15.9.12

Dosa Pembunuhan Karakter yang Dilakukan Media Lebih Besar

Hidayatullah.com-- Mengingat makin banyaknya praktik pembunuhan karakter (character assassination) yang  terjadi di bidang politik, hingga agama, Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi NahdIatul Ulama yang digelar di Ponpes Kempek Cirebon, Jawa Barat, 15-18 September 2012 akan mengeluarkan fatwa haram terhadap tindakan pernbunuhan karakter atau  perusak reputasi.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU, KH Arwani Faisal, dalam sebuah kolom di harian milin NU, Duta Masyarakat, Kamis, (13/09/2012). Dalam kolomnya berjudul “Pembunuhan Karakter Hukumnya Haram”, Arwani Faisal menjelaskan, fatwa haram atas pembunuhan karakter ini dikeluarkan sebagai wujud tanggung jawab moral sekaligus keprihatinan NU akan maraknya praktik pembunuhan karakter.

Menurut Arwani, praktik pembunuhan karakter atau upaya mencoreng reputasi guna menjatuhkan orang lain  terjadi dari lembaga politik hingga organisasi kemasyarakatan, bahkan lembaga keagamaan sekalipun.

Pembunuhan karakter, menurut NU, umumnya dilakukan dengan memanipulasi fakta kebenaran, pemberian dusta, serta melemparkan tuduhan melanggar norma agama, hukum maupun sosial dengan tendensius, tanpa melakukan konfirmasi terlebih dulu.

Selain itu pembunuhan karakter bisa juga dilakukan melalui cara membuka bahkan membeberkan hal-hal negatif, sekalipun itu fakta, terkait pihak yang menjadi sasaran ke khalayak ramai. Akibatnya reputasi seseorang menjadi rusak, karier terhambat, dipecat dari jabatan, sampai dikucilkan di tengah-tengah masyarakat.

Pelanggaran Berat dan Peran Media Massa

Pembunuhan karakter dalam pandangan fikih, termasuk pelanggaran terhadap konsep hifdzul `irdhi (harga diri) yang hukumnya haram sebab perbuatan ini tidak lepas dari perbuatan 'kidzib (dusta), ghibah (gosip), namimah (memfitnah), dan, atau membuka rahasia orang lain.

“Terkait pembunuhan karakter ini, saya juga mengingatkan media massa, yang sering kali sengaja atau tidak sengaja terlibat di dalamnya. Ini harus menjadi perhatian media.

Meskipun  hanya sebagai pihak ketiga, media yang menyiarkan berita yang di dalamnya terkandung pembunuhan karakter juga ikut berdosa, bahkan lebih besar, karena dampaknya lebih luas,” tulis Arwani.

Semoga, peringatan Bahtul Masa’il ini juga ikut menjadi perhatian lembaga dan media yang melakukan pembunuhan karakter guna menjatuhkan reputasi dan citra kaum Muslim.*

11.9.12

Partai An-Nur: Pinjaman dari IMF untuk Mesir Riba dan Tidak Akan Dapat Barokah dari Allah

Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Pemerintah Mesir tidak boleh meminjam dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk memperkuat cadangan kas negara, sebuah partai Islam menyatakan pada hari Rabu lalu, menambahkan bahwa pinjaman itu telah melanggar syariat Islam.

Partai salafi An-Nur mengatakan bahwa pinjaman dari IMF, yang secara resmi diminta oleh pemerintah awal pekan ini, merupakan salah satu bentuk "riba."

"Pinjaman dari luar negeri adalah riba," kata Younis Makhyoun, seorang pejabat tinggi An-Nur, menurut situs berita Egypt Independent.

"Allah tidak akan pernah memberkati ekonomi yang didasarkan pada riba," tambahnya.

Mahkyoun menyerukan kepada Perdana Menteri Hisyam Qandil untuk menemukan cara lain dalam mengumpulkan dana, bukan dengan memungkinkan orang asing untuk campur tangan dalam urusan Mesir.

Sebaliknya, Mahkyoun menyarankan agar pemerintah mengurangi pengeluaran, menerapkan kebijakan penghematan, menetapkan upah maksimum, menerapkan syariat Islam untuk spekulasi bursa saham dan repatriasi dana yang tersedot ke luar negeri, Egypt Independent melaporkan.

Pemerintah Mesir pada Rabu lalu menyambut baik kunjungan oleh direktur IMF Christine Lagarde dan meminta peningkatan pinjaman yang ditawarkan oleh IMF.

Selama kunjungannya ke Kairo, Lagarde bertemu Presiden Muhammad Mursi dan Perdana Menteri Hisyam Qandil dan menekankan perlunya program reformasi untuk menangani krisis ekonomi negara itu.

"Pinjaman secara umum senilai 3,2 miliar dolar AS. Kami berbicara tentang peningkatan hingga 4,8 dan mungkin lebih, "kata Qandil dalam konferensi pers bersama dengan Lagarde.(fq/aby)

Kesepian Mendorong Bunuh Diri di Jepang

TOKYO, KOMPAS.com- Lebih dari seperempat warga Jepang berusia 20-an terpikir soal mengakhiri hidup. Demikian hasil survei yang diberitakan kantor Berita Agence France Presse (AFP), Rabu (2/5/2012), Tokyo.

Jepang yang berpenduduk 128 juta jiwa adalah negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia, menurut Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). Survei menemukan 28,4 persen responden di usia 20-an ingin bunuh diri.

Ini tertinggi dari segala tingkatan usia. Sebanyak 36,2 persen dari usia kelompok ini malah ingin melakukan aksi bunuh diri tahun lalu.

"Data menunjukkan bahwa warga muda enggan berbicara satu sama lain ketika mereka menghadapi problem, atau jika ada yang mau bicara mereka tidak menemukan orang yang mau mendengar. Alasannya, mereka ini hanya memiliki hubungan dangkal antara satu dengan lainnya," demikian hasil survei yang dilakukan Kantor Kabinet Jepang.

"Mereka cenderung tersiksa sendirian," lanjut keterangan kantor kabinet itu.

Secara keseluruhan, sekitar 23,4 persen dari 2.000 responden dari seluruh usia yang disurvei juga menyatakan berniat bunuh diri, naik dari 4,3 persen dari survei tahun 2008.

Secara gender, tingkat usia bunuh diri perempuan lebih tinggi, yakni 27,1 persen dan untuk kaum pria 19,1 persen. Lebih dari 30.000 warga melakukan aksi bunuh diri setiap tahun. Ini diperburuk dengan naiknya angka pengangguran, masalah keluarga, kesehatan.

Angka Bunuh Diri India Tertinggi di Dunia

KOMPAS.com — Penelitian baru menunjukkan, angka bunuh diri di India termasuk yang paling tinggi di dunia. Laporan yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet menyebutkan, angka bunuh diri di India terdiri dari 3 persen dari angka semua kematian.

Para peneliti memperkirakan angka bunuh diri di India sekitar 187.000 pada tahun 2010. Angka tertinggi orang yang bunuh diri terjadi pada mereka yang berusia 15-29 tahun, dan hal itu menunjukkan bahwa kemiskinan bukan faktor pemicu.

Dalam survei nasional pertama tentang angka kematian itu disebutkan, sekitar 56 persen orang yang bunuh diri tahun 2010 adalah perempuan dan 40 persen laki-laki. Jumlah perempuan yang meninggal karena bunuh diri itu hampir sama dengan jumlah kematian akibat komplikasi karena kehamilan atau saat melahirkan, kata para ilmuwan dari unit London School of Hygiene and Tropical Medicine (Penyakit Tropis dan Higienis), yang melakukan penelitian.

Penelitian itu juga menyebutkan, angka bunuh diri dua kali lipat dibandingkan kematian akibat HIV dan AIDS.

Cara bunuh diri yang paling sering digunakan adalah dengan menenggak racun pestisida dan kemudian menggantung diri.

Satu juta bunuh diri setiap tahun

Vikram Patel, profesor penyakit jiwa yang memimpin penelitian, mengatakan, walaupun angka bunuh diri tinggi, masalah ini tidak mendapat perhatian seperti halnya kematian akibat AIDS atau kematian ibu yang melahirkan.

Patel mengatakan, ia berharap penelitian ini akan membantu meyakinkan pemerintah untuk meningkatkan fasilitas kejiwaan di negara itu untuk menangani masalah terkait depresi.

"India saat ini tengah menyusun program Kesehatan Jiwa Nasional dan kami berharap studi ini dapat menjadi bukti bahwa masalah ini serius dan fasilitas kejiwaan di India perlu ditingkatkan," katanya.

Dalam laporan itu disebutkan, angka bunuh diri di daerah pedesaan India lebih tinggi dan hampir 10 kali lipat lebih tinggi dari negara bagian selatan yang lebih makmur dibandingkan di utara.

WHO memperkirakan angka bunuh diri global sekitar 16 per 10.000 orang atau hampir satu juta orang setiap tahun.

Angka ini mencakup 200.000 kasus di China, 190.000 di India, dan sekitar 140.000 di negara-negara maju.

Angka satu juta itu merupakan 45 persen peningkatan dalam 45 tahun terakhir.

WHO mengatakan, faktor risiko utama adalah sakit jiwa, khususnya depresi, ketagihan minuman beralkohol, serta tekanan sosial dan budaya.

3.9.12

Jangan Biarkan Anak Liburan di Depan TV atau Komputer!

Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Jangan biarkan libur Lebaran putra-putri Anda kali ini dihabiskan dengan berlama-lama di depan televisi, komputer atau mainan digital lainnya. Lebih baik sering-seringlah mengajak mereka berjalan-jalan walau mungkin hanya ke taman.

Penelitian baru mengungkapkan, anak-anak yang menghabiskan setidaknya tiga jam lebih di depan media televisi atau komputer, memiliki kemungkinan sembilan kali lebih besar mengalami gangguan kemampuan motoriknya ketimbang mereka yang banyak beraktivitas.

"Masa anak-anak adalah saat yang kritis bagi pengembangan keterampilan koordinasi motorik yang penting untuk kesehatan dan kesejahteraan.Kita tahu bahwa gaya hidup sedentari memiliki efek negatif pada keterampilan ini dan berkaitan denganmenurunnyakebugaran, harga diri yang rendah, penurunan prestasi akademik penelitian seperti dikutip dari medicaldaily.

Untuk penelitian ini, peneliti menilai gaya hidup lebih dari 200 anak laki-laki dan perempuan berusia antara sembilan dan 10 dari 13 sekolah dasar di Portugal.

Aktivitas fisik dari anak-anak diukur dengan accelerometer-sebuah alat yang merekam gerakan dan intensitas. Keterampilan motorik diukur dengan menggunakan tes yang mengukur kemampuan untuk melompat lateral, melompati rintangan dan keseimbangan.

Kuesioner juga diberikan kepada orang tua dari anak-anak yang berpartisipasiuntukmenanyakan tentang kebiasaan gaya hidup anak mereka.

Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan waktunya lebih dari 70% untuk kegiatan yang tidak melibatkan gerakan fisik mereka ternyata sangat mempengaruhi keterampilan motorik mereka. Ini banyak ditemukan pada anak laki-laki ketimbang anak perempuan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak perempuan yang menghabiskan 77,3% atau lebih banyak waktu untuk kegiatan yang tidak melibatkan fisik memiliki keterampilan motorik 4-5 kali lebih buruk dibandingkan anak perempuan aktif.

Untuk anak laki-laki, menghabiskan lebih dari 76% waktu mereka duduk berarti bahwa mereka 5-9 kali lebih mungkin untuk mengalami gangguan keterampilan motorik.

"Sangat jelas dari penelitian kami bahwa tingkat tinggi perilaku menetap adalah prediktor independen koordinasi motorik rendah, terlepas dari tingkat aktivitas fisik dan faktor-faktor kunci lainnya. Perilaku menetap Tinggi memiliki dampak signifikan pada koordinasi motorik anak-anak, dengan anak laki-laki menjadi lebih terpengaruh dibandingkan anak perempuan," kata Lopes.

Sebuah penelitian terbaru melaporkan bahwa anak-anak menghabiskan kurang dari 20 menit sehari untuk bermain di luar sedangkan waktu yang dianjurkan adalah minimal 60 menit aktivitas fisik.

"Hasil menunjukkan pentingnya menetapkan waktu maksimum untuk perilaku menetap, sementara mendorong anak untuk meningkatkan jumlah mereka aktivitas fisik. Kami berharap temuan kami akan membuat kontribusi yang berharga bagi perdebatan tentang kesehatan anak dan mendorong penyelidikan masa depan mengenai hal ini,"kata Lopes.

Studi ini dipublikasikan di American Journal of Human Biology.(fq/inilah)

2.9.12

Bus dan Truk Beton Masuk Mesin Waktu di Blora, Pindah Sekejap ke Hutan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejadian aneh bin ajaib menimpa sebuah bus Pahala Kencana tujuan Jakarta-Madura dan truk beton Jaya Mix. Bus itu mengangkut 33 penumpang.

Seperti masuk sebuah mesin waktu, kedua kendaraan besar tersebut secara tiba-tiba berada di sebuah hutan jati gelap gulita di kawasan Blora, Jawa Tengah.

Awalnya, bus Pahala Kencana dan truk beton melintas di jalur pantura, tepatnya di jalur Juwana-Rembang, Kamis (22/6/2012) dini hari.

Karena lalu lintas macet, sang sopir mencoba mencari jalur alternatif. Akan tetapi sesampainya di jalur Jaken atau Kabupaten Pati wilayah paling selatan, sopir merasa sudah berada di jalur pantura, namun justru mengarah ke Kabupaten Blora.

Ketika melintas, memang lajur yang dilalui adalah jalan desa. Entah bagaimana, bus tersebut mendadak masuk ke kawasan hutan jati Gadogan di Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.

Ceritanya, ketika menempuh jalan pintas itu, di perbukitan yang dipenuhi pohon jati, bus berjumpa dengan truk beton.

Sopir berusaha mendahului truk namun kernet meminta sopir membiarkan truk duluan mendaki. Truk akhirnya bisa mendaki, disusul bus.

Pendakian bus tidak mulus. Ban belakang selip, lalu berjalan mundur. Kemudian terdengar suara benturan.

Kernet dan sopir turun dari bus coba melihat apa yang terjadi. Tiba-tiba, mesin mobil mati. Sopir dan kernet kaget bukan main karena menyadari posisi mobil tidak lagi di jalan tapi di tengah-tengah hutan jati.

Waktu itu pukul 02.30 dini hari. Kernet membangunkan 33 orang penumpang bus.

Sekitar pukul 06.30 WIB, kru mencoba mencari pemukiman warga dan meminta bantuan. Warga lalu melapor kepada lurah setempat.

Setelah sekitar lima jam di tengah hutan jati itu, pertolongan datang. Mobil patroli bersusah payah masuk ke TKP. Maklumlah, lokasi bus itu rupanya hanya jalan setapak.

Agar bisa keluar, sebagian pohon ditebang dan jalanan diratakan. Pada pukul 18.35, barulah bus itu mencapai jalan desa.

Anggota Sektor Pelayanan Masyarakat Polsek Todanan, Blora, Jawa Tengah, Briptu Suwignyo, yang dikonfirmasi, terheran-heran. Bodi bus dan truk tidak lecet terkena ranting pohon kalaulah kedua mobil itu menerabas hutan dan memaksa melewati jalan setapak di hutan jati itu.

"Ini memang kejadian aneh, tapi nyata. Wong, bus dan tronton itu lagi melaju di jalan raya, tiba- tiba ada di hutan. Dan, anehnya lagi, gak ada body bus maupun truk yang tergores. Padahal, kendaraan itu di antara rerimbunan pohon," tutur Briptu Suwignyo kepada Tribunnews.com, Minggu (24/6/2012).

Logikanya, kata Briptu Suwignyo body bus truk tergores ranting-ranting atau tumbuh-tumbuhan belukar apabila memang sengaja mengambil rute jalan setapak.

"Ranting pohon yang menjepit bus besar-besar. Untuk mengeluarkan bus dan tronton itu, kami bersama warga perlu membabati dan menguruk jalan, karena harus melalui persawahan," katanya.

Pihak PO Bus Pahala Kencana ketika dikonfirmasi mengenai kabar tersebut belum mau memberikan informasi detail. Mereka berjanji akan memberikan keterangan pada hari Senin(25/6/2012) besok.

"Besok saja mas, sekarang hari libur, enggak ada orang," kata seorang petugas saat dihubungi Tribunnews.com.(*)

Terkait:
Must Read!:


Fenomena Mesin Waktu Kerap Terjadi, Pahala Kencana Terheboh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peristiwa langka bus Pahala Kencana tujuan Jakarta-Madura yang pindah dalam sekejap ke hutan jati wilayah Blora, Jawa Tengah ternyata bukan pertama kali terjadi. Adalah Briptu Soewignyo yang sehari-hari berdinas di Sentra Pelayanan Masyarakat Polsek Todanan, Blora, Jawa Tengah, menyatakan tak heran lagi adanya peristiwa ganjil yang terjadi di kawasan Hutan Bonggan tersebut.

 Rimba yang kerap disalahgunakan sekelompok orang yang bertujuan ingin kaya mendadak itu, beberapakali mencuatkan fenomena ganjil berbau mistis. Selama sembilan tahun terakhir, setidaknya telah empat kali ada kejadian ganjil.

"Yang paling heboh ya, bus Pahala Kencana dan dua truk tronton tiba-tiba ada di tengah hutan Bonggan kemarin," kata Briptu Soewignyo kepada Tribunnews, Minggu (24/6/2012).

Polisi yang telah menjadi kakek dari dua cucu ini mengungkapkan, kejadian aneh pertama terjadi sekitar sembilan tahun lalu. Grup kesenian ketoprak yang disewa warga untuk menghibur masyarakat dalam hajatan, malah tersesat di kawasan hutan.

"Ya warga di sini heboh, karena ditunggu-tunggu ketopraknya enggak datang. Tahu-tahu besoknya ramai, karena grup ketoprak itu ada di tengah hutan. Bingung juga karena mereka merasa main ketoprak di rumah yang punya hajatan," kisah Briptu Soewignyo.

Tiga tahun lalu, giliran penduduk setempat. Ketika mengendarai motor malam hari dekat kawasan hutan, juga tersesat di belantara.

"Dia enggak bisa pulang selama dua hari dua malam. Setelah diikhitiarkan, baru ketemu. Ternyata dia di tengah hutan. Ngakunya ya lagi naik motor saja di jalan," tutur Soewignyo.

Polisi yang 18 bulan lagi pensiun ini pun mengalami sendiri pengalaman unik seperti itu. Menurut cerita Soewignyo, saat ia mau pulang dari Mapolsek Todanan, hujan deras mengguyur wilayah Blora. Sebelum menerobos guyuran hujan, ia mengenakan jas hujan dan helm. Setelah menempuh perjalanan beberapa kilometer menuju rumahnya di Kenduruan, Blora, ia melintas di kawasan hutan.

"Lampu utama motor saya tiba-tiba rusak, mau copot kacanya. Terus saya betuli sejenak, selanjutnya sambil jalan saya pegangi. Tapi, saya enfgak sampai-sampai rumah. Ternyata saya semalam suntuk ada di tengah hutan," ujar Briptu Soewignyo lalu tertawa.

"Itu pengalaman yang terlupakan, karena aneh. Saya merasa naik motor di jalan, ternyata ada orang yang melihat saya mengatakan, saya ada di tengah makam. Mereka mengira saya penjahat, karena malam kan enggak bisa melhat saya dengan jelas. Apalagi saya pakai mantel dan helm," jelasnya.

Paginya, Soewignyo baru menyadari berada di tengah makam, setelah ditegur orang.

"Sejak peristiwa itu, kalau saya melintas dekat kawasan itu, ya nyanyi-nyanyi saja sekerasnya. Dibilang takut berani tidak, takut pun tidak. Cuma ya repot, kalau kejadian yang saya alami terulang," kata ayah empat anak ini lalu tertawa lagi.

Kendati demikian, Briptu Soewignyo mengimbau agar masyarakat mengambil hikmahnya, bukannya terjebak klenik.

"Mari jadikan pelajaran peristiwa apapun, termasuk yang aneh tapi nyata seperti itu. Jangan sampai pikiran kosong, atau melamun saat di jalanan atau saat melakukan apa saja. Lebih penting lagi, jangan lupa salat. Saya yakin kalau iman kita kuat, Insya Allah tak akan mengalami hal-hal seperti itu. Itulah pelajaran yang saya petik," tutur Briptu Soewignyo.

Kejadian aneh bin ajaib menimpa sebuah bus Pahala Kencana tujuan Jakarta-Madura dan truk beton Jaya Mix. Seperti masuk sebuah mesin waktu, kedua kendaraan besar tersebut secara tiba-tiba berada di sebuah hutan jati gelap gulita di kawasan Blora, Jawa Tengah dalam waktu sekejap.

Awalnya bus Pahala Kencana dan truk beton melintas di jalur pantura tepatnya di jalur Juwana-Rembang,Kamis(22/6/2012) dini hari. Karena situasi macet sang sopir mencoba mencari jalur alternatif. Akan tetapi sesampainya di jalur Jaken, atau Kabupaten Pati wilayah paling selatan, sopir merasa sudah berada di jalur pantura, namun justru mengarah ke Kabupaten Blora.

Ketika melintas, memang lajur yang dilalui adalah jalan desa, mendadak mereka masuk ke hutan Gadogan di desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Wilayah ini dikenal sebagai perbukitan hutan jati. Anehnya, saat mau mendahului truk beton yang berada di depannya, kernet mencoba menahan sopir, agar truk naik dulu ke jalan yang menanjak, setelah truk bisa naik, bus mencoba naik, namun ban belakang selip dan mundur, kemudian terdengar suara benturan, kernet seketika turun dan mencoba mengecek, setelah dicek dengan sopir, mesin seketika mati, saat sopir mengecek body bus, seketika kaget, karena dia melihat pohon jati dan setelah memutar dia berada di tengah-tengah hutan, dia mulai tersadar jam 02.30 WIB dini hari dan kernet mencoba membangunkan penumpang yang berjumlah 33 orang.

Singapura Merana karena Bayi, Kok Bisa?

REPUBLIKA.CO.ID, Sejarah menunjukkan bahwa Singapura akan menikmati ledakan bayi pada Tahun Naga ini, atau periode paling menguntungkan bagi kelahiran dalam shio Cina.

Namun setelah 25 tahun negara mensponsori kampanye perjodohan dan peningkatan kesuburan, upaya pemerintah untuk menghentikan penurunan tingkat kelahiran tetap tidak berhasil. Hal ini berpotensi memberikan konsekuensi-konsekuensi besar bagi negara Asia kaya tersebut.

Seruan untuk memiliki anak sekarang semakin mendesak dan konstan terhadap para warga negara yang tingkat kesuburannya paling akhir di antara 222 negara, menurut buku fakta dunia yang diterbitkan Lembaga Intelijen Pusat (CIA) di Amerika.

Dihadapkan pada statistik suram seperti itu, pemerintah mulai mengevaluasi kebijakan kependudukan dan imigrasi dan berencana mengeluarkan tindakan-tindakan baru untuk mendorong kelahiran pada saat meluncurkan hasil konsultasi awal tahun depan.

​​Pesan untuk memiliki lebih banyak anak menjadi lebih mendesak seiring meningkatnya ketidaksukaan terhadap kedatangan orang asing yang sekarang jumlahnya lebih dari sepertiga penduduk yang mencapai 5,2 juta orang, sebuah faktor yang menggerus dukungan bagi Partai Aksi Rakyat (People’s Action Party) yang berkuasa sejak lama.

“Kita memiliki masalah. Tren jangka panjang menurun namun kita tidak akan menyerah,” ujar Perdana Menteri Lee Hsien Loong dalam pidatonya mengenai masa depan bangsa. “Kita perlu menciptakan lingkungan yang benar, lingkungan sosial yang baik, etos yang baik sehingga warga Singapura mau menikah dan mempunyai anak.”

Rekayasa sosial dan ekonomi bukan barang baru di Singapura, di mana pemerintah bertangan besi membantu mengubah pulau kecil tanpa sumberdaya alam menjadi salah satu negara terkaya di dunia dalam tempo kurang dari satu generasi.

Namun penurunan angka kelahiran yang terus berlangsung memperlihatkan batas pengaruh pemerintah di negara yang disebut “nanny state” (negara pengasuh).

Bagi pusat perdagangan dan keuangan global seperti Singapura, angka kesuburan yang sangat rendah memiliki implikasi bagi pertumbuhan ekonomi, pendapatan pajak, biaya kesehatan dan kebijakan imigrasi, seiring jumlah penduduk lanjut usia diperkirakan meningkat tiga kali lipat pada 2030.

Saat ini ada 6,3 orang usia bekerja untuk setiap penduduk usia lanjut. Pada 2030, rasio tersebut diperkirakan akan mendekati 2:1.

Pada tingkat sekarang ini, angka kelahiran menunjukkan bahwa penduduk lokal akan berkurang setengahnya dalam satu generasi, ujar Sanjeev Sanyal, ahli strategi global dari Deutsche Bank yang berbasis di Singapura.

“Bahkan untuk menarik bakat asing dengan kualitas bagus diperlukan keberlangsungan sosial politik dan stabilitas yang hanya dapat disediakan oleh penduduk lokal yang kuat.

Jika ada keraguan mengenai pesan pemerintah yang terang-terangan, produsen permen Mentos mengeluarkan iklan pada malam perayaan Hari Nasional 9 Agustus yang mendesak warga Singapura yang telah menikah untuk menjalankan kewajibannya sebagai warga negara.

“Saya berbicara mengenai membuat bayi, bayi,” demikian lirik lagu rap dalam video tersebut, yang dilengkapi animasi bergambar hati yang berdegup. “Ini malam Nasional, mari tingkatkan angka kelahiran bayi.”

Hanya beberapa waktu yang lalu, Singapura mengalami masalah sebaliknya. Dari pertengahan 1960an, saat anak muda pasca-perang mencapai usia reproduksi, ada ketakutan akan ledakan penduduk yang bisa mengancam pembangunan di negara yang baru merdeka itu.

Dengan slogan “Stop pada dua anak,” pemerintah menghukum keluarga besar, melegalisir aborsi dan menghadiahi sterilisasi. Program tersebut sangat efektif sehingga pada 1987, kebijakan tersebut dibalikkan dan slogan tadi berubah menjadi “Miliki tiga anak atau lebih jika mampu.”

Kontrasepsi sangat kuat yang berkonspirasi melawan kelahiran ada dalam bentuk tekanan karir yang intens, jam kerja yang panjang, apartemen kecil dan daftar tunggu tempat pentipan anak dan harga-harga yang melambung.

“Keseimbangan kerja/hidup adalah apa yang dikejar semua orang,” ujar Evonne, profesional di bidang pemasaran yang berumur 30an. Ia menambahkan bahwa ia dan suaminya berencana untuk memiliki satu anak. “Jika Anda tidak ingin memiliki anak, apapun yang dikatakan pemerintah, saya kira Anda tidak akan begitu peduli.”

Sensus 2010 menunjukkan bahwa warga Singapura cenderung menunda pernikahan dibandingkan dekade sebelumnya. Dalam kelompok usia 30-34, periode kunci untuk karir, 43 persen laki-laki dan 31 persen perempuan tidak menikah.

​​Bagi perempuan yang berumur 40an yang menikah atau pernah menikah, mereka yang memiliki hanya satu anak jumlahnya meningkat menjadi 19 persen, dari 15 persen.

Ini masalah akut bagi etnik Cina yang mencapai 74 persen dari warga Singapura dan penduduk permanen, mayoritas yang jumlahnya menurun dari 78 persen pada 1990. Statistik menunjukkan bahwa etnik Cina memiliki jumlah bayi lebih sedikit dibandingkan masyarakat Melayu dan India, dan lebih cenderung berstatus lajang.

Para pejabat pemerintah telah berusaha menyeimbangkan desakan untuk memiliki anak dengan pesan bahwa negara harus terbuka terhadap imigrasi untuk menyediakan tenaga kerja dan ahli yang diperlukan untuk pertumbuhan di masa depan.

Tidak semua orang yakin akan hal itu, seperti diperlihatkan di dunia maya. Gilbert Goh, yang mengelola kelompok pendukung Transitioning untuk warga yang tidak memiliki pekerjaan, memrotes “pesan tanpa henti dari pemerintah untuk menerima orang asing” karena rendahnya angka kelahiran.

“Kelihatannya disamping mengatasi masalah angka kelahiran untuk pemerintah kita, orang asing juga didatangkan untuk mengatasi isu lebih besar bagi para pemilik usaha, yaitu tenaga kerja murah dan bekerja keras,” tulis Goh dalam lamannya.

Kemarahan atas imigrasi secara luas diyakini telah berkontribusi pada kekalahan mengejutkan dari Partai Aksi Rakyat pada pemilihan parlemen tahun lalu.

Baca juga: Seribu Tahun Lagi Penduduk Jepang Punah?

Orang Kaya AS Pekerja Keras, Tetapi Rakus dan Tidak Jujur

Hidayatullah.com-- Jajak pendapat oleh Pew Research Center terbaru menunjukkan banyak orang Amerika percaya bahwa orang-orang kaya itu pintar dan bekerja keras untuk mendapatkan uang, tetapi banyak juga yang percaya bahwa orang-orang kaya itu rakus dan tidak jujur, lansir Christian Post (29/8/2012).

Sebanyak 58 persen responden yakin, orang kaya membayar pajak terlalu sedikit. Hanya 8 persen yang menyatakan bahwa menurut mereka orang kaya membayar pajak dalam jumlah besar.

Mayoritas responden (65 persen) yakin bahwa jarak antara orang miskin dan kaya di Amerika Serikat semakin lebar 10 tahun terakhir ini dan menilainya sebagai suatu hal yang buruk.

Sekitar 92 persen yang menyebut dirinya berada dalam kelompok ekonomi menengah dan 84 persen yang menganggap dirinya terkategori kelas bawah mengatakan, mereka sangat menghargai orang yang bekerja keras untuk mendapatkan kekayaan.

Sebanyak 30 persen responden mengatakan, agar bisa dikatakan kaya, keluarga beranggotakan empat orang harus mendapatkan sedikitnya USD100.000 dalam setahun. Sementara menurut 30 persen responden, untuk bisa dibilang kaya keluarga itu harus mendapatkan penghasilan minimal USD100.000 - USD249.999. Sedangakan 30 persen responden lainnya berpendapat keluarga tersebut baru dikategorikan kaya jika berpenghasilan USD250.000 atau lebih pertahun.

Sementara itu, responden yang mengaku kaya atau kelas menengah dilaporkan mengalami stress yang lebih ringan dibandingkan orang lain. Sebanyak 58 persen orang dari kelas bawah dan 37 persen dari kelas menengah mengaku sering stress. Hanya 29 persen responden yang mengaku kaya, yang mengatakan bahwa mereka jarang mengalami stress.

Pew mengaku riset tersebut diilhami oleh F. Scott Fitzgerald yang pernah menulis bahwa orang kaya itu “berbeda dengan saya dan Anda.”

Berdasarkan temuan Pew, 43 persen responden percaya bahwa orang-orang kaya memiliki kecerdasan yang lebih dibanding rata-rata orang Amerika. Mereka mungkin percaya dengan perkataan Fitzgerald itu.

Meskipun para responden mengakui bahwa orang kaya itu pekerja keras dan pintar, tetapi menurut responden mereka juga memiliki sisi buruk.

Setidaknya menurut 55 persen responden, orang kaya itu cenderung lebih rakus dibanding orang kebanyakan. Sedangkan menurut 34 persen responden, orang-orang kaya itu sepertinya tidak jujur. Sementara 50 persen responden mengaku tidak punya pendapat tentang hal itu.

Jajak pendapat dilakukan Pew pada 16-22 Juli 2012 dengan menanyai 2.508 orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.*