18.11.09

Promosi Dajjal Di Balik Film 2012

Benarlah Ahmad Thomson ketika di dalam bukunya yang berjudul Dajjal – The AntiChrist mengatakan bahwa dunia yang sedang kita jalani dewasa ini –terutama sejak hampir satu abad yang lalu- telah menjadi sebuah Sistem Dajjal. Peradaban dunia semenjak raibnya sistem Islam yang bernama Khilafah Islamiyyah telah perlahan namun pasti mengarah dan membentuk diri menjadi sebuah peradaban yang sarat dengan Dajjalic Values. Kian hari kian nyata bahwa nilai-nilai Ilahi yang suci dan mulia secara sistematis mengalami marginalisasi alias penghapusan.

Sedemikian hegemoniknya sistem Dajjal sehingga menurut Ahmad Thomson bilamana dalam waktu dekat si oknum Dajjal muncul ke tengah umat manusia, maka ia akan segera dinobatkan menjadi pemimpin sistem tersebut. Sebab sistem yang dibangun dengan sebutan Novus Ordo Seclorum (the New World Order) ini sangat compatible dengan karakteristik oknum Dajjal. Berbagai lini kehidupan telah dirancang dan dibentuk agar cocok dengan the arrival of the AntiChrist (kedatangan Dajjal). Segenap lini kehidupan manusia yang mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, pertahanan-keamanan, pendidikan dan hukum dijauhkan dari dienullah alias nilai-nilai Islam. Bahkan aspek entertainment-pun diarahkan untuk menyambut kedatangan Dajjal.

Oleh karenanya saudaraku, waspadailah berbagai filem yang dewasa ini menjadi primadona bentuk hiburan di abad modern. Salah satunya ialah filem box office yang dewasa ini sedang menyedot perhatian sebagian besar penduduk planet bumi, yaitu filem berjudul 2012. Apa sesungguhnya masalah filem ini?

Pertama, filem ini ingin mengkondisikan umat manusia untuk meyakini bahwa the end of time atau apocolypse atau –katakanlah- hari Kiamat bakal terjadi pada tanggal tertentu yang sudah bisa diprediksi, yaitu tanggal 21 desember tahun 2012. Ini merupakan suatu ramalan yang sangat berbahaya dari sudut pandang aqidah Islam. Mengapa? Karena Islam mengajarkan setiap kita untuk menyadari bahwa hanya Allah saja yang tahu kapan persisnya hari Kiamat bakal terjadi. Bahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam juga tidak tahu kapan persisnya hari Kiamat.

”Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (QS Al-A’raaf ayat 187)

Satu-satunya isyarat soal jadwal hari Kiamat dari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam hanyalah bahwa ia bakal terjadi pada hari Jumat. Namun jumat tanggal, bulan dan tahun berapa? Wallahu a’lam. Hanya Allah Yang Maha Tahu. Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

“Dan tidak akan terjadi hari Kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim)

Maka barangsiapa yang sesudah maupun sebelum menonton filem ini meyakini bahwa hari Kiamat pasti bakal terjadi pada tanggal 21 desember tahun 2012, berarti ia telah mempertaruhkan eksistensi aqidahnya. Sebab seorang muslim senantiasa meyakini bahwa hanya Allah Yang Maha Tahu perkara nyata maupun ghaib. Jika ada fihak selain Allah yang layak memberi tahu kita soal perkara ghaib seperti jadwal Kiamat, maka itu sepatutnya adalah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam utusan Allah yang seringkali memang diberitahu Allah rahasia-rahasia perkara ghaib. Namun dalam hal ini kita tidak mendapati satu haditspun yang menjelaskan tanggal, bulan dan tahun kejadian hari Kiamat. Sikap mempercayai adanya fihak selain Allah yang mengetahui perkara ghaib bisa mengantarkan seseorang terjatuh kepada dosa syirik...! Sebab ia rela mengalihkan kepercayaannya dalam perkara ghaib kepada fihak selain Allah.

Kedua, filem 2012 ini ternyata berakhir dengan masih adanya segelintir manusia yang dapat survive atau bertahan hidup sesudah dahsyatnya peristiwa hari Kiamat. Padahal dalam keimanan Islam, kita diajarkan bahwa pada saat Malaikat Israfil meniup sangkakala pertama kali sebagai tanda Kiamat berlangsung, maka segenap makhluk bernyawa akan dimatikan Allah. Bukti bahwa semua dimatikan ialah bahwa kemudian Malaikat Israfil akan meniup sangkakala kedua kalinya sebagai pertanda berlangsungnya hari Berbangkit, yaitu hari dimana kembalilah roh-roh ke jasadnya masing-masing untuk hidup kembali.

"Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (QS Az-Zumar ayat 68)

Artinya, kita dapat menyimpulkan bahwa ide di balik filem ini sungguh mengerikan, karena ia ingin mengajak penonton mengingkari adanya Kiamat dalam pengertian aqidah Islam. Islam mengajarkan bahwa hari Kiamat merupakan the day of total destruction of the whole universe by Allah the Al-Mighty Creator (hari penghancuran total alam semesta atas kehendak Pencipta Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu wa ta’ala). Hari Kiamat merupakan berakhirnya kehidupan fana dunia untuk selanjutnya akan hadir kehidupan abadi akhirat yang sangat berbeda dengan dunia fana ini.

Sedangkan Kiamat menurut produser filem peradaban Sistem Dajjal hanyalah sebuah proses evolusi perjalanan kehidupan manusia di dunia. Sehingga setelah berlangsungnya apocolypse masih ada segelintir manusia yang sanggup terus hidup melewati dahsyatnya hari kehancuran tersebut. Lalu tentunya akan ada sejenis kehidupan dan peradaban baru yang muncul di muka bumi. Selanjutnya, siapakah yang bakal memimpin dan berkuasa di dunia sesudah 2012?

Ketiga, jika kita buka situs www.whowillsurvive2012.com yang merupakan 2012 - Official Movie Site, maka bila Anda klik kotak berjudul ”The Experience”, maka Anda akan temukan salah satu kotak pilihan lagi dengan judul Vote For The Leader of the Post 2012 World (Pilihlah Pemimpin Dunia Paska 2012). Apakah gerangan maksudnya?

Saudaraku, sungguh saya khawatir bahwa gagasan mendasar di balik filem ini ialah keinginan produsernya untuk secara implisit mempromosikan kehadiran Sang Penyelamat Dunia Palsu yaitu Dajjal. Lalu Dajjal akan digambarkan sebagai Pemimpin dan Pelindung para survivors (orang-orang yang berhasil selamat melewati bencana 2012). Sungguh, mereka benar-benar berharap bahwa umat manusia akan memandang Dajjal sebagai figur pemilik surga dan neraka, alias dialah Tuhan. Barangsiapa mematuhinya dan merasa butuh kepadanya bakal diberikan surga kepadanya. Dan barangsiapa yang mengingkarinya dan merasa tidak butuh kepadanya bakal dimasukkan ke dalam neraka Dajjal. Sehingga Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

“Dan sesungguhnya di antara fitnahnya Dajjal memiliki surga dan neraka. Maka nerakanya adalah surga (Allah) dan surganya adalah neraka (Allah).” (HR Ibnu Majah)

Maka sudah tiba masanya bagi setiap muslim untuk mempersiapkan diri dan keluarganya dari fitnah yang paling dahsyat sepanjang zaman, yaitu fitnah Dajjal. Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan beberapa kiat untuk menyelamatkan diri dari fitnah Dajjal, di antaranya:

Pertama, bacalah doa permohonan perlindungan Allah pada saat duduk sholat tahiyyat terakhir dalam sebelum salam kanan dan kiri:

"Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari azab jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian serta dari jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal" (HR Muslim)

Kedua, bacalah surat Al-Kahfi di malam Jumat atau hari Jumat sesuai hadits berikut:

“Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi di hari Jumat, maka Dajjal tidak bisa menguasainya atau memudharatkannya.” (HR Baihaqi)

Ketiga, hafalkan sepuluh ayat pertama surat Al-Kahfi sesuai hadits berikut:

"Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi, ia terlindungi dari fitnah Dajjal." (HR Abu Dawud)

Keempat, menjauh dan tidak berkeinginan mendekati Dajjal pada masa kemunculannya telah tiba sesuai hadits berikut:

"Barangsiapa mendengar tentang Dajjal, hendaknya ia berupaya menjauh darinya, sebab -demi Allah- sesungguhnya ada seseorang yang mendekatinya (Dajjal) sedang ia mengira bahwa Dajjal tersebut mukmin kemudian ia mengikutinya karena faktor syubhat (tipu daya) yang ditimbulkannya." (HR Abu Dawud)

Kelima, menetap di Mekkah atau Madinah pada masa Dajjal telah keluar dan berkeliaran dengan segenap fitnah yang ditimbulkannya. Sebagaimana hadits berikut:

"Tidak ada negeri (di dunia) melainkan akan dipijak (dilanda/diintervensi) oleh Dajjal kecuali Mekah dan Madinah kerana setiap jalan dan lereng bukit dijagai oleh barisan Malaikat." (HR Bukhari-Muslim)

Eramuslim

7.11.09

Ali Muhammad, Agen Amerika?

Bom JW Marriott dan Ritz-Carlton menggeret seorang asing bernama Ali Muhammad. Diduga dia adalah agen yang disusupkan.

Masih ingat orang asing yang ditangkap Densus 88 di Garut, Jawa Barat, 18 Agustus 2009? Dialah Ali Muhammad, alias Al Khaelaiw Ali Abdullah alias Al Khalil Ali (50 tahun). Polisi menduga Ali ikut terlibat dalam menyediakan dana untuk membiayai aksi pengeboman 17 Juli 2009 di JW Marriott dan Ritz-Carlton.

Hingga kini polisi masih berupaya keras menguak identitas Ali Muhammad alias Al Khalil Ali. Awalnya Ali Muhammad disebut sebagai warga negara Arab Saudi. Namun, Duta Besar Arab Saudi di Jakarta Abdul Rahman Al Hayyat, seperti ditulis Jawa Pos (30/9) telah membantah bahwa tersangka teroris yang ditangkap Tim Densus 88 itu adalah warga negaranya.

"Masih kami periksa," kata Kepala Subden Intelijen Densus 88 Kombes Tito Karnavian setelah membeber isi laptop Noordin di gedung Rupatama Mabes Polri beberapa waktu lalu. Tito juga belum mau menjelaskan secara tegas asal negara Ali. "Masih kami koordinasikan," katanya.

Yang pasti, menurutnya, sementara peran Ali Muhammad sangat terkait Saefuddin Zuhri alias Saefuddin Jaelani yang masih buron. "Memang, berkaitan dengan dana, ada hubungan-hubungan antara Ali dan Saefuddin," kata Tito.

Ali ditangkap bersama istrinya pada 14 Agustus 2009 di Garut, Nagrek, Jawa Barat. Polisi menyebutnya sebagai Al Khalil Ali namun warga di Kuningan menyebutnya Ali Muhammad alias Abah Ali. Dia menjadikan istrinya Sulihat alias Soleha sebagai penerjemahnya karena Sulihat pernah bekerja di Arab Saudi.

Siapa sebenarnya sosok Ali Muhammad yang tak bisa berbahasa Indonesia ini? Lary Johnson, mantan Kepala Deputi Kontra Terorisme Departemen Luar Negeri AS, menyebut Ali sebagai agen ganda (Egyptian agent worked with Green Berets, bin Laden, Jerusalem Post, 31 Desember2001).

Dia berkebangsaan Mesir dan seorang mayor di angkatan darat Mesir tetapi pada 1980-an menjadi warga negara AS setelah menikahi perempuan AS dari Santa Clara, California. Tak lama setelah itu, ia masuk angkatan darat AS dan ditempatkan di unit khusus Special Warfare Center di Fort Bragg, North Carolina sebagai instruktur. Murid-muridnya banyak yang bertugas pada Special Activities Division CIA. [Bin Laden's man in Silicon Valley, sfgate.com, 21 September 2001].

Selama perang Afghanistan, Ali Muhammad melatih pejuang mujahidin di perbatasan Afghan-Pakistan. Bahkan Agen Khusus FBI Jack Cloonan menyebutnya sebagai bin Laden's first trainer [Wayne Madsen, CIA Collusion with "AIQae-da" financier and attacks planner, waynemadsenreport.com, 24 Agustus2009].

Pada 1998 Ali Muhammad ditahan dalam kaitan dengan pemboman kedubes AS di Nairobi danTanzania. Pada tahun 2000, dia dinyatakan bersalah. Namun, tidak pernah ada laporan tentang hukumannya. Bahkan Federal Departement of Prisons Inmate tidak memiliki catatan narapidana bernama Ali Muhammad. Seorang jumalis AS, Patrick Briley pernah menulis laporan bahwa Ali Muhammad sudah dibebaskan atas perintah langsung Departemen Kehakiman pemerintahan Bush di bawah Alberto Gonzales.

Namanya juga sempat muncul dalam data Intelligent summit. Dia disebut sebagai konsultan keamanan di Washington DC, khusus dalam bidang kontraterorisme dan organisasi kriminal internasional. Dia memiliki paspor Amerika dan berkewarganegaraan Amerika.

Pihak keamanan, seperti dikutip Jawa Pos, telah mendapatkan sebuah salinan paspor yang diduga Ali Muhammad. "Ini sedang dicocokkan dengan paspornya yang dikeluarkan Arab Saudi," kata sumber tersebut sembari menunjukkan file foto paspor keluaran Amerika Serikat yang sudah kedaluwarsa. "Kami sudah berkomunikasi dengan Kedubes Amerika Serikat soal temuan ini. Tapi, hasilnya masih on going process," kata sumber itu.

Dalam dokumen FBI How the FBI Protected Al Qaeda 9/11 Hijacking Trainer, disebutkan bahwa Ali Muhammad sebagai informan FBI. Hal tersebut diungkapkan oleh Peter Dale Scott, a former Canadian diplomat and English Professor at the University of California, Berkeley, is a poet, writer, and researcher. Secara khusus tugas informan Ali Muhammad adalah:

(A) Memilih target-target serangan teroris di Afrika Timur untukgerakan Usama bin Ladin, termasuk kedutaan besar AS di Nairobi, Kenya pada tahun 1998.
(B) Melatih sel teroris untuk menjalankan serangan pertama terhadap WTC di tahun 1993 (meski terbukti serangan tersebut tidak dilakukan oleh Al Qaida).
(C) Membantu untuk memasukkan anggota pertama Al Qaida di Amerika Serikat.
(D) Melatih operasi Al Qaida bagaimana membajak pesawat, termasuk menyelundupkan senjata kedalam pesawat.
(E) Membuat buku petunjuk setebal 180 halaman pelatihan manual.
(F) Melatih pembajak 911.

Sejak tahun 1994 hingga tahun 1998, dia hidup sebagai warga negara Amerika dan menjadi penterjemah FBI. (Dokumen Patrick Fitzgerald, Testimony before 9/11 Commission, June 16, 2004, http://www.9-1Icommission.gov/hearings/hearing 12.htm, emphasis added. Actually Mohamed was in Santa Clara, California, by 1993 (New Yorker, 9/16/02). Fitzgerald was flagrantly dissembling. Even the mainstream account by Daniel Benjamin and Steven Simon (The Age of Sacred Terror [New York: Random House, 2002], 236) records that 'When Mohamed was summoned back from Africa in 1993 sic, Mohamed in his confession says 1994] to be interviewed by the FBI in connection with the case against Sheikh Rahman and his coconspirators, he convinced the agents that he could be useful to them as an informant").

Apakah Ali Muhammad yang ditangkap polisi sama dengan yang dimaksud? Perlu ada pendalaman. Kalau benar dia seorang agen, berdasarkan jejaknya, tampaknya pihak kepolisian bakal kesulitan menginterograsi orang sekelasnya.

Yang pasti sampai kini, pihak kepolisian enggan untuk mengungkap identitas sebenarnya dari Ali Muhammad. Sumber di Mabes Polri menuturkan, Ali susah diinterogasi. "Keterangannya berputar-putar," kata sumber itu. "Kita menduga orang ini profesional," katanya (Jawa Pos, 30/9). Nah, Iho. Umar Faruq kedua?. [QTimMU]

MediaUmat, Edisi 21 Oktober 2009

The Next ‘Noordin’?

Sosok yang dijadikan ikon berbahaya harus selalu ada. Ini sebagai alasan melanjutkan perburuhan teroris dengan segala kepentingan-kepentingan strategis lainya.

Keraguan atas matinya Noordin M Top dalam penyergapan di Kampung Kepuhsari, Kelurahan Mojosongo, Jebres, Solo, 17 September lalu akhirnya tertepis, setelah dipastikan melalui tes DNA dan sidik jari.

Namun, menurut Ketua Lajnah Siyasiah DPP HTI Harits Abu Ulya, andai Noordin bisa ditangkap hidup-hidup, ia bisa diinterogasi siapa dalang yang sebenarnya? Apakah benar seperti yang dituduhkan Densus 88 selama ini ataukah tidak?

Jawaban itu juga penting untuk memastikan apakah laptop yang berisi jaringan Noordin, rencana akan kembali membom Bali serta file-file lain itu memang benar disimpan oleh Noordin di dalam laptopnya bukan oleh pihak lain.

Meskipun sebenarnya cukup aneh mengapa laptop tersebut tidak rusak terbakar, tertembak, terkena reruntuhan bangunan yang dibom atau sengaja dirusak Noordin untuk menghilangkan barang bukti.

Padahal seperti yang dinyatakan Kapolri Bambang Hendarso Danuri bahwa polisi sempat memberikan peringatan kepada penghuni untuk menyerahkan diri, namun dibalas rentetan tembakan senjata disertai dengan teriakan heroik.

Peringatan berulang tidak digubris, Densus 88 kemudian mendobrak pintu hingga terjadi tembak menembak. Sebuah sepeda motor tertembak dan terbakar hingga apinya menjalar ke rumah. Para penghuni rumah itu mengamankan diri ke kamar mandi. Densus 88 lalu menjebol tembok dengan bom.

Berada dimana sebenarnya laptop tersebut sehingga tidak rusak?" Namun ini menjadi kabur karena tidak ada orang yang bisa mengakses langsung kecuali aparat, jadi. narasi-narasi berikutnya itu ya tergantung aparat mau seperti apa?" ujar Abu Ulya kepada Media Umat, Ahad (4/10) di Jakarta.

Seperti yang seringkali dikatakannya bahwa ada image building, pembangunan citra bahwa perang melanjutkan terorisme ini akan terus berlangsung. Tidak berakhir sampai kematian Noordin.

Karena proyek melawan teroris masih panjang episodenya. Seperti halnya asal muasal drama ini berawal, pasca peristiwa 911-2001, AS sudah mendeklarasikan perang melawan teror ini akan memakan waktu yang panjang.

"Dan kita tahu ini adalah salah satu di antara instrumen imperialisme yang harus dipelihara, berakhir atau berlanjut sangat bergantung kepada kepentingan," ujarnya. Dalam konteks lokal, perburuan Noordin sebagai dampak drama global ini juga tidak jauh berbeda, akan berlanjut kepada episode dengan bintang-bintang dan figuran baru yang akan menjadi ikon dalam proyek tersebut.

Noordin Berikutnya
Pada kasus bom Bali I, nama Noordin bukanlah pemeran utama. Tokoh yang muncul adalah Dr Azhari. la menjadi ikon baru dengan digambarkan sebagai pakar pembuat bom, pasca tewasnya Azhari dengan penggambaran yang tidakjauh beda juga disematkan kepada Noordin. Padahal hingga saat ini, polisi belum pernah membuktikan dan merekonstruksi keahlian mereka karena lebih suka mengeksekusi mati mereka.

Sapto Waluyo, alumni S. Rajaratnam School of International Studies, menyebutkan setelah Noordin tewas ditembak Densus 88, kini tampil tokoh lain yang belum begitu terkenal, antara lain Para Wijayanto. Tokoh ini sudah masuk daftar pencarian orang di Polri.

Sosok Wijayanto digambarkan media sebagai orang yang disegani Noordin. Dia merupakan senior Noordin saat pelatihan di Moro, Filipina. Wijayanto diduga kuat orang yang membujuk Noordin agar mau masuk ke Indonesia, dalam pelarian dari Malaysia.

Pengamat lain menyebut Syaifuddin Zuhri sebagai pelanjut Noordin karena la mampu merekrut calon 'pengantiri' (pelaku bom bunuh diri) dalam waktu singkat dari kalangan remaja yang lugu. Selain itu, masih ada tokoh sekelas Dulmatin dan Umar Patek yang bersembunyi di Filipina. Peran mereka mungkin akan segera tampil ke muka setelah Noordin tiada.

Mana di antara sejumlah figur misterius itu yang akan mewarisi bintang Noordin? Aparat kemungkinan bisa memunculkan siapa saja menurut selera mereka dan sesuai dengan genderang dari para pengamat intelejen, karena disinyalir masih ada ratusan kader yang memiliki kemampuan seperti halnya Noordin.

TargetSenyap
Sosok yang dijadikan ikon berbahaya harus selalu ada, sebagai alasan utama kerja melawan terorisme akan terus berlanjut dan ini by design untuk melanjutkan narasi perburuan teroris dengan segala kepentingan-kepentingan strategis lainya.

"Ini yang saya bilang, ada kepentingan strategis yang menjadi silent target, target senyap, dari operasi perang melawan terorisme," jelas Abu Ulya. Menurutnya, itu bias diamati dari berbagai indikasi, berbagai komentar, pendapat dan langkah-langkah pasca bom Marriott-Carlton dan media yang menjadi corong untuk mengolah dan menggiring opini publik pada satu stereotif terhadap Islam dengan segala simbolnya.

Belakangan dalam mencari solusi dari akar terorisme, terlihat ada pergeseran opini yang sudah tidak proporsional menyangkut ideologi terorisme dikaitkan dengan ideologi dari gerakan transnasionalisme, atau bahkan dibawa ke isu keutuhan NKRI sebagai parameter.

Menurut Ulya, ini akan bisa dijadikan sebagai pijakan generalisasi terhadap setiap kelompok lslam yang mengusung Islam sebagai kekuatan ideologi dan politik atau kelompok manapun yang dianggap membahayakan NKRI sekalipun masih berdasarkan asumsi dan perdebatan.

Jelaslah, lanjutnya, ada pihak yang menginginkan agar tragedi itu terus berlangsung, sehingga terorisme bak proyek keamanan yang berimplikasi pada pembesaran anggaran dan mobilisasi personal. Bahkan, saat ini telah muncul proposal untuk membentuk Badan Anti Terorisme Nasional yang akan menggantikan Desk Anti Terorisme di kantor Menko Polkam.

Usulan untuk merevisi UU Anti Terorisme serta membahas RUU Intelijen semakin kencang, meskipun RUU Rahasia Negara sudah ditarik kembali oleh pemerintah. Ini semua indikasi tentang Islam benar-benar sudah dianggap sebagai ancaman dan bahaya bagi Indonesia, padahal kalau mau jujur justru Indonesia sekarang merdeka lebih dari setengah abad tetap dalam kubangan problem sosial, ekonomi, politik dan hukum, keamanan karena ideologi yang diterapkannya.

Ideologi apa lagi kalau bukan ideologi transnasionalisme kapitalis-sekuler dengan demokrasinya yang diadopsi dan diagung-agungkan di negeri ini. "Bagi yang waras, melihat ini memang ironi..." pungkas Abu Ulya. [joko prasetyo]

MediaUmat, Edisi 21 Oktober 2009

28.10.09

Jejak Masonic di Indonesia

Dari Koran Media Indonesia 030909 p7

Poligami dan Asbabun Nuzul Ayat

Selasa, 27/10/2009 11:08 WIB
Asslm. Wr. Wb,
Ustadz yang insya ALLOH dirahmati ALLOH SWT,
1. Saya ada pertanyaan mengenai poligami dikarenakan ada yang menyatakan kalau kita mau berpoligami yang sesuai dengan Rasulullah SAW, maka istri pertama harus meninggal dahulu seperti Khadijah R.A?
2. Apa dan sebab turunnya ayat berpoligami tersebut, apakah pada saat Khadijah R.A masih ada atau beliau sudah meninggal? Atau bagaimana? Mohon penjelasannya.
Terima kasih atas perhatiannya.
Wasslm. Wr. Wb,
Hamba ALLOH
Shahrin Febrian


JAWABAN
Waalaikumussalam Wr Wb

Poligami merupakan sesuatu yang disyariatkan oleh Allah swt sebagai solusi dari kehidupan masyarakat pada saat itu yang tidak ada pembatasan bagi seorang laki-laki dalam memiliki istri serta untuk memenuhi tuntutan sosial masyarakat yang semakin hari jumlah kaum wanitanya jauh lebih banyak dari kaum prianya.

Disyariatkannya hal itu berdasarkan firman Allah swt :
“dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat.” (QS. An Nisaa: 3)

Ijma para ulama menyatakan bahwa diperbolehkan seseorang melakukan poligami dengan dua persyaratan:

1. Mampu berlaku adil terhadap para istrinya, sebagaimana firman Allah swt:
“kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil. Maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. An Nisaa: 3)

2. Memiliki kemampuan untuk memberikan nafkah kepada para istrinya itu, sebagaimana firman Allah swt:
“dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.” (QS. An Nuur: 33)

Memang didalam siroh disebutkan bahwa Rasulullah saw baru melakukan poligami pada usia 53 tahun setelah Khodijah ra meninggal dunia hingga usia beliau 60 tahun.

Poligami yang dilakukan Rasulullah saw dikarenakan tuntutan da’wah. Pada saat itu usia Nabi saw semakin tua sementara tugasnya bertambah berat didalam menyampaikan risalahnya sehingga beliau saw membutuhkan orang-orang yang paling dekat dengannya untuk menjadi perantara dalam menyampaikan hukum-hukum syariat yang berkenaan dengan wanita muslimah. Tentunya sangatlah merisihkan diri nabi saw jika beliau saw secara langsung menjelaskan hukum-hukum syariat tentang wanita kepada para wanita muslimah. Karena itulah, fungsi menyampaikan ini diambil oleh hampir seluruh istrinya.

Apa yang dilakukan Rasulullah saw dengan berpoligami setelah meninggalnya Khodijah sebagai istri pertamanya adalah juga perintah dari Allah swt. Dan hal itu tidak berarti bahwa setiap muslim baru bisa berpoligami setelah istri pertamanya meninggal dunia.

Islam adalah agama fitrah yang mengerti akan kebutuhan setiap manusia. Tentunya kebutuhan setiap manusia tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya termasuk dorongan syahwat (libido). Ada diantara mereka yang membutuhkan istri lebih dari satu untuk memenuhi libidonya sementara sebagian lainnya merasa cukup dengan satu istri. Atau mungkin ada diantara mereka yang sedang diuji dengan sakit berkepanjangan yang dialami istrinya sehingga tidak bisa melayani kebutuhan seksual suaminya sementara dirinya membutuhkan jalan keluar untuk itu, lalu apakah solusi buat suaminya itu ?

Apakah dirinya harus menanti hingga istrinya meninggal dunia?! Sementara dorongan seksualnya semakin hari terus semakin bertambah! dan bukan tidak mungkin jika tidak ada solusi berpoligami maka dirinya akan jatuh kedalam perbuatan yang diharamkan untuk memenuhi kebutuhannya itu.

Tidak ada nash didalam Al Qur’an maupun sunnah yang melarang seorang muslim untuk berpoligami sementara istri pertamanya masih ada disampingnya selama dirinya sudah termasuk orang-orang yang memenuhi persyaratan untuk itu. Nash-nash Al Qur’an dan sunnah hanya memberikan batasan bagi seseorang yang berpoligami untuk tidak memiliki istri lebih dari empat orang, sebagaimana Diriwayatkan oleh Ahmad dari Salim dari ayahnya bahwa Ghailan bin Salamah ats Tsaqofi masuk islam sementar dirinya memiliki sepuluh orang istri. Lalu Nabi saw berkata kepadanya,”Pilihlah empat orang saja dari mereka.”

Adapun sebab nuzul dari ayat 3 surat an Nisa tentang poligami diatas, sebagaimana disebutkan didalam ash shahihain adalah bahwa Urwah bin az Zubeir bertanya kepada Aisyah tentang firman Allah وَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى maka Aisyah berkata,”Wahai anak saadara perempuanku sesungguhnya anak perempuan yatim ini berada didalam perawatan walinya—ia menyertainya didalam hartanya, lalu walinya tertarik dengan harta dan kecantikan anak perempuan yatim itu dan menginginkan untuk menikahinya dan tidak berlaku adil terhadap maharnya, dia memberikan mahar kepadanya tidak seperti orang lain memberikan mahar kepadanya. Maka mereka dilarang untuk menikahi anak-anak perempuan yatim kecuali apabila mereka dapat berlaku adil terhadap anak-anak perempuan yatim itu dan memberikan kepada anak-anak perempuan yatim itu yang lebih besar dari kebiasaan mereka dalam hal mahar. Maka para wali itu pun disuruh untuk menikahi wanita-wanita lain yang disenanginya selain dari anak-anak perempuan yatim itu.”

Ayat 3 dari surat An Nisa ini turun pada tahun kedelapan setelah Rasulullah saw berhijrah ke Madinah setelah meninggalnya Khodijah ra pada bulan Ramadhan tahun kesepuluh kenabian dan juga setelah beliau saw menikahi seluruh istrinya dan wanita terakhir yang dinikahinya adalah Maimunah pada tahun ke-7 H.

Wallahu A’lam

30.7.09

Pemimpin Uighur Mengkonfirmasi Kehilangan Sepuluh Ribuan Muslim Dalam Kerusuhan Terakhir

{mosimage}Rabiya Kadeer (pemimpin Muslim Uighur yang berada dalam pengasingan) mengkonfirmasikan pada hari Rabu, bahwa hampir sepuluh ribu orang hilang dalam satu malam selama kerusuhan yang terjadi di "Urumqi" provinsi "Xinjiang" awal Juli ini.

Dalam konferensi pers di Tokyo pada hari kedua dari kunjungannya ke Jepang, ia mempertanyakan dengan mengatakan: "Hampir sepuluh ribu orang di Urumqi lenyap dalam satu malam. Kemana mereka pergi? Jika mereka dibunuh, dimana mayat-mayat mereka?”

Kadeer, yang tinggal dalam pengasingan di Amerika Serikat, dan sedang melakukan Konferensi Dunia Bangsa Uighur yang dipusatkan di kota Munich, Jerman menuduh pemerintah China sedang berusaha menggenosida bangsa Uighur.

Dia menambahkan: "Bahwa yang paling bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini adalah pihak berwenang. Sebab, tindakan kekerasan yang dilakukannya telah mengubah demonstrasi yang berlangsung damai pada awalnya menjadi huru-hara kekerasan.” Dia juga menambahkan: "Bahwa penyerangan terhadap demonstrasi dalam pandangan bangsa Uighur berarti bunuh diri."

Dia menyerukan masyarakat internasional untuk mengirim misi independen untuk melakukan penyelidikan guna mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Dikatakan, jika Cina tetap mengatakan bahwa yang paling bertanggung jawab atas insiden itu adalah bangsa Uighur, maka bukalah wilayah itu dan biarkan Komisi melakukan penyelidikan tentang insiden sebenarnya.

Dikatakan bahwa pada tanggal 5 Juli telah terjadi bentrokan kekerasan antara kaum Muslim Uighur yang berbahasa Turki dengan suku "Han" di Urumqi, ibu kota provinsi Xinjiang, yang merupakan pemerintah otonom.

Kerusuhan itu telah mengakibatkan 197 orang meninggal, ini menurut pihak berwenang Cina. Sementara Konferensi Dunia Bangsa Uighur yang dipimpin oleh Kadeer mengkonfirmasikan bahwa jumlah korban meninggal mencapai ribuan jiwa. (islamtoday.net, 29/7/2009)


21 Juni 2013
Tentara China Punya ‘License to Kill’ Muslim Uighur

Pihak berwenang China menggunakan pasukan tentara dan pasukan polisi khusus untuk menyerang rumah-rumah Muslim Uighur dan membunuh mereka dengan mudah di provinsi barat laut Xinjiang.

“Kita tidak bisa bicara tentang budaya kita, pendidikan dan bahasa,” kata pemimpin Uighur , Rebiya Kadeer kepada wartawan selama tur dakwah di Jepang, Agence France-Presse (AFP) melaporkan Kamis 20 Juni.

“Kami bicara sekarang ke dunia internasional bagaimana menyelamatkan hidup kami dan masyarakat kami.”

Kadeer mengatakan bahwa polisi khusus di Xinjiang memiliki hak untuk menyerang setiap rumah Muslim Uighur.

“Mereka diperbolehkan membunuh dengan mudah, restu dari pemerintah China," katanya.

Kecaman itu muncul sehari setelah sebuah pengadilan China menghukum 19 Muslim Uighur hingga enam tahun penjara dengan dakwaan mempromosikan ekstremisme agama.

Media pemerintah mengatakan satu Muslim Uighur dijatuhi hukuman enam tahun hanya karena men-download materi online tentang Jihad.

Delapan Uighur lainnya dihukum di antara dua sampai lima tahun karena mengkritisi acara media televisi negara yang mereka sebut sebagai kegilaan agama.

Pihak berwenang China telah menghukum hampir sekitar 200 orang, sebagian besar warga Muslim Uighur, 26 dari mereka dihukum mati.

Muslim Uighur adalah minoritas di China dan berbahasa Turki , komunitas mereka berkisar delapan juta di wilayah Xinjiang barat laut.

Xinjiang, yang biasa disebut Turkestan Timur, sebenarnya telah otonom sejak tahun 1955, namun terus menjadi subyek tindakan kekerasan dari pihak keamanan pemerintah Cina.

Kelompok-kelompok HAM menuduh pihak berwenang China sangat represif terhadap Muslim Uighur di Xinjiang atas nama terorisme.

Kadeer menuduh China menjalankan program kampanye pembersihan etnis terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.

“Saya berharap semua dunia internasional tidak akan bersabar dengan kebijakan pembersihan etnis ini,” katanya.

Kadeer katakan media pemerintah China memanggil Muslim Uighur sebagai ”teroris” hanya karena mereka memiliki pisau, padahal pisau yang mereka miliki hanyalah digunakan untuk memotong sayuran.

Pada April lalu, 21 orang, termasuk petugas polisi, tewas dalam bentrokan kekerasan di Xinjiang.

Media pemerintah Cina mengatakan baku tembak pecah saat kejadian setelah polisi mencoba untuk mencari rumah penduduk setempat yang dicurigai memiliki pisau ilegal.

Beijing mengatakan enam “teroris” dan 15 polisi dan pekerja lainnya tewas – 10 di antaranya dari Muslim Uighur.

Kadeer mengatakan Cina telah menggunakan militer untuk melakukan pembunuhan di Xinjiang.

“Petugas keamanan menggeledah rumah masyarakat setempat,” kata pemimpin Uighur.

“Polisi dan tentara bekerja sama dalam membunuh orang di daerah itu,” katanya, ia menambahkan militer china juga telah menggunakan bahan peledak.

“Kami melihat beberapa video dari daerah di mana peristiwa itu terjadi, dan kita tidak bisa melihat setiap orang yang tinggal di daerah itu. Yang terlihat hanyalah rumah terbakar dan rumah dihancurkan...”

Muslim Uighur menuduh pemerintah china sedang melakukan ekspansi jutaan etnis Han di wilayah mereka dengan tujuan akhir melenyapkan identitas dan budaya Uighur.

Analis mengatakan kebijakan mentransfer etnis China Han ke Xinjiang untuk mengkonsolidasikan otoritas Beijing untuk meningkatkan proporsi etnis Han di wilayah tersebut dari lima persen pada tahun 1940 menjadi lebih dari 40 persen saat sekarang.

Beijing memandang wilayah Xinjiang yang luas sebagai aset yang tak ternilai karena lokasinya yang strategis penting di Asia Tengah dengan cadangan minyak dan gas yang besar .(OI.Net/Dz)


26 Juni 2013
Kerusuhan di Xinjiang, Dikarenakan Perintahkan Muslim Cukur Habis Jenggotnya dan Muslimah Lepaskan Jilbabnya

Polisi melepaskan tembakan setelah massa umat Muslim bersenjatakan pisau menyerang kantor polisi dan gedung pemerintah daerah, kantor berita Xinhua mengutip para pejabat mengatakan.

Ada memicu kekerasan sporadis di Xinjiang, di mana ada gemuruh ketegangan etnis antara Muslim Uighur dan marga Han Tionghoa.

Mengkonfirmasi laporan kerusuhan dari daerah tersebut sulit karena informasi yang dikontrol ketat oleh pemerintah China .

Insiden itu terjadi di kota Turban yang terpencil Lukqun, sekitar 200 km (120 mil) selatan-timur ibukota wilayah, Urumqi.

Uighur adalah etnis Muslim yang berawal dari Turki

Muslim Uighur saat ini sekitar 45% dari populasi di wilayah ini, 40% adalah Cina Han.

Cina kembali mengontrol wilayah ini pada tahun 1949 setelah menghancurkan dan menjajah negara Turkestan Timur.

Sejak itu, imigrasi besar-besaran dilakukan oleh pemerintah Cina, migran terbesar dari marga Han. sehingga pada tahun ini Han China menguasai 40% dari total penduduk, dan China memberikan pemerintahan di wilayah ini kepada Han.

Tujuh belas orang, termasuk sembilan personel keamanan dan delapan warga sipil tewas sebelum polisi China menembak mati 10 pendemo dari Muslim Uighur, katanya.

Laporan Xinhua tidak memberikan informasi apapun penyebab dari mereka yang terlibat dalam kerusuhan atau yang memicu itu. Yang jelas setiap tahunnya, pemerintahan Uighur yang dikuasai oleh Han melarang Muslim Uighur khususnya para pemudanya untuk melakukan berpuasa ramadhan.

Pemerintah mengatakan kekerasan dimulai ketika pejabat keamanan bahwa “teroris” (penyebutan untuk Muslim Uighur) menyimpan senjata pisau pada bangunan rumahnya.

Tetapi masyarakat setempat mengatakan kepada BBC bahwa kekerasan melibatkan keluarga Muslim dengan pejabat lokal yang telah menekan para pria di keluarga itu untuk mencukur habis jenggot mereka dan menekan para wanitanya untuk melepas jilbab mereka. (BBC/Dz)

7.7.09

60 Tahun Pembantaian Muslim Burma

Burma selalu indentik dengan Aung San Suu Kyi. Orang tak pernah tahu bagaimana perjuangan dan kondisi Muslim Burma selama ini. Kelompok aktivis hak asasi manusia internasional hanya membciarakan Suu Kyi, padahal SLORC (State Law and Order Restoration Council—atau Dewan Restorasi Penguasa dan Hukum Negara) melakukan banyak tindakan brutal terhadap Muslim Burma.

Opresi Burma mulai muncul ke permukaan pada 1998 seiring dengan munculnya Suu Kyi yang mendapatkan penghargaan perdamaian Nobel di tahun 1991. Tahun 1886, Inggris menjajah Burma, dan sebelumnya umat Muslim dan Hindu di negara ini hidup berdampingan dalam damai. Tahun 1938, Inggris mulai menurunkan tangan besinya. Lebih dari 30.000 Muslim Burma dibunuh secara missal, dan 113 masjid diberangus. Setelah kemerdekaan Burma tahun 1948, nasib bangsa Muslim tidak juga berubah. Mereka menjadi korban kekerasan pemerintah dan militer, dan jumlahnya bahkan sampai 90.000 ribu orang yang tewas.

Tahun 1961, pemerintah Burma menyatakan bahwa Budha adalah agama negara dan semua orang Islam harus belajar nilai dan budaya agama Budha. Lewat kudeta militer, Jenderal Ne Win mendeklrasikan Burma sebagai Negara sosialis. Tahun 1982, Ne Win menyatakan Muslim Rohingya sebagai pendatang ilegal. Sementara diskriminasi terhadap Muslim Burma terus berjalan tanpa diketahui banyak oleh dunia internasional.

Tahun 1990. Aung San Suu Kyi memenangkan pemilu untuk pertama kalinya. Namun SLORC, tidak mengakui kemenangan Suu Kyi dan sebaliknya menangkap dan memenjarakannya. Bukan hanya pada Suu Kyi, SLORC juga kejam terhadap Muslim Burma. Mereka tak segan menembak langsung ditempat jika mendapati orang Islam sedang shalat di masjid. Para Muslimah Rohingya juga kerap dijadikan sasaran pemerkosaan oleh tentara Burma.

Tanggapan dunia internasional? Seperti biasa, bersikap ganda. Di satu sisi, AS mengecam pemerintah Burma karena penangkapan dan penyiksaan aktivis kemanusiaan seperti Suu Kyi, namun di sisi lain mengabaikan nasib Muslim Burma yang jelas-jelas menjadi korban kebiadaban yang tak berkesudahan.

Saat ini, perjuangan Muslim Burma terkumpul dalam The Rohingya Solidarity Alliance, sebuah front militer Islam. Mereka terus berjuang melawan ketidakadilan dan penindasan yang diberlakukan oleh rejim-rejim yang tak punya rasa kemanusiaan. (sa/wkngslm)