13.7.10

Hidayah Itu Muncul Setelah Membaca Ayat Al-Quran

Setelah mengetahui saya masuk Islam, saya hanya diberi dua pilihan; kembali ke Kristen atau keluar dari rumah

Hidayatullah. com--Nama saya Yeswa. Nama tersebut diberikan orang tuaku sebagai harapan saya menjadi penganut Kristen yang taat. Maklum, kedua orangtuaku adalah Kristen tulen. Lihat saja, dari keturunan keluarga dan lingkungan semuanya Kristen.

Ayah dan ibu termasuk orang berpengaruh di lingkungan gereja di daerahku, Remu Utara, Kab. Manokwari, Sorong, Papua. Saya lahir sekitar 23 tahun silam di daerah tersebut. Tak heran, jika saya dididik orang tuaku untuk menjadi pendeta hebat. Setiap hari, ayah menyuruhku belajar injil dan bibel.

Seiring waktu, saya tumbuh dewasa sebagai orang Kristen yang bukan saja taat, tapi paham Alkitab. Ayat demi ayat dalam bibel saya kuasai, bahkan banyak yang saya hafal. Karena itu bisa dibilang, ajaran Kristen sudah saya kuasai. Setidaknya begitu. Nah, dalam ajaran Kristen sendiri ada doktrin mengajak orang lain sebanyak mungkin masuk agama Kristen. Pengkristenan disebut misionari. Karena masih sekitar 15 tahun, saya termasuk misionaris muda. Saya mempunyai keberanian tak jauh beda dengan misionaris dewasa lainnya.

Ketika itu, langkah awal yang saya lakukan adalah mengkristenkan teman-temanku. Tidak melihat latar belakang status dan agamanya. Tak terkecuali juga dengan Islam. Saya memiliki kemampuan komunikasi cukup bagus. Karena itu, belum lama kemudian, saya telah berhasil mengkristenkan sekitar delapan orang. Memang, masih tergolong sedikit. Tapi, setidaknya itu prestasi yang membanggakan bagiku. Terutama untuk saya tunjukkan ke kedua orangtuaku.

Menjadi misionaris memang menggiurkan. Bayangkan, hampir setiap hari tak kurang dari tiga juta ada di kantong. Dari mana lagi, kalau bukan hadiah atas kerja kerasku. Namun, entah ada apa, suatu saat saya merasakan ada sesuatu yang berbeda. Tiba-tiba hatiku merasa ragu dan bimbang. Perasaan tersebut muncul sesaat setelah saya mulai banyak membaca literatur tentang ke-Islaman. Tadinya, saya membaca literatur tersebut sebagai bahan komparasi. Eh, ternyata justru membuat hatiku bimbang dengan kebenaran di dalam ajaran Kristen.

Pasalnya, dari literatur tersebut, banyak ayat di dalam bibel yang tidak relavan dengan logika atau irasional. Dari berbagai ayat yang menjadi pertanyaan saya adalah Bibel Matius ayat 13-26. Ayat tersebut mengatakan, “Bersyahadatlah pada Allah. Saya hanya utusan Allah. Jangan sembah saya.” Setidaknya begitu bunyinya. Padahal, sudah jelas-jelas, dalam teologi Kristen ada konsep trinitas, di mana tuhan ada tiga. “Wah kalau begini, ada yang salah konsep,” dalam benakku. Ketika itu pula, saya tanyakan kepada pendeta. Anehnya, si pendeta tak sanggup menjawab pertanyaan tersebut.

Dan, yang membuat saya tambah ragu lagi adalah banyaknya versi Alkitab dalam agama Kristen. Ada versi perjanjian lama dan perjanjian baru. Tidak hanya itu, hal yang benar-benar membuatku tak habis pikir, tidak sedikit dari isi Al-kitab yang telah diubah-ubah. Karena itu, saya yakin jika perubahan isi tersebut lantaran dipicu kepentingan politis dan agama oleh pihak-pihak tertentu. Dan ini menimbulkan isi alkitab tidak lagi orisinil keotentikannya.

Hal itu sangat berbeda dengan kitab suci umat Islam, Al-Quran. Kitab tersebut, sepengetahuanku, sejak diturunkan hingga sekarang tetap satu baik tulisan dan bacaanya. “Sebuah kitab suci yang keotentikannya terjaga sampai kiamat,” ujarku. Dan itu telah dijamin dalam ayat Al-Quran, “Sesungguhnya kami turunkan Al-Quran dan kami pula yang menjaganya.”

Untuk mengobati kegelisahan dan keraguan tersebut, sejak itu saya pun tambah giat membaca dan mempelajari buku-buku Islam. Saya lebih sering pergi ke toko buku Islam daripada baca bibel atau sekedar ke gereja untuk menemui pendeta. Di antara buku yang sering saya baca adalah tentang fikih, tasawuf, dan muamalat.

Ketika asyik membaca, tiba-tiba saya dikejutkan satu ayat dalam Al-Qur’an, “Innaddina indallahil Islam.” (tiada agama yang benar di sisi Allah, kecuali Islam). Seketika itu pula, keimanan trinitas saya runtuh. Dan saya pun percaya jika agama yang paling benar adalah Islam, bukan Kristen. Maka sekitar pertengahan 2006, di masjid Agung Papua, di bawah bimbingan seorang ustadz dan disaksikan puluhan jamaah, saya mengucapkan dua kalimat syahadat. Kalimat yang membuatku secara resmi menjadi muslim. Yeswa nama lamaku kemudian diganti menjadi Mukhlis. Orang yang ikhlas. Tak ada perasaan kecuali lega, plong, dan senang ketika itu. Serasa keluar dari kegelapan menuju cahaya terang benderang.

Saya tahu, keputusan menjadi muslim pasti akan membuat keluarga murka, terutama ayahku. Sebab, dia sangat berharap agar saya menjadi pendeta dan tokoh Kristen penerus di desa tersebut. Karena itu, setelah mengetahui saya masuk Islam, saya hanya diberi dua pilihan; kembali ke Kristen atau keluar dari rumah. Pilihan yang membuatku dilematis. Satu sisi, saya sangat sayang mereka, namun keputusan saya sudah bulat. Saya pun memilih opsi kedua, diusir dari rumah dan tidak dianggap sebagai anak. Meski menerima dengan berurai air mata, tapi tak ada penyesalan sedikit pun. Ini resiko sebuah perjuangan akidah, pasti harus ada yang dikorbankan.

Usai diusir dari rumah, saya memutuskan diri merantau ke Bandung, Jawa Barat. Di kota kembang ini untuk mendalami Islam, saya kuliah di IAIN Sunan Gunung Djati jurusan Dakwah. Meski tanpa bekal memadai tentang Islam, saya diterima pihak perguruan tinggi dengan sangat baik. Bahkan oleh pihak rektorat saya diberi tempat menginap di Asrama Mahasiswa.

Kendati termasuk telat, namun saya tetap bisa mengejar ketertinggalan saya. Pasalnya, sejak kecil saya dikaruniai Allah SWT untuk memahami sesuatu dengan cepat. Dulu, sewaktu di Sekolah Dasar (SD) saya bisa menamatkan hanya dalam tempo tiga tahun. Begitu juga ketika belajar di IAIN Sunan Gunung Djati, saya cukup mudah beradaptasi dengan pelajaran dan mulai paham banyak hal. Bahkan bisa membaca al Quran dengan lancar.

Meski sudah menjadi muslim, namun perasaan bersalah masih ada. Sebab, dulu saya pernah mengkristenkan orang muslim. Mengajak mereka masuk lubang hitam. Karena itu, untuk menebusnya, di kampus saya membuat buletin Jumat. Buletin yang diberi judul “Pendeta Ditantang Debat” itu saya kerjakan sendiri. Walhasil, banyak orang Kristen yang berdialog dengan saya. Alhamdulillah, dari usaha itu, saya pun telah meng-Islamkan sekitar 40 orang Kristen. Tak sedikit dari mereka yang pendeta. Melakukan hal itu tak begitu sulit. Sebab, saya diuntungkan dengan pemahaman Kristen dan doktrin mereka. Sehingga, saya bisa masuk lewat celah yang mereka tidak sadari.

Meski jauh dari orang tua, bukan berarti tak ada rindu. Perasaan itu, hingga kini tetap membuncah di dalam dada. Ingin rasanya pulang. Karena itu, jika telah selesai kuliah, dan tidak ada halangan, saya berjanji akan kembali ke tempat kelahiranku. Tak sekedar melepaskan rasa rindu sebagai seorang anak, tapi yang lebih penting adalah mengembalikan mereka ke jalan yang benar, Islam. Begitu juga dengan masyarakat yang mayoritas Kristen di sana . Insya Allah. Amin…[Syaiful A/hidayatullah. com]

Seperti yang diceritakan Mukhlis kepada wartawan Hidayatullah.com

Setelah Guetemala, Muncul Lobang Raksasa di China

Setelah rakyat Guetemala khawatir, kini rakyat China cemas munculnya lubang-lubang raksasa

Hidayatullah.com--Sementara warga Guatemala ingin tahu timbulnya lubang raksasa pada 1 Juni di Ibu kota, di China paling tidak telah terjadi 8 tempat 'sinkhole' (lubang di tanah yang muncul tiba-tiba) yang terjadi selama dua minggu, dan banyak lubang muncul selama dua bulan terakhir.

Tanah berlubang yang terakhir terjadi pada 4 Juni jam 12:25 pagi waktu Beijing, di tengah jalan bebas hambatan di Provinsi Zhejiang di wilayah pantai Timur negara itu. Besarnya lubang 27 kaki atau 8 meter dengan kedalaman 20 kaki atau 6,5 meter.

Lubang ini terjadi ketika truk ringan melewati tempat ini. Truk ini terguling ketika roda belakangnya tersangkut lubang. Pengemudi yang cedera ringan memanjat keluar dan menghentikan lalu lintas ketika dia melihat lubang besar menganga. Polisi datang sepuluh menit kemudian dan memblokir jalan.

Juru bicara dari kantor pengelola jalan bebas hambatan mengatakan bahwa para ahli memperkirakan jebolnya tanah secara tiba-tiba karena runtuhnya gua batu kapur akibat erosi, tetapi penyelidikan sedang dilakukan.

Kemudian di hari yang sama sekitar 300 mil atau 500 km barat Kota Nanchang, ibu kota Provinsi Jiangxi, sebuah mobil tersangkut ketika sebuah lubang sebesar mobil mendadak terbuka di tengah jalan utama.

Pada 3 Juni, empat lubang besar terjadi di Provinsi Guangxi ketika terjadi amukan badai hujan deras. Menurut laporan media pemerintah China, lebih dari 600 penduduk harus dievakuasi karena kejadian itu.

Tiga lubang lebih kecil ditemukan antara 27 Mei sampai 30 Mei di Selatan Provinsi Sichuan, kurang dari 80 mil atau 120 km dari pusat gempa mematikan yang terjadi di Sichuan tahun 2008, menewaskan sekitar 80,000 orang.

Di Kota Yibin, sekitar 400 km dari pusat gempa, 26 lubang telah terbentuk sejak 27 April.

Awal Bencana?


Munculnya 'sinkhole' telah membuat ketakutan rakyat China. Walau laporan dari media resmi selalu mengatakan, menurut para 'ahli' lubang-lubang itu bukan tanda-tanda dari gempa besar, orang-orang sudah tidak percaya lagi akan komentar demikian.

Para bloger di internet memuat cuplikan dari perkiraan dari 'ahli' serupa yang ditayangkan saluran TV sebelum terjadinya gempa bumi Sichuan. Mereka mengkritik pendapat demikian yang tidak lebih dari taktik penguasa untuk apa yang dinamakan menjaga kestabilan sosial.

"Apa yang paling tidak saya suka terhadap para 'ahli' di TV, yang percaya diri menjanjikan semuanya akan baik-baik saja," tulis seorang bloger. "Mereka mengatakan demikian karena pemerintah menyuruh mengatakan begitu."

Banyak bloger berkelakar ketika media mulai menyangkal rumor tentang gempa, adalah waktunya untuk bersiap-siap karena gempa sudah dekat.

Karena tidak percaya dengan laporan resmi rezim pemerintah, rakyat China kini semakin waspada akan keganjilan yang muncul, seperti munculnya sekawanan besar kodok atau ular, atau awan dengan warna dan bentuk yang tidak seperti biasanya, dan memberikan perhatian serius terhadap peringatan apapun tentang bencana pada situs blog.

Matinya kepercayaan terhadap pemerintah dan banyak ingatan segar dari banyak bencana yang terjadi, menyebabkan masyarakat China dengan cepat terhasut. Tenggelamnya kredibilitas pemerintah dan masih kuatnya semua kenangan dari serangkaian bencana baru-baru ini, menyebabkan masyarakat China menjadi mudah gelisah. Pada bulan Februari, isu akan gempa telah membuat ketakutan puluhan ribu penduduk di Kota Taiyuan di Provinsi Shanxi, menyebabkan mereka keluar dari rumah dan tidur semalaman di jalan raya.

Kasus Guetemala


Sebelum ini banyak orang dikagetkan munculnya lubang raksasa aneh di Kota Guatemala City, Guatemala.

Lubang raksasa terbentuk menyusul hujan deras yang turun terus-menerus akibat badai tropis Agatha yang menerjang Guatemala dan negara-negara sekitarnya pada Sabtu, 29 Mei lalu. Lubang tersebut mengaga di tengah kota dengan diameter sekitar 20 meter dan kedalaman hampir 30 meter.

Sebuah gedung pabrik tekstil berlantai tiga dan sebuah rumah ambles ke dalam lubang tersebut. Menurut warga sekitar, ajaib tak ada satu pun pekerja pabrik yang tewas. Sebab mereka telah pergi meninggalkan pabrik satu jam sebelum lubang raksasa itu terbentuk.

Sebagian besar warga yang tinggal di sekitar lubang kini telah pindah ke tempat lain. Mereka khawatir lubang itu akan melebar dan bisa menelan lebih banyak rumah. Pada tahun 2007 lalu, lubang serupa pernah terbentuk di Guatemala City dan menewaskan tiga orang. Beberapa rumah ambles saat itu juga.

Apakah benar ini hanya fenomena alam biasa, atau ada tanda-tanda lain selain itu? [ept/er/xin/hidayatullah.com]

Keterangan foto:

Gambar 1: Lubang di Wilayah utara Kota Guatemala, dengan diameter 30 meter, dengan dalam 60 meter
Gambar 2:Sebuah lubang yang terjadi pada 4 Juni di jalan bebas hambatan Provinsi Zhejiang

Keluarga Rothschild dan Gerakan Zionisme

Bisnis keluarga Rothschild telah berjalan lebih dari 2 abad, mencapai 7 generasi, dan masih tetap eksis hingga hari ini.

Oleh: Alwi Alatas*

KADANG seseorang, atau sebuah keluarga bisa begitu kayanya, sampai-sampai kesuksesannya itu menjadi sebuah tamsil bagi masyarakatnya. Hal ini sangat kentara pada Mordecai Meisel (1528-1601), seorang jutawan Yahudi dan seorang court jew kelahiran Praha (kini masuk wilayah Republik Ceko) yang sangat menonjol pada masanya, sehingga Yahudi-Yahudi Ghetto di Eropa sering bersenandung selama beberapa generasi, “Saya ingin sekaya Meisel.”

Court Jew adalah istilah untuk para banker dan ahli keuangan Yahudi yang menangani keuangan, atau meminjamkan uang pada para bangsawan Kristen Eropa.

Kemakmuran dan karier bisnis Meisel baru menemui padanannya 2-3 abad kemudian, kali ini bukan pada satu figur, melainkan pada sebuah keluarga Yahudi yang sangat kaya dan berpengaruh di Eropa dan dunia, yaitu keluarga Rothschild, begitu kutip Jacob Rader Marcus, The Jew in Medieval World.

Nama dan sepak terjang keluarga Rothschild di Eropa telah menjadi legenda dan, bagi sebagian orang, diliputi aura misteri. Dalam review buku Niall Ferguson yang berjudul The House of Rothschild, Anthony Bianco mengawali tulisannya dengan kalimat berikut: ’In the annals of business, no name--not Morgan, not Rockefeller, not Gates--is as resonant of power and mystery as Rothschild. In building the mightiest private bank the world has ever seen, the Rothschilds amassed the largest private fortune in the history of capitalism.’

Majalah Time menulis, “Dinasti perbankan kuno dan tidak biasa ini menutup dirinya dari tatapan publik yang penuh rasa ingin tahu, sementara peta dan sejarah Eropa telah diubah oleh aksinya dan diukir oleh namanya…. Emas-emas Rothschild telah menyuplai ambisi para perdana menteri, pangeran, dan paus. Ia telah mendanai peperangan dan memperbaiki berbagai perjanjian, mengubah perpolitikan, dan memberi jaminan bagi tentara dan bangsa-bangsa.’ [Time, ‘Western Europe: New Elan in and Old Clan,’ Time, 20 Desember 1963. http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,938990,00.html.]

Siapakah sebetulnya keluarga Rothschild? Bagaimanakah keluarga ini meraih kemakmuran mereka? Dan apa peranan mereka dalam berbagai perubahan sejarah, khususnya yang terkait dengan gerakan Zionisme? Kita akan melihatnya lebih jauh dalam tulisan ini.

Dukungan pada Zionisme

Pendiri dinasti ini bernama Meyer Amschel Rothschild (1744-1812). Ia tinggal di ghetto (judengasse) di Frankfurt, Jerman dan ayahnya memiliki usaha perdagangan yang tak seberapa besar dan juga bisnis pertukaran uang. Menjadi yatim pada umur 12 tahun memaksanya untuk memenuhi penghidupannya sendiri. Ia mengembangkan karirnya sebagai penjual medali dan koin langka. Ia mampu mengembangkan bisnisnya dengan baik dan membangun hubungan serta mendapat kepercayaan beberapa kalangan bangsawan. Bisnisnya semakin besar dan merambah ke bisnis keuangan dan perbankan. Ia menjadi bankir utama bagi kalangan bangsawan, hingga ada orang sezamannya yang menyatakan bahwa raja-raja dan para kaisar membungkuk hormat di hadapan pundi-pundi uangnya.

Majalah Forbes menempatkan Meyer di urutan ke-7 dalam daftar 20 pebisnis paling berpengaruh sepanjang masa dan menganggapnya sebagai pendiri keuangan internasional (founding father of international finance).

Kelima orang anak lelakinya, atas arahan Meyer, mengembangkan bisnis keuangan keluarga mereka di negara-negara Eropa yang berbeda. Nathan (1777-1836), anak ketiganya, dikirim ke London pada tahun 1798. Anak yang termuda, Jacob (1792-1868), dikirim ke Perancis pada tahun 1811. Anak tertua, Amschel (1773-1855), meneruskan bisnis ayahnya di Frankfurt, sementara dua anak lelaki lainnya, Salomon, dan Calmann/ Carl, masing-masing membangun bisnis di Austria dan Naples. Kelima anak lelaki ini membangun bank dan bisnis keuangan di tiap-tiap negara tadi dan membangun jaringan bisnis keuangan internasional di antara mereka. [Lihat Youssef M. Ibrahim, ‘Restoring the House of Rothschild,’ The New York Times, 27 Oktober 1996 dan juga http://www.britannica.com/EBchecked/topic/510613/Rothschild-family?anchor=ref247854]

Di antara kelimanya, cabang London dan Paris merupakan yang paling menonjol dan berhasil.

Bisnis keluarga Rothschild menjadi sangat kuat dan menentukan dalam perpolitikan dan perekonomian Eropa. Barangkali sebagai refleksi terhadap hal inilah Karl Marx, si penggagas Komunisme itu, menyatakan betapa ”Si Yahudi ... yang melulu diberi toleransi di Wina, dengan kekuatan uangnya menentukan nasib seluruh kekaisaran Jerman. Si Yahudi yang tidak memiliki hak di negeri terkecil Jerman, menentukan nasib Eropa ....” [Karl Marx, A World Without Jews, New York: Philosophical Library, 1960]

Terkait dengan kekuatan uang ini juga Natan Rothschild, anak Meyer yang mengembangkan bank di London, dikutip dalam ”The Rothschild Story” dikabarkan pernah menyatakan, “Saya tak perduli siapa boneka yang diletakkan di tahta Inggris untuk memerintah kekaisaran yang matahari tidak pernah terbenam di atasnya. Orang yang mengendalikan suplai keuangan Inggris merupakan pengendali kekaisaran Inggris, dan sayalah yang mengendalikan suplai uang Inggris.”

Nathan memang mendominasi keuangan Inggris. Ia dan saudaranya merupakan penemu, atau setidaknya yang mempopulerkan, sistem obligasi pemerintah. Keluarga Rothschild dengan kelihaiannya mampu mengambil keuntungan di saat perang dan damai. Mereka yang menjadi penyuplai dana bagi Jenderal Wellington dalam pertempurannya yang menentukan di Waterloo, di mana ia berhasil mengalahkan Napoleon Bonaparte.

Napoleon sendiri, ironinya, juga meminjam uang dari Rothschild untuk pertempurannya itu. Ada kisah yang begitu popular dan melegenda, walaupun diragukan oleh sebagian akademisi, yang menyebutkan betapa agen-agen Rothschild mampu mendapatkan berita kekalahan Napoleon lebih cepat daripada pers manapun di Inggris. Melalui agen-agennya juga Nathan menyebarkan rumor yang berlawanan dari itu yang menyebabkan harga-harga saham di Inggris rontok seketika. Ia memborong saham-saham yang jatuh itu, untuk kemudian tersenyum karena nilai-nilai saham itu kembali naik saat masyarakat mengetahui berita yang sesungguhnya.[1]

Pada penghujung abad ke-19, tepatnya pada tahun 1875, saat Inggris mendapat kesempatan untuk membeli Terusan Suez, kepada keluarga Rothschild jugalah pihak kerajaan menjatuhkan harapan. Lionel, anak Nathan yang pada masa itu memimpin bisnis keluarga Rothschild di Inggris, menyambutnya dengan baik. Dalam waktu beberapa jam saja bank-nya mampu menghimpun dana sebesar $ 4 juta – kini setara dengan $ 200 juta.

Bisnis keluarga Rothschild di Inggris menjadi semakin besar di bawah kendali anak Lionel, yaitu Nathan Meyer (1840-1915) – bedakan dengan kakeknya yang juga bernama Nathan Meyer sebagaimana telah diceritakan di atas. Nathan yang kedua ini semakin rapat hubungannya dengan pihak kerajaan dan pemerintah Inggris, terutama dengan Perdana Menteri Inggris, Benyamin Disraeli (1804-1881), seorang keturunan Yahudi yang pindah ke agama Anglikan pada masa remajanya. Nathan merupakan penganut Yahudi pertama yang mendapat gelar kebangsawanan secara turun temurun di Inggris, yang membuatnya kemudian dikenal sebagai Baron atau Lord Rothschild.

Pada saat kematian Nathan, The New York Times menuliskan sebuah obituari yang menarik. A Rosenberg, dalam obituari pendek berjudul ‘Lord Rothschild’ itu menjelaskan tentang Nathan bahwa ‘dunia mengenalnya sebagai seorang ahli keuangan dan seorang filantropis. Komunitasnya mengenal ia sebagai seorang ayah, masyarakat membungkuk di hadapannya sebagai seorang pemimpin. Para raja mengundangnya ke dewan-dewan mereka.’ Tulisan itu juga menjelaskan Rothschild sebagai penganut Yahudi Orthodoks, pemimpin sekolah-sekolah liberal Yahudi, dan pendukung utama ratusan bahkan ribuan skema sosial dan organisasi kemanusiaan. Yang paling menarik dari semua itu adalah penegasan Rosenberg bahwa ‘ia merupakan kekuasaan di belakang singgasana Inggris (he was the power behind the British throne). Victoria, Edward, dan, belakangan, George berkonsultasi kepadanya, mempercayainya, dan mengandalkan reputasinya, pengalamannya yang mendunia berkenaan dengan manusia dan berbagai urusan ….’ [A Rosenberg, ‘Lord Rothschild,’ The New York Times, 2 April 1915]

Hubungan yang begitu mesra antara keluarga Rothschild dengan penguasa Inggris menjadikan kepentingan-kepentingan Yahudi mendapat tempat yang sangat strategis dalam kebijakan pemerintah Inggris. Dan ketika gerakan Zionisme muncul di penghujung abad ke-19, mereka hanya perlu menguatkan dan mengarahkan pengaruh yang sudah ada di Inggris dan di negara-negara Eropa itu demi meraih cita-cita mereka. Kendati tidak semua anggota keluarga Rothschild mendukung Zionisme, anggota-anggota yang cukup penting, termasuk di Inggris dan di Perancis, menjadi pendukung utama gerakan ini.

Pendiri gerakan Zionisme, Theodore Herzl, di dalam catatan hariannya menjelaskan bahwa ia mengajukan draf proposalnya pada keluarga Rothschild dan menyatakan bahwa ia menyodorkan kepada Rothschild dan tokoh-tokoh Yahudi lainnya misi sejarah mereka.

Bahkan sejak pertengahan abad ke-19, sebelum gerakan Zionisme ditumbuhkan secara resmi, agen-agen Rothschild telah masuk ke Palestina dan berperan dalam mendirikan sekolah dan rumah sakit di sana, di antaranya Evelina de Rothschild School for Girls pada tahun 1867 dan Rumah Sakit Misgaf Ladach pada tahun 1854. [Arnold Blumberg, Zion Before Zionism, 1838-1880, New York: Syracuse University Press, 1985, hlm. 120]

Gerakan Zionisme bersama dengan beberapa politisi penting di Inggris, termasuk A.J. Balfour dan Herbert Samuel bahu membahu dalam merealisasikan visi gerakan itu. Dan menurut Ilan Pappe, keberhasilan utama mereka adalah dalam membangun kelompok lobi yang kokoh, terdiri dari orang Yahudi dan non-Yahudi, yang berpusat pada keluarga Rothschild. Hasilnya adalah seperti yang sudah kita ketahui bersama: Deklarasi Balfour.

Deklarasi Balfour, dokumen yang memberi pengakuan dan legitimasi bagi bangsa Yahudi atas tanah Palestina, sebetulnya merupakan, meminjam istilah Robert John, ’the most extraordinary document produced by any government in world history.’ Dokumen itu merupakan janji dari bangsa pertama (Inggris) kepada bangsa kedua (Yahudi) untuk memberikan negeri bangsa ketiga (Palestina), sementara pada saat itu ia masih merupakan bagian dari kesultanan bangsa keempat (Turki). Deklarasi itu dikeluarkan bukan hanya satu tahun sebelum Perang Dunia I (1914-1918) berakhir, tetapi juga lima minggu sebelum pasukan Inggris menduduki Yerusalem pada tanggal 9 Desember 1917. Dan pada kenyataannya kemudian, apa yang dinyatakan pada bagian akhir deklarasi tersebut bahwa ‘nothing will be done that may prejudice the civil or religious rights of existing non-Jewish communities in Palestine’ pada kenyataannya sama sekali tidak terwujud. Yang ada adalah kelompok Zionis melakukan segala hal yang mereka bisa untuk menegasikan dan menistakan berbagai hak yang dimiliki oleh bangsa Palestina, sementara pemerintah Eropa, dan kemudian juga Amerika Serikat, berdiam diri dan bersikap masa bodoh terhadap semua kekejian itu!

Keanehan dokumen Balfour tidak hanya itu saja. Dokumen ini merupakan sebuah surat dari kerajaan paling kuat di dunia pada masa itu, yaitu Kerajaan Inggris, kepada seorang bankir internasional yang sekaligus merupakan kepala keluarga Rothschild di Inggris.

Ya, surat itu ditujukan kepada Lord Rothschild yang kedua, putra tertua dan pewaris Nathan Rothschild, yaitu Walter (1868-1937), dan dialamatkan ke rumahnya di 148 Picadilly, London.

Walter sendiri merupakan tokoh yang unik. Kurang begitu tertarik dengan dunia keuangan dan perbankan, ia telah mengumumkan keinginannya untuk membangun sebuah museum zoology sejak masih berumur 7 tahun. Ia sempat berkarir, dengan berat hati, memimpin bank milik ayahnya selama kurang lebih 20 tahun, dan sempat menjadi anggota parlemen selama 11 tahun, tetapi Walter lebih banyak menghabiskan hidupnya demi cita-citanya sebagai ahli zoology. Ia mendeskripsikan dan memberi nama spesies-spesies baru dan melekatkan nama Rothschild di belakang nama 153 serangga, 58 burung, 17 hewan menyusui, 3 ikan, 3 laba-laba, 1 ekor cacing, dan seekor jerapah. Spesies jerapah di atas, yang rupanya belakangan ini menjadi langka, ia beri nama ’giraffe camelopardis rothschildi.’ Dan tentunya merupakan sebuah konfirmasi terhadap karakter Zionis Rothschild jika penulis di harian Haaretz, Israel, secara bercanda menyebut jerapah itu sebagai ’a truly Zionist giraffe.’ [ Michael Handelzalts, “Pen Ultimate/ Sticking My Neck Out: on a trinominal, and truly Zionist, species of Giraffe,’ Haaretz, 28 Desember 2007, http://www.haaretz.com/magazine/week-s-end/pen-ultimate-sticking-my-neck-out-1.236061]

Walter tentu saja bukan satu-satunya pemimpin keluarga Rothschild yang memberikan dukungan bagi gerakan Zionisme. Pemimpin keluarga Rothschild lainnya, kali ini di Perancis, yaitu Baron Edmond James de Rothschild (1845-1934), berperan langsung dalam membangun pemukiman Yahudi di Palestina. Ia membebaskan setengah juta dunam tanah-tanah Palestina bagi membangun proyek pemukiman Yahudi.

Dunam merupakan satuan luas yang digunakan pada masa kesultanan Turki Utsmani dan masih digunakan hingga hari ini, termasuk di wilayah Palestina. Satu dunam kurang lebih setara dengan 1000 meter persegi.

Dalam “Zionism and Territory: The Socio-Territorial Dimmensions of Zionist Politics”, disebutkan,hingga tahun 1919, sekitar 80% tanah pemukiman yang dibeli dan dikembangkan oleh kalangan Zionis dikelola oleh dua organisasi milik Edmond, yaitu Jewish Colonization Association (JCA) dan Palestine Jewish Colonization Association (PICA). Baru setelah itu, tanah dan proyek yang dimiliki oleh organisasi Yahudi lainnya, yaitu Jewish National Fund (JNF), menjadi lebih dominan.

Mengubah wajah Eropa dan dunia

Bisnis keluarga Rothschild mulai mengalami penurunan sejak masa Perang Dunia pertama, dan terutama dengan terjadinya Perang Dunia kedua. Talenta anak cucu Rothschild menjadi semakin beragam, tidak melulu sebagai ahli keuangan seperti generasi awalnya. Sebagian mereka ada yang terjun di dunia seni, politik, akademik, dan lain sebagainya, sambil tetap mempertahankan bisnis utama peninggalan orang tua mereka. Perubahan sistem politik dunia, serta kekurangberhasilan mereka dalam membangun basis yang kokoh di Amerika Serikat, juga menyebabkan performa dan kekuasaan ekonomi mereka menurun. Di samping sektor keuangan, mereka kemudian juga meluaskan sayap bisnis ke bidang lainnya, di antaranya minuman keras.

Walaupun bisnis keuangan dan perbankan yang mereka jalani mengalami jatuh bangun dan stagnasi, mereka masih eksis sebagai salah satu kekuatan keuangan dunia. Sekarang ini mereka memiliki kantor perwakilan di 40 negara di seluruh dunia, dan satu di antaranya terdapat di gedung Bursa Efek Jakarta, Jalan Sudirman.

Bisnis keluarga Rothschild telah berjalan selama lebih dari 2 abad, mencapai 7 generasi, dan mereka masih tetap eksis hingga hari ini. Pada masa-masa terdahulu, mereka berperan besar dalam mengubah wajah Eropa dan dunia. Mereka juga merupakan salah satu pihak yang bertanggung jawab atas berlangsungnya proyek Zionis di Palestina dan karenanya juga terhadap terjadinya krisis Timur Tengah yang hingga hari ini tak juga kunjung selesai. Apakah mereka masih akan memberikan pengaruh dalam perubahan sejarah di masa yang akan datang, atau justru mereka akan tenggelam dalam debu -debu sejarah? Wallahu a’lam. [Kuala Lumpur, 30 Rajab 1431/ 12 Juli 2010/hidayatullah.com]

Penulis adalah kolumnis hidayatullah.com, kini sedang mengambil program doktoral bidang sejarah di Universiti Islam Antarabangsa, Malaysia

Kelahiran Alam Semesta dalam Al-Quran

Penjelasan teori gravitasi ternyata sudah tertulis dalam Al-Quran. Jauh sebelum para ilmuwan berpikir.

Hidayatullah.com--Alam semesta kita terbentuk sekitar 13,7 milyar tahun lalu melalui sebuah peristiwa yang dikenal dengan ledakan besar (Big Bang). Sebelum terjadinya peristiwa itu tidak ada energi, tidak ada materi, tidak ada ruang dan waktu. Hingga energi materi beserta ruang dan waktu keluar dari suatu kekuatan yang sangat dahsyat yang berasal suatu titik singularitas dengan temperatur dan kerapatan yang sangat tinggi. Maka sesuai dengan Q.S : Al-Anbiyaa’ ayat 30 : “Dan tidaklah orang-orang kafir itu melihat bahwa sama’ (ruang-waktu) dan ardh (ruang-materi) itu dahulu sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya.”

Materi yang pertama kali muncul pada saat itu berbeda dengan materi antarbintang yang membentuk matahari dan bumi serta planet-planet. Sebab materi yang menyusun bintang-bintang dalam galaksi terutama terdiri dari molekul, atom, nukleus, dan elektron. Sedangkan kilatan yang ditemukan Wilson dan Penzias pada tahun 1964 sebagai radiasi gelombang mikro yang mengisi seluruh jagad raya, membuktikan alam semesta lahir dalam ledakan yang mengerikan dalam suhu yang tiada tara tingginya. Pada suhu 1032 derajat tak hanya molekul dan atom saja yang tidak tahan; nukleus dan proton serta neutron yang membentuknya pun terurai menjadi zarah-zarah materi yang tidak dikenal di alam kita yang telah dingin ini.

Gejala inflasi mendorong alam membesar secara eksponensial. Hal ini dijelaskan dalam Q.S. Adz-Dzariyaat ayat 47 : “Dan sama’ (ruang-waktu) itu Kami bangun dengan kekuatan dan sesungguhnya Kami-lah yang meluaskannya.“

Suhu alam saat itu sangat tinggi, diperkirakan dalam waktu seperjuta trilyun-trilyun-trilyiun sekon setelah penciptaan suhu alam berkisar sepuluh juta trilyun-trilyun derajat. Pendinginan yang sangat cepat akibat inflasi, menyebabkan materialisasi energi secara berangsur bersamaan dengan terciptanya alam-alam lain, selain alam semesta ini. Kemunculan energi berada pada fase pertama dan materi nyata pada fase yang kedua sesuai dengan Q.S. Fushshilat ayat 9, “ Katakanlah patutkah kalian kufur kepada yang telah menciptakan ardh (ruang-materi) dalam dua yaum (fase) dan kalian mempersekutukan-Nya; padahal Dia Tuhan semesta alam.”

Untuk kata yaum di sini tidak ditafsirkan sebagai hari, karena pada saat itu bumi belum terbentuk, maka definisi hari yang berasal dari perputaran rotasi bumi selama 24 jam tentunya tidak dapat digunakan, maka yaum dipahami sebagai jangka waktu; periode atau fase.

Kelahiran materi dalam ruang alam memunculkan spin partikel sub nuklir, elektron, photon hingga ditetapkan sebagai gaya gravitasi, nuklir kuat, nuklir lemah dan elektromagnetis. Keempat gaya tersebut juga telah dijelaskan dalam Al-Quran Q.S. Fushshilat ayat 10 “Dan atasnya Dia ciptakan rawasiy dan memberkahinya serta menentukan aqwatnya dalam empat yaum sebagai jawaban bagi yang bertanya.”

Yang perlu dipahami rawasiy dalam ayat ini umumnya ditafsirkan sebagai gunung-gunung di bumi, yang notabene pada saat penciptaan alam semesta tentunya belumlah ada. Maka pengertian yang dapat kita ambil adalah tambatan. Seperti tambatan kapal, sesuatu yang sangat kokoh dan sangat sukar digoyangkan. Apakah yang terdapat dalam materi yang masih berbentuk partikel sub nuklir yang bersifat kokoh dan sukar digoyang?

Seorang Fisikawan akan menjawab spin atau gerak pusaran pada materi, itulah yang memiliki sifat tersebut, sebab gerak berputar pada partikel sub nuklir pada materi pada umumnya menimbulkan momentum putar yang lestari. Sedangkan untuk aqwat dapat dipahami sebagai catu muatan –muatan yang merupakan sumber kekuatan atau gaya (gaya gravitasi, gaya nuklir kuat, gaya nuklir lemah, dan gaya elektomagnetis) dalam empat yaum ( tahapan).

Gaya-gaya tersebut berperan besar dalam pembentukan jagad raya yang kita kenal sekarang ini, 1) Gaya elektromagnetik bertanggung jawab atas terbentuknya atom, molekul dan benda. 2) Gaya nuklir kuat membentuk nukleon (zarah proton dan neutron) dalam semua inti atom.3) Gaya nuklir lemah, berperan dalam gejala peluruhan radioaktivitas beta pada inti atom tertentu. 4) Gaya gravitas bekerja dalam semua partikel benda yang memiliki masa termasuk energy. Ketiga gaya tersebut tersebut dapat dijelaskan hubungan antara satu dengan yang lainnya melalui Quantum Field Theory (QFT) atau standard model, kecuali gaya gravitasi. Sedangkan gaya gravitasi dapat diterangkan melalui Te

Namun jika hukum QFT diaplikasikan pada hukum GR hasilnya menjadi tidak masuk di akal. Perkembangan selanjutnya dikembangkanlah suatu teori yang mampu menjelaskan keempat gaya ini, yaitu teori dawai, atau string theory yang dipopulerkan oleh Stephen Hawking.

Penjelasan mengenai teori ini pun ternyata sudah tertulis dalam Al-Quran, yang ternyata jauh sebelum para ilmuwan berpikir mengenai teori-teori tersebut. Allah telah menjelaskan Sunatullah-Nya dalam firman-firman-Nya.

Sunatullah dalam teori-teori Fisika


Teori Relativitas Umum atau General Relativity Theory , membuka lembaran baru dunia sains di abad ke 20. Teori yang dicanangkan oleh Albert Einstein ini mengubah pemahaman dunia mengenai teori gravitasi Newton. Merujuk pada Teori Relativitas Umum, diketahui bahwa setiap benda memiliki massa dan menyebabkan ruang-waktu di sekitarnya melengkung. Teori ini telah membuka persepsi cakrawala baru mengenai cara pandang kita terhadap alam semesta, orbit planet-planet, evolusi bintang dan galaksi, teori Ledakan Besar (Big Bang), dan juga lubang hitam (Black Holes). Namun teori ini sendiri tidak dapat diaplikasikan bersama-sama dengan teori mekanika kuantum yang merupakan tiga gaya yang berpengaruh besar dalam pembentukan alam semesta.

Quantum Field Theory
merupakan teori mekanika kuantum yang melandasi cara pandang kita secara teoritis mengenai perilaku partikel subatomik yang telah dipelajari dan diamati selama separuh abad ke 20. Teori ini dapat mendeskripsikan secara tepat perilaku dan kandungan partikel-partikel dasar. Tetapi teori ini sendiri hanya berlaku jika gravitasi begitu lemah hingga dapat ditiadakan. Teori partikel ini hanya bekerja pada saat kita menganggap gravitasi itu tidak ada.

Selama ini beberapa rumusan telah dikembangkan untuk mengawinkan kedua teori besar tersebut, namun menghasilkan rumusan matematis yang inkonsisten, kemungkinan-kemungkinan negative, dan ketakterhinggaan yang tidak bermakna. Merujuk pada laman Supersymmetry Phenomenology by Hitoshi Murayama, dinyatakan bahwa kunci dari penggabungan kedua teori tersebut mungkin terdapat pada keberadaan supersymmetry antara partikel gaya dan materi.

Supersymmetry
adalah sebuah teori yang menjelaskan bahwa pada setiap partikel terdapat superpartner yang memiliki gerak pusaran (spin) yang berbeda ½ putaran. Supersymmetry mampu menggabungkan tiga gaya, nuklir kuat, nuklir lemah dan elektromagnetik hingga menjadi seimbang dengan persentase akurasi yang tinggi.

Hal lain yang menarik dari Supersymmetry ini adalah keberadaannya merupakan syarat utama dari teori dawai (string theory), satu-satunya teori yang dapat menjelaskan keempat gaya pembentuk alam semesta.

Satu-satunya teori yang dapat menjembatani medan gravitasi dengan ketiga gaya lain adalah ketika diaplikasikan dalam superstring theory. Teori dawai mengungkapkan bahwa asal muasal partikel adalah sejenis dawai atau senar. Ia bisa tertutup, seperti lingkaran atau terbuka seperti sehelai rambut. Dawai bebas bergetar dan akibat getaran yang berbeda menghasilkan partikel yang berbeda pula. Sebuah vibrasi atau nada membuat dawai muncul sebagai elektron dan lainnya sebagai proton. Dalam teori ini, partikel terbagi dalam dua kategori, yaitu boson (gaya) dan fermion (materi).

Boson hanya melingkupi partikel gaya semacam photon, pembawa gaya elektromagnetis, gluon, pembawa gaya nuklir kuat, dan graviton, pembawa gaya gravitasi, sedangkan fermion adalah partikel materi yang membentuk diri kita dimiliki oleh elektron atau quark. Getaran yang menghasilkan partikel Boson berada pada 26 dimensi ruang waktu sedangkan fermion berada pada 10 dimensi ruang waktu.

Teori yang melandasi hal ini berawal dari Original string theory hanya berlaku pada Boson, tetapi dengan memperkenalkan supersymmetry dalam Bosonic String Theory, dapat diperoleh teori baru yang menjelaskan baik gaya maupun materi yang membentuk alam semesta ini. Supersymmetry adalah sebuah teori yang menjelaskan bahwa pada setiap partikel terdapat superpartner yang putarannya berbeda setengah putaran atau dengan kata lain dalam Boson (partikel gaya) terdapat pasangan Fermion-nya (partikel materi), hal ini kurang lebih sama dengan kenyataan bahwa dalam materi terdapat anti materi. Teori yang melibatkan fermion dalam teori dawai di bagi dalam lima tipe yaitu tipe 1, tipe 2A, tipe 2B dan dua teori dawai heterotik. Teori dawai heterotik ini pula yang mengisyaratkan bahwa alam yang kita huni memiliki kembaran yang hanya dapat dihubungkan dengan medan gravitasi, walaupun demikian hukum alam yang berlaku berbeda dari alam yang kita tinggali.

Pada perkembangannya string theory pun berevolusi menjadi beberapa teori-teori, menghasilkan Theory of Everything dan yang terbaru adalah M-theory yang dikembangkan oleh Edward Witten pada tahun 1995. Pada tataran fisika teoritis M-theory adalah proposal matematis yang menyatukan kelima superstring theory yang berdimensi sepuluh, menjadi teori tunggal yang berdimensi sebelas. Kesebelas dimensi itu adalah satu dimensi waktu, tiga dimensi ruang yang kita tinggali, dan tujuh dimensi parallel yang tersembunyi.

Maka benarlah penjelasan dalam Al-Quran dalam Q.S. Fushshilat ayat 12 : “Lalu diciptakan-Nya tujuh langit (tujuh ruang alam) dalam dua tahap, dan pada setiap langit (ruang alam) Dia mewahyukan urusannya masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui”

Q.S At-Talaaq ayat 12 : “Allah yang menciptakan tujuh langit (tujuh ruang alam) dan tujuh bumi padanannya (materi masing-masing alam). Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu. ". [Tia Atisa, diintisarikan dari buku Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan Kealaman oleh Prof. Achmad Baiquni, Msc. Phd]

Istikharah Cinta

Doa adalah senjata umat Islam. Dengan doa, berbagai masalah bisa dipecahkan

SEORANG akhwat, sebut saja Aisyah. Ia mahasiswi semester akhir di perguruan tinggi negeri di Jawa Timur. Mengetahui godaan menjaga iman begitu besar, terbersit keinginan untuk segera menikah. Ia yakin, hanya dengan menyempurnakan agama, kesucian diri; baik hati maupun fisik bisa dijaga. Niat itu pun didukung penuh orang tuanya.

Gayung pun bersambut. Tak lama kemudian, ada dua ikhwan yang serius akan menikahinya. Keduanya termasuk orang baik dan shaleh. Rajin ibadah dan aktifis kampus. Tak hanya itu, secara fisik juga sama. Ganteng. Cuma, perbedaanya dalam hal ekonomi. Yang satu terbilang mampu, sedang yang satunya sangat sederhana. Bahkan, untuk biaya kuliah, dia mencari sendiri.

Sebagai manusia, perasaan bingung dan bimbang pasti ada. Aisyah pun tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Lalu, malam harinya Aisyah shalat istikharah dua rakaat, meminta pada Allah agar ditunjukkan yang terbaik dari salah satu pemuda shaleh itu. Sekali ia shalat, tapi belum juga ada tanda-tanda.

Malam berikutnya, sebelum tidur, Aisyah shalat lagi. Namun, belum juga ada jawaban. Hingga di hari ke tujuh, Aisyah tiba-tiba bermimpi. Ketika itu, dalam mimpinya, Aisyah sedang berjalan kaki di tikungan jalan tak jauh dari kampusnya. Tiba-tiba, Aisyah melihat seorang ikhwan mengendendarai sepeda onthel menghampirinya dan memboncengnya.

Ikhwan dalam mimpi itu tak lain adalah si pemuda sederhana. Lalu, bagaimana jawaban Aisyah? "Inilah jodohku, Allah telah tunjukkan lewat mimpi" ujarnya mantap.

Kini, Aisyah dan suaminya telah dikaruniai seorang putri yang cantik dan. Mereka hidup bahagia dalam biduk rumah tangga layaknya surga di kota gajah, Lampung Sumatera Selatan. Kabarnya, sekarang Aisyah sedang hamil anak kedua. Dan, sang suami dalam proses menyelesaikan program master di perguruan tinggi negeri di sana.

Jadi Solusi


Manusia sering dihadapkan pada berbagai pilihan. Entah dalam bidang apa saja. Bisa karir, sekolah, perguruan tinggi, bahkan jodoh. Nah, masalah jodoh biasanya hal yang paling banyak bikin orang bingung. Pasalnya, memang tidak gampang memilih jodoh. Jodoh adalah pasangan seumur hidup, bahkan sampai akhirat. Salah-salah memilih jodoh, sama halnya cari petaka hidup.

Setidaknya hal itu sudah banyak contohnya. Baru seumur jagung pernikahan, biduk rumah tangga sudah retak. Bahkan pecah. Nauzubillah. Sesuai kata bijak, kalau bisa, menikah hanya sekali dalam seumur hidup. Namun, yang bikin bingung, jika ada lebih dari satu pilihan. Apalagi, semuanya baik. Siapapun bakal masygul. Setidaknya, seperti yang dialami Aisyah dalam kisah di atas. Untungnya, Aisyah lekas shalat istikharah. Aisyah tidak mau terjebak dalam keputusan pragmatis duniawi semata.

Namun perlu diingat. Apa yang diistikharahkan harus realistis dan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Akal pikiran dapat menjangkau dan mengukurnya. Jadi tidak terkesan irasional. Jodoh misalnya, harus orang yang baik-baik dan betul-betul serius untuk dijadikan pendamping hidup, bukan untuk dipacari. Jangan sampai karena bingung memilih pacar, lalu shalat istikharah tujuh hari tujuh malam. Bukan itu yang disebut istikharah. Sebab yang terkahir ini jelas bertentangan dengan syariat.

Shalat istikharah sangat bermanfaat untuk menghilangkan rasa waswas. Paling tidak untuk menghindari rasa penyesalan di kemudian hari karena salah dalam memilih. Dan, orang yang mendapat jodoh dari shalat istikharah dijamin tidak menyesal.

Sebuah hadits menyebutkan, "Tidak akan kecewa orang yang mau (mengerjakan shalat) Istikharah, dan tidak akan menyesal orang yang suka bermusyawarah serta tidak akan melarat orang yang sukaberhemat (sederhana)." (HR.Imam Thabrani)

Shalat istikharah tidak jauh beda dengan shalat sunnah lainnya. Shalat istikharah bisa dilakukan dua rakaat dan kapan saja, bisa siang atau malam. Namun, lebih baik dilakukan seperti shalat tahajud, di sepertiga malam.

Dalam Fiqhus-Sunnah, As-Sayyid Sabiq mengatakan tidak ada ketentuan yang kuat surat atau ayat apa yang secara khusus harus dibaca pada dua rakaat.

Sedangkan, doa istikharah dibaca setelah usai shalat. Doa tersebut sebagai berikut; “Allahumma Astakhiiruka bi 'ilmika Wa Astaqdiruka biqudratika. Allahumma inkunta ta'lamu anna hazal amra khirun li fi diini wa ma'asyi wa 'aqibatu amri, faqdirhu li wa yassirhu li tsumma baarik li fihi. Wa Inkunta ta'lamu anna hazal amra syarran li fi diini wa ma'asyi wa 'aqibatu amri, fashrifhu 'anni wa washrifni 'anhu Waqdir liya khaira haitsu kaana. Tsummardhini bihi.”

Artinya; "Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagi dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini buruk untukku, agamakku dan jalan hidupkku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dari ku. Tetapkanlah bagiku kebaikan dimana pun kebaikan itu berada dan ridhailah aku dengan kebaikan itu."

Berdoa adalah senjata (silah) umat Islam. Dengan doa, berbagai masalah bisa dipecahkan. Allah SWT telah menjamin pada setiap hamba-Nya untuk mengabulkan segala doa. Asal, tidak putus asa dan terus berdoa. Selamat mencoba. [Anshor/www.hidayatullah.com]

10.6.10

Tsunami Aceh, Melahirkan 'Tsunami' Batinku

Mantan aktivis gereja itu tergetar saat menyaksikan badai tsunami Aceh tak mampu menyeret bangunan-bangunan masjid.

Hidayatullah.com--Hari itu, hampir seluruh stasiun TV menayangkan keganasan gempa Tsunami di Aceh. Jelas sekali terlihat di layar kaca, betapa bangunan-bangunan terporakporandakan, dan puluhan ribu nyawa melayang olehnya. Siapapun yang menyaksikan musibah ini, sekalipun hanya melalui layar kaca, pasti akan terunyuh hatinya.

Selain memberitakan kedahsyatan gempa tsunami, stasiun-stasiun TV juga meliput beberapa ‘keajaiban’ yang terjadi di sana (Aceh). Diantaranya adalah kondisi Masjid Agung yang tetap berdiri tegap, padahal, seluruh bangunan yang ada di sekitarnya, telah menyatu dengan tanah. Anehnya, tempat ibadah umat Islam itu, tidak mengalami kerusakan yang berarti, ia tetap berdiri kokoh.

Terhadap fenomena yang menakjubkan ini, tidak sedikit orang yang mengatakan, bahwa hal tersebut membuktikan akan kekuasaan Allah, yang Ia tunjukkan melalui perantara tsunami.

Berbagai keajaiban itulah yang kelak membuka hati seorang wanita parubaya asal Surabaya. Inilah kisahnya;
***

Ia mencibir dengan sinis komentar-komentar yang menyatakan adanya keterlibatan Allah (Tuhan kaum muslimin) dalam musibah yang terjadi pada tahun 2004 silam itu, “Ya wajarlah. Bagaimana masjidnya mau ambruk, lha wong masjidnya megah dan lebih kuat dari bangunan-bangunan di sekitarnya,” ujarnya mengomentari liputan TV tentang keajaiban Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang tak ikut roboh diterjang tsunami.

Namun tak lama setelah berucap demikian, seketika tayangan televisi berganti dengan berita, bahwa, selain masjid agung tersebut, terdapat sebuah surau (musholla) kecil, terbuat dari gedhek (anyaman bamboo, red) yang juga terkena arus tsunami, namun, musholla itu tidak mengalami ‘cacat’ sedikitpun, bertolak belakang dengan bangunan yang ada di sekelilingnya.

Sadar akan kemahabesaran Tuhan yang Ia tunjukkan itu, batin perempuan tersebut seketika bergetar, bulu kuduknya berdiri, seraya menangis tersedu-sedu, dan langsung tersungkur, sujud, mengakui kekhilafannya selama ini.

Wanita paruh baya itu adalah Agustin (30). Ia berkomentar demikian, karena memang, saat itu, ia masih belum meyakini akan keberadaan Allah dengan sebenar-benarnya, sekalipun ia telah bersyahadat sepuluh tahun lamanya, sebelum musibah tsunami terjadi.

Lalu bagaimana lika-liku kisah perjalanan spiritual wanita asal Surabaya ini hingga mengecap manisnya iman? Dan atas dasar apa dia bersahadat, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya, padahal ia sama sekali tidak mempercayai akan hakekat keduanya? Adakah misi tersembunyi di balik itu semua?

Aktivis Gereja
Ia terlahir di tengah-tengah keluarga dan lingkungan Kristen. Tak ada hari selain beraktifitas di gereja. Boleh dikata, hampir setiap hari Agustin aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan gereja.

“Di sini, kami didoktrin dengan ajaran bahwa agama kami adalah agama kasih, agama penyelamat. Adapun agama lain, Islam, misalnya, adalah agama sesat, yang justru akan menjerumuskan pemeluknya ke dalam neraka, ujarnya.

”Lingkungan menjadikanku sosok yang sangat fanatik terhadap agama, “tambahnya.

Sebab itu, Ia dianjurkan untuk menjadi pengembala-pengembala penyelamat (sebutan bagi para misionari) yang menyelamatkan domba-domba (sebutan mereka yang di luar agama nasrani) tersesat.

Karena hampir setiap hari mengikuti kegiatan ini, militansinyaku terhadap agama (Kristen, red) sangat kuat. Begitu pula semangat menyebarkan misi di tengah-tengah masyarakat. Saking kuatnya keyakinan yang ia miliki, pernah terbesit keinginan untuk menjadi pendeta.

“Namun, karena rencana itu telah terbaca terlebih dahulu oleh keluarga, mereka menetangku, terutama paman, katanya. “Perempuan kok mau jadi pendeta”, ujar mereka pada Agustin.

Meskipun demikian, semangat untuk mengkristenkan masyarakat (Muslim), tidak pernah kendur. Bahkan sudah tak terhitung berapa jumlah dari mereka yang telah berpindah agama disebabkan ajakkan nya.

“Dan makanan ’empuk’ kami adalah mereka yang tergolong kelas bawah, yang secara ekonomi, mereka dalam kekurangan. Sengaja kami pilih kelas ini, karena melihat kurangnya perhatian saudara sesama muslim dalam mengangkat harka danmartabat kehidupan mereka dari kesengsaraan ekonomi,” kenangnya.

“Kami bantu mereka dengan memberikan santunan-santunan. Sembari memberikan bingkisan-bingkisan tersebut, kami selipkan nilai-nilai kekeristenan, ini adalah bagian dari kasih sayang Kristus melalui prantara kami, untuk menyelamatkan bapak/ibu, ” bagitu ceramah Agustin kala itu.

Nikah Missi
Suatu hari, Agustin dipertemukan dengan seorang laki-laki yang bersimpangan keyakinan dengannya. Ia seorang Muslim. Karena sering berjumpa, benih-benih cintapun tumbuh di antara mereka berdua. Setelah satu sama lain merasa cocok, merekapun memutuskan untuk menikah. Namun, keinginan tersebut terbentur ’tembok tebal’, yaitu perbedaan agama. Karena terlanjur cinta, tawaran untuk memeluk Islam yang dijadikan syarat sahnya pernikahan, akhirnya disanggupi.

Agustin mengaku bersyahadat karena terpaksa. “Sebab pada dasarnya, tawaran tersebut kuterima, (selain atas dasar cinta), aku memiliki missi pribadi, yaitu, mempengaruhi suami untuk memeluk agama Kristen, di tengah-tengah mengarungi bahtera rumah tangga nanti, “ ujarnya.

Namun, alih-alih mengajaknya untuk memeluk Kristen, justru akhirnya ialah yang ’takluk’.

Sebagaimana diketahui, tipe suami Agustin pria yang sangat sabar dalam menghadapi istri. Sadar bahwa keimanannya terhadap Islam bak fatamorgana, tidak serta merta membuatnya gelap mata dan mendampratnya.

“Lebih-lebih, dia juga mengetahui kalau aku termasuk orang yang suka berdebat. Untuk menghindari percekcokkan rumah tangga, ia memilih strategi lain dalam membimbingku menuju ridha Ilahi. Ia beli buku-buku agama Islam, termasuk di dalamnya, buku Amad Deedat, yang membahas secara rinci, tentang kesalahan-kesalah yang terdapat di Bibel. Buku-buku tersebut digeletakkan begitu saja di meja, ataupun di atas ranjang,” ujarnya.

Bagaimanapun juga, meskipun tidak dianjurkan untuk membaca, rasa penasaran Agustin untuk membuka buku-buku tersebut tetap tinggi. Ia akhirnya menjelajahi isi-isinya.

Dan sungguh mencengangkan, betapa penjelasan buku-buku tersebut --tentang kesalahan-kesalahan yang terdapat pada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, benar adanya, setelah kubuktikan dengan membuka Bibel.

Sebagai contoh, diterangkan dalam buku tersebut, bahwa, di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, terdapat perbedaan penjelasan tentang banyaknya jumlah pasukan yang ikut serta dalam suatu peperangan. Ironinya, kasus macam ini, diakuinyatidak hanya satu, dua saja, tapi banyak. Dan hal inilah yang sedikit demi sedikit telah mengikis keyakinannya, yang selama ini tidak tergoyahkan.

Pada suatu malam, Agustin benar-benar dalam kegamangan. “Aku bingung dengan konsep Tuhan Trinitas yang selama ini kuyakini, terlebih setelah mengetahui akan kekeliruan-kekeliruan di dalamnya,” ujarnya.

Namun di balik itu, Agustin pun belum yakin akan kebenaran Islam. Di tengah kesunyian dan gelapnya malam, ia mengadahkan muka ke langit. Terlihat di atas sana bintang-bintang yang berkelap-kelip. Sembari menitikkan air mata, ia berujar di tengah-tengah kekalutan batinku, ”Yaa Tuhan, agama manakah yang benar di antara dua agama ini? Tunjukkanlah satu bukti nyata pada diri ini, akan kebenaran salah satu di antara keduanya,” demikian harapnya.

Tidak lama setelah itu, bukti itupun datang dibalik musibah besar yang melanda negeri ini, yaitu gempa tsunami, di Nangroe Aceh Darussalam.

Iapun terbelalak, ketika lebih dari enam masjid kecil tegar oleh badai tsunami. Ketika semua gedung, tanaman dan apa yang disekitarnya bersih disapu tsunami, ajaibnya masjid-masjid kecil itu tetap kokoh berdiri dan utuh.

Pemandangan itulah yang nampaknya menggetarkan hati Agustin. Sejak itu, iapun kembali bersyahadat untuk yang kedua kalinya.

“Sejak itu, aku bisa merasakan ketenangan batin, dan mengecap manisnya iman, lebih-lebih, ketika aku telah mengenakan hijab, terasa sekali kesejukkan dalam sanubari. Dan yang lebih penting lagi, sejak mengenakannya (jilbab), tidak ada lagi mata keranjang laki-laki yang berani melototiku, ketika luar rumah, “ ujarnya kepada hidayatullah.com.

“Akhirnya, puji syukur kuhaturkan kepada Allah, yang telah menunjukkan ke padaku jalan yang lurus, sehingga aku mampu mengecap manisnya iman. Mudah-mudahan, keluargakupun akan mengikuti jejakku di kemudian hari. Amien yaa rabbal ’aalamien. [Robin Sah/hidayatullah.com]

Disampaikan oleh Agustin Krisnari, mantan aktivis gereja asal Surabaya, kepada hidayatullah.com

http://hidayatullah.com/cermin-a-features/cermin/12047-tsunami-aceh-melahirkan-tsunami-batinku

Menjawab Pertanyaan Seorang Atheis tentang Tuhan

Assalamualaikum...

Pak ustadz yang saya hormati, saya mempunyai pikiran yang mengganjal dalam benak saya. pemikiran ini berawal dari sebuah forum dimana salah satu anggotanya berkomentar "benarkah alam semesta diciptakan oleh tuhan? lalu siapa pencipta Tuhan sehingga Tuhan itu ada?"
Menurut PakUstadz bagaimana saya menjawab pertanyaan seperti diatas apabila ada seseorang yang bertanya seperti kalimat diatas kepada saya.
Sekian pertanyaan dari saya. mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan

wassalamualaikum
Hamba Allah


Jawaban

Waaalaikumussalam Wr Wb.

Jika orang-orang atheis berkeyakinan bahwa segala sesuatu haruslah masuk akal agar bisa dipercayai justru pertanyaan yang diajukan olehnya tidaklah masuk akal. Hal ini menandakan bahwa pertanyaan tersebut bukanlah muncul dari akal sehat karena akal sehat tidaklah bertabrakan dengan kebenaran. Akan tetapi pertanyaan itu muncul dari bisikan setan didalam hatinya.

Syeikh Muhammad Shaleh al Munjid mengatakan jika kita membuka perdebatan terhadap pertanyaan Siapa Pencipta tuhan? maka si penanya akan bertanya lagi: Siapa Pencipta yang Menciptakan Tuhan? lalu Siapa Pencipta yang menciptakan si Pencipta Tuhan? begitu seterusnya tanpa ada akhirnya, dan ini tidaklah masuk akal.

Sedangkan seluruh makhluk yang ada berujung pada Sang Pencipta Yang menciptakan segala sesuatu dan tak ada satu pun yang menciptakannya akan tetapi Dia lah Sang Pencipta yang tidak ada selain-Nya, dan inilah yang sesuai dengan akal dan logika. (www.islam-qa.com)

Pertanyaan tersebut hanyalah bersumber dari setan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Nabi saw bersabda,”Setan akan mendatangi seorang dari kalian lalu mengatakan,’Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan ini? sehingga dia akan berkata, 'Siapa yang menciptakan Tuhanmu?' Dan apabila dia menghinggapinya maka berlindunglah kepada Allah darinya dan hendaklah dia menyudahinya.”

Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata bahwa Nabi saw bersabda,”Manusia akan senantiasa bertanya hingga yang dikatakan, ’Ini adalah Allah yang menciptakan makluk lalu siapakah yang menciptakan Allah?’ dan barangsiapa yang mendapatkan sedikit saja tentang hal ini maka katakanlah ‘Aku beriman kepada Allah.”

Nabi saw bersabda,”Manusia senantiasa bertanya hingga seorang dari mereka berkata, 'Ini Allah yang menciptakan makhluk lalu siapakah yang menciptakan Allah?’ Apabila mereka mengatakan demikian maka katakanlah: (Allah Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.) QS. Al Ikhlash 1-4. Kemudian meludahlah ke sebelah kiri tiga kali dan berlindunglah (kepada Allah) dari godaan setan.”

Dengan demikian jelaslah bahwa pertanyaan semacam itu adalah dari setan yang ingin merusak agama dan akal sehatnya dan mejauhkannya dari Allah swt dan kebenaran.

Mungkin saja jawaban seperti ini tidak diterima oleh seorang yang kafir kepada Allah dikarenakan sifat inkar dan dusta yang ada didalam hatinya telah menutupi kebenaran dan akal sehatnya namun tidak bagi seorang mukmin yang hatinya senantiasa hidup dengan mengingat Allah serta meyakini bahwa Allah adalah Sang Pencipta seluruh makhluk-Nya dan Dia lah Yang Awal dan Yang Akhir.

“Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin; dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Hadid 3)

Nabi saw apabila hendak tidur maka beliau berbaring diatas bagian sebelah kanan tubuhnya lalu berdoa: “Wahai Allah Tuhan langit dan Tuhan bumi serta Tuhan arsy yang agung. Wahai Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, Yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan, Yang menurunkan taurat, injil dan al Furqon. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap pemilik kejahatan. Engkaulah yang menggenggam ubun-ubunnya. Wahai Allah, Engkaulah Yang Awal dan tidaklah ada sesuatu sebelum-Mu. Engkaulah Yang Akhir dan tidaklah ada sesuatu setelah-Mu. Engkaulah Yang Zhahir dan tidaklah ada sesuatu diatas-Mu, Engkaulah Yang Bathin dan tidaklah ada sesuatu tanpa-Mu maka tunaikanlah hutang kami dan cukupkanlah kami daripada kefakiran.”

Wallahu A’lam

Hukum Rekayasa Uang Pengganti Biaya Penginapan

Asl. Wr. Wb.

Saya mau bertanya, Saya baru saja mendapatkan tugas dari perusahaan tempat Saya bekerja untuk ke daerah selama 2 minggu. Seperti peraturan bahwa Kami akan mendapat uang saku dan biaya penginapan akan diganti setelah selesai tugas. Di hotel Saya menginap 1 kamar berdua dengan rekan kerja.

Setelah selesai, rekan2 kerja sepakat agar bukti pembayaran hotel dipisah masing2 memegang 1 dan mengubah nilai pembayaran mengikuti rate maksimum sesuai peraturan dengan tujuan mendapatkan pengganti penginapan lebih besar. Saya masih bimbang untuk menerima uang ini, sekarang Saya telah menerima uangnya, apa yang harus Saya lakukan??

Sebelumnya terima kasih, Wasl. Wr. Wb.

Roomey d Luffy


Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Roome yang dimuliakan Allah swt

Diantara sifat seorang mukmin adalah berbuat jujur dan jauh dari perbuatan dusta, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Abdullah dari Nabi saw beliau bersabda: "Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga, sesungguhnya jika seseorang yang senantiasa berlaku jujur hingga ia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berdusta sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta."

Dan “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (jujur); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS Al Baqoroh 177)

Dan apa yang dilakukan teman-teman anda dengan membuat slip pembayaran tidak sesuai dengan harga sebenarnya (lebih besar dari harganya) tidaklah dibenarkan dan dilarang oleh agama karena termasuk kedalam perbuatan dusta, sebagaimana dalil-dalil diatas.

Tidak sepatutnya bagi anda mengikuti teman-teman anda yang berbuat demikian karena hal itu termasuk kedalam tolong menolong didalam perbuatan dosa, sebagaimana firman Allah swt:

وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS Al Maidah 2)

Hendaklah anda tetap memegang teguh kebenaran meski orang-orang disekeliling anda melakukan kemaksiatan dengan terus senantiasa meminta bantuan dari Allah swt. Meskipun sikap seperti ini adalah perbuatan yang sulit dan terasa aneh namun yakinilah bahwa sikap ini akan menjadikan anda orang yang paling berbahagia di sisi Allah swt, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah saw bersabda: "Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasing."

Wallahu A’lam