23.8.15

Qiyam Al-Lail

Qiyam al-lail akan membawa lebih dekat kepada Tuhan, menjadi penebus berbagai kesalahan, dan penangkal penyakit tubuh.

PARA salaf shalih sangat rajin melakukan qiyam al-lail, di musim dingin maupun musim panas. Mereka memandang qiyam al-lail seakan-akan wajib bagi mereka.

Bahkan mereka berkata, “Setiap faqir (sufi) yang tidur di malam hari bukan karena kantuk yang tak tertahankan lagi, tentu tak sesuatu pun kan ia temukan dalam tarekat.”

Dalam hadist disebutkan, “Kalian, kerjakanlah qiyam al-lail, itu merupakan kebiasaan orang-orang salih sebelum kalian. Qiyam al-lail akan membawa kalian lebih dekat kepada Tuhan kalian. Ia juga akan menjadi penebus berbagai kesalahan kalian, pencegah dosa, dan penangkal penyakit tubuh.”

Ummu Sulaiman ibnu Dawud berkata, “Anakku! Jangan tidur malam, karena orang yang tidur malam, di hari kiamat akan datang sebagai orang tanpa kebaikan.”

Allah Ta`ala telah mewahyukan kepada Dawud a.s., “Hai Dawud! Orang yang mengaku cinta kepada-Ku, sementara saat malam tiba ia tidur melupakan-Ku, sungguh ia telah berbohong.”

Dalam sebuah hadist dinyatakan, “Sungguh, Allah Ta`ala akan membanggakan seorang hamba yang melaksakan tahajud di malam yang sangat dingin kepada para Malaikat-Nya. Dia berfirman, `Lihatlah hambaku, ia bangkit dari tempat tidurnya, meninggalkan dunia dan istrinya yang cantik, kemudian dengan kalam-Ku ia bermunajat kepada-Ku. Aku persaksikan kepada kalian bahwa Aku telah mengampuninya.”

Imam Zainal `Abidin r.a. berkata, “Suatu malam, karena terlalu kenyang makan roti, Yahya ibnu Zakariya a.s. tidur dan meninggalkan shalat malamnya. Kemudian Allah mewahyukan kepadanya, `Hai Yahya, jika Kuperlihatkan surga Firdaus kepadamu sekali saja, niscaya tubuhmu akan meleleh, lalu setelah air mata, engkau menangis darah, dan setelah mengenakan kain mori kasar perkabungan, engkau akan mengenakan baju besi.”

Suatu hari ketika melaksanakan shalat malam, `Umar ibnu al-Khaththab r.a. jatuh pingsan, mungkin karena ada satu ayat melewatinya. Sehingga, selama beberapa hari ia dijenguk bagai orang sakit. Selama kekhalifahannya, `Umar tidak pernah tidur, siang maupun malam, melainkan sekadar mengangguk karena kantuk, itu pun dalam keadaan duduk.

Ia berkata, “Jika aku tidur malam, hilanglah jiwaku, dan jika aku tidur siang, hilanglah rakyatku, sementara aku akan diminta pertanggungjawaban atas mereka.”

`Abdullah ibnu Mas`ud akan segera bangkit bertahajud jika penduduk telah tertidur pulas dan terdengar gema seperti gemuruh lebah, sampai memasuki waktu subuh.

Jika suatu saat Sufyan ats-Tsauri lalai akan dirinya akibat banyak makan, ia akan (menebusnya dengan) bangkit sepanjang malam, dan berkata, “Sungguh, keledai akan ditambah berat bebannya jika makannya ditambah.”

Setelah shalat Isya’, Thawus r.a. berbaring di ranjangnya, tapi ia demikian gelisah, dan tidak tidur sampai subuh. Seringkali ia bangkit sendirian dari mulai waktu Isya sampai terbit fajar, atau ia duduk sambil menunduk dan tidak berbicara sedikit pun sampai pagi. Ia berkata, “Sungguh, ketakutan terhadap neraka Jahannam akan melenyapkan tidur para hamba.”

Berselimut akan membuat para salaf shalih merasa takut. Bahkan, sebagian dari mereka menganggap, tidur di kasur yang empuk merupakan perbuatan tercela. Di antara mereka ada yang pernah duduk dan tertidur di atas kasur sekembalinya dari perjalanan jauh, dan tidak melaksanakan shalat malam. Setelah itu ia bersumpah untuk tidak tidur di kasur, sampai menjelang kematian.


Shahib al-`Abid berkata, “Setiap kali aku teringat neraka Jahannam, rasa kantukku terbang."

`ABDUL Aziz ibnu Abi Dawud menghampiri kasur, kemudian ia meletakkan tangannya di atas kasur itu, dan berkata, “Betapa empuknya kamu, tapi kasur surga lebih empuk darimu.” Kemudian ia bangkit melaksanakan shalat, terus menerus shalat sampai fajar.

Fudhail ibnu `Iyadh berkata, “Sungguh, aku sedang melaksanakan qiyam al-lail, kemudian fajar terbit, dan hatiku pun gemetar. Lalu aku berkata, ‘Siang telah datang membawa berbagai petaka.’”

Bisyir al-Hafi, Abu Hanifah, Yazid al-Raqasyi, Malik ibnu Dinar, Sufyan ats-Tsauri, dan Ibrahim ibnu Adham senantiasa melaksanakan qiyam al-lail setiap hari, sampai akhir hayat mereka. Suatu saat, Bisyir al-Hafi ditanya, “Tak pernahkah engkau istirahat di waktu malam, sekejap saja?” Bisyir menjawab, “Sungguh, Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam telah bangkit (untuk qiyam al-lail) sampai kedua kakinya bengkak dan mengalirkan darah, padahal Allah Ta`ala telah mengampuni –kalaupun ada– dosanya, baik yang telah berlalu maupun yang akan datang. Bagaimana aku bisa tidur, sementara aku sama sekali tidak tahu apakah Allah telah mengampuni satu saja dari dosaku.”

Hasan al-Bashri r.a. berkata, “Tak seorang pun di antara kalian meninggalkan qiyam al-lail, melainkan karena dosa yang telah diperbuatnya. Setiap malam, diri kalian menghilang saat matahari mulai tenggelam. Bertobatlah kepada Tuhan kalian, agar kalian bisa melaksanakan qiyam al-lail.” Seringkali al-Bashri berkata, “Qiyam al-lail akan terasa berat bagi orang yang banyak menanggung beban kesalahan.”

Shillah ibnu Asyim r.a. selalu memancangkan kakinya untuk shalat sejak waktu Isya sampai Subuh. Dan seusai shalat ia akan berkata, “Ya Rabb, seretlah aku dari neraka, karena orang sepertiku tak layak memohon surga.”

‘Utbah al-Gulam, jika selesai berwudhu, sebelum beranjak untuk shalat ia akan berkata, “Ya Allah, Sungguh diriku telah melakukan berbagai maksiat dan keburukan yang tak sanggup kutanggung, sehingga aku layak mendapat hina, noda, dan masuk neraka. Dan inilah aku yang ingin bersimpuh di hadapan-Mu, di balik semua penentang yang ada di muka bumi ini. Aku memohoh agar Engkau mengampuni salah seorang di antara mereka, sehingga aku pun mendapat percikan ampunan itu.”

Al-Hasan ibnu Shalih senantiasa melaksanakan qiyam al-lail bersama budak perempuannya. Suatu hari, ia menjual budak perempuannya itu kepada suatu kaum. Saat tiba waktu Isya, budak perempuan ini mulai shalat, dan terus menerus shalat sampai fajar menyingsing. Budak itu berkata kepada penghuni rumah, “Wahai penghuni rumah, semua waktu akan berlalu dari malam. Bangkitlah dan shalatlah kalian wahai penghuni rumah.” Penghuni rumah berkata kepada budak itu, “Kami tidak bangun sampai fajar.”

Kemudian sang budak mendatangi al-Hasan ibnu Shalih, dan berkata, “Engkau telah menjualku kepada orang-orang yang selalu tidur sepanjang malam. Dan aku takut menjadi malas karena menyaksikan tidur mereka.” Setelah itu al-Hasan pun membelinya kembali, karena rasa sayang kepadanya dan untuk memenuhi haknya.

Setiap malam, Rabi`ah al-Adawiyah berwudhu dan memakai wewangian, lalu berkata kepada suaminya, “Apakah Engkau membutuhkanku malam ini?” Jika suaminya mengatakan tidak, maka ia pun akan bangkit untuk shalat sampai subuh. Dan di awal malamnya itu ia akan berkata, “Tuhanku, mata orang-orang telah terlelap, bintang-bintang tenggelam, dan kerajaan dunia pun telah mengunci pintu-pintunya. Tapi pintu-Mu tak pernah ditutup, maka ampunilah dosaku.” Setelah itu ia merentang kedua kakinya untuk shalat, dan berkata, “Demi Keagungan dan Keperkasaan-Mu, inilah tempatku di hadapan-Mu sampai pagi selama aku hidup.”

Al-Mugirah ibnu Habib berkata, “Suatu malam, kedua mataku menatap Malik ibnu Dinar, saat itu ia telah berdiri tegak di hadapan Allah Ta`ala sejak waktu Isya sambil menggenggam janggutnya. Ia terus menangis dan berkata, `Ya Rabb, kasihilah Malik yang telah beruban ini, sehingga bisa shalat sampai terbit fajar.’”

Ia juga berkata, “Selama satu bulan aku memperhatikan `Abdul Wahid ibnu Zaid. Aku tidak pernah melihatnya tidur, walau hanya sebentar. Dan ia berkata kepada penghuni rumah, ‘Wahai penghuni rumah, setiap detik terus berlalu dari malam ini. Waspadalah kalian di rumah yang kalian tiduri ini, sebentar lagi rayap akan memangsa kalian.”

Shahib al-`Abid adalah budak milik seorang perempuan di Bashrah, ia selalu beribadah sepanjang malam. Suatu hari, sang majikan berkata kepadanya, “Sungguh, ibadahmu sepanjang malam akan mengganggu pelayananmu (padaku) saat siang.” Shahib berkata kepadanya, “Apa yang akan kulakukan? Setiap kali aku teringat neraka Jahannam, rasa kantukku terbang.”

Azhar ibnu Mugits r.a. berkata, “Suatu malam, aku melihat perempuan paling cantik yang belum pernah kusaksikan, ia bermata indah, maka aku pun berkata kepadanya, `Siapa engkau?’ Ia menjawab, `Aku diperuntukkan bagi orang yang selalu bangun di malam-malam musim dingin.”

Suatu malam, Ibrahim ibnu Adham tertidur di Bait al-Muqaddas. Tiba-tiba ia mendengar suara dari arah gurun berkata, “Qiyam al-lail akan memadamkan nyala neraka dan mengokohkan kaki di atas shirath. Maka, jangan kau remehkan qiyam al-lail.” Sejak saat itu, Ibrahim ibnu Adham tidak pernah lagi meninggalkan qiyam al-lail, sampai saat ia meninggal.*


Dari buku Terapi Ruhani karya Syaikh ‘Abdul Wahhab Asy-Sya’ani.

Rezim Jokowi: Diskotik dan Klub Malam Bebas Pajak, Penerbitan Buku Kena Pajak Tinggi

Eramuslim.com – Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 158/PMK.010/2015 yang ditandatangani Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro pada tanggal 12 Agustus 2015, telah menetapkan sejumlah jenis jasa kesenian dan hiburan dalam kelompok yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Ada delapan jenis jasa kesenian dan hiburan yang tidak dikenai PPN. Peraturan ini akan diberlakukan pada 12 September 2015. Sebab, berdasarkan bunyi pasal 3 dalam PMK tersebut, peraturan mulai berlaku setelah 30 hari terhitung sejak tanggal diundangkan. Peraturan ini diundangkan pada 13 Agustus 2015.
Berikut jenis jasa kesenian dan hiburan yang tidak dikenai PPN:
  1. Tontonan film
  2. Tontonan pagelaran kesenian, tontonan pagelaran musik, pagelaran tari, pagelaran busana
  3. Tontonan kontes kecantikan, kontes binaraga, kontes sejenisnya
  4. Tontonan berupa pameran
  5. Diskotik, karaoke, klab malam dan sejenisnya
  6. Tontonan pertunjukan sirkus, pertunjukan akrobat, sulap
  7. Tontonan pertandingan pacuan kuda, pertandingan kendaraan bermotor, permainan ketangkasan
  8. Tontonan pertandingan olahraga
Namun anehnya, penerbitan buku termasuk penjualan, royalti penulis, kertas, dan seluruh lini produksinya dikenakan pajak yang cukup tinggi. Padahal klub malam dan diskotik sama sekai tidak bisa membuat bangsa ini pintar. Seharusnya penerbitan buku dibebaskan pajak, namun diskotik dan klub malam dikenakan panjak setinggi-tingginya. Tapi faktanya terbalik. Inilah potret rezim Jokowi. Bangsa akan diperbodoh terus agar terus mendukung rezim penguasa yang kualitas KW-3 seperti sekarang.(rz)


AYO KERJA???
AYO NONTON! AYO GOYANG!
  (Duuh!)  

22.8.15

Kisah Tertangkapnya Oknum Polisi Kristen yang Pakai Baju FPI dan Jadi Provokator Parade Tauhid di Jakarta

Eramuslim.com – Dalam acara Parade Tauhid di Jakarta pada Ahad (16/8/2015) lalu, tertangkap oknum aparat yang menyamar sebagai provokator untuk mengganggu jalannya acara besar umat Islam itu. Hal tersebut diungkapkan oleh anggota tim khusus pengamanan Parade Tauhid, Aziz Yanuar, SH, Kamis (20/8/2015) seperti dikutip Suara-Islam.com.

“Saat iring-iringan menuju arah bundaran HI, ada seseorang pakai atribut FPI sedang memaki-maki polisi dengan bahasa kasar bahkan mengancam dan berbuat kekerasan, orang tersebut menyekek leher aparat, tapi anehnya ketika dilerai oleh pasukan pengamanan parade, malah polisi itu mengatakan; “biar aja mas biar, gak apa-apa”, cerita Aziz.

Setelah itu, lanjut Aziz, tim pengamanan Parade Tauhid berinisiatif menangkap oknum tersebut. “Orang itu mengaku dari FPI Makasar Jakarta Timur, tapi ketika ditanya Kartu Tanda Anggota (KTA) FPI, dia tidak punya, ditanya siapa ketua FPI di daerahnya dia juga tidak tahu. Tapi kemudian tim menemukan KTA kepolisian di kaos kaki di bawah kakinya,” ungkapnya.

Menurut Aziz, dari tanda pengenalnya provokator tersebut bernama Paruliant. “Agamanya Protestan, pangkatnya Brigadir dari Polres Jakarta Pusat,” katanya.

Ia melanjutkan, saat provokator tersebut ditahan tim keamanan, kemudian datanglah komandan oknum tersebut berpakaian preman dari kepolisian, singkat cerita akhirnya orang tersebut dilepas oleh tim pengamanan.

Aziz yang juga menjadi anggota Pusat HAM Islam (PUSHAMI) ini mengatakan, tertangkapnya provokator ini menjadi pelajaran bahwa aparat tidak hanya bertugas mengamankan acara, mereka juga punya tujuan menggagalkan kegiatan khususnya acara umat Islam.

“Cara-cara licik tetap digunakan oleh aparat untuk memancing kekerasan dan kerusuhan, dan info semacam ini mesti disebarkan biar masyarakat terutama mereka yang anti kelompok yang selalu diidentikan dengan kekerasan itu tahu ada upaya seperti ini,” ujar Aziz.

“Dan tidak menutup kemungkinan juga kan, yang kemarin kerusuhan DPRD DKI waktu kasus demo Ahok itu ada orang-orang macam aktor polisi seperti ini,” tambahnya. Ia juga berpesan, kedepannya setiap acara umat Islam harus lebih baik tim pengamanannya.(td)

Perpanjang Konflik Yaman, AS Gagalkan Pendaratan 2 Ribu Tentara Mesir & Sudan

Eramuslim – Seorang sumber pejabat tinggi Yaman di ibukota Riyadh mengungkapkan bahwa Amerika Serikat berhasil menggagalkan pengiriman 2 ribu tentara Mesir dan Sudan di wilayah provinsi Hodeidah dan Mokha, sebelah barat Yaman.

Dalam keterangan kepada kantor berita Sputnik Rusia, sumber Yaman yang tidak mau diungkapkan identitasnya mengatakan, “Amerika Serikat berhasil mencegah koalisi regional Arab mendaratkan 2 ribu tentara Mesir dan Sudan di wilayah Barat Yaman.”

“Penawaran rahasia AS menjadi pemicu kegagalan pendaratan pasukan tersebut,” ujar sumber tanpa mau menerangkan kapan pendaratan itu terjadi dan apa isi penawaran rahasia AS tersebut.

Sumber pejabat tinggi Yaman menambahkan, “Saya tidak menuding Amerika Serikat, akan tetapi saya memprediksi Washington ingin memperpanjang perang antara pihak yang berkonflik di Yaman.”

Tercatat dalam beberapa pekan terakhir pesawat jet koalisi regional terlihat intensif melakukan serangan udara di wilayah garis pantai Hodeida serta Mokha, persis seperti awal operasi perebutan kota Aden pada pertengahan bulan Juli lalu. (Alarabiya/Ram)

11.8.15

NKRI: Bendera Tauhid Ditangkap, Bendera Zionis-Israel Dibiarkan

Eramuslim.com – Ustadz Syamsudin Uba mengisahkan bagaimana dirinya bersama dua orang ikhwan yang sempat ditangkap oleh aparat TNI dan Polri.

Imron, rekan Ustadz Syamsudin Uba, ditangkap hanya lantaran mengecat rumahnya dengan bendera tauhid.

“Salah seorang dari kami yang ditangkap, namanya Imron, rumahnya ditulisi kalimat tauhid, lalu dikepung oleh TNI dan Polisi lalu dibawa ke Polda NTT. Padahal itu rumah pribadi. Aparat menuduh itu bendara ISIS, lalu dibantah bahwa itu adalah bendera tauhid,” kata Ustadz Syamsudin Uba saat ditemui usai mengikuti aksi dama Parade Tauhid Bekasi di GOR Kota Bekasi, Jawa Barat (9/8).

Begitu sigap aparat menangkap Imron yang mengecat rumahnya dengan bendera tauhid dan dituding terkait ISIS.

Sementara di sisi lain, bendera Zionis Israel, negara teroris yang menjajah umat Islam Palestina dan tak mempunyai hubungan diplomatik dengan dengan Indonesia, bertebaran di NTT maupun di Papua, tapi dibiarkan aparat begitu saja.

“Dia bersama kami di Polda selama lima hari, hanya gara-gara menuliskan kalimat tauhid di rumahnya. Tetapi di Papua, di Kupang dan di Alor, bendera Zionis itu menempel di mobil-mobil,” ujarnya.

Hal itulah yang dipertanyakan Ustadz Syamsudin Uba kepada para penyidik yang menangkapnya kala itu.

“Kenapa mereka yang memasang bendera-bendera Zionis di Kupang dan di Alor itu tidak ditangkap? Tapi kami sebagai umat Islam yang berakidah, memasang bendera tauhid, kami malah ditangkap? Kami pertanyakan kepada aparat seperti itu,” tuturnya.

Menurutnya, pembiaran bertebarnya simbol dan bendera Zionis Israel oleh aparat TNI/Polri dan penangkapan para aktivis Islam yang memasang bendera tauhid, bukan lagi sekedar sikap diskriminatif.

“Ini bukan lagi diskriminasi, tetapi ini adalah cara mereka untuk mematikan orang-orang yang bertauhid. Buktinya, kami ceramah dengan materi seperti itu, lalu dituding sebagai anggota ISIS, ini berita palsu!” tandasnya.(rz/panjimas)

Minyak, emas, perak dan tembaga sudah diberikan...
Ayo... siapa yang peduli NKRI?
Ini mah ngarang saja, kalau saja Indonesia diserang oleh Amerika dan terjadi perang di NKRI ini, komponen bangsa yang mana yang akan membela NKRI?

5.8.15

13 Alasan Emmanuel Adebayor Masuk Islam

EMMANUEL Adebayor adalah pemain sepak bola profesional dari Togo yang bermain untuk klub Inggris Tottenham Hotspur dan memperkuat tim nasional Togo. Sebelumnya ia bergabung dengan klub Metz, Monaco, Arsenal, Real Madrid dan Manchester City.

Beberapa bulan yang lalu, Emmanuel Adebayor merilis informasi yang berkaitan dengan pribadi dan keluarganya secara online. Seiring berjalannya waktu, terkuak kabar bahwa ia memutuskan untuk masuk Islam. Ia memutuskan untuk meninggalkan keyakinan lamanya, Kristen dan memilih Islam sebagai jalan hidup. Proses masuk Islam Adebayor ini juga diunggah ke Youtube.

Adebayor masuk Islam bukan tanpa pemikiran yang matang. Ia benar-benar memunyai alasan yang kuat mengapa akhirnya ia memilih Islam dan meninggalkan keyakinan lamanya. Laki-laki kelahiran tahun 1984 ini menganggap bahwa umat Muslim adalah umat yang paling menganut nilai-nilai yang diajarkan oleh Yesus atau Isa Alaihissalam daripada orang Kristen sendiri.

Inilah 13 alasan valid menurut Emmanuel Adebayor:
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. mengajarkan tauhid yaitu hanya ada satu Tuhan yang layak untuk disembah. Hal ini tercantum dalam Kitab Ulangan 6: 4, Markus 12: 29. Umat Islam pun mempercayai hal ini sebagaimana tercantum dalam QS. An-Nisa: 171.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. tidak makan daging Babi sebagaimana tercantum dalam Kitab Imamat 11: 7 yang selaras dengan QS. Al-An’am: 145.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. memberi salam dengan “assalamu’alaikum” (Semoga kedamaian/keselamatan menyertaimu) dalam Johannes 20: 21. Umat Islam juga saling memberi salam dengan kalimat ini.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. selalu mengatakan ‘jika Tuhan menghendaki’ (insya Allah), Muslim mengatakan ini sebelum melakukan sesuatu sebagaimana dianjurkan dalam QS. Al-Kahf: 23-24.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. membasuh muka, tangan dan kakinya sebelum berdoa. Muslim pun melakukan hal yang sama.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. dan nabi-nabi yang terdapat dalam Kitab Injil berdoa dengan kepala menyentuh tanah (lihat Matius 26: 39). Umat Islam pun juga diperintahkan hal serupa di QS. Ali-Imran: 43.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. memelihara jenggot dan memakai jubah. Umat Islam pun disunahkan untuk melakukan yang serupa.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. patuh pada hukum dan percaya pada para nabi (lihat Matius 5: 17). Umat Muslim pun melakukan hal yang sama sebagaimana diajarkan dalam QS. Ali-Imran: 84 dan Al-Baqarah: 285.
  • Ibunda dari Yesus atau Nabi Isa a.s. yang bernama Maryam berpakaian dengan sederhana, menutup seluruh tubuhnya dan memakai penutup kepala (hijab). Hal ini bisa ditemukan dalam 1 Timotius 2: 9, Kitab Kejadian 24: 64-65, Korintus 11: 6. Perempuan Muslim juga berpakaian yang sama sebagaimana diperintahkan oleh QS. Al Ahzab: 59.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. dan nabi-nabi lain yang terdapat dalam Injil berpuasa hingga 40 hari (lihat Kitab Keluaran 34: 28, Daniel 10: 2-6, dan Matius 4: 1). Muslim juga berpuasa di bulan Ramadan. Muslim diwajibkan berpuasa sebulan penuh atau 30 hari di bulan suci Ramadan (lihat QS. Al-Baqarah: 183). Setelah Ramadan disunahkan untuk berpuasa selama 6 hari untuk melengkapi pahala puasa sebelumnya.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. mengajarkan umatnya untuk mengucapkan ‘Kedamaian bagi rumah ini’ ketika ia memasuki rumah (lihat Lukas 10: 5) dan memberi salam kepada pemilih rumah. Umat Muslim melakukan hal serupa sebagaimana yang dilakukan dan diajarkan oleh Yesus atau Nabi Isa a.s. Ketika masuk rumah, kita dianjurkan untuk mengucapkan ‘Bismillah’ dan ‘assalamu’alaikum’ yang memunyai makna sama dengan ajaran Yesus. Hal ini tercantum dalam QS. An-Nur: 61.
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. dikhitan atau sunat. Khitan adalah 1 dari 5 fitrah dalam Islam yang harus dilakukan oleh laki-laki Muslim. Menurut Injil pada Lukas 2: 21, Yesus berusia 8 hari ketika ia dikhitan. Dalam kitab Taurat, Allah menyatakan kepada Nabi Ibrahim a.s. bahwa khitan adalah perjanjian abadi (lihat Kejadian 17: 13). Qur’an surat An-Nahl: 123 juga memerintahkan Muslim untuk mengikuti agama Ibrahim. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ibrahim mengkhitan dirinya sendiri ketika usianya 80 tahun." (Sahih Bukhari, Muslim, Ahmad).
  • Yesus atau Nabi Isa a.s. berbicara bahasa Aramaic dan menyebut Tuhan dengan ‘Elah’ yang diucapkan sama dengan Allah. Aramaic adalah bahasa Bible (Injil) yang kuno. Aramaic adalah salah satu dari bahasa Semit yang juga meliputi bahasa Hebrew (Yahudi), Arab, Ethiopia dan Assyiria kuno serta bahasa Babilonia dari Akadia. Bahasa Aramaic untuk ‘Elah’ dan Arab untuk ‘Allah’ adalah sama.
Dari sini terlihat jelas, siapa di antara umat Kristen dan Islam yang merupakan pengikut setia dari Yesus. Tentu saja, Umat Islam!

Karena itulah, atas alasan tersebut saya memutuskan menjadi pengikut setia Yesus dengan menjadi Muslim,” pungkas Emmanuel Adebayor. (riafariana/dbs/voa-islam.com)

True! Umat Islam Lebih Kristen daripada Umat Kristen

Penulis: Langgeng Saputra

Artikel ini telah diverifikasi oleh Mantan Father (Pendeta) dan Pendiri Mualaf Center Indonesia (mualaf.com), Koh Steven Indra

Umat Islam Lebih Kristen daripada Umat Kristen

Jika Kristen berarti mengikuti ajaran Yesus Kristus (Nabi Isa 'Alayhi Salam), maka umat Islam lebih Kristen daripada Kristen. Karena Yesus menyuruh untuk mentauhidkan Allah (hanya menyembah Allah).

Ketika ada seseorang yang bertanya kepada Yesus tentang hukum yang terutama, Yesus menjawab (dalam Markus 12: 29): "Hukum yang terutama adalah dengarlah hai orang Israil, Tuhan Allah kita, TUHAN ITU ESA."
  • Umat Muslim hanya menyembah Allah, sedangkan umat Kristen tidak metauhidkan Allah. Yesus Kristus berkata bahwa tidak boleh meniadakan satu hukum pun di dalam Perjanjian Lama.
Yesus Kristus berkata dalam Gospel Matius 5: 17-20: "Janganlah kamu menyangka, bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para Nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini. Satu iota atau satu titikpun tidak akan di tiadakan dari hukum taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum taurat sekalipun yang paling kecil dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah dalam kerajaan sorga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajar kan. Segala perintah-perintah hukum taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam kerajaan sorga. Jika hidup keagamaan mu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga."

Jadi Yesus melarang meniadakan satu hukum pun di dalam Perjanjian Lama.

Disebutkan dalam Perjanjian Lama, Injil Imamat 11: 7-8: "JANGAN MAKAN BABI!", juga dalam Bilangan 14:8 dan Yesaya 65: 2-5: "JANGAN MAKAN BABI!".
  • Orang Kristen makan babi sementara Islam melarang umatnya untuk makan babi.
Disebutkan dalam Efesus 5: 18 dan Amsal 20: 1 bahwa "KAU TIDAK BOLEH MABUK DENGAN ANGGUR!".
  • Islam melarang umatnya untuk minum alkohol tapi Kristen minum alkohol yang memabukkan.
Yesus Kristus menyebutkan dalam Gospel Lukas bahwa YESUS DISUNAT pada hari kedelapan.
  • Umat Islam disunat tapi mayoritas umat kristen tidak disunat.

Kami (umat Islam) mencintai Yesus Kristus, kami menghormatinya, kami mengikutinya tapi kami tidak menyembahnya, karena Yesus (Isa 'Alayhi Salam) adalah salah satu dari Rosul Tuhan dan BUKAN TUHAN.

Yesus tidak bersalah, Gerejalah yang berbuat kesalahan karena menganggap Yesus Tuhan. Padahal Yesus tidak pernah mengaku sebagai Tuhan dan tdak pernah menyuruh umatnya untuk menyembahnya.

Menurut kami (umat Islam), Yesus (Isa 'Alayhi Salam) adalah salah satu Rosul besar Tuhan. Pada masa Yesus Kristus, Yesus berkata (Gospel Yohanes 14: 6) "Akulah jalan dan kebenaran..." hal ini berarti dia adalah Rosul Tuhan, Nabi Muhammad shollallâhu' alayhi wasallam juga merupakan jalan dan kebenaran.

Karena Beliau shollallâhu' alayhi wasallam adalah nabi yang terakhir. bahkan Yesus Kristus membicarakan tentang Nabi Muhammad Shollallâhu' alayhi wasallam. Yesus berkata (Yohanes 16: 7) "Sebab jikalau aku tidak pergi, penghibur itu tidak akan datang kepadamu." (Yohanes 16:13) "Tetapi apabila ia datang, yaitu roh kebenaran, ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran."
Jadi hari ini sebagai orang kristen, jika Anda (orang kristen) benar-benar mencintai Yesus Kristus maka Anda (orang kristen) harus mengikuti ajaran Nabi Muhammad shollallâhu' alayhi wasallam!
Perlu diingat, yang di maksud penghibur/roh kebenaran bukanlah roh kudus, tapi Nabi Muhammad shollallâhu' alayhi wasallam. Gospel Yohanes 16: 7 menyebutkan "Adalah lebih berguna bagi kamu. Jika aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi, penghibur itu tidak akan datang kepadamu."

Jadi syaratnya agar roh kebenaran ini datang adalah Yesus Kristus harus pergi. Sedangkan roh kudus sudah ada sebelum Yesus kristus datang, roh kudus juga ada selama Yesus ada.

Jadi bagaimana mungkin penghibur itu adalah roh kudus? Jadi ini merujuk kepada nabi Muhammad Shollallâhu' alayhi wasallam bukan roh kudus. Dan nubuat ini disebutkan juga dalam Perjanjian Lama dalam Injil Ulangan 18: 18, Ulangan 18: 19, Yesaya 29: 12, Kidung Agung 5: 16, di Perjanjian Baru Gospel Yohanes 14: 16, Yohanes 15: 26, Yohanes 16: 7, Yohanes 16: 12-14, semua ayat ini memembicarakan tentang nabi Muhammad Shollallâhu' alayhi wasallam.

Perlu Anda ketahui, bahasa asli kitab yang dipercayai oleh umat Kristen adalah bahasa Ibrani. Sedangkan bahasa asli kitab umat Islam adalah bahasa Arab.

Tahukah Anda jika nama Muhammad tertulis di dalam kitab umat kristen? Saya mengutipnya dalam bahasa Ibrani, Kidung Agung 5: 16 "hikvō mamətaqqîm vəkullvō mahămadîm zeh dwōdî vəzeh rē‘î bənwōt yərûšālāim. (Teramat manis tutur katanya, Dia adalah Muhammad. Begitulah kekasih dan sahabatku, hai putri-putri Yerusalem!” (Kidung Agung 5: 16) Namun, Al Kitab dalam bahasa Indonesia terlalu jauh mendistorsikan terjemahannya, seharusnya “Dia adalah Muhammad.” Menjadi “segala sesuatu padanya menarik.”.

Memang sekalipun secara harfiah bahwa Muhammad itu artinya “orang yang terpuji”, namun orang awam akan sulit mengidentifikasinya bahwa kata-kata tersebut menunjukkan nama suatu personal.

Lalu, bagaimana kalau ada yang bertanya itukan machamadim bukan Muhammad?

Ya , kita harus ingat bahwa setiap bahasa memiliki perbedaan dalam pengucapan nama tapi sebenarnya orang yang dimaksud sama. Seperti halnya Abraham = Ibrahim, Noah = Nuh, Moses = Musa, Maria = Maryam, dan lain-lain.

Jadi firman Allah Surat Al Baqarah: 146, Ash Shaff: 6, dan Al A’raaf: 157, terbukti benar, dan benar-benar terdapat nama Muhammad dalam Al Kitab Perjajian Lama.

Meski pun para Ahli Kitab telah berusaha menyembunyikan nubuat tentang kedatangan Nabi Penutup yaitu Muhammad sollallahu alayhi wasallam tersebut hingga tinggal sedikit saja ayat-ayat yang luput dari pendistorsian tangan-tangan mereka, dan Allah benar-benar Maha Mengetahui. Mudah-mudahan artikel yang saya buat ini bermanfaat bagi Anda yang mau memahaminya.

Saya Bersaksi Tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. [adivammar/voa-islam.com]

26.7.15

Resensi Buku: Menguak Misteri Muhammad dalam Kitab Suci Injil

Berkat hidayah dan petunjuk dari Allah s.w.t., Abdul Ahad Dawud -Seorang pendeta Katolik Roma dari sekte Uniate Chale dengan nama lengkap Profesor Rev. David Benjamin Keldani, B.D.- berhasil mengungkap “Misteri Muhammad s.a.w. dalam Kitab Suci Injil” yang kebenaranya masih disembunyikan sejak 16 abad silam hingga kini.

Dengan gaya yang lugas dan tegas Abdul Ahad Dawud berani menggugat kebenaran Al-Kitab; meredam gejolak jiwa dan pikiran yang memberontak terhadap ketidakrasionalan ajaran-ajaran yang selama 40 tahun, menjadi pegangan suci bagi beliau.

Karya langka ini sungguh benar-benar argumentatif dan rasional sehingga tak ayal lagi, kitab fenomenal ini tidak terbantahkan oleh siapa pun.

Ingin memiliki? Segera pesan karena stok di kami terbatas!
Judul: Menguak Misteri Muhammad dalam Kitab Suci Injil
Penulis: Mantan Profesor Katolik Roma, Abdul Ahad Dawud
Harga: Rp65.000 (di luar ongkos kirim)
Untuk pemesanan hubungi/SMS atau email dengan menuliskan nama, alamat dan jumlah pemesanan ke: 085811922988 atau marketing@eramuslim.com

25.7.15

Larangan Perayaan Idul Fitri & Pemakaian Jilbab serta Pembakaran Masjid oleh Massa Gereja Injili di Wamena Papua

Eramuslim.com – Suasana Iedul Fitri 1436H yang khusyu’ di Kabupaten Tolikara Papua berubah jadi bencana. Saat umat Islam sedang melaksanakan shalat Idul Fitri pagi (17/7) sekitar pukul 07.00 WIT, massa dari GIDI (Gereja Injili Di Indonesia) wilayah Toli tiba-tiba menyerbu jamaah dan membakar masjid.

Laporan dari sumber di Papua, ada 10 orang yang terluka serta belasan kios dan rumah warga Muslim terbakar habis.

Penyerbuan oleh massa GIDI disinyalir karena ada larangan bagi umat Islam di Kabupaten Tolikara untuk merayakan/shalat Iedul Fitri. GIDI beralasan karena tanggal tersebut bertepatan dengan adanya kegiatan GIDI tingkat internasional. GIDI sudah membuat surat pemberitahuan larangan Iedul Fitri dan juga larangan memakai jilbab bagi muslimat.

Berikut kutipan SURAT LARANGAN GIDI yang redaksi dapatkan dari viral social media.



Kronologi Pembakaran Masjid di Wamena oleh Teroris Kristen Tolikara

Di "media" ini adalah praktek KEKERASAN!
Berikut kronologi kejadian provokasi, teror dan aksi pembakaran serta perusakan Masjid di Tolikara Wamena, Papua oleh sekelompok teroris Kristen Gereja Injili:
  • Tanggal 11 Juli 2015, surat selebaran yang mengatasnamakan jemaat GIDI yang berisi “GIDI wilayah Toli, selalu melarang agama lain dan Gereja Denominasi lain untuk mendirikan tempat-tempat ibadah di Kabupaten Tolikara” dan melarang berlangsungnya kegiatan ibadah shalat Ied umat Islam di kabupaten Tolikara yang ditandatangani oleh Pendeta Mathen Jingga S.Th.Ma & Pendeta Nayus Wenda S.Th.
  • Pukul 07.00 WIT, saat jamaah muslim akan memulai kegiatan shalat Ied di lapangan Makoramil 1702-11/Karubaga, Pdt. Marthen Jingga dan Harianto Wanimbo (KoorLap) yang menggunakan megaphone berorasi dan menghimbau kepada jamaah shalat Ied untuk tidak melaksanakan ibadah shalat Ied di Tolikara.
  • Pukul 07.05 WIT, saat shalat Ied memasuki takbir ke-7, massa yang dikoordinir oleh Pendeta Marthen Jingga dan Harianto Wanimbo (KoorLap) mulai berdatangan dan melakukan aksi pelemparan batu dari bandara Karubaga dan luar lapangan Makoramil 1702-11/Karubaga yang meminta secara paksa untuk membubarkan kegiatan Shalat Ied dan mengakibatkan kepanikan jamaah shalat Ied yang sedang melaksanakan shalat.
  • Pukul 07.10 WIT, massa pimpinan Pdt. Marthen Jingga dan Harianto Wanimbo (KoorLap) mulai melakukakan aksi pelemparan batu dan perusakan kios-kios yang berada dekat dengan masjid Baitul Muttaqin.
  • Pukul 07.20 WIT, aparat keamanan berusaha membubarkan massa dengan mengeluarkan tembakan namun massa semakin bertambah dan melakukan pelemparan batu kepadan aparat keamanan.
  • Pukul 07.052 WIT, massa yang merasa terancam dengan tembakan peringatan dari aparat keamanan melakukan aksi pembakaran kios yang berada didekat masjid milik bapak Sarno yang bertujuan agar api bisa merembet ke masjid Baitul Muttaqin.
  • Pukul 08.30 WIT, api yang sudah membesar merambat kebagian kios yang lain dan menjalar ke bagian masjid.
  • Pukul 08.53 WIT, bangunan kios-kios dan masjid habis terbakar.
  • Pukul 09.10 WIT, massa dari Pdt. Marthen Jingga dan Harianto Wanimbo (KoorLap) berkumpul di ujung bandara karubaga untuk bersiaga.
Allhumma sallimna wa sallimhum...


Andai Saja Muslim Pelakunya!

Di "media" yang dibakar adalah MUSHALA!
"Andai saja" kasus Tolikara adalah kasus pembakaran Gereja yang dilakukan oleh oknum Muslim, maka tentu akan lain "suasana" dan pemberitaanya.
  • Penggiat HAM akan bersuara lantang.
  • "Media-media" terutama TV akan terus memberitakan kejadian tersebut dengan running-text -nya yang tiada henti menampilkan kalimat-kalimat... “TERORIS bakar Gereja” "TERORIS masih bercokol di NKRI" atau menayangkan Acara Khusus dengan tema-tema seperti “Gerejaku Menangis” "Papua Berduka" dst...
  • Kepolisian akan langsung menerjunkan pasukan Densus88 untuk memburu sang TERORIS plus "media" yang setia mendampinginya.
  • BNPT dengan Arsjad Mbay-nya akan sibuk tampil di TV seraya mengatakan jika TERORIS wajib diberangus.
  • Presiden dan wakil presiden akan turun langsung melihat puing-puing Gereja yang terbakar dan menjenguk para pengungsi Kristen yang ketakutan di pengungsian.
  • Para pemimpin dunia akan melayangkan surat simpati.
  • Dan sebagainya dan sebagainya...
(Simbol) Israel sangat populer di Tolikara? -Foto: Hidayatullah.com

Siapa yang "bermain" dalam tragedi ini?
  • ...
  • ...
  • Persis tragedi Ambon?
  • Q2.120!

Kami (Muslim) dan Mereka

Kami (Muslim) tidaklah BUTA dan TULI dalam memahami semua ini.
Juga kami tidaklah BISU tapi kami memang tidak mempunyai "media" untuk membela diri dan membela saudara-saudara kami yang tertindas dan teraniaya di negeri ini juga di negeri-negeri sana... Palestina, Irak, Afghanistan, Pakistan, Mesir, Suriah, Yaman, Libya, Sudan, China (Xinjiang), Myanmar (Rohingya) dst...
Kami tidaklah tertipu tapi mereka-lah yang telah TERTIPU oleh kehidupan dunia ini. 

Dunia memang SURGA bagi mereka dan PENJARA bagi kami.
Kami bukan tidak ingin "memiliki" dunia tapi kami tidak ingin tertipu olehnya.
Konon! Mereka telah terbebas dari dosa dan mendapat jaminan syurga yang AGUNG, tapi mengapa mereka masih tetap saja "menginginkan" dunia yang HINA ini (Aneh???) sehingga tak sedikit dari hak kami di dunia ini mereka ambil, rampas dan rampok. 

Biarlah Allah azza wajalla saja yang menjadi penolong dan pelindung kami. Dan kami tidak pernah kecewa dengan pertolongan dan perlindungan-Nya.

►Q61.8. "Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya."

►►Q3.186. “Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar (melihat) dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu berSHABAR dan berTAQWA, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.