9/21/14

Universitas Brunei Adakan Konferensi Galakkan Tulisan Arab- Jawi

Tulisan Arab-Jawi telah mulai punah dipakai di Indonesia. Di saat yang sama dua negara tetangga, Brunei Darussallam dan Malaysia justru giat menganjurkan penggunaannya.

Hidayatullah.com—Guna mendukung usaha-usaha pemerintah Kerajaan Brunei Darussalam dan umat Islam dalam penggunaan tulisan Jawi (Arab pegon) dan Arab, Fakultas Bahasa Arab dan Peradaban Islam Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) menyelenggarakan Konferensi Regional Tulisan Jawi dan Arab selama dua hari mulai hari Rabu kemarin hingga hari (17 – 18 September 2014).

Pembukaan konferensi yang diadakan di Balai Jubilee, UNISSA dan dibuka oleh Menteri Pendidikan, Yang Berhormat Pehin Orang Kaya Seri Kerna Dato Seri Setia (Dr.) Haji Awang Abu Bakar bin Haji Apong.

Dalam pengantarnya, Dekan Fakultas Bahasa Arab dan Peradaban Islam, UNISSA, Dr Abang Haji Hadzmin bin Abang Haji Taha yang juga selaku Ketua Komite Kerja Konferensi Regional Tulisan Jawi dan Arab menjelaskan, tulisan Arab tersebar dan berkembang seiring dengan perkembangan Islam di beberapa negara. Di antaranya beberapa bahasa Asia seperti Farsi, Turki, Urdhu, Melayu, bahasa bagi beberapa warga China dan lain-lain lagi sejak beberapa abad dan telah melalui berbagai perubahan.

Tulisan Jawi hari ini merupakan hasil usaha para ilmuwan terdahulu melintasi zaman terus berkembang bersama peradaban dan tuntutan perubahan yang membuktikan kekuatan huruf Arab mampu menerima perubahan dan penambahan sesuai perkembangan bahasa,” ujarnya dikutip laman pelitabrunei.gov.bn.

Menurutnya, upaya melestarikan penggunaan tulisan huruf Arab berkelanjutan terutama di Negara Brunei Darussalam yang menyadari tulisan Jawi sebagai warisan peradaban berharga bahkan berusaha mengembangkannya melalui berbagai lembaga pendidikan pemerintah dan lain-lain.

Pada upacara pembukaan keynote disampaikan oleh Direktur Kebudayaan dan Komunikasi Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan Islam (ISESCO), Dr Mustafa Ahmed Ali.

Konferensi dua hari itu akan menyajikan 27 makalah dari para pembicara dalam dan luar negeri di antaranya dari Afghanistan, Yordania, China, Malaysia, Indonesia dan Sudan.

Konferensi diikuti oleh sekitar 200 para pencinta tulisan huruf Arab dan Jawi dari kalangan tenaga akademik, guru-guru, pegawai dan staf pemerintah dan swasta, para siswa dan pribadi.

Antara tujuan konferensi adalah untuk mengenali berbagai tulisan yang menggunakan huruf Arab serta menghargainya, di samping mengenal dan meningkatkan hubungan dan kerjasama antara lembaga dan individu yang menggunakan huruf Arab.

Selain itu, konferensi juga diharap sebagai sharing pengalaman antara berbagai pihak dan rekomendasi ke arah meningkatkan penggunaan tulisan Jawi serta mengetahui metode pengajaran ejaan-ejaan tulisan Arab dan Jawi serta seni khatnya.

Seperti diketahui, tulisan Arab-Jawi telah mulai punah dipakai di Indonesia. Di saat yang sama dua negara tetangga, Brunei Darussallam dan Malaysia justru giat menganjurkan penggunaannya.*

9/19/14

Amien Rais: Pemilik Modal Kendalikan Media untuk Politik

Pemilik modal juga ikut mengendalikan peran media massa. Sehingga pemilik modal tetap terjaga pengaruhnya bagi pasangan yang dikehendakinya

Hidayatullah.com–Demokrasi saat ini mencerminkan demokrasi pemilik modal. Ini terlihat sebagai contoh saat Pemiliahan Kepala Daerah (Pilkada), di mana pemilik modal campur tangan begitu kuat.

Demokrasi dibiayai oleh pemilik modal,” ucap Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Dr Amien Rais dalam diskusi ‘RUU Pilkada untuk Kesejahteraan Rakyat’ di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (17/09/2014) di Jakarta kemarin.

Menurut Amien Rais, keterlibatan pemilik modal acapkali mendikte politik. Selain itu, mantan Ketua MPR tersebut juga mengatakan, pemilik modal juga ikut mengendalikan peran media massa. Sehingga pemilik modal tetap terjaga pengaruhnya bagi pasangan yang dikehendakinya, dan dapat dikontrol.

Media massa menjadi penjaga kemapanan bagi penguasa pemilik modal,” tegasnya.

Sebab itu, pemimpin yang nanti terpilih adalah pemimpin pesanan.

Amien yang merupakan tokoh Muhammadiyah ini juga mengingatkan agar Koalisi Merah Putih yang telah terbangun agar menjaga kesolidannya. Dan jika ada keluar dari koalisi ini, Amien menilai itu adalah sebagai tindakan tidak cerdas. “Keluar dari Koalisi Merah Putih gabung, adalah tindakan bodoh,” ujarnya mengingatkan.

Amien memberikan pendapatnya mengenai Pilkada tidak langsung adalah salah satu untuk menyelamatkan tujuan-tujuan reformasi.

Amien menyampaikan hal tersebut di depan awak media, pimpinan ICMI, peneliti, elit partai, dan masyarakat lainnya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, kemarin malam Ia berharap agar reformasi tetap berdiri pada tujuan awal, demi kemaslahatan rakyat.*

9/17/14

(Akhir Zaman) Percikan Api Itu Telah Ada

Oleh: Abdul Qodir

Senin, 25 Agustus 2014, Pukul 22.01 WIB saya dapat sms dari adik angkatan,

Mas, di rumah lagi ribut. Masalah ISIS dan ana kebawa2, untuk syabab di daerah ana kena semua

Spontan saya langsung menelpon untuk mengklarifikasi. Suara parau dia cukup membuat saya sangat tertekan, dia bertutur bahwa pukul 03.00 dini hari dijemput dari kost oleh ayahnya, kepala desa, tokoh masyarakat untuk diklarifikasi Interpol. “Semua syabab (sebutan pemuda yang mengaji) pemalang kena” ujarnya terbata-bata dan sangat lirih di telepon.

Seketika air mata yang ditahan-tahan malah membuat pikiran panas. Munculah pertanyaan besar: Kali ini begitu se-sensitif inikah bicara Islam?. Saya mengingat-ngingat bagai mana anak ini tingkah lakunya, perangainya, keinginannya. Adakah keterkaitan dengan ISIS dan semacamnya? Atau Al-Qaeda? Teroris? Jauh panggang dari api, saya kehabisan akal untuk mengait-ngaitkannya. Tapi mengapa tiba-tiba ia diciduk? Yang paling menyakitkan adalah sesudahnya bahwa ia dipaksa membuat surat pernyataan untuk tidak melanjutkan kuliahnya dengan alasan dalam masa pengawasan.

Di tempat yang lain ada pedagang es, tukang becak, dan pemuda, yang mengalami hal serupa. Mereka diciduk tanpa alasan yang jelas, kemudian dibebaskan tanpa ucapan apapun dengan beban moral yang sudah tercedrai. Mereka kebingungan dengan kesalahan apa yang telah dilakukannya. Media menyorotnya, melambungkannya, menyimpan dalam kolom di headline news, sehingga ketakutan demi ketakutan yang diciptakan memberikan penegasan bahwa inilah saat-saat kita tak boleh bicara ideologi Islam. Inilah saat di mana kita tidak boleh bermimpi menjalankan kewajiban dalam beragama secara utuh, Inilah saat-saat kita bungkam, diam, dan cemas saja melihat penangkapan demi penangkapan yang tak jelas alasannya.

Di tengah kelelahan mengurai kesemrawutan ini, masih ada juga dikalangan manusia yang tidak jujur dalam berbicara, yang tidak mau membaca berita, yang nyaman dengan ketidakmengertian fakta, kemudian melacur pada media yang tak mereka pahami tujuan-tujuannya. Dengan kebodohannya itu lalu mengolok-ngolok dan berkata: Benarlah apa yang dilakukan densus, terorisme harus dimusnahkan, Islam tidak mengajarkan radikalisme.

Terorisme semodel apakah yang dimaksud? hingga anak lugu pun dianggap teroris? hingga Al-Quran pun dijadikan barang bukti? hingga masyarakat yang tak mengeri apa-apa dibiarkan terhipnotis menganggap keyakinan yang sedang mereka anut adalah kesalahan? hingga masjid-masjid menjadi kosong? hingga telunjuk yang diacungkan saat sholat menjadi gamang untuk tegak? hingga muncul kecemasan yang mendalam? hingga pada akhirnya saya berkesimpulan tak terhinggalah kesintingan ini.

Sedangkan Noam Chomsky saat ini sudah menjadi ibarat nabi bagi orang-orang kiri. Pergerakannya yang terus menghantam Kapitalisme dengan teratur sudah melahirkan anak didiknya masuk di roda pemerintahan. Sosialisme tercium dan ia baik-baik saja.

Di lain kubu Obama selalu bersiap dengan penggenjotan opini yang lebih masif, warisan dari Bush tentang konsep “war on terror” nya sambil sesekali engkang kaki mencomoti kekayaan alam di negara jajahannya.

Demikianlah kesintingan ada di mana-mana. Kalau seandainya ideologi Islam tidak mempunyai suatu kekuatan yang tersembunyi, yang sebenarnya mampu membereskannya, maka Islam tidak akan tumbuh kembali.

Tetapi saat ini kita masih hidup. Saat ini para pengembang ideologi ini masih bisa bicara. Kita tidak buta dan tidak tuli bahwa pasang surut Islam itu mulai nampak ke permukaan. Halangan-halangan yang digembor-gemborkan imperialis barat dan invasi yang mulai dimunculkan bangsa Simpanse memang telah sekuat tenaga mencoba menahannya.

Lalu kedepan apa yang akan terjadi?

Jawabannya sudah diwakili Sayyid Quthb dalah salah satu catatannya:

Pasang itu akan terus naik. Bendungan-bendungan itu akan jebol. Para Simpanse akan dihanyutkan ombak dan gelombang. Di waktu itulah Islam akan sempurna. Bendera Islam akan berkibar tinggi. Islam yang benar.Islam yang mengatur seluruh kehidupan.

Ya, Percikan ini hanyalah akan membuat para pengemban Ideologi ini bersemangat.

@aab_elkarimi | Mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Ketua Gema Pembebasan Komsat Unnes

9/14/14

Kemana Arah Kicau Isu Islamic State (ISIS) Ini Dibawa?

Oleh: Abu Fikri (Aktivis Gerakan Revivalis di Indonesia)

AS dibawah komando Obama hampir mampu menyatukan berbagai negara termasuk Indonesia menjadikan Islamic State atau Daulah Islam yang di Indonesia dibranding dengan label ISIS ini sebagai “common enemy”.

Tanpa mencoba merefleksi bagaimana sejarah panjang peta percaturan politik AS bersama sekutu-sekutunya di berbagai negara. Tulisan ini bukan bermaksud untuk membela IS atau sebaliknya memojokkan AS tetapi sekedar melihat sebuah fenomena dimana IS mampu menjadi magnet yang bisa menyatukan kepentingan AS bersama dengan berbagai negara yang mendukungnya. Berbarengan dengan beragam kejanggalan pemberitaan seputar IS.

Di antaranya Pertama, beberapa keganjilan video pemenggalan 2 warga negara AS yang berhasil diungkap oleh Al Jazeera. Kedua, ditemukannya beberapa jenis persenjataan di tangan IS dari jenis yang dimiliki oleh AS dan Arab Saudi. Dan lain-lain. Desain opini melalui berbagai momentum yang dikaitkan IS mirip dengan peledakan WTC pada peristiwa 9/11. Cuman jika dulu fokus pada satu titik momentum.

Saat ini seluruh momentum yang dikaitkan dengan IS dikompilasi dalam berbagai tayangan video/berita secara sporadis. Semuanya berujung pada sebuah legitimasi pentingnya dilakukan invasi militer. Ingat invasi AS ke Afghanistan dan Irak menggunakan legitimasi perburuan terhadap terduga pelaku pengeboman WTC Usama bin Laden pimpinan Al Qaeda. Belakangan diragukan kebenaran otak pelaku pengeboman WTC adalah Usama Bin Ladin. Maka nampaknya dalam pandangan AS, IS perlu dikonstruksi secara rasional sebagai entitas yang layak sebagai musuh bersama dunia.
Salah satu jalan yang paling efektif untuk membrandingnya adalah dengan memblow up secara masif gambaran ideologi IS sebagai sebuah ideologi penuh kekerasan.
Salah satu jalan yang paling efektif untuk membrandingnya adalah dengan memblow up secara masif gambaran ideologi IS sebagai sebuah ideologi penuh kekerasan. Dan diduga potensial menciptakan kekerasan dunia. Meski belakangan ajakan rencana serangan AS dengan skala luas ditampik oleh Turki. Dan disikapi secara dingin oleh China.

Berbeda dengan konstelasi internasional di seputar potitioning IS di mata AS bersama para pendukungnya dengan konstelasi politik nasional yang berkembang di negeri ini. Fenomena IS benar-benar dimanfaatkan secara utuh oleh para pengambil kebijakan negeri ini. Di antaranya bahwa BNPT tahu persis gaya, pola dan target gerakan-gerakan yang dikategorikan sebagai kategori radikal. Baik radikal secara aksi maupun secara pemikiran. Hal itu diperkuat oleh dukungan TNI Polri yang tetap komit bahwa NKRI harga mati. Jika nampak secara formal di banyak kesempatan TNI Polri membuka wacana dialog bagi kelompok-kelompok radikal hal itu sebenarnya dalam kerangka untuk mengembangkan fungsi kontrol dan monitoring. Contoh kasus adalah kedatangan delegasi beberapa ormas Islam saat diterima audiensi pertanyaan yang sering dilontarkan adalah berapa jumlah anggotanya. Beberapa hari yang lalu 10 September 2014, Jendral Moeldoko (Panglima TNI) mengumpulkan semua Ormas Islam di Cilangkap membuat MOU dengan seluruh Ormas Islam (NU dan lain lain) meminta ijin babinsa/intel terbuka untuk masuk ke pesantren-pesantren guna mensosialisasikan bahwa NKRI harga mati dan tangkal seluruh paham radikal untuk merubah NKRI. Di tengah hampir semua ormas islam menyatakan bahwa NKRI harga mati.

Di sisi lain BNPT dengan program deradikalisasinya membuat seluruh instansi larut dalam pusaran isu ISIS sebagai legitimasi. Dan semua kementrian lintas sektoral diinstruksikan agar sinergi mengawal penangkalan terhadap paham radikal di antaranya khilafah dan jihad. Yakni sinergi Kemenlu, Menkoinfokom, Mabes TNI, BNPT, BAIS, Komnas HAM, Pengadilan Tinggi, dan lain-lain. Sementara itu juga ditempuh jalan legal melalui regulasi dengan substansi antara lain ; menjerat aktifitas yang diklaim sebagai menghasut, provokasi, menebar ideologi kebencian, mengajak kekerasan, mengancam kebinekaan melalui RUU BNPT, revisi UU Terorisme dan RUU Paham Radikal.

Selain jalan ilegal melalui rekayasa. Rekayasa untuk menjadikan gerakan islam yang diklaim sebagai radikal pemikiran hanya sebagai "pemanis" dalam pernak pernik Demokrasi. Atau melakukan operasi 5i pada gerakan radikal aksi. Infiltrasi, radikalisasi, aksi, stigmatisasi dan monsterisasi. Mengkotak khilafah dan jihad sebatas wacana pemikiran saja. Menyumbat seluruh saluran yang memungkinkan terjadinya Islam sebagai aturan hidup bernegara dan bermasyarakat. Dengan memantapkan doktrin bela negara sebagai sumpah setia TNI Polri mengawal dan menjaga NKRI.

Secara internasional, akhir Oktober ini PBB meminta sekitar 17 orang disetor sebagai teroris dari Indonesia jika tidak dilaksanakan maka dikenakan sanksi dan lain lain. Dimunculkan juga resolusi PBB untuk membekukan aset dan penyitaan aset sampai tujuh turunan kepada yang diklaim teroris.

Ke arah mana lagi mereka akan berkicau?

Wallahu a’lam bis shawab. - See more at: http://www.voa-islam.com/read/world-analysis/2014/09/14/32837/kemana-arah-kicau-isu-islamic-state-isis-ini-dibawa/#sthash.0rNYtYwo.dpuf

9/10/14

Kesesatan Ahmadiyah

Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad


Pria Penghina Nabi dan Umat Islam itu “Mewek” Saat Hakim Menjatuhkan Hukuman

Ia mengirim komentar yang menyinggung perasaan penganut agama Islam termasuk “Selamat menyambut hari setan Idul Fitri pada 28 Juli 2014'


Hidayatullah.com–Seorang supervisor situs konstruksi mendapat ganjaran penjara oleh Pengadilan Sesi Kuala Lumpur hari Rabu (10/09/2014) setelah mengaku bersalah atas tuduhan membuat komentar yang menghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam dan Islam melalui akun Facebook, Juni lalu.

Tertuduh, Chow Mun Fai ( 37), yang juga menyebutkan nama lain ‘Chow Jack’ membuat pengakuan itu ketika tuduhan dibacakan di hadapan Hakim Azman Mustapha.

Saat mendengar tuduhan diajukan jaksa Suhaimi Ibrahim, Mun Fai yang hadir ke pengadilan, mengenakan kaos pink dan celana biru, terlihat menangis terisak-isak.

Mun Fai dituduh telah menggunakan aplikasi Facebook dan mengirim komentar yang menyinggung perasaan penganut agama lain termasuk “Selamat menyambut hari setan Idul Fitri pada 28 Juli 2014′.

Mun Fai dituduh melakukan kesalahan itu saat di Kuala Lumpur Performing Art Centre (KLPAC), Sentul Park, jam 10.30 pagi, pada 12 Juni lalu.

Penuntutan terhadapnya diajukan berdasarkan Pasal 233 (1) (a) Akta Komunikasi dan Multimedia 1998 (Akta 588) yang membawa hukuman denda maksimum RM50,000 atau penjara maksimal satu tahun atau kedua-duanya jika terbukti bersalah.

Pihak pengacaranya, Ahmad Ridza Mohd Noh yang mewakili Mun Fai, memohon agar hukumannya diringankan dengan alasan terdakwa harus menjaga kedua orangtuanya yang sudah uzur.

Orang diingatkan untuk tidak menyiarkan kata-kata bersifat ofensif yang dapat menimbulkan kemarahan orang lain sehingga menyebabkan runtuhnya keharmonisan dalam kalangan masyarakat ini,” kata Hakim Azman Mustapha, dikutip Berita Harian, sebelum menjatuhkan hukuman penjara setahun pria keturunan Thionghoa itu.*


Segelas Air Pagi Hari Membuat Berpikir Lebih Tajam Sepanjang Hari

Hidayatullah.com–Apa yang biasa kita lakukan saat pertama usai bangun tidur? Sebagian orang memilih ke kamar mandi atau kegiatan lain. Namun sejumlah pakar kesehatan menyarankan sebaiknya meminum segelas air putih.

Kenapa kita harus minum air putih ketika bangun tidur? Berikut delaman manfaan minum air pagi hari usai bagun tidur yang disarikan dari menprovement dan healthrecoverytips sebagaimana dikutip DW.DE.

Mengatasi Dehidrasi

Ketika terbangun dari tidur berjam-jam, tubuh mengalami dehidrasi. Dengan memberi asupan air kembali ke tubuh maka, badan akan lebih segar, lebih banyak energi alami sepanjang pagi, sehingga kita menjadi lebih sehat dan bahagia.

Mengurangi Sembelit

Penyebab utama sembelit adalah dehidrasi. Minum air ketika bangun tidur tidak hanya akan mngatasi dehidrasi tetapi akan membantu meringankan sembelit, mendorong orang buang air besar dan merangsang gerakan usus di pagi hari. Ini adalah cara yang bagus untuk memulai hari.

Mengeluarkan Racun

Minum air setelah bangun tidur akan mendorong keluar racun yang tidak diinginkan dari tubuh. Saat orang tidur, terjadi perbaikan tubuh. Hasilnya adalah racun menunggu untuk terperas keluar. Tubuh yang bersih dari racun, membuat kulit menjadi bersih dan cemerlang.

Menyerap Nutrisi

Minum air saat perut kosong akan membersihkan usus, sehingga memudahkan tubuh dalam menyerap berbagai nutrisi.

Menyeimbangkan Sistem Getah Bening

Minum air di pagi hari juga menyeimbangkan sistem getah bening tubuh manusia. Ini penting untuk meningkatkan kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan meningkatkan sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi.

Baik untuk Metabolisme Tubuh

Minum air juga membantu menurunkan berat badan. Tapi air minum setelah bangun tidur adalah cara yang paling optimal untuk melakukannya. Minum air di pagi hari telah terbukti untuk meningkatkan potensi pembakaran kalori sepanjang hari. Air yang diminum juga bisa mengekang nafsu makan, yang memungkinkan orang untuk membuat pilihan cerdas bagi sarapannya.

Bahan Bakar bagi Otak

Faktanya, 75 dari orang terdiri dari air. Jika sudah minum cukup air, maka otak berfungsi pada tingkat yang optimal. Segelas air di pagi hari akan membuat berpikir lebih tajam dan jelas sepanjang hari.

Produksi Sel Baru

Darah terdiri dari 83 persen air, sedangkan jaringan otot terdiri dari sekitar 75% air. Konsumsi air di pagi hari meningkatkan produksi sel-sel darah dan otot baru.*

Kenaikan Harga BBM: Mengorbankan Rakyat, Menguntungkan Pihak Asing

[Al-Islam edisi 720, 10 Dzulqa’dah 1435 H-5 September 2014 M]

Belakangan ini usulan kenaikan harga BBM mulai ramai didesakkan. Pemerintah SBY didesak untuk menaikkan harga BBM. Desakan di antaranya datang dari calon presiden terpilih Jokowi dan partai pengusungnya, PDIP. Desakan ini diamini oleh parpol pendukung lainnya: Hanura, Nasdem dan PKB.

Demi Rakyat?

Semua pihak, baik yang mendesak agar harga BBM dinaikkan maupun Pemerintah yang kali ini menolak, sama-sama mengatasnamakan rakyat.

Menko perekonomian Chaerul Tanjung mengungkapkan, pada akhir masa jabatannya, kenaikan harga BBM tidak akan dilakukan Pemerintah SBY. Apalagi dalam dua tahun belakangan Pemerintah sudah menaikkan beberapa komoditas. Di antaranya: harga BBM naik 33 persen pada 2012; tarif dasar listrik (TDL) naik pertiga bulan sejak tahun lalu; dan dalam waktu dekat ada rencana menaikan harga gas elpiji 12 kilogram. “Pemerintah tidak ingin membebani masyarakat,” katanya (Republika, 27/8).

Sebaliknya, dari tim Jokowi-JK di bidang Ekonomi, Arif Budimanta, mengungkapkan alasan PDIP sepakat menaikkan harga BBM subsidi tahun ini. Menurut dia, jika subsidi BBM ini tetap diteruskan, pendidikan sampai 12 tahun tidak berjalan; pembangunan rumah sakit dan penjaminan kesehatan juga tidak akan bertambah. ”Kalau mau meningkatkan kemakmuran rakyat, tinggal pilih: kita mau meningkatkan di sektor produktivitas, pendidikan, kesehatan, infrastruktur atau hanya sekadar memikirkan kepentingan subsidi kendaraan,” kata Arif (Tribunnews.com, 1/9).

Tentu kita semua masih ingat, Pemerintah SBY tahun 2012 menaikkan harga BBM 33% dengan alasan demi rakyat. Alasannya, besaran subsidi BBM telah membebani APBN. Anggaran pembangunan pun jadi minim. Karena itu dijanjikan, pengurangan subsidi BBM akan dialihkan untuk pembangunan. Alasan dan dalih yang sama sekarang digunakan oleh mereka yang mendesak agar harga BBM dinaikkan.

Harus diingat, PDIP yang saat ini mendesak kenaikan harga BBM, tahun 2012 sangat getol menolak kenaikan harga BBM, bahkan dengan mengerahkan massa. Alasannya, kenaikan harga BBM akan menyusahkan rakyat. Sekarang, alasan yang sama dipakai oleh Pemerintah SBY untuk menolak desakan kenaikan harga BBM.

Semua itu membuktikan bahwa alasan ‘atas nama rakyat’ dan ‘demi kepentingan rakyat’ itu hanya dijadikan bahan jualan saja.

Sama-Sama Rezim Neolib

Salah satu ciri rezim neo-liberal (neolib) adalah terus mempermasalahkan (besaran) subsidi. Kebijakan rezim ini adalah mengurangi bahkan menghapus subsidi. Jika ciri ini diterapkan pada pemerintah lama dan pemerintah baru mendatang, jelaslah keduanya sama-sama rezim neolib.

Pemerintah SBY telah membuktikan diri sebagai rezim neolib. Besaran subsidi terus dikurangi. Beberapa jenis subsidi bahkan sudah dihilangkan. Kenaikan harga BBM rata-rata 33% pada 2012 lalu menegaskan sifat neolib itu.

Pemerintah baru, Pemerintah Jokowi, sejak awal telah menegaskan diri sebagai rezim neolib. Belum memerintah, Jokowi dan parpol pendukungnya telah menegaskan sifat neolib itu dengan menyetujui bahkan mendesak Pemerintah SBY agar menaikkan harga BBM tahun ini. Ketika desakan itu tidak dituruti, Jokowi menegaskan bahwa pemerintahannya akan menaikkan harga BBM.

Jokowi mengatakan bahwa menaikkan harga BBM merupakan jalan satu-satunya untuk menekan defisit anggaran. “Sudah bolak-balik saya sampaikan bahwa untuk menekan defisit anggaran pada tahun 2015 itu memang jalan satu-satunya di situ. Kamu harus mengerti dong, subsidi BBM itu gede banget, 400 triliun, bahkan 433 triliun untuk tahun depan,” ujar Jokowi (Tribunnews.com, 30/8).

Jika opsi (pilihan) ini diambil, itu akan dilakukan pada November 2014 atau setelah Januari 2015. Opsi kenaikannya antara 500-3000 rupiah perliter (Kontan.co.id, 1/9). Boleh jadi, kenaikan harga BBM akan menjadi ‘kado pertama’ dari Jokowi-JK untuk rakyat.

Subsidi untuk Pihak Asing

Dalam pandangan Pemerintah, yang disebut subsidi BBM adalah saat BBM dijual di bawah harga pasar internasional. Jika demikian maknanya, maka selama ini Pemerintah terus mensubsidi pihak asing seperti Cina, Korea, Jepang, AS dan lainnya. Mengapa? Karena Pemerintah menjual gas tersebut jauh di bawah harga pasar internasional. Gas Blok Tangguh sejak masa Megawati dijual ke Cina melalui kontrak 25 tahun dengan harga jauh di bawah harga internasional. Saat itu harganya hanya US$ 2,7 per MMBTU. Lalu naik menjadi US$ 3,5 per MMBTU. Harga internasionalnya saat itu adalah US$ 15-18 per MMBTU. Kerugian negara atas penjualan gas murah ke Cina itu diperkirakan sekitar Rp 500 triliun pertahun (Tribunnews.com, 12/3). Artinya, Pemerintah Indonesia mensubsidi Cina sekitar US$ 12 per MMBTU gas. Awal Juli lalu, Pemerintah mengklaim sukses merenegosiasi harga gas ke Cina menjadi US$ 8 per MMBTU (Detik.finance, 30/6). Meski naik, subsidi ke Cina masih besar sekitar US$ 10 per MMBTU. Begitu juga subsidi ke Korea. Harga jual gas Tangguh ke Korea hanya US$ 4,1 per MMBTU. Hal ini juga terjadi pada harga jual gas ke Jepang dan AS.

Alasan Dusta!

Menaikkan harga BBM diklaim sebagai satu-satunya jalan karena tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan APBN. Alasan itu dipakai Pemerintahan SBY kala itu dan ditolak oleh PDIP. Sekarang, alasan yang sama dipakai Jokowi dan PDIP. Namun, alasan dulu atau sekarang sama saja: sama-sama dusta! Masih banyak jalan lain.

Sebelum Pilpres, menurut tim ekonomi Jokowi-JK, Darmawan Prasodjo, untuk mengatasai masalah subsidi BBM, di antara langkah pertama Jokowi adalah janji bahwa pemerintahannya akan fokus mengurangi kebocoran-kebocoran akibat penyelundupan BBM ke luar negeri. Ada kebocoran penggunaan BBM karena adanya penyelundupan sebesar 15% atau sekitar Rp 42 triliun. Jika pengawasan kepada aparat daerah diperkuat, setidaknya Rp 42 triliun itu bisa dihemat. Lalu pada tahun pertama akan dimulai konversi BBM yang mahal ke gas yang murah. Selain itu, pemborosan 20% BBM bersubsidi juga akan ditekan dengan memperbanyak transportasi publik (Kontan.co.id, 12/6/14).

Jokowi juga berjanji akan memotong subsidi energi secara bertahap. Contohnya adalah penggunaan bahan bakar untuk pembangkit listrik milik PLN yang mesti diganti dari BBM ke gas atau batubara. ”Itu sudah menghemat sekitar Rp 70 triliun,” katanya (Kompas.com, 16/8).

Pemerintahan Jokowi juga berjanji akan: memberantas mafia minyak yang disoal banyak pihak; membeli minyak mentah dan olahan langsung dari produsen, tidak melalui broker seperti selama ini; membangun kilang di dalam negeri; mengurangi anggaran perjalanan yang di RAPBN 2015 sebesar 32 triliun; mengganti BBM dengan gas untuk pembankit PLN yang selama ini memang sudah siap memakai gas; mengalihkan pembayaran bunga utang termasuk bunga utang obligasi rekap BLBI; mengefisienkan belanja pegawai termasuk dengan merampingkan lembaga dan jabatan yang tumpang-tindih; dan jalan lainnya.

Pertanyaannya: seriuskah janji-janji itu akan diwujudkan?

Demi Para Kapitalis dan Pihak Asing

Yang jelas, kenaikan harga BBM pasti membuat rakyat susah. Jika harga BBM naik, harga transportasi pasti naik; harga bahan baku naik; harga semua kebutuhan pasti akan naik dan inflasi akan naik. Akibatnya, daya beli rakyat turun. Yang paling terdampak adalah rakyat dengan pendapatan pas-pasan. Kenaikan harga BBM akan menambah jutaan jumlah orang miskin.

Jika pun benar pengurangan subsidi dialihkan untuk pembangunan infrastruktur, yang pertama-tama untung adalah para kapitalis dan pihak asing. Pasalnya, Jokowi senang menyerahkan pembangunan infrastruktur kepada pihak asing. Pembangunan MRT, misalnya, diserahkan ke Jepang; pengadaan Bus Transjakarta dan kereta monorel diserahkan ke Cina.

Pengurangan subsidi juga diklaim untuk menciptakan pertumbuhan. Ini pun akan lebih banyak dinikmati oleh orang kaya dan para kapitalis. Pasalnya, rasio gini terus meningkat. Pada 2012 saja rasio gini sebesar 0,41. Artinya, 1% penduduk menikmati 41% pendapatan, kekayaan atau sumberdaya.

Jika harga BBM naik, yang langsung untung adalah pihak asing pelaku bisnis eceran BBM. Jika harga BBM naik, orang akan belanja BBM ke SPBU asing seperti Shell dan Total. Pembeli BBM di SPBU Pertamina yang BUMN pasti berkurang.

Sebenarnya, pengurangan subsidi termasuk kenaikan harga BBM adalah amanat liberalisasi dalam LoI IMF, Januari 2000. Pengurangan subsidi sekaligus merupakan perintah Bank Dunia dan syarat pemberian utang (Indonesia Country Assistance Strategy, World Bank, 2001).

Bank Dunia bahkan sudah mewanti-wanti: pemenang Pemilu harus menaikkan BBM. Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chaves mengatakan, Bank Dunia ingin agar pemerintahan yang baru bisa mengurangi subsidi BBM. “Tidak terlalu penting siapa yang menang. Yang diperhatikan adalah bagaimana mereka yang terpilih menerapkan kebijakan. Salah satunya, siapa nantinya yang berani mengurangi subsidi BBM,” ujar Chaves (Detikfinance, 21/7/2014).

Alhasil, demi para kapitalis dan pihak asinglah sesungguhnya kenaikan harga BBM itu dilakukan meski harus dengan mengorbankan rakyat banyak.

Harus Dikelola Sesuai Syariah

Minyak dan gas (migas) serta sumberdaya alam (SDA) lainnya yang melimpah dalam pandangan Islam merupakan milik umum. Pengelolaannya harus diserahkan kepada negara untuk kesejahteraan rakyat. Tambang migas itu tidak boleh dikuasai swasta apalagi pihak asing. Rasul saw. bersabda:

«الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلاَثٍ فِي الْكَلاَءِوَالْمَاءِ وَالنَّارِ»

Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal: padang rumput, air dan api (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Karena itu, kebijakan kapitalistik, yakni liberalisasi migas baik di sektor hilir (termasuk kebijakan harganya) maupun di sektor hulu yang sangat menentukan jumlah produksi migas, juga kebijakan zalim dan khianat serupa harus segera dihentikan. Sebagai gantinya, migas dan SDA lainnya harus dikelola sesuai syariah. Jalannya hanya satu, melalui penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah ar-Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwah. Saat itulah SDA dan migas akan menjadi berkah yang menyejahterakan seluruh rakyat. WalLâh a’lam bi ash-shawâb. []

9/8/14

Pasca Ditutupnya Pusat Kebudayaan Iran, Syiah Kehilangan Ladang Terbesarnya di Afrika

Pasca ditutup dan diusirnya kegiatan Syiah yang diadakan atase kebudayaan Iran di Sudan, pemerintah Teheran dilaporkan kehilangan salah satu ladang terbesar penyebaran Syiah di Timur Tengah.

Dalam pernyataannya hari Selasa (02/09) kemarin, dai ternama Arab Saudi Muhammad Airifi mengatakan “Iran telah menargetkan Sudan sebagai salah satu negara penyebaran Syiah di dunia, sebelum berhasil ditutup oleh pemerintah Khartoum.

Tercatat pada hari Senin (01/09) kemarin, pemerintah Sudan memerintahkan untuk menutup Pusat Kebudayaan Iran di ibukota Khartoum, dan meminta atase kebudayaan Iran untuk meninggalkan Sudan dalam waktu 72 jam kedepan.

Sebelumnya pemerintah Sudan mendapat Isolasi dari negar-negara Arab di kawasan Teluk, setelah menghidupkan kembali hubungan dengan pemerintahan Iran dan membolehkan mendirikan pusat kebudayaannya di Sudan.

Perlu diketahui bahwa situs intelejen Debka Israel mengungkapkan pada 26 juni 2013 lalu, mengenai perjanjian rahasia antara pemerintah Iran dan Sudan untuk membangun sebuah pangkalan angkatan laut dikawasan pesisir Laut MerahSudan, yang akan digunakan untuk mentransfer senjata berat, seperti rudal, tank dan artileri ke Suriah dan Hizbullah di Lebanon. (Rassd/Ram)