23.12.12

Sejarah Keterlibatan Amerika dalam Penyebaran Virus dan Penyakit

Virus Flu Babi telah memakan korban jiwa lebih dari 100 orang di Meksiko. Sementara sekitar 1300 orang lebih masuk rumah sakit. Di Amerika sendiri meski sempat memicu kepanikan, namun jumlah korban masih di sekitar 10 orang.

Begitupula di Selandia Baru, sebagian besar baru pada taraf positif terinfeksi virus Flu Burung.

Banyak tulisan menjelaskan mengenai Flu Babi sudah diurai panjang lebar mengenai fakta, sebab-musabab maupun dampak seputar penyakit yang sangat mengkhawatirkan tersebut.

Namun, apa yang sebenarnya terjadi di balik penyebaran flu babi ini? Sebuah buku, karya Jerry D. Gray, kiranya cukup membantu untuk melacak lebih jauh fenomena Flu Babi dan bahkan Flu Burung, yang sempat menjadi berita besar beberapa tahun yang lalu.

Menurut catatan Jerry D. Gray, dengan merangkum beberapa sumber, Amerika Serikat nampaknya harus diwaspadai jika muncul informasi berkaitan dengan fenomena penyakit menular. Dalam catatan Gray, dalam bukunya yang bertajuk Deadly Mist, Amerika perlu dicurigai dalam menyebarnya rupa-rupa penyakit menular seperti Flu Burung, Aids, dan lain sebagainya.

Dalam paparannya, Gray sempat mengungkap sebuah informasi yang mengejutkan.Bahwa pada tahun 1738, ketika pihak tentara Amerika sedang gencar-gencarnya menaklukkan suku asli Amerika Cherokee(Indian), beredar kabar Amerika melakukan tindakan biadab dengan menjangkiti suku Cherokee melalui benda-benda yang telah terinfeksi atau infected goods.

Alhasil, suku Cherokee yang sedang menjadi target operasi militer Amerika untuk dibasmi tersebut, mengalami guncangan pengurangan penduduk secara besar-besaran. Karena melalui penyebaran benda-benda yang telah terinfeksi tersebut, banyak warga Cherokee yang terkena penyakit campak. Sehingga praktis jumlah penduduk Cherokee berkurang hamper setengahnya dalam kurun waktu hampir setahun.

Melalui berbagai dokumen yang dihimpun Gray, terungkap bahwa salah satu benda yang telah terinfeksi yang kemudian disebar ke kalangan penduduk Cherokee adalah yang kemudian dikenal Selimut Campak.

Jadi kalau sekarang warga dunia menhujat Amerika karena telah menggunakan senjata kuman atau Bilogical Weapon, nampaknya di abad kei-16 Amerika telah merintis penyebaran Selimut Campak sebagai sebuah proyek perintis (Pilot Project) penggunaan senjata kuman.

Caranya? Dengan mengirimkan selimut-selimut dan handuk-handuk yang telah terinfeksi kepada Indian-Indian yang mengepung benteng, sehingga menimbulkan epidemic di antara mereka. Kalau informasi Gray ini benar, tak pelak lagi inilah kali pertama Amerika meluncurkan sebuah fase awal perang biologi. Seperti yang Amerika lakukan di Irak dan Afghanistan.

Mau bukti yang lebih otentik? Gray melalui bukunya yang memikat tersebut mengutip sebuah dokumen sejarah maha penting. Dalam suratnya kepada Kolonel Henry Bouqeuet, Komandan Angkatan Bersenjata Inggris, seorang komandan tempur tentara Amerika bernama Jenderal Amherst bertanya,”Tidak bisakah diatur suatu cara bagi pengiriman bibit campak kepada suku-suku Indian yang tidak menyenangkan itu? Dalam hal ini kita harus menggunakan berbagai strategi untuk dapat mengurangi jumlah mereka.“

Tentu saja ini membuktikan dengan jelas dan gamblang bahwa penyebaran berbagai kuman maupun penyakit menular sudah dijadikan modus operandi yang diandalkan Amerika untuk membasmi musuh-musuhnya secara tidak berprikemanusiaan.

Apalagi bukti lain semakin memperkuat ketika Jenderal Armherst, dalam suratnya kepada Kolonel Henry Bouquet tertanggal 16 Juli 1763, telah mengesahkan perang biologi sebagai kebijakan resmi Amerika dan karenanya, telah memerintahkan penyebaran selimut-selimut yang telah terinfeksi penyakit campak untuk memusnahkan para Indian. Dan menyarankan Kolonel Inggris tersebut, untuk mengusulkan metode-metode lain yang dapat memusnahkan ras-ras dianggap layak untuk dibasmi seperti suku Cherokee.

Bukti lain pun tak kalah mengagetkan. Pada 1990, angkatan bersenjata Amerika mulai bereksperimen dengan berbagai macam senjata biologi, sebagian diantaranya digunakan terhadap tahanan perang baik warga negara Amerika maupun asing. Para korban termasuk lima orang tahanan warga filipina yang tercemar berbagai penyakit, dan 29 tahanan yang secara sengaja ditularkan penyakit beri-beri.

Singkat cerita, berbagai pengembangan dan percobaan yang intensif atas senjata kimia dan biologi, telah dilakukan secara rutin di Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

Pada tahun 1916 ketika terjadi perang dunia pertama, kekuatan sekutu,yang berarti dimotori oleh Amerika dan Inggris, menggunakan kombinasi gas phosgene dan khlor sepanjang 17 mil(273 kilometer) di depan, yang kemudian menyebar sepanjang 19.3 kilometer di belakang garis pertahanan Jerman, sehingga membunuh semua orang dan segalanya.

Pada tahun 1920-an dan 1930-anj, Angkatan Bersenjata Amerika menggunakan gas mustard terhadap laki-laki, perempuan dan anak-anak di Filipina dan Puerto Rico yang menentang pendudukan Amerika di kedua negara tersebut.

Lalu bagaimana halnya dengan penyebaran flu burung dan yang flu babi yang sekarang ramai jadi pemberitaan berbagai media? Lagi-lagi menurut studi yang disusun Gray, motif Amerika mudah ditebak.

Rejim George W.Bush misalnya, dan tentunya para kroninya seperti Wakil Presiden Dick Cheney mantan Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld, ternyata menguasai beberapa perusahaan farmasi.

Setiap tahun pemerintah Amerika menakut-nakuti atau meneror setengah dari penduduk Amerika dengan adanya wabah flu dan penyakit-penyakit lainnya. Sehingga warga Amerika dengan ketakutan mereka membeli tumpukan obat-obatan dan vitamin dari perusahaan-perusahaan yang mana para kroni Bush duduk sebagai komisaris dan CEO beberapa perusahaan farmasi tersebut.

Ini memang bermotivasi ekonomi-bisnis. Terbukti ketika Amerika dilanda kepanikan akibat serangan Anthrax melalui surat-surat berisi spora anthrax, menyusul terjadinya serangan teroris 11 September 2001, warga Amerika beramai-ramai mulai memborong obat-obat antibiotik untuk melindungi diri.

Menurut sebuah data, penjualan antibiotik Cipro produksi Bayer sempat meningkat drastis hingga 1000 persen. Setiap orangnya membelanjajkan dananya sebesar U$ 700 per orang untuk persediaan dua bulan.

Bayer, menurut sejarahnya, ternyata punya tali-temali dengan George H.W Bush, ayah kandung Presiden George W. Bush. Dialah rekanan bisnis Bayer, investor utama di Carlyle Group, sebuah korporasi yang melibatkan para petinggi Partai Republik mulai dari Ronald Reagon, HW Bush hingga Bush junior yang menjadin presiden Amerika antara 2000-2008.

Bayer sebelumnya merupakan sebuah perusahaan Kimia bernama IG Farben, yang ternyata sebuah perusahaan milik NAZI semasa Jerman di bawah rejim fasis Adolf Hitler.

Masuk akal jika banyak yang curiga bahwa Bayer secara diam-diam telah mendukung terjadinya aksi-aksi terorisme berskala besar demi untuk meraup keuntungan ekonomi dan bisnis.

Sehingga seorang pakar terkemuka Dr Howard Horowitz dengan tanpa ragu memberi label bagi Bayer dan perusahaan-perusahaan farmasi lain sebagai ”White Collar Terrorists.”

Penyebaran AIDS

Orang biasanya kalau dengar AIDS, adalah penyakit kelamin yang tertular melalui hubungan seksual dengan sesama jenis, atau hubungan sexual dengan wanita pekerja sex.

Tapi tahukah anda bahwa pada 1960-an, ilmuwan-ilmuwan di bawah pengawasan CIA, di divisi Operasi Khusus Fort Detrick, mengembangkan penyakit-penyakit yang menyerang sistem imum tubuh manusia.

Pada 1969, DR Robert MacMahan dari Departemen Pertahanan Amerika meminta dan menerima dana $10 juta dari Kongres Amerika untuk mengembangkan agen biologi buatan yang tidak ada imunitas alami yang dapat menahannya.

Ternyata, inilah agen biologi yang kelak terkenal dengan adanya epidemi dunia yang disebut AIDS (Aquired Imune Deficiency Syndrome).

Tujuan dari penelitian ini sangat jelas. Melalui penyebaran virus HIV ini dapat mengurangi penduduk suatu wilayah besar dengan cara membunuh ratusan juta orang.

Marilah kita renungkan pernyataan mantan Gubernur Bank Dunia Robert McNamara. Bahwa untuk menekan laju pertambahan penduduk dunia hanya ada dua cara. Menurunkan tingkat kelahiran dengan sangat cepat atau tingkat kematian meningkat. Tidak ada cara lain.

Apakah ini yang mendasari Amerika menciptakan berbagai virus dan wabah penyakit ke seluruh dunia? Menarik untuk dikaji lebih lanjut.

Yang pasti, saat ini di Afrika terdapat 12 Juta anak yatim yang terkena AIDS. 50 persen wanita juga mengidap AIDS. Lebih dari 25 juta orang telah terbunuh karena AIDS sejak 1981.

FLU Babi

Bagaimana dengan Flu Babi. Menarik bahwa seorang ilmuwan Islam kelahiran India, Sayyid Saeed Akhtar Rizvi, telah mengingatkan warga Amerika mengenai bahaya dari daging babi. Namun media massa Amerika tidak menganggap penting peringatan Rizvi.

Padahal menurut Rizvi, satu dari enam orang Amerika mempunyai cacing dalam ototnya karena mengonsumsi daging babi yang terinfeksi Trichina. Mengapa Media Amerika tidak perduli?

Mudah saja jawabnya. Pemerintah Amerika yang banyak dipengaruhi oleh kepentingan berbagai perusahaan farmasi seperti Cipro, ingin warganya sakit, dan kemudian membeli banyak sekali obat dari perusahaan farmasi monopoli milik Keluarga Bush dan para kroninya dari Partai Republik.

Kode Lemak Babi yang Tersembunyi di Makanan Kemasan


E-CODE TABLE

Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya, mencatat semua merk barang, makanan & obat-obatan. Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tesebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOM Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC. Tak heran jika ia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah, namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141.

Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis, dia penasaran lalu menanyakan kode matematis tersebut kepada orang Prancis yang berwenang dalam bidang itu. Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja tugasmu, dan jangan banyak tanya..! Jawaban itu, semakin menimbulkan kecurigaan Sahib, lalu ia pun mulai mencari tahu kode matematis dalam dokumen yang ada.

Ternyata, apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslimin dunia!

Hampir di seluruh negara bagian barat, termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak terdapat di negara- negara tersebut. Di Perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 unit.


Mengapa Lemak Babi Yang Dipilih?

Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. Namun, orang Eropa & Amerika berusaha menghindari lemak-lemak itu. Yang menjadi pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? Babi-babi dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM, tapi yang bikin pusing POM adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi.

Dahulu sekitar 60 tahun lalu, lemak-lemak babi itu dibakar. Kini mereka pun berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut.. Sebagai awal uji cobanya, mereka membuat sabun dengan bahan lemak babi, dan ternyata berhasil. Lemak-lemak itu diproses secara kimiawi, dikemas rapi dan dipasarkan.

Negara di Eropa memberlakukan aturan yang mewajibkan bahan setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Karena itu, bahan dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produknya. Agar mudah dipasarkan, penulisan lemak babi dalam kemasan diganti dengan lemak hewan.

Ketika produsen ditanya pihak berwenang dari negara Islam, maka dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi & domba. Meskipun begitu lemak-lemak itu haram bagi muslim, karena penyembelihannya tidak sesuai syariat Islam. Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam, akibatnya produsen menghadapi masalah keuangan sangat serius, karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produk ke negara Islam, mengingat laba yang dicapai bisa mencapai miliaran dollar.

Akhirnya, mereka membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti BPOM, sementara orang lain tak ada yang tahu. Kode diawali dengan E? CODES, E-INGREDIENTS, ini terdapat dalam produk perusahaan mutinasional, antara lain:
  1. Pasta gigi, pemen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng,
  2. Buah2an kaleng, dan beberapa multivitamin serta masih banyak lagi jenis makanan & obat2an lainnya.
Karena itu, saya mohon kepada sesama muslim dimana pun, untuk memeriksa secara seksama bahan2 produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode Emusifier berikut ini:

E-CODES TABLE

EMULSIFIER
(http://id.wikipedia.org/wiki/Emulsifier)

Emulsifier atau zat pengemulsi adalah zat untuk membantu menjaga kestabilan emulsi minyak dan air.[1] Umumnya emulsifier merupakan senyawa organik yang memiliki dua gugus, baik yang polarmaupun nonpolar sehingga kedua zat tersebut dapat bercampur.[1] Gugus nonpolar emulsifier akan mengikat minyak (partikel minyak dikelilingi) sedangkan air akan terikat kuat oleh gugus polar pengemulsi tersebut.[1] Bagian polar kemudian akan terionisasi menjadi bermuatan negatif, hal ini menyebabkan minyak juga menjadi bermuatan negatif.[1] Partikel minyak kemudian akan tolak-menolak sehingga dua zat yang pada awalnya tidak dapat larut tersebut kemudian menjadi stabil.[1]

Salah satu contoh pengemulsi yaitu sabun yang merupakan garam karboksilat.[2] Molekul sabun tersusun atas ekor alkil yang non-polar (akan mengelilingi molekul minyak) dan kepala karboksilat yang bersifat polar (mengikat air dengan kuat).[1] Pada industri makanan, telur dikenal sebagai pengemulsi (emulsifier) tertua yang pernah ada.[2] Di dalam telur (banyak pada kuning telur dan sedikit pada putih telur) terdapat lesitin yang merupakan suatu emulsifier.[2] Contoh bahan yang dibuat dengan cara ini adalah mentega, margarin, dan sebagian besar kue.[2]

Adalah tanggungjawab kita bersama untuk mengikuti syari'at Islam dan juga memberitahukan informasi ini kepada sesama muslim lainnya.

Semoga manfaat,

M. Anjad Khan
Medical Research Institute United States

Original Link Source:
Oleh Apa Maun via Facebook
http://m.facebook.com/notes/apa-maun/kode-lemak-babi-yang-tersembunyi-di-makanan-kemasan/499102198336?refid=0


DATA TAMBAHAN SEHUBUNGAN DENGAN E-CODE
Sumber Data Asli: http://www.muslimtents.com/aminahsworld/Ecodes.html

E100 Curcumin, turmeric [Colouring] (HALAL)
E101 Riboflavin (Vitamin B2), formerly called lactoflavin (Vitamin G) [Colouring] [likely to be GM] Dicurigai
E101a Riboflavin-5'-Phosphate [Colouring] [likely to be GM] Dicurigai
E102 Tartrazine [Colouring] [possible allergic reaction] (HALAL)
E103 Chrysoine Resorcinol [Colouring] (???)
E104 Quinoline Yellow [Colouring] [possible allergic reaction] (HALAL)
E105 Fast Yellow AB [Colouring] (???)
E106 Riboflavin-5-Sodium Phosphate [Colouring] Dicurigai
E107 Yellow 2G [Colouring] (???)
E110 Sunset Yellow FCF, Orange Yellow S [Colouring] (HALAL)
E111 Orange GGN [Colouring] (???)
E120 Cochineal, Carminic acid, Carmines [Colouring] [animal origin] (HARAM)
E121 Orcein, Orchil [Colouring] (???)
E122 Carmoisine, Azorubine [Colouring] (HALAL)
E123 Amaranth [Colouring] (HALAL)
E124 Ponceau 4R, Cochineal Red A, Brilliant Scarlet 4R [Colouring] (HALAL)
E125 Scarlet GN [Colouring] (???)
E126 Ponceau 6R [Colouring] (???)
E127 Erythrosine [Colouring] (HALAL)
E128 Red 2G [Colouring] (HALAL)
E129 Allura Red AC [Colouring] (HALAL)
E130 Indanthrene blue RS [Colouring] (???)
E131 Patent Blue V [Colouring] (HALAL)
E132 Indigo carmine, Indigotine [Colouring] (HALAL)
E133 Brilliant Blue FCF [Colouring] (HALAL)
E140 Chlorophylls and Chlorophyllins (HARAM)
  • Chlorophylls
  • Chlorophyllins [Colouring]
E141 Copper complexes of chlorophylls and chlorophyllins (HARAM)
  • Copper complexes of chlorophylls
  • Copper complexes of chlorophyllins [Colouring]
E142 Greens S [Colouring] [possible allergic reaction] (HALAL)
E150a Plain Caramel [Colouring] [likely to be GM] (HALAL)
E150b Caustic sulphite caramel [Colouring] [likely to be GM] (HALAL)
E150c Ammonia caramel [Colouring] [likely to be GM] (HALAL)
E150d Sulphite ammonia caramel [Colouring] [likely to be GM] (HALAL)
E151 Black PN, Brilliant Black BN [Colouring] (HALAL)
E152 Black 7984 [Colouring] (???)
E153 Carbon black, Vegetable carbon [Colouring] [likely to be GM] Dicurigai
E154 Brown FK, Kipper Brown [Colouring] (HALAL)
E155 Brown HT, Chocolate brown HT [Colouring] (HALAL)
E160a Alpha-carotene, Beta-carotene, Gamma-carotene [Colouring] Dicurigai
E160b Annatto, bixin, norbixin [Colouring] (HALAL)
E160c Capsanthin, capsorubin, Paprika extract [Colouring] (HALAL)
E160d Lycopene [Colouring] [possibly GM] (HALAL)
E160e Beta-apo-8'-carotenal (C 30) [Colouring] (HALAL)
E160f Ethyl ester of beta-apo-8'-carotenic acid (C 30) [Colouring] (HALAL)
E161a Flavoxanthin [Colouring] Dicurigai
E161b Lutein [Colouring] (HARAM)
E161c Cryptoaxanthin [Colouring] [likely to be GM] (HALAL)
E161d Rubixanthin [Colouring] (HALAL)
E161e Violaxanthin [Colouring] (HALAL)
E161f Rhodoxanthin [Colouring] (HALAL)
E161g Canthaxanthin [Colouring] (HARAM)
E162 Beetroot Red, Betanin [Colouring] (HALAL)
E163 Anthocyanins [Colouring] (HALAL)
E170 Calcium carbonate [Colouring] (HALAL)
E171 Titanium dioxide [Colouring] (HALAL)
E172 Iron oxides and hydroxides [Colouring] (HALAL)
E173 Aluminium [Colouring] (HALAL)
E174 Silver [Colouring] (HALAL)
E175 Gold [Colouring] (HALAL)
E180 Pigment Rubine, Lithol Rubine BK [Colouring] (HALAL)
E181 Tannin (???)
E200 Sorbic acid [Preservative] (HALAL)
E201 Sodium sorbate [Preservative] (HALAL)
E202 Potassium sorbate [Preservative] (HALAL)
E203 Calcium sorbate [Preservative] (HALAL)
E210 Benzoic acid [Preservative] (HALAL)
E211 Sodium benzoate [Preservative] (HALAL)
E212 Potassium benzoate [Preservative] (HALAL)
E213 Calcium benzoate [Preservative] (HALAL)
E214 Ethyl para-hydroxybenzoate [Preservative] (HALAL)
E215 Sodium ethyl para-hydroxybenzoate [Preservative] (HALAL)
E216 Propyl para-hydroxybenzoate [Preservative] (HALAL)
E217 Sodium propyl para-hydroxybenzoate [Preservative] (HALAL)
E218 Methyl para-hydroxybenzoate [Preservative] (HALAL)
E219 Sodium methyl para-hydroxybenzoate [Preservative] (HALAL)
E220 Sulphur dioxide [Preservative] (HALAL)
E221 Sodium sulphite [Preservative] (HALAL)
E222 Sodium hydrogen sulphite [Preservative] (HALAL)
E223 Sodium metabisulphite [Preservative] (HALAL)
E224 Potassium metabisulphite [Preservative] (HALAL)
E225 Sodium sulphite [Preservative] (???)
E226 Calcium sulphite [Preservative] (HALAL)
E227 Calcium hydrogen sulphite [Preservative] [Firming Agent] (HALAL)
E228 Potassium hydrogen sulphite [Preservative] (???)
E230 Biphenyl, diphenyl [Preservative] (HALAL)
E231 Orthophenyl phenol [Preservative] (HALAL)
E232 Sodium orthophenyl phenol [Preservative] (HALAL)
E233 Thiabendazole [Preservative] (HALAL)
E234 Nisin [Preservative] (???)
E235 Natamycin, Pimaracin [Preservative] (HALAL)
E236 Formic acid [Preservative] (HALAL)
E237 Sodium formiate [Preservative] (HALAL)
E238 Calcium formiate [Preservative] (HALAL)
E239 Hexamethylene tetramine, Hexamine [Preservative] (HALAL)
E240 Formaldehyde [Preservative] (???)
E242 Dimethyl dicarbonate [Preservative] (HALAL)
E249 Potassium nitrite [Preservative] (HALAL)
E250 Sodium nitrite [Preservative] (HALAL)
E251 Sodium nitrate, saltpetre [Preservative] (HALAL)
E252 Potassium nitrate (Saltpetre) [Preservative] (HARAM)
E260 Acetic acid [Preservative] [Acidity regulator] (HALAL)
E261 Potassium acetate [Preservative] [Acidity regulator] (HALAL)
E262 Sodium acetates (HALAL)
  • Sodium acetate
  • Sodium hydrogen acetate (sodium diacetate) [Preservative] [Acidity regulator]
E263 Calcium acetate [Preservative] [Acidity regulator] (HALAL)
E264 Ammonium acetate [Preservative] (???)
E270 Lactic acid [Preservative] [Acid] [Antioxidant] (HALAL)
E280 Propionic acid [Preservative] (HALAL)
E281 Sodium propionate [Preservative] (HALAL)
E282 Calcium propionate [Preservative] (HALAL)
E283 Potassium propionate [Preservative] (HALAL)
E284 Boric acid [Preservative] (HALAL)
E285 Sodium tetraborate (borax) [Preservative] (HALAL)
E290 Carbon dioxide [Acidity regulator] (HALAL)
E296 Malic acid [Acid] [Acidity regulator] (HALAL)
E297 Fumaric acid [Acidity regulator] (HALAL)
E300 Ascorbic acid (Vitamin C) [Antioxidant] (HALAL)
E301 Sodium ascorbate [Antioxidant] (HALAL)
E302 Calcium ascorbate [Antioxidant] (HALAL)
E303 Potassium ascorbate [Antioxidant] (???)
E304 Fatty acid esters of ascorbic acid Dicurigai
  • Ascorbyl palmitate
  • Ascorbyl stearate [Antioxidant]
E306 Tocopherol-rich extract (natural) [Antioxidant] (HALAL)
E307 Alpha-tocopherol (synthetic) [Antioxidant] (HALAL)
E308 Gamma-tocopherol (synthetic) [Antioxidant] (HALAL)
E309 Delta-tocopherol (synthetic) [Antioxidant] (HALAL)
E310 Propyl gallate [Antioxidant] (HALAL)
E311 Octyl gallate [Antioxidant] (HALAL)
E312 Dodecyl gallate [Antioxidant] (HALAL)
E315 Erythorbic acid [Antioxidant] (HALAL)
E316 Sodium erythorbate [Antioxidant] (HALAL)
E317 Erythorbin acid [Antioxidant] (???)
E318 Sodium erythorbin [Antioxidant] (???)
E319 Butylhydroxinon [Antioxidant] (???)
E320 Butylated hydroxyanisole (BHA) [Antioxidant] (HALAL)
E321 Butylated hydroxytoluene (BHT) [Antioxidant] (HALAL)
E322 Lecithin [Emulsifier] Dicurigai;
E325 Sodium lactate [Antioxidant] (HALAL)
E326 Potassium lactate [Antioxidant] [Acidity regulator] (HALAL)
E327 Calcium lactate [Antioxidant] [possibly of animal origin] (HALAL)
E329 Magnesium lactate [Antioxidant] (???)
E330 Citric acid [Antioxidant] (HALAL)
E331 Sodium citrates (HALAL)
  • Monosodium citrate
  • Disodium citrate
  • Trisodium citrate [Antioxidant] (HALAL)
E332 Potassium citrates (HALAL)
  • Monopotassium citrate
  • Tripotassium citrate [Antioxidant]
E333 Calcium citrates (HALAL)
  • Monocalcium citrate
  • Dicalcium citrate
  • Tricalcium citrate [Acidity regulator] [Firming Agent]
E334 Tartaric acid (L(+)-) [Acid] [Antioxidant] (HALAL)
E335 Sodium tartrates (HALAL)
  • Monosodium tartrate
  • Disodium tartrate [Antioxidant] (HALAL)
E336 Potassium tartrates (HALAL)
  • Monopotassium tartrate (cream of tartar)
  • Dipotassium tartrate [Antioxidant]
E337 Sodium potassium tartrate [Antioxidant] (HALAL)
E338 Phosphoric acid [Antioxidant] (HALAL)
E339 Sodium phosphates Dicurigai
  • Monosodium phosphate
  • Disodium phosphate
  • Trisodium phosphate [Antioxidant]
E340 Potassium phosphates Dicurigai
  • Monopotassium phosphate
  • Dipotassium phosphate
  • Tripotassium phosphate [Antioxidant]
E341 Calcium phosphates Dicurigai
  • Monocalcium phosphate
  • Dicalcium phosphate
  • Tricalcium phosphate [Anti-caking agent] [Firming Agent]
E343 Magnesium phosphates (???)
  • Monomagnesium phosphate
  • Dimagnesium phosphate [Anti-caking agent] (???)
E350 Sodium malates (HALAL)
  • Sodium malate
  • Sodium hydrogen malate [Acidity regulator]
E351 Potassium malate [Acidity regulator] (HALAL)
E352 Calcium malates (HALAL)
  • Calcium malate
  • Calcium hydrogen malate [Acidity regulator]
E353 Metatartaric acid [Emulsifier] (HALAL)
E354 Calcium tartrate [Emulsifier] (???)
E355 Adipic acid [Acidity regulator] (HALAL)
E356 Sodium adipate [Acidity regulator] (HALAL)
E357 Potassium adipate [Acidity regulator] (HALAL)
E363 Succinic acid [Acidity regulator] (HALAL)
E365 Sodium fumarate [Acidity regulator] (???)
E366 Potassium fumarate [Acidity regulator] (???)
E367 Calcium fumarate[Acidity regulator] (???)
E370 I,4-Heptonolactone [Acidity regulator] (???)
E375 Nicotinic acid, Niacin, Nicotinamide [Colour Retention Agent] (???)
E380 Triammonium citrate [Acidity regulator] (HALAL)
E381 Ammoniumferrocitrate [Acidity regulator] (???)
E385 Calcium disodium ethylene diamine tetra-acetate (Calcium disodium EDTA) (HALAL)
E400 Alginic acid [Thickener] [Stabiliser] [Gelling agent] [Emulsifier] (HALAL)
E401 Sodium alginate [Thickener] [Stabiliser] [Gelling agent] [Emulsifier] (HALAL)
E402 Potassium alginate [Thickener] [Stabiliser] [Gelling agent] [Emulsifier] (HALAL)
E403 Ammonium alginate [Thickener] [Stabiliser] [Emulsifier] (HALAL)
E404 Calcium alginate [Thickener] [Stabiliser] [Gelling agent] [Emulsifier] (HALAL)
E405 Propane-1,2-diol alginate (Propylene glycol alginate) [Thickener] [Stabiliser] [Emulsifier] (HALAL)
E406 Agar [Thickener] [Gelling agent] [Stabiliser] (HALAL)
E407 Carrageenan [Thickener] [Stabiliser] [Gelling agent] [Emulsifier] [possible allergic reaction] (HALAL)
E407a Processed eucheuma seaweed [Thickener] [Stabiliser] [Gelling agent] [Emulsifier] (???)
E410 Locust bean gum (Carob gum) [Thickener] [Stabiliser] [Gelling agent] [Emulsifier] (HALAL)
E412 Guar gum [Thickener] [Stabiliser] (HALAL)
E413 Tragacanth [Thickener] [Stabiliser] [Emulsifier] (HALAL)
E414 Acacia gum (gum arabic) [Thickener] [Stabiliser] [Emulsifier] (HALAL)
E415 Xanthan gum [Thickener] [Stabiliser] (HALAL)
E416 Karaya gum [Thickener] [Stabiliser] [Emulsifier] (HALAL)
E417 Tara gum [Thickener] [Stabiliser] (HALAL)
E418 Gellan gum [Thickener] [Stabiliser] [Emulsifier] (HALAL)
E420 Sorbitol (i) Sorbitol (ii) Sorbitol syrup [Emulsifier] [Sweetener] [Humectant] (HALAL)
E421 Mannitol [Anti-caking agent] [Sweetener] (HALAL)
E422 Glycerol [Emulsifier] [Sweetener] [possibly of animal origin] Dicurigai
E425 Konjac (i) Konjac gum (ii) Konjac glucomannane [Emulsifier] (???)
E430 Polyoxyethylene (8) stearate [Emulsifier] [Stabiliser] [possible allergic reaction] (HARAM)
E431 Polyoxyethylene (40) stearate [Emulsifier] (HARAM)
E432 Polyoxyethylene (20) sorbitan monolaurate (polysorbate 20) [Emulsifier] Dicurigai
E433 Polyoxyethylene (20) sorbitan monooleate (polysorbate 80) [Emulsifier] Dicurigai
E434 Polyoxyethylene (20) sorbitan monopalmitate (polysorbate 40) [Emulsifier] Dicurigai
E435 Polyoxyethylene (20) sorbitan monostearate (polysorbate 60) [Emulsifier] Dicurigai
E436 Polyoxyethylene (20) sorbitan tristearate (polysorbate 65) [Emulsifier] [possibly of animal origin] Dicurigai
E440 Pectins (i) pectin (ii) amidated pectin [Emulsifier] (HALAL)
E441 Gelatine [Emulsifier] [Gelling agent] [animal origin] (HARAM)
E442 Ammonium phosphatides [Emulsifier] (HALAL)
E444 Sucrose acetate isobutyrate [Emulsifier] (HALAL)
E445 Glycerol esters of wood rosins [Emulsifier] Dicurigai
E450 Diphosphates (HALAL)
  • Disodium diphosphate
  • Trisodium diphosphate
  • Tetrasodium diphosphate
  • Dipotassium diphosphate
  • Tetrapotassium diphosphate
  • Dicalcium diphosphate
  • Calcium dihydrogen diphosphate [Emulsifier]
E451 Triphosphates Dicurigai
  • Pentasodium triphosphate
  • Pentapotassium triphosphate [Emulsifier]
E452 Polyphosphates Dicurigai
  • Sodium polyphosphates
  • Potassium polyphosphates
  • Sodium calcium polyphosphate
  • Calcium polyphophates [Emulsifier]
E459 Beta-cyclodextrine [Emulsifier] (???)
E460 Cellulose (HALAL)
  • Microcrystalline cellulose
  • Powdered cellulose [Emulsifier]
E461 Methyl cellulose [Emulsifier] (HALAL)
E462 Ethyl cellulose [Emulsifier] (???)
E463 Hydroxy propyl cellulose [Emulsifier] (HALAL)
E464 Hydroxy propyl methyl cellulose [Emulsifier] (HALAL)
E465 Ethyl methyl cellulose [Emulsifier] (HALAL)
E466 Carboxy methyl cellulose, Sodium carboxy methyl cellulose [Emulsifier] (HALAL)
E468 Crosslinked sodium carboxymethyl cellulose [Emulsifier] (???)
E469 Enzymically hydrolysed carboxymethylcellulose [Emulsifier] (???)
E470a Sodium, potassium and calcium salts of fatty acids [Emulsifier] [Anti-caking agent] Dicurigai
E470b Magnesium salts of fatty acids [Emulsifier] [Anti-caking agent] Dicurigai
E471 Mono- and diglycerides of fatty acids (glyceryl monostearate, glyceryl distearate) [Emulsifier] Dicurigai
E472a Acetic acid esters of mono- and diglycerides of fatty acids [Emulsifier] Dicurigai
E472b Lactic acid esters of mono- and diglycerides of fatty acids [Emulsifier] Dicurigai
E472c Citric acid esters of mono- and diglycerides of fatty acids [Emulsifier] Dicurigai
E472d Tartaric acid esters of mono- and diglycerides of fatty acids [Emulsifier] Dicurigai
E472e Mono- and diacetyl tartaric acid esters of mono- and diglycerides of fatty acids [Emulsifier] Dicurigai
E472f Mixed acetic and tartaric acid esters of mono- and diglycerides of fatty acids [Emulsifier] Dicurigai
E473 Sucrose esters of fatty acids [Emulsifier] Dicurigai
E474 Sucroglycerides [Emulsifier] Dicurigai
E475 Polyglycerol esters of fatty acids [Emulsifier] Dicurigai
E476 Polyglycerol polyricinoleate [Emulsifier] Dicurigai
E477 Propane-1, 2-diol esters of fatty acids, propylene glycol esters of fatty acids [Emulsifier] Dicurigai
E478 Lactylated fatty acid esters of glycerol and propane-1 [Emulsifier] Dicurigai
E479b Thermally oxidized soya bean oil interacted with mono- and diglycerides of fatty acids [Emulsifier] (HALAL)
E481 Sodium stearoyl-2-lactylate [Emulsifier] (HALAL)
E482 Calcium stearoyl-2-lactylate [Emulsifier] (HALAL)
E483 Stearyl tartrate [Emulsifier] (HALAL)
E491 Sorbitan monostearate [Emulsifier] Dicurigai
E492 Sorbitan tristearate [Emulsifier] Dicurigai
E493 Sorbitan monolaurate [Emulsifier] (HALAL)
E494 Sorbitan monooleate [Emulsifier] Dicurigai
E495 Sorbitan monopalmitate [Emulsifier] Dicurigai
E500 Sodium carbonates (HALAL)
  • Sodium carbonate
  • Sodium hydrogen carbonate (Bicarbonate of soda)
  • Sodium sesquicarbonate [Acidity regulator] [Raising Agent]
E501 Potassium carbonates (HALAL)
  • Potassium carbonate
  • Potassium hydrogen carbonate [Acidity regulator]
E503 Ammonium carbonates
  • Ammonium carbonate
  • Ammonium hydrogen carbonate [Acidity regulator]
E504 Magnesium carbonates (HALAL)
  • Magnesium carbonate
  • Magnesium hydroxide carbonate (syn. Magnesium hydrogen carbonate) [Acidity regulator] [Anti-caking agent]
E507 Hydrochloric acid [Acid] (HALAL)
E508 Potassium chloride [Gelling agent] [Seasoning] (HALAL)
E509 Calcium chloride [Sequestrant] [Firming Agent] (HALAL)
E510 Ammonium chloride, ammonia solution [Acidity regulator] [Improving agent] (HALAL)
E511 Magnesium chloride [Firming Agent] (HALAL)
E512 Stannous chloride [Antioxidant] (HALAL)
E513 Sulphuric acid [Acid] (HALAL)
E514 Sodium sulphates (HALAL)
  • a. Sodium sulphate
  • b. Sodium hydrogen sulphate [Acidity regulator]
E515 Potassium sulphates (HALAL)
  • a. Potassium sulphate
  • b. Potassium hydrogen sulphate [Seasoning]
E516 Calcium sulphate [Sequestrant] [Improving agent] [Firming Agent] (HALAL)
E517 Ammonium sulphate [Improving agent] (HALAL)
E518 Magnesium sulphate, Epsom salts [Acidity regulator] [Firming Agent] (HALAL)
E519 Copper sulphate [Preservative] (HALAL)
E520 Aluminium sulphate [Firming Agent] (HALAL)
E521 Aluminium sodium sulphate [Firming Agent] (HALAL)
E522 Aluminium potassium sulphate [Acidity regulator] (HALAL)
E523 Aluminium ammonium sulphate [Acidity regulator] (HALAL)
E524 Sodium hydroxide [Acidity regulator] (HALAL)
E525 Potassium hydroxide [Acidity regulator] (HALAL)
E526 Calcium hydroxide [Acidity regulator] [Firming Agent] (HALAL)
E527 Ammonium hydroxide [Acidity regulator] (HALAL)
E528 Magnesium hydroxide [Acidity regulator] (HALAL)
E529 Calcium oxide [Acidity regulator] [Improving agent] (HALAL)
E530 Magnesium oxide [Acidity regulator] [Anti-caking agent] (HALAL)
E535 Sodium ferrocyanide [Acidity regulator] [Anti-caking agent] (HALAL)
E536 Potassium ferrocyanide [Anti-caking agent] (HALAL)
E538 Calcium ferrocyanide [Anti-caking agent] (HALAL)
E540 Dicalcium diphosphate [Acidity regulator] [Emulsifier] (HALAL)
E541 Sodium aluminium phosphate, acidic [Emulsifier] (HALAL)
E542 Bone phosphate [Anti-caking agent] [animal origin] (HARAM)
E543 Calcium sodium polyphosphate (HALAL)
E544 Calcium polyphosphate [Emulsifier] (HALAL)
E545 Aluminium polyphosphate [Emulsifier] (???)
E550 Sodium silicate [Anti-caking agent] (HALAL)
E551 Silicon dioxide (Silica) [Emulsifier] [Anti-caking agent] (HALAL)
E552 Calcium silicate [Anti-caking agent] (HALAL)
E553a (i) Magnesium silicate (ii) Magnesium trisilicate [Anti-caking agent] (HALAL)
E553b Talc [Anti-caking agent] (HALAL)
E554 Sodium aluminium silicate [Anti-caking agent] (HALAL)
E555 Potassium aluminium silicate [Anti-caking agent] (HALAL)
E556 Calcium aluminium silicate [Anti-caking agent] (HALAL)
E558 Bentonite [Anti-caking agent] (HALAL)
E559 Aluminium silicate (Kaolin) [Anti-caking agent] (HALAL)
E570 Stearic acid (Fatty acid) [Anti-caking agent] Dicurigai
E572 Magnesium stearate, calcium stearate [Emulsifier] [Anti-caking agent] Dicurigai
E574 Gluconic acid [Acidity regulator] (HALAL)
E575 Glucono-delta-lactone [Acidity regulator] [Sequestrant] (HALAL)
E576 Sodium gluconate [Sequestrant] (HALAL)
E577 Potassium gluconate [Sequestrant] (HALAL)
E578 Calcium gluconate [Firming Agent] (HALAL)
E579 Ferrous gluconate [Colouring] (HALAL)
E585 Ferrous lactate [Colouring] (HALAL)
E620 Glutamic acid [Flavour enhancer] Dicurigai
E621 Monosodium glutamate [Flavour enhancer] Dicurigai
E622 Monopotassium glutamate [Flavour enhancer] Dicurigai
E623 Calcium diglutamate [Flavour enhancer] Dicurigai
E624 Monoammonium glutamate [Flavour enhancer] Dicurigai
E625 Magnesium diglutamate [Flavour enhancer] Dicurigai
E626 Guanylic acid [Flavour enhancer] (HALAL)
E627 Disodium guanylate, sodium guanylate [Flavour enhancer] (HALAL)
E628 Dipotassium guanylate [Flavour enhancer] (HALAL)
E629 Calcium guanylate [Flavour enhancer] (HALAL)
E630 Inosinic acid [Flavour enhancer] (HALAL)
E631 Disodium inosinate [Flavour enhancer] [possibly of animal origin] Dicurigai
E632 Dipotassium inosinate [Flavour enhancer] (HALAL)
E633 Calcium inosinate [Flavour enhancer] (HALAL)
E634 Calcium 5'-ribonucleotides [Flavour enhancer] (HARAM)
E635 Disodium 5'-ribonucleotides [Flavour enhancer] [possibly of animal origin] (HARAM)
E636 Maltol [Flavour enhancer] (HALAL)
E637 Ethyl maltol [Flavour enhancer] (HALAL)
E640 Glycine and its sodium salt [Flavour enhancer] [possibly of animal origin] Dicurigai
E900 Dimethyl polysiloxane [Anti-foaming agent] [Anti-caking agent] (HALAL)
E901 Beeswax, white and yellow [Glazing agent] [animal origin] (HALAL)
E902 Candelilla wax [Glazing agent] (HALAL)
E903 Carnauba wax [Glazing agent] [possible allergic reaction] (HALAL)
E904 Shellac [Glazing agent] [animal origin] (HALAL)
E905 Microcrystalline wax [Glazing agent] (???)
E907 Crystalline wax [Glazing agent] (HALAL)
E910 L-cysteine [animal origin] (HALAL)
E912 Montanic acid esters (HALAL)
E913 Lanolin, sheep wool grease [Glazing agent] (HALAL)
E914 Oxidized polyethylene wax [Glazing agent] (HALAL)
E915 Esters of Colophane [Glazing agent] (HALAL)
E920 L-cysteine hydrochloride [Improving agent] [animal origin] (HARAM)
E921 L-cysteine hydrochloride monohydrate [Improving agent] [animal origin] (HARAM)
E924 Potassium bromate [Improving agent] (???)
E925 Chlorine [Preservative] [Bleach] (HALAL)
E926 Chlorine dioxide [Preservative] [Bleach] (HALAL)
E927b Carbamide [Improving agent] (HALAL)
E928 Benzole peroxide [Improving agent] (???)
E938 Argon [Packaging gas] (HALAL)
E939 Helium [Packaging gas] (HALAL)
E941 Nitrogen [Packaging gas] (HALAL)
E942 Nitrous oxide [Propellant] (HALAL)
E948 Oxygen [Packaging gas] (HALAL)
E950 Acesulfame K [Sweetener] (HALAL)
E951 Aspartame [Sweetener] (HALAL)
E952 Cyclamic acid and its Na and Ca salts [Sweetener] (HALAL)
E953 Isomalt [Sweetener] (HALAL)
E954 Saccharin and its Na, K and Ca salts [Sweetener] (HALAL)
E957 Thaumatin [Sweetener] [Flavour enhancer] (HALAL)
E959 Neohesperidine DC [Sweetener] (HALAL)
E965 Maltitol (i) Maltitol (ii) Maltitol syrup [Sweetener] [Stabiliser] [Humectant] (HALAL)
E966 Lactitol [Sweetener] [animal origin] (HALAL)
E967 Xylitol [Sweetener] (HALAL)
E999 Quillaia extract [Foaming Agent] (HALAL)
E1103 Invertase [Stabiliser] (HALAL)
E1105 Lysozyme [Preservative] (HARAM)
E1200 Polydextrose [Stabiliser] [Thickening agent] [Humectant] [Carrier] (HALAL)
E1201 Polyvinylpyrrolidone [Stabiliser] (HALAL)
E1202 Polyvinylpolypyrrolidone [Carrier] [Stabiliser] (HALAL)
E1400 Dextrin [Stabiliser] [Thickening agent] (HALAL)
E1401 Modified starch [Stabiliser] [Thickening agent] (???)
E1402 Alkaline modified starch [Stabiliser] [Thickening agent] (HALAL)
E1403 Bleached starch [Stabiliser] [Thickening agent] (???)
E1404 Oxidized starch [Emulsifier] [Thickening agent] (HALAL)
E1410 Monostarch phosphate [Stabiliser] [Thickening agent] (HALAL)
E1412 Distarch phosphate [Stabiliser] [Thickening agent] (HALAL)
E1413 Phosphated distarch phosphate [Stabiliser] [Thickening agent] (HALAL)
E1414 Acetylated distarch phosphate [Emulsifier] [Thickening agent] (HALAL)
E1420 Acetylated starch, mono starch acetate [Stabiliser] [Thickening agent] (HALAL)
E1421 Acetylated starch, mono starch acetate [Stabiliser] [Thickening agent] (???)
E1422 Acetylated distarch adipate [Stabiliser] [Thickening agent] (HALAL)
E1430 Distarch glycerine [Stabiliser] [Thickening agent] (???)
E1440 Hydroxy propyl starch [Emulsifier] [Thickening agent] (HALAL)
E1441 Hydroxy propyl distarch glycerine [Stabiliser] [Thickening agent]
E1442 Hydroxy propyl distarch phosphate [Stabiliser] [Thickening agent] (HALAL)
E1450 Starch sodium octenyl succinate [Emulsifier] [Stabiliser] [Thickening agent] (HALAL)
E1451 Acetylated oxidised starch [Emulsifier] [Thickening agent] (???)
E1505 Triethyl citrate [Foam Stabiliser] (HALAL)
E1510 Ethanon (???)
E1518 Glyceryl triacetate (triacetin) [Humectant] Dicurigai
E1520 Propylene glycol [Humectant] Propylene glycol (???)

This ingredient list is for information only and not complete.
The judgment and the validity of this information are left to the user.
I’m not responsible or liable for any action based on this information

Read more:
http://darylhaviz01.blogspot.com/2011/01/kode-lemak-babi-yang-tersembunyi-di.html#ixzz2HFiYvmOW

18.12.12

Tahukah Anda, Siapa itu Dracula? Sang Pembantai

Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk manipulasi sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian dihasilkan seolah-olah menjadi tokoh yang nyata oleh Barat, tetapi Dracula merupakan keterbalikannya, tokoh fakta dijadikan fiksi.

Diawali dari novel karya Bram Stoker yang berjudul Dracula, kemudian tokoh ini mulai difilmkan seperti Dracula’s Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Hoor of of Dracula (1958), Nosferatu (1922) yang dibuat ulang pada tahun 1979 dan film-film dracula yang lain yang dikemas dalam bentuk yang lebih modern seperti Twilight.

Dalam buku berjudul “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna , kisah Dracula sebenarnya merupakan pembesar Wallachia , berketurunan Vlad Dracul.

Dalam uraian Hyphatia tersebut, kisah Dracula tidak boleh diceritakan paska Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ustmaniyah sebagai wakil Islam, dan Kerajaan Hungary sebagai wakil Kristen.

Keduanya tersebut berusaha menguasai dan merebutkan wilayah-wilayah baik Eropa maupun di Asia . Puncak peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel, yaitu ketika benteng Kristian ada di tangan kekuasaan khilafah Ustmaniyah.

Dalam peristiwa Perang Salib, Dracula merupakan salah seorang panglima tentera Salib. Dalam perang inilah Dracula banyak melakukan pembunuhan terhadap umat Islam. Hyphatia memaparkan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 jiwa umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara yang sangat biadab dan kejam, yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula.

Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang itu ditusuk dubur dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya ditajamkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dimasukan sehingga kayu sula tersebut menembus hingga perut, kerongkongan hingga menembus kepala melalui mulut.

Hyphatia mengatakan dalam bukunya:
Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulakan. Para prajurit melakukan perintah tersebut seolah seperti robot yang telah dipogram. Penyulaan disulami dengan teriakan kesakitan dan jeritan penderitaan yang segera memenuhi segala penjuru tempat itu. Mereka, umat Islam pada saat itu sedang dijemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami.
Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban kekejaman penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tetang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:
Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis kerana mereka kesakitan yang amat apabila hujung kayu menembus perut kecilnya. Tubuh-tubuh korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajalnya.”
Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi kerana dua sebab. Pertama, pembunuhan beramai – ramai yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak boleh dihapuskan dari Perang Salib.

Negara – negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi tunggak utama tentera Salib, tidak mau tercoreng wajahnya. Mereka termasuk yang mengutuk dan menentang pembunuhan beramai – ramai oleh Hilter dan Pol Pot, tidak ingin membuka aib mereka sendiri. Dan ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin tampil seperti pahlawan.

Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Walau bagaimana pun kejamnya Dracula, nama baiknya akan selalu dilindungi. Sehingga di Rumania saat ini, Dracula masih dianggap pahlawan. Sebagaimana sebahagian besar sejarah pahlawan – pahlawan pasti akan diambil sebagai superhero dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya.

Untuk menutup kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula. Mereka berusaha agar sejarah jati diri Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui bahwa usaha Barat untuk mengubah sejarah Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil.

Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dengan banyaknya masyarakat, khususnya umat Islam sendiri yang tidak mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula. Masyarakat umum hanya mengetahui bahwa Dracula adalah merupakan lagenda vampire yang kehausan darah, tanpa mengetahui kisah sebenarnya.

Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah diketahui umum bahawa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak boleh dilepaskan dari dua benda, yaitu bawang putih dan salib.

Konon hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan dikalahkan. Menurut Hyphatia penggunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus jejak sejarah pahlawan mujahid-mujahid Islam dalam perang salib, sekaligus untuk menunjukkan kehebatan mereka.

Sultan Mahmud II (di Barat dikenal sebagai Sultan Mehmed II) dan juga dikenali sebagai Al- Fateh dalam sejarah Islam. Sultan ini merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk Dracula, ia adalah seorang yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov. Namun barat berusaha memutarbalikkan fakta ini.

Mereka berusaha menciptakan cerita sejarah agar merekalah yang terlihat mengalahkan Dracula. Maka diciptakan sebuah fiksi bahwa Dracula hanya boleh dikalahkan oleh salib. Tujuannya adalah ingin menghilangkan peranan Sultan Mahmud II sekaligus untuk menunjukkan bahwa merekalah yang paling hebat, yang bisa mengalahkan Dracula si Haus Darah. (DYP)

Penangkapan Ali Zainal Abidin Dinilai Upaya Pembusukan Pesantren

Hidayatullah.com—Kasus penangkapan Ali Zainal Abidin di Purbalingga pada hari Ahad (16/12/2012) diduga sebagai upaya pembusukan pondok pesantren. Demikian salah satu rilis Direktur The Community of Islamic Ideological Analyst (CIIA), Harist Abu Ulya yang dikirim ke kantor redaksi hidayatullah.com, Senin (17/12/2012).

Seperti diketahui, Detasemen Khusus (Densus ) 88 Antiteror hari Ahad telah menangkap terduga kasus terorisme dengan inisial AL (Ali Zaenal Abidin) di daerah Gemuruh, Purbalingga Lor, Purbalingga, Jawa Tengah.

Polisi menyatakan AL dari kelompok jaringan Farhan yang pernah disergap Densus 88 dan tewas pada September 2012 di Solo, Jawa Tengah.

Menurut Harits, sebenarnya proyek “war on terrorism” (wot) yang sebelumnya dikumandangkan AS dan sekutunya sudah tidak lagi relevan. Bahkan ketika proyek iuni hendak diulang di wilayah Suriah, dunia Islam rupanya sudah mulai paham drama konyol dan licik AS ini.
Tapi yang aneh, dilevel domestik Indonesia kenapa proyek WOT ini terus dijalankan oleh BNPT dan Densus88? Hanya karena alasan terkait dan diduga, seseorang di tangkap dan diekspos kepublik sebagai terduga teroris,” demikian tulisnya.
Menurut Harist, continuitas proyek dengan sasaran para aktifis dengan alasan "teroris" mengisaratkan adanya upaya dan langkah pembusukan institusi pesantren serta kriminalisasi aktifis. Bidikan besarnya adalah memberangus gerakan-gerakan dakwah Islam yang dianggap sebagai ancaman potensial ke depan bagi tatanan sistem demokrasi. Karenanya, ia meminta umat harus sadar akan masalah ini.

Santri Baru

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren El-Suchary KH. Ahmad Thoha Makhsun ikut memberi penjelasan terkait penyebutan nama pondok pesantrennya. Dalam pernyataan yang dikirim ke kantor redaksi hidayatullah.com, Ahmad Toha menjelaskan pemberitaan sebuah situs nasional tertanggal 16-12-2012 dengan artikel berjudul "Terduga Pelaku Teror di Solo Ditangkap di Ponpes".

Menurutnya, pihaknya mengaku keberatan pemberitaan penangkapan di lokasi pesantren.

Kejadian penangkapan bukan di Pesantren melainkan di luar pesantren, berita dusta ini hanya di beritakan di Kompas saja sedangkan media yang lain memberitakan kejadian sebenarnya bahwa penangkapan terjadi di luar pesantren,” tulisnya.

Ahmad Toha menilai, media yang dimaksud berusaha menggiring opini publik untuk berpandangan negatif terhadap pesantren, khususnya pesantrennya.

Menurut Toha, terduga merupakan santri baru yang masih dua bulan berada di pesantrennya.

“Dia ditangkap terkait dugaan peristiwa Solo yang terjadi jauh sebelum masuk pesantren kami.”

Bahkan dirinya mengaku kaget jika menjadi target Densus 88.

Kami keberatan dengan pemberitaan yang cenderung tendensius, menyebarkan kebencian dan menyudutkan pesantren kami sekalipun tidak menyebut nama pesantren,” ujar Ahmad Toha.*

Penanganan Terorisme di Indonesia Teks Book Standar Amerika

Hidayatullah.com--Membicarakan masalah terorisme selalu selalu menarik meski ada sikap bosan.Menarik karena akan muncul tanda tanya siapa pelakunya,siapa sejatinya dalangnya dan apa kepentingannya? Sementara membosankan karena isu tersebut akan mengarah kepada umat Islam sebagai obyeknya.

Kondisi ini tidaklah mengherankan mengingat sejak dekade 1980 perang global yang dicanangkan Barat yang di komandoi Amerika menempatkan Islam dan kaum Muslimin sebagai sasarannya.Hal inilah yang harus diwaspadai umat Islam di manapun berada. Demikian terungkap dalam diskusi “Isu Terorisme dan Islamphobia” yang berlangsung di GSG Masjid Salman ITB Kota Bandung, Sabtu (8/12/2012).

Acara menghadirkan dua nara sumber Nasir Abbas, kini Technical Assistant Polri dan Abu Rusydan selaku pengamat terorisme.

Namun dua narasumber yang mengaku sama-sama alumni Akademi Militer Mujahidin Afghanistan tersebut berbeda pendapat saat disinggung masalah isu terorisme dan penanganan kasus terorisme di Indonesia.

Abu Rusydan berpendapat bahwa isu dan penanganan terorisme yang dijalankan Polri dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkesan mengambail teks book ala Amerika dengan mengggunakan standar ganda. Dimana akan memperlakukan secara beda pada pelaku yang berbeda keyakinan.
Sparatisme tidak dianggap sebagai terorisme global. Sementara kaum Muslimin yang membela haknya dalam menegakan dienul Islam akan dicap sebagai teroris,” jelasnya.
Untuk itu dia berharap Polri bersikap fair dan bertindak secara profesional sesuai hukum dan standar yang berlaku. Dengan tidak memfitnah umat Islam dan mencari pembenaran sepihak dalam penanganan.

Namun hal tersebut segera ditampik Nasir Abbas, menurutnya pandangannya apa yang selama ini yang Polri masih dalam rangka menjalankan fungsinya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dalam masalah keamanan.

“Kalaupun ada kasus salah tangkap maka itu hal yang wajar. Saya kira apapun pekerjaan manusia tidak ada yang sempurna, jika dianggap salah diluruskan saja,” dalihnya.

Nasir mengaku dirinya bagian dari institusi Polri dan apa yang ia lakukan selama ini terhadap Polri hanya sebagai bentuk muamalah semata dan bertindak sebagai penengah antara umat Islam dan aparat keamanan.

Meski berbeda pendapat namun keduanya sepakat jika umat Islam khususnya di Indonesia harus tetap mewaspadai isu terorisme dengan tetap berpegang teguh pada al-Quran dan tauladan Rasulullah. Serta menjaga sikap ukhuwah dan saling menguatkan.
Kalau ada orang yang sekali menipu kita maka alangkah jahatnya dia.Namun kalau orang itu sering kali menipu kita maka alangkah bodohnya,” pesan Abu Rusydan.*

Gunakan Dinar Sekarang Atau Amerika Akan Menggunakannya Esok Hari!

Oleh: Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi

Gunakanlah mata uang emas atau dinar karena Israel dan Amerika akan menggunakan emas sebagai mata uang esok hari,

Ucapan di atas saya ambil dari ceramah Syekh Imran Hossein di Mesjid Raya Bogor, 11 Juni 2011. Dengan membawakan tema “The Future of Islam”, pakar konspirasi dan akhir zaman asal Trinidad dan Tobago itu, mengingatkan jama’ah atas nasib umat muslim dewasa ini. Ia mengatakan bahwa umat Islam telah menjadi pecundang yang menyedihkan di negerinya sendiri. Menurutnya penggunaan uang kertas oleh kita adalah keladi dari kemiskinan yang merata di seluruh Indonesia.

“Karena uang kertas itu jugalah Singapura menjadi negara yang sangat kaya raya,” ujarnya kesal.

Baginya ini sangat memalukan, sungguh bahkan. Padahal Islam telah memiliki sistem keuangan yang murni, orisinal, dan menyejahterakan. Namun sistem Ekonomi Islam yang telah diwarisi oleh Nabi Muhammad SAW dicampakkan begitu saja.

“Memalukan, sesuatu yang sangat memalukan bagi umat Muhammad saw., yang tidak dapat mengenali uang kertas ini sebagai penipuan. Penipuan adalah sesuatu yang haram dan uang kertas adalah instrumen untuk melegalisasi pencurian. Kita adalah pecundang yang menyedihkan,” lirih penulis buku The Gold Dinar and Silver Dirham itu dilumuri kekecewaan. Muka para jama’ah juga mengamininya.

Namun di balik itu semua, kalimat “Israel dan Amerika akan menggunakan mata uang emas kedepannya” betul-betul harus kita garis-bawahi. Invasi Amerika ke Papua untuk mengeruk sumberdaya emas bangsa ini betul-betul pada titik nadir. Bukan mustahil langkah tersebut adalah jalan bagi Amerika beserta sekutunya yang telah memprediksi kejatuhan ekonomi mereka dan beralih dari Dollar (US$) menuju emas bercahaya.

Menurut Muhaimin Iqbal, praktisi Dinar di Indonesia, perilaku US$ selalu bergerak berlawanan arah dengan harga emas. Kalau US$ yang diindikasikan dengan US$ Index naik, maka harga emas yang turun. Sebaliknya jika index US$ turun, maka harga emas yang akan naik. Tentu banyak faktor yang mempengaruhi naik turunnya US$ ini. Tidak terbatas pada faktor ekonomi saja, isu-isu politik, keamanan dan lain sebagainya ikut mempengaruhi fluktuasi US$.

Menurutnya, salah satu isu untuk melihat fluktuasi dapat kita ambil dari tren ekonomi Amerika Serikat. Untuk memahami akan kemana ekonomi Amerika, maka kita bisa menggunakan dua buah data, yakni perumahan dan pengangguran.

Data dari pasar perumahan efeknya riil seperti krisis sub-prime mortgage yang sudah terjadi selama hampir dua tahun terakhir, awalnya adalah krisis di kredit perumahan, namun dampaknya kemana-mana. Di samping data mengenai perumahan, tentu data pengangguran juga bisa kita gunakan karena melalui data ini kita akan sangat mudah menggambarkan kondisi ekonomi suatu negara, termasuk Amerika.

Dari sisi perumahan, data kwartalan terakhir House Price Index yang dikeluarkan Case-Shiller menunjukkan penurunan hingga 14.1%. Ini merupakan penurunan yang paling tajam sepanjang sejarah, bahkan lebih tajam dibandingkan dengan penurunan pada masa great depression tahun 1930-an.

Menurunnya data penjualan rumah serta indeks harga rumah AS mengindikasikan bahwa kontraksi ekonomi global masih terus berlangsung. Dibutuhkan suatu langkah yang konkret untuk dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat pengangguran.

Pada sisi pengangguran juga begitu. Di tahun 2008 saja pengangguran di Amerika telah mencapai angka di atas 5%. Angka itu melonjak drastis pada tiga tahun setelahnya (September 2011) di mana Depnaker AS mengatakan tingkat pengangguran di 20 negara bagiannya berada di atas angka nasional 9,1 persen, dengan tingkat tertinggi berada di Nevada yang mencapai 13,4 persen.

Pada tahun 2012 angkanya pun tidak mengalami perubahan berarti. Di New York City kini tingkat kemiskinan naik secara signifikan ke rekor tertinggi dibanding tahun 2010 seperti dirilis oleh City’s Center for Economic Opportunity. Bahkan menurut laporan The New York Times menemukan bahwa jumlah warga New York yang tergolong miskin pada tahun ini meningkat hampir 100.000 orang sejak tahun 2009. Persentase tingkat kemiskinan pun naik 1,3 % menjadi 2,1%.

Data pemerintah menunjukkan 12,7 juta warga Amerika kini menjadi pengangguran. Empat dari 10 di antaranya tidak bisa mendapat pekerjaan selama 27 minggu atau lebih. Menurut ekonom, pertambahan lapangan kerja dibutuhkan untuk memberi konsumen kepercayaan yang mereka perlukan untuk melakukan pembelian, dan mendorong perusahaan melakukan investasi yang mengarah pada perekrutan baru.

Maka itu menarik jika menyimak perkataan Alen Gresspan, mantan chairman dari Federal Reserve AS (1987-2006), yang mengatakan, “Bila dibiarkan inflasi terus tumbuh, pertumbuhan akan turun, rakyat akan menderita dengan penurunan taraf hidup dan Amerika sangat mungkin menghadapi stagflation.

Realitas ini akan berpeluang untuk memberi jalan hancurnya dollar AS yang pada saat bersamaan meruntuhkan hegemoni ekonomi kapitalis Amerika. Pada titik ini pula maka nilai emas akan semakin melonjak naik.

Data dari Bloomberg.com, misalnya, harga emas di bulan Oktober 2011 telah mengalami peningkatan terpanjang dalam 2 bulan terakhir. Hal ini disebabkan oleh kejatuhan Dollar yang memicu peningkatan permintaan logam mulia tersebut sebagai aset alternatif.

Dollar mencetak rekor penurunan terbesar terhadap Yen dan mundur terhadap Euro, setelah para pemimpin Uni-Eropa setuju untuk memperbesar dana bantuan menjadi empat atau lima kali lebih besar, menjadi sekitar 1 trilyun euro ($1.4 milyar). Sedangkan Emas telah meningkat sebesar 23% sepanjang tahun 2011. Sebaliknya dollar malah menurun sebesar 5.7% terhadap Euro.

Grafiknya tidak jauh beda pada tahun 2012. Harga emas terus naik sekitar 1,790 dollar AS pada bulan Februari, tingkat tertinggi sejak tahun 2012, setelah Fed pada waktu itu mengatakan akan terus mengarahkan suku bunga mendekati nol sampai setidaknya pada akhir 2014. Sedangkan di Comex, harga emas berjangka untuk penyerahan September 2012 ditutup pada level harga 1.684,6 dollar AS per troy ons atau menguat sebesar 31,1 dollar AS per troy ons.

Tampaknya AS menyadari gejala ini. Meminjam bahasa Syekh Imran, mereka akan melakukan segala daya upaya agar keuangan mereka tetap stabil. Salah satunya beralih ke emas.

Gejala itu memang sudah tampak. Sejumlah kalangan di Negeri Paman Sam begitu gencar mengusulkan penggunaan koin emas dan perak sebagai alat transaksi. Negara bagian Utah menjadi pelopornya. Belum lama ini, sejumlah wakil rakyat di sana menyusun rancangan undang-undang terkait hal tersebut. RUU itu telah lolos hingga ke tingkat Kongres melalui pemungutan suara. Jika RUU itu nanti disahkan maka koin emas dan koin perak akan menjadi alat tukar alternatif bagi rakyat Utah selain uang kertas dolar.

Ternyata Utah dan Virginia tidak sendiri. Dikabarkan negara bagian mulai melirik koin emas dan perak untuk alat transaksi. Ide ini bertumbuh di Idaho, South Carolina, New Hampshire, Tennesse, Indiana, Iowa, Oklahoma, Vermont, Georgia, Missouri dan Washington.

Maka tidak heran bahwa kunjungan Hilary Clinton baru-baru ini adalah upaya untuk mengukuhkan tangan AS di Papua sebagai upaya menstabilkan ekonomi AS melalui tambang emas di Papua. Terlebih di akhir pemerintahannya Barack Obama jika tidak mampu mendongkrak perekenomian Amerika dengan mewarisi hutang sebesar US$16 triliun; jumlah yang dua kali lebih banyak daripada saat Bush masih menjabat. Bahwa kapitalisme telah gagal.

Jadi mungkin betul perkataan Syekh Imran, kelak Amerika akan mengganti dollar dengan emas sebagai mata uangnya. Lalu bagaimana dengan kita? Masihkah kita bergeming untuk beralih ke dinar?

(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai ” (Shahih Muslim).

Surat Malcolm X dari Makkah

Rasa haru, persaudaraan, kemurahan hati dan tidak mementingkan diri sendiri yang dirasakan Malcolm X di kota Mekkah saat melaksanakan ibadah haji, membuka mata hatinya tentang semangat Islam yang sebenarnya. Dalam buku autobiografi yang ditulisnya bersama Alex Haley, Malcolm menulis, “Karena pencerahan spiritual dimana saya mendapatkan rahmat untuk mengalaminya setelah melaksanakan ibadah haji ke kota Mekkah, saya tidak lagi membiasakan melempar dakwaan kepada ras manapun. Sekarang, saya berjuang untuk hidup sebagai seorang Muslim Sunni sejati. Saya harus mengulangi bahwa saya bukan seorang rasis dan bukan pula seorang yang menganut prinsip rasisme. Saya nyatakan dengan ketulusan hati bahwa saya tidak berharap apa-apa kecuali kebebasan, keadilan dan persamaan, kehidupan, kemerdekaan serta kebahagiaan untuk semua orang,

Dalam buku Autobiography of Malcolm X, Malcolm X atau nama Islamnya Malik al-Shabazz mengungkapkan kesan-kesannya melaksanakan ibadah haji di tanah suci dalam surat yang ditujukan ke asistennya di Harlem. Surat itu ia kirim dari Mekkah pada bulan April 1964. Berikut isi suratnya:

Saya tidak pernah menyaksikan keramahtamahan yang begitu tulus dan semangat kebersamaan yang begitu besar, seperti yang dilakukan oleh umat manusia dari berbagai warna kulit dan ras di kota suci ini, rumah dari Ibrahim, Muhammad dan nabi-nabi lainnya yang disebut dalam kita suci Al-Quran. Dalam beberapa minggu yang saya lewati, saya benar-benar kehilangan kata-kata dan terpesona dengan keagungan yang saya saksikan di sekitar saya yang dilakukan oleh umat manusia dari berbagai bangsa. Saya beruntung bisa berkunjung ke kota suci Mekkah; Saya sudah melakukan tawaf keliling Ka’bah 7 putaran, dipimpin oleh seorang Mutawwaf (pembimbing) muda bernama Muhammad; Saya minum air dari sumur air Zamzam; Saya lari 7 kali bolak-balik dari bukit Safa ke bukit Marwa; Saya berdoa di kota tua Mina dan Saya berdoa di pegungungan Arafah. Di sana ada puluhan ribu jemaah haji dari seluruh dunia.

Mereka berasal dari berbagai warna kulit dari yang bermata biru, pirang sampai yang berkilit hitam dari Afrika. Namun mereka semua melakukan ritual yang sama, menunjukkan semangat persatuan dan persaudaraan yang dari pengalaman saya di Amerika telah membuat saya percaya bahwa hal semacam ini tidak akan pernah terjadi antara kulit putih dan non kulit putih. Amerika perlu memahami Islam, karena Islam adalah agama yang menghapuskan masalah rasa di kalangan pemeluknya. Dari seluruh perjalanan yang pernah saya lakukan ke dunia Islam, saya bertemu, bicara dan bahkan makan bersama dengan orang-orang yang di Amerika akan dianggap sebagai orang kulit putih-namun sikap sebagai orang kulit putih telah dihilangkan dari pikiran mereka oleh agama Islam.

Saya tidak pernah menyaksikan sebelumnya, ketulusan dan rasa persaudaraan sejati yang dilakukan oleh orang-orang dari berbagai warna kulit bersama-sama, mereka mengabaikan warna masing-masing. Kamu mungkin akan sangat terkejut dengan kata-kata saya ini. Tapi dalam pelaksanaan ibadah haji, apa yang saya lihat dan saya alami, memaksa saya untuk menyusun kembali banyak dari pola pikir yang saya anut sebelumnya dan membuang sejumlah kesimpulan yang buat di masa lalu. Ini tidak terlalu sulit buat saya. Disamping pendirian saya yang kuat, saya selalu menjadi orang yang berusaha menghadapi kenyataan dan menerima kenyataan hidup sebagai pengalaman baru dan pengetahuan baru yang terbentang. Saya selalumenjaga untuk tetap terbuka, yang merupakan hal pentinguntuk bersikap fleksibel agar berjalan bersisian dengan setiap bentuk pencarian untuk mendapatkan kebenaran.

Selama 7 hari yang saya lewati di sini, di negara Islam ini, saya makan bersama dari piring yang sama, minum dari gelas yang sama dan tidur di karpet yang sama-ketika berdoa pada Tuhan yang sama-dengan saudara-saudara sesama Muslim, yang matanya lebih biru dari yang biru, yang rambutnya lebih pirang dari yang piran dan kulitnya lebih putih dari yang putih. Dan dalam perkataan dan perbuatan Muslim berkulit putih itu, saya merasakan ketulusan yang sama seperti yang saya rasakan ketika berada di antara Muslim berkulit hitam yang berasal dari Nigeria, Sudan dan Ghana. Kami benar-benar menjadi satu saudara-karena keimanan mereka pada satu tuhan telah menghapus pemikiran bahwa mereka orang kulit putih, baik dari sikap maupun tingkah laku mereka. Apa yang saya lihat dari pengalaman ini, bahwa mungkin jika orang kulit putih Amerika bisa menerima ke-Esa-an Tuhan, maka mungkin mereka juga bisa menerima bahwa semua umat manusia adalah sama-dan berhenti melakukan tindakan, menghalangi dan membahayakan orang lain hanya karena ‘perbedaan’ warna kulit.

Dengan wabah rasisme di Amerika yang sudah seperi kanker yang tidak bisa dicegah, kemudian apa yang disebut hati ‘Orang Kristen’ kulit putih Amerika selayaknya lebih bisa menerima sebuah solusi yang sudah terbukti untuk mengatasi masalah-masalah destruktif itu. Mungkin ini sudah saatnya melindung Amerika dari bencana yang makin dekat-kerusakan yang sama yang dialami negara Jerman akibat rasisme yang pada akhirnya menghancurkan bangsa Jerman sendiri.

Setiap jam, di sini, di kota suci membuat saya belajar untuk memiliki wawasan spiritual yang lebih besar terhadap apa yang terjadi di AS antara orang kulit putih dan kulit hitam. Orang Negro Amerika tidak bisa disalahkan atas rasa dendam rasial mereka-mereka hanya bereaksi atas rasisme yang dilakukan warga kulit putih Amerika secara sadar selama hampir empat ratus tahun. Tapi seiring dengan rasisme yang mengarahkan Amerika ke jalan bunuh diri, saya tetap yakin, di akademi-akademi dan universitas-universitas, akan terlihat tulisan-tulisan tangan di dinding-dinding dan banyak di antara mereka yang akan berubah ke jalan spiritual yang sebenarnya-satu-satunya jalan yang menjadikan Amerika untuk terhindar dari bencana akibat tindakan rasisme yang tidak bisa dihindari akan menimbulkan bencana itu.

Saya tidak pernah merasa sedemikian terhormat. Saya tidak pernah merasa begitu rendah hati dan merasa tidak berharga. Siapa yang akan percaya akan rahmat yang telah dilimpahkan pada seorang Negro Amerika? Beberapa malam yang lalu, seorang laki-laki yang di Amerika akan disebut kulit putih, seorang diplomat PBB, seorang duta besar, seorang penasehat raja, memberikan ruangan suite hotelnya pada saya, tempat tidurnya. Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya, bahkan bermimpi bahwa saya akan menerima kehormatan semacam itu-kehormatan yang di Amerika akan dipersembahkan hanya untuk seorang Raja, bukan seorang Negro.

Segala puji bagi Allah, seru sekalian alam.

Hormat Saya,

Al-Hajj, Malik al-Shabazz (Malcolm X)

2.12.12

Kurikulum Bahaya Rokok Belum Diproses, Kemendikbud Dinilai Terima Sumbangan Sampoerna

Hidayatullah.com--Dewan Kehormatan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), Ir. Nita Yudi, mengungkapkan Komisi Nasional (Komnas) Pengendalian Tembakau sudah empat tahun mengajukan edukasi tentang bahaya rokok ke dalam kurikulum namun hingga kini belum diproses oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Yang lebih aneh, Kemendikbud dinilai telah menerima sumbangan dari perusahaan rokok.

“Ya mereka bilang akan diproses tapi we don’t know sampai sekarang belum diproses, karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan malah terima yayasan sumbangan dari Sampoerna Foundation,” demikiann ujar Nita saat kepada hidayatullah.com seusai seminar tentang “Kisruh Regulasi Rokok” di Auditorium Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, belum lama ini.

Padahal menurutnya, pengajuan edukasi bahaya rokok ke dalam kurikulum sudah diajukan dari tahun 2008 lalu.

“Yang mengusulkan Komnas Pengendalian Tembakau, Ikatan Ahli kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sama pak Abdillah dari Fakultas Demografi Universitas Indonesia, membuat itu agar masuk kurikulum dan minta pada menteri pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan pada pihak Kemendikbud, jika anak-anak Indonesia ingin pintar, pihak Kementerian tak lagi menerima iklan-iklan rokok dan sumbangannya.

“Kalau mau pinter anak-anaknya, Kementerian jangan terima itu iklan-iklan rokok dan sumbangannya, kalau negara lain bisa hidup tanpa rokok kenapa kita tidak?.” pesannya.

Perokok Anak Meningkat

Sementara di sisi lain, terdapat fakta yang cukup mengejutkan, Lembaga Demografi Universitas Indonesia menyebutkan prevalensi perokok anak usia 10-14 tahun meningkat 6 kali lipat selama 12 tahun dari tahun 1996 hingga tahun 2007.

Pada tahun 1995 jumlahnya hanya 0,3 persen atau sekitar 71.100 orang, kemudian meningkat tajam menjadi 2 persen atau sekitar 426.200 orang.

Menurut Komnas Perlindungan Anak, ini adalah trend yang mengkhawatirkan karena meningkatnya prevalensi merokok berarti meningkatnya beban ekonomi akibat merokok serta menurunnya sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang.*

Standard Ganda?

1.12.12

Suriah (Syria)...

[syria 2012 adalah salah satu]
['islam' tidak bisa bersatu]
[syiah][boneka][kafir]
[perang iran irak]
[123456789]

[erafox]
[muslim world 2010]

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, pasti akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. (Q8.73)




Dari: http://sahabatsuriah.com/
Innalillaahi wa innailaihirajiun
Wallahu'alam