1.3.15

Soal Syiah, FPI Dorong Indonesia Ikuti Jejak Malaysia

Hasil kongres umat Islam yang menyatakan Indonesia adalah negeri Muslim yang berakidah Ahlus Sunnah

Hidayatullah.com–Ahmad Sobri Lubis, Wakil Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) meminta pemerintah Indonesia untuk mengikuti jejak pemerintah Malaysia dalam penanganan masalah Syiah.

Malaysia lebih maju dari Indonesia soal ketegasannya kepada Syiah. Malaysia melarang Syiah dengan penegasan Malaysia sebagai negeri Muslim yang berakidah ahlus sunnah dan berfikih Syafi’i. Nah, ini patut juga ditiru Indonesia,” kata Sobri dalam tablig akbar Majelis Taqarrub Ilallah di Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2015) pagi.

Di Indonesia, jelas Sobri, Syiah belum dianggap persoalan serius oleh pemerintah. Padahal rentetan konflik Suni-Syiah di Indonesia semakin banyak terjadi di Indonesia.

Konflik Suni-Syiah jangan dianggap kecil, ini bisa melebar kemana-mana. Bagaimana sekarang ini umat Islam bisa mendorong pemerintah untuk bersikap tegas Syiah,” ungkap Sobri.

Menurut Sobri, penegasan Indonesia sebagai negeri Ahlus Sunnah merupakan hasil rekomendasi Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) 2015 di Yogyakarta belum lama ini.

Ini sesuai dengan hasil kongres umat Islam yang menyatakan Indonesia adalah negeri Muslim yang berakidah Ahlus Sunnah. Dengan penegasan ciri khas ini, maka Syiah harus hormat dan tidak menyebarkan pahamnya di Indonesia yang berstatus negara ahlus sunnah,” kata Sobri.

Di balik Jatuhnya Khilafah Turki Ustmaniyah Terakhir

Oleh: Aidil Faqih

Pada bulan Rajab di samping Isra’ dan Mi’rajnya Nabi Muhammad Saw ada peristiwa penting yang takkan dilupakan oleh kaum Muslim, yakni dihapuskannya sistem Khilafah oleh pengkhianat kaum Muslim, Mustafa Kemal Atartuk. Inilah tragedi yang menjadi awal kelamnya kehidupan kaum Muslim.

Ada beberapa faktor penyebab utama kemunduran Negara Khilafah saat itu, diantaranya: konspirasi negara-negara kafir imperialis, pengkhianatan penjabat tinggi negara, adanya ide-ide dan isme-isme rusak (Nasionalisme, Patriotisme, Demokrasi dan HAM) yang mempengaruhi pemikiran kaum muda di Turki dan wilayah Khilafah lainnya, terhentinya ijtihad, upaya memasukkan Undang-undang barat dalam konstitusi Negara Khilafah, penghancuran aqidah Islam melalui serangan misionaris Kristen (pendeta-pendeta yang berjuang memurtadkan orang-orang Islam). Puncaknya, pada tanggal 3 Maret 1924 (28 Rajab 1342 H), agen Inggris keturunan Yahudi Dunamah bernama Mustafa Kemal Pasha menyatakan dibubarkannya Negara Khilafah Islamiyah yang berpusat di Istambul, dan kemudian menggantinya dengan sistem Republik dengan asasnya Sekular-Demokrasi serta memindahkan ibukota Turki dari Istambul ke Ankara.

Sultan Abdul Hamid dan Yahudi

Pada masa pemerintahan Khalifah Sultan Abdul Hamid II, Pemimpin Zionis Internasional bernama Theodore Herzl melalui sahabatnya yang dekat dengan keluarga istana meminta kepada Khalifah untuk memberikan tanah Palestina kepada orang-orang Yahudi. Dan jika diizinkan menduduki Palestina, orang-orang Yahudi akan menyelesaikan utang-utang Negara Khilafah. Namun apa yang terjadi Khalifah Sultan Abdul Hamid II menolak dengan tegas, melalui suratnya:

Nasehatilah temanmu Herzl agar dia tidak mengambil langkah-langkah baru mengenai masalah ini, sebab saya tidak bisa mundur dari tanah suci ini (Palestina) walaupun hanya sejengkal. Sebab tanah ini bukanlah milik saya. Dia milik bangsa dan rakyat saya. Nenek moyang saya telah berjuang demi mendapatkan tanah ini. Mereka telah menyiraminya dengan titisan darah demi mendapat tanah ini. Maka biarkanlah orang-orang Yahudi itu menggenggam jutaan uang mereka. Jika negeriku hancur lebur, maka sangat mungkin mendapatkan negeri Palestina tanpa ada balasan apapun. Namun patut diingat, bahwa hendaklah penghancuran itu dimulai dari tubuh dan raga kami. Namun tentunya saya juga tidak akan menerima, raga saya dirusak binasa sepanjang hayat masih dikandung badan”.

Demikianlah, Herzl gagal merayu Sultan Abdul Hamid II untuk menduduki tanah Palestina. Padahal waktu itu utang Negara Khilafah mencapai 20 juta Lira.

Setelah gagal merayu Sultan Abdul Hamid II, Zionisme Internasional kemudian memulai dengan menggerakkan media-media internasional untuk menjatuhkan Khalifah. Setelah itu, mereka menyatukan musuh-musuh Sultan Abdul Hamid II yang tumbuh dan bercampur baur dalam masyarakat Utsmani. Kita dapatkan para pengikut demokrasi dan mereka yang diperalat kaum demokrat, melakukan rencana yang sangat teratur dan menyerang. Mereka menguasai jaringan bisnis dunia, media-media Eropa, sehingga sangat mungkin bagi mereka untuk membentuk pandangan umum tentang pentingnya memecat Sultan Abdul Hamid II dari jabatannya sebagai seorang Khalifah.

Konspirasi Kolonialis Eropa untuk Menghapuskan Sistem Khilafah

Pada tanggal 31 Maret 1909, Zionis Internasional melakukan konspirasi, yaitu peristiwa tragis yang menimbulkan goncangan hebat. Peristiwa tersebut terjadi di kota Istambul, dimana telah terjadi pembunuhan berdarah yang menimbulkan korban jiwa. Dan kemudian mereka menuduh Sultan Abdul Hamid II terlibat dalam peristiwa tersebut. Peristiwa tersebut juga membuat orang-orang Yahudi Eropa dari Organisasi Persatuan dan Pembangunan (nama lain dari Gerakan Turki Muda pimpinan Mustafa Kemal) memasuki Istambul untuk melakukan acara penurunan baiat di pusat kota menuntut pemecatan Sultan Abdul Hamid II dari jabatannya sebagai seorang Khalifah. Dengan dukungan media-media di Turki dan Eropa, mereka menuduh Sultan merencanakan terjadinya peristiwa 31 Maret tersebut, membakar mushaf-mushaf Al-Qur`an, pemboros, penumpah darah, dan zhalim. Agar niat busuk tersebut berhasil, para revolusionir bentukan Yahudi melakukan tekanan kepada mufti Islam Muhammad Zhiyaudin untuk mengeluarkan fatwa pemecatan. Pada hari selasa 27 April 1909, sebanyak 240 anggota Majelis A`yan (tokoh-tokoh masyarakat yang ditunjuk) mengadakan pertemuan bersama dan menetapkan pemecatan Sultan Abdul Hamid II. Namun sebagian anggota menolak menerima draft tersebut, diantaranya sekretaris fatwa Nuri Affandi yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Namun atas usulan dan desakan dari Organisasi Persatuan dan Pembangunan, akhirnya dibentuklah panitia untuk menyampaikan keputusan pemecatan Khalifah kaum muslimin, panitia tersebut terdiri dari: Immanuel Qarashu (seorang Yahudi asal Spanyol), Aaram (Anggota Majelis Perwakilan yang berasal dari Armenia), As`ad Thuathani (Utusan Albania), Arif Hikmat (anggota Majelis `Ayan, asal Irak Karajabani). Kemudian melalui mereka dilakukan (pemberitahuan) pemecatan Sultan Abdul Hamid II sebagai Khalifah, dan pada saat bersamaan Sultan Abdul Hamid berkata kepada mereka, ”Sesungguhnya ini tak lebih dari perbuatan orang-orang Yahudi yang mengancam Khilafah, lalu apa maksud kalian membawa orang ini (Emmanuel) datang ke hadapanku?”.

Setelah Sultan Abdul Hamid II diturunkan dari jabatannya, kemudian beliau dibuang ke Salonika (wilayah Kekhilafahan Turki yang berbatasan dengan Yunani).

Orang-orang Yahudi dan Freemasonry mengangkat hari penjatuhan Sultan Abdul Hamid II sebagai hari raya mereka. Mereka meluapkan kegembiraan dengan mengadakan demonstrasi di jalan-jalan pusat kota Istambul, Turki Utsmani. Setelah diturunkan dari jabatannya, Sultan Muhammad Rasyad menggantikan beliau sebagai Khalifah kaum muslimin.

Pada hari Senin tanggal 3 Maret 1924, dunia dikejutkan oleh berita bahwa Mustafa Kemal di Turki secara resmi telah menghapus Khilafah. Pada malam itu Abdul Majid II, Khalifah terakhir kaum muslimin, dipaksa untuk mengemas kopernya yang berisi pakaian dan uang ke dalam kendaraannya dan diasingkan dari Turki, dan tidak pernah kembali. Dengan cara itulah pemerintahan Islam yang berusia 1342 tahun berakhir. Kisah berikut adalah sekelumit sejarah dari tindakan-tindakan kekuatan kolonialis dengan pertama kali menyebarkan benih perpecahan diantara kaum muslimin dengan menanamkan nasionalisme dan akhirnya mengatur penghancuran Daulah Khilafah melalui agen-agen pengkhianatnya… (Bersambung)

Tidak berapa lama kemudian, muncullah hakikat sebenarnya yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam dari kalangan Yahudi dan Kristen dan lebih khusus lagi Inggris. Mereka melihat, bahwa penghancuran Khilafah bukanlah perkara yang mudah, kecuali dengan cara membuat pahlawan boneka (proxy) dan menggambarkan opini umum tentang sosoknya yang besar dan keramat. Dan mereka mengusulkan nama Musthafa Kemal agar menjadi sumber harapan dan sumber penghormatan di kalangan perwira tentara dan rakyat Utsmani.

Mereka membuat beberapa sandiwara peperangan untuk mengangkat (mengorbitkan) nama Musthafa Kemal sebagai pahlawan. Mereka bertempur tetapi tidak ada peluru dan meriam yang ditembakkan pihak sekutu. Musthafa Kemal berhasil mendesak pasukan sekutu mundur dari wilayah Turki. Kemenangan sandiwara ini disambut oleh rakyat Turki dan menyanjung nama Musthafa Kemal serta menganggapnya sebagai pahlawan penyelamat. Inggris mempublikasikan kemenangan (sandiwara) Musthafa Kemal secara besar-besaran. Atas kemenangan ini Musthafa Kemal mengatakan di hadapan publik: ”Semua rencana tidak akan dilakukan kecuali untuk melindungi kesultanan dan Khilafah serta membebaskan Sultan dan negeri ini dari perbudakan negara asing”. Di sisi lain Duta Besar Inggris mengeluarkan beberapa pernyataan yang ditujukan kepada bangsa Turki supaya mematuhi khalifahnya, seolah-olah mereka berdiri dipihak Sultan dan bermusuhan dengan Musthafa Kemal. Maka bertambahlah kebencian terhadap Khalifah dan bertambahlah kecintaan terhadap pahlawan (boneka) yang memerangi sekutu.

Kebusukan rencana Musthafa Kemal mulai terbongkar pada tahun 1341 H/ 1923 M, Organisasi Nasional Turki pimpinan Mustafa Kemal mengumumkan berdirinya Republik Turki yang beribukota di Ankara dan dia terpilih sebagai presiden pertamanya, peristiwa ini membuat posisi Khalifah Sultan Muhammad Wahidudin terancam, kemudian dia melarikan diri ke Malta dengan kapal Inggris. Awalnya Musthafa Kemal berpura-pura tetap menjaga eksistensi Sistem Khilafah dengan menunjuk Sultan Abdul Majid II menggantikan Sultan Muhammad Wahidudin.

Namun pada tanggal 27 Rajab 1342 H bertepatan dengan 3 Maret 1924 M, Musthafa Kemal memanggil semua pendiri Organisasi Persatuan dan Pembangunan, dia yakin bahwa tidak ada seorangpun yang berani menentang dirinya. Di hadapan anggota, dia mengusulkan untuk membuat projek pembubaran Khilafah yang dia sebut sebagai `bisul abad pertengahan`. Akhirnya pada pertemuan tersebut Sistem Kekhilafahan Islam dibubarkan. Pada keesokan harinya, Khalifah Sultan Abdul Majid II dan keluarga Ustmani diusir dari Ibukota Istambul, hartanya disita, dan Musthafa Kemal mengganti sekolah-sekolah Islam dengan sekolah sekuler dibawah kementrian pendidikan. Hal itu dilakukan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan pimpinan delegasi Inggris, Lord Curzon pada saat perjanjian Lausanne tanggal 23 Juli 1923.

Setelah khilafah Islam dibubarkan dan pasukan Inggris ditarik dari wilayah Turki. Menteri luar negeri Inggris, Curzon dipanggil Senat Inggris untuk mempertanggungjawabkan perihal penarikan pasukan Inggris dari wilayah Turki, dihadapan anggota Senat Curzon berkata, ”Utama persoalannya adalah bahwa Turki telah dihancurkan dan tidak akan pernah bangkit kembali, karena kita telah berhasil menghancurkan dua kekuatan spiritualnya, yaitu Khilafah dan Islam”.

Beberapa bulan setelah penghancuran Khilafah tanggal 24 Juli 1924, kemerdekaan Turki secara resmi diakui dengan penandatanganan Traktat Lausanne. Inggris dan sekutu-sekutunya menarik semua pasukannya dari Turki yang ditempatkan sejak akhir PD I. Sebagai reaksi dari hal ini, dilakukan protes pada Menlu Lord Curzon di House of Common karena Inggris mengakui kemerdekaan Turki. Lord Currzon menjawab, “Situasinya sekarang adalah Turki telah mati dan tidak akan pernah bangkit lagi, karena kita telah menghancurkan kekuatan moralnya, khilafah dan Islam.”

Sebagaimana diakui oleh Lord Curzon, Inggris bersama dengan Perancis memainkan peran penting dalam membagi-bagi tanah kaum muslimin diantara mereka. Rencana mereka melawan Khilafah bukanlah karena Khilafah berpihak pada Jerman pada PD I. Rencana ini telah dibuat ratusan tahun yang lalu yang akhirnya berbuah ketika Khilafah Usmani dengan cepat mulai merosot di pertengahan abad ke 18.

Usaha yang pertama untuk menghancurkan persatuan Islam terjadi pada abad ke 11 ketika Paus Urbanus II melancarkan Perang Salib I untuk menduduki Al-Quds. Setelah 200 tahun pendudukan, akhirnya pasukan salib dikalahkan di tangan Salahudin Ayyubi. Di abad ke 15 Konstantinopel ditaklukan dan benteng terakhir Kekaisaran Byzantium itupun dikalahkan. Lalu pada abad ke 16 Daulah Islam menyapu seluruh bagian selatan dan timur Eropa dengan membawa Islam kepada bangsa-bangsa itu. Akibatnya jutaan orang Albania, Yugoslavia, Bulgaria dan negara-negara lain memeluk Islam. Setelah pengepungan Wina tahun 1529 Eropa membentuk Aliansi untuk menghentikan expansi Khilafah di Eropa. Pada titik itulah terlihat bangkitnya permusuhan pasukan Salib terhadap Islam dan Khilafah, dan dibuatlah rencana-rencana berkaitan dengan ‘Masalah Ketimuran’ seperti yang sudah diketahui.

Count Henri Decastri, seorang pengarang Perancis menulis dalam bukunya yang berjudul Islam tahun 1896:

Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan dikatakan oleh kaum muslimin jika mereka mendengar cerita-cerita di abad pertengahan dan mengerti apa yang biasa dikatakan oleh ahli pidato Kristen dalam hymne-hymne mereka; semua hymne kami bahkan hymne yang muncul sebelum abad ke 12 berasal dari konsep yang merupakan akibat dari Perang Salib, hymne-hymne itu dipenuhi oleh kebencian kepada kaum muslimin dikarenakan ketidakpedulian mereka terhadap agamanya. Akibat dari hymne dan nyanyian itu, kebencian terhadap agama itu tertancap di benak mereka, dan kekeliruan ide menjadi berakar, yang beberapa diantaranya masih terbawa hingga saat ini. Tiap orang menganggap muslim sebagai orang musyrik, tidak beriman, pemuja berhala dan murtad.

Setelah kekalahan mereka, pasukan Salib menyadari bahwa kekuatan Islam dan keyakinannya adalah Akidah Islam. Sepanjang kaum muslimin berkomitmen dengan kuat pada Islam dan al-Qur’an, Khilafah tidak akan pernah hancur. Inilah sebabnya di akhir abad ke 16, mereka mendirikan pusat misionaris pertama di Malta dan membuat markasnya untuk melancarkan serangan misionarisnya terhadap Dunia Islam. Inilah awal masuknya kebudayaan Barat ke Dunia Islam yang dilakukan para misionaris Inggris, Perancis dan Amerika… (Bersambung)

Para misionaris itu bekerja dengan berkedok lembaga-lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan. Awalnya akibat dari tindakan itu hanya kecil saja. Tapi selama abad ke 18 dan 19 ketika kemunduran Khilafah mulai muncul, mereka mampu mengeksplotasi kelemahan negara dan menyebarkan konsep-konsep yang jahat kepada masyarakat. Di abad 19, Beirut menjadi pusat aktivitas misionaris. Selama masa itu, para misionaris mengeksploitasi perselisihan dalam negeri diantara orang Kristen dan Druze dan kemudian antara Kristen dan Muslim, dengan Inggris berpihak pada Druze sementara Perancis berpihak pada Kristen Maronit. Selama masa itu para misionaris itu memiliki dua agenda utama: (1) Memisahkan Orang Arab dari Khilafah Usmani; (2) Membuat kaum muslimin merasa terasing dari ikatan Islam

Tahun 1875 ‘Persekutuan Rahasia’ dibentuk di Beirut dalam usaha untuk mendorong nasionalisme Arab diantara rakyat. Melalui pernyataan-pernyataan dan selebaran-selebaran, persekutuan itu menyerukan kemerdekaan politik orang Arab, khususnya mereka yang tinggal di Syria dan Libanon. Dalam literaturnya, mereka berulangkali menuduh Turki merebut Khilafah Islam dari orang Arab, melanggar Syariah, dan mengkhianati Agama Islam.

Hal ini memunculkan benih-benih nasionalisme yang akhirnya berbuah pada tahun 1916 ketika Inggris memerintahkan seorang agennya Sharif Hussein dari Mekkah untuk melancarkan Pemberontakan Arab terhadap Khilafah Usmani. Pemberontakan ini sukses dalam membagi tanah Arab dari Khilafah dan kemudian menempatkan tanah itu di bawah mandat Inggris dan Perancis.

Di saat yang sama, nasionalisme mulai dikobarkan diantara orang Turki. Gerakan Turki Muda didirikan tahun 1889 berdasarkan nasionalisme Turki dan dapat berkuasa tahun 1908 setelah mengusir Khalifah Abdul Hamid II. Pengkhianat Mustafa Kamal yang menghapus Kekhalifahan adalah anggota Turki Muda. Inilah alasanya mengapa Kemal kemudian berkata:

Bukankah karena Khilafah, Islam dan ulama yang menyebabkan para petani Turki berperang hingga mati selama lima abad? Sudah waktunya Turki mengurus urusannya sendiri dan mengabaikan orang India dan orang Arab. Turki harus melepaskan dirinya untuk memimpin kaum muslimin.”

Di samping aktivitas yang dilakukan oleh misionaris Inggris dan Perancis, bersama dengan Rusia mulai dilakukan penjajahan langsung di banyak bagian Dunia Islam. Ini dimulai selama pertengahan abad 18 ketika tahun 1768 Catherine II dari Rusia berperang dengan Khilafah dan dengan sukses dapat menduduki wilayah di Selatan Ukraina, Kaukasus Utara, dan Crimea yang kemudian dijadikan bagian dari Kekaisaran Rusia. Perancis menyerang Mesir dan Inggris mulai menduduki India. Di Abad ke 19 Perancis menduduki Afrika Utara dan Inggris menduduki Mesir, Sudan, dan India. Sedikit demi sedikit wilayah Khilafah menjadi berkurang hingga akhir PD I ketika apa yang tersisa hanyalah Turki, yang diduduki oleh pasukan sekutu di bawah perintah Jendral Inggris yang bernama Charles Harrington.


Pemecahan tanah Khilafah dilakukan dalam sebuah perjanjian rahasia yang dilakukan antara Inggris dan Perancis tahun 1916. Perjanjian itu adalah Perjanjian Sykes-Picot. Rencana ini dibuat diantara diplomat Perancis bernama François Georges-Picot dan penasehat diplomat Inggris Mark Sykes. Di bawah perjanjian itu, Inggris mendapat kontrol atas Jordania, Irak dan wilayah kecil di sekitar Haifa. Perancis diberikan kontrol atas Turki wilayah Selatan-Timur, Irak bagian Utara, Syria dan Libanon. Kekuatan Barat itu bebas memutuskan garis perbatasan di dalam wilayah Khilafah itu. Peta Timur Tengah saat ini adalah garis-garis yang dibuat Sykes dan Picot dengan memakai sebuah penggaris di atas tanah yang dulunya adalah wilayah Khilafah.

Tahun-tahun berlanjutnya kehancuran Khilafah, Inggris memainkan peranan kunci dengan cara memelihara agennya Mustafa Kamal. Melalui sejumlah manuver politik dengan bantuan Inggris, Mustafa Kamal mampu menjadikan dirinya berkuasa di Turki. Tahun 1922, Konperensi Lausanne diorganisir oleh Menlu Inggris Lord Curzon untuk mendiskusikan kemerdekaan Turki. Turki pada saat itu adalah di bawah pendudukan pasukan sekutu dengan institusi Khilafah yang hanya tinggal nama. Selama konperensi itu Lord Curzon menetapkan empat kondisi sebelum mengakui kemerdekaan Turki. Kondisi-kondisi itu adalah: (1) Penghapusan total Khilafah; (2) Pengusiran Khalifah ke luar perbatasan; (3) Perampasan asset-aset Khilafah; (4) Pernyataan bahwa Turki menjadi sebuah Negara Sekuler

Suksesnya Konperensi itu terletak pada pemenuhan keempat kondisi itu. Namun, dengan tekanan asing yang sedemikian itupun, banyak kaum muslimin di dalam negeri Turki masih mengharapkan Khilafah, yang telah melayani Islam sedemikan baiknya selama beberapa abad dan tidak pernah terbayangkan bahwa Khilafah bisa terhapus. Karena itu, Lurd Curzon gagal untuk memastikan kondisi-kondisi ini dan konperensi itu berakhir dengan kegagalan. Namun, dengan liciknya Lord Curzon atas nama Inggris tidak menyerah. Pada tanggal 3 Maret 1924 Mustafa Kemal memakai kekuatan bersenjata dan menteror lawan-lawan politiknya sehingga mampu menekan melalui Undang-undang Penghapusan Khilafah yang memungkingkan terhapusnya institusi Khilafah.

Untuk kekuatan kolonialis, penghancuran Khilafah tidaklah cukup. Mereka ingin memastikan bahwa Khilafah tidak pernah bangkit lagi dalam diri kaum Muslimin. Lord Curzon berkata:

Kita harus mengakhiri apapun yang akan membawa persatuan Islam diantara anak-anak kaum muslimin. Sebagaimana yang kita telah sukses laksanakan dalam mengakhiri Khilafah, maka kita harus memastikan bahwa tidak pernah ada lagi bangkitnya persatuan kaum muslimin, apakah itu persatuan intelektual dan budaya.

Karena itu, mereka meberikan sejumlah rintangan dalam usaha menegakkan kembali Khilafah seperti:
  1. Pengenalan konsep-konsep non-Islam di Dunia Islam seperti patriotisme, nasionalisme, sosialisme dan sekularisme dan mendorong gerakan politik kolonialis yang berdasarkan ide-ide ini.
  2. Kehadiran kurikulum pendidikan yang dibuat oleh kekuatan penjajah, yang masih tetap bercokol selama 80 tahun, yang membuat mayoritas kaum muda yang lulus dan ingin meneruskan pendidikannya ke arah yang bertentangan dengan Islam.
  3. Jeratan ekonomi di Dunia Islam oleh pemerintahan Barat dan perusahaan-perusahaannya dimana masyarakat hidup dalam kemiskinan yang menghinakan dan dipaksa untuk terfokus hanya pada bagaimana menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya dan tidak peduli dengan peran sesungguhnya dari para penjajah itu.
  4. Warisan yang disengaja untuk memecah Dunia Islam yang berkisar pada garis perbatasan yang senantiasa diperdebatkan sehingga kaum muslimin akan tetap terlibat dalam masalah-masalah sepele.
  5. Pendirian organisasi-organisasi seperti Liga Arab dan kemudian Organisasi Konperensi Islam (OKI) yang menipiskan ikatan Islam, dan terus melanjutkan adanya perpecahan di Dunia Islam sementara tetap gagal dalam memecahkan tiap masalah atau isu yang muncul.
  6. Pemaksaan berdirinya Negara asing, Israel, di jantung Dunia Islam yang menjadi pemicu serangan kekuatan Barat atas kaum muslimin yang tidak bisa mempertahankan diri sementara mereka terus menghidupkan mitos rasa rendah diri kaum muslimin.
  7. Kehadiran penguasa-penguasa zalim di Dunia Islam yang kesetiaanya adalah pada tuannya yakni negara-negara Barat; yang menindas dan menyiksa umat Islam; mereka bukanlah dari umat dan membenci umat sebagaimana umat membenci mereka.
Wahai saudaraku, kita tahu bahwa orang-orang kafir seperti Yahudi dan Nasrani akan selalu memusuhi kaum muslimin. Mereka menyukai apa-apa yang menyusahkan kita dan mereka akan selalu melakukan konspirasi untuk berusaha memecah belah dan memusnahkan kaum muslimin. Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan pernah ridha sampai kamu masuk dalam golongan mereka”. (QS Al Baqarah:120)

Sudah saatnya kita membangun ukhuwah Islamiyah dan menghadapi musuh bersama, yaitu orang-orang kafir dan munafik yang selalu menghina Islam dan kaum muslimin. Dan memfokuskan pada pandangan urgensi penegakkan Khilafah dan Syariah untuk menjadikannya pandangan umum ditengah-tengah masyarakat (bukan dengan Demokrasi, diskriminasi gender, HAM, dll).

Saudaraku, khilafah pasti akan tegak dengan atau tanpa kita. Karena ini merupakan janji Rasulullah SAW:

…Sesungguhnya akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian” (HR.Ahmad)

Tinggal kita memilih, apakah kita menjadi orang yang berjuang terhadap penegakan Khilafah dan Syariah, atau kita menjadi orang yang setuju terhadap penegakkan Khilafah dan syariah ketika Khilafah sudah tegak.

Sesungguhnya beruntunglah bagi yang menegakkanya.
Rugilah bagi mereka yang hanya duduk diam menyaksikannya.
Tetapi akan celakalah mereka yang menghalanginya.

Wallaahu a’lam bi Showab
Sumber: khilafah fighters/syabab.com


Bacalah:

26.2.15

‘Perang Palsu’ Obama Menghadapi ISIS

Masyarakat Amerika digiring untuk percaya bahwa Negara Islam/ISIS merupakan kekuatan tangguh dalam menghadapi militer AS dan mengancam peradaban Barat.

Oleh: Prof. Michel Chossudovsky

SEJAK bulan Agustus 2014, Angkatan Udara AS dengan dukungan dari koalisi 19 negara telah terus-menerus melancarkan kampanye udara intensif terhadap Suriah dan Irak, dengan target dugaan wilayah brigade Negara Islam/ISIS.

Menurut Defense News, lebih dari 16.000 serangan udara dilakukan dari bulan Agustus 2014 sampai pertengahan Januari 2015. Enam puluh persen dari serangan udara dilakukan Angkatan Udara AS, menggunakan jet tempur dan pemboman berkemampuan canggih (Defense News, 19 Januari 2015: Jet tempur A-10 lakukan 11 Persen Gempuran Anti-ISIS).

Serangan udara yang tidak terlalu gencar diberitakan ini digambarkan media sebagai operasi “lunak” kontra-terorisme, bukan tindakan perang habis-habisan yang ditujukan terhadap Suriah dan Irak.

Serangan udara dalam skala besar ini telah mengakibatkan korban sipil tak terhitung jumlahnya, yang secara rutin dilaporkan salah oleh media mainstream. Menurut Max Boot, staf senior dalam keamanan nasional di Dewan Hubungan Luar Negeri, “Strategi Obama di Suriah dan Irak tidak bekerja … [karena] pemboman AS terhadap ISIS dalam kondisi sangat dibatasi” (Newsweek, 17 Februari 2015).

Kemudian masyarakat Amerika digiring untuk percaya bahwa Negara Islam/ISIS merupakan kekuatan tangguh dalam menghadapi militer AS dan mengancam peradaban Barat. Juga ada dorongan dari laporan media bahwa Angkatan Udara AS telah gagal, dan “Obama harus melakukan tindakan bersama” guna efektif menghadapi “musuh luar” dari Amerika.

Menurut Max Boot, eskalasi militer adalah jawabannya: “Untuk mengirimkan lebih banyak pesawat, penasihat militer, dan pasukan operasi khusus. Juga meminta kelonggaran pembatasan beroperasi “atas apa saja yang diperlukan untuk presiden (Obama)”.

Perlu diketahui jenis pesawat apa saja yang terlibat dalam kampanye udara tersebut? Tak lain adalah F-16 Fighting Falcon, F-15E Strike Eagle, dan A-10 Warthog. Termasuk juga pesawat produksi Lockheed Martin, F-22 Raptor, yang dapat melakukan taktis tempur siluman.

Pertanyaan untuk Kita

Mengapa Angkatan Udara AS belum mampu “menghapus” Negara Islam/ISIS, yang pada awalnya sebagian besar hanya memiliki senjata ringan konvensional serta pickup Toyota?

Sejak awal, kampanye udara ini BELUM diarahkan terhadap ISIS. Bukti-bukti menegaskan, Negara Islam/ISIS bukanlah target. Justru sebaliknya.

Serangan udara dimaksudkan untuk menghancurkan infrastruktur ekonomi Irak dan Suriah.*

KAMI menyerukan kepada Anda untuk merenungkan gambar konvoi pick up milik Negara Islam/ISIS saat memasuki Irak dengan melintasi gurun terbuka sepanjang 200 km, yang memisahkan kedua negara.

Konvoi ini memasuki Irak pada Juni 2014.

Apa yang akan diperlukan dari sudut pandang militer untuk menghancurkan konvoi ISIS –yang secara efektif tidak memiliki kemampuan pertahanan anti-pesawat? Untuk hal ini kita cukup menggunakan akal sehat saja, tanpa memerlukan pemikiran strategi militer secara mendalam.

Jika ingin menghancurkan brigade Negara Islam/ISIS, Barat bisa melakukan bom “karpet” menghancurkan konvoi pickup Toyota ketika melintasi padang pasir dari Suriah ke Irak pada bulan Juni.

Jawabannya cukup jelas, namun tidak ada media arus utama satu pun memahami hal itu.

Padang pasir Syro-Arab (Padang Pasir Suriah) adalah wilayah terbuka. Dengan keadaan seperti itu, kecanggihan pesawat jet tempur (F15, F22 Raptor, F16) hanya menghadapi “sepotong kue” saja –dari sudut pandang militer– dalam melakukan ‘operasi bedah’ cepat menghancurkan konvoi Negara Islam/ISIS dalam hitungan jam.

Sebaliknya apa yang telah kita saksikan adalah suatu aksi serangan udara dan pemboman terus menerus selama enam bulan ini, tetapi musuh ternyata masih utuh. Sebagai perbandingan, serangan bom NATO terhadap Yugoslavia pada tahun 1999 hanya berlangsung sekitar tiga bulan (24 Maret – 10 Juni 1999).

Dan kita dituntun untuk percaya bahwa Negara Islam/ISIS tidak bisa dikalahkan oleh kekuatan AS sebagai pemimpin koalisi bersama 19 negara lainnya. Sesungguhnya kampanye udara tersebut tidak dimaksudkan untuk memusnahkan Negara Islam/ISIS.

Mandat kontra-terorisme adalah sebuah fiksi. Sesungguhnya Amerika Serikat adalah “Negara Sponsor Terorisme” nomor satu.

Negara Islam/ISIS tidak hanya dilindungi oleh AS dan sekutunya, tetapi juga dilatih dan dibiayai oleh AS-NATO, dengan dukungan dari Israel dan sekutu-sekutu Washington di Teluk Persia.*


Michel Chossudovsky adalah seorang penulis pemenang penghargaan. Ia guru besar ekonomi (emeritus) di University of Ottawa-Kanada, Pendiri dan Direktur Pusat Penelitian Globalisasi (CRG), Montreal. Tulisan ini dimuat di Global Research.

24.2.15

Boneka Zionis Jenderal As-Sisi Minta Agar Negara Arab Bersatu Perangi Islam

Eramuslim.com – Presiden Mesir hasil kudeta dan boneka Zionis-Israel, Jenderal Abdel-Fattah el-Sisi, menyerukan negara-negara Arab agar bersatu untuk melawan ancaman kelompok-kelompok Mujahidin yang ingin menegakkan kalimat tauhid di Dunia Arab.

Dalam pidato yang disiarkan televisi Mesir, Sisi mengatakan militer Mesir tidak memiliki kepentingan untuk menyerang negara lain. Tetapi akan mempertahankan wilayah Mesir.
“Jika diperlukan kami akan berkoordinasi dengan saudara-saudara Arab kami,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Arab News.

Sebelumnya, Yordania dan Uni Emirat Arab telah menawarkan bantuan untuk mengirimkan pasukan militer. Pengiriman pasukan itu untuk membantu Mesir dalam menghadapi para mujahidin di Libya.

Sisi menilai negara-negara Arab harus menyatukan kekuatan militernya dalam menekan kelompok ekstrimis di Timur Tengah. Pada November lalu, Mesir bersama Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait sedang mendiskusikan pembentukan pakta militer untuk melawan militan Islam.

Yang jadi pertanyaan, mengapa Sisi tidak meminta negara-negara Arab untuk bersatu perangi Yahudi laknatulllah yang jelas-jelas memang diperintahkan Allah swt kepada kita semua? (rz)

21.2.15

Dokumen Intelejen Yaman Ungkap Peran AS dalam Konflik Timur Tengah

Eramuslim – Sebuah dokumen sangat rahasia milik intelejen Yaman yang menceritakan rencana jangka panjang AS di wilayah Timur Tengah bocor ke publik dan membuat heboh umat Islam di kawasan tersebut.

Dalam dokumen yang dberi nama “Iraqization” tersebut, Amerika akan berusaha memperluas konflik di Irak dan Suriah membentang dari Libya hingga Arab Saudi, Mesir dan Yaman.

Skenario menakutkan tersebut berisi keinginan AS untuk menjadikan negara kaya minyak Arab Saudi ikut membiayai perang sekterian jangka panjang, yang akan menewaskan ratusan ribu Muslim dari berbagai negara Muslim tersebut.

Dalam perbincangan para ahli keamanan Yaman dan media di negara yang kini diambang konflik sekterian tersebut di media Opini Today menyatakan bahwa konflik di negara selatan Arab Saudi ini akan berkembang jauh lebih besar dari perang di Irak dan Suriah.

Akan tetapi dokumen tersebut tidak menyebutkan secara rinci bagaimana menjebak Mesir ikut dalam sekenario AS untuk melemahkan umat Islam tersebut.

Sementara itu koran politik Aden Tomorrow memperkirakan bahwa sekenario AS tersebut bertujuan untuk menggulingkan dua negara Arab terbesar yaitu Arab Saudi dan Mesir, “Rencana ini telah dimulai sejak perang sekterian yang kini terjadi di Irak.”

Dokumen itu menjelaskan bahwa perang melawan mujahidin Negara Islam akan terus berlangsung selama bertahun-tahun yang akan datang dan tidak akan berakhir kecuali kekalahan finansial Arab Saudi.

Sebelumnya dalam rekaman video yang diunggah stasiun televisi El Mehwar Mesir, memperlihatkan pasokan senjata AS yang dikirim ilegal ke Libya untuk memperkeruh konflik bersenjata di negara tersebut. (Akhbarak/Ram)


Wajib baca & tahu:

20.2.15

Alasan Mengapa Orang Korea Selatan Bunuh Diri

Sahabat Smart Voa Islam,

Korea Selatan negeri ginseng yang sedang mendunia, lewat K-Pop dan teknologinya Korea Selatan merancang kiblat baru di kancah permusikan. Setelah berhasil menduniakan K-Pop, ternyata Apple juga dibuatnya gigit jari melihat kemajuan teknologi Korsel, Samsung yang saat ini tengah nge-In seperti dilansir harian The Wall Street Journal memberitakan iklan Samsung pada final Superbowl, harian tersebut mengatakan bahwa Apple sudah kalah keren dibanding Samsung dalam hal pemasaran. Dalam dokumen rencana strategi Samsung pada 2011, prioritas Samsung adalah mengalahkan Apple dalam segala hal.

Semua yang dilakukan Samsung harus dalam konteks mengalahkan Apple. Namun siapa sangka di tengah pencapaian teknologi dan budayanya masyarakat Korea Selatan mengalami kerapuhan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah merilis data statistik tingkat kasus bunuh diri dunia pada Kamis 4 September 2014 dan menepatkan Korea Selatan di posisi ke 3 dunia.

Hal tersebut dipicu banyak hal, diantaranya tekanan untuk sukses di Korea sangat tinggi. Bagi seorang pekerja, sukses berarti bekerja di salah satu perusahaan konglomerasi besar seperti Samsung atau Hyundai atau yang diberi istilah chaebol dan untuk mencapai karir dan reputasi tinggi mereka harus membuktikan diri sebagai pekerja keras, Walaupun harus mengesampingkan kepentingan pribadi serta keluarga.

Untuk artis mereka terlalu menjadikan sudut pandang orang menjadi rujukan dalam bersikap, seperti konsep cantik yaitu orang berkulit putih, hidung mancung, wajah membentuh huruf V dan jidat sedikit jenong, sehingga akibatnya anak muda yang tidak memenuhi standar tersebut memilih jalan instan operasi plastik, karena wajah cantik di Korea Selatan lebih di dihargai orang dan memudahkan seseorang mencari pekerjaan, sehingga para orangtua menganjurkan anaknya opreasi, tak heran Korsel menjadi destination wisata opresi plastik yang popular.

Kesalahan Pradigma Berfikir

Negara Korsel menganut sistem sekuler memisahkan agama dari kehidupan manusia, negara tidak mengajurkan setiap orang untuk menganut agama, akibatnya orang Korsel banyak atheis, hal tersebut tidaklah dilarang, ketika seseorang mempunyai permasalahan mereka tidak mempunyai pegangan kuat, terlebih mereka mempunyai pandangan hidup yang salah terhadap konsep kebahagian, mereka mengukur kebahagian dari materi, sebarapa cantikkah dirimu? Berapa banyak jumlah hartamu?seberapa suksekah pekerjaanmu? Sehingga hidup mereka dibanyangi tantangan dan targetan yang sama sekali tidak ada ujungnya, iklim seperti ini rawan membuat mereka depresi akhirnya bunuh diri, tak bisa dipungkiri kepercayaan pada rekarnasi juga menambah suram permasalahan, rekarnasi menyakini jika mati atau bunuh diri mereka akan lahir kembali menjadi orang lain yang lebih baik, surga dan neraka tidak ada dalam jangkaun berfikir mereka.

Islam Agama yang Sempurna

Dari sekian konsep kehidupan hanya islamlah yang memberikan pandangan dan aturan secara sempurna, setiap manusia Allah ciptakan tentulah dengan seperangkat aturan, yang mana aturan tersebut semata-mata Allah hadirkan untuk kebaikan manusia.

Islam memang mengakui adanya kebutuhan manusia akan materi, hanya saja tidak islam tidak menjadikan materi sebagai tujuan manusia hidup di dunia, akan tetapi tidaklah aku ciptan jin dan manusia semata-mata beribadah dan menyembah Allah, islam memberikan pandangan hakiki tentang kebahagian yang lebih jauh menentram hati yaitu, Aqidah yang mendorong motivasi seseorang untuk senantiasa beramal shalih melakukan aktifitas sesuai dengan aturan Allah, contoh kecilnya seorang ayah dituntut bekerja dan mencari untuk memenuhi nafkah keluarga, namun kontek mencari uang tersebut tidaklah asal mendapat uang dan pekerjaan, tapi bagiamana seorang ayah mencari pekerjaaan yang halal.

Keridhoaan Allah-lah yang menjadi sumber kebahagian seeorang, apalah artinya jika bergelimbang harta tapi harta tersebut dicari dengan cara yang salah, tentulah Allah tidak akan ridho, begitun pun konsep cantik, islam tidak pernah memandang manusia dari fisiknya, sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita sholehah, wanita yang selalu taat pada kepada Allah Swt. Ironi menang, dibalik kerapuhannya umat islam masih ada saja yang mengidolakan dan mengelu-elukan budaya K-Pop padahal sejatinya mereka tidak pantas dibanggakan.

Walluhu’Alam.

Oleh Anastasia
Alumni Pendidikan Bahasa Jerman UPI Bandung


Inilah Jalan Hidup Seorang Mukmin

Dalam keyakinan orang Jepang, bunuh diri ketika merasa gagal, adalah cara mati yang terpuji dan terhormat sebagai seorang kesatria

Oleh: Dr. Achmad Yani, Lc, Med.

MANUSIA adilahirkan sebagai bayi, menyusu kepada ibunya, tumbuh menjadi anak-anak yang manja dan sibuk dengan segala macam alat permainannya. Lalu ia menjadi remaja dengan segala macam kegiatannya, mulai dari sekolah, belajar, nongkrong, jalan-jalan, dengerin musik, pacaran, tawuran, nonton film, jajan, dan lain sebagainya.

Memasuki masa dewasa, ia mulai disibukkan dengan urusan pekerjaan, mencari pengahasilan, mengurusi keluarga, anak dan istri. Setelah itu akhirnya menua, manjadi kakek atau nenek, kemudian mati.

Apakah dengan kematian itu berarti semuanya telah selesai? Jika belum selesai, lantas apa sebenarnya tujuan hidup kita di dunia ini?

Memahami Hakekat Hidup

Pemahaman terhadap tujuan hidup ini sangat penting, karena tujuan itulah yang akan menentukan kemana arah perjalan ini akan ditempuh. Ibarat tujuannnya adalah Jakarta, jika dari Surabaya, maka berarti kita harus berjalan ke arah barat.Begitu juga jika tujuannya adalah Bali, maka berarti kita harus berjalan ke arah timur.

Memahami hakekat tujuan hidup ini menjadi sangat penting, sebab jika pemahaman itu salah, maka bisa dipastikan prilakunya pasti juga salah.

Orang Jepang contohnya, menurut falsafah mereka, hakekat kehidupan ini adalah untuk menunggu kematian.Bagi mereka, jika Anda merasa sudah tidak ada lagi peluang untuk sukses, maka lebih baik mati secepatnya dan tidak ada artinya menunggu di dunia ini lebih lama. Silahkan bunuh diri saja, itu lebih baik dari pada anda menjadi orang yang gagal dalam hidup.

Dalam keyakinan orang Jepang, bunuh diri ketika merasa gagal, adalah cara mati yang terpuji dan terhormat sebagai seorang kesatria yang secara jantan mengakui kegagalannya, dan memilih untuk mengakhiri hidup secepatnya. Ini bisa dilihat daridata yang ada, sampai hari ini minimal 70 orang perhari mati bunuh diri di Jepang, sehingga Jepang menjadi negara nomer satu di dunia untuk jumlah bunuh diri terbanyak.

Sangat ironis, Negara yang begitu maju, canggih dalam teknologi, yang produksi mobilnya dipakai di seluruh dunia: Toyota, Mitsubishi, Daihatsu, Honda, Suzuki, dan lain-lainnya, ternyata menjadi Negara yang jumlah bunuh dirinya terbesar di seluruh dunia. Kanapa itu bisa terjadi, tidak lain adalah disebabkan pemahaman mereka tentang hakekat kehidupan ini.

Sedangkan orang Barat, mereka memahami hakekat kehidupan ini sebagai kesempatan untuk menikmati kehidupan sebelum ajal menjemput.

Itulah sebabnya, menjadi cita-cita hampir semua orang barat untuk bisa melancong ke berbagai penjuru dunia, yang tidak lain tujuannya adalah untuk sepenuhnya bisa menikmati keindahan hidup di dunia. Banyak yang menyangka bahwa semua turis dari barat itu adalah orang kaya.Tidak, justru sebagian besar mereka adalah orang-orang yang ekonominya biasa-biasa saja.Memang ada juga yang kaya raya, namun sebagian besar adalah orang biasa.Kebanyakan dari mereka adalah orang kelas menengah kebawah yang telah bertahun-tahun bekerja, atau bahkan berpuluh-puluh tahun. Uang hasil bekerja itu kemudian ditabung, sekian lama mereka menabung, kemudian uang itu mereka habiskan untuk melancong ke berbagai penjuru dunia selama setahun, dua tahun, atau bahkan lima tahun, dan seterusnya.

Trend melancong dalam waktu yang lama sudah menjadi gaya hidup sebagian besar orang barat. Kenapa bisa begitu, jawabannya adalah disebabkan pemahaman mereka dalam memakanai hakekat kehidupan.Bagi mereeka, hidup ini adalah kesempatan untuk menikmatinya, sebelum kita dijemput oleh kematian.Nikmatilah hidupmu sepenuhnya, sebelum engkau meninggakan dunia.Dan cara menikmati hidup yang paling istimewa untuk mereka adalah dengan melancong ke berbagai penjuru dunia dalam waktu yang lama, tidak perlu kerja, makan tinggal makan, tidur tinggal tidur, tidak ada yang menyuruh, tidak ada yang memberi tekanan, tidak ada kewajiban untuk kerja, rapat, ngajar, dan segala macam kegiatan lainnya, yang kesemuanya itu dirasakan sebagai tekanan dalam menjalani kehidupan.

Kemudian kita sebagai orang mukmin, apa makna hakekat kehidupan ini untuk kita? Apakah hidup ini hanya untuk menikmati makanan yang lezat-lezat? Jika itu pemahaman kita, lalu apa beda kita dengan sapi yang seumur hidupnya hanya makan dan makan. Jika urusan makan, tentu sapi lebih hebat dari kita, sebab sapi sepanjang hidupnya adalah untuk mengunyah makanan. Sedangkan manusia, setelah menikmati makanan satu piring, maka dia pun sudah merasa kenyang, dan sudah tidak sanggup lagi menyantap makananan yang lainnya.

Adakah hidup kita hanyalah untuk menikmati wanita cantik dan menyalurkan nafsu biologis semata? Jika urusan pemuasan kebutuhan biologis, maka ayam jauh lebih hebat dari kita, sebab ayam mampu melakukan hubungan biologis sehari lebih dari 20 kali.Sedangkan kita?Kemampuan dan kekuatan kita kalah jauh dibandingkan ayam.

Ataukah hidup kita ini hanya untuk jalan-jalan dan menikmati pemandangan? Jika itu tujuannya, tentu burung elang yang bisa terbang tinggi di udara jauh lebih hebat dari kita. Tiap hari ia terbang tinggi dan menimkati pemandangan yang begitu indah dari atas ketinggian, terbang jauh kemana ia suka.

JADI apa sebenarnya tujuan hidup kita? Apakah kita dilahirkan, tumbuh jadi anak-anak, remaja, dewasa, kemudian menua, dan akhirnya mati… Adakah dengan itu berarti hidup kita telah selesai?

Allah berfirman dalam Al-Quran:

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS Al-Mu’minuun: 115)

Sesungguhnya jawaban dari pertanyaan ini adalah dalam firman Allah:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz-Dzaariyat: 56)

Ayat tersebut diatas merupakan petunjuk dari Allah Subhanahu Wata’ala kepada manusia tentang tujuan diciptakannya di muka bumi ini. Sebagai manusia, kita memang perlu makan, minum, tidur, bekerja, menikah, istirahat, pakaian, tempat tinggal, alat transportasi, harta, dan lain sebagainya. Namun kesemuanya itu bukanlah tujuan, melainkan itu hanyalah alat untuk kita beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Makna ibadah dalam islam sangatlah luas, semua aktivitas yang dilakukan manuasia bisa bernilai ibadah, sejak dari bangun tidur, sampai tidur lagi, bahkan tidur itu sendiri, juga bernilai ibadah. Ibadah dalam islam bukan hanya berbentuk sholat, puasa, haji, baca al-Quran, melainkan semua aktivitas manusia bisa bernilai ibadah.

Ketika kita bangun tidur, kemudian kita ke kamar mandi untuk buang air kecil, kita niatkan itu sebagai ibadah, menjaga kesehatan, merawat anugerah Allah berupa badan, sebab kalau air kencing ditahan itu bisa menyebabkan penyakit, dengan niat yang seperti maka buang air kecil itupun bernilai ibadah.

Dilanjutkan berwudlu dan kemudian sholat, ini juga ibadah. Setelah itu kita sarapan, diniatkan agar badan kita ada energy sebagai bekal ibadah, maka sarapan kita itupun bernilai Ibadah.

Kemudian kita mandi pagi, gosok gigi, dan membersihkan badan, diniatkan untuk menjaga kesegaran badan, biar tidak bau, dan tidak menganggu orang disekitar kita, maka ini pun bernilai ibadah.Begitu juga ketika kita pergi ke tempat kerja, kita niatkan mencari rizki yang halal, untuk diri sendiri dan keluarga, maka sejak pagi sampai sore kita bekerja, selama itulah pahala ibadah terus mengalir.

Semua aktitas yang sifatnya duniawi seperti ke pasar, ke kampus, ke kantor, ke sawah, dan lain sebagainya,itu semua bisa bernilai ibadah jika kita betul dalam meniatkannya. Namun jika kita salah niat, maka semua aktivitas itu hanyalah bernilai amalan dunia saja, dan tidak ada pahalanya di akhirat.

Tidak penting bagi seorang mukmin apakan dia menjadi kaya atau misikin, pejabat atau rakyat, bos atau kuli, atasan ataupun bawahan, sebab bagi seorang mukmin, apapun situasinya, bagaimanapun keadaannya, semuanya adalah kesempatan untuk beribadah.

Jika dia miskin dan sabar dengan kekurangannnya, maka kemiskinan adalah keberkahan baginya, sebab kesabaran menjalani kehidupan dengan serba kekurangan mendatangkan pahala untuknya. Jika dia kaya, itu juga kesempatan baginya untuk beribadah, mensyukuri kekayaan yang diberikan, banyak berzakat dan bersedekah, menolong siapa saja yang memerlukan, maka dengan begitu kekayaan adalah keberkahan untuknya, sebab harta yang dimiliki menjadi sumber pahala.

Rasulullah bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ المؤمنِ إِنَّ أمْرَه كُلَّهُ لهُ خَيرٌ ليسَ ذلكَ لأَحَدٍ إلا للمُؤْمنِ إِنْ أصَابتهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فكانتْ خَيرًا لهُ وإنْ أصَابتهُ ضَرَّاءُ صَبرَ فكانتْ خَيرًا لهُ) رواهُ مُسْلِمٌ

Alangkah mengagumkan kehidupan seorang mukmin, sungguh segala urusannya mendatangkan kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan yang seperti itu hanya ada dalam kehidupan seorang mukmin.Ketika dia mendapatkan kesenangan, maka diapun bersyukur, dan itu mendatangkan kebaikan untuknya (pahala).Begitu juga ketika dia sedang ditimpa kesusahan, maka dia pun bersabar, dan itu pun mendatangkan kebaikan untuknya (pahala).” [HR Muslim]

Wallahu A’lam.
Penulis adalah Dosen di Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM)

15.2.15

Perang Melawan Islam, Rabbi Israel Serukan Racuni Sumur-Sumur Warga Palestina

Eramuslim – Penjajah Israel kembali menyerukan perang melawan umat Muslim khususnya di Palestina, dengan membolehkan untuk meracuni dan merusak kebun milik warga Palestina.

Dalam fatwa yang dikeluarkan seorang Rabbi terkenal Israel, Rabbi Nasim Muawwil, mengatakan, “Dibolehkan merusak dan menjarah pohon zaitun milik warga Palestina, serta meracuni sumur-sumur mereka.

Menurut situs web Palestina 48 yang memposting fatwa tersebut menyatakan bahwa ini dilakukan untuk menghasut peperangan melawan penduduk Palestina yang dianggap sebagai musuh mendirikan negara Israel Raya.

Sebelumnya Rabbi Dov Lior yang menjadi seorang tokoh Rabbi Yahudi di wilayah pendudukan Kiryat Arba di kota Hebron sekaligus penasehat keagamaan Partai Yahudi Home mengatakan, “Penghancuran Gaza adalah cara untuk mencapai perdamaian Israel.” (Shorouk/Ram)

Ahok Merusak Jakarta?

Sahabat VOA-Islam...

Kemarin saya beruntung bertemu Bupati Belitung periode 2004-2014 (dua periode). Beliau ini yang terlibat langsung dalam proses pemekaran Kabupaten Belitung menjadi Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Usai dimekarkan beliau ditunjuk DPRD sebagai Bupati Belitung, sedangkan Ahok menjadi Bupati Belitung Timur (Beltim).

Saat itu PAD Beltim tercatat Rp 17 miliar, sedangkan kabupaten induknya Rp 12 miliar. Tak mengherankan, sebab Ijin Usaha Pertambangan (IUP) memang lebih banyak di Beltim.

Satu setengah tahun jadi bupati, Ahok berhasil meningkatkan PAD menjadi Rp 20 miliar. Sementara pada saat yang sama PAD Belitung melonjak ke angka Rp 22 miliar. Data terakhir (2014) PAD Beltim parkir di Rp 40 miliar, sedangkan Belitung menjadi Rp 70 miliar.

Jika sekarang kita berkunjung ke dua daerah tersebut akan sangat terasa bedanya. Infrastruktur di Beltim hancur, jalanan bergelombang, berlubang, gedung sekolah rusak diberbagai pelosok kabupaten, termasuk juga puskesmas dan berbagai fasilitas umum lainnya. Di Belitung, kita akan menemukan jalanan yang relatif lebih mulus, fasilitas sekolah dan kesehatan juga jauh lebih baik.

Tapi bukan berarti Beltim tidak punya kelebihan. Paling tidak PNS Beltim lebih bahagia ketimbang di Belitung. Sejak Ahok jadi bupati lalu dilanjutkan wakilnya, kemudian sekarang ini diteruskan adiknya Ahok, Basuri, pemkab Beltim menaikkan gaji PNS beberapa kali lipat sehingga sekarang ini gaji PNS Beltim hampir satu setengah kali PNS Belitung.

Rupanya ini memang politik anggaran Ahok yang diteruskan Basuri. Dengan dimanja gaji yang besar, para PNS ini kemudian menjadi timses ketika masa pemilihan tiba.

Politik anggaran yang sama dilakukan Ahok di Jakarta dengan menaikkan gaji PNS hampir dua kali lipat. Ahok beralasan kenaikan gaji akan berkolerasi positif terhadap pelayanan masyarakat. Tentu ini klaim yang perlu dibuktikan, sebab banyak penelitian menunjukkan buruknya layanan publik bukan karena rendahnya gaji melainkan karena persoalan mental.

Dengan gaji sebelum dinaikkan saja PNS DKI sudah sejahtera, tetapi faktanya penyerapan anggaran hanya 40%. Layanan di kelurahan, kecamatan dan semua instansi pemerintah buruk.

Kembali ke Beltim. Dengan gaji PNS yang gila-gilaan, Beltim hanya menyisakan 20-25% dari anggaran untuk pembangunan. Termasuk pembangunan infrastruktur. 75-80% nya habis untuk belanja rutin pegawai.

Selain itu, Ahok dan keluarganya juga menguasai puluhan IUP yang tentu saja berpotensi memperkaya diri dan keluarganya.

Ahok sukses merusak kampung halamannya, sekarang dia hendak merusak Jakarta. Kapan kita usir Ahok? [syahid/voa-islam.com]

Penulis: Siswono Azzam
http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2015/02/14/35682/ahok-merusak-jakarta/

14.2.15

"Cari Tahu" tentang SEJARAH Valentine Day, "Jangan Taqlid" dan Tak Pantas untuk Dirayakan!

Oleh: Ahmad Amjad

Sejarah paling popular tentang Valentine Day adalah kisah Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269M. Namun ini pun ada beberapa versi. Bahan ada akar sejarah lebih kuat, bahwa perayaan valentine day memiliki hubungan erat dengan tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.

Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa. Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuan itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.
. . . Valentine day adalah bagian dari budaya yang bernuansa kekufuran dan kemusyrikan. . .
Beberapa versi beragam tentang sejarah asal muasal valentine day di atas bisa ditemukan dalam buku "Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?”, karya Rizki Ridyasmara.

Menilik pada catatan sejarah valentine day tidak ada yang pasti. Namun satu point penting yang bisa diambil, bahwa perayaan valentine day memiliki hubungan erat dengan keyakinan yang ada pada agama kafir dan musyrik. Valentine day adalah bagian dari budaya yang bernuansa kekufuran dan kemusyrikan. Sehingga tak pantas seorang muslim, baik laki-laki maupun perempuan, ikut merayakannya dan bersenang-senang dengannya. Dan siapa yang nekad merayakannya, ia bisa terjerumus ke dalam kekufuran sebagaimana keterangan hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, “Siapa yang menyerupai suatu kaum, ia bagian dari mereka.” Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]


Valentine, Lubang Biawak di Bulan Februari

Pada bulan ini, kita selalu saja menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian. Anak-anak muda berlomba mengucapkan “Selamat hari Valentine”, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah “hari kasih sayang”.

Kita mungkin selama ini telah banyak menyaksikan Valentine terjadi di negeri yang Muslimnya paling banyak ini. Sebenarnya apa Valentine ini?

Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR At-Tirmidzi). Dan kita sudah hafal pula bahwa Valentine adalah kebiasaan orang-orang non-Muslim.

Pandangan Ibnul Qayyim Al-Jauziyah

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Karena berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah.

Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”

Sejarah dan Latar Belakang Valentine

Sekadar mengingatkan saja jika Valentine itu budaya turun-termurun dari nenek moyang orang Barat. Pada awalnya orang-orang Romawi merayakan hari besar mereka yang jatuh pada tanggal 15 Februari yang diberi nama Lupercalia. Peringatan ini adalah sebagai penghormatan kepada Juno (Tuhan wanita dan perkawinan) serta Pan (Tuhan dari alam ini) seperti apa yang mereka percayai. Setelah penyebaran agama Kristen, para pemuka gereja mencoba memberikan pengertian ajaran Kristen terhadap para pemuja berhala itu. Pada tahun 496 Masehi, Paus Gelasius (Pope Gelasius) mengganti peringatan Lupercalia itu menjadi Saint Valentine’s Day, yaitu Hari Kasih Sayang Untuk Orang-Orang Suci.

Dalam sejarah perayaan Valentine, para ahli sejarah tidak setuju dengan adanya upaya untuk menghubungkan hal itu dengan St. Valentine, seorang pendeta yang hidup di Roma pada tahun 200 masehi, di bawah kekuasaan Kaisar Claudius II. St. Valentine ini pernah ditangkap oleh orang-orang Romawi dan dimasukkan ke dalam penjara, karena dituduh membantu satu pihak untuk memusuhi dan menentang Kaisar. St. Valentine ini berhasil ditangkap pada akhir tahun 270 masehi. Kemudian orang-orang Romawi memenggal kepalanya di Palatine Hill (Bukit Palatine) dekat altar Juno.

Dalam kaitannya dengan acara Valentine’s Day, banyak pula orang mengkaitkan dengan St. Valentine yang lain. St. Valentine ini adalah seorang bishop (pendeta) di Terni, satu tempat sekitar 60 mil dari Roma. Iapun dikejar-kejar karena memengaruhi beberapa keluarga Romawi dan memasukkan mereka ke dalam agama Kristen. Kemudian ia dipancung di Roma sekitar tahun 273 masehi. Sebelum kepalanya dipenggal, bishop itu mengirim surat kepada para putri penjaga-penjaga penjara dengan mendoakan semoga bisa melihat dan mendapat kasih sayang Tuhan dan kasih sayang manusia. “Dari Valentinemu” demikian tulis Valentine pada akhir suratnya itu. Surat itu tertanggal 14 Februari 270 M. sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai Valentine’s Day atau Hari Kasih Sayang. Nah, jelaskan?

Valentine: Lubang Biawak Untuk Orang Islam

Kita sekarang melihat bahwa Valentine ini dijadikan begitu spesial oleh orang-orang di sekeliling kita. Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a bahwa Rasulullah Muhammad saw bersabda: “Kamu akan mengikuti sunnah (kebiasaan) orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehinggakan mereka masuk ke dalam lubang biawak (buaya) kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Baginda bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi?” (HR Bukhari dan Muslim).

Notes:
Valentine selalu diidentikan dengan malaikat kecil bersayap yang membawa panah cinta. Malaikat itu bernama Cupid (berarti: The Desire). Konon, menurut kabar burung dari negeri dongeng, ia adalah putra Nimrod “the hunter” Dewa Matahari. Cupid disebut juga Tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri! Naudzubillahimindzalik! (sa/ind/berbagaisumber)