5.4.14

Apa benar Jokowi Menang, Jalaluddin Rahmat MenAg?

Bagaimana 'unjuk gigi' Syiah selanjutnya bila PDI-P menang dan Jokowi jadi presiden?

Oleh: Abu Ziad

WAJAH TB Hasanuddin, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berseri-seri siang itu. “Ayeuna mah PDI-P oge boga Kiai” (sekarang, PDI-P juga punya kiyai) ujar anggota DPR-RI itu sambil mendekati posisi Jalaludin Rahmad, Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), sebuah organisasi Syiah di Indonesia.

Di hadapan massa kader PDI-P, Hasanuddin mengatakan, “Kalau biasanya saya menyebut massa PDI-P dengan kader saja, sekarang mah bisa ditambah dengan sebutan jamaah PDI-P,” ujar Hasanuddin dikutip laman dukungan Syiah, Misykat.net.

Hari itu, TB Hasanuddin dibarengi Ketua DPC PDIP Kabupaten Bandung Barat Abubakar berorasi di kampanye terbuka terakhir di Lapangan PN Kertas Padalarang. Kampanye ini pun di hadiri oleh beberapa juru kampanye (jurkam) PDI-P, termasuk Jalaludin Rahmat, Ayi Vivananda dan Aa Umbara Sutisna.

Seperti diketahui, Jalaluddin Rakhmat adalah calon anggota DPR RI daerah pilihan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, nomor 1 dari PDI-P

Tentu bukan tidak ada alasa mengapa PDI-P menempatkan nama Jalaluddin Rakhmat. Ia adalah Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) yang mengklaim sudah mempunyai hampir 100 Pengurus Daerah (tingkat kota) di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 2,5 juta orang. Bersama Dr. Haidar Bagir (Penerbit Mizan) dan Umar Shahab, ia mendirikan Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta, lembaga yang berafiliasi pada Syiah.

Dalam situs Misykat.net, Jalal menuturkan mengapa pilihannya jatuh pada PDI-P.

PDIP adalah partai yang besar dan mapan,” ujarnya. “Saya yakin, PDIP yang paling besar kemungkinan memenangkan Pemilu 2014, sehingga saya pun bisa berjuang di PDIP, “ tambahnya.

Dalam sebuah perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online (RMO), Jumat (03/05/2013) Nampak alasannya memilih PDI-P jauh lebih jelas. Setidaknya, ia ingin memperjuangkan Syiah melalui partai berlambang banteng ini.

Boleh saya katakan, hukum impoten membela kelompok minoritas,” ungkap Jalaluddin Rakhmat. Menurutnya, hukum menjadi impoten karena beberapa hal. Di antaranya, institusi-institusi pemerintah, dan juga legislatif, mismanagement. Mismanagement ini terjadi karena orang-orang yang ada institusi-institusi tersebut tidak konsisten dalam menegakkan hukum. Karena itu Jalal ingin memperjuangkan penegakan hukum dan juga mau melindungi nasib kaum minoritas melalui jalur politik.

Ramai-ramai di Jalur Politik

Kisah kader Syiah masuk jalur parlemen bukan hanya ada pada Jalaluddin Rakhmat. Sebelumnya, tokoh Syiah Dr. Muhsin Labib, MA pernah menjadi calon legislatif untuk DPR pada Pemilu 2009 dari PAS. Dia menjadi calon Partai PAN dari Daerah Pemilihan Jatim IV.

Sebelum ini, di jejaring sosial ramai kabar beberapa pendukung Syiah ikut meramaikan bursa caleg 2014. Ada nama Agus Abu Bakar Al Habsy, pria kelahiran Makassar 9 Agustus 1960 terjun ke kancah perpolitikan Indonesia. Saat ini dia menjabat sebagai dewan pembina partai Demokrat dan dikenal dekat dengan presiden SBY.*

Alumni UI yang dulu pernah aktif di Masjid Arif Rahman Hakim (ARH) pernah menjadi juru bicara Syiah dalam debat dengan kelompok Sunni yang diwakili oleh Prof. Rasjidi, Imam Masjid Arif Rahman Hakim. Usai menamatkan studi di UI, Agus Abubakar al-Habsyi menjadi ketua Yayasan Baitul Hikmah di Depok dan terjun ke dunia politik. Agus al-Habsyi membantu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendirikan Partai Demokrat tahun 2001 an diangkat menjadi Ketua DPP. Saat ini, Agus Abubakar al-Habsyi menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Demokrat dan ikut menyeleksi Capres 2014 Demokrat.

Ada juga nama Sayuti Asyathri tokoh Syiah kelahiran Ambon ini adalah salah satu pionir organisasi Syiah, Ahlul Bait Indonesia (ABI). Selain dikenal sebagai tokoh Syiah, dia juga pernah menjadi kader PAN dan sekarang berpindah halauan ke PDK (Partai Demokrasi Kebangsaan) dan berhasil menjadi orang no 1 di PDK. Sayangnya, PDK gagal menjadi peserta Pemilu 2014.

Juga ada nama Zulfan Lindan. Setelah loncat dari PDIP, pria kelahiran Aceh 1 November 1956 saat ini dikenal sebagai politisi dari Partai Nasdem untuk Daerah Pemilihan Aceh II, dan masuk menjadi bakal calon anggota DPR RI. Saat di PDI-P, ia sempat menjadi anggota Komisi IX DPR . Tahun 2014, dia bakal maju sebagai caleg Partai Nasdem.

Ada punya nama Dr. Abdurrahman Abdullah yang dikenal juga dengan nama Dr.Abdurrahman Bima, tokoh Syiah yang menggeluti dunia perpolitikan dengan menjadi kader Partai Demokrat. Abdurrahman Bima kini menjabat sebagai anggota komisi VI DPR RI dan menjadi ketua kelompok komisi VI fraksi Partai Demokrat.

Juga ada nama Dedy Djamaluddin Malik, nama yang ikut disebar-sebarkan di internet sebagai pendukung Syiah. Pria kelahiran Bandung, 25 Desember 1957 itu sempat terpilih sebagai anggota DPR RI (2005 – 2009) dari daerah pemilihan Bandung II dan menjadi anggota Komisi I (Hankam, Luar Negeri dan Informasi) pada Fraksi F-PAN.

Pada Pemilu 2014 ini, Dedy Djamaluddin Malik dicalonkan kembali oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dari daerah pemilihan Jawa Barat I (Kota Bandung dan Cimahi) pada nomor urut 2.

Masuknya kader-kader Syiah di parlemen menurut Ketua Dewan Syuro Ahlul Bait Indonesia (ABI) Umar Shahab bukan hal mengagetkan. Sebab mereka sudah lama telah masuk.

Sejak periode lalu, sudah ada tokoh syiah masuk ke DPR,” kata Umar kepada Jurnal Parlemen, Selasa (14/05/2013).

Bahkan secara personal, katanya, banyak kader yang ikut memberi dukungan ke kelompok Syiah. Mereka tersebar dari PPP, PAN, PKB hingga PKS. “Tapi ini bukan bentuk cantolan politik. Dan tidak harus partai Islam,” katanya lagi.

Jalaluddin Calon Menag?

Dukungan pada Syiah ini nampaknya akan makin berkibar tak hanya melalui personal-personalnya di parleman. Mengingat beberapa kalangan LSM, aktivis liberal (bahkan tokoh agama yang pendapatnya menyelisihi ijma’ ulama menyangkut kesesatan Syiah) kini sudah mulai terang-terangan menyatakan dukungannya.

Adalah Direktur LSM Moderate Moslem Society (MMS) Zuhairi Misrawi yang sempat menjawab secara “malu-malu” dengan mengatakan, jika PDI-P menang dalam Pemilu 2014, Jalaluddin Rakhmat akan diusung menjadi Menteri Agama (Menag)-nya.

Maka saya mengatakan, suatu saat mungkin dari Syiah yang menjadi calon menteri agama. Tetapi itu kan otoritas presiden, bukan otoritas saya. Saya ini siapa,” katanya. (Zuhairi: “Saya Katakan, Suatu Saat mungkin dari Syiah”, hidayatullah.com, Jum’at, 21 Februari 2014).

Bahkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Din Syamsuddin sendiri sudah lama “melindungi” Syiah.

Jangan dibesar-besarkan, karena sesungguhnya tidak ada apa-apa tapi menjadi membahayakan jika terus diprovokasi. Saya minta negara segera hadir berperan untuk menangani masalah ini. Selain itu juga para ulama harus segera turun tangan,” kata Din kepada wartawan usai menghadiri penganugerahan gelar Doktor (HC) untuk Karni Ilyas di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (28/09/2013), dikutip detik.com.

Apalagi ketika pada Kamis (20/03/2014) siang, Capres PDIP yang juga Gubernur DKI Joko Widodo didaulat menjadi imam sholat Zuhur di Masjid PP Muhammadiyah dan yang menjadi makmumnya adalah Dr Din Syamsuddin. Banyak kalangan menilai, sinyal ini pertanda dukungan Din pada Jokowi sebagai presiden. Isu santer lain mengatakan, PDI-P tengah mendekati Muhammadiyah guna melamar Din sebagai Wapresnya.

Bagaimana nasib bangsa dan bagaimana ‘unjuk gigi’ Syiah selanjutnya bila PDI-P menang dan Jokowi jadi presiden? Apalagi jika benar-benar disandingkan dengan Dr Din Syamsuddin. Dan apakah benar PDI-P akan menjadikan Jalaluddin Rakhmat sebagai Menteri Agama (Menag)? Wallahu a’lam.*

Penulis peminat masalah gazwul fikri di media massa.

Wajib Baca!: SEBUAH DRAFT...


No comments:

Post a Comment