22.7.14

[Berita Foto] Pembantaian Zionis ‘Israel’ di Kamp Asy-Syujaiyah, Jalur Gaza

Para wartawan tersebut mengatakan bahwa sebagian besar jenazah dimutilasi dalam kondisi sangat buruk 


Hidayatullah.com–Penembakan biadab dari penjajah zionis ‘Israel’ membunuh lebih dari 60 orang Palestina dan melukai lebih dari 400 orang Palestina di kamp pengungsi Asy-Syujaiyah di Jalur Gaza.

Sekitar 25.000 orang melarikan diri mencari perlindungan. Pembantaian ini dimulai pada Minggu dini hari dan terus berlanjut.

Para wartawan, yang berhasil masuk ke Asy-Syujaiyah selama jeda dua jam yang diminta Palang Merah untuk mengevakuasi jenazah, melaporkan pemandangan mengerikan yakni jalan-jalan yang penuh jenazah termasuk perempuan, anak-anak, pemuda, dan orang lanjut usia. 17 di antara korban tewas adalah bayi dan anak-anak.

Para wartawan tersebut mengatakan bahwa sebagian besar jenazah dimutilasi dalam kondisi sangat buruk sementara seluruh rumah di lingkungan tersebut hancur sebagian maupun keseluruhan. Tim medis tidak bisa menolong karena penjajah menembakkan misil ke arah mereka.

Lima ambulans bahkan ditembak dan ambulans lainnya tidak bisa digunakan karena terus ditarget.

Hamas menggambarkan pembantaian di Asy-Syujaiyah ini sebagai kejahatan perang.

Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas, menyatakan bahwa tekad rakyat Palestina tidak akan goyah dan perlawanan akan terus dilanjutkan. Abu Zuhri juga mengatakan bahwa akan semakin banyak korban dari pihak penjajah. * (PIC|Sahabat Al-Aqsha)


Foto-foto lengkap klik FB Hidayatullah Online: http://on.fb.me/1rgZv2A

Korban Israel adalah wanita dan anak-anak!
Korban Israel adalah wanita dan anak-anak!
Korban Israel adalah wanita dan anak-anak!
Apakah Anda... Klik di sini!

14.7.14

Pembantaian Kristen terhadap Kaum Muslimin yang Mengerikan

Mirip di Ambon, Poso, Bosnia, Palestina dan... dan...
Isunya menebar kasih. Propagandanya mengajak pada cinta. Namun pada kenyataannya, ajaran Kristen yang telah lama disesatkan Yahudi ini, lebih sering mengajarkan kebencian bahkan pembantaian. Korbannya, siapa lagi kalau bukan kaum muslimin.

Seakan memanfaatkan kondisi umat Islam yang tengah lemah tak berdaya, semua bangsa dari kulit putih hingga kulit hitam, dari mata biru hingga mata sipit, seakan tak kenal lelah membunuhi umat Islam satu persatu. Mereka tahu, Mesir yang akan menjadi embrio khilafah dengan kebangkitan Ikhwanul Muslimin, sekarang telah punah setelah agen-agen Freemasonry Internasional dan anggota Zionis menguasai Mesir kembali. Saudi, Negara-negara Teluk, Malasyia, Indonesia sibuk dengan agenda-agenda korupsi. Di sisi lain, umat Islam di negeri-negeri damai dicekoki ajaran toleransi, HAM, namun umat Islam dibiarkan tidak boleh berkuasa.

Tengoklah tragedi pembantaian muslim Afrika. Di tengah hari cinta kasih yang mereka propagandakan, setelah direstui pihak gereja dan diizinkan militer serta kepolisian Afrika Tengah, kaum Kristen membunuhi satu persatu umat Islam. Pertanyaannya, apa gerangan yang akan terjadi jika ada seorang Kristen mati oleh seorang muslim? Dunia akan heboh! Gereja akan mendentingkan lonceng-lonceng emergensi. AS-Eropa akan menyerang secara militer, bahkan paling minimal melakukan embargo.

Di titik ini, saya kebingungan bila masih ada da'i yang mempermasalahkan Pemilu demokrasi, apalagi mengajak umat untuk Golput dan menyerahkan tampuk kekuasaan kepada non Islam. Alasannya, partai-partai Islam (PBB-PKS-PPP) memiliki caleg non Islam, lalu percuma umat memilih juga. Suatu pemahaman yang absurd dan tidak mendasarkan pada kajian realitas (fiqh waqi'). Memang ada caleg non Islam dalam tubuh partai Islam, namun mereka tunduk pada kebijakan partai Islam. Lain halnya dengan partai-partai yang jelas sekuler. Mereka sangat dominan bahkan menjadi pengurus teras dan donatur partai-partai.

Saya yakin berdasarkan Al-Qur'an surat Al-Baqarah 120, pembantaian umat Islam di Indonesia oleh minoritas Syi'ah-Ahmadiyah-Kristen tinggal menunggu waktu. Saat umat Islam tak lagi berdaya, dan kekuasaan ekonomi-sosial-politik dikuasai penguasa Non Islam cs. Maka umat Islam siap-siap digorok, dibakar, dikubur hidup-hidup. Semua asset akan disita dan direbut. Saat itu, kita akan mengungsi kemana? Maka Pemilu 2014, umat Islam harus bangkit. Pilih partai Islam (PKS-PBB-PPP). Bila ada yang salah, awasi dan ingatkan bersama-sama. Jangan hanya marah-marah di belakang. Lalu putus asa dan mengajak umat Islam untuk Golput!

Komentaku (Mahrus Ali): 

Solusinya hanya pada ayat ini:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya..." (QS An Anfal 60)

Mereka itu takut mati dan senang hidup di dunia sebagaimana ayat:

وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَى حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ 

"Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan" (QS Al Baqarah 96)

Jangan jadi teroris, itu upaya peorangan bukan upaya rakyat banyak yang mukminin, boleh ditiru upaya mujahidin syiria yang mukmin untuk menegakkan sariat dan meruntuhkan hukum warisan penjajah, untuk kemakmuran bangsa di bawah naungan hukum Allah bukan penderitaan mereka terus di bawah naungan hukum kufur. Hal ini juga untuk membentuk pejabat yang amanah takut kapada Allah bukan aparat yang penghianat dan berani pada Allah.

http://mantankyainu.blogspot.com/2014/02/pembantaian-muslimin-yang-mengerikan.html

Ini Alasan MUI dan Ormas Sumbar Tolak Siloam Milik James Riady (Lippo Group)

Padang, MinangkabauNews -- Gerakan Aksi Penolakan Siloam Kamis, (28/11) menggelar aksi turun ke jalan atau melakukan demo dengan isu utama menolak pembangunan Super Block Lippo Group di Kantor DPRD Padang Jalan Sawahan Nomor 61 Padang

Demikian di Kantor DPRD Padang, dimana MUI, Ormas dan Mahasiswa langsung dikomandani Gusrizal Gazahar, Ketua Komisi Bidang Fatwa MUI Sumbar, melakukan aksi dengan titik kumpul dari Masjid Nurul Iman Jalan Thamrin menuju Kantor DPRD Sawahan.

Gusrizal Gazahar yang merupakan koordinator lapangan mengatakan aksi 28 November 2013 dilakukan se-Sumbar sesuai Instruksi MUI Sumbar untuk mengutuk segala bentuk perizinan pembangunan super block Siloam.

Dalam aksi ini, MUI Sumbar, Ormas dan Mahasiwa ‘terkhianti’ karna ulah anggota DPRD Padang yang mengeluarkan rekomendasi pembangunan Siloam melalui rapat paripurna belum lama ini. Hal ini kata Gusrizal sangat bertolak belakang dengan pernyataan dari anggota DPRD ketika hearing bersama MUI dan mahasiswa yang menyepakati penolakan kehadiran Lippo Group di Padang, namun pada rapat paripurna mengingkarinya.

Padahal sangat tidak masuk akal, Sumatera Barat sangat tergantung pada investasi Super Blok Siloam yang secara faktual akan menyengsarakan kehidupan rakyat dan mengandung upaya kristenisasi terselubung berkedok investasi mall, rumah sakit, hotel maupun universitas.

Provinsi Sumbar sudah pernah tersakiti karna kehadiran Rumah Sakit International Emmanuel tahun 1980 yang menyakiti hati umat Islam karna adanya kristenisasi terselubung.

Berdasarkan hal tersebut, maka MUI, Ormas Islam Sumbar dan Mahasiswa menyatakan:
  1. Ini misi kristenisasi yang dibungkus dengan investasi karna mereka bergerak dengan tiga modus yakni pelayanan publik dan bantuan rescue, pendidikan, dan penyebaran kependudukan melalui pengusaha mereka yang bergerak di bidang property. Indikatornya CEO Lippo Group, James T. Riady adalah penginjil dari aliran Kristen radikal. James secara terang-terangan akan mengkistenkan desa-desa miskin di Indonesia;
  2. Secara ekonomis, pembangunan bisnis dalam bentuk mall dan pelayanan publik bila dikaitkan dengan perekonomian Kota Padang maupun Sumbar hanya akan menghimpun capital flight (modal yang terbang keluar) karna hanya dalam bentuk jasa dan mall yang menjual produk luar.
    Kalaupun bisa membuka lowongan kerja yang hanya mayoritas pada level buruh maka kita juga harus mengorbankan peluang kerja lain karna adanya rumah sakit yang sangat mungkin tutup dan juga tak bisa dihindari adalah dampak yang dirasakan oleh pedagang kecil di pasar-pasar tradisional;
  3. Secara hukum izin belum ada. Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) juga tidak ada. RTRW Kota Padang tidak dipedulikam karna kawasan itu diperuntukan untuk perkantoran Dinas Provinsi Sumbar (Perda nomor 4 tahun 2012 pasal 69 dan 70 tentang RTRW dari 2010-2030) pelanggaran Perda ini juga berakibat pada pelanggaran terhadap Undang-undang nomor 26 tahun 2007 tentang RTRW. Ini juga diungkapkan dalam dialog dengan Pemda Kota Padang di KesbangPol Sumbar tanggal 24 Juni 2013. Bahkan ketika dialog di Polda Sumbar, dikatakan bahwa amdalnya baru diurus. Padahal proyek ini sudah dilakukan peletakan batu pertemanya oleh para Pemimpin dan Tokoh Sumbar;
  4. Kami mengutuk pembangunan Siloam Lippo Group karna bertolak belakang dengan Nilai ABS-SBK. LKAAM, MTKAAM, Paga Ngar dll) dengan tegas bersikap untuk menolak pembangunan Lippo Group di Padang, Sumbar. Bahkan memaksakan kelanjutan investasi ini di bumi Minangkabau akan membuat kondisi sosial di daerah ini akan menjadi tidak stabil. Inilah yang dibaca oleh perwakilan-perwakilan umat-umat berbagai agama di Sumbar yang terhimpun dalam FKUB Sumbar sehingga mereka dengan tegas menolak pembangunan Siloam, Lippo Group ini. (008)

Antisipasi Skenario Chaos 'Kubu Merah' (3): FPI Temukan 600 Spanduk Palsu untuk Picu Koflik

Jakarta (voa-islam.com) – Front Pembela Islam (FPI) menemukan spanduk-spanduk palsu yang seolah-olah dibuat FPI untuk memperkeruh suasana menjelang dan pasca pilpres. Dari penyisiran di lima wilayah DKI, FPI menemukan dan mencopot sekitar 600 false flag yang bisa menyudutkan FPI dan umat Islam umumnya.

"Spanduk-spanduk palsu itu sempat terpasang secara masif di lima wilayah DKI periode 2-6 Juli. Anda masih ingat, sebelumnya pada 7 Juli beredar di BBM dan media sosial, bahwa FPI akan menyerang MetroTV karena pemberitaannya yang tidak seimbang. Ini adalah bagian dari rangkaian rencana mereka mendiskreditkan FPI," ujar Munarman dalam acara Diskusi Voa-Islam dan Media "Mengantispasi Skenario Chaos 'Kubu Merah'" di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Sabtu (12/7/2014).
"Rumor adanya penyerbuan MetroTV oleh FPI, Munarman mengingatkan, aksi itu bagian dari rencana busuk 'Kubu Merah' yang ingin mendiskreditkan FPI dan umat Islam"
Ihwal adanya rumor adanya penyerbuan MetroTV oleh FPI, Munarman mengingatkan, aksi itu bagian dari rencana busuk 'Kubu Merah' yang ingin mendiskreditkan FPI dan umat Islam. Ia mengaku sudah mengecek teman-temannya di MetroTV. Hasilnya, stasiun televisi pendukung pasangan Jokowi-JK milik Surya Paloh itu ternyata sudah melakukan serangkaian persiapan untuk menyambut 'penyerbuan' itu.

"Saya punya teman-teman di MetroTV. Mereka bilang, sudah dua malam berjaga-jaga untuk menyambut FPI. Selain itu, mereka sudah menyiapkan kamera TV dari berbagai sudut. Jadi, kalau FPI benar-benar datang, maka akan langsung 'dimakan' kamera. Gambar-gambar inilah yang akan dimainkan sedemikian rupa dan ditayangkan berulang-ulang sebagai berita. Betapa licik dan jahatnya 'Kubu Merah' ini," tandas Munarman. (david)

Juru bicara FPI Munarman menyatakan, sedikitnya ada tiga jenis spanduk palsu yang seolah-olah dibuat FPI yang disebar kelompok pendukung capres tertentu. Motivasi mereka untuk menimbulkan kesan, seolah-olah FPI memperkeruh suasana. Spanduk itu antara lain berbunyi: "Lawan Orang Kafir, FPI Dukung Prabowo-Hatta".


Melalui trik yang menyesatkan ini, tentunya sangat disesalkan oleh FPI. Munarman mengatakan ajang Pilpres dijadikan pihak kubu merah untuk mengkambinghitamkan FPI untuk mendukung salah satu calon presiden.

Tuduhan tanpa bukti ini tentunya sangat menyakitkan bagi kami. Bagaimana mungkin, kami tidak pernah memasang spandung tapi nama kami dicatut,” tuturnya. [edm/adivammar/voa-islam.com]

Bersambung (4)...


Mengapa Megawati Bermaksud Ciptakan Kerusuhan Pasca Pilpres?

JAKARTA (voa-islam.com) - Progress 98 melalui Ketuanya Faizal Assegaf pada Kamis, 10 Juli 2014 menyerukan alasan dibalik retorika Megawati yang bermaksud menciptakan kerusuhan pasca pilpres 9 Juli 2014 yang baru lalu.

Tekat Prabowo Subianto bila terpilih akan membongkar kejahatan perampokan uang negara yang setiap tahun mencapai lebih dari seribu triliun rupiah telah membuat konglomerat hitam panik.

Suara lantang Prabowo tentang skandal kerugian negara tersebut muncul bukan tanpa alasan. Namun, Prabowo telah merampung berbagai bukti dan menyiapkan langkah-langkah konkret serta mengajak rakyat untuk terlibat dalam misi mulia tersebut.

Prabowo menegaskan: Bila bocoran uang negara itu diantsipasi maka dapat disalurkan bagi kesejahteraan hidup rakyat banyak. Sebuah harapan yang luhur dan sangat menyentuh kesadaran banyak orang.

Sikap berani dan gaya bicara blak-blakkan yang ditunjukan oleh Prabowo memicu ragam spekulasi dari berbagai kalangan di dalam dan luar negeri.Beberapa media asing merespon kehadiran Prabowo dengan apa yang mereka sebut sebagai cikal bakal lahirnya kepemimpinan "macan Asia".
"Beberapa media asing merespon kehadiran Prabowo dengan apa yang mereka sebut sebagai cikal bakal lahirnya kepemimpinan 'macan Asia'."
Dan memposisikan watak nasionalisme Prabowo sejajar dengan tokoh internasional seperti Hugo Saves, Fidel Castro, Ahmadinejad serta menegaskan Prabowo akan membawa Indonesia ke jalan masa depan yang gemilang.

Terkait dengan ihwal skandal perampokkan ribuan triliun uang negara yang disuarakan oleh Prabowo, dalam pemetaan politik nasional terkini, telah menuai kekhawatiran yang serius.

Sebut saja, kubu PDIP pimpinan Megawati Soekarnoputri, tanpa diketahui oleh publik telah mendapatkan tekanan yang luar biasa dari jaringan konglomerat hitam. Pasalnya, para cukong BLBI tersebut dengan gencar mendorong PDIP dan mitra koalisinya untuk melakukan segala cara mencegah agar Prabowo tidak menang di pilpres 2014.

Seorang wartawan senior Kompas (corong konglomerat hitam) berinisial "PN", secara terang-terangan menulis di laman media sosialnya bahwa: "kami mendukung Jokowi tak sekedar untuk menang, namun lebih utama adalah untuk mencegah Prabowo tidak terpilih sebagai presiden di negeri ini...". Tegasnya kalaupun Jokowi kalah, maka Kompas akan mendorong terjadinya kekacauan nasional.

Pernyataan sang wartawan Kompas yang terlacak memiliki hubungan spesial dengan JK, selaras dengan sikap politik yang tengah dimainkan oleh Megawati dan mitra koalisinya. Di mana telah menyiapkan skenario politik: (1) Jokowi sebagai capres boneka PDIP diupayakan dengan segala cara agar menang. (2) Bila Jokowi kalah maka langkah yang diambil adalah membuat kerusuhan dengan fitnah bahwa Pilpres curang dan tidak legitimasi.

Rencana politik bumi hangus itu pun dimainkan dengan sempurna. Hanya beberapa jam setelah kubu PDIP mendapatkan informasi tentang kekalahan Jokowi, spontan Megawati dan mitra koalisinya melakukan pertemuan darurat. Kemudian secara sepihak mengumumkan Jokowi menang dan telah menjadi presiden pilihan rakyat.

Celakanya, klaim busuk itu didasari oleh manipulasi hasil perhitungan cepat lembaga survei, yang sebelumnya telah disiapkan sebagai instrumen politik untuk memuluskan skenario jahat mereka.

Tindakan Megawati dan komplotan mitra koalisinya wajar bila kemudian menuai kecaman yang luas dari berbagai pihak. Megawati dituding hendak bermaksud menggagalkan pemilu presiden dan bertujuan memicu konflik berdarah sesama anak bangsa.

Mencermati skenario hitam tersebut, saya kira rakyat tidak boleh mengambil sikap pasif apalagi terperdaya dengan kebohongan yang mereka lakukan. Sudah saatnya rakyat bersatu dan bangkit melawan kejahatan politik Megawati dan komplotan konglomerat hitam serta kawanan politisi busuk.

Tetaplah berjuang untuk mengantarkan Prabowo sebagai pemimpin nasional guna menyelamatkan kebocoran uang negara ribuan triliun dari tangan-tangan jahat konglomerat hitam. Rebut kembali Indonesia yang telah dikuasai oleh segelintir orang yang bertindak semena-mena terhadap kehidupan rakyat banyak.

Demikian pers rilis yang diterima Voa-Islam. [Ahmed/voa-islam.com]

13.7.14

Ini Dia 44 Janji Jokowi-JK.

JAKARTA (voa-islam.com) - Daftar Janji (sementara) Kampanye Jokowi - Pak Jusuf Kalla jika menjadi Presiden dan Wapres tercatat ada 44 macam.

Pemilu presiden telah usai, rakyat dan media perlu menjadi Watchdog bagi kebijakan Presiden dan pemerintah yang dibentuknya. Watchdog jurnalistik dapat ditemukan dalam berbagai media berita, seperti radio, televisi, internet, dan media cetak di mana dapat dilihat sebagai "kekuatan unik media yang memberikan warna dan tambahan media baru dan konsep-konsep seperti weblog dan jurnalisme warga. Watchdog wartawan juga disebut "penjaga", "agen kontrol sosial", atau "wali moral" demi kemajuan bangsa.

Apa saja janji-janji tersebut, simak daftar berikut ini:

1. Membenahi Jakarta (macet, banjir, dll)

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/05/08/2152423/.Jokowi.Akan.Membenahi.Jakarta.dengan.Cara.Lain.

2. Mendukung kemerdekaan dan mendirikan KBRI di Palestina

http://www.beritasatu.com/nasional/192571-jk-indonesia-siap-buka-kbri-di-palestina.html

http://nasional.kompas.com/read/2014/06/24/1640221/Jokowi.Dukung.Kemerdekaan.Palestina.Din.Syamsuddin.Ucapkan.Terima.Kasih


3. Tidak berada di bawah baying-bayang Megawati

http://www.solopos.com/2014/07/22/hasil-pilpres-2014-jokowi-janji-tak-berada-di-bawah-bayang-megawati-521083

4. Tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional

http://beta.antaranews.com/berita/441336/jokowi-janji-tetapkan-hari-santri-nasional-pada-1-muharam

5. Mudah ditemui oleh warga Papua

http://jkw4p.com/bila-jadi-presiden-jokowi-janji-warga-papua-akan-gampang-menemuinya/

6. Menurunkan harga sembako, meningkatkan kualitas dan kuantitas program raskin

http://www.indopos.co.id/2014/06/kampanye-di-purwakarta-jokowi-janji-urus-outsourcing.html

7. Memperhatikan permasalahan outsourcing

http://www.indopos.co.id/2014/06/kampanye-di-purwakarta-jokowi-janji-urus-outsourcing.html

8. Menghapus subsidi BBM

http://finance.detik.com/read/2014/05/31/101625/2596038/1034/jokowi-mau-hapus-subsidi-bbm-prabowo-kurangi-subsidi-orang-kaya

9. Meningkatkan profesionalisme, menaikkan gaji dan kesejahteraan PNS, TNI dan Polri

http://surabaya.bisnis.com/read/20140703/94/72739/inilah-9-janji-utama-jokowi-jk-jika-menang-pilpres-2014

10. Alokasi 1,4 Milyar untuk setiap desa dan menjadikan perangkat desa sebagai PNS

http://surabaya.bisnis.com/read/20140703/94/72739/inilah-9-janji-utama-jokowi-jk-jika-menang-pilpres-2014

11. Meningkatkan anggaran penanggulangan kemiskinan termasuk memberi subsidi Rp1 juta per bulan untuk keluarga pra sejahtera sepanjang pertumbuhan ekonomi di atas 7%

http://surabaya.bisnis.com/read/20140703/94/72739/inilah-9-janji-utama-jokowi-jk-jika-menang-pilpres-2014

12. Program kepemilikan tanah pertanian untuk 4,5 juta kepala keluarga. Pembangunan/perbaikan irigasi di 3 juta ha sawah. Pembangunan 25 bendungan, 1 juta ha lahan pertanian baru di luar jawa dan pendirian bank petani dan UMKM serta penguatan Bulog.

http://surabaya.bisnis.com/read/20140703/94/72739/inilah-9-janji-utama-jokowi-jk-jika-menang-pilpres-2014

13. Perbaikan 5.000 pasar tradisional dan membangun pusat pelelangan, penyimpanan dan pengolahan ikan.

http://surabaya.bisnis.com/read/20140703/94/72739/inilah-9-janji-utama-jokowi-jk-jika-menang-pilpres-2014

14. Menurunkan pengangguran dengan menciptakan 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun. Bantuan dana Rp10 juta per tahun untuk UMKM/koperasi. Mendorong, memperkuat dan mempromosikan industri kreatif dan digital sebagai salah satu upaya mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.

http://surabaya.bisnis.com/read/20140703/94/72739/inilah-9-janji-utama-jokowi-jk-jika-menang-pilpres-2014

15. Layanan kesehatan gratis rawat inap/rawat jalan dengan Kartu Indonesia Sehat, 6.000 puskesmas dengan fasilitas rawat inap serta air bersih untuk seluruh rakyat.

http://surabaya.bisnis.com/read/20140703/94/72739/inilah-9-janji-utama-jokowi-jk-jika-menang-pilpres-2014

16. Membantu meningkatkan mutu pendidikan pesantren guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Meningkatkan kesejahteraan guru-guru pesantren sebagai bagian komponen pendidik bangsa.

http://surabaya.bisnis.com/read/20140703/94/72739/inilah-9-janji-utama-jokowi-jk-jika-menang-pilpres-2014

17. Mewujudkan pendidikan seluruh warga negara termasuk anak petani, nelayan, butuh termasuk difabel dan elemen masyarakat lain melalui Kartu Indonesia Pintar.

http://surabaya.bisnis.com/read/20140703/94/72739/inilah-9-janji-utama-jokowi-jk-jika-menang-pilpres-2014

18. Membangun industri maritim

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/22/269595079/Jokowi-Pilih-Pidato-di-Kapal-untuk-Bangun-Maritim

19. Menyederhanakan regulasi perikanan

http://dprd-tegalkota.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=3066&Itemid=18

20. Mempermudah nelayan mendapatkan Solar sebagai bahan bakar kapal dengan mendirikan SPBU khusus.

http://dprd-tegalkota.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=3066&Itemid=18

21. Membuktikan janji-janji dalam visi-misi

http://www.koran-sindo.com/node/402621

22. Menyejahterakan kehidupan petani.

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/03/269590217/Di-Bandung-Jokowi-Janji-Sejahterakan-Petani

23. Mengelola persediaan pupuk dan menjaga harga tetap murah.

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/03/269590217/Di-Bandung-Jokowi-Janji-Sejahterakan-Petani

24. Membangun banyak bendungan dan irigasi.

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/03/269590217/Di-Bandung-Jokowi-Janji-Sejahterakan-Petani

25. Menyusun kabinet yang ramping dan diisi oleh profesional

http://finance.detik.com/read/2014/07/23/064514/2645350/4/jokowi-harus-ingat-janji-susun-kabinet-ramping-dan-profesional

26. Menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran HAM di masa lalu

http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/07/23/amnesty-international-jokowi-mesti-wujudkan-janji-janji-ham
27. Mewujudkan tol laut Aceh-Papua

http://pemilu.sindonews.com/read/870645/113/jokowi-jk-janji-upayakan-jalan-tol-laut-aceh-papua

28. Menangani kabut asap di Riau

http://m.koran-sindo.com/node/393930

29. Membeli kembali Indosat

http://www.solopos.com/2014/06/22/debat-capres-2014-jokowi-janji-beli-kembali-indosat-514768

30. Pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 7% (mengembalikan pertumbuhan ekonomi di atas 5%)

http://www.merdeka.com/uang/janji-manis-prabowo-jokowi-saat-debat-soal-ekonomi.html

http://fokus.news.viva.co.id/news/read/512458-debat-capres-kedua--janji-siapa-paling-realistis-

31. Menghentikan impor daging

http://pemilu.metrotvnews.com/read/2014/07/06/261741/jokowi-jk-janji-hentikan-impor-daging-dalam-5-6-tahun

32. Menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di sektor pertanian, perikanan, dan manufaktur

http://fokus.news.viva.co.id/news/read/512458-debat-capres-kedua--janji-siapa-paling-realistis-

33. Pembangunan infrastruktur seperti jalan, listrik, irigasi, dan pelabuhan

http://fokus.news.viva.co.id/news/read/512458-debat-capres-kedua--janji-siapa-paling-realistis-

34. Meningkatkan 3 kali lipat anggaran pertahanan

http://nasional.kompas.com/read/2014/06/22/2225457/Jokowi.Janji.Tingkatkan.3.Kali.Lipat.Anggaran.Pertahanan

35. Meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembenahan enaga pengajar yang punya kemampuan merata diseluruh Nusantara

http://www.merdeka.com/politik/5-janji-jusuf-kalla-di-pengembangan-sdm-dan-iptek.html

36. Berkomitmen akan menghargai para tenaga ahli yang mengabdi untuk Indonesia dengan meningkatkan gaji

http://www.merdeka.com/politik/5-janji-jusuf-kalla-di-pengembangan-sdm-dan-iptek.html

37. Memberikan gaji besar bagi para ahli asal Indonesia

http://www.merdeka.com/politik/5-janji-jusuf-kalla-di-pengembangan-sdm-dan-iptek/berikan-gaji-besar-bagi-para-ahli-asal-indonesia.html

38. Menaikkan gaji guru

http://www.merdeka.com/politik/5-janji-jusuf-kalla-di-pengembangan-sdm-dan-iptek/jk-janji-kerja-cepat-naikkan-gaji-guru.html

39. Sekolah gratis

http://www.merdeka.com/politik/5-janji-jusuf-kalla-di-pengembangan-sdm-dan-iptek/sekolah-gratis.html

40. Drone untuk ketahanan nasional

http://www.merdeka.com/teknologi/apa-itu-drone-seperti-yang-dibicarakan-jokowi.html

http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/06/05/jokowi-pesan-tiga-drones-amankan-langit-indonesia

41. Memperkuat KPK (meningkatkan anggarannya 10x lipat, menambah jumlah penyidik, regulasi)

http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2069113/jokowi-janji-tingkatkan-anggaran-kpk-10-kali-lipat

http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/06/08/124458/2602305/1562/janji-jokowi-jika-terpilih-tambah-penyidik-dan-anggaran-kpk

42. Penerapan e-Government

http://www.tribunnews.com/nasional/2014/06/11/ini-e-goverment-jokowi-untuk-transparansi

43. Membenahi Kawasan Masjid Agung Banten

https://www.facebook.com/notes/fesbuk-banten-news/jika-terpilih-menjadi-presiden-jokowi-janji-benahi-kawasan-masjid-agung-banten/10151943340196717

44. Akan berbicara terkait kasus BLBI

http://www.jpnn.com/read/2014/07/17/246771/Jokowi-Janji-Bicara-Kasus-BLBI-jika-Jadi-Presiden-

Media Watch Dog

Watch Dog jurnalisme sangat terkait dengan praktek jurnalisme investigasi. Watch Dog jurnalisme didefinisikan sebagai "seseorang atau sekelompok orang yang bertindak sebagai pelindung atau wali terhadap inefisiensi, praktik ilegal, dll" oleh Collins English Dictionary. [1] Dalam berita jurnalisme, wartawan pengawas juga memenuhi fungsi ini menjadi wali. Untuk melakukan dengan cara investigasi, wartawan berada dalam "peran" dari pengawas. [2] Watchdog jurnalisme tidak dapat didefinisikan oleh jumlah penyelidikan sendiri, melainkan digunakan dalam konteks yang berbeda. Hal ini juga dinyatakan "bergantung pada kondisi yang ada sosial, politik, dan ekonomi dan refleksi sebanyak momen bersejarah karena struktur yang sudah ada dan budaya media" [3] Watchdog jurnalistik dapat ditemukan dalam berbagai. media berita, seperti radio, televisi, internet, dan media cetak di mana dapat dilihat sebagai "kekuatan unik koran", [4] dan tambahan media baru dan konsep-konsep seperti weblog dan jurnalisme warga. Watchdog wartawan juga disebut "penjaga", [5] "agen kontrol sosial", atau "wali moral" [6].

Saatnya media menjadi watch dog journalism bagi kebijakan pemerintah agar tercipta kontrol sosial yang tepat dan menguntungkan rakyat. [adv/ajaf/voa-islam.com] - See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/07/23/31788/ini-dia-44-janji-jokowi-jk-awas-rakyat-jangan-dikhianati-lagi/#sthash.8ykrl3fH.dpuf

10.7.14

Jika Jokowi Kalah, KOMPAS Dorong Aksi Brutal People Power

JAKARTA (voa-islam.com) - Beberapa hari lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara terbuka menyampaikan adanya pihak-pihak yang hendak menciptakan kerusahan pasca pemilihan presiden.

Pernyataan SBY tersebut sehari setelah terjadinya insiden penyerangan Gedung TVOne oleh massa bayaran yang dikerahkan Sekjend PDIP Tjahjo Kumolo. Kedua perstiwa ini, spontan menuai reaksi serius publik tentang kecemasan atas perkembangan situasi politik nasional yang kian memanas.

Jelas presiden SBY tidak sekedar berbicara sebatas himbauan, namun lebih jauh presiden menegaskan telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi dan mengajak rakyat untuk mengambil posisi siaga guna mendukung TNI/Polri.

Perlu diketahui bahwa, berhembusnya rencana anarkis pasca pilpres telah beredar luas di kalangan masyarakat. Isu bermotiv provokasi itu pertama kali disuarakan secara terang-terangan oleh misionaris Katolik Franz Magnis Suseno. Yakni: "Bila Jokowi tidak terpilih menjadi presiden maka Indonesia akan dibuat rusuh..."

Franz Magnis Suseno adalah figur publik yang dibesarkan oleh berbagai pemberitaan jaringan media Kompas. Misionaris katolik tersebut disebut-sebut sebagai salah satu penghubung agenda politik internasional Kompas dan Vatikan Roma. Lebih jauh, Franz Magnis Suseno disenyalir menjadi arsitek oponi politik Kompas untuk menistakan Prabowo Subianto dengan aneka fitnah berlatar isu HAM.

Selain Franz Magnis Suseno, peran keterlibatan Tjahja Kumolo dan Sofjan Wanandi merupakan aktor intelektual atau tegasnya merupkan dalang di balik persiapan rencana kerusahan pasca Pilpres dimaksud. Ketiga tokoh ini terus menghembuskan serangkaian opini dan isu untuk membenturkan elemen bangsa.

Lebih memprihatinkan, manuver jahat itu membuat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berang dan menghimbau kadernya agar tidak terpancing dengan hasutan yang bertujuan melakukan kerusahan.

Tapi, himbauan Megawati seolah tak digubris. Bahkan dengan terang-terangan jaringan kompas melalui sosial media menggulir isu akan adanya gerakan people power. Sebuah gerakan massa rakyat pendukung Jokowi untuk turun ke jalan melawan kemenangan Capres Prabowo Subianto.

Provokasi jaringan Kompas, Franz Magnis Suseno, Tjahja Kumolo dan Sofjan Wanandi jelas tidak bisa dibiarkan begitu saja. Tindakan tak terpuji itu jelas-jelas merupakan gerakan makar, inkonstitusional dan berujuan menghancurkan masa depan bangsa.

Kasus penyerangan gedung TVOne di Jogja dan di Jakarta, serta perkembangan krusial tentang adanya gerakan anti pemilu di Papua, tidak lepas merupakan bentuk pemenasan politik anarkis jelang dan pasca Pilpres 9 Juli.

"Kotor"
Menyikapi provokasi yang tidak bertanggungjawab tersebut, kami dari Progres 98 mendesak Ketua Umum PDIP Megawati untuk segera bertindak konkret guna menyerahkan ketiga aktor intelektual: Franz Magnis Suseno, Tjahja Kumolo dan Sofjan Wanandi kepada aparat keamanan berwenang untuk diperiksa.

Dan kepada para pendukung perubahan, segera melakukan konsolidasi melalui media sosial untuk memboikot seluruh link berita kompas online. Hal ini merupakan sikap tegas anak bangsa yang anti kepada kompas, media utama pendukung Jokowi yang telah terlibat menyebarkan hasutan dan provokasi untuk tujuan mengacaukan stabilitas politik nasional.

Demikian rilisnya kepada VOA ISLAM, Faizal Assegaf, Ketua Progres 98. [wahid/voa-islam.com]

Kubu Prabowo Sebut Kubu Jokowi gunakan “Operasi Intelijen”

Hidayatullah.com—Pengumuman kegembiraan terlalu cepat mendahulu hasil Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh Ketua Umum PDIP Megawati Taufikeamas dinilai kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa bagian operasi intelijen pihak Jokowi-Jusuf Kalla.

Operasi intelijen melalui lembaga survey dilakukan kubu Jokowi. Agar kalau diumumkan menang Prabowo mereka akan rusuh, “ demikian pernyata salah satu Timses kubu Prabowi-Hatta yang namanya tak mau disebutkan pada hidayatullah.com, Rabu (09/07/2014) malam.

Pengumuman kemenangan kubu Jokowi versi Quick Count (hitung cepat) Pilpres 2014 juga dinilai sebagai bentuk provokasi kepada lawan politiknya, Prabowo Subianto.

Iya, provokasi. Tapi lebih utama, Mega mencari celah di tikungan, mimpin koalisi, “ demikian salah satu Tim Sukses (Timses) kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Syahganda Nainggolan kepada hidayatullah.com.

Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mahfud MD, menyebut pengumuman pihak Jokowi-Jusuf Kalla berdasarkan hasil hitung cepat yang suaranya baru masuk 70 % sebagai sebuah “perang cyber”.

Oleh karena itu, kami anggap bagian dari perang cyber,” kata Mahfud saat jumpa pers di Rumah Polonia, Jakarta, Rabu (09/07/2014).

Namun usai jumpa pers tersebut, anggota tim sukses pasangan Prabowo-Hatta, Sandiaga Uno, meralat pernyataan Mahfud itu dengan mengatakan bahwa yang dimaksud Mahfud bukan “perang cyber”, melainkan psywar dari kubu pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.*

"Ora Mikir Copras Capres" Jokowi 'Bocal Bacel' jadi Rebutan Cina & AS

Sahabat Voa Islam,

Indonesia ini luar biasa, jadi rebutan asing dan aseng. Tak cuma rempah-rempah dan hasil alamnya, bahkan media dan kekuasaanya pun menjadi rebutan hingga kini.

Lebih dari 50 tahun lamanya atau setidaknya sejak 1960an, ketika Belanda dan Jepang sudah menyerah kepada Indonesia itu rupanya Indonesia belum benar-benar lepas dari pengaruh Asing dan Aseng.

Diam-diam umat Islam Indonesia di ninabobokan asing dan aseng. Lembaga militer, hingga intelijen asing terus bermain di Indonesia. Dulu Jepang dan Belanda, kini beralih ke Amerika Serikat beserta sekutunya dan kekuatan komunis Cina.

Media Cetak dikuasai Cina Katholik PK Ojong dan Jacob Oetama dengan bantuan CIA dan CCF dalam menerbitkan Kompas pada tahun 1960an, Tempo malah dibesut sama Gunawam Mohamad yang liberal, Sedangkan media TV dikuasai etnis Cina juga RCTI, GlobalTV, dikuasai Hary Tanoesudibjo, SCTV Edi dan Fofo Sariatmadja, MetroTV dan Detik.com dikuasai Anthony Salim dengan proxy Surya Paloh dan Chairul Tanjung.

Benang merahnya adalah kekuatan asing, setidaknya sudah 50 tahun Kompas berdiri tak lain atas bantuan Ivan Kats dari Congress of Cultural Freedom (CCF) dan anggota intelijen CIA hingga kini menyihir ratusan juta umat Islam Indonesia.

Hegemoni Cina di Sektor Ekonomi RI

Bukti nyata penguasaan dan pengendalian etnis cina (Tionghoa) atas ekonomi Indonesia terlihat dari mayoritas mutlak etnis cina pada daftar orang terkaya Indonesia sejak tahun 1998 hingga 2013 dimana lebih 90% dari 10, 100 atau 1000 orang terkaya Indonesia adalah konglomerat etnis cina (Forbes, 2013).

Ironis atau tragisnya, 10% pribumi yang tercatat dalam daftar orang Indonesia terkaya, sebagian besar di antara mereka, pengusaha pribumi itu, adalah kuasa usaha /proxy /pengusaha boneka dari konglomerat cina Indonesia. Dapat disimpulkan, pribumi yang sebenarnya masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia itu tidak lebih dari 5% saja. Innalilahi, fakta yang menyesakan dada dan kepala kita semua.

"Kotor"
Perilaku ekonomi etnis Cina sepanjang periode tahun 1930-an sampai Maret 2014 masih dibumbui oleh berbagai stereotype yang “miring” tentang peran ekonomi etnis Cina dalam masyarakat Indonesia. Antara lain, yaitu: (a) kebobrokan ekonomi Indonesia adalah akibat banyaknya dana yang dibawa pengusaha etnis Cina ke luar negara; (b) kolusi dan nepotisme menjadi kebiasaan pengusaha etnis Cina yang mempengaruhi kepada kinerja para birokrat. Stereotipe-stereotipe miring di atas yang terasa sebagai generalisasi beberapa hal negatif perilaku ekonomi etnis Cina tampaknya perlu dikaji dengan pikiran yang obyektif dan bijaksana, terutama dalam rangka meningkatkan penguasaan, peran dan kontribusi kaum pribumi di sektor ekonomi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan jauh, ketimpangan luar biasa besar dan mengurangi hegemoni etnis cina dalam bidang ekonomi.

Keistimewaan perilaku ekonom etnis Cina yang pertama adalah terletak pada kuatnya sistem jaringan kerja. Walaupun demikian sikap kompetitif antara mereka tetap terpelihara secara sehat. Hal ini semakin memperkuat kinerja bisnis di kalangan mereka. Bahkan saat terjadi krisis ataupun munculnya tantangan besar, mereka akan saling bekerjasama. Karakter wirausaha yang kuat telah terbentuk selama ratusan tahun sejak masa kolonial Belanda. Sebaliknya, ratusan tahun masa penjajahan Belanda ditambah pada masa kemerdekaan dan orde baru, telah memaksa terbentuknya karakter dan mental amtemaar (birokrat), pegawai, buruh, kuli dan sejeninsya di hampir semua kaum pribumi Indonesia. Jangan bicara mengenai jaringan bisnis yang kuat, modal dan seterusnya, pengalaman berwirausaha saja masih dalam tahap embrio atau mulai belajar, terhitung sejak era reformasi 1998 lalu.

Hegemoni Cina di Sektor Politik Telah Tiba?

Pengusaan dan pengendalian 80% ekonomi Indonesia berarti penumpukan modal, harta benda dan kekayaan sekitar 80% pada 5% populasi etnis cina atau 12 juta jiwa. Merujuk kalimat pembuka pada tulisan di atas, setelah meraih hegemoni ekonomi atau memperoleh kekayaan luar biasa, secara otomatis atau dengan sendirinya, etnis cina Indonesia menginginkan tahta atau kekuasaan sejati sebagai pengendali dan penguasa kedaulatan negara atau kekuasaan politik secara nyata. Hal tersebut secara hukum dimungkinkan dengan penghapusan seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang sebelumnya menjadi penghalang etnis cina untuk berkuasa mutlak secara politik di Republik Indonesia.

Etnis cina Indonesia sadar sepenuhnya bahwa mereka bisa dengan mudah menjadi penguasa dan pengendali negara Republik Indonesia. Mudah menjadi pemegang kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia dengan menggunakan kekayaan mereka yang luar biasa. Semua sektor usaha /industri, termasuk industri media massa didominasi dan dikendalikan sepenuhnya oleh etnis cina, yang memungkinkan mereka membangun opini, membentuk persepsi, mengarahkan pilihan dan keputusan rakyat pemilih untuk memenangkan tokoh atau figur yang telah dipersiapkan komunitas cina Indonesia sebagai proxy atau boneka dalam menjalankan peran selaku presiden, wakil presiden dan pejabat-pejabat tinggi strategis lainnya. Fenomena Jokowi, Ahok, Dahlan Iskan dan Hary Tanoe yang kita saksikan pada hari ini adalah gambaran nyata keberhasilan dari upaya dan rencana etnis cina untuk berkuasa, mengendalikan kekuasaan dan memegang penuh kedaulatan negara Republik Indonesia. Hanya merupakan masalah waktu saja yang menjadi konsen utama bagi etnis cina untuk mengendalikan dan berdaulat penuh secara politik yang dipegang langsung oleh tokoh atau figur etnis cina tanpa melakui proxy atau boneka seperti Jokowi dan Dahlan Iskan.

Dalam lima, maksimal sepuluh tahun lagi, etnis cina Indonesia akan menjadi presiden dan atau wakil presiden Republik Indonesia, baik melalui pemilihan umum mau pun melalui perebutan kekuasaan secara paksa, yang sangat mungkin mereka lalukan dengan kekayaan dan jaringan luar biasa yang dimilikinya.

Penguasaan Katholik pada Kompas Gramedia Melalui CIA

Prof Dr Arief Budiman, Dosen di Melbourne University, dalam diskusi bertema "Media dan Kekuasaan" di Gedung Pers Semarang (23/3/2007) menegaskan, opini publik yang dibuat media massa sangat memberi andil besar menopang agenda politik kekuasan.

Tak heran, para penguasa dan orang-orang kuat (cukong) berlomba menguasai media untuk menampilkan image dan melegitimasi kepentingan mereka di hadapan rakyat.

Kompas adalah salah satu media yang dianggap paling mumpuni menyalurkan syahwat pencitraan penguasa dan para cukong (konglomerasi hitam). Dalam berbagai penampilan Jokowi-Ahok, penyajian berita oleh Kompas sukses mengkelabui publik.

Kehandalan Kompas meracik berita untuk melanggengkan kepentingan penguasa dan konglomerasi telah berlangsung puluhan tahun dan menjadi watak bawaan. Dengan kreasi tipu muslihat, Kompas bergerak tanpa halangan menyihir akal sehat publik.

Tak mengherankan karena Kompas, dan juga Tempo dipromotori oleh Ivan Kats, Agen CIA pada tahun 1960an silam.

Di era kekuasaan Orde Baru, Kompas berdiri di garis terdepan membela berbagai kepentingan rezim Soeharto. Selama tiga puluh dua tahun hubungan Kompas dan rezim diktator berlangsung mesra di bawah slogan industri pers: "jurnalisme damai".

Kompromi Kompas dengan penguasa dan konglomerasi tidak terbangun gratis. Namun kolusi itu memberi keuntungan besar, baik sokongan finansial maupun politik. Walhasil, media jaringan Katolik tersebut, tumbuh sebagai industri pers dengan capaian keuntungan triliun rupiah dan memperlebar berbagai usahanya di sejumlah sektor.

Praktek industri pers ala Kompas, oleh para pakar jurnalisme menyebutnya sebagai "modus kejahatan bertopeng pers". Yakni, membela kepentingan penguasa dan cukong dengan cara menipu publik. Namun, di mata misionaris Katolik, pendekatan Kompas dianggap halal dan efektif untuk membodohi ummat Islam.

MetroTV, TransTV, Detik.com, Beritasatu dan Lippo Grup

MetroTV dengan icon pendirinya Surya Paloh ternyata hanya 'proxy'. Penguasa sesungguhnya bukan Surya Paloh, itu sebabnya, direksi dan pemred MetroTV 90% cina atau non muslim dan sempat menghina, menghujat, melecehkan islam. Terakhir liputan tentang ROHIS.

Jika bukan milik Surya Paloh, lalu milik siapa @Metro_TV itu? Pasti kaget jika tahu faktanya MetroTV milik James Riady dan Antony Salim. James Riady juga memiliki media Beritasatu dan Lippo Grup. Sama saja dengan Chairul Tanjung yang hanya proxy Salim Grup di Trans Corp, Para Grup atau Bank Mega. Boneka para dewa cina. Artinya kisah Chairul Tanjung "si anak singkong" menjadi samar dan diragukan keabsahannya.

MetroTV milik PT Media Televisi Indonesia (MTI), dan MTI adalah anak perusahaan PT MULTIPOLAR, Lippo Group. LIPPO GRUP adalah kerajaan bisnis James Riady, seorang agen China Military Intellegency berdasarkan hasil investigasi otoritas AS atas kasus Lippogate dan Bill Clinton yang melibatkan James Riady.

Jadi Anda tak usah kaget ketika tahu LIPPO GRUP sangat eksis di Indonesia, ya karena aseng internasional membantu, yakni Global China Resources Ltd, sebuah perusahaan kedok China Miliatry Intelligence. Lippo juga dibantu oleh Salim Grup. Ayah James, Muchtar Riady mantan Dirut Bank BCA saat dimiliki Salim Grup. Lippo dan Salim adalah bersekutu.

Jadi, jangan heran, jika Surya Paloh tdk punya kuasa dan kewenangan sama sekali dalam menentukan kebijakan dan arah MetroTV

Kebijakan pemberitaan atau redaksi @Metro_TV datang dari James Riady. Agenda politiknya: Sekulerisasi Indonesia dan hancurkan Islam.

Sebab itu, Direksi PT Media Televisi Indonesia, semua cina, non muslim kecuali Surya Paloh yang konon sebagai "orang Aceh". Sekedar tameng, bumper, pengelabuan publik. Siaran MetroTV ditentukan oleh pemrednya: Elman Saragih, Laurens Tato, Putra Nababan, Andi F Noya, Saur Hutabarat. Non muslim semua, naudzubillah.

"Apakah itu SARA? Tidak. Tidak boleh menuduh SARA kepada non muslim. Hanya muslim dan umat islam yang boleh dituduh SARA. Itu protapnya. Hanya umat Islam Indonesia yang perilakunya SARA. RASIS. Diskriminatif. Teroris. Non Islam ga boleh dituduh seperti itu. Ga boleh" ulas TM2000Back.

Sama seperti perusahaan-perusahaan Lippo, Salim, Sinar Mas, Gemala Grup dll. Semua perusahan konglo cina ini perlakukan Islam bagai sampah. Warga kelas III. Apalagi di Gemala & Wahana Tata Grup milik keluarga Wanandi, tidak ada karyawan muslim yang ditunjuk jadi direksi, GM, dst.

Kembali ke Surya Paloh. Dua tahun lalu, via akun kami @triomacan2000 yang dihabisi antek Jokowi dan Peter Greenbreger salah satu direktur twitter. Kami pernah singgung pengakuan agen intelijen RRC yg mengeluhkan uang mereka US$ 30 juta yang diberikan ke Paloh tidak kembali. Menurut agen intelijen China itu, uang US$ 30 juta itu adalah fee pengurusan perusahaan minyak RRC agar disetujui menjadi rekanan Petral.

Namun usaha agen RRC itu gagal dan uang tersebut tidak dikembalikan. Kata agen-agen China itu: “No Problemo, that’s only peanuts! Uang kami banyak. Cadangan devisa RRC lebih USD 3000 milyar." RRC bahkan mau coba lagi dan mulai masuk ke CEPU via Suray Paloh cs.

Apa yang Tersirat dari Informasi Agen China Tadi?

Mereka (inteligen china) connected ke Surya Paloh, MetroTV, Media Televisi Indonesia. Ya wajar saja, MetroTV kan yang juga milik agen intelijen China, James Riady. Jangan-jangan sebenarnya milik pemerintah RRC? Sempurna!

Umat Islam Indonesia temukan kegagalan sempurna, Kompas didirikan dengan bantuan intelijen Amerika CIA, sedangkan MetroTV di bantu James Riady, yang disebut sebagai agen intelijen China. MetroTV adalah TV pertama yang siarkan berita berbahasa cina atau mandarin.

Kesempurnaan konspirasi kristen protestan hampir berhasil, namun digagalkan lobi Paus Fransiskus pada 27/3/14, Presiden AS Barrack Obama sudah minta sahabatnya James Riady (JR) mundur dari capres Jokowi. Pull out JR pada saat Paus Fransiskus yang memaksa Obama mampir ke Vatikan seusai lawatan ke Ukraina 27 Maret 2014 lalu.

JR secara resmi, sebagai elit Arkansas Connection, tentu ‘patuhi’ perintah Obama. Di tepian lain sebagai agen RRC, JR punya kewajiban. Tugas negara Komunis.

JR dan Jokowi diketahui telah khianati agenda USA dan lebih memilih poros China-Rusia sebagai sekutunya. Kok pilih Rusia-China? alasannya sederhana, sama-sama komunis dan Jokowi sejak 2006 sudah dipersiapkan Tokoh PKI sebagai Capres RI ke tujuh. Jokowi 2007-2009 bolak balik ke China dan Rusia belajar komunis.

Di lain pihak, mantan KaBIN sudah mengetahui latar belakang Jokowi yang kader PKI. Dia rekrut Jokowi sebagai “agen dan bonekanya”. Latar belakang Jokowi yang penuh jejak PKI dibersihkan, dihilangkan. Dibuat sejarah palsu tentang Jokowi. Lalu Jokowi dipromosikan ke AS oleh Hendro Prioyono. Jokowi dipromosikan habis-habisan kepada Menlu dan Dubes AS. Dipuji sebagai tokoh yang berjasa besar tumpas teroristainment di Solo. Menlu dan dubes AS termakan promosi palsu ini. Jokowi pun dibantu pencitraannya dan jaringan internasionalnya oleh AS & agen-agen AS.

Selama beberapa tahun Jokowi jadi double jongos: RRC dan AS. Jadi kader PKI dan terus di-support AS. Dubes & menlu AS bolak-balik temui Jokowi. Setelah Jokowi jadi kader utama Komunisme atau PKI dan dibina juga oleh AS, lalu disusunlah rencana besar untuk jadikan Jokowi capres. Semua detail rencana mewujudkan rencana besar itu dipersiapkan, termasuk membuat film Soekarno dan Jokowi yang menjijikan itu.

Mantan KaBIN Hendro priono main di balik layar. Luhut Panjaitan yang gantikan sebagai “pembina Jokowi”. PT Rakabu Sejahtera didirikan, Di PT Rakabu Sejahtra dicantumkan Gilang Rakabuming anak Jokowi yang saat itu usia 20 thn setor Rp19.2 M (51%), Luhut Rp15.5 M (49%). Untuk apa PT Rakabu Sejahtra didirikan tahun 2009? Tak lain untuk supply uang ke Jokowi agar tidak terlacak jika Jokowi butuh uang untuk rencana besar tadi. PT Rakabu Sejahtra tdk dapat disangkal lagi adalah pencucian uang, operasi politik dan operasi intelijen Luhut, Hendro, Jokowi.

Semua berjalan mulus, Jokowi main dua kaki. Jongos AS sekaligus China. Partai Komunis Timor Leste juga bantu Jokowi, spirit komintern.

Tercatat belasan kali kunjungan pejabat-pejabat Timor Leste yang kader Fretilin /Partai komunis Timor Leste ke Solo dengan berbagai kedok /alasan, Sedangkan dari Partai Komunis China tercatat beberapa kali temui Jokowi melalui kedok organisasi sosial dan budaya.

Dua kekuatan raksasa dunia yg scra ideologi berbeda bisa berada di balik Jokowi karena peran sentral James Riady. Agen RRC sohib Clinton. Itu sebabnya, Jokowi yang no body pada awalnya, hanya dalam waktu 2 tahun bisa didudukan menjadi “Tokoh Nasional Terhebat (abal-abal).”

Itu sebabnya kekuatan uang, media, jaringan, oknum akademisi pelacur dari UI, LSM, tokoh-tokoh munafik, lembaga-lembaga survey itu semua sudah di-booking untuk mendongkrak pencitraan Jokowi sang boneka dua negara adi daya ini.

Situasi Berubah, Rakyat Mulai Mencium Ketidakberesan dari Jokowi. 
(Faktanya, banyak rakyat yang telah tertipu!)

Akibat tekanan Paus Fransiskus yg memaksa Obama mampir ke Vatikan seusai lawatan ke Ukraina 27 Maret 2014 lalu itulah akhirnya James Riady (JR) secara resmi memang mundur dari pendukungan terhadap capres Jokowi. Tapi, tugas negara (RRC) harus tetap dijalankan

Berapa ratus miliar dikucurkan RRC ke MetroTv? Tanya Surya Paloh. Benarkah ada 100 triliun masuk ke RI via pelabuhan Riau untuk Jokowi? Informasi masuknya uang cash Rp100 Triliun untuk Jokowi via Kapal laut ke pelabuhan Riau dari Singapore dapat di analisa kebenarannya.

Akun Triomacan2000 tahun lalu, sebelum bulan puasa 2013 bertemu dalam sebuah acara bertemu dengan kepala intelijen Singapore (SIS) yang baru. Dalam diskusi dengan pejabat tinggi Singapore Intelligence Service (SIS) itu, dia secara bergurau katakan RI akan dapat “gift” usia lebaran. Disambungnya lagi, ‘gift’ kado) untuk Indonesia usai lebaran 2013 itu tidak ada artinya dibandingkan kado untuk RI pada tahun depan (2014).

Pertemuan kami selanjutnya dengan seorang WNI teman lama yang juga adalah director bank DBS Singapore. Ada info menarik dari teman itu. Infonya: “...ada pengumpulan uang rupiah dalam jumlah besar yang telah terjadi sejak tahun 2010. Ratenya bagus. Tinggi, di atas normal”, teman itu bahkan tawarkan kami untuk bawa (selundupkan uang rupiah) ke Singapore. Dia berani beli dengan harga 300 di atas basis point! Untuk apa uang rupiah dikumpulkan di Singapore dalam jumlah besar? Apalagi jika bukan untuk kepentingan pilpres 9 Juli 2014. Uang rupiah yang dikumpulkan di Singapore dimasukan dalam kontainer dan dikapalkan ke Riau, suap oknum otoritas pelabuhan. Beres deh.

Singapore, AS, China, Australia, Israel dan negara-negara asing tentu punya kepentingan besar terhadap Indonesia. Kuncinya? Jokowi si jongos yang akan membantu tahun depan 2015 CAFTA berlaku. ASEAN-China tidak ada lagi hambatan pajak/bea masuk. RI pasar luar biasa besar. Daya kompetisi RI lemah. Secara ekonomi RI akan dihabisi, dikuras tuntas. Secara politik RI akan dimatikan. Neokolonialisme dan neo imperalisme diterapkan.

RI menjadi negara jajahan. Pribumi dan umat Islam RI kembali jadi inlander jajahan. Garuda Indonesia semaput dibelit naga china komunis.

Sebagian fakta tentang Jokowi sudah dimuat disini dua tahun lalu... masih ga percaya? Kader PKI emang bebal hehe faktajokowi.blogspot.com

Waspada, asing dan aseng terus merusak kedamaian Indonesia. Jadi bohong kalo Jokowi tidak bilang 'Ora Mikir Copras Capres', padahal sudah tau mau jadi Capres. Sumber.

Munarman: Kompas & Tempo Itu Media Ideologis, Bisa Kita Duga CIA Terlibat Sejak 1960

JAKARTA (voa-islam.com) - Ada sekelumit fakta dan pernyataan yang menarik dari Munarman SH saat menjadi pembicara acara Silaturahim Nasional 5 Tahun Voa Islam di Hotel Gren Alia Cikini 26 Juni 2014 silam.

Poin pertama saat ia menjadi pembicara pada acara Voa-Islam dengan tema 'Jurnalistik dan Hukum'. Munarman mengungkap sesuatu yang jarang di ungkap banyak pihak, soal dewan pers yang tak akan membela media-media Islam.

Dengan gayanya yang khas dan tajam dalam membuka pembicaraan dengan ulasan yang membuka mata kita, bahwa jangan berharap ada media yang netral, "Jangan berharap ada media yang netral, kita lihat di Tempo, Gunawan Mohamad menulis bahwa Pers tidak harus netral. Oh Jelas itu kenyataan, kita saja yang bodoh yang menganggap itu netral, seperti Kompas dan Tempo segala macam itu netral. Bodoh kita namanya" tegasnya.

Munarman sedikit demi sedikit membongkar media-media mainstream yang sejatinya memusuhi umat Islam, "Jadi kalo ada yang berharap pers mau memuat apa yang kita (umat Islam) inginkan yang berbeda dengan kepentingan mereka, maka kita bodoh karena kita tidak tahu siapa musuh kita, kita buta dengan dunia, buta dengan fakta di luar kita, maka ini yang perlu dipahami," urainya lagi.

Ia uraikan fakta bahwa media mereka punya misi masing-masing yang merugikan umat Islam dalam kontek kekerasan budaya, dan misi mereka adalah anti Islam, dalam perspektif Islam tentunya. "Mereka memanfaatkan betul media-media besar itu adalah alat propaganda, propaganda anti Islam, mereka media-media besar itu. Maka media Islam wajib juga menjadi media propaganda Islam. Karena mereka propagandakan anti Islam." jelasnya lagi.

Media Kompas, Tempo Pintar Menyembunyikan Misi Ideologisnya

Tak bisa dipungkiri media besar adalah alat propaganda dan ideologis, "Media besar itu seperti Kompas, Tempo dan lainnya pintarnya mereka bisa menyembunyikan misi ideologisnya, dan mereka hanya menampilkan aspek-aspek yang bersifat humanisnya, tetapi misi ideologisnya bisa mereka sembunyikan" imbuh Munarman.

Misi ideologis seperti apa?

Munarman menambahkan "...misi ideologisnya adalah membangun sebuah tata peradaban, sistem dan tata nilai yang bertentangan dengan nilai Islam, yaitu Sepilis (Sekulerisme, Liberalisme, Pluralisme) atau yang mereka sebut dengan demokrasi sebetulnya."

Contohnya saja media Kompas, kita bisa lihat pada awal tahun 1960-an. Kita bisa cek dari buku 'Kekerasan Budaya Pasca 1965' karya Wijaya Herlambang.


Dalam buku yang ditulis yang aslinya adalah tesis Wijaya Herlambang yang merupakan aliran kiri itu kini seorang dosen, ia menelanjangi keterlibatan CIA dalam pendirian Kompas dan Tempo yang kini bagai gurita media di Indonesia.

"Dalam buku itu datanya lengkap, membuka siapa itu Gunawan Mohamad dan PK Ojong. Mereka berdua berhubungan erat dengan Ivan Kats, seeorang Agen CIA yang masuk ke dalam CCF (Congres For Cultural Freedom) berpusat di Prancis untuk menggalang anti komunis dan menyebarkan ide SEPILIS. Dan termasuk pendirian Kompas dan Tempo atas dorongan dari Ivan Kats. Maka jika mereka sudah berhubungan dengan intelijen begitu maka bisa kita duga, sekali lagi bisa kita duga ada campur tangan CIA dalam pendirian kedua media itu (Kompas dan Tempo), begitu cara melacaknya." urainya rinci.

Demikian halnya dengan media Islam, harus menjadi propaganda Islam, bukan hobi semata menurut Munarman, "Ini benar-benar pertempuran ideologis, bukan sentimen kita seneng dengan Islam, karena Islam itu bukan hobi, bukan untuk disenangi, Islam itu untuk dijalankan (dalam kehidupan kita sehari-hari)"

"Poin kedua, di dalam undang-undang pers itu memang memiliki fungsi ada 5, yaitu fungsi informasi, hiburan, pendidikan, sosial kontrol, ekonomi. Tidak ada fungs-fungsi lainya, itulah mereka pandai menyembunyikan misi ideologisnya dalam kelima misi tersebut." imbuhnya

Misalnya saja untuk fungsi ekonomi itu adalah jelas ekonomi kapitalisme, selanjutnya fungsi informasi adalah propaganda bagaiman demokrasi, HAM adalah baik untuk semua manusia. Mereka bisa menyembunyikan di dalam poin-poin itu.

Maka dari itu Munarman kembali meyakinkan, "...kalo kita sudah masuk ke dunia pers, masuk ke dunia informasi ini adalah perang informasi, tidak lain dan tidak bukan hakikatnya adalah alat perang propaganda, kalo kita tak tahu caranya menjadi propagandis yang baik maka kita akan keteteran."

3 Jenis Kelompok Wartawan Sekuler

Maka dari itu banyak hal yang disembunyikan, Ia kembali mengurai kebohongan makna kode etik jurnalistik "...wartawan-wartawan sekarang ini bull shit, omong kosong kalo masih berpegang pada kode etik jurnalistik."

Ia mengurai 3 jenis kelompok wartawan sekuler, "Karena wartawan itu ada tiga macam,

Kelompok pertama, ada wartawan Ideologis. "Dedengkotnya Tempo Gunawan Mohamad, dan mantan Dewan Pers Uni Lubis, mereka dedengkot dalam konteksnya menyebarkan SEPILIS (Sekulerisme, Liberalisme, Pluralisme) dan ANTI ISLAM." tegas Munarman. Kelompok Ideologis ini hanya menyebarkan saja namun mereka tak berani melakukan.

Contohnya saja saat Uni Lubis mempromosikan Majalah Playboy, Popular atau sejenisnya bukan pornografi, Uni Lubis menyebutnya sebagai produk pers. "Kalo foto dengan celana dalam disebut bukan sebuah pornografi maka coba Uni Lubis ke kantor hanya dengan pakai (*maaf) Bra dan CD saja. Berani ga? Nah Kan tidak berani Dia. Itu hanya menyebarkan liberalisme dana merusak orang saja. Nah dia tidak konsisten jadinya."

Mereka tergabung dalam The Editors Club, dedengkot yang punya kekuasaan pada media-media itu kerap bertemu di hotel-hotel berbintang dalam membahas dan menentukan serta menyepakati opini-opini apa saja yang akan disebarkan media-media mereka.

Wartawan Ideologis ini bagi yang masih muda, diberi beasiswa dan bekerjasama dengan Kedubes Amerika untuk dibentuk menjadi wartawan Ideologis alias misionaris dan propagandis.

"Mereka sudah bersatu, maka media Islam harus bersatu jangan ribut saja antara wartawan, bagaimana mau melawan mereka kalo tidak bersatu," demikian saran Munarman.

Kelompok kedua, wartawan Pragmatis yang hanya datang pada undangan liputan, reportase dan konferensi pers saja.

Karena mereka bukan pemegang kebijakan redaksi, maka kalo kita kasih amplop atau uang pun tidak akan keluar di media massa, karena harus melewati kebijakan para kelompok Ideologis alias misionaris dan propagandis yang memberikan izin untuk tayangkan berita.

Kelompok ketiga, wartawan Idealis yang cukup jarang saat ini. Cenderung menjadi minoritas di media.

Sistematis Cara Kerja Mereka & Kerjasama dengan AS, Inggris dan Australia

Menurut Munarman, cara kerja mereka kerja sangat sistematis. Ketika LSM menggelar konferensi pers dan mengundang mereka maka cepat sekali berita LSM masuk ke media mereka.

"Karena para wartawan ideologis sudah berteman dengan LSM dan kedubes Amerika, Inggris, Australia ketika diberikan melalui beasiswa dan secara spesifik ada kontrak-kontraknya. Jadi jangan heran jika ormas-ormas Islam mengundang mereka akan sulit tayang beritanya. Misalnya korban Densus 88 mengundang wartawan media maka tidak akan ada yang" urainya.

Bagi pemilik media Islam perlu memanfaatkan betul medianya sebagai alat propaganda Islam. Semoga Allah membela dan langkah kita meninggikan kalimat Allah agar semakin tinggi.

Sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya: Wahai Rasulullah! ada seseorang yang berperang karena keberaniannya, ada lagi karena fanatik (golongan), ada juga karena riya, mana diantara mereka yang termasuk berjihad di jalan Allah? maka beliau menjawab: “Barangsiapa yang berperang di jalan Allah agar kalimat Allah tinggi maka dia di jalan Allah” [Hadits Riwayat Bukhari 7458 dan Muslim 1904].