh dibilang tidak sengaja. Saat itu, anggota kelompok itu melihat bakat dan kemampuannya seperti keahlian berdiplomasi dan menguasai isu-isu Islam dan Timur Tengah. "Orang itu lalu berkata padaku jika bergabung maka ada jaminan aku akan bekerja di kedutaan besar AS di Mesir. Dia ingin aku pergi kesana untuk berbicara dengan muslimah dan mendorong gerakan terkait hak-hak perempan," kata dia.

Saat itu, Shariffa melihat tawaran itu sungguh menarik. Belum lagi, hal yang diperjuangkan adalah perempuan. Sharifa paham betul, muslimah adalah individu tertindas. Tentu, niatan dirinya untuk membantu perjuangan para muslimah menjadi besar. "Aku ingin membawa mereka pada kebebasan," ucapnya.

Sebagai bekal pendekatan terhadap muslimah, Shariffa mulai mendalami Alquran dan sejarah Islam. Ia juga belajar bagaimana memutarbalikan fakta dalam Alquran untuk tujuan tertentu. Shariffa pun menyadari apa yang dilakukannya itu kian mendekatkan dirinya dengan Islam. "Aku mulai tertarik, tapi aku coba untuk menahan ketertarikan itu dengan mempelajari ajaran Kristen secara mendalam," kata Shariffa.

Niatan itu dilakukannya. Ia minta seorang teolog lulusan Harvard untuk menjadi pembimbingnya. Namun, pembimbingnya itu justru sosok yang meragukan sejumlah kepercayaan dalam kristen seperti masalah Trinitas dan kenabian Yesus.

"Diawal aku merasa ditangan yang benar, tapi ternyata profesor ini seorang yang percaya bahwa Yesus adalah seorang Nabi," kenang dia.

Shariffa pun kembali mencari penolakan atas kebenaran ini dengan mengkaji kembali isi alkitab berbahasa Yunani dan Ibrani. Ternyata, ia menemukan hal yang mengejutkan. Apa yang ia baca serupa dengan apa yang dipelajarinya.Kepercayaannya terhadap Kristen runtuh seketika. "Aku saat itu tidak bisa menerimannya, aku tetap memaksakan bahwa Kristen yang benar. Aku tidak siap menerima kebenaran Islam," katanya.

Seiring berjalannya waktu, pergulatan dalam diri Shariffa berakhir. Ia mulai untuk menerima secara perlahan kebenaran tentang Islam. Sebuah agama yang dahulu ia pergunakan untuk menyebarkan pesan kebencian. Ia pun mulai banyak berdiskusi dengan muslim.

Suatu hari, Shariffa bertemu dengan sekelompok muslim yang tengah berkunjung. Entah mengapa, Shariffa begitu berkeinginan kuat untuk bertemu dengan mereka. Ia pun terlibat diskusi tentang Islam dan Kristen. "Aku tidak lagi bisa membohongi kebenaran nyara. Aku tahu itu kebenaran sejati. Aku lalu mengambil keputusan, Alhamdulillah, aku ingin menjadi seorang muslim," kenangnya haru.

"Saat aku bersyahadat dihadapan Allah SWT, seketika aku merasakan betapa beban dalam diriku hilang seketika. Aku begitu bahagia, dan merasa bersyukur dapat menjalani sisa hidup untuk menjadi muslim," pungkasnya

18.5.12

Terjebak di Dunia Lain Ketika Bekerja di Hutan

Bagaimana bisa seorang yang menyetubuhi jin lalu memiliki keturunan? Kisah berikut merupakan kesaksian dari salah seorang yang pernah bekerja di sebuah perusahaan penebangan kayu. Saat bertugas dia terjebak ke dunia lain milik para jin...

Adelin Lis, Direktur Keuangan PT Keang Nam Deveploment Indonesia (KNDI), adalah salah seorang sosok yang kontroversial dalam kacamata hokum pidana. Setelah Jaksa menuntutnya sepuluh tahun kurungan, ternyata dibebaskan tanpa syarat oleh Majelis Hakim Pengadilan Negara Medan. Ini suatu perkara yang dianggap sangat menyakitkan nurani keadilan, mengingat kasus korupsi Adelin Lis dengan nilai yang sangat besar.

Tulisan berikut ini memang bukanlah kisah tentang Adelin Lis. Tetapi aku pernah bekerja di perusahaan miliknya. Hampir tiga tahun aku menjadi karyawan pada PT KNDI, yakni sebuah perusahaan pengolahan kayu berskala besar yang cukup bonafid di daerah Mandailing Natal (Madina), Sumut

Kalau Adelin Lis, orang yang misterius dalam bidang penegakan hukum, sementara aku sendiri mengalami kejadian misterius ketika bekerja di perusahaan tersebut.

Pertama kali masuk kerja, aku ditempatkan diunit Tely, yakni melakukan tugas mencatat dan mengadakan kelompok-kelompok kayu yang sudah diolah menjadi bahan bangunan ke dalam masing-masing jenis dan tipe serta ukuran yang sama.


Jumlah karyawan kurang lebih 500 orang. Mereka punya tugas di bidang masing-masing. Meskipun demikian, di antara mereka ada yang punya tugas rangkap. Dan aku sendiri sering ditugaskan rangkap pula terutama kalau ada karyawan yang berhalangan karena sakit.


Tugas yang kurasa cukup berat dan punya resiko tinggi adalah kalau diperintahkan mengadakan survey di lapangan guna meneliti pohon-pohon kayu di areal hutan yang sesuai dengan HPH dari Menteri Kehutanan. Menandai pohon yang akan ditebang di tengah hutan belantara yang masih perawan.


Hari itu, dengan ditemani oleh rekan seprofesi yang akrab kupanggil Bang Ucok Regar, aku ditugaskan melakukan penelitian ke sebuah areal hutan. Tanpa bisa menolak, Bang Ucok berangkat duluan ke sana. Aku sendiri janji akan menyusul sejam kemudian. Soalnya, masih ada urusan yang akan kukerjakan di lokasi pabrik.


Setelah urusan tersebut selesai, dengan mengendarai sepeda motor perusahaan, aku segera menyusul rekanku itu. Lokasi hutan yang akan kutuju sekitar 75 km dari pabrik. Tepatnya berbatasan dengan sebuah desa bernama Umang-Umang. Desa itu pernah kukunjungi dengan tugas yang sama. Jalan kesana merupakan jalan darurat yang dirintis oleh pihak perusahaan. Dari desa terpencil tersebut, kayu tebangan diangkut menggunakan truk khusus atau lengging.


Hari itu, cuaca cerah dan cukup panas. Dengan kecepatan sedang, kupacu sepeda motor menyusul Bang Ucok. Mendekati sebuah tikungan, tiba-tiba mesin mati dan sepeda motor berhenti tepat di bawah sebatang pohon yang berdaun rindang. Segera kuperiksa apa penyebabnya.


Hampir setengah jam aku mengutak-atik mesin, namun tidak kutemukan juga. Mesin sepeda motor tetap saja tak mau dihidupkan. 


“Dasar sepeda motor sialan!” Makiku dalam hati sambil kemudian duduk istirahat di bawah pohon rindang itu.


Aku mulai berpikir untuk mengadakan kontak dengan pihak manajemen atasanku, ketika dihadapanku melintas seorang pria tua mengenakan pakaian agak aneh. Tampangnya terlihat sangat kumuh seperti gelandangan.


“Cucu mau kemana?” Sapanya sambil berhenti melangkah. Dia menatapku.


“Ke desa Umang-Umang, Kek!” Sahutku sambil bangkit berdiri.


“Lalu kenapa berhenti di sini?”


“Mesin motorku ngadat, Kek!” Jawabku sambil mendekati sepeda motor.


“Apanya yang rusak?” Si kakek datang mendekat. Dia bahkan turut jongkok di dekatku.


“Entah apa yang membuatnya mogok. Saya sudah menelitinya, tapi saya tidak bisa menemukan kerusakan mesin motor ini.”


“Coba kulihat!” Si kakek bergeser ke depan sambil menyentuh busi dengan ujung telunjuk jarinya.
Sekejap aku terkejut, sebab ujung jari si kaki yang ringkih itu seperti memancarkan sinar kebiru-biruan. Anehnya, dalam hitungan detik, mesin hidup tanpa distater sama sekali. 


Belum habis rasa heranku, terdengar si Kakek berkata, “Kalau cucu ingin ke desa Umang-Umang, kakek ingin menumpang. Apakah boleh, Cu?”


“Tentu saja aku tak keberatan, apalagi Kakek telah membantu menghidupkan mesin sepeda motorku,” jawabku sambil berusaha menekan perasaan heran dan aneh di dalam dadaku.


Ringkas cerita, pria tua itu kusilhakan duduk di jok belakang. Mungkin karena tubuhnya yang kurus, maka sepertinya aku tidak merasa membawa beban di boncengan belakang. Begitu lewat tikungan di depan, di sebelah kiri jalan nampak pohon yang lumayan tinggi dan akar-akarnya ada yang menyembul kepermukaan, bahkan melingkar-;ingkar merangkul batang pohon itu sendiri. Begitu melintas di depan pohon ini, tiba-tiba mesin sepeda motor mati lagi. Anehnya, sepeda motor membelok sendiri menuju ke arah pohon tanpa dapat kukendalikan. Tubuhku terdorong ke depan lalu membentur pohon raksasa tersebut. Setelah itu, aku tidak ingat apa-apa lagi.


Apa yang terjadi kemudian? Setelah siuman, sepertinya aku sedang berada di sebuah kawasan perkotaan dan tubuhku terbaring di tempat tidur dalam ruangan yang lumayan besar digedung yang megah dan indah. Waktu itu, laiknya aku sedang bermimpi. Tapi kali ini bukan mimpi, karena ketika kucubit terasa sakit di kulitku. 


“Aneh, di mana aku sekarang? Mengapa aku bisa berada di tempat ini?” Tanyaku dalam hati. Mendadak aku ingin bangkit dari tidur. Namun, pada saat bersamaan, aura mistis mulai kurasakan. Hal inilah menyebabkan bulu kuduk meremang, sebagai isyarat bahwa aku saat itu berada dan terjebak di dunia lain. Mungkin dihuni oleh makhluk gaib yang sulit ditebak.


Aku masih dalam kondisi kebingungan ketika muncul di hadapanku sesosok makhluk berwujud manusia. Dia mengenakan pakaian mirip serdadu kerajaan tempo dulu dan ditangan kanannya memegang sebatang tombak yang ujungnya bercabang tiga. Dengan menggunakan bahasa isyarat, laki-laki berwajah sangar dan menakutkan ini, meminta agar aku segera mengikutinya.


Aku tak bisa membantah ajakannya, sebab kesadaranku memang sepertinya kembali terhipnotis. Akhirnya, aku berjalan beriringan dengan lelaki penjemputku. Dia membawaku masuk ke ruangan lain yang bersebelahan dengan ruang tempatku terbaring tadi. Ruangan ini lebih megah dan lebih menakjubkan lagi. Perabotannya serba antic, seperti koleksi berabad-abad yang lalu. Kursi-kursinya penuh ukiran klasik, berpasangan dengan meja batu giok beralaskan lantai marmer mengkilat, berwarna-warni.


Di sepanjang ruangan, tergantung aneka lampu kristal yang memancarkan sinar beragam aneka warna. Bersamaan dengan itu, aroma wewangian sering hinggap di hidungku. Harum sekali.


Aku masih tertegun dan terpana, berdiri mematung, ketika ruangan yang super megah tersebut dipenuhi oleh perempuan ayu dan cantik. Perangai dan perilakunya sangat kontras dengan fenomena keindahan serta kesakralan suasana di sana. Pakaian mereka sangat merangsang, nyaris telanjang. Binal dan genit ketika berpelukan dengan teman laki-lakinya. 


Keberadaanku di tempat itu seperti tidak diketahui mereka. Bahkan, laki-laki seradu yang tadi menjemputku tidak kulihat batang hidungnya. Dan aku hanya melongo saja berdiri mematung. Menyaksikan seks bebas yang berlangsung di hadapan mata. Persis seperti nonton film blue. 


Belum habis rasa heran dan bingungku, di hadapanku telah berdiri seorang perempuan agak tua, bertubuh gendut dengan rias wajah yang sangat mencolok. Di sebelahnya turut pula berdiri seorang perempuan muda yang cantik dan ayu. 


Cukup lama perempuan gendut ini menatap wajahku. Seperti ingin menaksir wajah dan penampilanku saja. Dengan bahasa isyarat, dia ingin tahu siapa namaku. Lalu aku jawab pula dengan bahasa isyarat.
Entah mengerti atau tidak, dia kemudian bertanya, “Anak muda, mengapa kau sampai berada di tempat hunian kami ini?”


Laiknya orang tunarungu, aku menjelaskan dengan bahsa isyarat bahwa aku tak sengaja berada di tempat mereka. Alasannya, karena sepeda motorku menabrak sebatang pohon di pinggir jalan. Dan kuungkapkan juga, bahwa sepeda motorku mogok. Lalu dibantu oleh seorang kakek, dan bersama pria tua itu menuju desa Umang-Umang.


Nampaknya si nenek paham, dan mengatakan, pria tua itu adalah ayahnya yang ingin mencari suami untuk cucuknya. Dan dia menunjuk perempuan di sebelahnya sebagai cucu si kakek.


Komunikasi menggunakan bahasa isyarat berlangsung dengan lancar tanpa menemui kendala yang berarti. Aneh, memang! Saat itu, aku juga sempat memastikan bahwa mereka berasal dari komunitas makhluk dari dunia lain, yang tidak bisa bicara. Kalaupun mereka berbicara, maka aku tidak akan mengerti dan memahaminya.


Ketika perempuan gendut mengisyaratkan bahwa pria tua yang menolongku menghidupkan mesin motorku itu adalah kakeknya, maka aku mulai curiga. Entah apa yang akan mereka lakukan terhadao diriku. 


“Apakah kau bersedia kukawinkan dengan putri tunggalku ini?” Tanya perempuan gendut itu dalam bahasa isyarat yang mendadak saja bisa kumengerti dan kupahami.


Secepatnya aku memberi isyarat bahwa aku telah punya isteri. Bahkan, aku juga memberi isyarat bahwa sangat mustahil makhluk Tuhan berbeda alam untuk menyatu dalam sebuah perkawinan.
“Siapa bilang?” Tanya si perempuan gendut. Kali ini bukan lagi dengan bahasa isyarat, melainkan dengan kata-kata dalam bahasa Melayu.


Hal ini membuatku terperangah. Ternyata dia mampu berbicara dengan bahasa Melayu, dengan logat dan gaya Mandailing Klasik. 


Aku makin terheran-heran ketika dia mengatakan bahwa perkawinan makhluk dari kalangan jin dan manusia sudah sering terjadi sejak era kenabian tempo dulu. Dia mengambil contoh dengan peristiwa Nabi Sulaiman yang menikahi Ratu Balqis, yang dipercaya berasal dari komunitas bangsa jin. 


Aku bingung, karena aku tak tahu persis apakah Ratu Balgis memang berasal dari bangsa jin. Entahlah apakah perempuan gendut ini hanya mengarang-ngarang untuk meyakinkan diriku, bahwa perkainan manusia dengan jin bukan mustahil adanya.


“Kami memang dari bangsa jin yang tidak alim!” Ungkap perempuan gendut itu. “Asal kau tahu saja…kami memang selalu mengadakan perkawinan silang dengan manusia. Hal ini guna memperoleh keturunan yang lebih bermutu dan berkwalitas. Karena kami dari bangsa jin di kawasan ini ingin mensejajarkan diri dengan makhluk manusia yang kami anggap lebih tinggi derajatnya dari bangsa jin,” tambahnya menjelaskan dengan panjang lebar.


Cukup lama aku termenung dan tertegun. Aku menjadi sangat bodoh, sebab tak mampu berkomentar. Aku hanya bisa manggut-manggut, seolah-olah memahami apa yang dijelaskannya barusan.


“Bagaimana? Apakah kamu bersedia membantu kami?” Perempuan itu menatapku dalam-dalam.


“Gimana ya…?” Aku masih bingung. “Soalnya, tadi telah saya katakan, bahwa saya telah berumah tangga,” kataku menjelaskan sejujurnya.


“Itu tidak bisa dijadikan dalih. Karena di bumi, manusia banyak yang punya isteri lebih dari satu!” Kata si perempuan gendut sambil nyengir sinis.


Aku terbungkam. Ternyata dia cukup banyak mengetahui tentang ulah manusia selama ini. Tapi, aku sungguh tak sudi menikah dengan makhluk halis, meski putrid si gendut itu sangatlah cantik jelita.
Karena aku masih tetap menolak tawarannya, akhirnya aku diamankan di sebuah ruangan khusus dalam kondisi tertutup dan terkunci. Di dalam ruangan itu fasilitasnya sangat lengkap sekali, sehingga aku merasa berada dalam tahanan rumah. Namun, sewaktu berada kesendirian, aku mulai teringat isteriku di rumah yang kutitipkan pada ibu di Medan. 


Aku masih coba membayangkan wajah Rini, isteriku, ketika pintu terbuka dan wajah perempuan cantik dan ayu yang tadi menemani perempuan gendut itu muncul sambil mengulum senyum. Gadis yang katanya cucu dari pria tua yang menolongku tersebut berjalan dengan langkah terukur bagai seorang pragawati. Dia datang menghampiriku yang sedang duduk dibibir tempat tidur. Kini dia mengenakan gaun terusan yang agak tipis tanpa BH dan celana dalam, sehingga apa yang berada dibaliknya menjadi terlihat sekali. Lekuk-lekuk tubuh yang sensual dan padat, serta bukit kembar di dadanya nampak jelas menonjol. 


Sejenak ruangan kamar dengan aroma semerbak wewangian itu berubah sangat sunyi. Begitu sunyinya sehingga suara helaan nafasku yang tergetar oleh keindahan wanita di hadapnku seaakan-akan terdengar gemanya. Aku tidak ingin dikatakan munafik. Aaat itu gairah birahiku melonjak tajam. Disamping melihat ada perempuan cantik sekamar denganku, ini juga karena aku sudah cukup lama bekerja di tengah hutan belantara jauh dari godaan seks terhadap wanita cantik. Apalagi perempuan muda di hadapanku kini mulai melucuti pakaiannya, sehingga tubuhnya bugil tanpa sehelai benangpun.


Singkat cerita, saat itu aku tak mampu membendung gejolak libidoku. Dan apa yang terjadi selanjutnya, tak perlu kuceritakan secara rinci. Aku seperti anjing kelaparan yang begitu bergairah menikmati mangsanya. Bahkan, hubungan terlarang tersebut terjadi berulang kali, hingga aku pingsan alias tak sadarkan diri. Mungkin akibat kecapekan atau karena pengaruh lainnya.


Begitu siuman, aku merasa malu dalam keadaan tubuhku yang telanjang, sebab di dihadapanku ada beberapa orang pria. Mereka adalah pekerja yang melintas di tempat itu, mengangkut kayu gelondongan dengan truk. Katanya, aku ditemui dipinggir jalan di bawah pohon beringin. Ketika itu aku terkapar di sana dalam keadaan setengah sadar.


Tidak jauh dari situ, mereka juga menemukan sepeda motorku dalam kondisi berantakan. Karena itulah, untuk sementara aku dinyatakan mengalami kecelakaan, menabrak pohon di pinggir jalan. Namun satu hal yang membuat mereka bingung, kenapa aku bisa terbaring dalam keadaan telanjang bulat.


Rupanya, aku telah dikerjai oleh penunggu pohon beringin tua yang dipercayai sangat angker itu. Menurut cerita, kejadian serupa seperti yang kualami pernah juga dialami oleh para pekerja penebangan pohon di tempat itu. Bahkan, suatu ketika ada yang tewas meregang nyawa dalam kondisi alat vital membengkak seukuran biji kelapa.


Karena merasa trauma atas kejadian serupa, maka akhirnya aku memutuskan untuk hengkang dari perusahaan tersebut. Aku memilih kembali ke kota Medan, dan ingin mencari pekerjaan yang lebih laik.
Setelah peristiwa itu, aku juga mengalami suatu keanehan. Cukup lama aku tak mampu memberi nafkah batin ke isteriku. Lebih aneh lagi, kurang sembilan bulan kemudian,. aku dan isteriku sering mendengar tangisan bayi dekat tempat tidur kami. Kami sibuk mencarinya hingga ke bawah kolong ranjang ranjang.
Menduga rumah itu telah dihuni oleh setan, aku memutuskan cari kontrakan lain. Di tempat yang baru, tangisan bayi itu masih terdengar. Artinya dia terus mengikuti kemana aku pindah. 


Karena keanehan ini, akhirnya mempertanyakannya kepada Pak Suparlan, orang pintar di lingkungan tempat tinggalku.


“Itu darah dagingmu…!” Jawab Pak Suparlan yang menguasai ilmu gaib.


Tentu saja aku bingung dan heran. Apa mungkin persetubuhan gaibku dengan sosok perempuan jin bisa membuat kehamilan? Untuk menjaga ketenangan dalam rumah tangga, aku minta pada sang paranormal agar memberikan solusi menghilangkan suara tangisan bayi tersebut, sehingga tidak terdengar lari.


“Kalau sekedar meredam suara tangisnya mungkin bisa, tapi kalau untuk mengusirnya tidak mungkin. Karena dia adalah darah dagingmu yang akan terus membayangi langkahmu kapan dan di mana saja.” Ungkap Pak Suparlan.


Aku semakin tak mengerti. Tapi kuserahkan semua ini hanya kepada Allah SWT.


[Sumber]
 

12.5.12

Penelitian: Ibu Menyusui Ternyata Lebih Langsing Kembali

Hidayatullah.com—Di era modern, banyak kaum ibu menghindari menyusui anaknya. Padahal manfaat menyusui justru lebih banyak. Di antaranya adalah membuat mereka lebih cepat langsing kembali. 

Hal itu dikatakan dr. Dyah Purnamasari, Sp.PD, dari Divisi Metabolik dan Endokrin Departemen Penyakit Dalam FKUI.

Hal itu disampaikannya kepada media, usai menjadi pembicara dalam media edukasi bertemakan penyakit kardiovaskular dan diabetes, di Jakarta, Kamis (11/05/2012).

"Pada saat ibu memberikan ASI ekslusif, itu berarti dia sudah mengurangi timbunan lemak yang memang dicadangkan tubuh pada ibu hamil," ujarnya dikutip detik.com.

Lemak tersebut, lanjutnya, memang disiapkan tubuh untuk bekal menyusui bayinya.

Lemak tersebut akan digunakan dalam memproduksi ASI, sehingga bila tidak menyusui, maka lemak yang tidak terpakai akan tetap tertimbun, kata Dyah.

"Nah, ASI yang tidak diberikan akan mengendap, otomatis bobot tubuh tidak akan turun," katanya.

Selain itu menyusui memiliki manfaat lain terutama bagi bayi, karena terbukti bayi yang diberikan ASI eksklusif sejak lahir, akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih dibandingkan dengan bayi yang hanya meminum susu formula.

Sebelumnya, American Academy of Pediatrics (AAP) pernah menegaskan kegiatan menyusui tidak hanya menguntungkan bayi karena menerima ASI, tetapi juga menguntungkan bagi kesehatan ibu yang menyusui.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan AAP, keuntungan bagi ibu menyusui antara lain akan lebih sedikit kehilangan darah saat pascapersalinan. Selain itu, bagi ibu menyusui, uuterus akan mengecil dan kembali ke ukuran normal lebih cepat.

Menyusui juga membantu mendorong mental sang ibu. Menurut penelitian yang dilakukan di Australia pada tahun 2003, banyak ibu yang tidak menyusui justru mengalami depresi pascapersalinan.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 14.000 perempuan yang menyusui bayinya secara eksklusif selama enam bulan pascamelahirkan menunjukkan bahwa mereka (perempuan yang menyusui) lebih langsing dibandingkan para ibu yang tidak menyusui.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa ibu yang menyusui mempunyai kemungkinan berkurangnya kesempatan terkena gestational diabetes sebesar 4 – 12 persen.

Berdasarkan data hasil studi jangka panjang yang dilakukan Nurse’s Health Study, perempuan yang menyusui setidaknya 12 bulan selama hidup mereka terhindar dari risiko terserang rheumatoid arthritis sebesar 20 persen. Sementara mereka yang menyusui selama 24 bulan selama hidupnya, berkesempatan terhindar dari risiko tersebut ampai setengahnya.*

Wilders: Mayoritas Muslim Adalah Teroris

Geert Wilders
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Politikus Belanda, Geert Wilders mengatakan Islam tidak hanya menjadi masalah di Eropa, tetapi juga di Amerika Serikat. Karena itu, tokoh anti-Islam Belanda ini mengingatkan masyarakat AS akan bahaya tersebut.

"Pesan saya kepada masyarakat AS melalui buku saya 'Tanda untuk Kematian', jangan membuat kesalahan yang telah Eropa buat terkait Islam," kata dia seperti dikutip CBN.com, Kamis (10/5).

Wilders menjelaskan, masalah itulah yang membuat dirinya dengan serius menangani Islam dan Muslim. Menurutnya, Islam dan muslim itu merupakan penyakit yang disebut budaya relativitas.
"Saya percaya masalah terbesar yang di Eropa adalah budaya relativitas itu. Saya ingin melawan penyakit tersebut sepanjang hidup saya dengan meluruskannya secara politis, sebab baik politikus kiri dan kanan yang menciptakan komunitas multikultural, sepakat semua budaya itu sama," kata dia.

Wilders mengaku bangga dengan kebudayaan barat yang terbentuk oleh Kristen, Yahudi dan kemanusiaan. Tidak hanya lebih baik, tapi memang sangat baik, dan ia harus menjaga itu demi generasi penerus, klaim dia. "Saya melihat Islam sebagai budaya barbar," kata Wilders.

Untuk itu, kata Wilders, dirinya menghendaki imigran Muslim untuk segera meninggalkan Belanda atau berasimilasi dengan budaya Belanda atau Barat. "Saya sanksi mayoritas Muslim bukan teroris. Saya juga tidak percaya akan ada kalangan moderat Muslim," tuding dia.

Wilders baru percaya ada kalangan moderat, bila seorang Muslim tidak mencontoh Nabi Muhammad SAW dan tidak melaksanakan syariat Islam. "Itu baru moderat, dan saya akan menghormatinya," pungkas dia.

2030, Pemeluk Islam Capai 2,2 Miliar Jiwa

Muslim Rusia shalat berjamaah di udara dingin
REPUBLIKA.CO.ID, SOUTHERN CALIFORNIA -- Populasi Muslim di seluruh dunia naik pesat. Pew Research Center’s Forum on Religion & Public Life memperkirakan populasi Muslim akan tumbuh mencapai 35 persen dari total populasi dunia pada 20 tahun mendatang.

Jika pada 2010 jumlah pemeluk Islam mencapai 1,6  miliar jiwa, maka pada 2030 akan mencapai 2,2 miliar jiwa. Menurut lembaga itu, pertumbuhan jumlah umat Islam dua kali lebih besar dibandingkan non-Muslim pada dua dekade mendatang. Jika pertumbuhan jumlah umat Islam rata-rata mencapai 1,5 persen, maka non-Muslim hanya 0,7 persen.

Menyikapi fenomena itu, Direktur Islamic Center Southern California, Imam Jihad Turk menilai ada dua faktor yang menyebabkan populasi muslim meningkat pesat, pertama adalah angka kelahiran tinggi di kalangan umat Islam. Dan kedua,  berbondong-bondongnya non-Muslim memeluk Islam.

"Tingkat kelahiran merupakan faktor utama yang memberikan sumbangsih. Sementara, faktor konversi lebih banyak karena pernikahan," kata dia seperti dikutip neontommy.com, Selasa (8/5).

Moises Gonzalez, yang baru saja memeluk Islam, merupakan contoh dari tren pernikahan yang dijelaskan Turk. "Saya jatuh cinta dengan seorang Muslimah. Sebagai bentuk keseriusan, saya memutuskan untuk berpindah agama," ungkap Gonzalez, yang saat ini tidak lagi mengkonsumsi babi dan alkohol semenjak memeluk Islam.

Hal serupa juga dialami Ti Miekel. Sebelumnya, ia tidak memeluk agama apapun. Namun, saat bertemu dengan suaminya, ia sadar harus membuat langkah perubahan. Salah satunya adalah memeluk agama."Suamiku tidak pernah memintaku untuk memeluk Islam Jadi, keputusanku memeluk Islam atas pilihan pribadi," kenang dia.

Sebelum Mikkel memeluk Islam, ia telah mencoba untuk mengenakan jilbab layaknya muslimah lain. Ia pun merasakan ketenangan. "Aku tidak memiliki masalah dengan tata cara berpakaian. Tapi aku melihat jilbab, sebuah pakaian yang memberikan kenyamanan," kata dia.

Sementara itu, Wakil Direktur Islamic Center Southern California, Soha Yassine, meningkatnya populasi muslim dibarengi dengan meningkatnya tentangan yang harus dihadapi muslim. Sebabnya, generasi baru muslim perlu untuk tumbuh dalam lingkungan dimana mereka dapat berbicara secara terbuka atas masalah yang mereka hadapi.

"Penting untuk diketahui generasi baru muslim untuk memahami bahwa menjadi muslim dan seorang warga AS tidaklah ekslusif," kara dia.

Turk menambahkan, kesalahpahaman tentang Islam merupakan pekerjaan rumah bagi setiap muslim. Adalah tugas seorang muslim untuk meluruskan hal itu. Harapannya esensi Islam sebagai agama cinta damai dapat dipahami. "Kebanyakan orang sekarang ini berpikir Islam adalah agama kekerasan. Padahal itu tidak benar," pungkasnya.

Kristen Liberal AS Bergembira Obama Dukung Perkawinan Sesama Jenis

Sebagian kalangan Kristen di Amerika Serikat bersuka cita menyambut sikap Presiden Barack Obama yang mendukung perkawinan sesama jenis. Bahkan salah seorang pastor di sana menyatakan akan memanjatkan doa atas sikap Obama tersebut.

Sebelumnya Presiden Obama, Rabu kemarin (9/5), mengumumkan bahwa dia mendukung perkawinan sesama jenis kendati hal tersebut bisa mengundang kontroversi, khususnya di tempat-tempat ibadah di Amerika Serikat.

Kaum gay dan kelompok Kristen liberal merasa menemukan antusias baru Obama setelah dianggap mengecewakan sejak memegang kekuasaan pada tahun 2008. Saat itu, dalam kampanye pemilihan presiden, Obama menjanjikan perubahan. "Kini semuanya telah terwujud."

"Dukungan Obama membuat saya bersuka cita. Saya bergembira sepanjang hari," kata pendeta Annie Steinberg-Behrman, seorang pendeta dari Gereja Persatuan Kristen di Berkeley, California, yang menikah dengan pasangannya pada 2004.

Pendeta Jane Spahr, seorang penginjil lesbian yang telah menantang Gereja dengan melakukan pernikahan sesama jenis, memberikan aplus terhadap sikap presiden Obama.

Pendeta Curran Reichert, seorang pendeta di Community Congregational Church of Tiburon-Belvedere California yang menikah dengan pasangannya, memuji sikap presiden dengan menyatakan Obama telah melakukan pekerjaannya.

Namun, kelompok Kristen konservatif yang mendasarkan pendapatnya pada Injil menentang perkawinan sesama jenis. Sikap tersebut sekaligus sebagai perlawanan terhadap Obama yang akan maju dalam pemilihan presiden, 6 November 2012, berhadapan dengan Mitt Romney dari Republik.

"Ini membuat mereka bakal menyesal," kata Caryl Scales, anggota Hampton Road Baptist Church di DeSoto, Texas. "Saya tak senang dengan hal ini (perkawinan sesama jenis). Firman Tuhan mengatakan bahwa pernikahan sesama jenis adalah salah."

Para pemimpin agama di Amerika Serikat juga menentang dukungan Obama pada perkawinan gay. Kardinal Timothy Dolan, President dari U.S. Conference of Catholic Bishops, mengatakan sikap Obama adalah sebuah "kesalahan yang sangat fatal."

"Kami tak bisa diam dengan kata-kata atau aksi yang akan merusak lembaga perkawinan yang dianut oleh masyakat kita," kata Dolan dalam sebuah pernyataan. "Masyarakat negeri ini, khususnya anak-anak kita, layak untuk hidup lebih baik." Sedangkan Family Research Council menganggap dukungan Obama tersebut sebagai sesuatu tindakan yang mengecewakan bukan mengejutkan.

Sedangkan Pendeta Pantekosta Charles Bargaineer, yang sebagian besar jemaatnya berkulit hitam dari New Fellowship Church of God di Orlando, pinggiran Winter Park, Florida, sangat terganggu dengan pernyataan Obama. Ia menyatakan mungkin akan mempertimbangkan kembali untuk memberikan dukungan seperti pada 2008.(fq/reu)

Rebutan Suara, Obama Pilih Dukung Perkawinan Homo

Hidayatullah.com—Dalam perang kampanyenya melawan para bakal calon presiden Amerika Serikat, Barack Obama menyatakan dukungannya terhadap perkawinan sejenis.

Dilansir oleh Voice of America (VOA), dalam wawancaranya dengan ABC News hari Rabu (09/05/2012), Obama mengatakan bahwa pendapatnya tentang perkawinan sejenis “berevolusi.”

“Pada titik tertentu saya menyimpulkan, menurut saya pribadi adalah penting bagi saya untuk melanjutkan dan menegaskan bahwa menurut saya pasangan sesama jenis harus bisa menikah,” katanya, seraya menunjuk pada kesuksesannya mengakhiri kebijakan 'Don't Ask Don't Tell' tentang orientasi seksual seseorang di lingkungan militer.

Para analis mengatakan, sikap Obama terhadap perkawinan sesama jenis kemungkinan akan memberikan keuntungan berupa dukungan dari kaum homoseksual dalam pemilu mendatang, seperti yang didapatnya pada tahun 2008 silam, tulis VOA.

Saingan berat Obama dari Partai Republik, Mitt Romney, menentang legalisasi perkawinan sejenis.

Jajak pendapat yang digelar Gallup belum lama ini menunjukkan 50% rakyat Amerika Serikat mendukung legalisasi perkawinan sesama jenis, sedangkan 48% lainnya menentang.

Sikap Obama itu berlawanan dengan sebagian besar penduduk negara bagian North Carolina, yang sehari sebelumnya sepakat untuk melarang legalisasi perkawinan homoseksual.

Padahal di tahun 2008, Obama mendapatkan suar pemilih yang sangat besar di North Carolina. Bisa jadi tahun ini dia tidak akan mendapatkan dukungan itu lagi, karena sikap keduanya berbeda.*

Pertahankan Kerudung, Wanita Kansas Menang Atas AT&T

Hidayatullah.com—Juri dalam persidangan kasus seorang wanita Muslim di Kansas melawan AT&T menilai perusahaan itu menciptakan “lingkungan kerja yang memusuhi” bagi seorang karyawannya yang pindah dari agama Kristen ke Islam.

Dilansir Al Arabiya dari Reuters (05/05/2012), keputusan pengadilan yang ditetapkan hari Kamis lalu itu memerintahkan AT&T membayar uang kompensasi kepa Susann Bashir sebesar USD5 juta.

Pada tahun 2005 atau enam tahun sejak bekerja di AT&T sebagai teknisi jaringan, Susann Bashir menyatakan masuk Islam. Ketika ia memutuskan untuk memakai kerudung dan beribadah ke masjid setiap hari Jumat, para manajer dan rekan kerjanya memanggil wanita dan ibu berusia 41 tahun itu dengan sebutan “teroris.”

Kata pengacaranya Amy Coopman, rekan kerjanya juga mengatakan kepada Susann bahwa ia akan masuk neraka.

Dalam surat tuntutan disebutkan, seorang manajer berulang kali menyuruhnya untuk melepas jilbab, menghinanya karena berjilbab, dan satu kali sengaja memeluk wanita itu, serta berusaha melepaskan kerudung dari kepala Susann.

Susann kemudian melaporkan kasusnya kepada Komisi Persamaan Kesempatan Kerja dengan keluhan mendapatkan diskriminasi di tempat kerja. Sebagai akibatnya, ia dipecat AT&T pada tahun 2010.

Meskipun Susann menilai pemecatan atas dirinya merupakan tindakan balas dendam oleh pihak perusahaan, namun juri tidak sependapat dengan dirinya. Oleh karena itu, Susann tidak mendapatkan kompensasi atas pemecatannya.

Menilai keputusan juri jauh melebihi nilai kerugian yang sebenarnya sekitar USD120.000, perusahaan raksasa telekomunikasi itu lewat pengacaranya Marty Ritcher mengatakan akan naik banding.

“Kami tidak dapat menerima putusan itu dan berencana akan banding,” kata Richter, yang mengatakan bahwa keberagaman laar belakang karyawan AT&T merupakan sebuah kebanggan bagi perusahaan besar itu.

Sementara itu menurut pengacara Susann, keputusan juri di Jackson County Circuit Court itu “monumental”, tetapi hanya memberikan efek kecil bagi perusahaan global bernilai milyaran dollar itu.

“Perusahaan itu memiliki peraturan tertulis yang sangat bagus,” kata Coopman, “jika mereka mengikuti ketentuan itu, kejadian seperti ini tidak akan terjadi.”*

Keterangan foto: Susann Bashir menuntut diskriminasi di tempat kerja di perusahaan AT&T.[Kansas City Star]