9/2/14

Inilah 66 Janji Jokowi dalam Kampanye Pilpres 2014, Ayo Catat dan Tagih!

JAKARTA (voa-islam.com) - Seperti kita ketahui bersama, Jokowi-JK telah memenangkan Pemilu Pemilihan Presiden Indonesia yang ke tujuh. Dalam kampanye yang dihelat bulan Juli lalu setidaknya ada 66 janji yang terucap dalam kampanye pilpres, apa saja?

1. Janji Jokowi-JK Besarkan Pertamina Kalahkan Petronas dalam 5 Tahun
http://finance.detik.com/read/2014/07/04/081943/2627515/1034/janji-jokowi-jk-besarkan-pertamina-kalahkan-petronas

2. Jokowi Janjikan Bangun 50 Ribu Puskesmas
http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/05/09/jokowi-janjikan-bangun-50-ribu-puskesmas

3. Swasembada Pangan
http://www.merdeka.com/politik/5-janji-jokowi-perbaiki-ekonomi-indonesia-jika-jadi-presiden.html

4. Membuat Bank Tani untuk Mengurangi Impor Pangan
http://www.merdeka.com/politik/5-janji-jokowi-perbaiki-ekonomi-indonesia-jika-jadi-presiden.html

5. Jokowi Janji akan Tetap Blusukan bila Jadi Presiden
http://news.detik.com/read/2014/08/03/143519/2651923/10/jokowi-janji-akan-tetap-blusukan-bila-jadi-presiden?9911012

6. Jokowi Janji Benahi Kawasan Masjid Agung Banten
https://id-id.facebook.com/notes/fesbuk-banten-news/jika-terpilih-menjadi-presiden-jokowi-janji-benahi-kawasan-masjid-agung-banten/10151943340196717

7. Jokowi Janji Cetak 10 Juta Lapangan Kerja Jika Jadi Presiden
http://bisnis.liputan6.com/read/2072282/jokowi-janji-cetak-10-juta-lapangan-kerja-jika-jadi-presiden

8. Jokowi Janji Buka 3 Juta Lahan Pertanian
http://berita.plasa.msn.com/nasional/jpnn/muliakan-petani-jokowi-janji-buka-3-juta-lahan-pertanian-1

9. Jokowi Janji Batasi Bank Asing
http://www.merdeka.com/pemilu-2014/janji-manis-prabowo-jokowi-saat-debat-soal-ekonomi/jokowi-janji-batasi-bank-asing.html

10. Berjanji Membangun Tol Laut dari Aceh hingga Papua
http://pemilu.sindonews.com/read/870645/113/jokowi-jk-janji-upayakan-jalan-tol-laut-aceh-papua

11. Jokowi Janji Beri Berapapun Anggaran Pendidikan
http://www.merdeka.com/pemilu-2014/janji-manis-prabowo-jokowi-saat-debat-soal-ekonomi/jokowi-janji-beri-berapapun-anggaran-pendidikan.html

12. Berjanji untuk Mengurangi Impor Pestisida dan Bibit Pertanian
http://www.merdeka.com/politik/5-janji-jokowi-perbaiki-ekonomi-indonesia-jika-jadi-presiden/kurangi-impor-pupuk.html

13. Jokowi Janji Hapus Ujian Nasional
http://pemilu.metrotvnews.com/read/2014/06/10/251278/jokowi-janji-hapus-ujian-nasional

14. Membangun E-government, E-budgeting, E-procurement, E-catalog, E-audit Kurang dari 2 Minggu
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/07/23/121327/2645746/1562/3/revolusi-mental-dan-8-janji-jokowi-jk

15. Terbitkan Perpres Pemberantasan Korupsi
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/07/23/121327/2645746/1562/4/revolusi-mental-dan-8-janji-jokowi-jk

16. Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/07/23/121327/2645746/1562/5/revolusi-mental-dan-8-janji-jokowi-jk

17. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur seperti, Pelabuhan, Bandara, di wilayah Indonesia Bagian Timur
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/07/23/121327/2645746/1562/5/revolusi-mental-dan-8-janji-jokowi-jk

18. Dana Rp 1,4 Miliar per Desa Setiap Tahun
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/07/23/121327/2645746/1562/6/revolusi-mental-dan-8-janji-jokowi-jk

19. Kepemilikan Tanah Pertanian untuk 4,5 juta Kepala Keluarga dan Perbaikan Irigasi di 3 juta Hektar Sawah
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/07/23/121327/2645746/1562/6/revolusi-mental-dan-8-janji-jokowi-jk

20. Membangun 100 Sentra Perikanan yang dilengkapi Lemari Berpendingin
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/07/23/121327/2645746/1562/7/revolusi-mental-dan-8-janji-jokowi-jk

21. Membentuk Bank Khusus Nelayan
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/07/23/121327/2645746/1562/7/revolusi-mental-dan-8-janji-jokowi-jk

22. Menggunakan Pesawat Tanpa Awak untuk meng-Cover wilayah lndonesia
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/07/23/121327/2645746/1562/8/revolusi-mental-dan-8-janji-jokowi-jk

23. Meningkatkan Pemberian Beasiswa
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/07/23/121327/2645746/1562/9/revolusi-mental-dan-8-janji-jokowi-jk

24. Mengalihkan Penggunaan BBM ke Gas dalam waktu 3 Tahun
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/07/23/121327/2645746/1562/10/revolusi-mental-dan-8-janji-jokowi-jk

25. Jokowi Janji 'Sulap' KJS-KJP Jadi Indonesia Sehat dan Indonesia Pintar
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/05/24/103257/2591407/1562/jokowi-janji-sulap-kjs-kjp-jadi-indonesia-sehat-dan-indonesia-pintar

26. Tidak bagi-bagi Kursi Menteri ke Partai Pendukungnya
http://m.merdeka.com/pemilu-2014/buka-koalisi-tapi-jokowi-tak-janji-bagi-bagi-kursi-menteri.html

27. Jokowi Janji Tak Berada di bawah Bayang Megawati
http://www.solopos.com/2014/07/22/hasil-pilpres-2014-jokowi-janji-tak-berada-di-bawah-bayang-megawati-521083

28. Membenahi Jakarta (macet, banjir, dll)
http://megapolitan.kompas.com/read/2014/05/08/2152423/.Jokowi.Akan.Membenahi.Jakarta.dengan.Cara.Lain.

29. Mendukung kemerdekaan dan mendirikan KBRI di Palestina
http://www.beritasatu.com/nasional/192571-jk-indonesia-siap-buka-kbri-di-palestina.html

30. Tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional
http://beta.antaranews.com/berita/441336/jokowi-janji-tetapkan-hari-santri-nasional-pada-1-muharam

31. Mudah ditemui oleh warga Papua
http://jkw4p.com/bila-jadi-presiden-jokowi-janji-warga-papua-akan-gampang-menemuinya/

32. Menurunkan harga sembako, meningkatkan kualitas dan kuantitas program raskin
http://www.indopos.co.id/2014/06/kampanye-di-purwakarta-jokowi-janji-urus-outsourcing.html

33. Memperhatikan permasalahan outsourcing
http://www.indopos.co.id/2014/06/kampanye-di-purwakarta-jokowi-janji-urus-outsourcing.html

34. Menghapus subsidi BBM
http://finance.detik.com/read/2014/05/31/101625/2596038/1034/jokowi-mau-hapus-subsidi-bbm-prabowo-kurangi-subsidi-orang-kaya

35. Meningkatkan profesionalisme, menaikkan gaji dan kesejahteraan PNS, TNI dan Polri
http://surabaya.bisnis.com/read/20140703/94/72739/inilah-9-janji-utama-jokowi-jk-jika-menang-pilpres-2014

36. Meningkatkan anggaran penanggulangan kemiskinan termasuk memberi subsidi Rp1 juta per bulan untuk keluarga pra sejahtera sepanjang pertumbuhan ekonomi di atas 7%
http://surabaya.bisnis.com/read/20140703/94/72739/inilah-9-janji-utama-jokowi-jk-jika-menang-pilpres-2014

37. Perbaikan 5.000 pasar tradisional dan membangun pusat pelelangan, penyimpanan dan pengolahan ikan
http://surabaya.bisnis.com/read/20140703/94/72739/inilah-9-janji-utama-jokowi-jk-jika-menang-pilpres-2014

38. Membantu meningkatkan mutu pendidikan pesantren guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional dan Meningkatkan kesejahteraan guru-guru pesantren sebagai bagian komponen pendidik bangsa
http://surabaya.bisnis.com/read/20140703/94/72739/inilah-9-janji-utama-jokowi-jk-jika-menang-pilpres-2014

39. Akan berbicara terkait kasus BLBI
http://www.jpnn.com/read/2014/07/17/246771/Jokowi-Janji-Bicara-Kasus-BLBI-jika-Jadi-Presiden-

40. Memperkuat KPK (meningkatkan anggarannya 10x lipat, menambah jumlah penyidik, regulasi)
http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2069113/jokowi-janji-tingkatkan-anggaran-kpk-10-kali-lipat

41. Menghentikan impor daging
http://pemilu.metrotvnews.com/read/2014/07/06/261741/jokowi-jk-janji-hentikan-impor-daging-dalam-5-6-tahun

42. Menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di sektor pertanian, perikanan, dan manufaktur
http://fokus.news.viva.co.id/news/read/512458-debat-capres-kedua%E2%80%93janji-siapa-paling-realistis-

43. Pembangunan infrastruktur seperti jalan, listrik, irigasi, dan pelabuhan
http://fokus.news.viva.co.id/news/read/512458-debat-capres-kedua%E2%80%93janji-siapa-paling-realistis-

44. Meningkatkan 3 kali lipat anggaran pertahanan
http://nasional.kompas.com/read/2014/06/22/2225457/Jokowi.Janji.Tingkatkan.3.Kali.Lipat.Anggaran.Pertahanan

45. Meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembenahan tenaga pengajar yang punya kemampuan merata diseluruh Nusantara
http://www.merdeka.com/politik/5-janji-jusuf-kalla-di-pengembangan-sdm-dan-iptek.html

46. Jokowi Pilih Mendikbud dari PGRI Jika Jadi Presiden
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/06/01/231136/2596646/1562/jokowi-pilih-mendikbud-dari-pgri-jika-jadi-presiden

47. Memberikan gaji besar bagi para ahli asal Indonesia
http://www.merdeka.com/politik/5-janji-jusuf-kalla-di-pengembangan-sdm-dan-iptek/berikan-gaji-besar-bagi-para-ahli-asal-indonesia.html

48. Menaikkan gaji guru
http://www.merdeka.com/politik/5-janji-jusuf-kalla-di-pengembangan-sdm-dan-iptek/jk-janji-kerja-cepat-naikkan-gaji-guru.html

49. Sekolah gratis
http://www.merdeka.com/politik/5-janji-jusuf-kalla-di-pengembangan-sdm-dan-iptek/sekolah-gratis.html

50. Menangani kabut asap di Riau
http://m.koran-sindo.com/node/393930

51. Membeli kembali Indosat
http://www.solopos.com/2014/06/22/debat-capres-2014-jokowi-janji-beli-kembali-indosat-514768

52. Membangun industri maritim
http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/22/269595079/Jokowi-Pilih-Pidato-di-Kapal-untuk-Bangun-Maritim

53. Menyederhanakan regulasi perikanan
http://dprd-tegalkota.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=3066&Itemid=18

54. Mempermudah nelayan mendapatkan Solar sebagai bahan bakar kapal dengan mendirikan SPBU khusus
http://dprd-tegalkota.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=3066&Itemid=18

55. Membuktikan janji-janji dalam visi-misi
http://www.koran-sindo.com/node/402621

56. Menyejahterakan kehidupan petani
http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/03/269590217/Di-Bandung-Jokowi-Janji-Sejahterakan-Petani

57. Mengelola persediaan pupuk dan menjaga harga tetap murah
http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/03/269590217/Di-Bandung-Jokowi-Janji-Sejahterakan-Petani

58. Membangun banyak bendungan dan irigasi
http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/03/269590217/Di-Bandung-Jokowi-Janji-Sejahterakan-Petani

59. Menyusun kabinet yang ramping dan diisi oleh profesional
http://finance.detik.com/read/2014/07/23/064514/2645350/4/jokowi-harus-ingat-janji-susun-kabinet-ramping-dan-profesional

60. Menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran HAM di masa lalu
http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/07/23/amnesty-international-jokowi-mesti-wujudkan-janji-janji-ham

61. Menjadikan perangkat desa jadi PNS secara bertahap
http://www.solopos.com/2014/07/03/pilpres-2014-9-program-nyata-jokowi-janji-naikkan-kesejahteraan-pns-516971

62. Meningkatkan Industri Kreatif sebagai salah satu Kunci Kesejahteraan Masyarakat
http://compusiciannews.com/detail?idnews=1220#.U94B91V_vfI

63. Cuma satu dua jam saja di kantor, selebihnya bertemu rakyat
http://politik.news.viva.co.id/news/read/513505-bila-jadi-presiden--joko-cuma-ingin-1-2-jam-di-kantor

64. Jika Menang, Jokowi Janjikan Internet Cepat
http://www.kabar24..com/nasional/read/20140627/98/222330/pilpres-2014-jika-menang-jokowi-janjikan-internet-cepat


65. Menyelesaikan masalah korban lumpur Lapindo
http://www.tempo.co/read/news/2014/05/30/078581138/Jokowi-Kontrak-Politik-dengan-Korban-PT-Lapindo

66. Mengusut kasus penculikan aktivis pada 1998
http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/05/269590563/Jokowi-Akan-Usut-Kasus-Penculikan-Aktivivis-1998


Dengan banyaknya janji yang diumbar, maka sudah sepantasnya Jokowi mendaparkan rekor MURI sebagai "Capres dengan Janji Terbanyak di-Indonesia".

Belum lagi jika ditambah janji kampanye Jokowi saat pilgub DKI Jakarta 2 tahun lalu. Dalam 2 tahun tercatat Jokowi sudah mengobral 85 janji kepada rakyat selama kampanye. Ada 19 janji Jokowi yang gagal direalisasikan saat kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta dahulu seperti yang dimuat oleh situs resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tertanggal 24 September 2012. Di mana, situs ini memuat hasil catatan dari Harian Terbit selama Jokowi berkampanye. Berikut salah dua diantaranya:
  • Tidak memakai Voorijder untuk merasakan juga kemacetan
  • Akan memimpin Jakarta selama lima tahun. Tidak menjadi kutu loncat dengan mengikuti Pemilu 2014 (Jumpa pers di rumah Megawati Soekarnoputri, 20 September 2012)

19 Janji Jokowi sewaktu Pilgub DKI
http://www.republika.co.id/berita/pemilu/berita-pemilu/14/03/15/n2h8sz-ingat-inilah-19-janji-jokowi-saat-pilgub-dki-2012

Mari kita lihat apakah Jokowi-Jk mampu merealisasikan semua janji manisnya atau hanya pepesan kosong belaka untuk pencitraan politik seperti yang ramai diprediksi. Bagi logika para pendukungnya, "Semakin banyak berjanji maka akan semakin mudah janji-janji itu untuk dipenuhi."

Empat (prilaku) kalau seseorang ada padanya, maka dia termasuk benar-benar orang munafik. Kalau berbicara berdusta, jika berjanji tidak menepati, jika bersumpah khianat, jika bertikai, melampau batas. Barangsiapa yang terdapat salah satu dari sifat tersebut, maka dia memiliki sifat kemunafikan sampai dia meninggalkannya." (HR Bukhari, 3178 dan Muslim, 58)

"Barangsiapa yang tidak menepati janji seorang muslim, maka dia mendapat laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan." (HR Bukhari, 1870 dan Muslim, 1370)

[Donseller/voa-islam.com] - See more at: http://www.voa-islam.com/read/liberalism/2014/09/02/32620/ini-66-janji-manis-jokowi-saat-kampanye-pilres-ayo-catat-dan-tagih/#sthash.bw5dIkdK.dpuf

Merasa Kuat, Syiah Houthi Gelar Unjuk Rasa Damai Gulingkan Pemerintahan Sunni Yaman

Puluhan ribu warga Syiah Houthi kembali memadati Lapangan Perubahan di tengah ibukota Yaman, Sanaa, Senin (01/09), setelah pimpinan Syiah Houthi Abdul-Malik menyerukan pembangkangan sipil.

Dalam ultimatum terakhirnya hari Minggu (31/08) kemarin, warga Syiah Houthi Yaman mengancam akan mengubah aksi damai dengan melakukan serangan berdarah, jika pemerintah terus membubarkan paksa aksi demonstrasi di pintu masuk utama ke ibukota yang telah berlangsung sejak 2 pekan lalu.

Tercatat 2 pekan lalu puluhan ribu warga Houthi menggelar aksi unjuk rasa di wilayah pinggiran ibukota, setelah pasukan pemerintah mencegah warga Houthi untuk memauski wilayah ibukota Sanaa.

Ribuan tenda didirikan warga Houthi di dekat gedung Kementerian Dalam Negeri dalam aksinya tersebut. (Alarabiya/Ram)

8/31/14

6 Persoalan Hidup Menurut Al-Ghazali

Oleh: Yurizal

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu ia bertanya kepada mereka, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?” Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi menurut Imam Ghozali yang paling dekat dengan manusia adalah “mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Lihat QS. Ali Imran ayat 185)

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?” Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. “Apa yang paling besar di dunia ini?” Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu” (Al A’Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?” Ada yang menjawab dengan jawaban, baja, besi, dan gajah. “Semua jawaban hampir benar,” kata Imam Ghozali, “tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH” sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ahzab ayat 72.

Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?” Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan solat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat.

Lantas pertanyaan ke enam adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?” Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang… Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”. Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

yurizal@tm.net.my

Jubir HTI: Walisongo itu Utusan Khilafah

JAKARTA (voa-islam.com) - Hizbut Tahrir yang secara konsisten menyeru dan membina masyarakat agar turut memperjuangkan khilafah, dengan tegas malah menolak pendeklarasian khilafah oleh ISIS. Mengapa? Temukan jawabannya dalam wawancara wartawan Media Umat Joko Prasetyo dengan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto. Berikut petikannya.

Bagaimana Hizbut Tahrir melihat pendeklarasian khilafah oleh ISIS?

Sikap Hizbut Tahrir sangatlah jelas. Intinya, HT menolak keabsahan kekhalifahan yang dideklarasikan oleh ISIS dengan khalifahnya bernama Abu Bakar Al Baghdadi, karena tidak memenuhi empat syarat sekaligus.
Yakni,
  • Pertama, khilafah semestinya menguasai satu wilayah otonom, bukan berada di bawah sebuah negara.
  • Kedua, semestinya khilafah mengontrol penuh keamanan dan rasa aman di wilayah itu.
  • Ketiga, khilafah semestinya mampu menerapkan syariah Islam secara adil dan menyeluruh (kaffah).
  • Keempat, pengangkatan khalifah semestinya memenuhi seluruh syarat-syarat pengangkatan (surutul in’iqadz), yaitu Muslim, laki-laki, baligh, berakal, merdeka, adil dan mampu, serta ia dibaiat dengan prinsip ridha wal ikhtiyar (kerelaan dan pilihan) oleh umat Islam di wilayah itu setelah opini tentang khilafah berkembang dan menjadi kesadaran umum di tengah masyarakat. Kenyataannya, semuanya tak terpenuhi.
Lagi pula, metode perjuangan yang digunakan ISIS tidaklah sesuai dengan metode Rasulullah SAW. Rasulullah SAW tidak menempuh jalan kekerasan, apalagi menghancurkan tempat ibadah, melakukan pembunuhan tanpa haq dan sebagainya.

Jadi, pasca deklarasi, ISIS sesungguhnya tetaplah sebagai milisi bersenjata, bukan khilafah. Haruslah diingat, bahwa khilafah adalah negara yang punya bobot, proklamasinya akan menjadi peristiwa yang hebat dan mengguncang dunia. Bukan seperti sekarang, yang justru menjadi bahan cemoohan di mana-mana.

Setelah meledaknya soal ISIS, apakah terlihat ada upaya monsterisasi istilah “khilafah” dengan mengaitkannya dengan ISIS?

Ada. Yakni dimanfaatkannya pemberitaan soal ISIS ini untuk menciptakan stigmatisasi negatif, terorisasi, dan kriminalisasi terhadap simbol dan istilah-istilah Islam seperti syariah dan khilafah. Tanda-tanda tanda-tanda ke arah sana sudah ada.

Mengapa monsterisasi istilah “khilafah” bisa terjadi di negeri yang mayoritas penduduknya Muslim ini?


Betul, Indonesia adalah mayoritas Muslim. Bahkan disebut-sebut sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Justru karena itulah banyak pihak yang tidak menghendaki umat Islam di negeri ini bangkit. Sebab, bila itu terjadi tentu akan sangat berpengaruh terhadap konstelasi politik dunia, khususnya di dunia Islam.

Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah hal itu terjadi. Di antaranya dengan memunculkan kesan buruk dan menakutkan terhadap sejumlah ajaran kunci dalam Islam: syariah dan khilafah. Di situlah terjadi monsterisasi atau kriminalisasi istilah khilafah. Harapannya, bila orang-orang takut dan punya kesan buruk, maka dengan mudah didorong untuk menjauhi dan menolak ajaran Islam yang sesungguhnya sangat mulia itu.

Oleh karena itu, kita harus waspada jangan sampai isu ISIS dijadikan alat untuk menjauhkan Islam dari umat Islam. Juga jangan sampai penolakan terhadap ISIS, berkembang menjadi penolakan terhadap ide khilafah. Harus dibedakan antara tindak kekerasan ISIS dengan ide khilafah sebagai gagasan yang berasal dari Islam.

Bagaimana peran khilafah dalam penyebaran Islam di Indonesia?

Bisa dikatakan tak akan ada Islam di Indonesia tanpa peran khilafah. Orang sering mengatakan bahwa Islam di Indonesia, khususnya di tanah Jawa disebarkan oleh Walisongo. Tapi tak banyak orang tahu, siapa sebenarnya Walisongo itu? Dari mana mereka berasal? Tidak mungkin to mereka tiba-tiba ada, seolah turun dari langit?
Dalam kitab Kanzul ‘Hum yang ditulis oleh Ibn Bathuthah yang kini tersimpan di Museum Istana Turki di Istanbul, disebutkan bahwa Walisongo dikirim oleh Sultan Muhammad I. Awalnya, ia pada tahun 1404 M (808 H) mengirim surat kepada pembesar Afrika Utara dan Timur Tengah yang isinya meminta dikirim sejumlah ulama yang memiliki kemampuan di berbagai bidang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa.
Jadi, Walisongo sesungguhnya adalah para dai atau ulama yang diutus khalifah di masa Kekhilafahan Utsmani untuk menyebarkan Islam di Nusantara.

Dan jumlahnya ternyata tidak hanya sembilan (Songo). Ada 7 angkatan yang masing-masing jumlahnya sekitar sembilan orang. Memang awalnya dimulai oleh angkatan I yang dipimpin oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim, asal Turki, pada tahun 1400 an. Ia yang ahli politik dan irigasi itu menjadi peletak dasar pendirian kesultanan di Jawa sekaligus mengembangkan pertanian di Nusantara. Seangkatan dengannya, ada dua wali dari Palestina yang berdakwah di Banten. Yaitu Maulana Hasanudin, kakek Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Aliudin. Jadi, masyarakat Banten sesungguhnya punya hubungan biologis dan ideologis dengan Palestina.

Lalu ada Syekh Ja’far Shadiq dan Syarif Hidayatullah yang di sini lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati. Keduanya juga berasal dari Palestina. Sunan Kudus mendirikan sebuah kota kecil di Jawa Tengah yang kemudian disebut Kudus – berasal dari kata al Quds (Jerusalem).

Dari para wali itulah kemudian Islam menyebar ke mana-mana hingga seperti yang kita lihat sekarang. Oleh karena itu, sungguh aneh kalau ada dari umat Islam sekarang yang menolak khilafah. Itu sama artinya ia menolak sejarahnya sendiri, padahal nenek moyangnya mengenal Islam tak lain dari para ulama yang diutus oleh para khalifah.

Apakah khilafah perlu ditegakkan lagi dalam kondisi kekinian?

Iya, harus. Kita tahu, sejak runtuhnya khilafah Islam pada 3 Maret 1924 M, 92 tahun lalu, umat Islam kehilangan institusi pemersatu umat, penegak syariah dan pelaksana dakwah. Wilayah dunia Islam yang semula sangat luas kemudian dikerat-kerat oleh negara kafir penjajah menjadi negara kecil-kecil yang berdiri atas dasar nasionalisme. Harkat martabat umat dilecehkan, darah umat ditumpahkan, dan pemikiran umat disimpangkan.

Pendek kata, tanpa khilafah, umat mengalami keterpurukan yang luar biasa, yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Benarlah, ketika para ulama menyebut tiadanya khilafah itu sebagai ummul jarâim atau pangkal timbulnya aneka penderitaan, keburukan dan kejahatan.

Maka, menegakkan khilafah merupakan kewajiban besar bagi seluruh umat Islam untuk tegakknya kembali izzul Islam wal Muslimin. Para ulama menyebut sebagai min a’dhamil wajibaat. Oleh karena itu, wajib pula bagi kita semua untuk mengerahkan segenap daya dan upaya guna mewujudkan cita-cita mulia ini. Inilah al-qadhiyyatul Muslimin al-mashîriyyah, atau persoalan utama umat Islam di seluruh dunia yang sesungguhnya.

Bagaimana metode penegakan kembali khilafah yang sesuai dengan contoh Nabi?

Ringkasnya, penegakan kembali khilafah sesuai yang dicontohkan Nabi diawali dengan kegiatan pembinaan dan pengkaderan. Ini tahap pertama, yang disebut marhalah tatsqif wa takwin.

Selanjutnya tahap interaksi dengan umat (tafa’ul ma’al ummah) dan perjuangan politik (kifahus-siyasi) melalu usaha pembentukan opini dan kesadaran umat yang dilakukan secara langsung melalui seminar, diskusi, tabligh akbar dan lainnya, ataupun secara tidak langsung melalui media cetak, elektronik maupun online, serta usaha diraihnya dukungan tokoh umat dari kalangan ahlul quwwah melalui kontak dan pendekatan intensif hingga tercapai tahap istilamul hukmi (penyerahterimaan kekuasaan)

Pengirim: Syahrizal Musa - See more at: http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2014/08/31/32582/muhammad-ismail-yusanto-jubir-hti-walisongo-itu-utusan-khilafah/#sthash.WWrtrk1U.dpuf

Syeikh Siti Jenar, Pemutarbalikan Sejarah, Perjalanan Hidup & Ajarannya

Syekh Siti Jenar adalah sosok yang misterius sekaligus kontroversial. Betapa tidak, eksis atau tidaknya di panggung sejarah masih menjadi perdebatan para pakar. Apalagi terkait statusnya yang dilabelkan kepadanya sebagai tokoh pencetus ajaran Manunggaling Kawulo Gusti di tanah jawa. Meskipun juga diragukan apakah Syekh Siti Jenar yang menyebarkannya, yang jelas ajaran itu sendiri telah berkembang dan banyak dianut hingga sekarang.

Nama Syekh Siti Jenar memang terdokumentasi di dalam sejumlah literatur kuno, seperti naskah babad, kropak atau serat. Namun, validitasnya sebagai sumber sejarah dipertanyakan. Karena mesti dipilah-pilah mana yang merupakan fakta riil dan mana yang hanya mitos. Bahkan, berdasarkan hasil risetnya, penulis buku ini telah menyimpulkan adanya distorsi sejarah dan ajaran Syekh Siti Jenar.

Buku ini mencoba untuk menguaknya apakah Syekh Siti Jenar itu ada atau tidak dan sejauh mana kesesatan ajarannya. Keseriusan penulis untuk melakukan studi literatur dan turun ke lapangan pun membuahkan kedalaman analisis. Bukan hanya sebatas deskripsi historis, penulis juga menyajikan kajian yang bersifat normatif-syar’i terkait ajaran yang disandarkan kepada Syekh Siti Jenar. Keberanian penulis untuk mengkritis sosok sekaliber Prof. Dr. Munir Mulkhan, sekaligus menjadikan buku ini sebagai bantahan ‘resmi’ layaka mendapatkan apresiasi tersendiri.

ENSIKLOPEDI SYIRIK DAN BID’AH JAWA

Dulu masyarakat Jawa menganut Hindu dan Budha atau animisme-dinamisme, setelah itu Islam datang. Terjadilah akulturasi budaya antara kepercayaan lokal dan Islam. Masyarakat kadang sulit membedakan apakah ini Islam, Hindu, Budha, ataukah Jawa. Dari sinilah muncul produk turunan berupa cara berislam ala “orang Jawa” (Kejawen).

Banyak pertanyaan muncul tentang berbagai tradisi ritual Jawa. Bukan saja dari orang yang awam terhadap Islam, tetapi juga dari para dai, takmir masjid, dan tokoh masyarakat. Intinya, apakah berbagai amalan atau ritual Kejawen itu bagian dari Islam, atau justru bertentangan dengan Islam?

Nah, buku ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Hadir sebagai sebuah ensiklopedi mini tentang deskripsi dan bagaimana Islam memandang beragam warisan budaya dan tradisi ritual mengenai:
  1. Konsep waktu dan dasar perhitungan Jawa, seperti primbon, weton, hari baik dan hari jelek
  2. Tradisi saat Bayi dalam Kandungan hingga Lahir, seperti mitoni/tingkepan, tata cara membuang ari-ari, serta keyakinan tentang “sedulur alus
  3. Ramalan watak dan nasib, seperti sengkala, ruwatan, dan sukerta
  4. Ritual kematian, seperti sadranan dan tahlilan.
  5. Hal-hal yang terkait dengan prosesi perkawinan, seperti bubakan, cengkir gading, sawatan, suapan, injak telur dan mandi kembang setaman, serta kembar mayang.
  6. Ritual perayaan musiman, seperti tirakatan, sesaji kepala kerbau, kirab pusaka, padusan, sekatenan, hingga grebeg sawal dan grebeg besar.
Melalui buku ini kedua penulis ingin menekankan pentingnya memahami ragam budaya di atas dalam upaya memurnikan akidah. Jangan sampai atas nama nguri-uri kabudayan adi luhung atau mempertahankan “kearifan” lokal ajaran Islam yang universal justru dilanggar. Apalagi fondasi Islam adalah tauhid dan ittiba’, yang tidak menoleransi syirik dan bid’ah.

Judul Buku:
  1. Syeikh Siti Jenar, Pemutarbalikkan Sejarah, Perjalanan Hidupnya, dan Ajarannya
  2. Ensiklopedi Syirik & Bid’ah Jawa
Penerbit: Aqwam


Bagi yang berminat memesannya, silahkan sms ke 085811922988 atau email ke marketing@eramuslim.com dengan menyebutkan judul pesanan, nama lengkap, no Telepon yang bisa dihubungi dan alamat lengkapnya.

Strategi Barat Memecah-belah Dunia Islam

http://hizbut-tahrir.or.id/2014/07/26/strategi-barat-memecah-belah-dunia-islam/

Persatuan Dunia Islam adalah mimpi buruk bagi Barat. Barat terus menggunakan strategi integrasi untuk mengeksploitasi berbagai kepentingan ekonominya dengan berbagai proyek regionalisme seperti Uni Eropa, APEC dll.

Di sisi lain mereka terus melakukan strategi pecah-belah terhadap Dunia Islam. Ketakutan Barat terhadap persatuan Dunia Islam dilatarbelakangi oleh pengalaman sejarah yang ‘menakutkan’ ketika mereka harus menghadapi negara adidaya (super power state) Khilafah Islam sepanjang sejarah peradaban dunia. Umat Islam yang bersatu di bawah Kekhilafahan Islam berhasil menggedor Eropa, bahkan menguasai sebagian wilayahnya seperti Andalusia pada masa Kekhilafahan Ummayah-Abbasiyah dan Balkan pada masa Kekhilafahan Utsmaniyyah.

Setelah Khilafah Islam terakhir Turki Utsmani berhasil mereka tumbangkan, Barat terus berupaya mencegah kemunculan persatuan Dunia Islam, apalagi di bawah naungan Khilafah. Berbagai negeri Muslim yang dianggap memiliki kapabilitas sebagai negara yang kuat dilemahkan, bahkan kalau perlu dipecah-belah lagi menjadi beberapa negara. Inilah yang dialami Sudan; dipecah menjadi Sudan dan Sudan Selatan. Ini juga yang dialami Pakistan, yang kemudian menghasilkan penglepasan Bangladesh dari Pakistan. Bahkan ketika Kekhilafahan Turki Ustmani dalam keadaan lemah, mereka menjebaknya untuk terjun dalam Perang Dunia I. Sebelumnya, mereka merancang pembagian wilayah Khilafah dalam Perjanjian Rahasia Sykes-Picot antara diplomat Inggris dan Prancis. Perjanjian ini kemudian terbongkar karena terjadi Revolusi Bolshevic yang mengubah Kerajaan Rusia menjadi Uni Sovyet.

Upaya pecah-belah ini tidak akan berakhir. Ini adalah bagian dari strategi Barat terhadap Dunia Islam. Ini pula yang saat ini dilakukan Barat terhadap Irak.

Roadmap Pecah-Belah Irak

Irak adalah negeri Muslim yang sangat penting. Irak adalah bekas pusat Kekhilafahan Islam Abbasiyah yang berpusat di Baghdad. Pasca dikuasai Inggris setelah menang Perang Dunia I pada Oktober 1919, Irak awalnya mengadopsi sistem kerajaan dengan menempatkan ‘boneka’ Inggris dari Dinasti Hashemit/Hasyimiyah; dimulai dari Raja Faishal I yang merupakan anak dari Hussein bin Ali penguasa dari Hijaz hingga Raja Faishal II, cucunya.

Amerika Serikat lalu mengambil-alih dominasi Irak dari Inggris dengan men-support kudeta militer yang dilakukan oleh Muhammad Najib ar-Ruba’i pada tahun 1958. Karena Irak adalah negara yang kuat, perlu langkah-langkah yang lebih jitu lagi untuk melemahkan Irak.

Irak adalah negara dengan komposisi penduduk sekitar 75-80% bangsa Arab. Kelompok etnis utama lainnya adalah Kurdi (15-20%), Asiria, Turkmen Irak, dll. (5%). Muslim di Irak menurut Britannica terdiri dari Syiah 60%, Sunni 40%. Menurut CIA World Fact Book, di Irak Syiah 60%-65% dan Sunni 32%-37%. Demografi Irak yang demikian menjadi salah satu potensi untuk memecah-belah Irak.

Upaya melemahkan Irak dimulai bukan ketika Amerika menginvasi Irak dan menjatuhkan Saddam Hussein. Sejak tahun 1991 Amerika Serikat menjatuhkan sanksi zona larangan terbang (no flying zone) di wilayah Irak utara. Sejak itu, wilayah tersebut yang mayoritas penduduknya beretnis Kurdi menjadi mirip sebuah negara.

Saat menduduki Irak pada Maret 2003, awalnya Amerika Serikat menempatkan Letjen Jay Gardner sebagai gubernur jenderal di sana. Namun, karena dianggap gagal-total menangani Irak, Amerika menggantikan dia dengan Paul Bremer. Dialah yang ditugasi melakukan ‘penjarahan’ besar-besaran terhadap Irak. Langkahnya yang paling mendasar adalah menetapkan konstitusi yang isinya mengandung benih perpecahan Irak. Bersama Peter Galbraith, milyarder yang menulis buku The End of Iraq, terbitan 2006, Bremer membuat konstitusi Irak itu dengan memberikan kuota aliran dan sektarian. Undang-Undang Dasar baru Irak menekankan betul betapa pentingnya desentralisasi dan otonomi daerah di Irak.

Melalui UUD baru Irak, pemerintahan daerah termasuk di dalamnya Kurdistan, berhak mendirikan angkatan bersenjatanya sendiri; berhak sepenuhnya atas kepemilikan bumi, air, minyak dan mineral yang terkandung di wilayah Kurdistan. Bahkan Kurdistan berhak untuk mengelola ladang minyak yang ada wilayah kekuasaannya, termasuk dalam mengelola pendapatan hasil minyak mereka meski pemerintahan pusat Baghdad tetap berwenang mengelola produksi komersial ladang minyak tersebut. Konstitusi permanen ini memberikan legitimasi terhadap semua proses invasi Amerika Serikat terhadap Irak.

Perlahan Amerika Serikat mulai memberikan partisipasi yang lebih luas bagi rakyat Irak. Pada bulan Desember 2011 militer Amerika Serikat mulai ditarik dari Irak. Namun, dalam hal keamanan dan politik pengaruh Amerika Serikat masih menancap kuat di Irak.

Amerika Serikat menjaga Irak dengan mendudukkan seorang diktator sektarian tulen, Nuri al-Maliki. Secara sengaja pemerintahan-nya melakukan penindasan di wilayah-wilayah yang secara etnis minoritas di utara dan barat Irak. Jadilah eskalasi berbasiskan sektarian terus meningkat dengan hadirnya berbagai milisi bersenjata Syiah bentukan dari al-Maliki yang juga memiliki latar belakang Syiah yang kuat.

Nuri al-Malaki telah menjadi perdana menteri Irak sejak pemerintahan transisi berakhir pada tahun 2006. Kekuatan politik dan militer di Irak sangat terpusat di kantor Perdana Menteri Nuri al-Maliki. Al-Maliki mendominasi tentara Irak, unit operasi khusus, intelijen dan departemen pemerintah utama. Semuanya telah menjadi kantor pribadinya. Pemerintah Irak kemudian berkonsentrasi untuk menghadapi milisi Kurdi dan Sunni yang membentuk Islamic State of Irak, yang kemudian berubah menjadi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Persoalan yang sangat mendasar di Irak adalah sektarianisme yang semakin menguat, apalagi didukung oleh negara-negara sekitar Irak yang mendorong pihak-pihak yang memiliki kesamaan etnis/mazhab dengan mereka.

Inilah yang terjadi di Irak yang merupakan implementasi politik pecah-belah yang dijalankan oleh Barat. Amerika sebagai aktor utama di Irak di-support oleh Inggris, penguasa Irak sebelumnya. Mereka tidak menginginkan Irak bersatu-padu. Mereka menginginkan Irak terpecah-belah. Setiap pecahannya saling bermusuhan dan bersaing serta saling memerangi satu sama lain.

Warga Irak memiliki latar belakang etnis yang berbeda. Letak geografis Irak juga terpisah. Adapun Konstitusi Irak menekankan pada otonomi daerah. Dengan semua itu jadilah setiap pihak bersikukuh merasa memiliki daerah kekuasaan. Masing-masing menyerukan secara terbuka pemisahan diri berdasarkan kedaerahan masing-masing.

Strategi Barat Memecah-Belah Dunia Islam

Barat sangat memahami bahwa persatuan adalah inti dari kekuatan umat Islam. Khilafah Islam pada masa kegemilangannya telah menunjukkan posisinya sebagai superpower pada masa Abad Pertengahan. Memang, Islam berpotensi melahirkan perbedaan. Namun, dalam Islam ada prinsip “perbedaan adalah rahmat” dan “amrul imam yarfa’ al-khilaf” (perintah imam [khalifah] menghilangkan perbedaan pendapat). Prinsip ini mampu mengembalikan berbagai perbedaan yang muncul di Dunia Islam ke persatuan dan kesatuan umat.

Barat senantiasa mencari celah untuk dapat masuk dan memecah-belah umat Islam. Saat Khilafah terakhir berada di tangan orang-orang Turki (Turki Utsmani), mereka menghembuskan isu Turanisme vs Arabisme. Dengan ide nasionalisme yang berkembang di Eropa pasca Perjanjian Westphalia, Dunia Islam pun dipaksa mengadopsi ide nasionalisme. Jadilah Perang Dunia I momentum untuk menghabisi keberadaan Khilafah Islam terakhir.

Inggris dan Prancis, dua negara superpower saat itu, merancang pembagian wilayah pasca perang melalui Perjanjian Sykes-Picot yang ditandatangani pada tanggal 16 Mei 1916. Perjanjian ini diberi nama sesuai dengan nama diplomat Prancis François Georges-Picot dan diplomat Inggris Sir Mark Sykes. Keduanya merundingkan pemecahan wilayah Khilafah Turki Utsmani tersebut. Khilafah pun dapat diruntuhkan dan jadilah Dunia Islam terpecah menjadi lebih dari 50 negara.

Apa yang dilakukan Barat tidak berhenti di situ. Barat sangat memahami potensi persatuan Islam ini. Karena itu berbagai upaya dilakukan untuk mencegah persatuan kembali umat Islam. Beberapa strategi kontemporer dapat dirujuk dari rekomendasi Rand Corporation, sebuah lembaga think-tank neo konservatif Amerika Serikat yang banyak mendukung berbagai kebijakan Gedung Putih. Dalam rekomendasi yang disampaikan oleh Cheryl Benard yang berjudul “Civil Democratic Islam, Partners, Resources and Strategies” secara detil diungkapkan upaya untuk memecah-belah umat Islam.

Tulisan dari Dr. Michael Brant, mantan tangan kanan Direktur CIA yang berjudul “A Plan to Divide and Destroy the Theology”, pun menunjukkan bagaimana CIA sampai mengalokasikan dana sebesar 900 juta US dolar untuk memecah-belah umat Islam.

Bahkan terkait dengan krisis Irak, Amerika Serikat sudah dalam tahapan pengkondisian legitimasi reinvasi Amerika dan implementasi peta baru Timur Tengah dengan menjadikan Irak menjadi tiga negara: Sunni, Syiah, Kurdi. Sebagaimana yang diungkap oleh Letnan Kolonel Ralph Peters, pensiunan dari National War Academy AS, dalam buku yang diterbitkan Angkatan Bersenjata Journal pada bulan Juni 2006, peta Irak dalam buku ini telah digunakan dalam program pelatihan di NATO Defense College untuk perwira militer senior.

Penegasan hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang mengklaim bahwa perwujudan tiga negara bagian federal (berdasarkan kesepakatan etnis dan suku) telah menjadi opsi penting dalam menyelesaikan krisis di Irak. Joe Biden dalam pertemuannya Sabtu (1/6/14) dengan sekelompok tokoh Irak di Washington mengatakan, “Pembentukan tiga negara bagian terpisah (Syiah-Sunni-Kurdi) adalah untuk menyelesaikan krisis dalam negeri Irak.

Menghadapi Politik Adu-Domba Barat

Barat, khususnya Amerika, telah memiliki pandangan yang khusus terhadap Timur Tengah sejak terjun ke dalam politik dunia pasca melepaskan Doktrin Monroe.

Karena itu umat Islam perlu memiliki kesadaran politik mengenai negara-negara yang memiliki peran penting dalam percaturan politik internasional. Mereka adalah Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis dan Cina. Selain itu penting juga memahami keterkaitan (connections) antara orang-orang yang memiliki hubungan yang erat dan dekat dengan negara-negara berpengaruh tersebut. Menjadikan seseorang menjadi ‘boneka’ negara asing bukanlah proses yang instan; butuh pendalaman, interaksi yang intens yang keterkaitan kepentingan yang saling berkelindan satu sama lain.

Dalam menghadapi politik adu-domba Barat, sekali lagi, penting ditegaskan mengenai kebutuhan akan persatuan dan kesatuan umat Islam di bawah naungan Khilafah Islam. Khilafah Islam yang syar’i dapat menghapus berbagai perbedaan akibat pemahaman asing dengan senantiasa menjadikan akidah Islam sebagai asas kenegaraannya.

Penutup

Alhasil, di sinilah nilai penting seruan kepada rakyat Irak dan umat Islam pada umumnya; lebih khusus kepada bangsa Arab yaitu kalangan Kurdi, Sunni dan Syiah yang ada di Irak untuk waspada terhadap realitas ini. Selama pendudukan Amerika Serikat di Irak masih kokoh, tidak henti-hentinya strategi politik mereka terus dijalankan. Mereka akan terus berupaya mencegah Irak menjadi negara yang kuat, bahkan membuat Irak terpecah-belah menjadi beberapa negara baru.

Irak adalah negeri persatuan umat Islam. Irak pernah menjadi pusat Khilafah Islam yang membentang dari pantai barat Afrika hingga kepulauan Nusantara di timur Asia pada masa Abbasiyah. Karena itu umat Islam harus kembali pada contoh yang ditunjukkan oleh generasi pertama yang dimuliakan Allah SWT, yaitu memutuskan perkara dengan apa yang telah Allah turunkan, berjihad di jalan Allah, memutus hubungan dengan musuh-musuh umat, membuang jauh-jauh sektarianisme dan berpegang teguh hanya dengan Islam.

Semua persoalan ini bisa diselesaikan dengan menegakkan kembali Khilafah Rasyidah yang mengikuti metode kenabian. Dengan Khilafah inilah kaum Muslim menjadi mulia. [Dari berbagai sumber] [H. Budi Mulyana, S.IP., M.Si.; Lajnah Khusus Intelektual DPP HTI]

Ada Upaya Kriminalisasi Jihad dan Khilafah dalam Isu ISIS

FENOMENA Daulah Islamiyah Iraq wa Syam (DAIS) atau di Indonesia sering disingkat ISIS atau ISIL merebak keman-mana. Semua orang bahkan ikut ‘keranjingan’ sampai apapun berbau ISIS seolah menjadi korban.

Belum lama ini, tepatnya Selasa (19/08/2014) Ade Puji Kusmanto (31), warga Terlangu, Brebes, Jawa Tengah, diamankan aparat Polsek Adiwerna, Tegal, lantaran memakai kaus hitam berlengan panjang ISIS.

Firman Hidayat, penjual es keliling di Kecamatan Beji, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, diamankan aparat Polres Depok di kediamannya, Jumat (22/08/2014) dinihari hanya karena laporan masyarakat memasang bendera ISIS di dinding rumahnya.

Juga kasus yang menimpa Achwan Jema’in takmir masjid Hibbaturrahman dan pengelola Islamic Center Balongbendo digerebek warga dengan tuduhan ISIS. Mantan Pengurus Muhammadiyah Balong Bendo Sidiarjo tahun 2002 ini bahkan tak bisa lagi mengelola masjid dan Islamic Centre karena tekanan warga.

Apa sebenarnya yang sedang terjadi?

Hidayatullah.com mewawancarai pemerhati Kontra Terorisme, Direktur CIIA (The community Of Ideological Islamic Analyst) dan pengasuh Majelis al Bayan, Harits Abu Ulya [HAU]

Apa yang Anda tentang ketahui dengan fenomena ISIS?

Memahami fenemena ISIS harus runtut, tidak boleh sepotong-sepotong.

Sebelum menjadi ISIS, tahun 2006 organisasi itu bernama Dulah Islam Iraq atau Islamic State for Iraq (ISI), kemudian berkembang menjadi Daulah Islam Iraq wa Syam (DAIS) atau juga disingkat ISIS/ISIL yang wilayahnya membentang dari Iraq dan Syam (Suriah). Belakangan telah memproklamirkan diri menjadi Khilafah Islamiyah pada 29 Juni 2014/1 Ramadlan 1435H.

Fenomena ini kemudian direspon beragam di kawasan wilayah kelahirannya, termasuk bagi dunia Barat begitupun dinegeri Indonesia.

ISIS adalah salah satu tadzim jihad yang hadir dan lahir di tengah imperialisme Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di dunia Islam khususnya Iraq. Basis awalnya di wilayah Iraq, di periode tahun 2004 para mujahidin berfusi dalam sebuah dewan Syuro Mujahidin, kemudian di tahun 2006 berubah menjadi ISI (Islamic State off Iraq /Daulah Islam Iraq), dan di saat revolusi Suriah pecah para mujahidin ISI ini masuk ke Suriah terlibat dalam aksi melawan rezim dukungan Syiah Bashar al Asaad.

Keberhasilan mereka menguasai sebagian wilayah Iraq kemudian di Suriah mengokupasi beberapa kota dan daerah akhirnya di tahun 2013 mereka mengumunkan diri menjadi ISIS (Daulah Islam Iraq wa Syam /Islamic State Off Iraq and Syam).Kemudian di akhir bulan Juni 2014 mereka mendeklarasikan Islamic State (Khilafah). Pengumunan Khilafah oleh ISIS melahirkan sikap pro dan kontra dikalangan para mujahidin, ini tampak diwakili oleh para senior ulama mujahidin di Timur Tengah yang menolak Khilafah Islam ala ISIS. Baik yang pro maupun yang kontra sama-sama memiliki hujah yang menjadi pijakan. Dan ini adalah pekerjaan rumah (PR) bagi para qiyadah tandzim jihad di sana untuk menyelesaikan.

Apa sebenarnya latar belakang lahirnya organisasi ini?

ISIS lahir karena kerinduan umat Islam akan wujudnya Khilafah seperti dalam Nubuwah menjadi stimulan kuat munculnya apresiasi terhadap fenomena ISIS dengan Khilafahnya. Di samping faktor kondisi politik domestik yang carut marut makin membuat Khilafah-ISIS seperti setetes “embun” di musim kering kerontang bagi sebagian muslim.

Menurut saya, kerinduan ini wajar saja dan sunatullah. Cuma fenomena ini menjadi problem baru dalam kehidupan sosial politik umat Islam Indonesia ketika pemerintah resmi melalui Menkopolhukam menyatakan larangannya terhadap paham ISIS.

Apa masalahnya?

Menurut saya ini keputusan prematur yang tidak kuat pijakan yuridisnya dan terlalu dipaksakan hanya dengan delik ISIS adalah kelompok teroris seperti yang di kumandangkan oleh Amerika Serikat (AS). Dengan begitu, WNI yang berafiliasi terhadap ISIS seolah berpotensi melakukan tindakan yang mengancam keamanan Indonesia.

Di samping alasan politik ideologinya adalah, paham ISIS bertentangan dengan Pancasila dan konsep NKRI. Saya berharap umat Islam, khususnya para tokoh dan ulamanya bisa bijak proporsional dan tidak mudah terprovokasi. Karena keputusan pemerintah jelas-jelas melahirkan keresahan di tengah umat Islam dan berpotensi lahirnya benturan di lapangan antar umat Islam sendiri, padahal sejatinya masalah ISIS masih dalam zona perdebatan.

Kita harus belajar bijak, karenanya kebencian seseorang kepada suatu kaum atau kelompok jangan sampai menjadikan dirinya tidak bisa bersikap adil terhadapnya.

Mengapa isu ini tiba-tiba dibesar-besarkan? Adakah agenda tersembunyi?

ISIS hadir di ruang publik Indonesia secara masif sebulan pasca deklarasi Khilafah Islam di Iraq. Semua media menghantam ISIS dengan deskripsi sangat menyudutkan. Intinya ISIS diadili oleh hampir semua media dengan membentuk persepsi publik; ISIS adalah entitas yang berbahaya dan pemahaman yang sesat.

Menariknya, isu ini berkembamg pasca putusan KPU hasil Pilpres Indonesia dan sebelum putusan kisruh Pilpres di MK (Mahkamah Konstitusi). Saya melihat ISIS dimunculkan sebagai usaha pengalihan atas kisruh Pilpres yang berpotensi kuat munculnya ganguan keamanan. Atau bahkan bisa untuk menutupi isu-isu krusial lain yang menyentuh para elit penguasa.

Adakah ini mainan kelompok tertentu?

Banyak kelompok kepentingan bermain di isu ISIS. Baik dari para “suporter” ISIS di Indonesia, institusi dan pejabat politik yang terkait dengan bidang politik keamanan, bahkan dibalik itu semua ada tangan-tangan yang mewakili kepentingan imperialisme global juga ikut nimbrung.

Point yang tidak kalah penting, kita bisa membaca bagaimana Amerika Serikat (AS) punya nafsu untuk membuat konflik Islam di Indonesia. Ini terkait upaya rebalancing power-nya AS di kawasan Asia Timur Jauh. Karena itu Amerika lebih condong dan mendukung salah satu calon presiden yang dianggap flamboyan tapi memiliki potensi konfliknya besar dengan adanya faksi internal pendukungnya dari kalangan nasionalis, Kristen, Sosialis-Komunis yang bisa menekan Islam.

Apa targetnya?

Targetnya umat Islam pecah, dan tidak bisa menjadi pelopor persatuan umat Islam se-dunia. Dan kekuatan politik umat Islam bisa tereduksi karena disibukkan dengan pertarungan antar kelompok mereka sendiri. Lebih dari itu, melalui isu ISIS juga ada upaya kriminalisasi terhadap kewajiban mulia umat Islam bernama jihad dan Khilafah Islam.

Dengan demikian, potensi ancaman dalam perspektif status quo bisa dalam kendali. Dan sangat mungkin, momentum kali ini akan digunakan untuk melarang ideologi apapun berbau Khilafah berkembang di Indonesia. Sebab saya melihat Badan Penanggulangan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus bergerak melakukan penggalangan untuk hal tersebut meski ada resistensi di masyarakat.

Seberapa besar potensi umat Islam Indonesia tertarik kepada ISIS?

Isu ISIS dengan Khilafahnya menurut saya segmented. Artinya, menjadi perhatian serius di kalangan pergerakan Islam lebih dominan, tapi tidak untuk kebanyakan masyarakat Muslim Indonesia.

Masyarakat menjadi heboh karena media secara massif mengekspos, dan akhirnya mereka tersesat dalam belantara opini dan perdebatan tanpa tahu ujung akar dan pangkalnya.

Dari paparan Anda, munculnya ISIS bukan barang baru, Artinya pemerintah Indonesia (khususnya intelijen) pasti sudah lama tahu?

Kalau pemerintah tidak tahu berarti semua institusi intelijen yang dimiliki tidur. Mereka tahu, dan terus memonitor perkembangan politik di dunia Islam lebih-lebih paska Arab Spring menggeliat. Bahkan mereka mencoba menerka, adakah relevansi Khilafah ISIS dengan kondisi keamanan Indonesia paska Pilpres.

Tokoh-tokoh dibalik ISIS di Indonesia dikenal tokoh yang tak mengakar dalam gerakan Islam di Indonesia, benarkah?

Inilah yang saya heran, terlepas dari perdebatan benar tidaknya ISIS dengan paham yang dimilikinya, pemerintah khususnya BNPT yang membidani urusan terorisme sangat tahu sumber utama berkembangnya para suporter ISIS di Indonesia.

Tapi terkesan ada pembiaran dengan beragam alasan. Tapi sekarang BNPT paling getol melakukan penggalangan untuk mempersoalkan eksistensi suporter ISIS di Indonesia. Saya melihat ada muslihat yang dimainkan di balik isu ISIS oleh orang-orang opurtunis.

Bukankah sebelum ini kita juga pernah mengenal Abdul Haris, orang dekat Ustad Abubakar Ba’asyir yang akhirnya diketahui orang intel yang di “tanam” dan kini keberadaannya tidak jelas setelah ABB di tangkap?

Itulah. Dalam perjuangan Islam tidak cukup hanya bermodal semangat, di luar pemahaman akidah yang lurus, kedalaman memahami syariat juga butuh pemahaman terhadap siyasah agar tidak menjadi obyek mainan pihak-pihak yang ingin hancurkan perjuangan dan gerakan Islam.

Kejahilan dan sikap emosional dalam langkah perjuangan hanya akan menghasilkan kondisi yang kontra produktif bagi kepentingan umat Islam. Ini harus menjadi pelajaran bagi umat Islam.*


Umat Islam... Bersiaplah Songsong Era Baru!

Oleh: M Yusron Mufid 

Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan Dien (Jalan hidup) yang benar untuk dimenangkanNya atas segala Dien, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai” (QS At Taubah 33)

Islam hadir berawal dari pinggiran kota Mekkah yang gersang, diturunkan kepada seorang penggembala yang tidak dapat membaca dan menulis. Di tengah suatu bangsa yang gemar menghabiskan energinya untuk berseteru antar sesamanya sendiri. Diapit oleh 2 kekuatan raksasa dunia yaitu peradaban Romawi Timur dan Persia. Namun dengan izinNya, petunjuk hidup yang dibawa penggembala tersebut akhirnya mampu menyatukan bangsa Arab yang tadinya terpecah belah, menaklukkan 2 kekuatan raksasa dan memimpin dunia.

Salah satu keistimewaan Islam adalah kemampuannya bertahan menghadapi situasi sesulit apapun, dihajar oleh makar musuh-musuhnya namun mampu bertahan dan tetap bersemi. Adalah Allah yang telah menjamin penjagaan Islam hingga menjelang akhir zaman. Jika kita mengacu hanya kepada nalar semata, maka jika bukanlah petunjuk dari Penguasa alam sudah tentu melihat perjalanannya Islam sudah luluh lantak dihajar bertubi-tubi. Namun Allah menunjukkan kuasaNya, Islam akan tetap ada dan bangkit sebagai cahaya yang menerangi perikehidupan manusia hingga menjelang akhir zaman.

Islam pernah berada dalam ambang kepunahan ketika perang Ahzab, pasukan sekutu berniat meluluh-lantakkan basis kaum muslimin di madinah ditambah kaum yahudi Bani Quraizhah yang mengkhianati perjanjian dan siap menikam dari belakang. Selama sebulan kaum muslimin terkepung oleh pasukan sekutu, digambarkan oleh AlQur’an saking gentingnya situasi hingga rasa sesak mencapai kerongkongan. Namun, berkat keteguhan iman generasi awal Islam, Allah memenuhi janjiNya dan memberikan pertolongan sehingga umat Islam terselamatkan dan justru semakin bersemi. Tak cukup sampai disitu, bahaya kembali datang, kali ini pasukan terkuat didunia yaitu Romawi dengan kaki tangannya dari kalangan kabilah Arab berhasil menghimpun pasukan super raksasa berjumlah 200.000 bersenjata lengkap akan memusnahkan kaum muslimin. Pasukan kaum muslimin hanya berkekuatan 3000 prajurit dengan peralatan seadanya. Bayangkan saja, 200.000 vs 3000. Namun, sekali lagi, Allah menunjukkan kuasaNya dengan menyelamatkan cahaya Islam dari kehancuran lewat kecemerlangan sosok Khalid bin Walid. Bahkan kelak, serangan balik kaum muslimin mampu meruntuhkan kekaisaran Romawi timur.

Setelah Rasululllah wafat, sebagai suatu sunatullah yang telah ditetapkan. Musuh-musuh Islam tak henti-hentinya melakukan makar untuk memadamkan cahayaNya. Di abad pertengahan, kerajaan kristen eropa bersekutu untuk melancarkan perang Salib kepada kaum muslimin memenuhi panggilan Paus Urbanus II, tahun 1099 pasukan salib berhasil merebut Yerusalem dan melakukan pembantaian massal terhadap penduduknya. Yerusalem dikuasai selama 88 tahun oleh pasukan salib. Namun, Allah tak akan membiarkan cahaya Islam padam, muncullah sosok Shalahuddin Al Ayyubi sebagai ksatria Islam dan membebaskan Yerusalem dari cengkraman tentara salib. Dan Islam-pun kembali berjaya.

Umat Islam benar-benar nyaris menjadi kenangan sejarah ketika terjadi musibah yang amat memilukan. Pada tahun 1258, Tentara Mongol pimpinan Hulagu Khan memporak-porandakan lentera peradaban dunia. Ibukota Kekhilafahan Abbasiyah yaitu Baghdad. Terjadinya salah satu pembantaian tersadis dimana rakyat Baghdad disembelih di jalanan-jalanan kota, bahkan dokumentasi sejarah menyatakan sungai Tigris berwarna hitam airnya akibat banyaknya buku, literature dan manuskrip pengetahuan yang dibakar dari perpustakaan al Hikmah. Tentara Mongol bukan hanya memusnahkan penduduk tetapi memusnahkan peradaban. Umat Islam benar-benar luluh lantak. Meskipun pada akhirnya tentara Mongol berhasil mundur, namun umat muslim sudah terlanjur hancur lebur akibat ekspansi brutal pasukan Mongol.

Namun sekali lagi, Allah akan terus menjaga cahayaNya lewat para manusia pilihan. Tahun 1453, muncul-lah sebaik-baik panglima muda bernama Muhammad Al Fatih yang melakukan penaklukkan spektakuler terhadap kota Konstantinopel (Sekarang Istambul-Turki). Umat Islam pun kembali bangkit dan berjaya. Namun setelah itu, umat Islam terus menerus mengalami kemunduran hingga puncaknya adalah runtuhnya pengawal ajaran Islam Kekhilafahan Utsmani pada tahun 1924. Saat itu umat Islam benar-benar seperti anak-anak ayam kehilangan induk. Musuh Islam mengepung dari segenap penjuru sebagaimana yg telah nabi sabdakan bahwa akan tiba suatu masa bangsa-bangsa kafir mengerumuni kaum muslimin sebagaimana orang-orang mengerumuni makanan. Dewasa ini adalah era keterpurukan kaum muslimin di segala bidang.

Musuh-musuh Islam tahu benar, umat muslim begitu tangguh ketika diserbu secara fisik. Mereka paham, bahwa untuk mengalahkan umat Islam maka perlu menghilangkan sumber energi umat Islam yg paling utama yaitu AlQur’an. Perlu diketahui, sesungguhnya hal yang paling ditakuti musuh Islam bukanlah karena kaum muslimin melaksanakan sholat, dzakat, puasa dll. Tetapi penerapan AlQur’an secara menyeluruh dalam setiap sendi perikehidupan sebagaimana yang dikatakan Snouck Hugronje. Bagi Islam, kekuasaan bukanlah milik siapapun kecuali Allah S.W.T. Manusia hanya sebagai makhluk yang dititipkan “Konsep Hidup” agar dilaksanakan di muka bumi. Oleh karena itu, dalam rangka menjauhkan kaum muslimin dari sumber energi utamanya, mereka merumuskan berbagai racun pemikiran kepada umat Islam. Demokrasi, nasionalisme, komunisme, darwinisme, liberalisme dan berbagai racun merusak lainnya sehingga banyak kaum muslimin termakan dan mengikuti jalan hidup mereka. Dan akhirnya, umat Islam berada dalam ketertindasan dibawah cengkraman kaki tangan kaum kafir.

Namun, Allah akan tetap menjaga cahayaNya. Sehebat apapun musuh-musuh Islam melakukan makar dan tipu daya, tidak akan ada yang bisa mengalahkan rencana Allah S.W.T. Rasulullah bersabda di akhir zaman nanti akan tiba masa tegaknya kembali kepemimpinan Islam yang mengikuti jalan kenabian (Khilafah ‘alaa minhajin nubuwwah) setelah sebelumnya umat Islam dirundung nestapa pada fase kekuasaan diktator kaki tangan penjajah. Akhir-akhir ini, tanda-tanda itu kian tampak terasa. Kepemimpinan Islam akan datang yang akan merontokkan sistem dajjal yg mencengkram dunia saat ini. Sabda Rasulullah tersebut seolah dibenarkan oleh National Intellegence Council (NIC) yaitu sebuah lembaga riset yg dibiayai Amerika Serikat untuk meneliti kemungkinan peta kekuatan politik dan ekonomi di masa mendatang. Menurut NIC, ada 4 kemungkinan yang terjadi di tahun 2020 yaitu:
  1. Davod World: India dan China akan menjadi pemegang tampuk kepemimpinan dunia.
  2. Pax Americana: Amerika akan tetap memimpin dunia dengan pedoman hidup demokrasi dan kapitalismenya
  3. The New Islamic Caliphate: Akan tegaknya sebuah kepemimpinan Islam mendunia yang meruntuhkan nilai-nilai dan dominasi barat
  4. Cycle of Fear: Dunia berada di dalam kekacauan dan ketakutan.
Jadi sebagai muslim, Kemenangan Islam di akhir zaman adalah suatu keniscayaan yang telah dijanjikan dan tak perlu diragukan, yg akan diminta laporan pertanggungjawaban adalah sejauh mana kontribusi kita sbg orang yang mengaku muslim utk memperjuangkannya, atau malah ikut menghambat dan memusuhinya? So, are you the real Muslim? Tak akan ada yang sia-sia dalam membela Islam, hanya ada dua kemungkinan, jika gugur ditengah jalan maka sejatinya kita akan tetap hidup di syurga dengan segala kenikmatannya atau kita berhasil memperoleh kemenangan dan mulia hidup di dunia dengan Islam.

Untuk itu saya berpesan untuk diri saya pribadi dan kaum muslimin lainnya, Berbanggalah wahai kaum muslimin dengan Islam yang ada di dada kita, jagalah aset mahal tersebut ditengah deru fitnah akhir zaman. Kenapa kita patut berbangga dengan jalan hidup Islam? Karena Islam tidak seperti pedoman hidup lain (Demokrasi, nasionalime, komunisme, darwinisme dll) yang berasal dari buah pikiran manusia yang terbatas dan penuh kekurangan. Melainkan petunjuk hidup yang digariskan sang Pencipta manusia yang Maha Tahu. Layaknya pabrik elektronik yang menerbitkan buku pedoman pemakaian bagi produknya karena sudah barang tentu sang produsen lebih tahu keadaan produk ciptaannya. Genggamlah kuat-kuat meskipun dengan itu kita harus menjadi generasi terasing, karena kata Rasulullah Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana keadaan awalnya, maka beruntunglah orang terasing itu. Kita lahir dengan fitrah sebagai Islam, hidup dengan Islam, dan menghadapNya tetap dalam keadaan Islam. Itulah satu-satunya jalan keselamatan. Semoga kita selamat sampai tujuan dan Allah berkenan memberi kita kekuatan. Jika orang-orang berpaling dan memilih jalan hidup lain, maka katakanlah kepada mereka. ‘Isyhaduu bi anna Muslimuun” (Saksikanlah bahwa saya seorang yang berserah diri sebagai muslim).

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali ‘Imran 139)

Wallahua’lam

Berbaiat dengan Imam Mahdi

Sebagai bagian dari ummat Islam yang ditaqdirkan Allah ta’aala hidup di babak keempat perjalanan sejarah ummat ini, maka kita harus bersiap siaga mengantisipasi kemunculan Imam Mahdi. Babak keempat merupakan babak mulkan jabriyyan (para penguasa yang memaksakan kehendak). Inilah babak di mana ummat Islam mengalami giliran kekalahan sedangkan kaum kuffar mendapat giliran memimpin dunia. Allah ta’aala izinkan mereka untuk membangun suatu peradaban penuh fitnah. Peradaban kafir ini akan mencapai puncaknya tatkala fitnah paling dahsyat sepanjang zaman telah hadir, yaitu fitnah Dajjal. Bahkan Godless Civilization ini bakal menobatkan Dajjal sebagai pemimpin dunia ketika ia muncul.

Jadi, bila ummat Islam merasakan begitu banyak kezaliman yang berlangsung di dunia dewasa ini bukanlah perkara yang aneh. Sebab memang keadaan ini telah di-nubuwwah-kan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam lima belas abad yang lalu. Inilah babak di mana kezaliman merajalela. Inilah babak di mana fitnah demi fitnah bermunculan hingga datangnya puncak fitnah, yaitu Dajjal. Sebab semua fitnah yang berlaku di dunia merupakan pengantar menuju puncak fitnah, yaitu Dajjal.

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ
ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ

Suatu ketika ihwal Dajjal disebutkan di hadapan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam kemudian beliau bersabda: ”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seseorang yang dapat selamat dari fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal), dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali untuk fitnah Dajjal.” (HR Ahmad 22215)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَهْبَطَ اللَّهُ إِلَى الأَرْضِ
مُنْذُ خَلَقَ آدَمَ إِلَى أَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ فِتْنَةً أَعْظَمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

Allah tidak menurunkan ke muka bumi -sejak penciptaan Adam as hingga hari Kiamat- fitnah yang lebih dahsyat dari fitnah Dajjal.” (HR Thabrani 1672)

Mengingat bahwa babak mulkan jabriyyan merupakan babak paling kelam dalam sejarah ummat Islam, maka niscaya keluarnya Dajjal akan terjadi pada babak ini. Para pendukung peradaban kafir sampai berani mensosialisasikan isyarat kemunculan calon pemimpin mereka di dalam lembar uang kertas mereka..! Coba perhatikan simbol The Great Seal yang ada dalam lembaran uang kertas satu dollar Amerika Serikat.

Di dalamnya terdapat gambar piramida yang tidak sempurna di mana pucuknya raib laksana nasi tumpeng yang terpotong bagian atasnya. Piramida tersebut merepresentasikan struktur dan sistem dunia dewasa ini. Dunia diarahkan menjadi bak satu struktur dengan sistem piramida. Namun sistem itu belum memiliki pimpinan. Di bawah piramida tertulis Novus Ordo Seclorum, bahasa Latin yang berarti ”New World Order”. Mereka bermaksud membangun sebuah kehidupan berupa satu “Tatanan Dunia Baru”. Inilah yang dikatakan oleh Ahmad Thompson sebagai Sistem Dajjal. Suatu peradaban yang nilai-nilainya secara diameteral bertentangan dengan nilai-nilai Kenabian. Suatu dunia di mana segenap lini kehidupan berjalan dan tunduk kepada nilai-nilai Dajjal.

Di atas piramida tertulis Annuit Coeptis yang berarti “Usaha/persembahan kita direstui si Mata Tunggal”. Mereka sangat yakin bahwa semua upaya mewujudkan Tatanan Dunia Baru mendatangkan keridhaan si Mata Tunggal. Pimpinan piramida digambarkan berupa sebuah ”mata tunggal” dalam segitiga yang diletakkan berjarak sedikit di atas pucuk piramida tersebut, seolah menyatakan bahwa pimpinan belum ada tapi sudah jelas bakal segera datang. Bagi ummat Islam isyarat mata tunggal tidak lain berarti Dajjal.

وَأَنَّ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ مَمْسُوحُ الْعَيْنِ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ
كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ

Dan sesungguhnya Dajjal itu bermata satu; sebelah matanya tidak nampak. Di antara kedua matanya tertulis 'kafir' yang terbaca oleh setiap mu’min yang mengerti baca-tulis ataupun tidak.” (HR Ahmad 26298)

Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa syarat untuk sanggup mendeteksi kebatilan Dajjal dan sistemnya bukanlah intelektual atau tidaknya seseorang, melainkan murni atau tidaknya iman di dada. Sistem penuh kezaliman ini akan diizinkan Allah ta’aala berlaku beberapa saat untuk selanjutnya dihancurkan dan digantikan dengan sistem yang Allah ta’aala ridhai di babak kelima, yaitu babak khilafatun ’ala minhaj An-Nubuwwah.

Allah ta’aala tidak akan membiarkan dunia kiamat sebelum kebatilan mengalami kekalahan dan kehancuran serta kebenaran Al-Islam tegak dan dirasakan keadilannya di seantero dunia. Inilah peranan yang akan dimainkan oleh Imam Mahdi beserta kaum muslimin yang berbaiat menjadi pasukannya.

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ
رجل مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي
يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah ta’aala akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR Abu Dawud 9435)

Bila Al-Mahdi telah muncul setiap muslim diwajibkan untuk segera ber-baiat kepadanya. Bagaimanapun situasinya, setiap muslim mesti berusaha untuk memastikan dirinya bergabung ke dalam pasukan yang dipimpin oleh Imam Mahdi. Di bawah komando beliaulah ummat Islam akan diajak bersama meninggalkan babak keempat penuh kezaliman ini menuju tegaknya babak kelima penuh keadilan kelak. InsyaAllah.

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ

Ketika kalian melihatnya maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Ibnu Majah 4074)

Mengapa Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam mengatakan “walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju”? Sebab pada masa itu keadaannya sangat sulit. Bila kondisi dunia masih seperti dewasa ini boleh jadi berbagai media-massa justru menjuluki Imam Mahdi sebagai pimpinan teroris sebagaimana media kuffar 5-10 tahun lalu menjustifikasi Usamah bin Laden sebagai the number one terrorist in the world.

Siapapun yang berfikir untuk ber-baiat dengan Imam Mahdi pastilah berada dalam ancaman dituduh sebagai teroris pula. Hanya muslim-mu’min yang selalu mengharapkan ridho Allah ta’aala semata akan bersegera bergabung dengan Imam Mahdi. Sedangkan muslim yang selama ini sibuk mendahulukan ridho manusia daripada ridho Allah ta’aala dapat dipastikan tidak akan bersegera ber-baiat dengannya. Bahkan sangat mungkin mereka malah akan berfihak kepada barisan yang memerangi Al-Mahdi dan kaum muslimin yang dipimpinnya. Wa na’udzu billahi min dzaalika.-