25.12.11

Yahudi dan Penghancuran Citra Para Utusan Tuhan

Oleh: Muh. Nurhidayat

BELUM lama ini, Organisasi Konferensi Islam (OKI) melayangkan protes resmi secara keras terhadap penghinaan majalah Prancis Charlie Hebdo yang telah melecehkan Islam. Majalah ini, dengan sengaja memasang kartun Nabi Muhammad sebagai gambar sampulnya. Selain itu, media ini juga telah mengolok-olok syariat Islam.

Selain kartun Nabi Muhammad, di sampul depan Charlie Hebdo memelesetkan nama majalahnya menjadi 'Charia Hebdo', Syariah Hebdo. Di sampul belakang, ditampilkan kartun Nabi Muhammad dengan hidung berwarna merah, ditambah tulisan berbunyi, "Ya, Islam kompatibel dengan humor."

Dalam sebuah pernyataannya, Sekjen OKI, Ihsanoglu mengatakan bahwa tindakan Charlie Hebdo tersebut keterlaluan dan melanggar kebebasan berekspresi.

Kemunculan kembali materi penerbitan yang mengandung pesan anti-Islam, menurut Ihsanoglu, menunjukkan fenomena islamofobia yang terus meningkat di Eropa, yang "dipicu oleh jurnalisme bermotivasi kebencian oleh organisasi-organisasi media tertentu, termasuk Charlie Hebdo."

Sebelum ini, d KTT Luar Biasa di Makkah-Arab Saudi pada Desember 2005 lalu, puluhan negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) melayangkan protes resmi kepada pemerintah Denmark, yang enggan menghukum para pelaku pelecehan Nabi Muhammad SAW dalam karikatur yang dimuat koran Jyllands Posten edisi 30 September 2005.

Setelah protes OKI, pada awal 2006, kaum muslimin di berbagai kota seluruh dunia melakukan demonstrasi besar-besaran untuk mengecam Jyllands Posten dan puluhan media Barat lainnya yang ikut-ikutan memuat ulang kartun pelecehan tersebut.

Penghancuran citra (character assasination) atas Nabi Muhammad SAW melalui kartun sebenarnya merupakan dosa turun-temurun masyarakat Yahudi dan Nasrani terhadap para nabi dan rasul-Nya sejak ribuan tahun silam.

Sejarah mencatat bahwa Paulus dkk., para tokoh Yahudi yang hidup pada abad ke-1 masehi adalah pelopor penghancuran citra para utusan Tuhan melalui melalui ayat-ayat fiktif yang disisipkan dalam modifikasi Injil (Bibel).

Beberapa tersebut antara lain bisa dilihat sebagai berikut:

1. Nabi Adam AS

Paulus dkk. menyebutkan bahwa seluruh manusia menanggung dosa Nabi Adam AS dan istri beliau—orang Kristen menyebutnya Hawa, yaitu dosa memakan buah terlarang di dalam surga. (Roma 5 : 1)

Kedua kakek dan nenek kita juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Namun Adam AS dan istri beliau telah bertaubat dan Allah SWT telah memberikan amnesti/ampunan bagi mereka berdua. (QS Al Baqarah 37)

Lagipula, jangankan nabi-Nya, kita sebagai manusia biasa juga akan diampuni jika bertaubat karena Allah SWT maha pengampun. Tidak kurang dari 85 ayat di dalam Al Qur’an yang menegaskan bahwa Allah SWT maha penerima taubat atas kesalahan hamba-Nya.

Sebenarnya, fitnah dosa warisan di atas menunjukkan bahwa Paulus dkk. telah melakukan keteledoran. Mereka lupa untuk merubah beberapa ayat kitab suci Injil yang menegaskan tidak adanya konsep dosa warisan (Yehezkiel 18 : 20; Ulangan 24 : 16; Matius 16 : 27; Yeremia 31 : 29-30; dan Tawarikh 25 : 4). Al Qur’an pun memperkuat bukti bahwa seseorang tidak dibebankan dosa orang lain (QS Al An’aam 164 dan QS Al Israa’ 15)

2. Nabi Nuh AS

Melalui Bibel, Paulus dkk. merusak citra Nuh AS dengan menuliskan bahwa utusan Tuhan yang telah berdakwah selama 950 tahun tersebut disebut sebagai orang pertama di dunia yang membuat miras, pernah mabuk-mabukan di dalam kemahnya hingga tidak sadar kalau—maaf—seluruh pakaian beliau terlepas. (Kejadian 9 : 20-22). Padahal Allah SWT membela reputasi rasul-Nya melalui Al Qur’an (QS Ash Shaaffaat 78-81 dan QS Al Israa’ 3)

3. Nabi Ismail AS

Nabi Ismail AS pun juga dirusak nama baiknya oleh Paulus dkk., dengan fitnahan bahwa beliau bukan anak dari Hajar, istri Nabi Ibrahim AS yang sah. (Kejadian 21 : 10).

Padahal setiap nabi dan rasul-Nya dipilih dari keluarga yang mulia di mata Allah SWT karena menjaga kehormatannya sehingga nasab mereka sangat jelas. Al Qur’an pun menegaskan tentang kemuliaan nasab Ismail AS. (QS Al An’aam 86-87)

Selain itu, Paulus dkk. Juga memanipulasi sejarah bahwa anak tunggal Ibrahim AS yang dikurbankan bukanlah Ismail AS, melainkan Ishaq AS. (Kejadian 22 : 2).

Pelecehan ini pun membuktikan bahwa Paulus dkk. Juga teledor dalam memodifikasi Injil, yang menyatakan Ismail AS dilahirkan Hajar ketika Ibrahim AS berumur 86 tahun (Kejadian 16 : 6), dan Ishak dilahirkan Sarah sewaktu usia Ibrahim 99 tahun. (Kejadian 17 : 16)

Dengan demikian, mustahil anak tunggal yang dikurbankan Ibrahim adalah Ishaq AS, karena beliau lahir 13 tahun setelah Ismail. Allah SWT pun membela reputasi pengorbanan Nabi Ismail AS (QS Ash Shaaffaat 102)


4. Nabi Luth AS

Terhadap Nabi Luth AS, Paulus dkk. memfitnah beliau telah melakukan incest dan menghamili kedua puterinya sendiri (Kejadian 19 : 30-38). Allah SWT pun membela reputasi Luth AS sebagai hamba-Nya yang tinggi derajatnya (QS Al An’aam 86); serta shaleh, dan dirahmati (QS Al Anbiyaa’ 74-75).

5. Nabi Ya’qub AS

Nabi Ya’qub AS termasuk utusan Tuhan yang banyak dilecehkan Paulus dkk. Dalam Bibel, beliau difitnah berkonspirasi dengan ibu kandung untuk menipu ayah kandungnya sendiri (Kejadian 27 : 1-46). Anak tertua Nabi Ya’qub AS -disebutkan bernama Ruben- melakukan pergaulan bebas dengan ibu tirinya yang bernama Bilha (Kejadian 35 : 22). Selain itu, anak beliau yang lainnya -disebutkan bernama Yehuda- menzinahi dan menghamili menantunya sendiri (Kejadian 38 :13-19).

Padahal dalam Al Qur’an, Allah SWT banyak memuji keutamaan Nabi Ya’qub AS beserta keturunannya (QS Al Anbiyaa’ 72 dan QS An Nisaa’ 163)

6. Nabi Musa AS

Paulus dkk. pun memfitnah Nabi Musa AS telah diangkat sebagai Tuhan oleh Allah SWT ketika hendak diutus mendakwahi Raja Fir’aun (lihat Keluaran 7 : 1). Padahal beliau hanyalah manusia biasa yang diangkat senagai utusan-Nya. (QS Az Zukhruf 46)

7. Nabi Harun AS

Paulus dkk. juga menjadikan Nabi Harun AS sebagai sasaran pelecehannya dalam Bibel. Beliau dituduh sebagai orang yang telah menyesatkan Bani Israel dengan membuat patung sesembahan dari emas berbentuk anak sapi. (Keluaran 32 : 2-4)

Padahal yang membuat berhala anak sapi untuk disembah sebagian Bani Israel yang terjerumus dalam kesesatan adalah Samiri, seorang Yahudi dari suku Assamirah, yang juga merupakan kakek moyang Paulus dkk. Allah SWT pun secara panjang lebar menceritakan pengkhianatan Samiri dan membela nama baik Harun AS dalam Al Qur’an (QS Thaahaa 85-91; QS Thaahaa 95-97; QS Ash Shaaffaat 119-122; serta QS Maryam 53)

8. Nabi Dawud AS

Nama baik Nabi Dawud AS banyak dinista Paulus dkk. dalam Bibel. Beliau difitnah menjalin hubungan gelap dengan Batsyeba, istri Una -salah satu perwira kerajaan Dawud. Bahkan beliau juga difitnah membunuh Una agar dapat menikahi Batsyeba yang tengah mengandung akibat perselingkuhan tersebut (Samuel 11 : 2-27 dan Mazmur 51 : 1-2).

Selain itu, fitnah dalam Bibel juga menyebutkan bahwa beliau -maaf- senang melakukan pergaulan bebas dengan perawan-perawan muda meskipun beliau telah lanjut usia (Raja-raja 1 : 1-3).

Penghancuran citra juga dialamatkan melalui fitnah atas putera-putera Dawud AS. Paulus dkk. mengumbar cerita dusta bahwa anak lelaki beliau -disebutkan bernama Absalom merusak kehormatan 10 orang ibu tirinya sendiri (Samuel 16 : 21-23). Lebih menyakitkan lagi, fitnah dialamatkan kepada seorang anak lelaki beliau lainnya -disebutkan bernama Amnon telah -maaf- memperkosa saudari kandungnya sendiri. (Samuel 16 : 7-14)

Padahal Allah SWT telah memuji beberapa keutamaan Nabi Dawud AS pada sekitar 19 ayat dalam Al Qur’an, yang salah satunya adalah, “…Dan ingatlah hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan).” (QS Shaad 17)

9. Nabi Sulaiman AS

Paulus dkk. telah melecehkan Nabi Sulaiman AS dengan keji, dengan ayat fiktif yang menyatakan bahwa beliau memiliki 300 orang istri yang sah dan 700 orang gundik. Bahkan dituduhkan kalau beliau tidak mau tunduk kepada Allah SWT karena lebih mementingkan 1.000 orang wanitanya. (Raja-raja 11 : 13)

Beberapa ayat Al Qur’an mengokohkan citra Nabi Sulaiman AS, satu di antaranya adalah, “Dan Kami karuniakan kepada Daud, (anaknya yang bernama) Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS Shaad 30)

10. Nabi Isa AS

Nabi Isa AS dan ibunda beliau (Maryam) adalah utusan Tuhan yang mengalami penodaan citra paling banyak dan paling sadis dari Paulus dkk. Beliau difitnah sebagai -maaf- anak haram (Matius 1 : 18 dan Lukas 2 : 1-8).

Beberapa ayat suci Al Qur’an (QS Maryam 16-22) pun menjawab fitnah keji tersebut dengan firma Allah SWT yang membela kehormatan Isa AS dan Maryam. Bahkan pada surah yang lain, Allah SWT menegaskan, “…Mereka (kaum Yahudi dan Nasrani) tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka. Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina).” (QS An Nisaa’155-156)

Tuduhan keji atas Isa AS juga dilontarkan Paulus dkk. dalam Bibel yang menyatakan bahwa beliau -maaf- seorang yang emosional dan bodoh (Markus 11 : 12-14). Fitnah ini dijawab Allah SWT dengan firman yang membela utusan-Nya sebagai hamba yang cerdas dan shaleh (QS Ali ‘Imran 45-46)

Pelecehan tersadis yang dilakukan Paulus dkk. dalam Bibel adalah ketika menyatakan bahwa Nabi Isa AS sebagai anak Allah SWT. Yohanes 5 : 7-8; Yohanes 10 : 34-36; Matius 3 : 16-17; Lukas 3 : 38; serta beberapa ayat fiktif lainnya).

Dalam kasus ini, Paulus dkk. secara otomatis juga menyerang kehormatan Allah SWT, Dzat yang tidak beranak, tidak diperanakkan, dan tidak ada sekutu bagi-Nya (QS Al Ikhlash 1-4; QS Al Maa’idah 72; QS Al Maa’idah 116-117).

Berdasarkan data-data di atas, jelaslah bahwa pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW saat ini melalui media massa Barat, pada dasarnya adalah rangkaian dari upaya penghancuran citra para utusan Tuhan yang dilakukan secara keji oleh orang-orang Yahudi sejak 21 abad silam, yang banyak melakukan penyusupan di tengah-tengah umat Nasrani. Apalagi Yahudi secara realitas saat ini mendominasi media massa cetak maupun elektronik di seluruh dunia, terutama negara-negara Barat yang mayoritas warganya Nasrani.

Untuk menghentikan konspirasi jahat Yahudi dalam menghancurkan citra Nabi Muhammad SAW dan para nabi/rasul lainnya melalui media massa, umat Islam juga wajib menguasai media massa. Lantas, bagaimana caranya agar dapat menguasai media massa di tengah kuatnya dominasi Yahudi internasional atas sarana komunikasi cetak dan elektronik seperti sekarang ini?

Jawabannya sangat mudah! Kaum muslimin dapat memulai belajar untuk tidak lagi membeli/berlangganan media cetak pro-Barat, baik yang diterbitkan di negara-negara Barat, maupun yang diterbitkan di negara-negara muslim seperti Indonesia. Selain itu, umat Muhammad SAW juga tidak aktif mengakses/belangganan siaran media elektronik Barat maupun media elektronik lokal/nasional yang dimodali pengusaha penyokong Yahudi, seperti jaringan media milik George Soros dan Rupert Murdoch.

Selanjutnya, umat Islam secara mandiri perlu membangun jaringan media massa sendiri. Jaringan tersebut dapat dibangun dengan memperkuat media massa Islam yang telah ada maupun membuat jaringan media Islam yang baru. Memang membutuhkan modal yang banyak dan SDM yang tidak sedikit jumlahnya. Untuk itulah diperlukan ukhuwah dan kerjasama strategis antara ulama, umara, dan umat Islam di seluruh dunia. Wallahua’lam.*

Dosen dan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Ichsan Gorontalo

Perayaan Natal 25 Desember Antara Dogma danToleransi

Oleh: Hj. Irena Handono

PENDAHULUAN
Perayaan Natal, sungguh wah dan gemerlap; dengan pohon-pohon cemara lengkap digantungkan hiasan-hiasan, kerlap-kerlip lampu, dan hadiah-hadiah di bawahnya. Malamnya, tepat pukul 24.00 dilakukan misa (kebaktian). Rumah-rumah pun dihias pohon cemara, juga toko dan plasa, gedung dan kantor. Acara-acara televisi marak oleh nuansa Natal. Instansi-instansi juga secara resmi merayakannya.

Begitu semaraknya perayaan tersebut, sampai-sampai, paling tidak, membawa tiga kesan: Pertama, perayaan Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember adalah sebuah ritus yang berlandaskan nilai kebenaran. Kedua, perayaan Natal telah mencapai maqam gengsi -simbol status sosial. Sebuah simbol yang membanggakan bagi orang yang merayakannya atau bagi mereka yang turut "berpartisipasi". Sebaliknya mereka yang tidak "menyambut" perayaan Natal, terkesan tidak prestisius. Ketiga, seolah-olah mayoritas penduduk negeri ini adalah kaum Nasrani. Padahal secara statistik, jumlah mereka tak lebih dari 15%.

Berbeda dengan realitas perayaannya yang gemerlap, sejarah Natal 25 Desember sendiri cukup buram. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak banyak kalangan - termasuk kaum Kristen sendiri - yang paham tentang sejarah perayaan Natal yang ditetapkan pada tanggal 25 Desember tersebut. Salah satu sebabnya adalah tidak adanya literatur yang membeberkan tentang Natal. Jikalau ada hanya memuat keterangan bahwa Natal adalah perayaan orang Nasrani yang jatuh pada tanggal 25 Desember sebagai peringatan hari kelahiran Yesus.

Langkanya literatur tentang Natal sebenarnya cukup menjadi alasan untuk bersikap kritis. Benarkah Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember? Jika jawabannya adalah ya, apa dasar hukumnya? Jika tidak bagaimana sejarah penetapan 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus, yang akhirnya diperingati sebagai perayaan Natal?

YESUS DALAM SEJARAH BANGSA YAHUDI
Sebelum membahas tentang perayaan Natal dan segala kontroversi yang menyertainya, terlebih dahulu perlu saya jelaskan latar belakang kesejarahan Yesus itu sendiri. Bahwa Yesus memang lahir dan hidup di kalangan bangsa Yahudi. Oleh karena itu, untuk bisa memahami sosok Yesus, harus paham terlebih dahulu bangsa Yahudi.

Bangsa Yahudi berkeyakinan bahwa mereka adalah "bangsa pilihan" Tuhan. Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya untuk kepentingan dan kesejahteraan mereka. Dan mereka merasa sebagai subjek, sedangkan bangsa lain cukup sebagai pelengkap penderita. Lebih lanjut hanya diri mereka yang dianggap "manusia", sedangkan bangsa lain hanyalah pembantu, budak, bahkan anjing.

Keyakinan seperti itulah yang membuat mereka lebih dari bangsa lain, sombong, pongah, keras kepala, bahkan kejam.

Pernyataan-pernyataan seperti tersebut diatas, bukan sebuah dramatisasi belaka, melainkan bersumber dari Bibel sendiri diantaranya:

"Kamu akan menjadi bagiKu kerajaan iman dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel." (Keluaran 9:6).

"Engkau akan diberkati lebih daripada segala bangsa." (Ulangan 7:14).

"Engkau harus melenyapkan segala bangsa yang diserahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahhmu; janganlah engkau merasa sayang kepada mereka...." (Ulangan 7:16).

"Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro Fenesia. la memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dan anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing. "Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar Tuhan. Tetapi anjing yang dibawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak. "Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." (Markus 7:26-29).

Pernyataan-pernyataan Bibel tersebut di atas menjelaskan betapa bangsa Yahudi menganggap diri mereka istimewa yaitu "bangsa pilihan Tuhan". Oleh karena itu mereka boleh berbuat apa saja terhadap bangsa lain, termasuk membantai (melenyapkan). Dan semua itu dilakukan atas nama Tuhan.

Namun adakah suatu bangsa yang rela terus menerus ditindas, dijajah, ataupun diperbudak? Demikian pula dengan bangsa Filistin (Palestina), penduduk asli negeri itu, yang setelah melalui perjuangan berat akhirnya bangsa Filistin menang. Kemenangan bangsa Filistin tersebut membuat keadaan menjadi terbalik. Bangsa Yahudi -sang penindas- kini dalam bayang-bayang tertindas. Maka mereka memohon agar Yahwe (Tuhan Israel) segera mengutus seorang Al Masih (Juru Selamat) agar mereka jaya dan berkuasa lagi.

Sederetan Al Masih
Dari Bibel, khususnya dalam Perjanjian Lama, akan kita dapatkan bahwa Al Masih itu bukan hanya Yesus. Mereka antara lain:

1. Saul Al Masih
Saul yang berhasil mengalahkan Filistin diangkat sebagai Al Masih,
"Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umatNya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas milikNya sendiri" (I Samuel 10:1).

2. Harun Al Masih
Setelah Saul menjadi Al Masih, maka Harun (saudara Musa) juga diangkat sebagai Al Masih.
"Kemudian dituangkannya sedikit dari minyak urapan itu ke atas kepala Harun dan diurapinyalah dia untuk menguduskannya." (Imamat 8:12).

3. Elisa Al Masih
Kehadiran seorang Al Masih untuk masa ini ternyata tidak cukup, maka setelah Harun menjadi Al Masih, Elisa pun diangkat menjadi Al Masih.
"Juga Yehu, cucu Nimzi, haruslah kau urapi menjadi raja atau Israel, dan Elisa bin Safat dari Abel Mehola, harus kau urapi menjadikan Nabi menggantikan Engkau." (7 Raja-raja 19:16).

4. Daud Al Masih
Setelah Saul meninggal dunia, maka sesepuh suku-suku Israel mengangkat Daud sebagai Al Masih.
"Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan Tuhan; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel." (II Samuel 5:3).

5. Salomo Al Masih
Setelah Daud meninggal dunia, maka Salomo putra Daud diangkat sebagai Al Masih. Sebagaimana tercantum dalam I Raja-raja 1:39.
"Imam Zadok telah membawa tabung tanduk berisi minyak dari dalam kemah, lalu diurapinya Salomo. Kemudian sangkakala ditiup, dan seluruh rakyat berseru 'Hidup Raja Salomo'."

6. Koresy Al Masih
Raja Syrus penyembah berhala ini diangkat sebagai Al Masih setelah meninggalnya Salomo.
"Beginilah firman Tuhan: Inilah firmanKu kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresy yang tangan kanannya kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu gerbang tidak tinggal tertutup." (Yesaya 45:1).

Ayat ini dialamatkan kepada Raja Syrus yang pagan, untuk memenuhi kerinduan akan datangnya penyelamat, walaupun pada kenyataannya ayat tersebut adalah nubuat dari nabi Yesaya akan datangnya seorang Koresy (Quraisy) sebagai nabi akhir, yaitu Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Amatlah mustahil jika Tuhan menyayangi seorang kafir untuk diurapi. Apalagi ternyata bahwa belum lama bangsa Yahudi dipimpin oleh Al Masih yang kafir, situasi keamanan dan politik berubah kembali dengan datangnya serbuan pasukan Romawi. Maka kembali lagi seperti pada peristiwa sebelumnya, yakni ketika bangsa Israel menangis, meraung, dan memohon kepada Yahwe untuk diberi Al-Masih atau seorang Juru Selamat untuk membebaskan mereka dari cengkeraman bangsa Romawi. Maka mereka berangan-angan dan menyusun kriteria Al Masih.

Orang-orang Israel akhirnya mengadakan kesepakatan bahwa Al Masih adalah seorang yang merupakan:
  1. Raja-raja terdahulu yang dianggap "bangkit" dari kubumya, antara lain: Daud Yesekhiel, Yosafat, atau.
  2. Nabi yang "dibangkitkan", misalnya Elia atau Elisa.
  3. (Harus) Keturunan Daud dan Sulaiman.
Disamping tiga kriteria tersebut, bangsa Israel juga mempunyai penghayatan bahwa kelahiran seorang pahlawan (Juru Selamat) haruslah lahir dari seorang perawan, sebagaimana pahlawan-pahlawan bangsa terduhulu yang juga terlahir dari seorang perawan.

Yesus Keturunan Daud?
Bibel selalu mengatakan bahwa Yesus adalah anak Daud. Nubuat tentang keturunan Daud yang akan berkuasa antara lain: II Samuel 7:12-13 dan I Tawarikh 17:1 1-12:
"Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi namaKu dan Aku akan mengokohkan tahta kerajaanya untuk selama-lamanya."

Demikian pula Kisah Para Rasul 2:30
"... Bahwa la akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas tahtanya" 8 9

Padahal, dengan garis keturunannya (silsilah), terbukti bahwa Yesus bukan keturunan Daud, karena Maryam bukan keturunan Daud. Yang merupakan keturunan Daud adalah Yusuf, yang oleh Bibel disebut sebagai tunangan Maria (Maryam), silsilah itu sendiri juga mengandung perbedaan. Matius (1:6-16) menurut 28 orang sedangkan menurut Lukas (3:23-31) 43 orang. Jadi terdapat selisih 15 generasi.

Lantas mengapa Bibel membuat kekeliruan seperti itu? Sejarah menyatakan bahwa bangsa Israel merasa dirinya sebagai "bangsa pilihan" telah berabad-abad mengalami penindasan dan penjajahan bangsa-bangsa Babilonia, Yunani, Siria dan Romawi. Oleh karena itu mereka selalu terkenang pada zaman keemasan di bawah kepemimpinan Daud dan berharap datangnya "Raja Israel" dari keturunan Daud yang akan melepaskan mereka dari kesengsaraan.

Jelas bahwa pengikatan Isa-Yusuf-Daud adalah rekayasa untuk melegitimasi bahwa Yesus adalah keturunan Daud, Al Masih yang dinanti-nantikan sebagai juru Selamat.

YESUS DAN KONTROVERSI KELAHIRANNYA
Yesus dalam tradisi sejarah umat Islam sebenarnya adalah Isa Al Masih putra Maryam. Sebutan "Isa" (dalam bahasa Arab) berasal dari bahasa Ibrani dari kata "Esau". Dalam bahasa Latin nama itu menjadi "Yesus". Munculnya nama Yesus terjadi pada peristiwa pengadilan Isa Al Masih oleh mereka yang hadir dengan menambahkan huruf "J" pada awal dan "S" pada akhir kata "Esau" sehingga menjadi Yesus. Nama Yesus baru populer pada abad ke-2. Populernya nama Yesus akhirnya menenggelamkan nama asli Esau di kalangan Kristen. Sedangkan Al Qur'an dan umat Islam tetap mempertahankan nama Esau (Isa dalam dialek Arab).

Sedangkan kata Masyiakh, Messiah, atau Mesyah berasal dari bahasa Arab dari kata masaha dengan tiga huruf mati yang dikandungnyayaitu: m-s-h yang berarti mengusap. Dalam perkembangan selanjutnya orang Yunani mengubah sebutan Messiah bagi Isa menjadi Kristos yang berarti yang disiram dengan minyak (diurapi). Oleh orang Eropa, Yesus disebut Christus atau Kristus, yaitu Sang Penyelamat atau Sang Penebus Dosa.

Perdebatan Seputar 'Ayah' Yesus
Keajaiban kelahiran Yesus ke dunia menjadi bahan aktual dalam diskusi. Sebagian ada yang mengatakan bahwa Yesus itu darah daging Yusuf tunangan Maria (Maryam). Oleh karena itu -seperti sudah saya jelaskan (kekeliruannya) di depan- Yesus memiliki silsilah dari Yusuf, dengan nenek moyang Daud. Bibel sendiri rupanya masih bingung terhadap status 'ayah' Yesus. Pada suatu kesempatan Yusuf itu diakui sebagai tunangan Maryam (Matius 1:18), tapi dilain kesempatan juga diakui sebagai suami Maryam (Matius 1:19). Terhadap persoalan ini, sebagian orang Yahudi sangat ekstrem dengan menuduh bahwa Yesus adalah anak haram, hasil hubungan gelap Maryam dengan Yusuf.

Sebagian lagi ada yang berpendirian bahwa Yesus itu dilahirkan secara murni suci, tanpa campur tangan (unsur jantan) manusia. Oleh karena itu Yesus adalah "anak Tuhan". Tetapi pihak yang berpendapat demikian juga bertentangan dalam memahami dan menafsirkan kata "anak Tuhan" tersebut. Di satu pihak memahaminya secara harfiyah (literal), bahwa Yesus adalah anak secara "biologis", yakni anak yang kejadiannya memerlukan campur tangan Tuhan secara langsung kepada Maryam melalui ruh yang suci. Pemikiran tersebut nantinya melahirkan konsep ketuhanan "Trinitas": Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Tuhan Roh Suci. Akan tetapi sebagian pihak memahaminya secara kiasan (metafora). Bahwa anak, bukan dalam pengertian "biologis" atau nasab, melainkan kiasan saja. Pendapat seperti ini didasarkan oleh adanya penyebutan anak yang bukan hanya kepada Yesus, sebagaimana penjelasan Bibel di bawah ini:

"Maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil istri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka." (Kejadian 6:2).

"Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka." (Kejadian 6:4).

"Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan; la berkata kepadaku: "AnakKu engkau! Engkau telah kuperanakkan pada hari ini." (Mazmur 2:7).

"Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, dijalan yang rata, dimana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel. Efraim adalah anak sulungku." (Jeremia 31:9).

"Anak Eros, anak Set, Anak Adam, Anak Allah," (Lukas 3:38).

"Semua orang yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah." (Roma 8:14).

"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah." (Matius 5:9).

"Aku sendiri telah berfirman, 'Kamu adalah Allah, dan anak-anak yang Maha Tinggi kamu sekalian'." (Mazmur 82:6).

Dari paparan ayat-ayat tersebut diatas, jelaslah bahwa istilah "anak Alah" adalah ungkapan khas orang Yahudi kepada umatnya, dan jumlahnya banyak, bukan hanya Yesus.

Islam tentang Isa dan Maryam
Islam dengan tegas menolak semua tuduhan yang tidak benar mengenai Maryam dan putranya. Islam bahkan menjunjung tinggi keduanya. Marilah kita telaah penjelasan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam AI Qur'an:

"Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu kami mengutus ruh kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata; Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertaqwa. la (Jibril) berkata: Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci. Maryam berkata: Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorangpun manusia menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina. Jibril berkata: Demikianlah, Tuhanmu berfirman: Hal itu mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan. Maka Maryam mengandungnya, laiu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ketempat yang jauh." (QS Maryam 16-22)

"Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu)." (QS Ali lmran 42)

"Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat munkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina. Maka Maryam menunjuk kepada anaknya, Mereka berkata: Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan? Berkata Isa: Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku Nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: Jadilah, makajadi ia. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus." (QS Maryam 27-36).


SEJARAH NATAL
Kata natal berasal dari bahasa latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingati hari kelahiran Isa Al Masih -yang mereka sebut Tuhan Yesus.

Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325-354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April, atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal).

Kelahiran Yesus Menurut Bibel
Untuk menyibak tabir Natal pada tanggal 25 Desember yang diyakini sebagai Hari Kelahiran Yesus, marilah kita simak apa yang diberitakan oleh Bibel tentang kelahiran Yesus sebagaimana dalam Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, II (Markus dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus).

Lukas 2:1-8:
Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.

Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing dikotanya sendiri.

Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galileo ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud - supaya didaftarkan bersamasama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung.

Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya didalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka dirumah penginapan.

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.

Jadi, menurut Bibel, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu yang sedang melaksanakan sensus penduduk (7M = 579 Romawi). Yusuf, tunangan Maryam ibu Yesus berasal dari Betlehem, maka mereka bertiga ke sana, dan lahirlah Yesus Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampin dan membaringkannya dalam palungan (tempat makanan sapi, domba yang terbuat dari kayu).Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput.

Menurut Matius 2:1, 10, 11:
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem.

Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masuklah mereka kedalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibunya.

Jadi menurut Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintah tahun 37 SM-4 M (749 Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur.

Cukup jelas pertentangan kedua Injil tersebut (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, II) dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Namun begitu keduanya menolak kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengan bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan Iangit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin. Sedang suhu udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga salju merupakan hal tidak mustahil.

Bagi yang memiliki wawasan luas, hati terbuka dan lapang dalam mencari kebenaran, kitab suci Al Qur'an telah memberikan jawaban tentang kelahiran Yesus (Isa ‘alaihissalam).

"Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan". Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu (untuk minum). Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu." (QS Maryam 3-25)

Jadi menurut Al Qur'an Yesus dilahirkan pada musim panas disaat pohon-pohon kurma berbuah dengan lebatnya. Untuk itu perlu kita cermati pendapat sarjana Kristen Dr. Arthus S. Peak, dalam Commentary on the Bible -seperti dikutip buku Bible dalam Timbangan oleh Soleh A. Nahdi (hal. 23): Yesus lahir dalam bulan Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan: Agustus-September.

Sementara itu Uskup Barns dalam Rise of Christianity -seperti juga dikutip oleh Soleh A. Nahdi oerpendapat sebagai berikut:

There is, moreover, no authority for the belief than December 25 was the actual bithday of Jesus. If we can give any credence to the bith-story of Luke, with the shepherds keeping watch by night in the fields near Berhlehem, the birth of Jesus did not take place in winter, when the night temperature is so low in the hill country ofjudea that snow is not uncommon. After much argument our Christmas day seems to have been accepted abaut A.D.300.

(Kepercayaan, bahwa 25 Desember adalah hari lahir Yesus yang pasti tidak ada buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana gembala-gembala waktu malam menjaga di padang di dekat Bethlehem, maka hari lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pegunungan Yudea amat rendah sekali sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima penetapannya kira-kira tahun 300 Masehi).

Pada Tahun Berapa Yesus Lahir?
Umat Kristen beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada tahun I, karena penanggalan Masehi yang dirancang oleh Dionysius justru dibuat dan disesuaikan dengan tahun kelahiran Yesus. Namun Injil Lukas 2:1 (telah dikutip sebelumnya) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus jadi antara tahun 27 Sebelum Masehi - 14 Sesudah Masehi. Sedangkan Matius 2:1 (juga telah dikutip) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodes Agung: tahun 37 Sebelum Masehi - 4 sesudah Masehi.

Ternyata antara pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristen tentang kelahiran Yesus dengan berita yang disampaikan oleh Injil, Lukas maupun Matius, tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga ilmuwan-ilmuwan mereka ada yang menyatakan Yesus lahir tahun 8 Sebelum Masehi, tahun 6 Sebelum Masehi, tahun 4 sesudah Masehi. Antara lain kita kutip buku tulisan Rev. Dr. Charles Franciss Petter, MA., B.D., S.T.M. yang berjudul, The Lost Years of Jesus Revealed hal 119 sebagai berikut:

In the nineteenth century, when it became evident and was finally admitted that Herod died in the year 4 B.C., and it was recalled that, according to story in Matthew's Gospel (2:16), King Herod, in order to eliminate little Jesus as a possible "King of the Jews", had ordered all infants of two years old and under to be killed, the birth-date of Jesus obviously had to be moved back to 4 B.C. at least. Today, scholars prefer 5 to 6 B.C. as the date best accomodating the inconsistent and even contradictory traditions, legends, and gospels, although some historians push the date back to 8 and 10 B.C. The problem of the correct dating of Jesus' birth, life, and death has now been raised again (due to several statements in these Essene Scrolls) along with the related question on the deity.

(Pada abad ke-19 setelah terbukti dan akhirnya diakui bahwa Herodes telah mati 4 tahun sebelum masehi dan setelah ditetapkan, bahwa menurut cerita Matius (2:16) raja Herodes memerintahkan pembunuhan kanak-kanak umur/dibawah umur dua tahun untuk membinasakan Yesus yang masih bayi yang katanya bakal jadi raja orang-orang Yahudi, maka jelaslah tanggal lahir Yesus harus digeser ke belakang, paling sedikit 4 tahun sebelum masehi. Masa kini para sarjana lebih condong menggeserkan tanggal lahirnya Yesus itu 5 sampai 6 tahun ke belakang tahun Masehi. Kesulitan menentukan tanggal kelahiran Yesus, kehidupannya, dan kematiannya terpaksa ditimbulkan kembali karena adanya keterangan-keterangan yang banyak terdapat dalam gulungan-gulungan Essene (yang terdapat di gua Qamran) malah soal-soal yang berhubungan dengan ketuhanannya juga harus dibangkitkan kembali).

Jadi sampai hari inipun tidak ada kejelasan tahun berapa Yesus dilahirkan.

Asal Usul Perayaan Natal 25 Desember
Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya.

Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen Katolik pada abad ke-4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana kita ketahui bahwa abad ke-l sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politheisme.

Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katholik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/budaya pagannya, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari Sunday (sun=matahari; day=hari) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember.

Maka supaya agama Katholik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya/penyembahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan=Yesus).

Maka pada Konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Juga diputuskan: Pertama, hari Minggu (Sunday=hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada Sabtu. Kedua, lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. Ketiga, membuat patung-patung Yesus untuk menggantikan patung Dewa Matahari.

Sesudah Kaisar Konstantin memeluk agama Katolik pada abad ke- 4 M, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katholik. Inilah prestasi gemilang hasil proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama paganisme politheisme nenek moyang.

Demikian asal-usul Christmas atau Natal yang dilestarikan oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia sampai sekarang.

Darimana kepercayaan paganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember?

Mari kita telusuri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan paganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kuno didalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud).

H.W. Armstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worldwide Church of God, Calofornia USA, 1994, menjelaskan:

Namrud cucu Ham, anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nimrod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kata "Marad" yang artinya: "Dia membangkang atau Murtad antara lain dengan keberaniannya mengawini ibu kandungnya sendiri bernama 'Semiramis'".

Namun usia Namrud tidak sepanjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati Semiramis menyebarkan ajaran, bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpaan pohon "Evergreen" yang tumbuh dari sebatang kayu mat's.

Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal-asul pohon Natal.

Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai "Ratu Langit" oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai "anak suci dari surga".

Putaran zaman menyatakan bahwa penyembah berhala versi Babilonia ini berubah menjadi "Mesiah palsu", berupa dewa "Ba-al" anak dewa matahari dengan obyek penyembahan "Ibu dan Anak" (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di Mesir berupa "Isis dan Osiris", di Asia bernama "Cybele dan Deoius", di Roma disebut Fortuna dan Yupiter". Bahkan di Yunani, "Kwan Im" di Cina, Jepang, dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa, dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa "Madonna" dan Iain-Iain.

Dewa-dewa berikut dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercayasebagai Juru Selamat (Penebus Dosa):
  1. Dewa Mithras (Mitra) di Iran, yang juga diyakini dilahirkan dalam sebuah gua dan mempunyai 12 orang murid. Dia juga disebut sebagai Sang Penyelamat, karena ia pun mengalami kematian, dan dikuburkan, tapi bangkit kembali. Kepercayaan ini menjalar hingga Eropa. Konstantin termasuk salah seorang pengagum sekaligus penganut kepercayaan ini.
  2. Apollo, yang terkenal memiliki 12 jasa dan menguasai 12 bintang/planet.
  3. Hercules yang terkenal sebagai pahlawan perang tak tertandingi.
  4. Ba-al yang disembah orang-orang Israel adalah dewa penduduk asli tanah Kana'an yang terkenal juga sebagai Dewa Kesuburan.
  5. Dewa Ra, sembahan orang-orang Mesir kuno; kepercayaan ini menyebar hingga ke Romawi dan diperingati secara besar-besaran dan dijadikan sebagai pesta rakyat.
Demikian juga Serapsis, Attis, Isis, Horus, Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas, Kybele dan lain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zorates (bangsa Persia) dan Fo Hi (bangsa Cina). Demikian pula pahlawanoahlawan Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Soluius, Aristonicus, Tibarius, Grocecus, Yupiter, Minersa, Easter.

Jadi, Konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember, disalib/dibunuh kemudian dibangkitkan, sudah ada sejak zaman purba.

Konsep/dogma agama bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai tiga pribadi, dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawi karena mereka telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah kebohongan yang sengaja dibuatnya. Kata Paulus kepada jemaat di Roma:

"Tetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliannya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?" (Roma 3:7).

Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu, Yesus telah mensinyalir lewat pesannya:

"Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang". (Matius 24:4-5).

Pandangan Bibel Tentang Upacara Natal
Untuk mengetahui pandangan Bibel tentang perayaan Natal yang diwarisi dari tradisi paganisme, baiklah kita telaah Yeremia 10:2-4:

"Beginilah firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang."

Demikianlah pandangan Bibel tentang upacara Natal, yaitu melarang orang Kristen mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala.

Selanjutnya mari kita simak penjelasan dalam Yeremia 10:5.
"Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun dia tidak dapat."

Sumber-sumber Kristen yang Menolak Natal
1. Catolic Encyclopedia, edisi 1911 tentang Christmas
"Natal bukanlah upacara gereja yang pertama ... melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus."

Dalam buku yang sama, tentang "Natal Day" dinyatakan sebagai berikut:
"Di dalam kitab suci tidak ada seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir'aun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini."

2. Encyclopedia Britanica, edisi 1946
"Natal bukanlah upacara gereja abad pertama, Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bibel juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala."

3. Encyclopedia Americana, edisi tahun 1944
"Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut..."

(Perjamuan Suci, yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus) ...Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M. Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran Dewa Matahari". Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus.


PANDANGAN TIGA AGAMA TENTANG YESUS

Yahudi
Yesus lahir dari perbuatan zina; mengaku menjadi Mesias yang dinantikan bani Israel.
Yesus layak mati disalib sebagai hukuman terhadap pengakuannya sebagai Mesias.

Kristen
Yesus adalah Tuhan putra, pribadi kedua Tuhan.
Yesus mengalami kematian di kayu salib untuk menebus dosa warisan umat manusia.

Islam
  1. Yesus lahir karena ketentuan Allah (kalimat Allah), dilahirkan ibundanya, Siti Maryam binti Imran dalam keadaan suci (fitrah).
  2. Yesus adalah salah seorang utusan Allah, bukan Tuhan, sebagaimana penjelasan surat Al Maidah 5:73. "Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwasanya Allah salah satu dari tiga, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir diantara mereka akan tertimpa siksaan yang pedih."
  3. Yesus diselamatkan Allah dari kematian di kayu salib.

MENATA SIKAP
Dengan menyadari segala kekeliruan dogma seperti yang telah saya paparkan di atas, maka sepantasnya jika kita memperbaharui keyakinan kita.

Pertama, bahwa Yesus bukan "anak Tuhan" dan bukan "Tuhan" itu sendiri.

Kedua, Yesus (Isa Al Masih putra Maryam), tidak dilahirkan pada tanggal 25 Desember. Penetapan kelahiran beliau pada tanggal tersebut hanyalah hasil adopsi ajaran paganisme politheisme.

Ketiga, sikap toleransi terhadap agama-agama bukan berarti meyakini, apalagi mengikuti, ajaran agama-agama tersebut. Maka, selalu relevan untuk memahami Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Perayaan Natal Bersama.

Keempat, oleh karena itu, keyakinan bahwa "25 Desember adalah hari lahir Tuhan Yesus", yang terbukti batal itu, tidak sah dijadikan propaganda toleransi. Artinya arti toleransi menjadi salah jika masuk pada wilayah membenarkan keyakinan agama lain. Maka aplikasi dari sikap ini adalah bahwa umat Islam sama sekali tidak berhak ikut, bahkan menyambut atau berpartisipasi, terhadap perayaan Natal yang dibesar-besarkan gaungnya setiap Desember.




E-book: klik disini!
Terkait: Fatwa MUI mengenai Perayaan Natal Bersana
Baca juga: ZEITGEIST The Movie

Mengenal Asal-usul Agama Kristen

Sekilas Tentang Perjalanan Dakwah Nabi Isa alaihissalam.


Ajaran Kristen yang kita kenal saat ini selalu dinisbatkan kepada sosok Nabi Isa. Sejarah kemunculannya memang tidak dapat dipisahkan dari sejarah gerakan dakwah beliau bersama para pengikutnya.

Isa alaihissalam lahir dari perawan Maryam tanpa bapak. Kelahirannya adalah mukjizat yang menjadi tanda kebesaran Allah ta'ala (lihat QS Maryam 16-34). Para sejarawan berselisih pendapat mengenai tahun kelahiran Nabi Isa. Di dalam Injil Matius 2: 1 disebutkan bahwa kelahiran Isa adalah pada masa Herodes, jadi paling lambat kelahirannya terjadi pada 4 SM, tahun matinya Herodes. Sedangkan Lukas menghubungkan kelahiran Isa dengan masa sensus penduduk di zaman Kirenius wali negeri di Syiria. Ini berarti Isa lahir pada 6 atau 7 M, sewaktu Yudea dan Samaria langsung diperintah oleh Roma.

Pada usia 12 tahun Isa mempelajari Taurat dari para pendeta Yahudi. Allah ta'la menjadikannya pandai menulis dan menguasai Taurat serta dibekalinya dengan Injil:

"Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab[1], hikmah, Taurat dan Injil". (QS Ali Imran 48).

Saat ia menginjak usia 28-30 tahun semakin nampaklah kecemerlangannya. Ia berdakwah kepada para pendeta Yahudi agar mereka konsekwen berpegang teguh pada Taurat. Pada masa itu banyak sekali pendeta-pendeta yang telah menyimpang dari ajaran Musa. Pendeta Yahudi dan para pengikutnya ini kemudian mendustakan Nabi Isa dengan penuh kesombongan:

"Dan Sesungguhnya kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus[2]. apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?" (QS Al-Baqarah 87).

Allah mengaruniakan pada putera Maryam ini beberapa mukjizat (lihat QS Al-Maidah 110). Beliau dapat menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah, menyembuhkan orang yang berpenyakit kusta, membuat burung hidup dari tanah liat, dll.

Nabi Isa memiliki 12 orang murid yang dikadernya menjadi pahlawan pembebas bangsanya dari cengkraman penguasa Romawi.

"Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu Telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang Telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar." (QS At-Taubah 111)

"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: ‘Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?' pengikut-pengikut yang setia itu berkata: ‘Kamilah penolong-penolong agama Allah', lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; Maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang". (QS As-Shaf 14)

Bersama murid-muridnya inilah beliau menyerukan tauhid, sifat zuhud, mencintai Allah dan mencintai sesama. Perhatikanlah ayat Injil berikut ini:

"Maka datanglah seorang ahli Taurat; setelah didengarnya bagaimana mereka itu berbalah-balah sedang diketahuinya bahwa Yesus sudah memberi jawab yang baik, lalu ia pun menyoal dia, katanya: ‘Hukum yang manakah dikatakan yang terutama sekali?"

Maka jawab Yesus kepadanya: "Hukum yang terutama inilah: ‘Dengarlah olehmu, hai Israil, Adapun Tuhan kita, Ialah Tuhan yang Esa."

"Maka hendaklah Engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal budimu, dan dengan segala kuatmu."

Dan yang kedua inilah: "Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu." Maka tiadalah hukum lain, yang lebih besar daripada kedua hokum ini"

(Injil Markus Fs. 12 ayat 28-31).

Pada tahun 33 M diadakan perayaan Paskah tahunan di Bait Allah (Baitul Maqdis). Maksud dari perayaan ini adalah untuk memperingati diselamatkannya bangsa Israel dari penindasan Raja Fir'aun. Akan tetapi perayaan ini sudah jauh dari maksud semula, karena telah berubah menjadi pesta perniagaan yang diwarnai perjudian. Bahkan pintu gerbang Bait Allah diberi patung burung Garuda sebagai lambing kebesaran kekaisaran Romawi. Hal ini amat menghina dan mengotori kesucian bait Allah.

Oleh karena itu Isa bersama para pengikutnya mendatangi Bait Allah dan memporak-porandakan arena perniagaan tersebut. Kerusuhan ini menimbulkan kemarahan penguasa Romawi. Pasukan Romawi kemudian merangsek ke Bait Allah dan berupaya menangkap Isa beserta pengikutnya. Tetapi mereka telah menyingkir dan bersembunyi di bukit Gesmani.

Orang-orang yahudi karena kedengkian mereka, menyebarkan isu bahwa Isa akan melakukan pemberontakan kepada Romawi dan mengangkat dirinya sebagai raja Yahudi. Maka terjadilah upaya penangkapan Isa, dan terjadilah peristiwa controversial sepanjang zaman: penyaliban Isa. Al-Qur'an menentang anggapan bahwa Isa telah disalib, karena yang sebenarnya terjadi adalah tentara Romawi menangkap orang yang salah, dan mereka pun berada dalam keraguan

"Dan karena ucapan mereka (Yahudi): ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah'[3], padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa" (QS An-Nisa 157)

Kelahiran Agama Kristen

Sebelum dijelaskan kelahiran agama Kristen kita harus mengetahui kondisi sosial budaya bangsa Yahudi sebelum masa Nabi Isa:

  1. Aqidah orang-orang Yahudi telah terkontaminasi kepercayaan Paganisme Babilonia. Sekitar 50 tahun (586-535 SM) bangsa Yahudi berada di pengasingan di Babilonia yang masyarakatnya menyembah berhala.
  2. Pada tahun 334 SM, Alexander raja Yunani menguasai bangsa Yahudi dan menyebarkan faham Filsafat yang kemudian mempengaruhi pemikiran orang-orang Yahudi.
  3. Bangsa-bangsa yang menaklukan orang-orang Yahudi adalah penganut politeisme. Ini pun berpengaruh kepada aqidah bangsa Yahudi.
Karena Nabi Isa menyampaikan misinya hanya selama tiga tahun, sedangkan pengaruh kepercayaan paganisme sudah mengakar di masyarakat, maka terjadilah penyimpangan pemahaman terhadap ajaran yang dibawanya. Hal ini dilakukan oleh Paulus (Salus) orang Tarsus yang mengaku telah bertemu Yesus (Isa) dan diangkat sebagai rasulnya. Ia kemudian mengajarkan ajaran Isa yang telah dicampur adukkan dengan filsafat Yunani dan Paganisme.

Paulus dari Tarsus

Ajaran Paulus

Paulus mengajarkan doktrin sebagai berikut:

1. Konsep Tuhan Anak, ia mengatakan bahwa Allah mempunyai anak sulung (I Korintus 8: 6; Kolose 1: 5; dan 1 Timotius)

2. Inkarnasi, menurut Paulus Yesus telah melakukan inkarnasi di bumi melalui benih Daud (Roma 1: 3-4; Galatia 4: 4-5; Kolose 1: 15; dan Ibrani 1: 3)

3. Dosa Waris, bahwa manusia seharusnya hidup kekal di sorga. Tapi karena kesalahan Adam manusiadiletakkan di bumi. Dosa yang telah diperbuat Adam itu terus dipikul oleh keturunannya (Roma 5: 12-18; 1 Korintus 15: 21-26).

4. Penyaliban dan Penebusan, bahwa Yesus menyerahkan dirinya untuk berkorban menebus dosa manusia hingga mati di tiang salib. Orang yang beriman kepadanya akan beroleh hidup kekal di sorga (Roma 5: 18; 6: 10-11, II Korintus 15: 14, 1 Timotius 2: 6)

5. Konsep Kebangkitan, bahwa Yesus itu setelah disalib dan dikuburkan tiga hari dibangkitkan dari kematiannya (Roma 6:4-18; 10: 9; I Korintus 15: 17-20; II Timotius 2: 8)

6. Naik ke Langit, bahwa Yesus setelah kebangkitannya naik ke langit dan bersemayam di sebelah kanan Tuhan Bapa (Efesus 1: 19-20; Kolose 3: 1)

7. Tuhan Yesus, bahwa setiap orang harus percaya bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 10: 9)

Doktrin-doktrin ini dengan mudah diterima oleh masyarakat setempat yang sebelumnya memang memiliki system kepercayaan seperti itu. Padahal seluruh kepercayaan itu hanyalah dusta belaka sebagaimana dikatakan Paulus sendiri dalam suratnya kepada Jemaat di Roma 3: 7 yang berbunyi sebagai berikut:

"Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaanNya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?"

Mengenal Injil versi Kristen

Injil yang ada pada kaum Kristiani saat ini bukanlah Injil asli. Ia hanyalah berisi kisah perjalan dakwah Nabi Isa (Yesus) yang ditulis oleh orang-orang setelahnya[4]:
  1. Injil Matius (65 M)
  2. Injil Markus (61 M)
  3. Injil Lukas (95 M)
  4. Injil Yahya (100 M)
Masih banyak Injil yang lainnya, yang menurut catatatan sejarah mencapai 80 versi. Akan tetapi selain yang empat di atas tidak diakui oleh gereja dan sudah dimusnahkan pada abad ke 2 (180 M). Adapun Injil yang dibatalkan di antaranya ialah: Injil Petrus, Injil Kopty, Ibrani, Barnaba, dan surat-surat kiriman Barnaba.

Injil Matius dan Markus sebenarnya tidak menunjukkan pendirian yang sama dengan ajaran Paulus, tapi karena tidak menentang ajaran Paulus dibiarkan juga beredar dan diakui oleh gereja; isinya pun sudah dirubah dan ditambah disesuaikan dengan ajaran Paulus.

Konsili Nicea

Tiga abad setelah ‘peristiwa penyaliban' pengikut ajaran Nabi Isa berkembang dengan beragam corak pemahamannya. Terjadi bentrokan diantara mereka terutama antara kalangan pro Tauhid dengan pro ajaran Paulus yang paganis. Peperangan ini sampai mengancam keutuhan kerajaan Roma.

Atas usulan Konstantin diadakanlah Muktamar di Nicea pada tahun 325 M yang dihadiri sekitar 2048 orang dengan pendiriannya masing-masing. Terjadi perdebatan yang sengit dan tak ada titik temu. Akhirnya Konstantin yang cenderung pada paganis memanggil 318 orang yang berfaham Paulus dan menyatakan dukungannya. Setelah itu muktamar dilanjutkan, sementara itu peserta lainnya melakukan walk out.

Di dalam muktamar ini banyak dipilih doktrin-doktrin dan syiar-syiar ibadah secara voting (tanggal paskah, peranan uskup, dan tentu saja tentang ketuhanan Yesus). Setelah itu diadakanlah revisi terhadap Injil. Sementara injil-injil lain yang bertentangan dimusnahkan. Dan orang yang berani membaca injil terlarang itu akan di cap sebagai heretic (berlaku bid'ah). Tapi belakangan ditemukan injil-injil lain yang terlarang, misalnya ditemukan lembaran-lembaran di Qumran dekat Yudea pada tahun 1950 dan lembaran-lembaran Koptik ditemukan di Nag Hammadi tahun 1945 yang isinya bertentangan dengan injil-injil yang diakui.

Pengaruh Paganisme
Ajaran Kristen banyak juga terpengaruh oleh paganisme, dan itu semakin menguat setelah konsili Nicea yang diprakarsai Konstantin. Perlu diketahui, sebelum ‘menganut' ajaran Kristen, Konstantin berkedudukan sebagai pendeta tertinggi Pemuja Matahari (Sol Invictus). Maka tidak heran jika banyak sekali symbol-simbol paganis yang dipakai oleh ajaran Kristen. Contoh: cakram matahari Mesir kuno dijadikan lingkaran halo para santo katolik. Pitogram Isis menyusui Horus (yang kelahirannya dianggap mirip dengan Nabi Isa) menginspirasi pitogram Maria yang menyusui bayi Yesus, altar yang berada di gereja dengan upacaranya diambil dari ritus pagan. Simbol-simbol atau ikon-ikon yang digunakan Kristen tidak ada sama sekali yang asli.

Penentuan 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus pun sesungguhnya mengambil dari kelahiran Mihras-yang menurut kaum paganis dianggap sebagai putra Tuhan dan cahaya dunia-yang juga dikubur dalsm makam batu dan dibangkitkan dalam 3 hari. 25 Desember juga adalah hari kelahiran Osiris, Adonis dan Dyonisus, dewa-dewa kaum paganis.

Pengikut Isa (Yesus) menghormati hari Sabat sebagai hari beribadah, tetapi Konstantin telah menjadikan hari Minggu sebagai hari beribadah, sebagaimana hari ini dijadikan hari beribadah kaum paganis kepada dewa matahari. Perhatikanlah bahwa nama hari minggu/Sunday diambil dari kata sun-day (hari matahari).

Dari uraian ringkas di atas kita dapat mengetahui bahwa ajaran Kristen sesungguhnya bukanlah ajaran Nabi Isa yang asli. Bahkan ia sesungguhnya berasal dari fikiran dan filsafat manusia. Wajarlah kemudian banyak sekali kerancuan di dalamnya.

Wallahu a'lam.


Maraji:
Perbandingan Agama, Agus Hakim: CV. Diponegoro
Rangkaian Cerita dalam Al-Qur'an, Bey Arifin: PT. Al-Ma'arif
Metamorfose Kristen, Masyhud SM: Modus vol. I No. 9/Th. II/ 2004
[1] Al Kitab di sini ada yang menafsirkan dengan pelajaran menulis, dan ada pula yang menafsirkannya dengan kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya selain Taurat dan Injil.
[2] Maksudnya: kejadian Isa a.s. adalah kejadian yang luar biasa, tanpa bapak, yaitu dengan tiupan Ruhul Qudus oleh Jibril kepada diri Maryam. Ini termasuk mukjizat Isa a.s. menurut Jumhur musafirin, bahwa Ruhul Qudus itu ialah malaikat Jibril.
[3] Yahudi menyebut Isa putera Maryam itu Rasul Allah ialah sebagai ejekan, Karena mereka sendiri tidak mempercayai kerasulan Isa itu.
[4] Nabi Muhammad SAW menyuruh umatnya untuk tidak segera membenarkan atau menyalahkan kitab-kitab sebelum Al-Qur'an. Apa yang sesuai dengan al-Qur'an maka kita benarkan, dan apa yang tidak sesuai denganya kita salahkan. Sikap ini adalah sikap yang adil, karena kitab-kitabsebelum al-Qur'an itu tidak dapat dijamin keotentikannya. Tidak memiliki sanad dan rawi yang jelas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber: http://harakatuna.wordpress.com/2008/10/24/mengenal-asal-usul-agama-kristen/

14.12.11

Air Zamzam, Sumur yang tak Pernah Kering Sejak Masa Nabi Ibrahim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Air zamzam yang berlimpah merupakan mukjizat yang tidak bisa diingkari. Sejak masa Nabi Ibrahim AS hingga kini, mata air tersebut tidak pernah kering. Bagaimana sejarah air yang penuh keberkahan ini?

Imam Bukhori meriwayatkan: "Nabi Ibrahim a'laihisalam membawa istri dan putranya Ismail yang masih menyusui ke Makkah kemudian singgah di bawah sebuah pohon tempat sumur zamzam sekarang ini.
Kala itu tidak seorang pun yang tinggal di Makkah, tidak pula terdapat mata air.

Sebagai bekal, Nabi Ibrahim meninggalkan wadah berisikan kurma dan satu lagi berisikan air. Nabi Ibrahim beranjak pergi meninggalkan istri dan putranya di tempat itu. Istrinya kemudian mengikuti seraya berkata: "Wahai Ibrahim ke mana engkau pergi? Apakah engkau akan meninggalkan kami di tempat yang tidak berpenghuni ini dan tak ada sesuatu pun?"

Berulang-ulang Siti Hajar memanggil Nabi Ibrahim dengan kata-kata tersebut. Nabi Ibrahim tidak menoleh. Istrinya lalu bertanya: "Apakah Allah yang memerintahkanmu melakukan hal ini?" "Ya," jawab Nabi Ibrahim. Mendengar jawaban itu, Siti Hajar berkata, "Kalau begitu Allah tidak akan menyia-nyiakan kami." Ia kemudian kembali bersama putranya Ismail.

Nabi Ibrahim terus berjalan. Sampai di tempat yang bernama Tsaniah, ia menghadap ke arah Ka'bah (sekarang ini, dulu belum dibangun) kemudian berdoa seraya menengadahkan kedua tangannya dan memanjatkan doa.

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat." (QS: Ibrahim 37).

Siti Hajar menyusui Nabi Ismail dan minum air yang ditinggalkan Nabi Ibrahim. Air itu habis, ia dan putranya merasa sangat haus dan dahaga. Nabi Ismail terus menangis. Tidak tega melihat putranya seperti itu, Siti Hajar pergi ke bukit Sofa.

Di bukit itu ia berdiri menghadap lembah, berharap melihat orang di sana. Ia kemudian turun dari bukit Sofa. Sampai di lembah, ia mengangkat ujung bajunya, kemudian berlari-lari seperti orang yang kelelahan sehingga sampai di bukit Marwa. Ia lalu melihat ke arah sekelilingnya, tapi tak seorang pun terlihat. Hal itu ia lakukan sampai 7 kali.

Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Itulah (asal mula) sa'i yang dilakukan sekarang antara Sofa dan Marwa. Ketika Siti Hajar kembali ke bukit Marwa, terdengarlah suara tanpa rupa, Siti Hajar berkata : "Berikanlah pertolongan kepadaku jika Engkau mempunyai kebaikan."

Tiba-tiba, ia melihat Malaikat Jibril berada di tempat sumur zamzam (sekarang ini). Dalam Hadis Sayyidina Ali ra yang diriwayatkan Imam Tobari dengan Sanad Hasan: "Malaikat Jibril memanggilnya, siapakah engkau?" Ia menjawab, "Aku adalah Hajar ibu Ismail."

"Kepada siapa engkau berdua dipasrahkan?" "Kepada Allah." Malaikat Jibril kemudian berkata: "Engkau berdua telah dipasrahkan pada Yang Maha Mencukupi."

Malaikat Jibril lalu mencari-mencari (menggali) dengan tumitnya dalam riwayat dengan sayapnya sehingga tampaklah air. Dalam riwayat Bukhori disebutkan, terpancarlah air. Siti Hajar tercengang melihat pancaran air itu, lalu membuatnya seperti telaga.

Malaikat Jibril berkata: "Biarkanlah sesungguhnya air itu rowaaun (banyak dan mengenyangkan). Siti Hajar kemudian minum dari air itu, susunya menjadi mengalir banyak. Malaikat Jibril berkata kepadanya: "Jangan takut akan terlantar, sesungguhnya di sinilah rumah Allah akan dibangun oleh anak ini dan ayahnya, sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba yang dekat dengan-Nya."

Sekelompok orang-orang Jurhum dari Bani Qohton kemudian lewat. Mereka datang melewati jalan Kada' (nama tempat) lalu singgah di lembah Makkah bagian bawah. Mereka melihat burung-burung terbang berputar-putar tidak meninggalkan tempat itu.

Mereka berkata: "Sungguh burung-burung itu berputar-putar di atas air, padahal kita tahu di lembah ini sebelumnya tidak terdapat air." Mereka lalu mengutus seorang melihat ke tempat tersebut. Benar, di sana terdapat air. Mereka lalu datang ke tempat air itu dan melihat Siti Hajar berada di situ. Mereka berkata: "Apakah engkau mengizinkan kami tinggal di tempat ini?"

Siti Hajar menjawab: "Ya, tetapi kalian tidak berhak atas mata air ini (kecuali untuk kalian minum dan kebutuhan kalian saja). "Baiklah." Lembah Makkah yang asalnya tidak terdapat air tidak berpenghuni sehingga Allah menampakkan air zamzam. Setelah itu, kabilah Jurhum yang berasal dari Yaman ikut tinggal di lembah tersebut sehingga semakin lama semakin bertambah ramai.

Dari segi keutamaannya, sebagian ulama telah mengumpulkan berbagai fadilah dan keutamaan zamzam. Antara lain adalah air surga (maa'ul-jannah). Artinya, air yang penuh berkah dan manfaat, seperti air surga.

Nikmat Allah, yakni salah satu nikmat Allah bagi para jamaah haji yang langsung bisa merasakan nikmatnya air di tengah-tengah padang pasir. Penuh berkah karena Rasulullah SAW senang meminumnya dan tangannya yang penuh berkah pernah dicelupkan ke sumur zamzam. Air ini juga mengenyangkan serta menghilangkan dahaga.

Dapat juga digunakan sebagai air penyembuh penyakit, baik penyakit jiwa atau batin maupun penyakit jasmani. Rasulullah SAW menyebutnya, "mengobati penyakit." Banyak kisah dan riwayat tentang hal ini sebagai bukti kebenaran hadis tersebut.

Google Maps Zoom Hack

Kini anda bisa menggunakan Google Maps untuk melihat visualisasi gambar satelit semakin dekat lagi, dan otomatis gambar yang tampil akan semakin jelas dan semakin detil. Anda bisa melihat serasa anda terbang di atasnya. Semakin telanjang saja dunia ini!!

Berikut ini akan coba saya ulas bagaimana langkah-langkahnya untuk membuat tampilan zoom dari Google Maps lebih dekat lagi. Sehingga anda bisa melihat segala penampakan yang ada di belahan bumi lain dengan lebih 'utuh'!

Yang harus anda lakukan adalah pertama tentunya anda harus masuk ke halaman web Google Maps dong.. masa anda masuk blog saya, ya jelas ga bisa... hehe.. Tapi jangan lupa untuk sering berkunjung ke blog ini ya..

Kemudian anda pilih lokasi mana yang hendak anda 'intai'. Ya jelas lah! Anda kan ingin mengintai sebuah lokasi, ya jelas harus ada lokasi untuk target anda. Akan lebih baik tentunya jika anda mengetahui posisi koordinat GPS-nya, karena anda tidak akan susah-susah lagi mencari lokasinya. Misalkan anda ingin mencari kota Surabaya dengan koordinat 7.239532 LS dan 112.739983 BT, maka anda harus memasukkan kata kunci pada Google Maps sebagai berikut: -7.239532 112.739983. Atau anda bisa mencari lokasi dengan mengetikkan nama wilayah tersebut, dalam contoh tersebut anda harus mengetikkan Surabaya.

Nah, langkah selanjutnya adalah lakukan zoom gambar pada tingkat yang zoom paling tinggi, sampe mentok tok! Sampe anda ga bisa melakukan zoom gambar lagi. Untuk melakukan zoom di Google Maps anda harus menekan tanda plus (+)! Jangan kebalik, tar yang ditekan tanda minus (-), hehehe... Oke?

Nah setelah mentok zoom-nya.. Ada masih ada langkah selanjutnya nih,... Langkah yang paling utama, yaitu anda klik Link to this page yang ada pada pojok kanan atas tuh. Terus cari parameter 'z' pada URL tersebut. Saya kasih contoh deh, lihat di bawah ini ya!

http://maps.google.com/
maps?f=q&hl=en&q=surabaya&layer=&ie=UTF8&z=12&ll=-
7.239532,112.739983&spn=0.162459,0.346069&t=k&om=1&iwloc=addr

Pada contoh URL di atas, parameter z memiliki value 12. Ganti angka 12 dengan angka 20, 21, 22, 23 dst sampai terlihat ada beberapa area yang nampak lebih jelas dan terlihat lebih detil. Parameter z tersebut mewakili tingkat zoom pada Google Maps.

Tapi perlu anda tahu, untuk wilayah Surabaya ini tingkat zoom tertinggi hanya sampai pada level 18. Lebih dari itu belum bisa menampilkan gambar yang lebih detil. Saya belum nyoba wilayah-wilayah lain di Indonesia. Tapi Jakarta juga cuma nyampe level 18 aja. Hiks... Barangkali anda mau mencoba wilayah-wilayah lain di Indonesia, sampai level berapa ya zoom nya? Kasih tau saya dong

Nah, di bawah ini ada beberapa gambar penampakan Google Maps yang menunjukkan gambar yang sangat detil!! Sampe kelihatan tuh ada onta di padang pasir dan seorang penunggangnya... Hehehehe Coba lihat gambar di bawah ini.

(Klik gambar untuk memperbesar)

Kemudian geser sedikit beberapa meter ke arah tenggara dari posisi gambar di atas, maka anda akan menemukan gambar seseorang yang sedang menegadahkan kepalanya ke langit. Seakan-akan dia hendak berkata "Hai apa kabar dunia?! Saya ada di Google Maps nih..." hehe... Dan ada juga beberapa orang yang sedang menimba air di sumur padang pasir... Ada airnya ngga ya??

(Klik gambar untuk memperbesar)

Dan jika anda beruntung maka anda akan menemukan gambar pasangan-pasangan yang sedang bercinta berjemur di pantai Tengok saja gambar di bawah ini.

(Klik gambar untuk memperbesar)

Dan di bawah ini adalah gambar dari Buckingham Palace yang terkenal itu.

(Klik gambar untuk memperbesar)

Selanjutnya adalah sebuah penampakan yang luar biasa hebatnya! Sebuah missile alias bom alias senjata penghancur yang sedang melayang terbang di angkasa hendak mencapai tujuan dan sasarannya... Busyet! Mau mengarah kemana missile itu ya?

(Klik gambar untuk memperbesar)

Di bawah ini adalah gambar perkemahan di California, lihat ada beberapa tenda dan ada juga beberapa orang yang terlentang rebah di tanah... Wow.. jangan-jangan mereka melihat kita...

(Klik gambar untuk memperbesar)

Enak banget berjemur di tepi kolam renang... Itu adalah gambar dari sebuah lokasi di Las Vegas. Banyak yang berjemur tuh... Pada pake semua apa ga ya?

(Klik gambar untuk memperbesar)

Anda bisa mendapatkan gambar-gambar lainnya sesuai yang anda mau di Google Maps. Mudah bukan?

Wah, apa yang sedang dilakukan Bush di White House ya? Kira-kira lagi ngapain dia... Atau sedang apa mas David Beckham sama Victoria ya... Hehehe...


http://anangku.blogspot.com/2007/03/google-maps-zoom-hack.html

Mujahid Patani: Karena Kemerdekaan Yang Sesungguhnya Adalah Mengabdi Kepada Allah

Jumat, 09/12/2011

Dalam Islam, jihad adalah kunci untuk meneggakkan Syariat Islam. Ketika umat muslim mengalami penindasan, sudah sepantasnya jihad dikobarkan. Lantas bagamana jika jihad dihapus dalam benak umat muslim? Fenomena itulah yang dirasakan saudara sesama muslim di Patani. Meskipun mereka hidup dalam kezaliman, kalimat Jihad sangat diawasi oleh pemerintah.

Ustadz Abul Qoim dari Patani United Liberation Organization (PULO) mengatakan pemerintah Thailand memang khawatir dengan perlawanan jihad dari Umat Islam. Mereka akan melakukan segala upaya agar semangat perlawanan muslim Patani surut.

“Kami hanya boleh jihad di dalam hati, tapi jika jihad ditangan dan di lidah tidak boleh,” papar lulusan Al Azhar Kairo Mesir ini, Kamis 8/12 di DDII.

Karenanya, Pemerintah Thailand memainkan politik adu domba dimana sesama muslim diarahkan untuk saling bertikai. “Pemerintah ada yang sengaja memberikan senjata kepada umat muslim untuk melemahkan sesama muslim Patani lainnya,” imbuhnya yang selepas kuliah ikut bergabung dengan barisan jihad ini.

Sepulangnya dari Mesir, Ustadz Abul Qoim banyak memusatkan diri pada bidang pengajaran. Kurikulum jihad adalah agenda utamanya untuk dijelaskan kepada umat.

“Saya banyak berjuang di Patani agar umat paham apa makna qital, karena kita telah dijajah Thailand lebih dari 200 tahun,” paparnya lebih jauh.

Ketakutan Tentara Thailand atas merebaknya ajaran jihad memang beralasan. Hingga kini medan jihad adalah momok menakutkan bagi tentara. “Saat saya mengajar pada tahun 1996, aktivitas saya diawasi oleh kerajaan. Saya pun dihalau tentara ketika ingin pulang ke Thailand,” ujarnya yang kini dicekal Pemerintah Thailand untuk pulang ke Patani.

Menurutnya, perjuangan membebaskan Patani sebagai Negara independen masih sangat panjang. Merdeka, baginya, bukanlah akhir dari segalanya, “Negara yang sudah merdeka saja masih belum bisa lepas dari penjajahan, apalagi kami yang belum merdeka. Karena itu kemerdekaan yang sesungguhnya adalah mengabdi kepada Allah,” ujarnya penuh keyakinan. (Pz)


Nasib Generasi Muslim Patani: Dicekoki Narkoba Hingga Dipaksa Menjadi Budha

4.12.11

Riset: Banyak Bersyukur Sehatkan Jantung dan Tambah Bahagia

Selain menyehatkan jantung, riset tahun 2011 juga menunjukkan, bersyukur secara teratur justru dapat meningkatkan kebahagiaan

Kebiasaan bersyukur berdampak pada
pelakunya semakin baik dan jantung sehat
Hidayatullah.com—Jika ingin mau tau rahasia sehat dunia-akhirat, maka banyak-banyaklah bersyukur.

Sebuah penelitian baru mengungkapkan, bersyukur mampu menyehatkan jantung, tidur lebih berkualitas, mengurangi depresi dan dampak positif pada kesehatan tubuh.

“Sikap mental yang baik seperti selalu bersyukur akan mengurangi level depresi, stres dan kecemasan yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung,” kata Paul Mills, seorang profesor kedokteran keluarga dan kesehatan masyarakat di University of California San Diego School of Medicine dikutip laman today.com.

Sang peneliti, profesor kedokteran keluarga dan kesehatan masyarakat di University of California San Diego School of Medicine, Paul J Mills mengatakan, kebiasaan bersyukur berdampak pada pelakunya semakin baik. Suasana hati yang tidak tertekan, tidak kelelahan dan kualitas tidur yang lebih baik.

Studi yang dimuat dalam Journal Personality and Individual Differences ini menemukan bahwa orang yang banyak bersyukur, punya kesadaran untuk hidup sehat, gemar melakukan aktifitas fisik, dan juga membantu mereka yang memiliki masalah kesehatan.

“Sikap mental yang baik seperti selalu bersyukur akan mengurangi level depresi, stres dan kecemasan yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung,” paparnya.

Dalam riset ini Mills telah melakukan penelitian mengenai hubungan antara perilaku baik dengan kesehatan jantung terhadap 186 pria dan wanita dengan usia 66 tahun. Usia tersebut dinilai sudah memiliki banyak pengalaman kehidupan.

Selanjutnya responden diminta mengisi kuesioner mengenai rasa syukur mereka terhadap orang-orang, tempat mereka dan seluruh kehidupan mereka. Hasil penelitian ini pun menunjukkan tingkat inflamasi yang lebih rendah pada partisipan yang memiliki sikap lebih banyak bersyukur.

Seperti diketahui, rendahnya tingkat inflamasi merupakan tanda kesehatan jantung yang lebih baik. Mills pun melanjutkan penelitiannya dengan menguji 40 pasien peyakit jantung dan mencatat peradangan dan irama jantung. Selanjutnya, setengah pasien diminta menulis mengenai dua hal yang mereka syukuri selama seminggu.

Respoden juga menulis apa yang mereka miliki, seperti anak, pasangan, teman, hewan peliharaan, perjalanan, pekerjaan dan makanan yang lezat. Setelah dua bulan, Mills menguji ulang partisipan tersebut. Ia pun menemukan aktivitas menulis mampu mengurangi tingkat peradangan dan irama jantung membaik.

“Kami menemukan koresponden yang tetap menulis pada jurnal kesyukuran selama delapan pekan menunjukkan pengurangan level sirkulasi dari penyebab penting peradangan, serta peningkatan variabilitas detak jantung ketika mereka menulis,” ujar Paul.

Setelah diteliti, diketahui bahwa semakin seseorang bersyukur, maka mood dan kualitas tidur juga akan semakin baik. Efeknya inilah yang turut mengurangi peradangan pada anggota tubuh, termasuk gejala yang mengarah pada sakit jantung. Selain itu, hasil studi ini juga menunjukkan bahwa ada kaitan antara bersyukur dengan kualitas spiritual seseorang.

[Qanaah, Red.] “Fokuslah pada apa yang Anda miliki, bukan kepada apa yang tidak Anda miliki. Itu akan membantu Anda bersyukur. Rasa syukur akan membantu kita mengelola emosi dan menjaga jantung kita tetap sehat,” kata dia.

Sebelumnya, riset tahun 2011 juga menunjukkan, bersyukur secara teratur justru dapat meningkatkan kebahagiaan sebanyak 25 persen. Penelitian ini salah satu hasil studi yang dilakukan Robert A. Emmons, Ph.D., dari University of California.

Robert Emmons yang juga editor di Journal of Positive Psychology mengungkap banyak bersyukur dan berpikir positif justru dapat membawa pengaruh baik bagi kesehatan, mood, hingga hubungan dengan pasangan. [Baca: Riset: Makin Bersyukur, Makin Sehat!]

“Uji klinis menunjukkan bahwa praktek syukur dapat memiliki efek dramatis dan abadi dalam hidup seseorang,” kata Robert A. Emmons, profesor psikologi di UC Davis. “Hal ini dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mempermudah tidur lebih efisien."

Islam, melalui Al-Quran dan hadits, sudah mengajarkan konsep syukur dan larangan kufur (mengingkari) sejak agama ini lahir.

Ibnul Qayyim menjelaskan makna istilah syukur dalam agama.
“Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah.” (Dalam Madarijus Salikin, 2/244)
Al-Quran sendiri banyak mengutip pentingnya rasa syukur.
إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

“Sungguh telah Kami tunjukkan kepadanya jalan itu. Ada kalanya ia bersyukur dan ada kalanya ia kufur.” (Qs. Al-Insan: 3)

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan ingatlah ketika Rabb-mu memberitahukan, jika kalian bersyukur niscaya Aku akan tambah bagi kalian. Dan jika kalian kufur, sesungguhnya adzab-Ku itu amatlah berat.” (Qs. Ibrahim: 7).*

Sandarkan pada Allah Semata, Titik!

Oleh: Ali Akbar Bin Agil

TIADA keberuntungan yang sangat besar dalam hidup ini, kecuali orang yang tidak memiliki sandaran, selain bersandar kepada Allah. Dengan meyakini bahwa memang Allah-lah yang menguasai segala-galanya; mutlak, tidak ada satu celah pun yang luput dari kekuasaan Allah, tidak ada satu noktah sekecil apapun yang luput dari genggaman Allah. Total, sempurna, segala-galanya Allah yang membuat, Allah yang mengurus, Allah yang menguasai.

Adapun kita, manusia, diberi kebebasan untuk memilih, "Faalhamaha fujuraha wataqwaaha".

"Dan sudah diilhamkan di hati manusia untuk memilih mana kebaikan dan mana keburukan". Potensi baik dan potensi buruk telah diberikan, kita tinggal memilih mana yang akan kita kembangkan dalam hidup ini. Oleh karena itu, jangan salahkan siapapun andaikata kita termasuk berkelakuan buruk dan terpuruk, kecuali dirinyalah yang memilih menjadi buruk, naudzubillah.

Sedangkan keberuntungan bagi orang-orang yang bersandarnya kepada Allah mengakibatkan dunia ini, atau siapapun, terlampau kecil untuk menjadi sandaran baginya. Sebab, seseorang yang bersandar pada sebuah tiang akan sangat takut tiangnya diambil, karena dia akan terguling, akan terjatuh. Bersandar kepada sebuah kursi, takut kursinya diambil. Begitulah orang-orang yang panik dalam kehidupan ini karena dia bersandar kepada kedudukannya, bersandar kepada hartanya, bersandar kepada penghasilannya, bersandar kepada kekuatan fisiknya, bersandar kepada depositonya, atau sandaran-sandaran yang lainnya.

Alkisah, ada seorang dosen ternama di Surabaya yang memiliki seorang istri dan tiga orang anak. Saat itu, posisi karir sedang naik. Semua fasilitas dimilikinya. Jabatan, fasilitas dan kelebihan lainnya.

Tapi takdir menentukan lain. Allah memanggilnya di usia muda. Saat itu pula perubahan besar terjadi pada keluarganya. Sang istri terpaksa merangkap tanggungjawab. Menjadi ibu, sekaligus menjadi “ayah” untuk menafkahi ketiga anaknya. Sedang si anak mengalami “kekagetan” luar biasa. Dari awal yang dimanja fasilitas, kini, mereka semua harus memulainya dari nol. Sesuatu yang maha berat.

“Seolah hancur harapanku ketika orang yang menjadi sandaran hidupku telah tiada lagi, “ begitu ujar sang istri.

Padahal, semua yang kita sandari sangat mudah bagi Allah, atau akan ‘sangat mudah sekali’ bagi Allah mengambil apa saja yang kita sandari. Namun, andaikata kita hanya bersandar kepada Allah yang menguasai setiap kejadian, "laa khaufun alaihim walahum yahjanun’, kita tidak pernah akan panik, Insya Allah. Jabatan diambil, tak masalah, karena jaminan dari Allah tidak tergantung jabatan, kedudukan di kantor, di kampus, tapi kedudukan itu malah memperbudak diri kita, bahkan tidak jarang menjerumuskan dan menghinakan kita. kita lihat banyak orang terpuruk hina karena jabatannya. Maka, kalau kita bergantung pada kedudukan atau jabatan, kita akan takut kehilangannya. Akibatnya, kita akan berusaha mati-matian untuk mengamankannya dan terkadang sikap kita jadi jauh dari kearifan.

Tapi bagi orang yang bersandar kepada Allah dengan ikhlas, ia hanya mengatakan, “Ya silahkan ... buat apa bagi saya jabatan, kalau jabatan itu tidak mendekatkan kepada Allah, tidak membuat saya terhormat dalam pandangan Allah.”

Tak masalah jabatan kita kecil dalam pandangan manusia, tapi besar dalam pandangan Allah karena kita dapat mempertanggungjawabkannya. Tidak apa-apa kita tidak mendapatkan pujian, penghormatan dari makhluk, tapi mendapat penghormatan yang besar dari Allah SWT. Percayalah walaupun kita punya gaji 10 juta, tidak sulit bagi Allah sehingga kita punya kebutuhan 12 juta. Kita punya gaji 15 juta, tapi apa artinya jika Allah memberi penyakit seharga 16 juta, sudah tekor itu.

Oleh karena itu, jangan bersandar kepada gaji atau pula bersandar kepada tabungan. Punya tabungan uang, mudah bagi Allah untuk mengambilnya. Cukup saja dibuat urusan sehingga kita harus mengganti dan lebih besar dari tabungan kita. Demi Allah, tidak ada yang harus kita gantungi selain hanya Allah saja. Punya bapak seorang pejabat, punya kekuasaan, mudah bagi Allah untuk memberikan penyakit yang membuat bapak kita tidak bisa melakukan apapun, sehingga jabatannya harus segera digantikan.

Punya suami gagah perkasa. Begitu kokohnya, lalu kita merasa aman dengan bersandar kepadanya, apa sulitnya bagi Allah membuat sang suami muntaber, akan sangat sulit berkelahi atau beladiri dalam keadaan muntaber. Atau Allah mengirimkan nyamuk Aides Aigepty betina, lalu menggigitnya sehingga terjangkit demam berdarah, maka lemahlah dirinya. Jangankan untuk membela orang lain, membela dirinya sendiri juga sudah sulit, walaupun ia seorang jago beladiri karate.

Otak cerdas, tidak layak membuat kita bergantung pada otak kita. Cukup dengan kepleset menginjak kulit pisang kemudian terjatuh dengan kepala bagian belakang membentur tembok, bisa geger otak, koma, bahkan mati.

Semakin kita bergantung pada sesuatu, semakin diperbudak. Oleh karena itu, para istri jangan terlalu bergantung pada suami. Karena suami bukanlah pemberi rizki, suami hanya salah satu jalan rizki dari Allah, suami setiap saat bisa tidak berdaya. Suami pergi ke kantor, maka hendaknya istri menitipkannya kepada Allah.

"Wahai Allah, Engkaulah penguasa suami saya. Titip matanya agar terkendali, titip hartanya andai ada jatah rizki yang halal berkah bagi kami, tuntun supaya ia bisa ikhtiar di jalan-Mu, hingga berjumpa dengan keadaan jatah rizkinya yang barokah, tapi kalau tidak ada jatah rizkinya, tolong diadakan ya Allah, karena Engkaulah yang Maha Pembuka dan Penutup rizki, jadikan pekerjaannya menjadi amal shaleh."

Insya Allah suami pergi bekerja di back up oleh doa sang istri, subhanallah. Sebuah keluarga yang sungguh-sungguh menyandarkan dirinya hanya kepada Allah. "Wamayatawakkalalallah fahuwa hasbu"

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً

“Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS At Thalaq [65]: 3)

Yang hatinya bulat tanpa ada celah, tanpa ada retak, tanpa ada lubang sedikit pun ; Bulat, total, penuh, hatinya hanya kepada Allah, maka bakal dicukupi segala kebutuhannya. Allah Maha Pencemburu pada hambanya yang bergantung kepada makhluk, apalagi bergantung pada benda-benda mati. Mana mungkin? Sedangkan setiap makhluk ada dalam kekuasaan Allah. "Innallaaha ala kulli sai in kadir".

Oleh karena itu, harus bagi kita untuk terus menerus meminimalkan penggantungan. Karena makin banyak bergantung, siap-siap saja makin banyak kecewa. Sebab yang kita gantungi, "Lahaula wala quwata illa billaah" (tiada daya dan kekuatan yang dimilikinya kecuali atas kehendak Allah). Maka, sudah seharusnya hanya kepada Allah sajalah kita menggantungkan, kita menyandarkan segala sesuatu, dan sekali-kali tidak kepada yang lain, itulah TAUHID.*


Penulis staf pengajar di Ponpes. Darut Tauhid, Malang- Jawa timur

Sepi Jemaat, Gereja Denmark Izinkan Perkawinan Sejenis

Kamis, 01 Desember 2011

Hidayatullah.com--Denmark akan memperbolehkan pasangan gay untuk menikah di gereja-gereja mulai Februari 2012. Demikian dilansir Christian Post.

Gereja Lutheran Denmark, telah menawarkan upacara pemberkatan singkat pada akhir setiap misa. Namun, upacara perkawinan di gereja khusus bagi pasangan pengantin sesama jenis baru akan diberlakukan tahun depan.

Sekitar 80 persen warga Denmark penganut Kristen Lutheran. Meskipun mayoritas penduduk mengaku menjadi jamaat Gerja Denmark, tapi kenyataannya hanya sekitar 5 persen saja yang rutin mengikuti kebaktian gereja.

Sebagian pajak yang dipungut dari warga Denmark, dialokasikan untuk gereja dan kelompok-kelompok keagamaan. Sekitar USD 1,1 juta setiap tahun disalurkan ke gereja-gereja dan organisasi keagamaan.

Secara historis, negara-negara Kristen seperti yang ada di kawasan Skandinavia, mengalami krisis jemaat. Kebanyakan gereja tidak berhasil menarik jumlah jemaat dalam jumlah yang besar seperti dulu. Bulan lalu, seorang pastor di Swedia memulai "Misa Tekno" di gerejanya untuk menarik minat para pemuda beribadah ke gereja.

Perkawinan sejenis diakui pertama kali oleh negara pada tahun 1989. Axel Axgil, salah seorang dari pelaku perkawinan sejenis yang pertama di Denmark, meninggal dalam usia 96 tahun pada bulan Oktober kemarin.

Christian Post (23/11/2011) melaporkan, jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa 60 persen warga Denmark tidak keberatan dengan perkawinan sesama jenis.

"Perkawinan sesama jenis yang pertama kali diharapkan akan menjadi kenyataan pada musim panas 2012," kata Manu Sareen, minister baru di Gereja Denmark.

"Saya sangat menanti momen di mana pertama kali pasangan homoseksual melangkah keluar dari gereja," kata Sareen.*